• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS KB, PP DAN PA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DINAS KB, PP DAN PA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

LKj IP Dinas KB, PP dan PA Kab. Cilacap Tahun 2017

Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKj IP)

Tahun Anggaran 2017

SKPD....

DINAS KB, PP DAN PA KABUPATEN CILACAP

TAHUN 2017

Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKj IP)

Tahun Anggaran 2017

DINAS KB, PP DAN PA KABUPATEN CILACAP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKj IP)

Tahun Anggaran 2017

DINAS KB, PP DAN PA KABUPATEN CILACAP

TAHUN 2017

(2)

Kata Pengantar

Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat

dan karunia-Nya, penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 ini dapat terselesaikan sesuai

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyusunan LKj IP ini merupakan salah satu sarana untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dicapai oleh Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap tahun 2017, sebagai konsekuensi dan konsistensi terhadap komitmen untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Disamping itu, penyusunan LKj IP ini juga sebagai bentuk kepatuhan Dinas KB, PP dan PA selaku SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Kolusi Korupsi dan Nepotisme serta Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Substansi pokok LKj IP Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 ini memberikan gambaran mengenai pencapaian Kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap selama tahun 2017, pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan yang telah direncanakan sehingga dapat mendukung terwujudnya visi misi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sebagaimana ditetapkan dalam RENSTRA Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap 2012-2017.

Namun demikian, dalam penyusunan LKj IP ini masih banyak terdapat kekurangan baik menyangkut format dan substansinya, sehingga kritik dan saran sangat kami harapkan dalam rangka penyempurnaan penyusunan LKj IP dimasa mendatang. Semoga dengan berbagai upaya yang telah dilaksanakan akan mampu menunjukkan kinerja secara lebih nyata sesuai dengan tupoksi serta kewenangan Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap.

Akhir kata, disampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan LKj IP ini dan semoga dapat menjadi cermin bagi kita semua untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi secara menyeluruh selama satu tahun kedepan agar tercipta kinerja yang lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya oleh masing- masing bagian di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap secara lebih sinergis.

Cilacap, 29 Desember 2017 KEPALA DINAS KB, PP DAN PA

KABUPATEN CILACAP

Drs. SUNARDI, MM.Pd Pembina Utama Muda NIP. 19580806 198103 1 013

(3)

3

Ikhtisar Eksekutif

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 menyajikan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran yang diarahkan untuk dapat mencapai misi dan visi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sesuai target kinerja yang telah menjadi komitmen Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap.

Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, transparansi dan bertanggung jawab serta untuk mewujudkan clean goverment dan good governance, maka disusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Dengan demikian, LKj IP Kabupaten Cilacap Tahun 2017 ini disusun sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan guna mewujudkan sasaran dan tujuan yang ditargetkan dapat dicapai pada Tahun 2017 sebagai bagian dari upaya pencapaian visi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap yaitu Terwujudnya penduduk tumbuh seimbang, yang berkeadilan gender, dengan mewujudkan perlindungan anak dalam rangka Menjadikan Kabupaten Cilacap yang Sejahtera secara Merata.

Secara umum, penyelenggaraan pemerintahan di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap pada tahun 2017 dapat dikatakan berhasil. Hal ini, didasarkan pada hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran yang dapat dicapai melalui pelaksanaan berbagai kebijakan, program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Dokumen Kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap 2017 yang terdiri dari Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Perjanjian Kinerja, Rencana Strategis (RS), Rencana Aksi Tahapan Pencapaian Perjanjian Kinerja dan Rencana Aksi Capaian Anggaran Pendukung Sasaran.

Hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa dari 4 (empat) tujuan, 5 (lima) sasaran strategis dengan 18 (delapan belas) indikator kinerja utama yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 menunjukkan bahwa :

 Nilai rata-rata capaian kinerja sasaran strategis dari 5 sasaran strategis adalah 75,69% dengan kategori Berhasil. Capaian dari 5 (lima) sasaran strategis, sebanyak 2 sasaran (40%) dengan kategori Sangat Berhasil. Sebanyak 1 sasaran (20%) dengan kategori cukup Berhasil, 2 sasaran (40%) dengan kategori kurang Berhasil,

 Adapun Capaian indikator kinerja utama dari 18 indikator kinerja utama, disimpulkan bahwa 10 indikator (55.56%) dikategorikan "sangat berhasil", 1 indikator (5.56%) dikategorikan "Berhasil", 2 indikator (11.11 %) dikategorikan "Cukup Berhasil", dan 2 indikator (11.11%) dikategorikan " kurang berhasil, dan 3 indikator (16,67%) dikategorikan “Sangat Tidak berhasil"

 Adapun pengukuran kinerja terhadap 4 ( empat ) kinerja tujuan, disimpulkan bahwa 3 indikator (75%) dikategorikan dengan Capaian "Sangat Tinggi", 1 indikator (25%) dikategorikan dengan Capaian "Tinggi”, Sedangkan indikator tujuan nilai Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan tujuan Meningkatnya kinerja dan pelayanan SKPD belum dapat diukur, karena penilaian AKIP dari Inspektorat Kabupaten Cilacap untuk Bapermas, PP, PA KB Tahun 2016 belum ada skor nya.

Secara keseluruhan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp.

23.285.176.000,- terdiri dari Belanja Tidak Langsung (Gaji, TPP dan Insentif) sebesar Rp.

15.220.316.000,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 8.064.860.000,- Adapun realisasi penyerapan anggaran Belanja Tidak langsung (Gaji, TPP dan Insentif) sebesar Rp.

13.383.604.125,- yang digunakan untuk pembayaran Gaji pegawai Dinas KB, PP dan PA, tunjangan tambahan penghasilan berdasarkan kinerja (TPP), tunjangan tempat bertugas tunjangan kematian, Asuransi, JKK, dan JKM. Dari penyerapan Belanja tidak langsung tersebut terdapat efisiensi sebesar Rp. 12,07% dikarenakan pada tahun 2017 terdapat

(4)

4

pegawai mutasi masuk ke Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sejumlah 13 pegawai, dan 4 pegawai pensiun.

Sedangkan Belanja langsung penyerapannya sebesar Rp. 7.623.758.563,- dengan rincian untuk Belanja Pegawai sebesar Rp. 1.286.180.000,- Belanja Barang / Jasa sebesar Rp. 4.243.007.113,- dan untuk Belanja Modal sebesar Rp. 2.094.571.450,- yang dilaksanakan untuk mendukung program-program yang telah ditetapkan. Belanja langsung pada Tahun 2017 mencapai penyerapan 94,53 %.

Dengan demikian masih terdapat beberapa indikator kinerja yang capaiannya belum maksimal seperti yang diharapkan sehingga perlu mendapat perhatian pada tahun berikutnya.

Beberapa hal yang perlu juga menjadi perhatian terkait hasil pengukuran capaian kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017, antara lain :

1. Belum optimalnya pemahaman dan komitmen dalam pencapaian target kinerja sasaran untuk pencapaian tujuan, misi dan visi yang telah ditetapkan didalam RENSTRA dan RPJMD. Umumnya dalam pelaksanaan program tahunan yang tertuang didalam RKPD, penganggaran program dan kegiatan Dinas KB, PP dan PA masih bersifat project oriented, belum berorientasi pada pencapaian sasaran yang telah tertuang didalam RENSTRA maupun RPJMD ataupun sasaran strategis. Sehingga terdapat program- program yang kurang relevan dengan pencapaian sasaran tetap memperoleh alokasi pendanaan yang relatif besar. Oleh karena itu perlu adanya komitmen atau penegasan agar program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar mengacu pada prioritas dan tupoksi Dinas KB, PP dan PA.

2. Terbatasnya SDM aparatur yang paham terkait aturan pengelolaan keuangan maupun penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sehingga dalam pengusulan dan atau pelaksanaan kegiatan masih sering dijumpai adanya program pembangunan yang kurang selaras dengan sasaran strategis dan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RENSTRA maupun RPJMD.

Untuk itu, kedepan perlu dilakukan beberapa perbaikan agar target kinerja dapat dicapai sesuai dengan yang ditetapkan, antara lain :

1. Perlu adanya pemahaman bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan harus tetap berpedoman pada capaian kinerja yang telah tertuang didalam RENSTRA. Sehingga program/kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan adalah program/kegiatan yang langsung mengarah pada pencapaian sasaran, tujuan, misi dan visi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap. Terhadap kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak secara langsung mengarah pada prioritas dalam pencapaian sasaran, misi dan visi dapat dieliminasi atau dikurangi porsi penganggarannya.

2. Totalitas Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) secara penuh agar segera diterapkan di Dinas KB, PP dan PA, sehingga data dapat terintegrasi antara perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja dan pelaporan kinerja. Selain itu perencanaan program dan kegiatan akan lebih mengarah pada pencapaian sasaran, misi dan visi Dinas KB, PP dan PA sebagaimana tertuang dalam RENSTRA Dinas KB, PP dan PA 2012-2017.

Semoga, LKj IP ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Dinas KB, PP dan PA maupun Kabupaten Cilacap. Prestasi kinerja yang berhasil diraih merupakan hasil kerja keras seluruh Unit Kerja di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap bersama dengan stakeholder yang dibingkai semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Berbagai kekurangan yang ada, tentunya menjadi pemacu untuk memotivasi agar lebih bersemangat dalam bekerja dan berusaha demi terwujudnya Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sebagai Perangkat Daerah yang mampu memberikan pelayanan prima menuju terciptanya pemerintahan yang tangguh, terpercaya dan mandiri guna mewujudkan penduduk tumbuh seimbang, yang berkeadilan gender, dengan mewujudkan perlindungan anak dalam rangka Menjadikan Kabupaten Cilacap yang Sejahtera secara Merata.

(5)

5

Daftar Tabel

Tabel 2.1. Tujuan dan Sasaran Renstra Dinas KB, PP dan PA Kab Cilacap Tahun 2012-2017 ... 16

Tabel 2.2 Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja 2012-2017 ... 18

Tabel 2.3 Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ) Tahun 2017 ... 19

Tabel 2.4 Program yang dilaksanakan untuk Pencapaian Sasaran Tahun 2017 ... 20

Tabel 3.1 Pengukuran dengan Skala Ordinal ... 23

Tabel 3.2 Capaian Indikator Kinerja Tahun 2017 ... 24

Tabel 3.3 Rata-rata Capaian Sasaran Strategis 2017 ... 27

Tabel 3.4 Rata - rata Capaian Kinerja Tujuan ... 28

Tabel 3.5 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 1 ... 30

Tabel 3.6 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 2 ... 32

Tabel 3.7 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 3 ... 34

Tabel 3.8 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 4 ... 37

Tabel 3.9 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 5 ... 43

Tabel 3.10 Target dan Realisasi Anggaran Pencapaian Sasaran Strategis Tahun 2017 ... 45

(6)

6

Daftar Gambar

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Dinas KB, PP dan PA ... 10

(7)

7

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 2

Ikhtisar Eksekutif ... 3

Daftar Tabel ... 5

Daftar Gambar ... 6

Daftar Isi ... 7

BAB I PENDAHULUAN ... 8

A. GAMBARAN UMUM ... 8

B. KEDUDUKAN, STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 10

1. KEDUDUKAN ... 10

2. STRUKTUR ORGANISASI ... 10

3. TUGAS POKOK & FUNGSI ... 11

C. MAKSUD DAN TUJUAN ... 12

D. SISTEMATIKA PENULISAN ... 12

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 14

A. INSTRUMEN GUNA MENDUKUNG PENGELOLAAN KINERJA ... 14

B. RENCANA STRATEGIS ... 15

1. VISI DAN MISI DINAS KB, PP DAN PA ... 15

2. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH ... 15

3. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN... 18

C. RENCANA KINERJA TAHUNAN ( RKT ) 2017 ... 19

D. PERJANJIAN KINERJA DAN PROGRAM UNTUK PENCAPAIAN SASARAN ... 20

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 24

A. PENGUKURAN KINERJA ... 24

B. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA ... 25

C. AKUNTABILITAS ANGGARAN ... 46

BAB IV PENUTUP... 52

(8)

BAB I PENDAHULUAN

A.

GAMBARAN UMUM

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017, merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas KB, PP dan PA sebagai salah satu penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Cilacap dalam kerangka integrasi perwujudan Visi Kabupaten Cilacap.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) ini merupakan instrumen dan metode pertanggungjawaban pemerintah yang pada intinya mengungkapkan target perencanaan, pelaksanaan, dan pengukuran kinerja serta evaluasi dan analisa atas capaian kinerja hasil pelaksanaan tahun sebelumnya. LKj IP menjelaskan faktor-faktor keberhasilan atau kegagalan atas capaian realisasi target kinerja organisasi melalui pengelolaan sumber daya yang berbasis kinerja sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban dalam persfektif transparansi dan akuntabilitas.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah yang menegaskan kembali pentingnya sinergitas antara aspek keuangan dan kinerja dalam pelaksanaan tugas kepemerintahan dan pembangunan kemudian ditindaklanjuti dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan.

Oleh karenanya, Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap telah menyusun laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) tahun 2017 sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kinerja atas keberhasilan maupun kegagalan dalam pencapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan pada tahun 2017.

1. Sumber Daya Manusia / Aparatur

.Jumlah PNS di Dinas KB, PP dan PA. tahun 2017 (sampai dengan Desember 2017) seluruhnya sebanyak 154 orang, yang terdiri dari PNS laki-laki sebanyak 75 orang dan PNS perempuan sebanyak 79 orang. Menurut tingkat pendidikan sebagian besar PNS berpendidikan S-1. Pejabat struktural di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap tahun 2017 sebanyak 25 orang dengan rincian pejabat struktural sebagaimana terlihat pada grafik 1.1.

(9)

9

 Status Kepegawaian:

- PNS : 154 Orang

- CPNS : 0 Orang

 Jabatan Struktural:

- Eselon II / b : 1 orang - Eselon III/a : 1 Orang - Eselon III/b : 4 Orang - Eselon IV/a : 15 Orang - Eselon IV/b : 4 Orang

Grafik 1.1

 Pendidikan:

- Pasca Sarjana : 10 Orang - Sarjana : 76 Orang - Sarjana Muda : 1 Orang - Diploma III : 18 Orang - Diploma II : 1 Orang

- SMA : 47 Orang

- SMP : 1 Orang

Grafik 1.2

(10)

10

B.

KEDUDUKAN, STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) tentang Pemerintah daerah, maka kedudukan Pemerintah berubah menjadi Perangkat Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam usaha meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat secara berdaya guna dan berhasil guna, maka telah diatur dan ditetapkan Organisasi Perangkat Daerah Dinas KB, PP dan PA.

yang sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Cilacap. Struktur Organisasi dan tata kerja tersebut dimaksudkan agar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif untuk menjawab tantangan perkembangan masyarakat. Adapun bagan organisasi perangkat daerah sebagaimana gambar berikut :

Gambar 1.1

STRUKTUR ORGANISASI Dinas KB, PP dan PA

(11)

11

Sesuai dengan Peraturan Bupati Cilacap Nomor 98 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, Dinas KB, PP dan PA mempunyai Tugas Pokok yang dilimpahkan oleh Bupati sebagai berikut :

a. Merumuskan dan menetapkan program kerja dinas berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas

b. Merumuskan kebijakan di bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan, pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak

c. Mengoordinasikan kebijakan di bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan, pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak;

d. Mendistribusikan tugas dan mengarahkan pelaksanan tugas bawahan sesuai dengan fungsi dan kompetensi bawahan dengan prinsip pembagian tugas habis;

e. Menyelenggarakan dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan di bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan, pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak;

f. Menyelenggarakan kebijakan kesekretariatan dinas dengan mengarahkan perencanaan/perumusan program dan pelaporan, pengelolaan keuangan dan aset, dan urusan umum dan kepegawaian;

g. Mengendalikan pelaksanaan tugas operasional UPTD dengan mengarahkan pelaksanaan kegiatan pengelolaan UPTD;

h. Menilai dan mengevaluasi kinerja bawahan untuk memacu prestasi kerja;

i. Menyampaikan saran dan masukan kepada pimpinan untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

j. Melaporkan pelaksanaan tugas sebagai wujud pertanggungjawaban; dan

k. Melaksanakan tugas kedinasan lain atas perintah pimpinan sesuai dengan tugasnya;

Dalam melaksanakan Tugas Pokok tersebut, Dinas KB, PP dan PA mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. perumusan kebijakan keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak;

b. Pelaksanaan koordinasi kebijakan di bidang keluarga kerencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

c. Pelaksanaan kebijakan di bidang keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

d. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

(12)

12

e. Pelaksanaan fungsi kesekretariatan dinas;

f. Pengendalian penyelenggaraan tugas UPTD; dan

g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

C.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud disusunnya LKj IP Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah daerah selama kurun waktu satu tahun dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.

Tujuan Penyusunan LKj IP Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 sebagai alat untuk mendapatkan masukan stakeholders demi perbaikan kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap. Identifikasi keberhasilan, permasalahan dan solusi yang tertuang dalam LKj IP, menjadi sumber untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan program/ kegiatan yang akan datang. Dengan pendekatan ini, LKj IP sebagai proses evaluasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perbaikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui perbaikan pelayanan publik.

D. SISTEMATIKA PENULISAN

Penulisan LKj IP Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017 disusun dengan sistematika yang mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi.

BAB II Perencanaan Kinerja Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

BAB III Akuntabilitas Kinerja. Pada bab ini disajikan Capaian Kinerja Organisasi dan Realisasi Anggaran. Capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini, antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir, realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi

2. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

(13)

13

3. Diuraikan juga realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dokumen perjanjian kinerja.

BAB IV Penutup. Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.

(14)

14

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, penyelenggaraan SAKIP meliputi rencana strategis, perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja, reviu dan evaluasi kinerja. Rencana strategis menjadi landasan dalam penyelenggaraan SAKIP. Perencanaan strategis merupakan proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan seluruh aspek baik yang menyangkut potensi, peluang dan kendala yang ada. Perencanaan strategis harus disusun secara integral komprehensif dan implementatif sehingga dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien serta dapat mencapai hasil yang optimal. Dalam rangka pengintegrasian perencanaan SKPD dalam kerangka sistem pembangunan daerah, maka seluruh SKPD wajib menyusun dokumen perencanaan strategis (RENSTRA) yang merupakan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap telah menyusun RENSTRA Dinas KB, PP dan PA 2012-2017 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Nomor 050 / 469 / 29 tentang Rencana Strategis (RENSTRA) Bapermas, PP, PA, KB Kabupaten Cilacap Tahun 2012-2017 setelah mendapat pengesahan oleh Bupati Cilacap atas Rancangan Renstra dengan Surat Pengesahan Bupati Cilacap Nomor 050 / 2053 / 26 Tahun 2014 tanggal 21 April 2014 tentang Rancangan Akhir Rencana Strategis Bapermas, PP, PA, KB Kabupaten Cilacap Tahun 2012-2017. Selain itu, Dinas KB, PP dan PA juga menyusun Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) untuk setiap jangka waktu tahunan.

A. INSTRUMEN GUNA MENDUKUNG PENGELOLAAN KINERJA

Pemantapan manajemen pembangunan berbasis kinerja, menjadi salah satu perhatian bagi Kabupaten Cilacap. Beberapa inovasi kegiatan / aplikasi yang sudah dikembangkan untuk peningkatan kinerja, adalah :

1. Aplikasi E-Visum Penyuluh KB yang dibuat untuk mendukung kinerja PLKB/PKB di lini lapangan. Diantaranya adalah mengelola visum kerja, mengelola kampung KB monitoring dan evaluasi kegiatan dan update informasi atau petunjuk pengelolaan program KKBPK di tingkat desa/kelurahan

2. Peningkatan capaian program KKBPK melalui pencanangan dan pembentukan Kampung KB di masing – masing Kecamatan

3. Mensosialisasikan, mengkampanyekan dan mendeklarasikan program Three Ends untuk mengatasi masalah perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap

(15)

15

B. RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis (RENSTRA) sangat diperlukan oleh masing-masing SKPD, karena dengan adanya rencana strategis akan membantu SKPD dalam menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai, sehingga SKPD dapat lebih berperan dalam memberikan respon terhadap berbagai perubahan dan tuntutan lingkungan. Disamping itu rencana strategis akan memperjelas konsep organisasi Pemerintah Daerah dalam melakukan aktivitas agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan seluruh potensi dan kemampuan yang ada secara integral komprehensif.

Rencana strategis Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap dimanifestasikan dalam bentuk dokumen Renstra Tahun 2012-2017 yang mencakup Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan, Program dan Kegiatan, sedangkan uraian target kinerja sasaran yang ingin dicapai dalam tahun 2017 beserta program dan kegiatan pendukungnya dan rencana aksi pencapaiannya akan dijabarkan tersendiri dalam Dokumen kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2017.

1. VISI DAN MISI DINAS KB, PP DAN PA

Visi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2012-2017 dirumuskan sebagai berikut :

“Terwujudnya penduduk tumbuh seimbang, yang berkeadilan gender, dengan mewujudkan perlindungan anak dalam rangka Menjadikan Kabupaten Cilacap yang Sejahtera secara Merata”

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Cilacap ditetapkan misi sebagai berikut:

a. Meningkatkan keberdayaan perempuan yang berwawasan gender

b. Meningkatkan kualitas hidup, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak

c. Meningkatkan pelaksanaan program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera guna tercapainya Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera yang berwawasan kependudukan

d.

Menyediakan data dan informasi keluarga berskala mikro untuk pengelolaan pembangunan khususnya pemberdayaan keluarga miskin

2. TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA

Tujuan dan sasaran dirumuskan dalam rangka mencapai misi. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi;

melaksanakan misi dengan menjawab isu-isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah. Sasaran adalah hasil atau kondisi yang diharapkan dari suatu tujuan yang terukur formulasinya. Indikator Kinerja Utama (IKU) ditetapkan untuk memperoleh ukuran keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas

(16)

16

kinerja. Rumusan tujuan, sasaran dan indikator kinerja utama yang dijabarkan dari visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Dinas KB, PP dan PA sebagaimana berikut.

Tabel 2.1 Tujuan dan Sasaran Dinas KB, PP dan PA Kab Cilacap menurut Misi Dinas KB, PP dan PA Kab Cilacap

Misi 1. Meningkatkan keberdayaan perempuan yang berwawasan gender

Misi 2. Meningkatkan kualitas hidup, pemenuhan hak anak dan perlindungan anak

Tujuan Indikator Kinerja

Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran

1. Meningkatnya kinerja dan pelayanan SKPD

- Prosentase Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat

- Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

1.1. Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat

 Prosentase nilai indeks kepuasan masyarakat

 Tersusunnya dokumen perencanaan

 Tersusunnya dokumen laporan tahunan

2. Meningkatkan penguatan kelembagaan, pengarusatam aan gender dan

pemenuhan terhadap hak dan

perlindungan terhadap perempuan dan anak

- Indeks Pemberdayaan Gender (IGG)

- Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak - Indeks Pembangunan

Gender (IPG)

2.1. Mewujudkan program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

 Indeks Pembangunan Gender (IPG)

 Indeks Pemberdayaan Gender (IGG)

2.2. Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak kepada perempuan dan anak

 Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

 Rasio KDRT

(KDRT/jumlah KK)

Misi 3. Meningkatkan pelaksanaan program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera guna tercapainya Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera yang berwawasan kependudukan

3.

Meningkatkan kinerja program Keluarga Berencana

Cakupan Pasangan Usia Subur yang Istrinya di bawah Usia 20 Tahun (%)

3.1. Meningkatnya capaian program KB

 Cakupan pasangan usia subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun (%)

 Presentase keluarga pra- sejahtera

 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB

(17)

17

(%)

 Presentase Keluarga Sejahtera I

 Cakupan alat

kontrasepsi/Akseptor KB (%)

 Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber KB (%)

 Prosentase angka pernikahan dini

 Prosentase kelompok UPPKS yang mempunyai ijin produksi (PIRT)

 Jumlah kelompok PIK remaja desa

Misi 4. Menyediakan data dan informasi program kependudukan dan KB

4.

Meningkatkan kualitas data dan informasi program kependudukan dan KB

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita

4.1 Meningkatnya kualitas data dan infromasi program kependudukan dan keluarga berencana

 Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita (TFR)

 Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Need) (%)

Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama Dinas KB, PP dan PA Kab Cilacap

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Formulasi / Perhitungan

1

Mewujudkan

program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

Indeks Pembangunan Gender

(IPG) menurut penghitungan BPS

Indeks Pemberdayaan Gender

(IGG) menurut penghitungan BPS

2

Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak

Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahunnya

(18)

18 kepada perempuan

dan anak

3 Meningkatnya capaian program KB

Cakupan pasangan usia subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun (%)

Pasangan usia subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun/jumlah seluruh PUS x 100%

4

Meningkatnya kualitas data dan infromasi program kependudukan dan keluarga berencana

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita (TFR)

Rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia suburnya

3. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi dan arah kebijakan dirumuskan berdasarkan isu-isu strategis dalam rangka menyelesaikan masalah-masalah pembangunan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan misi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap 2012- 2017. Ada isu strategis yang menjadi permasalahan pokok yang dihadapi oleh Dinas KB, PP dan PA pada umumnya yang terdapat dalam Renstra Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 20012-2017 yang telah dirumuskan untuk mencapai tujuan.

Penyelesaian masalah yang berkaitan dengan satu isu strategis diselesaikan melalui pilihan satu atau lebih strategi dan kebijakan. Untuk mencapai visi, misi, tujuan, sasaran tersebut maka sesuai dengan kapasitas dan ruang lingkup tupoksi Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap, ditetapkan beberapa strategi pilihan berdasarkan analisa SWOT dan guna mewujudkan strategi tersebut Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap telah menyusun program dan kegiatan strategis yang diawali dengan penetapan arah kebijakan. Adapun Arah Kebijakan Dinas KB, PP dan PA antara lain sebagai berikut :

1. Meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan 2. Mendorong percepatan implementasi PUG

3. Meningkatkan kualitas pelayanan penanganan kasus kekerasan berbasis gender 4. Meningkatkan upaya dini pencegahan perdagangan anak dan perempuan

5. Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan yang berbasis kemandirian berusaha

6. Meningkatkan upaya pendidikan bagi kaum perempuan

7. Memperkuat perempuan dan jaringan PUG dan termasuk ketersediaan data PUG 8. Menyelenggarakan kegiatan untuk memotivasi anak

9. Meningkatkan usaha pemenuhan hak anak

10. Memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring perlindungan anak 11. Pengembangan kebijakan dan pembinaan kesertaan ber-KB

12. Pengembangan media komunikasi, edukasi dan sistem informasi program KB 13. Pengembangan sistem manajemen penyediaan alkon

(19)

19

14. Penguatan sumberdaya penyelenggara program KB 15. Pembekalan dan pelatihan pendataan keluarga

C. RENCANA KINERJA TAHUNAN ( RKT ) 2017

Setiap sasaran telah dirumuskan dalam indikator dan target kinerja yang spesifik dan terukur. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap tahun 2017 disajikan sebagai berikut.

Tabel 2.3. Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ) Tahun 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target

1 Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat

Prosentase nilai indeks kepuasan masyarakat

% 80

Tersusunnya dokumen perencanaan dokumen 5 Tersusunnya dokumen laporan

tahunan

dokumen 4

2 Mewujudkan program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

Indeks Pembangunan Gender (IPG) % 59.41 Indeks Pemberdayaan Gender (IGG) % 68.9 3 Meningkatnya perlindungan dan

pemenuhan hak-hak kepada perempuan dan anak

Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Kasus 72

Rasio KDRT (KDRT/jumlah KK) % 0.0033 4 Meningkatnya capaian program KB Cakupan pasangan usia subur yang

istrinya dibawah usia 20 tahun (%)

% 2.05

Presentase keluarga pra-sejahtera % 19 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita

(BKB) ber-KB (%)

% 85

Presentase Keluarga Sejahtera I % 17 Cakupan alat kontrasepsi/Akseptor KB

(%)

% 77

Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber KB (%)

% 97

Prosentase angka pernikahan dini % 10 Prosentase kelompok UPPKS yang

mempunyai ijin produksi (PIRT)

kelompok 5

Jumlah kelompok PIK remaja desa kelompok 44 5 Meningkatnya kualitas data dan

infromasi program kependudukan dan

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita (TFR)

% 2.1

(20)

20

keluarga berencana Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Need) (%)

% 8

D. PERJANJIAN KINERJA DAN PROGRAM UNTUK PENCAPAIAN SASARAN

Berdasarkan visi, misi, tujuan, sasaran strategis dan arah kebijakan yang telah ditetapkan dalam Renstra serta RKT tahun 2017 Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap, maka upaya pencapaiannya dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan program-program prioritas sebagaimana dituangkan dalam Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2017 ( terlampir). Program-program yang mendukung masing-masing sasaran tahun 2017 sesuai dokumen Perjanjian Kinerja adalah sebagaimana tabel 2.4 di bawah ini. Adapun rencana penggunaan anggaran program kegiatan dan Rencana Aksi Penggunaan Anggaran Pendukung Sasaran sebagaiamana terlampir, sedangkan rencana tahapan pencapaian target kinerja tahun 2017 sebagaimana yang telah diperjanjikan dalam dokumen perjanjian kinerja Tahun 2017 dan Rencana Aksi Tahapan Pencapaian Perjanjian Kinerja (terlampir).

Tabel 2.4. Program yang dilaksanakan untuk Pencapaian Sasaran Sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target Program Anggaran

1 Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat

Prosentase nilai indeks kepuasan masyarakat

% 80 Program

Pelayanan Administrasi Perkantoran

1.025.000.000

Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur

690.000.000

Tersusunnya dokumen perencanaan

dokumen 5 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

0

Tersusunnya dokumen laporan tahunan

dokumen 4 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

400.000.000

(21)

21

2 Mewujudkan program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

Indeks

Pembangunan Gender (IPG)

% 59,41 Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan

Perlindungan Perempuan

120.000.000

Program Peningkatan Peran Serta Dan Kesetaraan Jender Dalam Pembangunan

50.000.000

Indeks

Pemberdayaan Gender (IGG)

% 68,9 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutama an Gender Dan Anak

75.000.000

Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan

Perlindungan Perempuan

55.000.000

Program Peningkatan Peran Serta Dan Kesetaraan Jender Dalam Pembangunan

225.000.000

3 Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak- hak kepada perempuan dan anak

Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Kasus 72 Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutama an genderan Gender Dan Anak

265.000.000

Rasio KDRT (KDRT/jumlah KK)

% 0,0033 Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak Dan Perempuan

90.000.000

Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutama an Gender Dan Anak

75.000.000

(22)

22

Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan

Perlindungan Perempuan

185.000.000

4 Meningkatnya capaian program KB

Cakupan pasangan usia subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun (%)

% 2,05 Program Keluarga Berencana

165.000.000

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita (TFR)

% 2,1 Program Keluarga Berencana

990.000.000

Presentase keluarga pra- sejahtera

% 19 Program

Keluarga Berencana

200.000.000

Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Need) (%)

% 3 Program

Keluarga Berencana

1.590.000.000

Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber- KB (%)

% 85 Program

Pelayanan Kontrasepsi

75.000.000

Presentase Keluarga Sejahtera I

% 17 Program

Keluarga Berencana

60.000.000

Cakupan alat kontrasepsi/Akse ptor KB (%)

% 77 Program

Keluarga Berencana

100.000.000

Program Pelayanan Kontrasepsi

264.500.000

Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga

Sejahtera (UPPKS) yang ber KB (%)

% 97 Program

Kesehatan Reproduksi Remaja

50.000.000

(23)

23

Prosentase angka pernikahan dini

% 0,5 Program Keluarga Berencana

1.375.520.000

Prosentase kelompok UPPKS yang mempunyai ijin produksi (PIRT)

kelompok 5 Program Kesehatan Reproduksi Remaja

50.000.000

Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR Yang Mandiri

50.000.000

Jumlah kelompok PIK remaja desa

kelompok 44 Program Keluarga Berencana

277.700.000

(24)

24

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Manajemen pembangunan berbasis kinerja mengandaikan bahwa fokus dari pembangunan bukan hanya sekedar melaksanakan program/ kegiatan yang sudah direncanakan. Esensi

Dari manajemen pembangunan berbasis kinerja adalah orientasi untuk mendorong perubahan, di mana program/ kegiatan dan sumber daya anggaran adalah alat yang dipakai untuk mencapai rumusan perubahan, baik pada level keluaran, hasil maupun dampak. Pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip salah satu pilarnya, yaitu akuntabilitas, akan menunjukkan sejauh mana sebuah instansi pemerintahan telah memenuhi tugas dan mandatnya dalam penyediaan layanan publik yang langsung bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Karena itulah, pengendalian dan pertanggungjawaban program/kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas kinerja Dinas KB, PP dan PA telah dicapai.

A. PENGUKURAN KINERJA

Kerangka Pengukuran kinerja di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap dilakukan dengan mengacu ketentuan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003, dan Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014. Adapun pengukuran kinerja tersebut dengan rumus sebagai berikut :

1. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan makin rendahnya kinerja, digunakan rumus :

2. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus :

Atau

Penilaian capaian kinerja untuk setiap indikator kinerja sasaran menggunakan interpretasi penilaian dengan pengukuran dengan skala ordinal untuk setiap kategori untuk

Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100%

Target

X 100%

Capaian Indikator Kinerja = Target - ( Realisasi -Target ) Target

X 100%

Capaian Indikator Kinerja =

Target

X 100%

Capaian Indikator Kinerja = ( 2 xTarget ) - Realisasi Target )

Target Capaian Indikator Kinerja =

(25)

25

setiap kategori (Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi, Sangat Tinggi) dengan keterangan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Pengukuran dengan Skala Ordinal Warna Skala Ordinal Predikat / Kategori

0 s/d 50 Sangat Rendah

50.1 s/d 65 Rendah

65.1 s/d 75 Sedang

75.1 s/d 90 Tinggi

90.1 lebih Sangat Tinggi

Sumber: Permendagri 54 / 2010

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisa untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai keberhasilan atau ketidakberhasilan pencapaian kinerja. Untuk capaian masing-masing indikator kinerja sasaran disimpulkan berdasarkan

"Metode Rata-rata Data Kelompok". Penyimpulan capaian sasaran nilai mean setiap kategori ditetapkan sebagai berikut :

Penyimpulan pada tingkat sasaran dilakukan dengan mengalikan jumlah indikator untuk setiap kategori (sangat berhasil, berhasil, cukup berhasil dan tidak berhasil) yang ada disetiap kelompok sasaran dengan nilai mean skala ordinal dari setiap kategori, dibagi dengan jumlah indikator yang ada di kelompok sasaran tersebut.

Nilai Mean setiap kategori ditetapkan sebagai berikut : Sangat Tinggi : 95

Tinggi : 82.5

Sedang : 70

Rendah : 57.5

Sangat Rendah : 25

B. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Secara umum Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap telah melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RENSTRA Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap Tahun 2012 - 2017. Capaian Indikator Kinerja Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap s.d. Tahun 2017 sebagai berikut:

Capaian Indikator Kinerja Utama

(26)

26

Tabel 3.2 Capaian Indikator KinerjaTahun 2017 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satu

an

Target Reali sasi

Prosen tase

Predikat

1 Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat

Prosentase nilai indeks kepuasan masyarakat

% 80 74.06 92.58 Sangat tinggi

Tersusunnya dokumen perencanaan

doku men

5 5 100.00 Sangat tinggi Tersusunnya dokumen

laporan tahunan

doku men

4 4 100.00 Sangat tinggi 2 Mewujudkan

program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

Indeks Pembangunan Gender (IPG)

% 59.41 86.04 144.82 Sangat tinggi Indeks Pemberdayaan

Gender (IGG)

% 68.9 63.53 92.21 Sangat tinggi

3 Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak kepada perempuan dan anak

Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Kasu s

72 106 52.78 Rendah

Rasio KDRT (KDRT/jumlah KK)

% 0.0033 0.004 5

63.64 Rendah

4 Meningkatnya capaian program KB

Cakupan pasangan usia subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun (%)

% 2.05 0.81 160.49 Sangat tinggi

Presentase keluarga pra-sejahtera

% 19 25.22 67.26 Sedang

Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB (%)

% 85 77.19 90.81 Sangat tinggi

Presentase Keluarga Sejahtera I

% 17 25.89 47.71 Sangat Rendah Cakupan alat

kontrasepsi/Akseptor KB (%)

% 77 72.7 94.42 Sangat tinggi

Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan

% 97 67.64 69.73 Sedang

(27)

27

Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber KB (%) Prosentase angka pernikahan dini

% 10 16.16 38.40 Sangat rendah Prosentase kelompok

UPPKS yang mempunyai ijin produksi (PIRT)

kelo mpo k

5 5 100.00 Sangat tinggi

Jumlah kelompok PIK remaja desa

kelo mpo k

44 59 134.09 Sangat tinggi

5 Meningkatnya kualitas data dan infromasi program kependudukan dan keluarga berencana

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita (TFR)

% 2.1 2.58 77.14 Tinggi

Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (Unmet Need) (%)

% 8 12.51 43.62 Sangat rendah

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap 18 ( delapan belas ) indikator kinerja, disimpulkan bahwa 10 indikator (55,56 %) dikategorikan dengan Capaian "Sangat Tinggi", 1 indikator (5,56%) dikategorikan dengan Capaian "Tinggi". 2 indikator (11,11 %) dikategorikan dengan Capaian "Sedang", 2 indikator (11,11 %) dikategorikan dengan Capaian "Rendah" dan 3 indikator (16,67%) dikategorikan dengan Capaian "Sangat Rendah". Berarti masih terdapat indikator yang capaiannya belum sesuai apa yang diharapkan sehingga perlu adanya perhatian pada tahun berikutnya.

Dengan telah dilaksanakan pengukuran kinerja beserta simpulan rata-rata sesuai dengan Metode Rata-rata Data kelompok, maka dari 5 (lima) sasaran strategis dengan indikator kinerja tersebut, pencapaian kinerja masing-masing sasaran Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sebagai berikut :

Capaian Kinerja Sasaran

(28)

28

Tabel 3.3 Rata-rata Capaian Sasaran Strategis 2017

N 0

SASARAN STRATEGIS

Jumlah

Indikator Rata-rata Kategori

Rincian Kategori untuk indikator Sangat

Rendah (0 s/d

50)

Rendah (50.1 s/d

65)

Sedang (65.1 s/d

75)

Tinggi (75.1 s/d

90)

Sangat Tinggi (90.1 lebih)

1 2 3 4 5 6

8 9 10 1 Meningkatnya

pelayanan kepada masyarakat

3 95

(3x95) 3

Sangat Tinggi

0 0 0 0 3

2 Mewujudkan program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

2 95 2x95

2

Sangat Tinggi

0 0 0 0 2

3 Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak- hak kepada perempuan dan anak

2 57,5

2 x 57,5 2

Rendah 0 2 0 0 0

4 Meningkatnya capaian program KB

9 73,89

(5x95)+(2x70)+(2x25) 9

Sedang 2 0 2 0 5

5 Meningkatnya kualitas data dan infromasi program kependudukan dan keluarga berencana

2

53,75 (1x82,5)+( 1x25)

2

Rendah 1 0 0 1 0

Rata-rata Capaian Sasaran Strategis

18 75,69

(3x95)+(2x95)+(2x57,5)+

(9x73,89)+(2x53,75) 18

Tinggi 3 2 2 1 10

Rata-rata capaian sasaran strategis sebesar 75,69 % dengan kategori “Tinggi”. Capaian dari 5 (lima) sasaran strategis, sebanyak 2 sasaran (40%) dengan kategori “Sangat Tinggi”

, 1 sasaran (20% ) dengan kategori “Sedang”, 2 sasaran (40% ) dengan kategori “kategori

“Rendah”

Pencapaian kinerja tujuan Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap sebagai berikut :

Tabel 3.4 Capaian Kinerja Tujuan 2017

no Tujuan Indikator Kinerja Tujuan

Sat

uan Target Realis asi

Prosentase ( realiasi

dibagi target )

Predikat/

Kategori

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA TUJUAN

(29)

29 1 Meningkatnya

kinerja dan pelayanan SKPD

Prosentase Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat

% 80 74.06 92.58 Sangat tinggi

Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

- 75.000 0.000 N/A -

2 Meningkatkan penguatan kelembagaan, pengarusatamaan gender dan pemenuhan terhadap hak dan perlindungan terhadap perempuan dan anak

Indeks

Pemberdayaan Gender (IGG)

% 68.9 63.53 92.21 Sangat tinggi

Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Kas us

72 106 52.78 Rendah

Indeks

Pembangunan Gender (IPG)

% 59.41 86.04 144.82 Sangat tinggi

3 Meningkatkan kinerja program Keluarga Berencana

Cakupan Pasangan Usia Subur yang Istrinya di bawah Usia 20 Tahun (%)

% 2.05 0.81 160.49 Sangat tinggi

4 Meningkatkan kualitas data dan informasi program kependudukan dan KB

Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan setiap wanita

% 2.1 2.58 77.14 Tinggi

(30)

30

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap 7 ( tujuh ) indikator kinerja tujuan, disimpulkan bahwa 4 indikator (66,67) dikategorikan dengan Capaian "Sangat Tinggi", 1 indikator (16,67%) dikategorikan dengan Capaian "Tinggi”, 1 indikator (16,67%) dikategorikan dengan Capaian "Rendah” dan 1 indikator belum diketahui skornya dikarenakan belum ada nilainya dari Inspektorat Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap 4 ( empat ) kinerja tujuan, disimpulkan bahwa 3 kinerja tujuan (75%) dikategorikan dengan Capaian "Sangat Tinggi", 1 kinerja tujuan (25%) dikategorikan dengan Capaian "Tinggi”, Sedangkan indikator tujuan nilai Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan tujuan Meningkatnya kinerja dan pelayanan SKPD belum dapat diukur, karena penilaian AKIP dari Inspektorat Kabupaten Cilacap untuk Bapermas, PP, PA KB Tahun 2016 belum ada skor nya.

Sasaran 1 : Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran 1 dengan 3 indikator kinerja mendapatkan angka nilai capaian sebesar 95% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Capaian kinerja sasaran bisa dikatakan Sangat berhasil dikarenakan SKPD mampu mengantisipasi dan meminimalisir faktor-faktor yang menjadi hambatan dengan cara mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan memanfaatkan faktor pendukung yang ada sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Adapun analisa capaian indicator masing-masing sasaran 1 sebagai berikut :

Tabel 3.5 Pengukuran Capaian Indikator sasaran 1

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capai an/K ondis i s.d.

2016

2017 Target

Akhir RPJM

D 2017

Capaia n 2017

AKHIR RPJMD (%) Target Realisasi % Realisasi

1.1.1

Prosentase nilai indeks kepuasan masyarakat

74.00 76.00 80 74,06 92,58 80 92,58

Faktor Penghambat : Kurangnya pemahaman responden akan pentingnya hasil Survei IKM. - kurangnya kepercayaan responden (masyarakat) terhadap upaya perubahan paradigma PNS. - Banyaknya responden yang tidak obyektif dalam memberikan penilaian pelayanan, hanya dipandang sebatas pengisian blangko kuisioner normatif saja - Petugas kurang independen dan belum berpengalaman - Kurangnya kepedulian pegawai/karyawan Dinas KB, PP dan PA yang tergabung dalam Tim Survey ANALISIS CAPAIAN KINERJA

(31)

31 Kepuasan masyaraklat dalam memfasilitasi pelaksanaan survey kepuasan masyarakat

Faktor Pendorong : Adanya regulasi dan dukungan stakeholders Dinas KB, PP dan PA dalam melaksanakan survei pelayanan kepada masyarakat

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 : 1. Perlunya peningkatan petugas pelayanan Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap dalam mengoptimalkan perangkat Komputer dan data/ berkas permohonan yang baik sehingga kemudahan prosedur pelayanan dan percepatan pelayanaan akan terwujud 2. Perlunya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan melalui pengadaan sarana prasarana yang memadai, perbaikan dan perawatan secara berkala di Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap demi kelancaran pelayanan kepada masyarakat 3. Perlunya kesadaran dari seluruh petugas pelayanan dan masyarakat penerima pelayanan akan tanggung jawab bersama terhadap kenyamanan lingkungan 4. Memperhatikan dari hasil laporan IKM yang telah disusun dan mempertimbangkan manfaatnya bagi kemajuan Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap, maka perlu dilaksanakan program IKM secara berkala dalam kurun waktu tertentu. 5. Pemerintah Kabupaten Cilacap diharapkan membentuk Tim Survei Kepuasan Masyarakat atau menunjuk dan/atau bekerja sama dengan unit independen untuk melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat di unit-unit pelayanan. Dengan adanya tim yang benar-benar independen, kapabel dan mempunyai kredibilitas akan menjamin hasil Survei Kepuasan Masayrakat yang betul-betul valid dan akuntabel

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capai an/K ondis i s.d.

2016

2017 Target

Akhir RPJM

D 2017

Capaia n 2017

AKHIR RPJMD (%) Target Realisasi % Realisasi

1.1.2

Tersusunnya dokumen perencanaan

5 5 5 5 100 5 100

Faktor Penghambat : Kurangnya personil / staf perencanaan untuk mengolah dan menyusun dokumen perencanaan

Faktor Pendorong : 1. Adanya regulasi perencanaan dan dukungan penuh dari stakeholders di Dinas KB, PP dan PA 2. Adanya aplikasi yang digunakan untuk menyusun / mengolah dokumen perencanaan, sehingga memudahkan penyusunan

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 : Perlunya koordinasi dan integrasi dalam penyusunan dokumen perencanaan

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capaian /Kondisi

s.d.

2016

2017 Target

Akhir RPJMD

2017

Capaia n 2017

AKHIR RPJMD Target Realisasi % Realisasi

(32)

32 (%)

1.1.3

Tersusunnya dokumen laporan tahunan

4 4 4 4 100 4 100

Faktor Penghambat : Kurangnya personil / staf keuangan untuk mengolah dan menyusun dokumen keuangan

Faktor Pendorong : 1. Adanya regulasi keuangan dan dukungan penuh dari stakeholders di Dinas KB, PP dan PA 2. Adanya aplikasi yang digunakan untuk menyusun / mengelolah dokumen keuangan sehingga memudahkan penyusunan

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 : Perlunya koordinasi dan integrasi dalam penyusunan dokumen keuangan

Sasaran ini dicapai dengan melaksanakan 2 (dua) program sebagai berikut : 1. Program pelayanan administrasi perkantoran

2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

Dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp. 2.087.639.883,- dari anggaran sebesar Rp 2.204.015.000,- atau 95,96% dari target. Realisasi keuangan sebesar 95,96% tersebut apabila dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 92,58%, maka berbanding lurus atau sebanding dengan capaian sasaran strategis yang telah dicapai.

Sasaran 2 : Mewujudkan program pemerintah dan kebijakan pemerintah yang responsif gender

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran 2 dengan 2 indikator kinerja mendapatkan angka nilai capaian sebesar 95% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Capaian kinerja sasaran bisa dikatakan Sangat berhasil dikarenakan SKPD mampu mengakomodir program / kegiatan yang responsive gender. Adapun analisa capaian indicator masing-masing sasaran 2 sebagai berikut :

Tabel 3.6 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 2

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capai an/Ko ndisi s.d.

2016

2017

Target Akhir RPJM D 2017

Capaian 2017 terhadap 2017 (AKHIR RPJMD)(

Target Realisasi %

Realisasi

(33)

33

%)

2.1.1

Indeks

Pembangunan Gender (IPG)

58,41 86,04 59,41 86,04 144,82 59,41 144,82

Faktor Penghambat : jarak, sarana dan prasarana sekolah, biaya, pernikahan dini, pekerja anak/membantu orang tua bekerja, anggapan sekolah tidak menguntungkan, kenakalan remaja, dan korban kekerasan, pendataan kurang lengkap khususnya pada akses

perempuan dan laki – laki pada pekerjaan, pendataan rata – rata lama sekolah bagi laki – laki dan perempuan kurang lengkap

Faktor Pendorong : Dimensi pendidikan : Adanya program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah dan tinggi, mendekatkan layanan pendidikan, penyedian transportasi, pengawasan terhadap pencatatan pernikahan (persyaratan diperketat dengan akte), kebijakan dan aturan sekolah ramah anak dan jaminan keberlangsungan pendidikan * Dimensi kesehatan : Sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat tentang

pentingnya kesehatan ibu dan bayi, Sosialisasi pentingnya pemanfataan sarana kesehatan medis, penambahan jumlah tenaga kesehatan. * Dimensi ekonomi : pemerataan

pembangunan di seluruh wilayah dan memperluas lapangan kerja, perlu adanya pendataan yang lebih kurang di masing – masing indicator yaitu :

- Usia harapan hidup perempuan dan laki – laki - Melek huruf perempuan dan laki – laki

- Rata – rata lama sekolah perempuan dan laki – laki - Akses perempuan dan laki – laki pada pekerjaan

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 : Meningkatkan program / kegiatan yang responsif gender

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capai an/Ko ndisi s.d.

2016

2017

Target Akhir RPJM D 2017

Capaian 2017 terhadap 2017 (AKHIR RPJMD)(

%) Target Realisasi %

Realisasi

2.1.2

Indeks Pemberdayaa n Gender (IGG)

68,30 63,53 68,90 63,53 92,21 63,53 92,21

Faktor Penghambat : 1. Sumbangan pendapatan dari kaum perempuan yang cenderung kurang 2. Transportasi kurang memadai Aspek pada sumber daya ekonomi (Pelatihan, informasi pasar, bahan baku, modal usaha, serta pendampingan) 3. Motivasi usaha yang

(34)

34

kurang Ijin suami / keluarga 4. Kemampuan manajemen usaha dan manajemen ekonomi rumah tangga 5. Keterlibatan kaum perempuan di parlemen / politik 6. Kapasitas perempuan dalam proses politik / kemampuan mengaktualisasi diri masih kurang 7. Anggapan politik adalah dunia maskulin 8. Kriteria yang tidak seimbang tentang pejabat perempuan, perempuan dianggap tidak mampu, 8. masih banyak kaum perempuan belum berani mencalonkan menjadi anggota di parlemen, sehingga kuota perempuan di parlemen masih rendah, 9. Masih rendahnya perempuan pekerja yang menduduki jabatan strategis

- Faktor Pendorong : 1. Adanya program sosialisasi, advokasi dan fasilitasi untuk mendorong peningkatan peran perempuan dalam berbagai kegiatan pembangunan 2.

Pelatihan dan pendampingan untuk membangun motivasi 3. Kebijakan yang ramah pada peningkatan pendapatan perempuan dan laki-laki 4. Menjamin ketersediaan bahan baku 5.Transportasi dan akses pada modal, 6. Perlu adanya peningkatan dan penambahan dari unsur perempuan di beberapa indicator pendukung Indeks Pemberdayaan Gender

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 : Meningkatkan program / kegiatan yang responsif gender

Sasaran ini dicapai dengan melaksanakan 3 (tiga) program yaitu : 1. Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan

2. Program Peningkatan Peran Serta Dan Kesetaraan Jender Dalam Pembangunan 3. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender Dan Anak

Dana yang digunakan untuk mencapai sasaran tersebut sebesar Rp. 443.905.525,- dari anggaran sebesar Rp 450.000.000,- atau 98,40% dari target. Realisasi keuangan sebesar 95,96% tersebut apabila dibandingkan dengan rata-rata capaian kinerja sasaran sebesar 92,58%, maka berbanding lurus atau sebanding dengan capaian sasaran strategis yang telah dicapai.

Sasaran 3 : Meningkatnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak kepada perempuan dan anak

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran 3 dengan 2 indikator kinerja mendapatkan angka nilai capaian sebesar 57,5% dengan kategori “rendah”. Capaian kinerja sasaran bisa dikatakan kurang berhasil dikarenakan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap semakin tinggi dari target yang diprediksikan. Hal ini sebenarnya belum bisa dikategorikan rendah, karena jika kita melihat dari sisi yang lain berarti kesadaran masyarakat semakin tinggi dengan berupaya melaporkan segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Perlindungan perempuan dan anak sehingga jumlah kasus yang tercatat pada akhir tahun 2017 menjadi meningkat. Adapun analisa capaian indikator masing-masing sasaran 3 sebagai berikut :

(35)

35

Tabel 3.7 Pengukuran Capaian Kinerja Sasaran 3

No Indikator Sasaran

Kondisi Awal tahun 2013

Capai an/Ko ndisi s.d.

2016

2017

Target Akhir RPJM D 2017

Capaian 2017 terhadap 2017 (AKHIR RPJMD)(

%) Target Realisasi %

Realisasi

3.1.1

Jumlah kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak

76 103 72 106 52,78 72 52,78

Faktor Penghambat :

- Kurangnya keterlibatan aktif dari Petugas dan dinas yang menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak

- Pendataan kasus kekerasan yang masih belum maksimal

- Belum adanya satu pemahaman dan pengertian mengenai hak anak dengan petugas pendidikan sehingga banyak anak sebagai korban maupun pelaku yang tidak memperoleh haknya untuk pendidikan

- Jumlah petugas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berbanding terbalik dengan luas wilayah Kabupaten Cilacap

Faktor Pendorong :

- Petugas yang ada di tingkat Kabupaten sudah memiliki koordinasi yang baik sengan petugas dilembaga lain yang ada di tingkat Kabupaten dan jejaring di tingkat Kecamatan dan desa

- Adanya media sosial yang memudahkan para petugas untuk berkomunikasi dengan petugas yang ada di jejaring penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak - Adanya dukungan yang kuat dari beberapa pihak dan pejabat pemerintah kabupaten

Cilacap

- MOU dengan Kabupaten lain dalam pengananan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Strategi untuk mewujudkan indikator tahun 2018 :

- Meningkatkan koordinasi dengan petugas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak disetiap lembaga terkait

- Memaksimalkan saran digital dalam berkomunikasi baik melalui media social, telepon, fax maupun whatsapp

- Memperbanyak sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

- Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga maupun organisasi lain dalam

Gambar

Tabel  2.3. Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ) Tahun 2017
Tabel  2.4. Program yang dilaksanakan untuk Pencapaian Sasaran  Sesuai Perjanjian  Kinerja Tahun 2017
Tabel  3.1   Pengukuran dengan Skala Ordinal  Warna  Skala Ordinal  Predikat / Kategori
Tabel 3.2  Capaian Indikator KinerjaTahun 2017  No  Sasaran Strategis  Indikator Kinerja  Satu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini merupakan tagihan (piutang) bagi pemerintah dan utang bagi wajib pajak. Pendapatan-LO yang diperoleh sebagai imbalan atas suatu pelayanan yang telah selesai diberikan

Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Cilacap yang dibentuk berdasarkan Peraturan daerah Kabupaten Cilacap Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Perwujudan dalam mendukung prioritas pembangunan Kebupaten Cilacap Tahun 2016 yang tertuang dalam visi dan misi Kabupaten Cilacap Tahun 2012-2017, serta berdasarkan hasil

Hasil yang dapat disimpulkan dari penelitian tersebut adalah Standar akuntansi pemerintah tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja secara langsung, sedang kualitas

Tahap pengukuran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) huruf c merupakan proses menghasilkan nilai capaian Kinerja Anggaran masing-masing variabel aspek implementasi

lokal terhadap jamur patogen penyebab penyakit rebah kecambah ( Sclerotium rolfsii Sacc.) pada tanaman tomat ( Lycopersicum esculentum Mill.) bertujuan untuk mengetahui daya

Akurasi merupakan konsep yang sangat signifikan bagi sebuah institusi media massa, khususnya bagi media massa yang menyediakan ruang untuk jurnalisme warga. Radio Suara Surabaya

Dari keseluruhan jamur yang didapat merupakan jamur yang mampu dalam mengubah selulosa yang terkandung didalam limbah pelepah kelapa sawit sebagai sumber