IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA SMP NEGERI 2 MOTUI
KABUPATEN KONAWE UTARA
Zainal Abidin1, Jamiludin2, Abd. Halim Momo2
1Alumni Pendidikan IPS, PPs Universitas Halu Oleo
2Dosen PPs Universitas Halu Oleo email: [email protected]
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan dan menganalisis nilai, strategi dan hambatan karakter yang dapat diimplementasikan dalam materi Hakekat Demokrasi dan Materi Pentingnya kehidupan demokratis dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada Mata Pelajaran PKn. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai karakter yang dapat diimplementasikan oleh peserta didik pada saat mengikuti pembahasan materi di Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui yaitu cinta tanah air, demokratis, semangat kebangsaan, toleransi, rasa ingin tahu dan jujur 2) Strategi implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui dengan beberapa cara yaitu memasukkan nilai-nilai karakter tersebut dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menerapkan keteladanan, menjadikan pembiasaan rutin dan teratur, mengintegrasikan dengan program sekolah yang telah direncanakan serta membangun komunikasi dengan orang tua siswa maupun lingkungan sekitar sekolah., 3) Hambatan dalam penerapan implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui dengan beberapa cara yaitu kompetensi guru masih rendah dalam mengintegrasikan nilai karakter pada mata pelajaran yang diampunya serta belum mampu menjadi sosok teladan yang sempurna bagi peserta didik. dan 4) upaya yang telah dilakukan oleh pihak Guru PKn SMP Negeri 2 Motui dalam mengatasi hambatan dan dan tantangan dalam penerapan implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui yaitu yaitu meminta diusulkan oleh Kepala Sekolah untuk dapat mengikuti workshop atau pelatihan berkaitan dengan Pendidikan Karakter dan terus menerus mendorong diri sendiri untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang diajarkan dimulai dari diri sendiri.
Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Nilai Karakter
Abstract: This study aims to describe and analyze the values, strategies and character barriers that can be implemented in the material of Democracy and Material Nature The importance of democratic life in society, nation, and state in Civic Education Subjects. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show that: 1) Character values that can be implemented by students when participating in the discussion of material in Motui 2 Public Middle School Citizenship (PKn) Subjects namely homeland love, democracy, national spirit, tolerance, curiosity and honesty 2 ) Strategies for the implementation of character values in Motui 2N Middle School Citizenship Education (PKn) in a number of ways, which include character values in the Syllabus and Learning Implementation Plan (RPP), applying exemplary, making routine and regular habituation, integrating with school programs planned and build communication with parents and the surrounding environment. 3) Obstacles in the implementation of character values in Motui 2ND Civic Education (PKn) Subjects in several ways, namely teacher competence is still low in integrating character values in the eyes lesson huh and it has not been able to become a perfect role model for students. and 4) efforts that have been made by PKn Teachers of SMP 2 Motui in overcoming obstacles and and challenges in implementing the implementation of character values in Motui 2 Public Middle School Citizenship (PKn) Subjects namely namely to ask to be proposed by the Principal to attend a workshop or training related to Character Education and continuously encouraging oneself to implement character values that are taught starting with yourself.
Keywords: Citizenship Education, Character Values
Pendahuluan
Karakter memiliki makna, nilai dan harga yang sangat besar dalam kehidupan.
Karakter adalah sebuah pilihan yang membutuhkan pikiran, keberanian, usaha keras dan penanaman sedikit demi sedikit secara konsisten. Hal yang sama diungkapkan oleh Karen E.
Bohlin, Deborah Farmer, dan Kevin Ryan (2001) dalam Megawangi (2004:112) bahwa membentuk karakter yang merupakan the habits of mind, heart, and action, yang antara ketiganya saling terkait (pikiran, hati dan tindakan) adalah saling terkait.
Batubara (2012) dalam Zuchdi dkk (2014) menyatakan strategi implementasi pendidikan karakter di sekolah antara lain: (1) dengan mengintegrasikan konten kurikulum pendidikan karakter yang telah dirumuskan kedalam seluruh mata pelajaran yang relevan, (2) dengan mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, (3) dengan mengintegrasikan pendidikan karakter kedalam kegiatan yang telah diprogramkan atau direncanakan, dan (4) dengan membangun komunikasi dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua siswa.
Permasalahan pendidikan karakter peserta didik juga terjadi di SMP Negeri di Kabupaten Konawe Utara termasuk SMPN 2 Motui. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMPN 2 Motui, terjadi beberapa permasalahan terkait karakter siswa diantaranya semakin menurunnya rasa hormat siswa terhadap guru serta sikap sopan santun baik terhadap sesama siswa maupun guru. Hal ini bisa terlihat dari cara siswa menjawab saat ditegur oleh guru, terkadang tidak memperhatikan dengan serius ketika guru sementara mengajar di kelas serta masih seringnya siswa membolos ketika jam pelajaran berlangsung. Hal ini ditengarai merupakan kebiasaan buruk siswa dirumah yang terbawa hingga ke lingkungan sekolah.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis merasa tertarik untuk menggali informasi tentang nilai pendidikan karakter siswa sehingga penulis mengangkat judul penelitian ”Implementasi Nilai Karakter dalam Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa SMP Negeri 2 Motui Kabupaten Konawe Utara”.
Metode Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di SMPN 2 Motui Kabupaten Konawe Utara Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan Januari sampai dengan Februari 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Informan yang dipilih adalah informan yang terlibat langsung serta memahami dan dapat memberikan informasi (gambaran) tentang pendidikan karakter yang diintegrasikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegeraan (Pkn) di SMP Negeri 2 Motui Kepala SMP Negeri 2 Motui, Urusan Kesiswaan, guru Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) SMP Negeri 2 Motui, siswa Kelas VIII SMPN 2 Motui orang tua siswa kelas VIII SMPN 2 Motui.
Untuk mengumpulkan data yang diperlukan guna penarikan kesimpulan, dilakukan sebagai berikut:
1. Wawancara. Dalam penelitian ini, wawancara akan dilakukan pada Kepala SMPN 2 Motui, Bidang Kesiswaan SMP Negeri 2 Motui, guru mata pelajaran PKn SMP Negeri 2 Motui Kabupaten Konawe Utara, siswa kelas VIII SMPN 2 Motui serta orang tua siswa.
Dalam kegiatan wawancara peneliti menggunakan panduan wawancara agar kegiatan wawancara dalam penelitian ini memperoleh keterangan tentang implementasi pendidikan karakter yang diintegrasikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada SMPN 2 Motui Kabupaten Konawe Utara.
2. Observasi langsung yang diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
3. Studi Dokumentasi digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data serta informasi tertulis yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Hal ini dilakukan untuk mempertajam metodologi dan memperdalam kajian teoritis.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model analisis interaktif dengan langkah- langkah sebagai berikut:
a. Pengumpulan data
Dilaksanakan dengan cara pencarian data yang diperlukan terhadap berbagai jenis data dan bentuk data yang ada di lapangan kemudian melaksanakan pencatatan data di lapangan.
b. Reduksi data
Apabila data sudah terkumpul maka langkah selanjutnya adalah mereduksi data yang berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya serta membuang yang tidak diperlukan. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya apabila diperlukan.
c. Penyajian data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan (menyajikan).
Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan tersusun dalam hubungan sehingga akan lebih mudah untuk dipahami. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan kategori, flowchart ataupun bentuk sejenisnya. Selain itu dengan adanya penyajian data maka akan lebih memudahkan untuk memahami apa yang terjadi.
d. Penarikan kesimpulan. kesimpulan atau verification didasarkan pada reduksi data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian.
Hasil Penelitian
1. Nilai Karakter yang Diimplementasikan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Pada materi mengenai hakekat demokrasi dan materi pentingnya kehidupan berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ditemukan beberapa nilai-nilai karakter yang telah terlaksana dalam pembahasannya meliputi: (1) cinta tanah air;
(2) Demokratis; (3) semangat kebangsaan; (4) toleransi; (5) rasa ingin tahu; dan (6) jujur, yang dapat dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut:
a. Cinta Tanah air
Dalam lingkungan sekolah khususnya pada pembelajaran PKn materi hakekat demokrasi dan pentingnya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara contoh yang paling nyata adalah dengan memberikan pemahaman mengenai keberagaman siswa di kelas, mengarahkan dan mengingatkan siswa untuk berbahasa Indonesia dalam lingkungan kelas/sekolah, dan menceritakan sejarah perjuangan bangsa agar siswa senantiasa menghargai dan mengingat bahwa Indonesia adalah Negara yang merdeka dengan perjuangan ataupun cara lainnya. Dengan demikian tentu diharapkan siswa menjadi sosok yang memiliki karakter cinta tanah air.
b. Demokratis
Secara konkret bentuk implementasi nilai karakter yang dapat ditanamkan pada siswa melalui pembelajaran PKn materi hakekat demokrasi dan pentingnya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah: (1) musyawarah/ mufakat dalam mengambil suatu keputusan; (2) mendengarkan dan menghargai setiap pendapat guru ataupun teman; (3) berani mengemukakan pendapat; (4) setiap orang memiliki kesempatan memilih dan dipilih (ketua kelas/OSIS); dan (5) berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemilihan ketua
OSIS atau ketua kelas untuk menghindari terjadi “golput” yang merupakan cerminan buruk kehidupan berdemokrasi.
c. Semangat Kebangsaan
Semangat kebangsaan dapat terlihat dari cara berpikir dan bertindak yang menempatkan kepentingan bangsa, Negara dan masyarakat luas diatas kepentingan pribadi dan golongan. Pada hakikatnya cerminan semangat kebangsaan tercermin melalui adanya sikap mengutakan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan atau mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan diri sendiri. Dalam hal ini bagi seorang peserta didik adalah penting untuk menanamkan rasa semangat kebangsaan yakni senasib sepenanggungan.
d. Toleransi
Toleransi dapat terlihat dari sikap dan perilaku peserta didik yang mampu menghargai perbedaan yang dimiliki oleh orang lain. Sikap saling menghargai siswa terlihat dengan tidak terjadinya konflik/pertengkaran antara sesama siswa karena isu SARA. Selain itu, memupuk rasa toleransi siswa akan mengantarkan pada adanya rasa saling tolong- menolong sesama siswa kepada teman yang kesusahan. Dengan demikian toleransi menjadi karakter yang penting ditanamkan dalam proses pembelajaran PKn untuk membina hubungan dan ikatan pertemanan yang harmonis antarsesama siswa yang diawali dari rasa toleran.
e. Rasa ingin tahu
Rasa ingin tahun terlihat dari sikap dan perilaku peserta didik yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas mengenai sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar. Memupuk rasa ingin tahu yang mendalam sangat penting untuk mendorong motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, juga mengingat keterbatasan waktu bagi siswa untuk belajar di Sekolah. Dengan adanya rasa ingin tahu yang tinggi akan mendorong siswa rajin belajar sehingga kegiatan belajarnya tidak hanya berlangsung di sekolah saja tetapi juga dapat dilanjutkan di rumah dengan dorongan rasa ingin tahu tersebut. Karakter rasa ingin tahu menjadi sangat penting mengingat proses belajar yang sebaiknya tidak hanya berlangsung di sekolah saja tetapi juga di rumah dan dimanapun untuk mendorong siswa berprestasi.
f. Jujur
Sikap jujur dapat terlihat dari adanya perilaku peserta didik yang selalu berupaya mengedepankan nilai-nilai kejujuran ketika diberikan tanggung jawab dan beban sehingga orang lain mampu mempercayai mereka dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Seperti dketahui bahwa kejujuran memiliki makna yang sangat luas. Dalam hal ini, kejujuran yang paling sederhana bagi seorang peserta didik adalah saat diberikan tugas atau ujian. Dengan tidak menyontek atau berupaya mengerjakan sendiri merupakan bentuk kejujuran. Siswa yang terbiasa berperilaku jujur akan senantiasa melakukan kejujuran. Oleh karena itu penting untuk melakukan pembiasaan dalam pembinaan karakter kejujuran siswa.
Pembahasan
Kepala SMP Negeri 2 Motui, Wakil Kepala SMP Negeri 2 Motui, Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui dan beberapa siswa menemukan beberapa strategi dan cara implementasi nilai karakter pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang dapat dilakukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMP Negeri 2 Motui yaitu sebagai berikut:
a. Memasukkan nilai-nilai tersebut dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran b. Menerapkan keteladanan
c. Menjadikan pembiasaan rutin dan teratur
d. Mengintegrasikan dengan program sekolah yang telah direncanakan
e. Membangun komunikasi dengan orang tua sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah.
2. Hambatan dan Tantangan yang Dihadapi oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam Pengimplementasian Nilai Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Beberapa hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh Guru Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam dilakukannya implementasi nilai karakter di SMP Negeri 2 Motui diantaranya:
a. Kompetensi guru masih rendah dalam mengintegrasikan nilai karakter pada mata pelajaran yang diampunya dan belum optimalnya pemahaman guru terhadap konsep pendidikan karakter. Pendidikan karakter sebagai suatu konsep yang baru saja dikembangkan karena adanya isu degradasi moral menjadi tantang tersendiri bagi guru untuk melaksanakannya. Pendidikan karakter berkaitan erat dengan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, professional, sosial dan kepribadian. Seorang guru yang kompeten akan mampu mengatasi situasi untuk mengarahkan karakter siswa secara positif dengan hasil yang positif pula.
b. Kesukaran menjadi sosok teladan bagi peserta didik. Menjadi sosok teladan bagi siswa adalah salah satu peran guru untuk mendidik dan menanamkan karakter positif. Hanya saja dalam pelaksanaannya keteladanan masih sulit dipraktekkan bagi sebagian guru. Hal ini dapat terjadi karena berbagai persoalan seperti tidak terjalinnya hubungan yang baik antarsesama guru, ataupun antara guru dengan siswa. Tidak terjalinnya hubungan yang baik akan menjadikan keteladanan tidak berjalan secara optimal dan menjadi sukar dalam pelaksanaannya.
3. Upaya yang Telah Dilakukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam Mengatasi Hambatan dan Tantangan dalam Pengimplementasian Nilai karakter di SMP Negeri 2 Motui
Dari beberapa strategi yang dilakukan oleh Guru PKn, hambatan yang dialami serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 1. Ringkasan Strategi, Hambatan dan Upaya dalam Pengimplementasian Nilai Karakter pada Mata Pelajaran PKn di SMP Negeri 2 Motui
No Strategi Hambatan Upaya
1
Memasukkan dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
Kompetensi guru masih rendah dalam mengintegrasikan nilai karakter pada mata pelajaran yang diampunya
Meminta diusulkan oleh Kepala Sekolah untuk dapat mengikuti pelatihan berkaitan dengan Pendidikan Karakter
2 Menerapkan keteladanan
Belum mampu menjadi sosok teladan yang sempurna bagi peserta didik
Terus menerus mendorong diri sendiri untuk
mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang diajarkan dimulai dari diri sendiri.
3 Menjadikan pembiasaan rutin dan teratur
Tidak ada hambatan terkait hal
ini -
4
Mengintegrasikan dengan program sekolah yang telah direncanakan
Tidak ada hambatan terkait hal
ini -
5
Membangun komunikasi dengan orang tua siswa maupun lingkungan sekitar sekolah
Tidak ada hambatan terkait hal
ini -
Sumber: Data Primer (2018)
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyimpulkan sebagai berikut 1. Nilai karakter yang dapat diimplementasikan oleh peserta pada saat mengikuti
pembahasan materi di Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui yaitu cinta tanah air, demokratis, semangat kebangsaan, toleransi,rasa ingin tahu, dan jujur.
2. Strategi implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui oleh Guru PKn dilakukan dengan beberapa cara yaitu memasukkan nilai-nilai karakter tersebut dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menerapkan keteladanan, menjadikan pembiasaan rutin dan teratur, mengintegrasikan dengan program sekolah yang telah direncanakan serta membangun komunikasi dengan orang tua siswa maupun lingkungan sekitar sekolah.
3. Hambatan dan tantangan yang dialami oleh Guru dalam penerapan implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui yaitu kompetensi guru masih rendah dalam mengintegrasikan nilai karakter pada mata pelajaran yang diampunya serta belum mampu menjadi sosok teladan yang sempurna bagi peserta didik.
4. Upaya yang telah dilakukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui dalam mengatasi hambatan dan dan tantangan dalam penerapan implementasi nilai karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP Negeri 2 Motui yaitu meminta diusulkan oleh Kepala Sekolah untuk dapat mengikuti workshop atau pelatihan berkaitan dengan Pendidikan Karakter dan terus menerus mendorong diri sendiri untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang diajarkan dimulai dari diri sendiri.
Daftar Pustaka
Arismantoro. 2008. Character Building. Yogyakarta: Tiara Wacana
Budimansyah, Dasim dan Karim. 2008. PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia
Bertens, K. 2005. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Graham-Clay, Susan. 2005. Communicating With Parents: Strategies for Teacher. Schoole Community Journal Vol 16 No 1 March (2005)
Kementrian Pendidikan Nasional. 2010a. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa-Pedoman Sekolah. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementrian Pendidikan Nasional. 2010b. Buku Induk Pembangunan Karakter. Jakarta:
Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Lickona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Penerbit Nusa Media
Matta, Muhammad Anis. 2003. Membentuk Karakter Islam. Jakarta: Al-I’tishom Cahaya Umat.
Megawangi, Ratna. 2004. Pendidikan Karakter Solusi Yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation
Mulyana, Rohmat. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta
Priyanto, AT Sugeng. 2005. Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Semarang:
FIS UNNES
Rachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi Muda Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun Ke-7.
Sjarkawi. 2011. Pembentukan Kepribadian Anak: Peran Moral, Intelektual, Emosional, dan Sosial Sebagai Wujud Integrasi Jati Diri. Jakarta: Bumi Aksara
Suyadi. 2003. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya Suyahmo. 2002. Filsafat Pancasila. Semarang: IKIP Semarang Press
Symeou, Loizos, Eleni Roussounidou, and Michalis Michaelides. 2012. I Fell much more confident not to talk with Parents: An Evaluation of In Service Training on Teacher- Parent Communication. School Community Journal Vol 22 No 1 (2012)
Zuchdi, Darmiyati dkk. 2014. Pemetaan Implementasi Pendidikan Karakter di SD, SMP dan SMA di Kota Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter Tahun IV Nomor 1 Februari 2014.