• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petrus Gani Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBBI Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Petrus Gani Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBBI Abstract"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1978-1520

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, dan Profitabilitas terhadap Audit Delay di Indonesia pada Perusahaan

Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Petrus Gani

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBBI e-mail: [email protected]

Abstract

This research purposed to know the influence of company size, solvability, and profitability towards the audit delay in banking companies which have listed on the Indonesia Stock Exchange from 2012-2016.

This research examines Banking Company Financial Statements which have listed on the Indonesia Stock Exchange from 2012-2016. The sample collection technique has been done by using purposive sampling which is done by selecting sample based on certain criteria which is desired by the researcher. The samples are 18 company with five years observation periode on 90 observation objects have been selected. The data is the secondary data in the form of annual financial statement of the company which has been obtained from Indonesia Stock Exchange (IDX). The data analysis technique has been done by using multiple linear regressions and its significance level is 5%. The results showed the profitability had influence to the Audit Delay, while company size and solvability did not significant influence to the Audit Delay. Simultaneously company size, solvability, and profitability significantly effect to the Audit Delay in banking companies which have listed on the Indonesia Stock Exchange from 2012-2016.

Key words : Company Size, Solvability, Profitability, and Audit Delay.

1. PENDAHULUAN

Laporan Keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang paling penting dalam pengambilan keputusan dan berfungsi sebagai media komunikasi yang menyampaikan berbagai informasi dan pengukuran secara ekonomis mengenai kinerja keuangan, perubahan posisi keuangan, laju arus kas, serta sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Informasi dari laporan keuangan ini diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar untuk mengambil keputusan-keputusan ekonomi.

Sehingga laporan keuangan akan bermanfaat apabila disajikan secara akurat dan tepat waktu. Maksudnya, supaya pihak- pihak yang memiliki kepentingan tersebut dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat tampa terburu-buru.

Setiap perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di wajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Auditor memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk melaporkan hasil auditnya secara tepat waktu. Tanggung jawab dan pelaksanaan tugas auditor tampak dalam ketepatan waktu dalam penyampaian laporan auditnya. Adanya pemenuhan standar oleh auditor tidak hanya berdampak pada lamanya pelaporan hasil audit namun juga berdampak pada kualitas dari hasil audit.

Ketepatan waktu suatu pelaporan keuangan atas hasil laporan audit dapat mempengaruhi nilai dari laporan keuangan tersebut.

Salah satu kendala perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan kepada masyarakat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah ketepataan waktu auditor dalam penyelesaian laporan auditnya.

Adanya keterlambatan dalam penyampaian informasi menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan investor dan dapat mempengaruhi harga jual saham karena investor menganggap keterlambatan pelaporan keuangan merupakan pertanda buruk bagi kondisi kesehatan perusahaan, Sehingga dalam hal ini para investor dapat mengambil keputusan untuk menarik sahamnya didalam perusahaan tersebut.

Fenomena yang terjadi adalah bahwa otoritas jasa keuangan (OJK) masih saja menemukan beberapa keterlambatan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh beberapa perusahan-perusahan publik.

Tercatat sejak 2 Januari 2013 sampai 13 Agustus 2013, OJK telah menangani 30 kasus yang menimpa perusahaan publik atau emitan di bursa saham. Kasus keterlambatan penyimpanan laporan keuangan

(2)

triwulan I tahun 2012 sebesar 74 kasus terlambatnya laporan keuangan emiten dengan efek samah.

Sedangkan sepanjang 2011 total kasus keterlambatan tercatat sebanyak 54 kasus.

Ini menandakan bahwa hampir di setiap akhir tahun tutup buku, perusahaan-perusahaan publik masih saja adanya ditemukan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan tahunan. Banyak berspekulasi penyebab-penyebab yang terjadi mengapa perusahaan-perusahaan tersebut terlambat menyampaikan laporan keuangan tahunan mereka, sedangkan disamping itu banyak pula perusahaan- perusahaan publik lainnya yang tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya.

Ketepatan waktu (Timeliness) berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan harus memenuhi empat karakteristik kualitatif yang merupakan ciri khas yang membuat laporan keuangan berguna bagi para pemakainya. Keempat karekteristik tersebuat adalah dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Karena laporan keuangan yang sudah diaudit yang didalamnya memuat informasi laba yang dihasilkan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual kepemiliki yang dimiliki oleh investor. Artinya informasi laba dari laporan keuangan yang dipublikasikan akan menyebabkan kenaikan atau penurunan harga saham. Untuk mendapatkan informasi yang relevan tersebut, terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah kendala ketepatan waktu.

Berikutnya faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap audit delay adalah profitabilitas.

Tingkat profitabilitas yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mengalami keuntungan, dengan hal tersebut berarti kemungkinan akan meminta auditornya agar menjadwalkan waktu audit lebih cepat. Begitu sabaliknya perusahaan yang mendapatkan profitabilitas rendah atau mengalami kerugian manimbulkan kemunduran publikasi laporan keuangan. Sehingga perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi mempunyai audit delay yang lebih pendek karena itu merupakan berita yang sangat baik yang harus segera disampaikan kepada investor dan pihak yang berkepentingan lainya.

Sovabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam penelitian ini tingginya rasio solvabilitas diukur dengan menggunakan Debt to Equity Rasio (DER) yang mencerminkan tingginya resiko perusahaan. Oleh karena itu pentingnya publikasi laporan keuangan audit sebagai informasi yang sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis, rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan yang turut mempengaruhi manfaat informasi laporan keuangan audit yang dipublikasikan. Karena masih belum ada konsistensi dari penelitian terdahulu terhadap beberapa variabel yang mempengaruhi keterlambatan dalam mengaudit, maka peneliti menjadi tertarik untuk meneliti tentang “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay di Indonesia Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2016”.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat di identifikasikan sebagai berikut:

1. Proses pengauditan yang membutuhkan waktu mengakibatkan penundaan penerbitan laporan keuangan.

2. Semakin besar atau kecilnya Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, dan Profitabilitas belum tentu mempengaruhi audit delay.

Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, maka diperlukan pembatas masalah. Batasan masalah yang akan diteliti adalah faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi audit delay adalah Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, dan Profitabilitas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2012-2016.

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI?

2. Apakah solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI?

3. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI?

4. Apakah ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI?

(3)

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dari penelitan ini adalah:

1. Untuk mengetahui tentang apakah ukuran perusahaan mempengaruhi audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

2. Untuk mengetahui tentang apakah solvabilitas mempengaruhi audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

3. Untuk mengetahui tentang apakah profitabilitas mempengaruhi audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

4. Untuk mengetahui tentang apakah ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas bersama-sama mempengaruhi audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.

Kegunaan Penelitian Kegunaan Teoritis

Kegunaan teoritis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay pada perusahaan perbankan yaitu :

1. Akademik

Penelitiaan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi yang baik terhadap perkembangan teori akuntansi, khususnya dibidang auditing yang membahas tentang audit delay

2. Pembaca

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman serta dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi pengetahuan, bahan diskusi, dan bahan kajian lanjutan bagi pembaca tentang masalah yang berkaitan tentang audit delay.

Kegunaan Praktis

Kegunaan praktis mengenai faktor-faktor audit delay pada perusahaan perbankan khususnya bagi auditor, diharapkan dapat membantu auditor dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay sehingga dapat mengoptimalkan kinerja dalam laporan keuangan yang telah ditentukan oleh BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) dengan tepat waktu.

2. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS Kajian Pustaka

Teori Kepatuhan

Kepatuhan adalah mengikuti suatu spesifikasi, standar, atau hukum yang telah diatur dengan jelas yang biasanya diterbitkan oleh lembaga atau organisasi yang berwenang dalam suatu bidang tertentu. Kepatuhan waktu dalam penyampaiaan laporan keuangan tahunan perusahaan di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, dan selanjutnya diatur dalam peraturan Bepepam Nomor X.K.2, lampiran keputusan ketua Bapepam Nomor: KEP-36/PM/2003 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala. Peraturan-peraturan tersebut secara hukum mengisyaratkan adanya kepatuhan setiap perilaku individu muapun organisasi (perusahaan publik) yang terlibat dipasar modal Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan secara tepat waktu kepada Bapepam. Ini sesuai dengan teori kepatuhan (compliance theory).

Teori sinyal (Signalling Theory)

Dalam teori sinyal terdapat sebuah informasi yang memberikan isyarat atau sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada stakeholder dalam pengambilan keputusan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya memberikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu maupun masa yang akan datang demi kelangsungan hidup perusahaan. Informasi yang relevan, akurat, lengkap, dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai analisis untuk mengambil keputusan investasi.

Teori pengambilan keputusan

Keputusan marupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.

Dalam kamus besar ilmu pengetahuan pengambilan keputusan didefenisikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu.

(4)

Sebuah keputusan harus dapat menjawab pertanyaan. Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan, dan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari perencanaan semula.

Teori agensi (Agency Theory)

Teori Agensi di kembangkan oleh Jensen dan Meckling (1976) yang mengacu pada pemenuhan tujuan utama dari pihak agent dengan memaksimalkan kekayaan principals dan menimbulkan masalah keagenan (agency problem). Munculnya masalah keagenan dikarenakan individu yang cenderung mementingkan dirinya sendiriketika beberapa kepentingan bertemu dalam suatu aktivitas bersama.

Auditing

Menurut Haryono (2011:11), Pengauditan merupakan suatu proses sistimatis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian- kejadian ekonomi secara objektif untuk menentukan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Laporan Audit

Menurut Mulyadi (2013:12), Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan masyarakat lingkungan. Dalam laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditing. Pendapat auditor biasanya disampaikan dalam bentuk tertulis yang umumnya berupa laporan audit buku. Laporan audit buku terdiri dari tiga paragraf yaitu:

paragraf pengatar (introductory paragraph), paragraf lingkup (scope paragraph), dan paragraf pendapat (opinion paragraph).

Laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan ini merupakan komponen-komponen yang bisa menggambarkan kondisi keuangan perusahaan, perkembangan perusahaan, dan keberhasilan perusahaan dalam satu periode tertentu.

Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar investor dalam pengambilan keputusan.

Audit Delay

Audit delay merupakan lamanya waktu penyelesaian audit dari akhir tahun fiskal perusahaan sampai tanggal laporan audit keluar. Menurut Setyahadi (2012), audit delay merupakan lamanya waktu penyelesaian audit terhitung mulai dari tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan audit tersebut.

Audit Delay = tanggal penutupan tahun buku – tanggal audit laporan keuangan

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun.

Ukuran perusahaan merupakan fungsi dari kemampuan perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangan karena perusahaan yang besar lebih cenderung memiliki audit delay yang lebih pendek dibandingkan dengan perusahaan kecil, dikarenakan perusahaan besar lebih diperhatikan oleh para investor, kreditor, dan juga masyarakat yang membutuhkan laporan keuangan tersebut untuk pengambilan keputusan bisnisnya, sehingga perusahaan besar diharapkan dapat menyampaikan laporan keuanganya lebih cepat.

Ukuran Perusahaan = log n (Total Aktiva)

Solvabilitas

Menurut Hery (2016), solvabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibanya. Solvabilitas digunakan untuk mengukur kemempuan perusahaan dalam membayar semua hutang baik jangka panjang maupun hutang jangka pendek dengan menggunakan harta perusahaan.

(5)

Solvabilitas sering disebut dengan leverage ratio. Leverage ratio merupakan pengukur tingkat aktiva perusahaan yang telah dibiayai oleh penggunaan hutang. Tingginya rasio debt to equity (DER) mencerminkan tingginya rasio keuangan perusahaan. Tingginya rasio ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan perusahaan tersebut tidak mampu melunasi kewajibannya berupa hutang baik hutang pokok maupun hutang bunga, Kesulitan ini merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan dimata masyarakat. Maka pihak manajemen cenderung menunda penyampaiaan laporan keuangannya. Penelitian ini memilih rasio DER karena rasio ini mampu menunjukkan seberapa rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang, rasio ini diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER).

DER Total Kewajiban

Total Ekuitas 100%

Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu. Dengan semakin besar rasio profitabilitas suatu perusahaan maka semakin baik pula kinerja perusahaan sehingga perusahaan akan cenderung untuk memberikan informasi tersebut pada pihak-pihak yang berkepentingan. Akan tetapi jika perusahaan mengalami kerugian, maka manajemen akan menunda untuk mempublikasikan laporan keuangan perusahaan untuk menghindari ketidak nyamanan dalam menyampaikan berita buruk tersebut.

Adapun profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan ratio Return on Assets (ROA) yaitu perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva. Rumus yang digunakan untuk menghitung ROA adalah:

ROA Laba Bersih Sesudah Pajak

Total Aset 100%

Kerangka Pemikiran

Adapun kerangkat pemikiran dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Kerangka Pemikiran

3. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif.

Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai ciri-ciri variabel yang diamati berdasarkan statistik yang diperoleh. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian yang digunakan adalah seluruh perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016 yaitu sebanyak 43 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan umtuk penelitian ini adalah metode selective data, dari kriteria tersebut didapat 18 sampel perusahaan Perbankan yang memenuhi kriteria. Dengan jumlah observasi 90 (18 x 5 tahun).

Teknik analisis yang digunakan penelitian ini adalah linier berganda. Keseluruhan tabulasi dan pengolahan data menggunakan SPSS.

(6)

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil analisis statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum

ROA 90 .00 .03

DER 90 .86 13.87

Ukuran Perusahaan 90 15.69 29.59 Audit Delay 90 -25.00 85.00 Valid N (listwise) 90

Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai minimum ukuran perusahaan 15,69 solvabilitas adalah 0,86 dan profitabilitas adalah 0,00. Nilai terendah atau nilai minimum memiliki nilai positif. Demikian dengan nilai tertinggi atau nilai maksimum memiliki nilai positif.

Hasil Uji Normalitas

Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 90

Normal Parametersa,,b

Mean .0000000

Std. Deviation 20.22782378 Most Extreme

Differences

Absolute .094

Positive .094

Negative -.066

Kolmogorov-Smirnov Z .891

Asymp. Sig. (2-tailed) .406

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Dari Tabel 2, Kolmogorov-Smirnov (K-S) adalah 0,891 dan signifikan pada 0,406 sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam model regresi telah terdistribusi secara normal, dimana nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 (p = 0,406 > 0,05). Dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai observasi data telah terdistribusi secara normal dan dapat dilanjutkan dengan uji asumsi klasik lainnya.

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Hasil Uji Heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan grafik Scatterplot tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tidak membentuk pola teratur atau tidak teratur dan berada dibawah angka nol pada sumbu y, maka Hal ini mengidentifikasikan tidak terjadinya Heteroskedastisitas pada model regresi sehingga model regresi layak dipakai.

(7)

Hasil Uji Multikolineritas

Adapun hasil uji Multikolineritas dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Uji Multikolineritas Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 Ukuran

Perusahaan

.970 1.031

DER .972 1.028

ROA .980 1.021

a. Dependent Variable: Audit Delay

Hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan keseluruhan variabel memiliki nilai lebih dari 0,10 yaitu 0,970 ; 0,972 ; 0,980 yang berarti tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Hasil perhitungan VIF juga menunjukkan hal yang sama. Tidak satupun variabel independen memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

Hasil Uji Autokorelasi

Hasil uji Autokorelasi dapat dilihat pada Tabel 4.

Model Durbin-Watson

1 1.981a

a. Predictors: (Constant), ROA, DER, Ukuran Perusahaan

b. Dependent Variable: Audit Delay

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ada korelasi pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Pada tabel dibawah hasil uji DW (Durbin Watson) sebesar 1.981 dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 90 dan jumlah variabel bebas 3 sehingga diperoleh nilai du sebesar 1.726 dan nilai dl sebesar 1.588, nilai 4 – du sebesar 2,274 maka du <

DW < 4-du (1,726 < 1,981 < 2,274). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi dan dapat dilanjutkan kepenelitian selanjutnya.

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Berdasarkan Tabel 5 dapat diperoleh hasil persamaan regresi berikut:

AD = 28,907 – 0,444 Ukuran Perusahaan – 1,377 Solvabilitas + 1219,773 Profitabilitas.

Penjelasan:

Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Model t Sig.

1 (Constant) 1.765 .081

UkuranPerusahaan -.645 .521

DER -1.614 .110

ROA 4.290 .000

a. Konstanta sebesar 28,907 menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel independen (X1, X2, dan X3) maka audit delay perusahaan perbankan sebesar 28,907 hari

b. X1 adalah ukuran perusahaan sebesar -0,444, menunjukkan bahwa setiap kenaikan total asset sebesar 1 satuan maka akan menurunkan audit delay sebesar 0,444. Dengan asumsi variabel lain tetap. Berarti setiap kenaikan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay.

(8)

c. X2 adalah solvabilitas sebesar -1,337, menunjukkan bahwa setiap kenaikan solvabilitas sebesar 1 satuan akan menurunkan audit delay sebesar 1,337. Dengan asumsi variabel lain tetap. Berarti kenaikan solvabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay.

d. X3 adalah profitabilitas sebesar 1219.773, menunjukkan bahwa setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1 satuan maka akan menaikan audit delay sebesar 1219.773. dengan asumsi variabel lain tetap. Berarti kenaikan profitabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay.

Hasil Uji Regresi Parsial (Uji t)

Hasil Uji Regresi Parsial dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Hasil Uji Regresi Parsial (Uji t) Coefficientsa

Model t Sig.

1 (Constant) 1.765 .081

Ukuran Perusahaan -.645 .521

DER -1.614 .110

ROA 4.290 .000

a. Dependent Variable: Audit Delay

Hasil dari uji t mendapatkan bahwa ukuran perusahaan dan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay atau variabel terikat, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Berikut ini penjelasan secara deskriptif mengenai hasil uji t.

a. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay.ditunjukkan bahwa nilai t untuk variabel ukuran perushaan sebesar -0,645 dengan nilai signifikan 0,521. Nilai signifikan sebesar 0,521 lebih besar dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Berarti secara parsial ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay.

b. Solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay.ditunjukkan bahwa nilai t untuk variabel solvabilitas sebesar -1,614 dengan nilai signifikan.0,110. Nilai signifikan sebesar 0,110 lebih besar dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak dan H0 diterima.

Berarti secara parsial solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.

c. Profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay.ditunjukkan bahwa nilai t untuk variabel profitabilitas sebesar 4,290 dengan nilai signifikan 0,000. Nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan H0 ditolak. Berarti secara parsial profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay.

Hasil Uji Simultan (Uji F)

Hasil Uji Simultan (Uji F) dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAb

Model F Sig.

1 Regression 7.805 .000a

Residual Total

a. Predictors: (Constant), ROA, DER, Ukuran Perusahaan

b. Dependent Variable: Audit Delay

Berdasarkan tabel diatas maka Ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay.ditunjukkan bahwa perolehan sebesar 7,805 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari pada nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan H4 diterima dan H0 ditolak. Berarti secara simultan keseluruhan variabel independen berpengaruh terhadap audit delay.

(9)

Hasil Uji Koefisien Derterminasi

Hasil Uji Koefisien Determinasi dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

1 .463a .214 .187

a. Predictors: (Constant), ROA, DER, Ukuran Perusahaan

b. Dependent Variable: Audit Delay

Model summary besarnya Adjusted R Square adalah 0,187, hal ini berarti bahwa 18,7% dari variasi atau perubahan dalam audit delay dapat dijelaskan oleh variabel independennya (ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas), sedangkan sisanya 81,3% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model. Berarti korelasi atau hubungan antara audit delay dengan variabel independennya lemah (dibawah standar 0,5) karena hanya bisa menjelaskan 18,7% saja.

PEMBAHASAN

Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay.

Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis regresi parsial diperoleh nilai koefisien regresi variabel ukuran perusahaan sebesar -0,645 dengan nilai signifikan 0,521. Nilai signifikan sebesar 0,521 lebih besar dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang pertama H1 ditolak dan H0 diterima. Berarti secara parsial, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saemargani (2015) dimana dalam penelitiannya menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,228>0,05) dan nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (1,228<2,030) maka hipotesis ditolak, itu artinya ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Oleh sebab itu, perusahaan yang memiliki aset besar maupun kecil mempunyai kemungkinan yang sama dalam menghadapi tekanan atas penyampaian laporan keuangan. Salain itu, auditor juga menganggap bahwa dalam proses pengauditan berapapun jumlah aset yang dimiliki perusahaan akan diperiksa dengan cara yang sama sesuai dengan prosedur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Armansyah (2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan akan melaporkan hasil laporan keuangannya lebih cepat, karena perusahan besar memiliki banyak informasi dan memiliki sistem pengendalian internal perusahaan yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam menyusun laporan keuangan yang memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemungkinan ukuran perusahaan dapat mempengaruhi waktu penyelesaian audit.

Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay.

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa solvabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis regresi parsial, diperoleh nilai koefisien regresi variabel solvabilitas sebesar -1,614 dengan nilai signifikan 0,110. Nilai signifikan sebesar 0,110 lebih besar dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang kedua H2 ditolak dan H0 diterima. Berati secara parsial, solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saemargani (2015), solvabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay. Kemampuan perusahaan dalam membayarkan semau utang-utangnya ternyata tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal tersebut disebabkan oleh karena standar pekerjaan auditor yang telah diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang menyatakan bahwa pelaksanaan prosedur audit perusahaan baik yang memiliki total utang besar dengan jumlah debtholder yang banyak atau perusahaan dengan utang yang kecil dengan jumlah debtholder sedikit tidak akan mempengaruhi proses penyelesaian audit laporan keuangan, dikarenakan

(10)

auditor yang telah ditunjuk pasti telah menyediakan waktu sesuai dengan kebutuhan untuk menyelesaikan proses pengauditan utang.

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Candraningtiyas (2017) mengatakan bahwa solvabilitas mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap audit delay. Alasannya, karena proses pengauditan utang relatif membutuhkan waktu yang lama dibandingkan pengauditan ekuitas, khususnya apabila jumlah debtholder-nya banyak. Alasan yang dapat mendukung hubungan antar debt to asset ratio adalah pertama, bahwa total debt to total assets ratio mengindikasikan kesehatan dari perusahaan.

Proporsi total debt to total assets ratio yang tinggi akan meningkatkan kegagalan perusahaan sehingga auditor akan meningkatkan perhatiannya, dikarenakan adanya kemungkinan laporan keuangan kurang dapat dipercaya. Alasan yang kedua, mengaudit utang memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mengaudit modal. Biasanya mengaudit utang labih melibatkan banyak staf dan lebih rumit dibandingkan mengaudit modal. Dalam hal ini perusahaan akan mengurangi resiko dengan mengundurkan publikasi laporan keuanganya dan mengulur waktu dalam laporan auditnya. Ini memberikan tanda kepasar bahwa perusahaan dalam tingkat resiko yang tinggi. Dengan demikian, auditor akan mengaudit laporan keuangan dengan lebih seksama dan membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga dapat membuat laporan keuangan terlambat untuk dipublikasikan.

Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay.

Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis parsial, diperoleh nilai koefisien regresi variabel profitabilitas 4,290 dengan nilai signifikan 0,000. Nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai α sebesar 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang ketiga H3 diterima dan H0 ditolak. Bararti secara parsial, profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saemargani (2015) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan, maka ada kecenderungan semakin singkatnya suatu audit delay. Sebaliknya, jika semakin kecil tingkat profitabilitas maka akan mendorong kecenderungan semakin lamanya suatu audit delay perusahaan. Hal ini dikerenakan, perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung mempercepat proses auditingnya, agar dapat mempublikasikan hasil kinerja mereka yang dianggap baik, sehingga dapat meningkatkan citra baik bagi perusahaan. Sebaliknya, apabila tingkat profitabilitas suatu perusahaan rendah, maka perusahaan akan cenderung menunda mempublikasikan hasil kinerja perusahaan, karena rendahnya profitabilitas suatu perusahaan menandakan hasil kinerja perusahaan yang kurang baik.

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Armansyah (2015) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Karena kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba berdasarkan aktiva yang dimiliki ternyata tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhapat keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Banyak perusahaan yang mengalami kenaikan profit namun kenaikan itu tidak begitu besar, apalagi ada yang mengalami kerugian. Selain itu mungkin tuntutan pihak-pihak yang berkepentingan tidak begitu besar sehingga tidak memacu perusahaan untuk mengkomunikasikan laporan keuangan yang di audit lebih cepat.

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, dan Profitabilitas terhadap Audit Delay

Hasil hasil hipotesis keempat menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas mempunyai berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar BEI tahun 2012-2016. Setelah dilakukan perhitungan dengan analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifilkan F sebesar 0,000. Hal ini ditunjukkan dengan probabilitas yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Candraningtiyas (2017) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat faktor yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran kantor akuntan publik mempunyai pengaruh positif secara simultan terhadap audit delay pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2012-2015.

Ukuran perusahaan biasanya dilihat dari total asset untuk menunjukkan besar atau kecilnya suatu perusahaan. Perusahaan besar mempunyai total asset, penjualan, maupun ekuitas yang besar juga, begitupun sebaliknya, perusahaan kecil memiliki total asset, penjualan, dan ekuitas yang kecil. Sehingga, perusahaan yang besar memiliki kecenderungan yang besar untuk mengungkapkan laporan keuangan dan laporan auditnya.

(11)

Solvabilitas merupakan rasio yang menggambarkan kemapuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang, Hery (2016). Tingkat solvabilitas menunjukkan resiko perusahaan sehingga berdampak pada ketidakpastian harga saham. Bila tingkat solvabilitas tinggi, maka resiko kegagalan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman juga akan tinggi, begitupun sebaliknya.

Profabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu. Profitabilitas diukur dengan rasio Return On Asset (ROA) yang dihitung berdasarkan EBIT dibagi dengan total aktiva. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi diduga waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan auditnya akan lebih pendek dibandingkan perusahaan dengan profitabilitas rendah.

5. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diperoleh, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Ukuran perusahaan yang diproksikan dengan total asset secara parsial tidak berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan.

2. Solvabilitas yang diproksikan melalui rasio DER secara parsial tidak berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan.

3. Profitabilitas diproksikan dengan rasio ROA secara parsial berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan perbankan.

4. Ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas memiliki pengaruh secara bersama-sama atau secara simultan terhadap audit delay pada perusahaan perbankan.

Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kurangnya jumlah variabel independen, yang hanya memiliki tiga variabel independen, yaitu ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas. Alasanya, karna ketiga variabel ini jarang diteliti oleh peneliti lainya

2. Perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini atau yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini hanya 18 perusahaan perbankan, sehingga penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk semua perusahaan.

3. Koefisien determinasi dalam penelitian ini hanya sebesar 0,187 atau 18,7%, yang berarti bahwa ukuran perusahaan, solvabilitas, dan profitabilitas secara bersama-sama dapat menentukan besarnya perubahan audit delay sebesar 18,7%, sedangkan 81,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, contohnya opini auditor, KAP, dan umur perusahaan.

Saran

Berdasarkan hasil dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Pada penelitian ini tingkat variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen sangat kecil dimana hanya 18,7%, maka disarankan agar menambah variabel independennya yang dapat diperkirakan memiliki pengaruh kuat terhadap audit delay seperti jenis opini auditor, ukuran KAP, kompetensi audit internal, dan umur perusahaan. Sehingga hasil penelitian ini lebih mampu memprediksi faktor yang benar-benar mempengaruhi audit delay.

2. Penelitian ini hanya menggunakan sampel perusahaan perbankan, maka disarankan untuk memperbanyak sampel, ataupun menggunakan sampel perusahaan jenis lain untuk dapat melihat bagaimana audit delay pada perusahaan-perusahaan lain tersebut, seperti perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa.

3. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti jenis perusahaan yang berbeda dengan menambahkan variabel independennya untuk mendapatkan hasil yang dapat berpengaruh terhadap audit delay.

4. Untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengembangkan variabel penelitian, menguragi kekurangan yang terjadi, dan dapat menjelaskan lebih menyeluruh tentang penelitiannya.

5. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah periode penelitian lebih dari 5 tahun.

DAFTAR PUSTAKA

(12)

Armansyah Fendi. (2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Opini Auditor terhadap Audit Delay. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA Surabaya).

Candraningtiyas, Sulindawati, Wahyuni. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, dan Ukuran KAP terhadap Audit Delay pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2012-2015. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia.

Carbaja, I,. K. I. C. Dan I. K. Yadnyana. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perushaan, Reputasi KAP, dan Penggantian Auditor pada ketidak tepatan waktu pelaporan keuangan. E-Jurnal.

Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 13 (12).

Donabella, A. A. (2015). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Reporting Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang

Estrini, D. H. Dan H. Laksito. (2013). Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2009-2011). Skripsi.

Diponegoro Journal Of Accounting. Vol. 2 (2): 1-10.

Esynasali Violetta Sebayang. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan-perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efak Indonesia Tahun 2010-2012). Skripsi. Universitas Diponegoro.

Fitria, Y.G.P. Purnamasari. (2015). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan dalam Indeks LQ 45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010- 2013. Prosiding Penelitian SPeSIA 2015.

Haryono Yusuf. (2001). Auditing (Pengauditan) Book I. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

https://www.finansialmu.com/4-karakteristik-laporan-keuangan-baik-menurut-iai/

Imam Ghozali. (2014). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Book. Semarang ; Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Jensen, M. C., and W.H. Meckling. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Jurnal of Financial Economics. Vol. 3, No. 4: 305-360.

Jogiyanto. (2012). Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi ke tujuh. Book. Yogyakarta: BPFE.

Kamsir. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Edisi ke satu. Book. Jakarta; Rajagrafindo Persada.

Kartika, A. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Manufaktur yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal, Dinamika keuangan dan perbankan. Vol. 3 (2).

Kusumawati Riyani. (2013). Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay pada Emiten Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

Malinda Dwi Apriliane. (2013). Analisis faktor-faktor Yang mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun2008-2013).

Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Mulyadi. (2013). Auditing Buku I. Jakarta : Salemba Empat.

Rahmawati, S. (2008). Pengaruh faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Audit Delay. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 10

Rustiarini , N. W. M. Sugiarti. (2013). Pengaruh Karakteristik Auditor, Opini Audit, Audit Tenure, Pergantian Auditor pada Audit Delay. Jurnal Ilmiah dan Humanika JINAH. Vol. 2, (2).

Saemargani I. Fitria. (2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas Perusahaan, Solvabilitas Perusahaan, Ukuran KAP, dan Opini Auditor terhadap Audit Delay (Studi Kasus pada Perusahaan LQ 45 yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2013). Skripsi.

Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Sari K. Hani. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Delay pada perusahaan Manufaktur Tahun 2010-2014. Jurnal. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIESIA) Surabaya.

Setyahadi. (2012). Pengaruh Probabilitas Kebangkrutan pada Audit Delay. Skripsi. Universitas Udayana.

Denpasar.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Book.

Bandung : Alfabeta.

Wahyuningsih Sri. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas terhadap Audit Delay (Studi Kasus Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI). Jurnal.Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Jember.

(13)

Yulianti, Ani. (2011). Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Zebriyanti E. Devi (2016). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Audit Delay pada Perusahaan Perbankan. Jurnal. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas dan efektifitas dari suatu kerusakan dinding bata tanpa tulangan dan diperkuat menggunakkan ferosemen, pada

Secara garis besar beberapa permasalahan yang terjadi pada proses transaksi media sosial, produk kosmetik bleacing (pemutih badan) dimana konsumennya hampir

Timor Raya Asam 3 Camplong Kupang NTT.. KUDAM

Fungsi Nilai moral Penanaman/ penerapan AGAMA Kepedulian Tenggangrasa  berkunjung ke panti asuhan, atau saudara/tetangga yang sedang terkena musibah/sakit  saling membantu

kacang benguk (Mucuna pruriens) akan disusun menjadi bahan ajar dalam.

informasi publik ini dibatasi dengan hak individual dan privacy seseorang terkait dengan data kesehatan yang bersifat rahasia (rahasia medis). Jadi dalam hal ini dapat dianalisis

Penulis memberikan 3 skenario yaitu skenario finansial dimana perusahaan menabungkan surplus kas yang dimiliki dalam bentuk deposito, skenario operasional dimana

Penulis mengamati kondisi perusahaan pada tahun 2016 mengalami kerugian sebesar -Rp30.562.967 lalu penulis juga melihat adanya biaya yang besar pada biaya angkut sebesar