• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian

3.1.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini pada prinsipnya didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (casual-effect relationship). Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan tujuan mengatur situasi di mana pengaruh beberapa variabel terhadap satu atau variabel terikat dapat diidentifikasi. yaitu jenis Quasi Ekperimental Design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Sedangkan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis Quasi Ekperimental Design digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian (Sugiyono, 2010: 114)

Setelah melakukan pembelajaran antara kelas eksperimen, yaitu kelas yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Selanjutnya kedua kelas tersebut dievaluasi untuk melihat perubahan yang terjadi terhadap hasil belajar IPA.

Model eksperimen ini melalui 3 langkah :

1. Memberikan pre-test untuk mengukur variabel terikat sebelum treatment atau perlakuan diberikan.

2. Memberikan perlakuan eksperimen kepada para subyek yaitu berupa pembelajarann kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPA kelas 5 SDN Salatiga 03.

3. Memberikan post-test untuk mengukur variabel terikat setelah perlakuan

(2)

20 3.1.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2013 di SDN Salatiga 03, dan SDN Salatiga 10. Alamat Jalan Margosari no 3 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Tabel 3 Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Kelompok Pertemuan

Pretest P1 P2 Posttes

Kontrol Kamis, 28 Febr*urari 2013

Kamis, 28 Februrari 2013

Jum’at, 1 Maret 2013

Jum’at, 1 Maret 2013

Eksperimen Selasa, 19 Maret 2013

Selasa, 19 Maret 2013

Jum’at, 22 Maret 2013

Sabtu, 23 Maret 2013

3.2 Variabel Penelitian

Menurut Sugiono(2010:60) Variabel dalam penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2010: 61).

Variabel bebas dilambangkan dengan huruf X yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan variabel terikat dilambangkan dengan huruf Y yaitu hasil belajar.

3.3 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa yang ada dikelas 5 SDN Salatiga 03 sebagai kelas eksperimen, dan siswa SDN Salatiga 10 sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian diambil atas dasar ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Yaitu memiliki nilai rata-rata yang seimbang pada mata pelajaran IPA dengan uji homogenitas.

3.4 Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelas yang dijadikan penelitian merupakan kelas yang homogen. Hal ini sangat penting dilakukan, karena kedua kelas yang dipakai harus seimbang (homogen). Maka sebelum memilih dua kelas eksperimen yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, dilakukan dulu uji homogenitas.

(3)

21

Data yang digunakan untuk menguji homogenitas sampel penelitian ini adalah nilai pre test pada materi sebelumnya mata pelajaran IPA dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan materi Sifat-sifat cahaya. Uji homogenitas menggunakan one way anova. Dalam penelitian ini yang digunakan untuk uji homogenitas adalah nilai tengah semester kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan F hitung levene test dan ketentuan probabilitas jika signifikasi > 0,05 maka kedua kelas tersebut memiliki variance sama atau dengan kata lain kedua kelas tersebut homogen.

Sebelum penelitian dilaksanakan ada rancangan dalam penelitian. Rancangan dalam penelitian ini disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4 Rancangan Penelitian

No. Sampel Kondisi

Awal Perlakuan Kondisi Akhir

1. Kelas Eksperimen T1 X T2

2. Kelas Kontrol T1 Y T2

Keterangan :

X : Kelas dengan kooperatif tipe Jigsaw Y : Kelas tanpa kooperatif tipe Jigsaw T1 : Pre test

T2 : Post test

Dalam penelitian ini terdapat juga prosedur rancangan penelitian. Prosedur rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a) Membuat kisi-kisi tes.

b) Mennyusun instrumen tes uji coba berdasarkan kisi-kisi yang ada.

c) Menguji cobakan instrumen tes uji coba yang berbentuk pilihan ganda (uji Validitas).

d) Menganalisis data hasil instrumen tes uji coba pada kelas uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas soal.

e) Memberikan perlakuan pada kelas eksperimen di SDN Salatiga 03 dan kelompok kontrol di SDN Salatiga 10 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

(4)

22

f) Memberi test kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

g) Menganalisis hasil yang diperoleh dari tes prestasi belajar.

h) Menyusun laporan hasil penelitian.

3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Observasi berupa perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan melakukan pembelajaran. Sedangkan, tes adalah suatu cara pengukuran pengetahuan, ketrampilan, perasaan, kecerdasan, atau sikap, individu atau kelas (Darmadi,2011:86). Tes digunakan untuk mengetahui sejauh keberhasilan proses mengajar yang dilakukan di akhir pembelajaran dengan memberikan sejumlah soal tes pilihan ganda.

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen adalah alat untuk mengukurkan informasi atau melakukan pengukuran (Darmadi ,2011:85). Teknik pengumpulan data berupa tes diperoleh dari hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran.

Metode yang digunakan adalah metode achievement test atau tes hasil belajar/prestasi.

Jenis tes yang digunakan dalam tes sumatif adalah pilihan ganda yang terdiri dari pre-test dan post-test

Tabel 5 Kisi-kisi Soal Tes Standar

Kompetensi (SK)

Kompetensi Dasar (KD)

Indikator Item Soal

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan

penggunaan sumber daya alam

7.1 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah

Mendeskripsikan Proses

terbentuknya tanah.

3

Mengidentifikasi jenis-jenis batuan.

5, 8, 11, 14, 15, 20, 21 Mendeskrepsikan

proses terjadinya batuan beku, sedimen, dan

6, 7, 9, 10, 18, 23,

(5)

23

metamorf.

Menyebutkan ciri-ciri batuan beku, sedimen, dan metamorf.

1, 2, 16, 17, 19, 24, 25

Meyebutkan manfaat batuan beku, sedimen dan metamorf

4, 12, 13, 22

3.5.3 Uji Coba Instrumen Penelitian 3.5.3.1 Uji Validitas Tes

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument. Sebuah instrumen dinyatakan valid apabila mempu mengukur apa yang didinginkan dan dapat mengungkap data dari vaiabel yang diteliti secara tepat.(Suharsimi Arikunto, 2006: 168).

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono;2010;173). Pengujian validitas tiap butir digunakan analsis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Validitas ini digunakan untuk mengukur instrumen soal yang peneliti digunakan saat penelitian berlangsung (sebagai soal evaluasi). Untuk uji validitas instrumen ini menggunakan tehnik perhitungan Bivariate Pearson (korelasi produk momen pearson) dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows (statistical product and service solutions).

3.5.3.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Menurut Priyatno (2010: 97) uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Jadi Uji reliabilitas dapat diartikan untuk menguji konsistensi alat ukur, mengidentifikasi butir-butir soal yang bermasalah dan harus direvisi atau harus dihilangkan. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Salah satu koefisien reliabilitas yang paling sering digunakan adalah

(6)

24

Alpha Cronbach. Batasan untuk menentukan tingkat reliabilitas instrumen yang dikembangkan oleh George dan Mallery (Azwar, 2005: 29) adalah sebagai berikut:

Tabel 6 Koefisien Reliabilitas Cronbach Alpha Koefisien Reliabilitas (α) Kategori

α ≤ 0,7 tidak dapat diterima

0,7 < α ≤ 0,8 dapat diterima

0,8 < α ≤ 0,9 reliabilitas bagus α > 0,9 reliabilitas memuaskan

Reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan SPSS for windows version 18.0 yaitu dengan cara Analyze – Scale – Reliability Analysis.

3.5.3.3 Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kelompok kontrol dan eksperimen memiliki tingkat varian data yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varian yang sama, maka pada siswa kelas eksperimen diterapkan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pengujian homogenitas varian dilakukan menggunakan bantuan SPSS for windows version 18.0 dengan langkah-langkah sebagai berikut: Analyze–Comperemean– Oneway Anova. Menurut Priyatno, D (2010:76) varian kelompok data dikatakan tidak homogen jika signifikansi < 0,05, sebaliknya varian kelompok data homogen jika signifikansi > 0,05.

3.6 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2010:207), analisa deskriptif di gunakan untuk menganalisa sejumlah data yang dikumpulkan dalam penelitian sehingga memperoleh gambaran mengenai keadaan suatu subyek yang diteliti.

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan uji t-test, yaitu untuk mengetahui terdapat atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kelas kontrol dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dan kelas eksperimen dengan menerapkan model konvensional.

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan uji t-test, yang menjadi objek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Salatiga 03 dan SDN Salatiga 10.

(7)

25

Agar kesimpulan yang diambil tidak menyimpang, maka syarat dari uji t-test adalah uji normalitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui distribusi data yang didapat dari peneliti. Jika distribusi normal maka digunakan statistik parametrik. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS for windows version 18.0.

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas bertujuan untuk menentukan teknik analisis data yang tepat. Jika data berdistribusi normal dan berskala data interval atau rasio maka dapat digunakan teknik analisis data Parametrik, jika data berdistribusi tidak normal maka dapat digunakan teknik analisis data Non Parametrik. Uji normalitas dapat dihitung menggunakan bantuan SPSS for windows version 18.0 yaitu Analyze–non parametric test–One Sampel KS–masukkan variabel pada jendela variabel– klik normal pada test distribution. Uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov Smirnov Z. Menurut Priyatno, D (2010: 40) suatu data dikatakan berdistribusi normal jika memiliki signifikansi > 0,05, sebaliknya suatu data dikatakan tidak berdistribusi normal jika memiliki signifikansi < 0,05.

Referensi

Dokumen terkait

Eksperimen dilaksanakan terhadap pembelajaran IPA terpadu materi Fisika yang menggunakan dua kelas eksperimen sebagai sampel penelitian yaitu model pembelajaran inkuiri

Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa sampel penelitian berangkat dari kondisi yang sama atau homogen. Rumus yang digunakan untuk menguji

Pengolahan data dengan membandingkan hasil pengukuran awal dan akhir pada sampel penelitian (kelompok eksperimen dan kontrol) dengan menguji signifikansi

Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai homogenitas yang sama atau tidak. Adapun langkah-langkah pada uji homogenitas data

Sampel pada penelitian ini yaitu kelas X IIS 3 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang, yang dijadikan sebagai kelas eksperimen (X1). Proses pembelajaran mata pelajaran PAI

Teknik penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode desain eksperimen yang sesuai, dimana sampel digunakan untuk kelas eksperimen dan sebagai kelas

Sedangkan post-test diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di akhir penelitian untuk mengetahui kemampuan siswa dari kedua kelas dalam kemampuan metakognisi.. Bentuk

tabel pada taraf signifikan 0,5% yaitu : Hal ini dapat disimpulka bahwa data pre- test pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Data hasil pre-test kelas