• Tidak ada hasil yang ditemukan

BULETIN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BULETIN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BULETIN

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022

PROVINSI KALIMANTAN

TIMUR

(2)

TIM PENYUSUN

Penanggung Jawab : Riza Arian Noor, S.Si., M.Ling

Redaktur/Editor : Wiwi Indasari Azis, S.Tr Yuni Dwiyanti, S.Tr Ana Kaniya Annisa, S.Tr

Anggota : Aliansyah

Anindya Nuraini, S.Tr Faizal Wempy, S.Tr Fatuh Hidayatullah, S.Tr Fergian Yoga Aditama, S.Tr Primarisky Wahyu Mumpuni, S.Tr Roby, S.Kom

Sutrisno, S.P.

(3)

KATA PENGANTAR

Prakiraan Musim Kemarau 2022 Provinsi Kalimantan Timur ini disusun berdasarkan hasil pantauan kondisi fisis atmosfer dan data curah hujan yang diterima dari stasiun dan pos hujan kerja sama di wilayah Kalimantan Timur. Buletin Prakiraan Musim Kemarau 2022 ini memuat Informasi Prakiraan Awal Musim Kemarau, Perbandingan antara Awal Musim Kemarau terhadap Normalnya selama 30 tahun (1991-2020), Prakiraan Sifat Hujan selama periode Musim Kemarau, dan Prakiraan Puncak Musim Kemarau.

Berdasarkan pengelompokan pola distribusi curah hujan rata-rata bulanan di seluruh wilayah Indonesia, maka secara klimatologis wilayah Indonesia terdiri atas:

a. Daerah-daerah yang mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau, yang selanjutnya disebut daerah Zona Musim (ZOM).

b. Daerah-daerah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau, yang selanjutnya disebut daerah Non Zona Musim (Non ZOM).

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data periode 30 tahun terakhir (tahun 1981–2010), wilayah Kalimantan Timur terdiri dari 10 Zona Musim (ZOM) dan 2 Non Zona Musim (Non ZOM).

Ucapan terima kasih serta harapan kami sampaikan kepada instansi terkait, khususnya kepada para pengamat stasiun/pos hujan kerja sama yang telah secara rutin mengukur dan mengirimkan data curah hujan yang selama ini telah berjalan menjadi semakin baik dan tepat waktu. Kami berharap para pengamat stasiun/pos hujan kerja sama dapat lebih mengintensifkan pengamatan agar data-data tersebut dapat kami sampaikan dalam bentuk informasi kepada masyarakat secara cepat dan tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dengan segala keterbatasan yang ada, kami berharap informasi ini dapat bermanfaat sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan bagi semua pihak yang berkepentingan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar dapat menyempurnakan terhadap apa yang telah kami sampaikan.

Samarinda, April 2022

Kepala Stasiun Meteorologi Samarinda

RIZA ARIAN NOOR

(4)

DAFTAR ISI

TIM PENYUSUN i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

DAFTAR GAMBAR iii

DAFTAR TABEL iv

PENDAHULUAN 1

RINGKASAN 4

ZONA MUSIM (ZOM) DAN NON ZONA MUSIM (NON ZOM) KALIMANTAN

TIMUR 6

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022 ZONA MUSIM KALIMANTAN TIMUR 9 PRAKIRAAN HUJAN KUMULATIF PERIODE MARET S.D. AGUSTUS 2022

WILAYAH NON ZONA MUSIM (NON ZOM) 14

LAMPIRAN 17

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta ZOM dan Non ZOM Kalimantan Timur 9

Gambar 2. Peta Awal Musim Kemarau 2022 11

Gambar 3. Peta Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 12

Gambar 4. Peta Prakiraan Sifat Musim Kemarau 2022 13

Gambar 5. Peta Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022 14

Gambar 6. Peta Prakiraan Curah Hujan Kumulatif Periode Maret s.d. Agustus

2022 Wilayah Non Zona Musim (NON ZOM) 15

Gambar 7. Peta Prakiraan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret s.d. Agustus

2022 Wilayah Non Zona Musim (NON ZOM) 16

Gambar 8. Grafik Rata-rata Curah Hujan Dasarian Periode 1991 – 2020 Non

Zona Musim (Non ZOM) di Kalimantan Timur 24

Gambar 9. Grafik Rata-rata Curah Hujan Dasarian Periode 1991 – 2020 Zona

Musim (ZOM) di Kalimantan Timur 25

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penjabaran Wilayah Zona Musim (ZOM) Kalimantan Timur 7 Tabel 2. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per ZOM 18 Tabel 3. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per

Kabupaten/Kota 19

Tabel 4. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Awal Musim

Kemarau 2022 20

Tabel 5. Luas Area Zona Musim (Km2) Terhadap Prakiraan Maju/Mundur

Awal Musim Kemarau 2022 20

Tabel 6. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Sifat Hujan Musim

Kemarau 2022 20

Tabel 7. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Puncak Musim

Kemarau 2022 21

Tabel 8. Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret -

Agustus 2022 Daerah Non Zona Musim 21

Tabel 9. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 – 2020 Non Zona Musim (Non

ZOM) di Kalimantan Timur 24

Tabel 10. Normal Musim Kemarau Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di

Kalimantan Timur 24

Tabel 11. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di

Kalimantan Timur 26

(6)

PENDAHULUAN

Posisi geografis Indonesia sangat strategis yaitu berada di daerah tropis dengan diapit oleh Benua Asia dan Benua Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dilalui garis khatulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, serta dikelilingi oleh luasnya lautan, menyebabkan wilayah Indonesia memiliki tingkat keragaman cuaca dan iklim yang tinggi.

Keragaman iklim Indonesia dipengaruhi oleh antara lain fenomena global seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), fenomena regional, seperti sirkulasi angin monsun Asia-Australia, Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis atau Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ), dan kondisi suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia.

Provinsi Kalimantan Timur mempunyai topografi bergelombang dari kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar antara 0-1.500 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 0-60%. Daerah dataran rendah pada umunya dijumpai pada kawasan sepanjang sungai. Sementara, daerah pegunungannya memiliki ketinggian rata- rata lebih dari 1.000 mdpl dengan kemiringan 300%. Sisi timurnya berbatasan dengan sebagian (12 mil) Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Karakteristik wilayah ini berpengaruh menimbulkan fenomena lokal serta ketinggian daerah dari permukaan laut ini juga menjadi salah satu faktor berpengaruh pada unsur-unsur curah hujan dan tinggi rendahnya suhu yang ada sehingga memengaruhi cuaca, iklimnya, dinamika hidrologi dan kerentanan terhadap erosi.

Berdasarkan hasil analisis data periode 30 tahun terakhir (1991-2020), wilayah Kalimantan Timur secara klimatologis terdiri atas 12 pola iklim, di mana 10 pola merupakan Zona Musim (ZOM) yaitu mempunyai perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim Kemarau (umumnya pola Monsun), sedangkan 2 pola lainnya adalah Non Zona Musim (Non ZOM). Daerah Non ZOM pada umumnya tidak mempunyai perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau, dalam hal ini daerah yang sepanjang tahun curah hujannya tinggi atau rendah.

Fenomena yang mepengaruhi Iklim / Musim di Indonesia 1. El Nino Southern Oscillation (ENSO)

El Nino Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai dengan adanya anomali suhu permukaan laut di wilayah Ekuator Pasifik Tengah dimana jika anomali suhu permukaan laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya) maka disebut El Nino. Sebaliknya, jika anomali suhu permukaan lautnya negatif disebut La Nina. Pengaruh El Nino terhadap curah hujan di Indonesia ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kondisi suhu

(7)

perairan wilayah Indonesia. El Nino berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan secara signifikan bila bersamaan dengan kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin (anomali negatif). Namun bila kondisi suhu perairan lebih hangat (anomali positif), El Nino tidak signifikan mepengaruhi curah hujan di Indonesia. Sedangkan La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat apabila disertai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia. Pengaruh El Nino dan La Nina juga tergantung musim. Mengingat luasnya wilayah Indonesia, dampak El Nino / La Nina tidaklah merata atau seragam di seluruh wilayah.

2. Indian Ocean Dipole (IOD)

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena interaksi laut–atmosfer di Samudera Hindia yang dimonitor melalui perhitungan perbedaan nilai antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika (West Tropical Indian Ocean, WTIO) dengan perairan di sebelah barat Sumatera (Southeast Tropical Indian Ocean, SETIO). Perbedaan nilai anomali suhu muka laut dimaksud disebut sebagai Dipole Mode Index (DMI). Kejadian IOD positif, umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia terutama di bagian barat. Sedangkan nilai IOD negatif, berdampak terhadap meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.

3. Sirkulasi Monsun Asia–Australia

Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di daratan Australia dan Asia. Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari dalam setahun yang mengakibatkan sirkulasi angin di Indonesia berubah arahnya secara musiman atau biasa disebut angin monsun. Angin monsun didefinisikan sebagai sirkulasi angin yang mengalami perubahan arah setiap (kurang lebih) setengah tahun sekali. Pola angin baratan terjadi karena adanya tekanan tinggi di Asia dan umumnya berkaitan dengan berlangsungnya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Pola angin timuran/tenggara terjadi karena adanya tekanan tinggi di Australia dan biasanya berkaitan dengan berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone/ ITCZ) ITCZ merupakan daerah tekanan rendah yang memanjang dari barat ke timur dengan posisi berubah mengikuti pergerakan semu matahari ke arah utara dan selatan garis khatulistiwa, yang menjadi pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Wilayah Indonesia yang dilewati ITCZ pada umumnya berpotensi terjadi pertumbuhan awan-awan hujan.

(8)

5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia

Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak-sedikitnya kandungan uap air di atmosfer, dan erat kaitannya dengan proses pembentukan awan di atas wilayah Indonesia. Jika suhu permukaan laut dingin maka potensi kandungan uap air di atmosfer sedikit, sebaliknya panasnya suhu permukaan laut berpotensi menimbulkan banyaknya uap air di atmosfer.

(9)

RINGKASAN

A. Kondisi Dinamika Atmosfer dan Laut

Dinamika atmosfer dan laut dipantau dan diprakirakan berdasarkan aktivitas fenomena iklim, meliputi : El Niño Southern Oscillation, Indian Ocean Dipole, sirkulasi Monsun Asia-Australia, Inter Tropical Convergence Zone, dan suhu permukaan laut Indonesia.

Monitoring dan prakiraan kondisi dinamika atmosfer dan laut dimaksud yang akan terjadi pada Musim Kemarau 2022, adalah sebagai berikut :

1. Monitoring dan Prakiraan Fenomena ENSO dan IOD a. El Nino Southern Oscillation (ENSO)

Pada bulan Februari 2022, kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Tengah Ekuator (Nino3.4 region) berada padakondisi La Niña dengan indeks bernilai - 0.80. Secara umum berdasarkan model- model prediksi ENSO dari BMKG dan juga institusi lain (https://iri.columbia.edu) baik model dinamis maupun statistik menunjukkan bahwa ENSO diprediksi akan terus melemah danberalih menuju netral pada periode Maret-April-Mei 2022. Indeks Osilasi Selatan atau Southern Oscillation Index (SOI) pada Februari 2022 bernilai positif dengan indeks berkisar netral. Diprakirakan Indeks Osilasi Selatan (SOI) Maret hingga Agustus masih berpotensiterjadinya kondisi Netral. Nilai indeks SOI tidak memberikan indikasi terjadi anomali sirkulasi angin pasat yang mempengaruhi iklim di wilayah Indonesia.

b. Indian Ocean Dipole (IOD)

Pemantauan kondisi IOD pada bulan Februari 2022 menunjukan terjadinya fenomena Dipole ModeNegatif dengan nilai Dipole ModeIndex (DMI) sebesar - 0.51. Secara umum menurut BMKG dan juga beberapa institusi meteorologi internasional seperti NASA, BOM dan NMME (North American Multi Model Ensemble), kondisi IOD diprediksi akan kembali Netral pada periode Maret hingga Agustus 2022.

2. Monitoring dan Prakiraan Sirkulasi Monsun Asia-Australia dan ITCZ

a.

Sirkulasi Monsun Asia–Australia

Februari 2022 sirkulasi angin pada lapisan 850mb menunjukkan bahwa aliran angin Monsun Asia di wilayah Indonesia umumnya memiliki pola yang relatif sama dengan klimatologisnya dan diprakirakan masih berlangsung hingga Maret 2022. Hal ini mengindikasikan aliran angin baratan di utara ekuator masih cukup kuat sesuai dengan normalnya. Pada April 2022, angin Monsun Australia

(10)

diprediksi mulai memasuki wilayah Indonesia dengan intensitas yang relatif sama dengan klimatologisnya dan mulai mendominasi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada periode Mei hingga Agustus 2022. Hal ini mengindikasikan aliran angin timuran akan mendominasi hampir di seluruh wilayah Indonesia bagian selatan.

b.

Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)

Posisi ITCZ pada Februari 2022 masih berada di utara ekuator dan akan bergerak ke arah selatan menuju garis ekuator mengikuti pergerakan tahunannya. Sepanjang Maret–Agustus 2022, ITCZ diprediksi berada di sekitar utara garis equator dan posisi sesuai dengan normalnya.

3. Monitoring dan Prakiraan Suhu Permukaan Laut Indonesia

Kondisi rata-rata anomali suhu permukaan laut sekitar wilayah Indonesia pada Februari 2022 pada umumnya netral hingga relatif hangat dengan anomali SST antara -0.5 hingga 1.0 °C. Suhu muka laut yang lebih hangat dari rata-ratanya (anomali positif) terjadi di perairan barat Sumatera hingga selatan Jawa bagian barat, perairan utara Kalimantan, perairan utara Maluku dan perairan utara Papua.

Anomali SST Perairan Indonesia pada Maret hingga April 2022 diprediksi didominasi kondisi netral kecuali pada Samudra Hindia barat Sumatera yang berada dalam kondisi dingin dan perairan utara Indonesia yang didominasi kondisi hangat. Pada Juni 2022, diprediksi didominasi kondisi hangat di seluruh wilayah Indonesia dan semakin menguat hingga Agustus 2022, kecuali pada perairan utara Papua yang dalam kondisi netral.

(11)

B. Prakiraan Musim Kemarau 2022 Pada 10 Zona Musim (ZOM) 1. Prakiraan ”Awal” Musim Kemarau 2022

- Juni 2022 : 2 ZOM (20,0% dari 10 ZOM)

- Juli 2022 : 7 ZOM (70,0% dari 10 ZOM)

- Agustus 2022 : 1 ZOM (10,0% dari 10 ZOM)

2. Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 Terhadap Rata-Ratanya (Periode 1991–2020)

- Maju dari rata-ratanya : 1 ZOM (70,0% dari 10 ZOM) - Sama dengan rata-ratanya : 2 ZOM (20,0% dari 10 ZOM) - Mundur dari rata-ratanya : 7 ZOM (10,0% dari 10 ZOM)

3. Prakiraan ”Sifat Hujan“ Musim Kemarau 2022

- Atas Normal (AN) : 0 ZOM (0,0% dari 10 ZOM)

- Normal (N) : 9 ZOM (90,0% dari 10 ZOM)

- Bawah Normal (BN) : 1 ZOM (10,0% dari 10 ZOM)

4. Prakiraan “Puncak“ Musim Kemarau 2022

- Juli 2022 : 1 ZOM (10,0% dari 10 ZOM)

- Agustus 2022 : 9 ZOM (90,0% dari 10 ZOM)

C. Prakiraan Hujan Kumulatif Periode Maret – Agustus 2022 di Luar Zona Musim (NON ZOM)

1. Prakiraan Curah Hujan Kumulatif Periode Maret – Agustus 2022 - 501 – 1000 mm : 0 NON ZOM ( 0,0% dari 2 NON ZOM) - 1001 – 1500 mm : 1 NON ZOM (50,0% dari 2 NON ZOM) - 1501 – 2000 mm : 1 NON ZOM (50,0% dari 2 NON ZOM) - Lebih dari 2000 mm : 0 NON ZOM ( 0,0% dari 2 NON ZOM)

2. Prakiraan “Sifat Hujan” Kumulatif Periode Maret – Agustus 2022 - Atas Normal (AN) : 0 NON ZOM ( 0,0% dari 2 NON ZOM) - Normal (N) : 2 NON ZOM (100,0% dari 2 NON ZOM) - Bawah Normal (BN) : 0 NON ZOM ( 0,0% dari 2 NON ZOM)

(12)

ZONA MUSIM (ZOM) DAN NON ZONA MUSIM (NON ZOM) KALIMANTAN TIMUR

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data periode 30 tahun terakhir (tahun 1981-2010), wilayah Kalimantan Timur terdiri dari 10 Zona Musim (ZOM) dan 2 Zona Non Musim (Non ZOM).

Tabel 1 Penjabaran Wilayah Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

ZOM PENJABARAN WILAYAH

267 Kabupaten Mahakam Ulu bagian Selatan:

Long Apari bagian Selatan, Long Pahangai bagian Selatan, Laham, Long Hubung.

Kabupaten Kutai Barat bagian Timur:

Long Bagun bagian Selatan, Long Iram bagian Barat 277 Kabupaten Paser bagian Tenggara:

Long Ikis bagian Timur, Kuaro bagian Timur, Tanah Grogot, Paser Balengkong, Tanjung Harapan, Batu Enggau

278 Kabupaten Paser bagian Barat:

Long Kali bagian Tengah, Long Ikis bagian Barat, Kuaro bagian Barat, Batu Sopang, Muara Komam bagian Timur

Kabupaten Kutai Barat bagian Tenggara:

Bongan, Jempang bagian Timur

Kabupaten Penajam Paser Utara bagian Barat Laut:

Penajam bagian Barat 279 Kota Balikpapan :

Balikpapan Kota, Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, Balikpapan Tengah, Balikpapan Timur, Balikpapan Utara

Kabupaten Penajam Paser Utara bagian Tengah:

Penajam bagian Timur, Waru, Sepaku, Babulu Kabupaten Kutai Kartanegara bagian Tenggara:

Samboja, Loa Janan bagian Selatan, Long Kali bagian Timur Kabupaten Paser bagian Utara:

Long Kali bagian Timur 280 Kota Samarinda :

Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Palaran, Samarinda Ilir, Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, Sambutan

Kabupaten Kutai Kartanegara bagian Timur:

Muara Badak bagian Selatan, Sebulu bagian Selatan, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Marang Kayu, Muara Jawa, Anggana, Sanga-sanga

281 Kabupaten Kutai Timur bagian Timur:

Sangkulirang bagian Barat, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Muara Wahau bagian Timur, Muara Bengkal bagian Timur, Batu ampar, Kali Orang bagian Selatan, Kongbeng, Rantau Pulung

Kabupaten Berau bagian Tenggara:

Sembaliung bagian Barat, Kelai bagian Timur Kota Bontang :

Bontang Utara, Bontang Selatan, Bontang Barat Kabupaten Kutai Kartanegara bagian Timur Laut:

Muara Badak bagian Utara, Sebulu bagian Utara 282 Kabupaten Kutai Kartanegara bagian Tengah:

Kembang Janggung bagian Timur, Muara Kaman bagian Barat, Kenohan bagian Timur, Kota Bangun, Muara Wis

Kabupaten Kutai Timur bagian Selatan:

Muara Ancalong bagian Selatan, Muara Bengkal bagian Barat Kabupaten Kutai Barat bagian Timur:

Penyinggahan

283 Kabupaten Kutai Barat bagian Timur:

Melak, Barong Tongkok, Damai, Muara Lawa, Muara Pahu, Jempang bagian Barat,

(13)

Kenohan bagian Barat, Bentian Besra, Linggang Bigung, Mook Manar Bulatn, Nyuatan, Sekolaq Darat, Siluq Ngurai, Tering

Kabupaten Kutai Kartanegara bagian barat :

Long Iram bagian Timur, Tabang bagian Selatan, Kembang Jaggung bagian Barat 284 Kabupaten Kutai Timur bagian barat :

Busang bagian Barat, Muara Ancalong bagian Utara, Muara Wahau bagian Barat Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara :

Tabang bagian Utara

Kabupaten Mahakam Ulu bagian utara :

Long Apari bagian Utara, Long Pahangai bagian Utara Kabupaten Berau bagian barat :

Kelai bagian Barat

Kabupaten Kutai Barat bagian Utara:

Long Bagun bagian Utara

285 Kabupaten Kutai Timur bagian Tengah:

Muara Wahau bagian Tengah, Muara Ancalong bagian Tengah, Long Mesangat Kabupaten Berau bagian Tengah:

Segah, Kelai bagian Tengah

N36 Kabupaten Mahakam Ulu bagian Barat:

Long Apari bagian Barat

N38 Kabupaten Berau bagian Timur :

Gunung Tabur, Tanjung Redeb, Sembaliung bagian Timur, Pulau Derawan, Talisayan, Batu Putih, Biatan, Biduk-biduk, Maratua, Tabalar, Teluk Bayur

Kabupaten Kutai Timur bagian Timur laut :

Sangkulirang bagian Timur, Bengalon, Kaliorang bagian Utara, Karangan, Kaubun, Sandaran

(14)

Gambar 1 Peta ZOM dan Non ZOM Kalimantan Timur

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022 ZONA MUSIM KALIMANTAN TIMUR

Secara umum, informasi prakiraan musim memiliki empat informasi penting meliputi awal musim, perbandingannya terhadap rata-rata selama 30 tahun, sifat hujan pada musim tersebut, dan puncak musim. Prakiraan Musim Kemarau 2022 pada 10 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Kemarau 2022 pada kisaran bulan Juni-Agustus 2022. Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1991- 2020), Awal Musim Kemarau 2022 di sebagian besar wilayah yaitu 7 ZOM (70,0%) diprakirakan maju dan mundur terhadap rata- ratanya, sedangkan wilayah lainnya sama dengan rata-ratanya sebanyak masing-masing 3 ZOM (30,0%). Sifat Hujan selama Musim Kemarau 2022 di sebagian besar wilayah yakni sebanyak 9 ZOM (90,0%) diprakirakan Normal, sedangkan wilayah lainnya Bawah Normal sebanyak 1 ZOM (10,0%) dan diprakirakan tidak ada wilayah yang mengalami sifat hujan Atas Normal (0%). Puncak Musim Kemarau 2022 di wilayah Zona Musim (ZOM) diprakirakan terjadi pada bulan Agustus 2022 (9 ZOM, 90%) dan Juli 2022 (1 ZOM, 10%).

(15)

Berdasarkan luas Zona Musim (ZOM), Awal Musim Kemarau 2022 di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur yakni seluas 168.710,00 km2 diprakirakan terjadi pada bulan Juli 2022. Apabila dibandingkan dengan rata-rata awal musim kemarau periode 1991-2020, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur mengalami Awal Musim Kemarau 2022 sama dengan rata-ratanya seluas 18.240,60 km2, sedangkan maju terhadap rata-ratanya seluas 182.712,00 km2 dan mundur terhadap rata-rata seluas 20.917,20 km2. Sifat hujan Musim Kemarau 2022 di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan Normal yakni seluas 200.952,00 km2 dan Bawah Normal seluas 20917,2 km2. Puncak Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur sebagian besar diprakirakan terjadi pada bulan Agustus 2022 seluas 160.052,00 km2dan Juli 2022 seluas 61.817,00 km2.

Informasi Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur disajikan secara spasial dalam bentuk Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur pada Gambar 5, Peta Perbandingan Prakiraan awal Musim Kemarau 2022 Terhadap Rata-ratanya pada Gambar 6, Peta Prakiraan Sifat Hujan Musim Kemarau 2022 pada Gambar 7, dan Peta Puncak Musim Kemarau 2022 disajikan Gambar 8. Informasi Prakiraan Musim Kemarau 2022 pada tiap Zona Musim (ZOM) selengkapnya disajikan dalam Tabel 2 dan 3 serta rekapitulasinya berdasarkan Luas Zona Musim (ZOM) disajikan pada Tabel 4 hingga 7.

1. Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022

Secara umum, prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 wilayah Kalimantan Timur terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Prakiraan awal musim kemarau paling awal terjadi pada bulan Juni Dasarian I pada ZOM 283 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian barat). Sedangkan prakiraan awal musim kemarau paling akhir terjadi pada bulan Agustus Dasarian I pada ZOM 285 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian tengah dan Kabupaten Berau bagian tengah).

(16)

Gambar 2 Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022

2. Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 terhadap Rata – Ratanya (Periode 1991-2020).

Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun, secara umum Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 di wilayah Kalimantan Timur lebih mundur dari kondisi normalnya. Untuk ZOM 267 (meliputi wilayah Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan dan Kabupaten Kutai Barat bagian Timur), ZOM 277 (meliputi wilayah Kabupaten Paser bagian tenggara), ZOM 280 (meliputi wilayah Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur), ZOM 281 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian timur, Kabupaten Berau bagian tenggara, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur laut), ZOM 282 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara bagian tengah, Kabupaten Kutai Timur bagian selatan dan Kabupaten Kutai Barat bagian Timur), ZOM 284 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Mahakam Ulu bagian utara dan Kabupaten Berau bagian barat), ZOM 285 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian tengah dan Kabupaten Berau bagian tengah) prakiraan awal musim kemarau mundur sebanyak 1 hingga 3 dasarian dari kondisi normalnya.

(17)

Sedangkan prakiraan awal musim kemarau untuk ZOM 278 (meliputi wilayah Kabupaten Paser bagian barat, Kabupaten Kutai Barat bagian tenggara dan Kabupaten Penajam Paser Utara bagian barat laut), ZOM 279 (meliputi wilayah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara bagian tengah dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian tenggara) sama terhadap kondisi normalnya. Kemudian untuk ZOM 283 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian barat) musim kemarau diprakirakan maju sebanyak 4 dasarian dari kondisi normalnya.

Gambar 3 Peta Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022

3. Prakiraan Sifat Hujan Musim Kemarau 2022

Secara umum, sifat hujan selama musim Kemarau 2022 di wilayah Kalimantan timur diperkirakan Normal, kecuali untuk wilayah ZOM 283 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara bagian barat) yang diprakirakan mengalami sifat hujan Bawah Normal.

(18)

Gambar 4 Peta Prakiraan Sifat Musim Kemarau 2022

4. Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022

Puncak Musim Kemarau 2022 di wilayah Kalimantan Timur diprakirakan umumnya terjadi pada bulan Agustus 2022. Wilayah ZOM 284 (meliputi wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Mahakam Ulu bagian utara dan Kabupaten Berau bagian barat) diprakirakan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli. Sedangkan wilayah ZOM lainnya diprakirakan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus.

(19)

Gambar 5 Peta Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022

PRAKIRAAN HUJAN KUMULATIF PERIODE MARET S.D. AGUSTUS 2022 WILAYAH NON ZONA MUSIM (NON ZOM)

Secara garis besar, wilayah Kalimantan Timur terdiri dari wilayah dengan perbedaan jelas antara musim hujan dan kemarau (wilayah Zona Musim) serta wilayah tanpa perbedaan jelas antara musim hujan dan kemarau (wilayah Non Zona Musim). Karena prakiraan musim tidak dapat diaplikasikan di wilayah Non Zona Musim (NON ZOM), maka perlu dibuat informasi prakiraan iklim yang sesuai dengan karakter wilayah Non Zona Musim yakni, prakiraan curah hujan kumulatif di 2 Non Zona Musim (NON ZOM) Kalimantan Timur.

Prakiraan Curah Hujan (CH) kumulatif selama periode Maret hingga Agustus 2022 di daerah Non Zona Musim Kalimantan Timur, secara umum bervariasi dari 1001 mm hingga 2000 mm.

Sifat Hujan Kumulatif selama periode Maret hingga Agustus 2022 di seluruh wilayah Non Zona Musim Kalimantan Timur diprakirakan Normal.

(20)

Informasi Prakiraan Curah Hujan Kumulatif periode Maret hingga Agustus 2022 di Kalimantan Timur disajikan secara spasial dalam bentuk Peta Prakiraan Curah Hujan Kumulatif Periode Maret hingga Agustus 2022 Daerah Non Zona Musim pada Gambar 9 dan Peta Prakiraan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret hingga Agustus 2022 Daerah Non Zona Musim pada Gambar 10. Informasi Prakiraan Curah Hujan Kumulatif periode Maret hingga Agustus 2022 pada tiap Non Zona Musim (NON ZOM) selengkapnya disajikan dalam Tabel 8.

Gambar 6 Peta Prakiraan Curah Hujan Kumulatif Periode Maret s.d. Agustus 2022 Wilayah Non Zona Musim (NON ZOM)

(21)

Gambar 7 Peta Prakiraan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret s.d. Agustus 2022 Wilayah Non Zona Musim (NON ZOM)

(22)

LAMPIRAN

TABEL PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2022

Tabel 2. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per ZOM

Tabel 3. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per Kabupaten/Kota Tabel 4. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Awal Musim Kemarau

2022

Tabel 5. Luas Area Zona Musim (Km2) Terhadap Prakiraan Maju/Mundur Awal Musim Kemarau 2022

Tabel 6. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Sifat Hujan Musim Kemarau 2022

Tabel 7. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022

Tabel 8. Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret – Agustus 2022 Daerah Non Zona Musim

Tabel 9. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 – 2020 Non Zona Musim (Non ZOM) di Kalimantan Timur

Tabel 10. Normal Musim Kemarau Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

Tabel 11. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

(23)

Tabel 2. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per ZOM

ZOMNO Daerah / Kabupaten Awal Musim Kemarau Antara

Perbandingan Terhadap Rata- rata (Dasarian)

Sifat Hujan

Puncak Musim Kemarau

267 Mahakam Ulu bagian selatan Jul III – Agt II 2 N AGT

277 Paser bagian tenggara Jul III – Agt II 1 N AGT

278

Paser bagian barat, Kutai Barat bagian tenggara, Penajam Paser Utara bagian barat laut, Kutai Kartanegara bagian tenggara

Jun II – Jul I 0 N AGT

279 Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara bagian tengah, Kutai

Kartanegara bagian tenggara Jul II – Agt I 0 N AGT

280 Kota Samarinda, Kutai

Kartanegara bagian timur Jul III – Agt II 1 N AGT

281

Kutai Timur bagian timur, Berau bagian tenggara, Kota Bontang, Kutai Kartanegara bagian timur laut.

Jul III – Agt II 1 N AGT

282 Kutai Kartanegara bagian tengah,

Kutai Timur bagian selatan Jul III – Agt II 3 N AGT

283 Kutai Barat bagian tengah, Kutai

Kartanegara bagian barat Jun I – Jun III -4 BN AGT

284

Kutai Timur bagian barat, Kutai Kartanegara bagian utara, Mahakam Ulu bagian utara, Berau bagian barat

Jul II – Agt I 1 N AGT

285 Kutai Timur bagian tengah,

Berau bagian tengah AgtI – Agt III 2 N APR

Keterangan :

0 : Awal Musim Kemarau sama dengan rata-ratanya -1 : Awal Musim Kemarau maju 1 dasarian dari rata-ratanya -2 : Awal Musim Kemarau maju 2 dasarian dari rata-ratanya -3 : Awal Musim Kemarau maju 3 dasarian dari rata-ratanya

<-3 : Awal Musim Kemarau maju lebih dari 3 dasarian dari rata-ratanya +1 : Awal Musim Kemarau mundur 1 dasarian dari rata-ratanya +2 : Awal Musim Kemarau mundur 2 dasarian dari rata-ratanya +3 : Awal Musim Kemarau mundur 3 dasarian dari rata-ratanya

>+3 : Awal Musim Kemarau mundur lebih dari 3 dasarian dari rata-ratanya

Tabel 3. Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Kalimantan Timur Per Kabupaten/Kota

(24)

Kabupaten /

Kota Daerah Awal Musim

Kemarau

Perbandingan Terhadap Rata-

rata (Dasarian)

Sifat

Hujan Puncak Musim

Paser Paser bagian tenggara Jul III – Agt II 1 N AGT

Paser bagian barat Jun II – Jul I 0 N AGT

PPU PPU bagian barat laut Jun II – Jul I 0 N AGT

PPU bagian tengah Jul II – Agt I 0 N AGT

Balikpapan Kota Balikpapan Jul II – Agt I 0 N AGT

Kutai Kartanegara

Kukar bagian tenggara Jul II – Agt I 0 N AGT

Kukar bagian timur Jul II – Agt I 1 N AGT

Kukar bagian timur

laut Jul II – Agt I 1 N AGT

Kukar bagian tengah Jul III – Agt II 3 N AGT

Kukar bagian barat Jun I – Jun III -4 BN AGT

Kukar bagian utara Jul II – Agt I 1 N JUL

Samarinda Kota Samarinda Jul III – Agt II 1 N AGT

Bontang Kota Bontang Jul III – Agt II 1 N AGT

Kutai Timur

Kutim bagian timur Jul II – Agt I 1 N AGT

Kutim bagian selatan Jul III – Agt II 3 N AGT

Kutim bagian barat Jul II – Agt I 1 N JUL

Kutim bagian tengah AgtI – Agt III 2 N AGT

Kutai Barat Kubar bagian tenggara Jun II – Jul I 0 N AGT

Kubar bagian tengah Jun I – Jun III -4 BN AGT

Berau Berau bagian tenggara Jul III – Agt II 1 N

Berau bagian barat Jul II – Agt I 1 N JUL

Berau bagian tengah AgtI – Agt III 2 N

Mahakam Ulu

Mahakam Ulu bagian

selatan Jul III – Agt II 2 N AGT

Mahakam Ulu bagian

utara Jul II – Agt I 1 N JUL

Keterangan :

0 : Awal Musim Kemarau sama dengan rata-ratanya -1 : Awal Musim Kemarau maju 1 dasarian dari rata-ratanya -2 : Awal Musim Kemarau maju 2 dasarian dari rata-ratanya -3 : Awal Musim Kemarau maju 3 dasarian dari rata-ratanya

<-3 : Awal Musim Kemarau maju lebih dari 3 dasarian dari rata-ratanya +1 : Awal Musim Kemarau mundur 1 dasarian dari rata-ratanya +2 : Awal Musim Kemarau mundur 2 dasarian dari rata-ratanya +3 : Awal Musim Kemarau mundur 3 dasarian dari rata-ratanya

>+3 : Awal Musim Kemarau mundur lebih dari 3 dasarian dari rata-ratanya

(25)

Tabel 4. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 ZOM

Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022 ( Waktu/Luasan ZOM (Km2) ) Mei 2022 Juni 2022 Juli 2022 Agustus

2022 September

2022 Oktober

2022 Jumlah

267 - - 60544.17 - - - 60544.17

277 - - 10135.65 - - - 10135.65

278 - 13302.05 - - - - 13302.05

279 - - 4938.51 - - - 4938.51

280 - - 5590.21 - - - 5590.21

281 - - 14638.28 - - - 14638.28

282 - - 11044.82 - - - 11044.82

283 - 20917.21 - - - - 20917.21

284 - - 61817.93 - - - 61817.93

285 - - - 18940.83 - - 18940.83

Total - 34219.26 168709.6 18940.83 - - 221869.66

Persentase - 15.4 76.0 8.5 - - 100.0

Tabel 5. Luas Area Zona Musim (Km2) Terhadap Prakiraan Maju/Mundur Awal Musim Kemarau 2022

ZOM Prakiraan Maju/Mundur Awal Musim Kemarau 2022 ( Waktu/Luasan ZOM (km2) )

Maju Sama Mundur Jumlah

267 60544.17 - - 60544.17

277 10135.65 - - 10135.65

278 - 13302.05 - 13302.05

279 - 4938.51 - 4938.51

280 5590.21 - - 5590.21

281 14638.28 - - 14638.28

282 11044.82 - - 11044.82

283 - - 20917.21 20917.21

284 61817.93 - - 61817.93

285 18940.83 - - 18940.83

Total 182711.9 18240.56 20917.21 221869.66

Persentase 82.4 8.2 9.4 100,0

Tabel 6. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Sifat Hujan Musim Kemarau 2022 ZOM Prakiraan Sifat Kemarau Musim Kemarau 2022

(Waktu/Luasan ZOM (Km2) )

Atas Normal Normal Bawah Normal Jumlah

267 - 60544.17 - 60544.17

277 - 10135.65 - 10135.65

278 - 13302.05 - 13302.05

279 - 4938.51 - 4938.51

280 - 5590.21 - 5590.21

281 - 14638.28 - 14638.28

282 - 11044.82 - 11044.82

283 - - 20917.21 20917.21

284 - 61817.93 - 61817.93

285 - 18940.83 - 18940.83

Total 0 200952.5 20917.21 221869.66

Persentase 0.0 90.6 9.4 100,0

(26)

Tabel 7. Luas Area Zona Musim (Km2) terhadap Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022 ZOM

Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2022 ( Waktu/Luasan ZOM (Km2) ) Juni 2022 Juli 2022 Agustus

2022 September

2022 Oktober

2022 Jumlah

267 - 60544.17 - - 60544.17

277 - 10135.65 - - 10135.65

278 - 13302.05 - - 13302.05

279 - 4938.51 - - 4938.51

280 - 5590.21 - - 5590.21

281 - 14638.28 - - 14638.28

282 - 11044.82 - - 11044.82

283 - 20917.21 - - 20917.21

284 - 61817.93 - - - 61817.93

285 - 18940.83 - - 18940.83

Total 0 61817.93 160051.7 0 0 221869.66

Persentase 0 27.9 72.1 0 0 100

Tabel 8. Prakiraan Curah Hujan dan Sifat Hujan Kumulatif Periode Maret – Agustus 2022 Daerah Non Zona Musim

NON ZOM DESKRIPSI WILAYAH Curah Hujan

Kumulatif (mm) Sep 2021 - Feb 2022

Sifat Hujan Kumulatif Sep 2021 - Feb 2022

36 Kapuashulu, Kota Putusibau 1501-2000 N

38 Berau bagian timur, Tanjungredep,

Talisayan, Sangkulirang 1001-1500 N

(27)

ISTILAH DAN PENGERTIAN DALAM PRAKIRAAN MUSIM

1. Curah hujan (mm) : merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) millimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

2. Curah hujan kumulatif (mm) : merupakan jumlah hujan yang terkumpul dalam rentang waktu kumulatif tersebut. Dalam periode musim, rentang waktunya adalah rata-rata panjang musim pada masing-masing Zona Musim (ZOM).

3. Zona Musim (ZOM) : adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. Daerah-daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, disebutNon ZOM.

Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten, dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.

4. Awal Musim Kemarau : ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1991-2020).

5. Awal Musim Hujan : ditetapkan berdasar jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh 2 (dua) dasarian berikutnya.

Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1991-2020).

6. Dasarian : adalah rentang waktu selama 10 (sepuluh) hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 (tiga) dasarian, yaitu :

a) Dasarian I : tanggal 1 sampai dengan 10.

b) Dasarian II : tanggal 11 sampai dengan 20.

c) Dasarian III : tanggal 21 sampai dengan akhir bulan.

7. Sifat Hujan : merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim hujan atau satu periode musim kemarau) dengan jumlah curah hujan normalnya (rata-rata selama 30 tahun periode 1991-2020).

Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu :

a) Atas Normal (AN) : jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap rata-ratanya.

b) Normal (N) : jika nilai curah hujan antara 85%--115% terhadap rata-ratanya.

c) Bawah Normal (BN) : jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap rata-ratanya.

(28)

8. Rata-rata curah hujan yang digunakan sebagai dasar penentuan curah hujan normal, menggunakan data periode 1991-2020.

9. Puncak Musim Hujan : merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan tertinggi selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut. Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim hujan adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada.

10.Puncak Musim Kemarau : merupakan periode dimana terdapat jumlah curah hujan terendah selama 3 (tiga) dasarian berturut-turut. Jika 3 (tiga) dasarian tersebut berada pada bulan yang berbeda, bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau adalah dimana 2 (dua) dasarian tersebut berada. Jika terdapat minimal 3 (tiga) dasarian bernilai 0 mm, maka bulan yang dinyatakan sebagai puncak musim kemarau diambil di tengah periode tersebut.

(29)

Tabel 9. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 – 2020 Non Zona Musim ( Non ZOM) di Kalimantan Timur

Tabel 10. Normal Musim Kemarau Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

No ZOM

Rata-rata Periode Musim Kemarau

Panjang Musim (dasarian)

Normal Curah Hujan Musim Kemarau (mm)

267 Jun III – Sep II 8 458

277 Jul II – Okt III 11 400

278 Jun II – Okt II 13 498

279 Jul II – Okt II1 10 418

280 Jul II – Sep III 8 321

281 Jul II – Okt I 9 378

282 Jun III – Sep III 10 406

283 Jul II – Agt II 4 173

284 Jul I – Sep III 9 369

285 Jul II – Okt II 10 395

Gambar 8 Grafik Rata-rata Curah Hujan Dasarian Periode 1991 – 2020 Non Zona Musim (Non ZOM) di Kalimantan Timur

(30)

Gambar 9 Grafik Rata-rata Curah Hujan Dasarian Periode 1991 – 2020 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

(31)

Tabel 11. Rata-rata Curah Hujan Periode 1991 - 2020 Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur

(32)

Gambar

Tabel 1 Penjabaran Wilayah Zona Musim (ZOM) di Kalimantan Timur
Gambar 1 Peta ZOM dan Non ZOM Kalimantan Timur
Gambar 2 Peta Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022
Gambar 3 Peta Perbandingan Prakiraan Awal Musim Kemarau 2022
+7

Referensi

Dokumen terkait

Model yang kedua adalah &#34; daur bahan bakar tertutup&#34; ( closed fuel cycle) dimana pada model Ini uranium dan plutonium dipungut dari bahan bakar bekas melalui proses olah

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu citra spekel tetesan air dapat dihasilkan menggunakan metode LSI, nilai intensitas

DENGAN BUKU PANDUAN JUMLAH REVIEWER KESESUAIAN REVIEWER DENGAN BIDANG ILMU YANG DITELITI LAPORAN HASIL PENELITIAN TEPAT WAKTU LAPORAN HASIL PENELITIAN TIDAK TEPAT

1 Membersihkan dinding luar dan frame jendela dengan chemical; 2 Membersihkan atap dan bawah dari jamur, karat dan kotoran lainnya; 3 Membersihkan sambungan

Penentuan bilangan penyabunan menggunakan titrasi asam basa dan penentuan bilangan peroksida menggunakan metode titrasi iodometri.Hasil penelitian menujukkan adanya

Komoditi tanaman yang dominan dan potensial untuk dikembangkan adalah kelapa sawit, kelapa dalam, kulit manis gambir, tebu dan kakao. Pengembangan kawasan perkebunan

Dengan semakin banyaknya aplikasi mobile phone berbasis java, maka penulis mendalami apa itu J2ME dan bagaimana penerapan dari dalam aplikasi mobile phone, maka dengan

Dalam sebuah pengertian umum sebenarnya kompresi ini dapat diartikan bahwa sebuah data dapat dilakukan pengecilan dari kapasitasnya, dengan kata lain apabila melakukan