• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

KETENTUAN POKOK PENGEMBANGAN KURIKULUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA

TAHUN 2021

A. PENDAHULUAN

UMPR merupakan salah satu universitas swasta terbesar di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagal universitas swasta terbesar UMPR memiliki tanggugjawab yang besar untuk menjalankan kegiatan operasional pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk melakukan hal tersebut maka UMPR harus memiliki Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) yang akan menjadi acuan bagi semua lembaga dan unit pada setiap kegiatan operasionalnya sehingga cita-cita dari UMPR akan tercapai.

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran merupakan syarat yang harus ada bagi sebuah institusi ataupun organisasi. Setiap institusi memiliki VMTS yang tidak sama, semuanya tergantung dari tujuan yang akan dicapai oleh institusi. Visi juga dikenal sebagai cita-cita atau standar utama bagi sebuah institusi yang akan di capai. Misi adalah segala sesuatu yang harus di lakukan untuk mewujudkan visi.

Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni (Ipteks) yang berlangsung sangat dinamis, terutama perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga berdampak terhadap perlunya peningkatan pada penguasaan pengetahuan pedagogi (pedagogical knowledge), pengetahuan bidang studi (content knowledge), pengetahuan pedagogibidang studi (pedagogical content knowledge) dan pengetahuan teknologi pedagogi bidang studi (technological pedagogical content knowledge), konten kurikulum dan proses pembelajaran yang inovatif.

Perkembangan Ipteks pada Abad 21 pun mengharuskan perguruan tinggi mengubah orientasi pengembangan kurikulumnya dari yang semula berorientasi kepada konten keilmuan, menjadi berorentasi kepada kebutuhan mahasiswa untuk menjadikan pembelajar sepanjang hayat (life long learners) yang lebih mandiri dan mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman yang dinamis. Dalam konteks ini,

(5)

mengintegrasikan kecakapan, yaitu: (1) learning and innovation skills mencakup critical thinking and problem solving, communication and collaboration, creativity and innovation, (2) information, media and technology skills yang mencakup information literacy, media literacy, dan technology literacy, (3) life and career skills meliputi flexibility dan adaptability, initiative and self-direction, social and cross culture interaction, productivity and accountability, leadership and responsibility. Ketiga kecakapan tersebut harus menjadi landasan dalam merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbagai program studi di lingkungan UMPR baik menyangkut domain sikap (attitude), keterampilan umum dan keterampilan khusus (skills), maupun pengetahuan (knowledge) yang dipandang dapat membekali lulusan berdaptasi dengan perubahan global yang dinamis.

Tuntutan profesi yang diamanatkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan mempersyaratkan dimilikinya sertifikat profesi untuk semua bidang keahlian sebagai bukti akuntabilitas terhadap stakeholders juga berdampak terhadap perlunya penyempurnaan penyelenggaraan program pendidikan.

Kebutuhan masyarakat yang terungkap melalui hasil studi penelusuran lulusan menujukkan bahwa aspek integritas (etika dan moral), kemampuan berbahasa asing, penggunaan TIK, kerja sama tim, pembentukan karakter dan pengembangan diri serta kepemimpinan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pengembangan kurikulum. Hasil penelusuran tersebut juga berdampak terhadap perlunya penyempurnaan model, strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang harus berorientasi pada belajar mahasiswa dalam rangka penyiapan sumber daya manusia abad 21.

Perubahan regulasi, kelembagaan, perkembangan Ipteks, tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat sebagaimana dijelaskan di atas berdampak terhadap perlunya penyempurnaan semua komponen kurikulum. Penyempurnaannya meliputi perumusan CPL, isi kurikulum, model pembelajaran berorientasi kemandirian dan keaktifan belajar mahasiswa (student active learning), dan penilaian yang dapat

(6)

mengidentifikasi serta memetakan proses dan hasil belajar mahasiswa yang mampu beradaptasi terhadap dinamika masyarakat global yang dihadapinya.

Perencanaan Strategis UMPR 2019-2023 menggunakan pendekatan, dan sekaligus akan menjadi slogan bagi segenap civitas akademika UMPR. Pendekatan yang dimaksud adalah Green Islamic Campus. Pendekatan perencanaan ini dimaksudkan sebagai upaya menjawab tantangan UMPR sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan masyarakat dalam sepuluh tahun mendatang, sekaligus mencoba mengikuti dan memajukan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Renstra 2019-2023 merupakan bagian dari serangkaian Rencana Strategis UMPR yang telah disusun dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Tahun 2015 – 2045 sebagai Rencana Jangka Panjang. Dalam Renstra 2008-2013 telah dijabarkan sasaran, indikator, target dan strategi pencapaiannya yang dikelompokkan dalam 10 (sepuluh) bidang. Setelah mengkaji berbagai kondisi internal dan eksternal, relevansi pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dan efisiensi pendidikan maka UMPR menetapkan 10 (sepuluh) program strategis utama yaitu (1) Peningkatan Citra Perguruan Tinggi; (2) Pengembangan Program Studi; (3) Kualitas Mahasiswa dan Lulusan; (4) Kualitas Sumber Daya Manusia; (5) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; (6) Suasana Akademik dan Administrasi; (7) Tata Pamong; (8) Pengembangan Sarana Fisik; (9) Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi; (10) Kerjasama.

Berdasarkan rasionalitas di atas, maka disusun Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UMPR Tahun 2021 sebagai berikut:

B. KETENTUAN UMUM

Beberapa pengertian dalam Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum UMPR ini dijelaskan sebagai berikut:

1. Standar pengembangan kurikulum adalah kriteria minimal yang harus dipenuhi dalam penyusunan semua komponen kurikulum.

2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses pembelajaran, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan Program Studi.

(7)

3. Desain kurikulum adalah suatu model yang merujuk kepada konseptualisasi dan organisasi komponen kurikulum ke dalam pola yang koheren antara rancangan, implementasi dan evaluasi kurikulum.

4. Implementasi kurikulum adalah pelaksanaa pembelajaran dengan mengoptimalkan peran dosen sebagai fasilitator, dengan menerapkan prinsip pembelajaran interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada aktifitas mahasiswa.

5. Evaluasi kurikulum adalah kegiatan untuk memperoleh informasi sebagai dasar untuk membuat keputusan tentang efektifitas dan efisiensi kurikulum yang meliputi: input, dokumen kurikulum, implementasi atau proses pelaksanaan kurikulum, hasil kurikulum dan dampaknya.

6. Hasil kurikulum adalah capaian yang diperoleh dari implementasi kurikulum yang tergambarkan pada proses dan hasil perkuliahan serta kegiatan lainnya sesuai dengan tuntutan pendidikan abad 21.

7. Dampak kurikulum adalah pengaruh hasil implementasi kurikulum dan manfaat yang diperoleh lulusan dalam kehidupan di masyarakat sesuai dengan profesinya masing-masing.

8. Struktur kurikulum adalah pengelompokan mata kuliah berdasarkan sifatnya dan penempatan mata kuliah berdasarkan semester dalam menunjang pencapaian tujuan pendidikan.

9. Program studi disiplin ilmu pendidikan adalah program studi yang mengembangkan ilmu pendidikan dan mempersiapkan lulusannya memiliki kompetensi untuk bekerja dalam bidang kependidikan sebagai tenaga kependidikan.

10. Program studi pendidikan disiplin ilmu adalah program studi yang mengembangkan pendidikan disiplin ilmu dan mempersiapkan lulusannya memiliki kompetensi untuk bekerja dalam bidang kependidikan sebagai calon pendidik sesuai dengan disiplin ilmunya.

11. Program studi disiplin ilmu lainnya adalah program studi yang mengembangkan disiplin ilmu lainnya (ilmu agama, ilmu humaniora, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu formal, dan ilmu terapan) dan mempersiapkan

(8)

lulusannya memiliki kompetensi untuk bekerja sebagai teknisi, analis, ahli sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya.

12. Sertifikasi profesi adalah proses pemberian sertifikat profesi kepada lulusan pendidikan profesi.

13. Sertifikat profesi adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan perguruan tinggi kepada lulusan pendidikan profesi sebagai tenaga profesional.

14. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggara program lembaga pendidikan dinyatakan dalam kredit setiap semester.

15. Program Sarjana merupakan pendidikan akademik yang diperuntukkan bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks) melalui penalaran ilmiah.

16. Program Diploma merupakan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat untuk mengembangkan keterampilan dan penalaran dalam penerapan Ipteks.

C. DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Visi

Visi dari UMPR adalah”Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berlandaskan Iman dan Taqwa”

2. Misi

Misi UMPR yang tercantum dalam Statuta UMPR Tahun 2014 adalah sebagai berikut:

a. Menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahaan sesuai dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil- alamin;

b. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang Islami, berkualitas, dan akuntabel;

(9)

c. Menyelenggarakan penelitian yang berbasis pada riset unggulan dan kompetitif untuk meningkatkan ketaqwaan dan kesejahteraan umat;

d. Menyelenggarakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dengan mengacu pada falsafah huma betang dan NKRI;

e. Membangun sistem kelembagaan yang kuat untuk mendukung catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah;

3. Tujuan

Tujuan dari UMPR adalah

a. Mewujudkan kampus dengan sumber daya manusia yang berkomitmen untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, dalam upaya membangun akhlaqul karimah;

b. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, kompeten dan berdaya saing dalam pengembangan keilmuan dan profesi;

c. Menghasilkan penelitian unggulan berbasis pada potensi lokal yang mampu berkompetisi di tingkat regional, nasional, dan internasional, serta berguna bagi pembangunan masyarakat;

d. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kepekaan dan berkontribusi dalam upaya pemecahan masalah yang berkembang di masyarakat sebagai perwujudan falsafah huma betang dan NKRI;

e. Mewujudkan tata kelola kelembagaan yang solid, kredibel, dan berkemajuan.

D. KARAKTERISTIK KURIKULUM UMPR I. Kurikulum

1) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2) Kurikulum Pendidikan Tinggi yang menjadi dasar penyelenggaran program studi di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

(10)

3) Kurikulum Universitas Muhammadiyah Palangkaraya didesain menggunakan perpaduan pendekatan teknologis dan pendekatan disiplin ilmu. Pendekatan teknologis yaitu berbasis kompetensi dengan merujuk kepada organisasi kurikulum, dan kurikulum mencakup sikap (attitudes) dan nilai-nilai (values), keterampilan (skills), dan pengetahuan (knowledges) yang dimiliki oleh seseorang agar bertindak secara cerdas dan penuh tanggungjawab sebagi syarat dalam melaksanakan tugas di bidang pekerjaan tertentu sesuai standar yang ditetapkan.

Pendekatan disiplin ilmu merujuk organisasi kurikulum yang bertumpu pada pengetahuan tentang struktur disiplin ilmu, yakni pengetahuan tentang hubungan antara gagasan inti, konsep, dan prinsip termasuk integrasi keterampilan dan nilai-nilai yang melekat pada disiplin ilmu pengetahuan dan sesuai dengan dasar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

4) Masa peninjauan kurikulum dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sekali sedangkan pengembangan kurikulum dapat dilakukan setiap tahun.

5) Setiap Program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) sesuai dengan kebijakan, regulasi dan panduan tentang penyusunan kurikulum program studi berbasis KKNI sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

6) Kurikulum UMPR menggunakan Sistem SKS dan beban belajar mahasiswa dinyatakan dengan satuan kredit semester (sks).

7) Setiap program studi wajib mengembangkan system penjaminan mutu internal untuk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran program studi.

II. PROSES PERKULIAHAN

1) Setiap dosen wajib menyelenggarakan kuliah 16 (enam belas) kali pertemuan termasuk ujian tengah dan akhir semester.

2) Proses perkuliahan menggunakan metode pembelajaran menggunakan pendekatan Student Centered Learning (SCL) yang meliputi diskusi kelompok, Simulasi, Studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis riset,

(11)

pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

3) Pada setiap awal masa perkuliahan setiap dosen memberitahukan kepada mahasiswa peserta kuliah tentang satuan acara perkuliahan (SAP)/Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP), Modul/Panduan Praktikum, system dan bobot penilaian yang dipakai serta passing grade yang ditetapkan.

4) Mahasiswa yang berhak mengikuti kegiatan perkuliahan adalah mahasiswa yang namanya tercantung dalam daftar hadir kuliah.

5) Setiap dosen wajib mengisi presensi kuliah, memeriksa kehadiran mahasiswa dan mengisi jurnal pembelajaran.

6) Apabila dosen berhalangan hadir, dosen yang bersangkutan: a.

Memberitahukan hal tersebut kepada pihak program studi dan peserta kuliah b. Menggantikan perkuliahan pada waktu lain atau menggantinya dengan kegiatan yang setara.

7) Kegiatan mengganti jam perkuliahan dimasukkan ke dalam presensi kuliah.

8) Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan setiap mata kuliah dalam satu semester paling sedikit 80% (delapan puluh perseratus) pertemuan perkuliahan sebagaimana ayat (1).

9) Ketidakhadiran mahasiswa karena sakit, atau melaksanakan kegiatan kurikuler di luar kampus disertai dengan surat keterangan atau surat izin yang dapat dipertanggungjawabkan, dihitung hadir.

10) Mahasiswa yang tidak memenuhi kehadiran 80% (delapan puluh perseratus) tidak berhak mengikuti ujian akhir, dan mahasiswa yang bersangkutan diberi nilai E.

11) Mahasiswa wajib mengisi evaluasi perkuliahan masing-masing mata kuliah yang diikutinya melalui sistem informasi akademik.

III. SISTEM PENILAIAN

1) Penilaian berdasarkan kemampuan akademik seorang mahasiswa mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap/karakter yang mencerminkan kompetensi mahasiswa.

(12)

2) Penilaian hasil belajar menggunakan berbagai pendekatan sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa.

3) Penilaian dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah atau tim dosen pengampu mata kuliah.

4) Nilai mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen partisipasi dalam kegiatan perkuliahan, pengerjaan tugas/ laporan, dan nilai ujian yang mencerminkan penguasaan kompetensi mahasiswa.

5) Nilai yang diakui untuk mata kuliah yang diulang adalah nilai dari mata kuliah yang terbaik.

6) Nilai akhir suatu mata kuliah menggunakan skala 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) dengan bat (lima puluh enam).

7) Nilai akhir dikonversikan ke dalam huruf A, A-, B+, B, B-, C+, C, D, dan E.

Tabel 1. Nilai Akhir dan Konversinya

8) Nilai yang diakui untuk mata kuliah yang diulang adalah nilai dari mata kuliah yang tercantum pada KHS terakhir.

9) Mata kuliah yang diperbolehkan untuk diulang adalah mata kuliah dengan nilai paling tinggi C+.

E. KOMPETENSI LULUSAN UMPR

Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi telah memberikan arahan tentang pentingnya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Penjaminan mutu

(13)

seyogyanya meliputi semua proses dalam Pendidikan, salahsatu proses tersebut adalah kompetensi lulusan.

Kompetensi lulusan UMPR dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan yang terdiri atas Sikap, Keterampilan Umum (Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi). Capaian pembelajaran keterampilan khusus dan pengetahuan dikembangkan oleh masing-masing Program Studi dan/atau atas kesepakatan asosiasi/perkumpulan Program Studi sejenis yang mengacu pada deskripsi level CP KKNI (Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012).

Standar kompetensi lulusan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.

Standar kompetensi lulusan pada jenjang Pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk menetukan, mengembangkan serta menetapkan ilmu teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanuisaan. Dan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMPR MM/LP3MPT/P1/A.02.

F. KELOMPOK MATA KULIAH

1) Kelompok mata kuliah pada kurikulum di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya terdiri dari :

a. Mata Kuliah Wajib Umum/Nasional (MKWU) b. Mata Kuliah Wajib Institusi (MKWI)

c. Mata Kuliah Wajib Fakultas (MKWF) d. Mata Kuliah Wajib Program Studi (MKWP) e. Mata Kuliah Pilihan Program Studi (MKPP)

2) Mata Kuliah Wajib Umum/Nasional terdiri atas Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia.

3) Matakuliah Wajib Institusi terdiri atas Kemuhammadiyahan I, Kemuhammadiyahan II, Kemuhammadiyahan III, Ilmu Sosial Budaya Dasar/Ilmu Alamiah Dasar, dan Kewirausahaan.

(14)

4) Karya tulis ilmiah sebagai persyaratan kelulusan pada jenjang diploma terdiri atas Tugas Akhir (TA). Tugas Akhir adalah karya tulis yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa program Diploma dalam menyusun karya ilmiah sebagai muara dari keseluruhan pengalaman belajarnya, dan ditulis dengan tata cara penulisan karya ilmiah. Syarat untuk penulisan karya tulis ilmiah TA, terlebih dahulu harus lulus ujian komprehensif yang diselenggarakan masing-masing Prodi.

5) Karya tulis ilmiah sebagai persyaratan kelulusan pada program sarjana yang berupa Skripsi. Skripsi adalah karya tulis yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa program S1, dalam menyusun karya ilmiah sebagai karya dari keseluruhan pengalaman belajarnya, didasarkan atas hasil penelitian lapangan berbasis penerapan teori, dan ditulis dengan tata cara penulisan karya ilmiah. Skripsi dibuat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi yang ditempuh oleh mahasiswa. Salah satu syarat untuk mengajukan judul skripsi terlebih dahulu mahasiswa harus mengikuti dan lulus ujian komprehensif (ujian yang mengukur capaian pembelajaran lulusan program studi / CPL Prodi) yang diselenggarakan oleh masing-masing Program Studi.

6) Karya tulis ilmiah sebagai persyaratan kelulusan pada program pascasarjana berupan Tesis. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk memperdalam, memperluas, dan mengembangkan bidang studi/bidang ilmu, mengembangkan kemampuan mahasiswa Program Magister dalam Menyusun karya ilmiah sebagai muara dari keseluruhan pengalaman belajarnya, didasarkan atas hasil penelitian lapangan berbasis verifikasi teori atau hasil kajian berbagai teori, dan menghasilkan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi atau proceeding international. Syarat untuk penulisan karya tulis ilmiah Tesis, terlebih dahulu harus lulus ujian Kualifikasi yang diselenggarakan oleh maisng-masing program studi.

Program studi wajib menawarkan mata kuliah pilihan dan paket mata kuliah pilihan sejalan dengan prinsip fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum dan

(15)

perubahannya dapat ditinjau kembali secara periodik sesuai perkembangan didiplin ilmu dan kebutuhan lapangan.

G. KODE MATA KULIAH

Kode mata kuliah ditetapkan dengan mengacu pada system pemberian kode mata kuliah yang sudah ditetapkan. Setiap mata kuliah memiliki identitas yang ditandai oleh kode numerik dan kode huruf. Pemberian kode mata kuliah mengikuti pola berikut :

Tahun Kurikulum

(Numerik)

Semester (Numerik)

Kelompok Mata kuliah

(Huruf)

Kode tingkat Institusi

(Numerik)

Urutan Mata Kuliah (Numerik)

2 digit 1 digit 2 digit 3 digit 2 digit

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Digit ke.. Arti Digit Penjelasan/Keterangan 1 dan 2 Tahun kurikulum Diisi dua angka terakhir dari tahun SK kurikulum

3 Kode Semester Digit ketiga diisi dengan semester pelaksanaan mata kuliah pada program studi (1 digit):

a. Program Magister (S2) diisi semester 1, 2, 3, atau 4.

b. Program Sarjana (S1) diisi semester 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, atau 8.

c. Program Diploma (D 3) diisi semester 1, 2, 3, 4, 5, atau 6.

Diisi sesuai dengan semester pelaksanaan/ penawaran mata kuliah tersebut.

4 dan 5 Kode Kelompok Mata Kuliah

Digit 4 dan 5 diisi dengan kode kelompok mata kuliah dengan mengunakan huruf (2 digit):

a. Kelompok Mata Kuliah Wajib Umum diisi WU b. Kelompok Mata Kuliah Wajib Institusi diisi WI c. Kelompok Mata Kuliah Wajib Fakultas diisi WF d. Kelompok Mata Kuliah Wajib Program Studi diisi WP e. Kelompok Mata Kuliah Pilihan Program Studi diisi PP

Pembagian Kelompok Mata Kuliah Lihat Lampiran 2 6, 7, dan 8 Kode Tingkat

Institusi

Lihat Lampiran 1.

(16)

9 dan 10 Kode Nomor Urut Mata Kuliah

Digit 9 d an 10 menjelaskan tentang kode nomor urut mata kuliah.

Pengisian digit ini dengan ketentuan :

a. boleh dimulai dengan menggunakan urut 01

b. untuk mata kuliah agama, diakhir digit ke 10 diberikan tanda : 1) untuk Agama Islam

2) untuk Agama Kristen Protestan/Katolik 3) untuk Agama Hindu

4) untuk Agama Budha

Lampiran 1. Kode Tingkat Institusi

No. Tingkat Institusi Kode

1 Nasional dan Universitas 000

2 Fakultas dan Program Studi 001

I. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) : S1 001

a. Prodi Administrasi Negara 011

b. Prodi Ilmu Komunikasi 012

c. Prodi Magister Administrasi Publik 013 II. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) :S1 002

a. Prodi Bimbingan Konseling 021

b. Prodi Pendidikan Ekonomi 022

c. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 023 d. Prodi Pendidikan Teknologi Informasi 024 III. Fakultas Pertanian dan Kehutana (FAPERTAHUT) : S1 003

a. Prodi Agroteknologi 031

b. Prodi Kehutanan 032

IV. Fakultas Agama Islam (FAI) : S1 004

a. Prodi Peradilan Agama/Syariah 041

b. Prodi pendidikan Agama Islam 042

c. Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 043

V. Fakultas Teknik (FT) : S1 005

a. Prodi Teknik Sipil 051

b. Prodi Teknik Lingkungan 052

c. Prodi Ilmu Komputer 053

VI. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) : D3 006

a. Prodi Farmasi 061

b. Prodi Analis Kesehatan 062

Lampiran 2. Pembagian Kelompok Mata Kuliah a. Kelompok Mata Kuliah Wajib Umum diisi WU b. Kelompok Mata Kuliah Wajib Institusi diisi WI c. Kelompok Mata Kuliah Wajib Fakultas diisi WF d. Kelompok Mata Kuliah Wajib Program Studi diisi WP

(17)

G. PERANGKAT PERKULIAHAN

Perangkat perkuliahan terdiri atas: Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Bahan Ajar, Media Pembelajaran, dan Instrumen Evaluasi.

1. Rencana Pembelajaran Semester

a. RPS adalah rancangan pembelajaran suatu mata kuliah yang disusun dan dikembangkan untuk membantu mahasiswa memiliki kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam CP yang telah ditetapkan.

b. Rancangan dititikberatkan pada bagaimana memandu mahasiswa belajar agar memiliki kemampuan sesuai dengan CP yang ditetapkan dalam kurikulum program studi, bukan pada kepentingan kegiatan dosen mengajar.

c. Pembelajaran yang dirancang dalam RPS adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning disingkat SCL)

d. RPS atau istilah lain, wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, kebutuhan masyarakat serta para pengguna lulusan.

e. RPS disusun oleh dosen pengampu mata kuliah sebagai pedoman dalam pelaksanaan perkuliahan. RPS mata kuliah direview dan diperbarui minimal pada setiap awal semester.

f. Komponen RPS untuk setiap mata kuliah setidaknya terdiri atas.

1) Identitas Mata kuliah

Identitas Mata kuliah setidaknya terdiri atas: nama mata kuliah, nama dosen, kode mata kuliah, semester dan bobot sks mata kuliah serta status mata kuliah.

2) Deskripsi perkuliahan

a. Deskripsi Mata kuliah adalah uraian singkat mengenai mata kuliah, bersifat relatif permanen, dan menjadi pedoman bagi dosen untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi rencana pembelajaran atau dikenal dengan nama Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

b. Deskripsi mata kuliah disusun oleh dosen pengampu mata kuliah dan memuat setidaknya tentang kompetensi atau capaian pembelajaran umum yang diharapkan, garis-garis besar atau ruang

(18)

lingkup materi perkuliahan, pendekatan pembelajaran secara umum, evaluasi secara umum dan daftar pustaka utama.

3) Capaian Pembelajaran Program Studi (CPPS) yang dirujuk CPPS adalah deskripsi kemampuan (sikap, keterampilan umum, dan keterampilan khusus serta pengetahuan) yang menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan suatu program studi.

4) Capaian Pembelajaran Mata kuliah (CPM) atau Course Learning Outcome (CLO) adalah deskripsi kemampuan (sikap, keterampilan umum, dan keterampilan khusus, serta pengetahuan) yang menggambarkan rincian kompetensi yang harus dimiliki setelah menyelesaikan mata kuliah, sebagai bagian integral dari CPPS.

5) Deskripsi Rencana Pembelajaran yang dibuat dalam bentuk tabel, yang berisikan: Pertemuan ke, Sub-CPM/Indikator CPM, Bahan Kajian, Bentuk Pembelajaran, Waktu, Tugas, dan Penilaian, serta Rujukan.

H. PENGEMBANGAN KURIKULUM 1. Pengembangan Dokumen Kurikulum

a. Pengembangan kurikulm dilakukan oleh program studi dengan melibatkan pemangku kebijakan internal maupun eksternal, konsorsium keilmuan, pakar dan stekholder.

b. Pengembangan dokumen kurikulum program studi terdiri atas deskripsi tentang rasional, visi, misi, tujuan program studi, profil program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran program studi, proses pembelajaran dan sistem penilaian, struktur kurikulum, dan sebaran mata kuliah, serta pemetaan capaian pembelajaran dan mata kuliah sebagai lampiran.

b. Pengembangan kurikulum harus mampu mengaktualisasikan standar kompetensi lulusan UMPR, dengan tidak mengabaikan nilai-nilai kekhasan dan kompetensi yang dituntut pada Era Digital.

c. Pengembangan kurikulum melibatkan tim pengembang kurikulum tingkat universitas, fakultas termasuk pascasarjana, dan program studi.

(19)

d. Unsur universitas terdiri atas Tim Pengembang Kurikulum (TPK) UMPR bertugas menyusun pedoman pengembangan kurikulum, melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi.

e. Para koordinator mata kuliah bertugas mengembangkan perangkat pembelajaran untuk mata kuliah yang menjadi tanggung jawabnya.

f. Tim Pengembang Kurikulum Fakultas (TPK Fakultas) bertugas mengembangkan perangkat pembelajaran tingkat fakultas.

g. Tim Pengembang Kurikulum Program Studi (TPK Prodi) bertugas mengembangkan kurikulum program studi dan perangkat pembelajarannya.

h. TPK UMPR terdiri atas ketua, sekretaris, dan anggota yang dipilih dan ditetapkan oleh SK Rektor.

i. TPK Fakultas dan TPK Prodi masing-masing terdiri atas ketua dan anggota yang dipilih dan ditetapkan oleh SK Dekan.

2. Pendokumentasian Kurikulum

Pendokumentasian kurikulum dilakukan apabila kegiatan pengembangan/penyusunan kurikulum telah selesai dilaksanakan. Dokumen kurikulum akan diarsipkan oleh Fakultas dan Program studi dengan mengumpulkan arsip dokumen kepada Lembaga Pengembangan Pembelajaran (LPP).

J. IMPLEMENTASI KURIKULUM 1. Pelaksanaan Perkuliahan

a. Implementasi Kurikulum UMPR menetapkan prinsip pembelajaran interaktif, holistik, integrative, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa.

1) Pembelajaran interaktif adalah proses pembelajaran yang mengutamakan proses interaksi multiarah.

2) Pembelajaran holistik adalah proses pembelajaran yang mendorong terbentuknya pola pikir komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal, nasional, dan global.

(20)

3) Pembelajaran integratif adalah proses pembelajaran yang terintegrasi dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.

4) Pembelajaran saintifik adalah proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.

5) Pembelajaran kontekstual adalah proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.

6) Pembelajaran tematik adalah proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.

7) Pembelajaran efektif adalah proses pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian capaian pembelajaran lulusan secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.

8) Pembelajaran kolaboratif adalah proses pembelajaran yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi

9) Pembelajaran berpusat kepada mahasiswa adalah proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan, keterampilan dan sikap.

b. Proses pembelajaran pada setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau lebih pendekatan, model, strategi, metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi mata kuliah untuk memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan yang berorientasi pada kemampuan Abad 21.

c. Untuk program studi ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu wajib melaksanakan praktek pembelajaran mikro (micro teaching).

d. Bentuk pembelajaran dalam implementasi kurikulum di UMPR terdiri atas kuliah, responsi dan tutorial, seminar, praktikum, praktik studio, praktik

(21)

lapangan serta pembelajaran dalam bentuk lain yang menggunakan Information and Communication Technology (ICT).

e. Perkuliahan dilaksanakan oleh dosen penanggung jawab mata kuliah atau didampingi oleh asisten, dan atau dilaksanakan oleh tim dosen.

f. Jumlah rombongan belajar untuk D3 dan S1 maksimum 35 orang, S2 berjumlah 25 orang. Apabila jumlah mahasiswa yang mengontrak suatu mata kuliah melebihi ketentuan jumlah di atas, maka perkuliahan tersebut harus dilaksanakan dalam kelas-kelas paralel dengan memperhatikan prinsip kesetaraan.

g. Perkuliahan praktikum yang menggunakan laboratorium/tempat workshop/bengkel/lapangan, dilaksanakan oleh dosen dan laboran di bawah pengawasan Ketua Program Studi.

h. Pengendalian mutu proses pembelajaran dilakukan dalam forum pertemuan dosen mata kuliah sejenis/kelompok bidang keahlian, atau rapat dosen program studi.

i. Monitoring perkuliahan dilakukan oleh petugas khusus di tingkat Fakultas atau Program Studi dengan menggunakan instrumen terstandar.

j. Kelulusan mahasiswa dalam mata kuliah ditetapkan berdasarkan pencapaian terhadap capaian pembelajaran mata kuliah sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan dalam RPS.

k. Penetapan kelulusan menggunakan aturan yang disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

l. Ujian ulang hanya diberikan kepada mahasiswa yang mendapat nilai ujian D dan Tidak atau belum lulus, setelah mahasiswa yang bersangkutan mengikuti program remedial.

m. Penetapan kelulusan dalam ujian perbaikan/ulang dan kontrak mata kuliah yang kedua dan selanjutnya tidak mempertimbangkan nilai yang telah dicapai sebelumnya dan maksimal bernilai C.

n. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memuat kegiatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang membekali mahasiswa dalam memperoleh pengalaman praktik bidang keahlian sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing di institusi yang relevan.

(22)

o. Teknis pelaksanaan PPL diatur secara khusus dalam buku Pedoman Pelaksanaan Pelaksanaan PPL sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketentuan ini.

p. Program Penugasan Dosen ke Sekolah (PDS) dapat dikembangkan menjadi suatu program yang memfasilitasi penguatan dosen kependidikan tentang praktik kependidikan nyata dan mempererat kolaborasi dosen dan guru dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di satuan Pendidikan.

2. Semester Antara

a. Semester antara adalah program perkuliahan yang diselenggarakan diantara semester ganjil dan genap dalam rangka memperpendek masa studi dan atau mengulang mata kuliah.

b. Semester antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan tatap muka, paling sedikit 8 (delapan) minggu setara dengan 16 (enam belas) kali pertemuan termasuk ujian tengah semester antara dan ujian akhir semester antara.

c. Mata kuliah pada Semester Antara adalah mata kuliah yang tidak mengandung kegiatan praktik.

e. Beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (Sembilan) sks.

f. Sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

3. Perpindahan dan Studi Lanjut

A. Pindah dan Alih Jenjang Pindah Program Studi

1) Di lingkungan UMPR, perpindahan mahasiswa dari suatu program studi dapat dilakukan ke program studi lain, baik dalam bidang serumpun maupun tidak serumpun yang mempunyai jenjang setara.

2) Mahasiswa dapat diijinkan pindah apabila telah menempuh minimal 1 (satu) semester.

3) Proses pindah program studi dilakukan pada masa heregistrasi.

4) Mahasiswa pindah wajib melunasi segala biaya dan administrasi pada program studi sebelumnya.

5) Mahasiswa harus mengajukan permohonan pindah kepada Wakil Rektor I dengan disertai KHS atau Transkrip yang telah ditempuh di Program

(23)

Studi asal, surat persetujuan pindah dari Dekan Fakultas asal dan Dekan Fakultas yang dituju serta alasan kepindahan.

B. Pindah Masuk

1) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada dasarnya dapat menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggia lain.

2) Kepindahan berasal dari program studi yang memiliki akreditasi setara atau lebih tinggi

3) Pada perguruan tinggi asal, telah menempuh studi minimal 1 (satu) semester dan maksimum 6 (enam) semester untuk jenjang sarjana, maksimum 4 (empat) semester untuk jenjang diploma dan maksimum 2 (dua) semester untuk jenjang magister.

4) Pendaftaran mahasiswa pindahan dilakukan pada setiap waktu herregistrasi.

5) Persyaratan pindah masuk :

a. Surat permohonan tertulis yang ditujukan kepada Rektor c.q Wakil Rektor I berserta biodata diri lengkap dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

b. Surat persetujuan pindah dari dekan fakultas/Ketua/Direktor perguruan tinggi asal

c. Transkrip Nilai asli dari perguruan tinggi asal

d. Print out Forlap Dikti Data Mahasiswa pada perguruan tinggi yang diberi paraf dan cap stemple perguruan tinggi asal

6) Mahasiswa yang permohonan pindahannya diterima wajib memnuhi kewajiban administrasi yang berlaku dan menerima penetapan beban studi yang harus ditempuh di UMPR melalui proses konversi mata kuliah 7) Mahasiswa yang permohonan pindahanya diterima wajib menempuh

minimal 4 (empat) sesmter di UMPR.

8) Konversi mata kuliah ditetap melalui SK konversi dari Dekan Fakultas berdasarkan kurikulum yang berlaku dan dikenakan biaya konversi mata kuliah berdasarkan aturan yang berlaku

9) Pengaturan lebih lanjut mengenai pindahan ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor.

(24)

C. Pindah Keluar

1) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dapat mengajukan pindah ke perguruan tinggi lain apabila telah menempuh minimal 1 (satu) semester.

2) proses kepindahan dilakukan pada setiap akhir semester

3) Mengajukan surat permohonan tertulis yang ditujukan kepada Rektor c.q Wakil Rektor I dengan pesyaratan berkas pindah.

4) Persyaratan berkas pindah keluar :

a. Surat pertimbangan pindah dari Dekan Fakultas b. Surat pernyataan mengundurkan diri yang bermaterai c. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Akademik

d. Surat keterangan lunas biaya Pendidikan dari Bendahara UMPR e. Surat Keterangan Bebas Pinjam (SKBP) dari Perpustakaan

Universitas.

f. Surat bebas tanggungan dari Fakultas g. KHS asli

5) Mahasiswa yang permohonan pindah keluarnya disetujui akan menerima surat keterangan pindah yang ditandatangani oleh Rektor atau Wakil Rektor 1 serta menrima transkrip nilai yang ditandatangani oleh Kepala B.A.A

6) Surat Keterangan Pindah Keluar hanya diberikan 1 (satu) kali

7) Pengaturan lebih lanjut mengenai pindah ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor.

D. STUDI LANJUT 1) Perencanaan

a. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen adalah peningkatan mutu dosen melalui pendidikan dan pelatihan baik di dalam maupun luar negeri;

(25)

b. Pendidikan adalah pendidikan lanjutan ke program kualifikasi Magister (S2) atau Doktor (S3) di dalam maupun luar negeri. Untuk Pendidikan akademik dan/atau Pendidikan vokasi;

c. Pelatihan pendidikan dalam maupun luar negeri untuk mencapai kemahiran atau kecakapan sesuai spesialisasi;

d Studi lanjut adalah penugasan yang diberikan oleh Rektor kepada Dosen untuk melanjutkan Pendidikan program doctor (S3) atau yang setara baik di dalam maupun di luar negeri;

e. Beasiswa adalah biaya Pendidikan baik dari dalam maupun dari luar universitas;

f. Bantuan Pendidikan adalah bantuan biaya Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya;

g. Dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

h. tenaga kependidikan adalah pegawai di lingkungan UMPR yang diangkat dan mengabdikan diri untuk menunjang penyelenggaraan Pendidikan;

i. Pendidikan akademik adalah Pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya.

j. Pendidikan vokasi adalah Pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu.

k. Pendidikan profesi adalah Pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

2) Tujuan studi lanjut adalah :

a. Memenuhi kebutuhan akan tenaga yang memiliki keahlian atau kompetensi tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi serta pengembangan organisasi;

(26)

b. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, serta sikap dan kepribadian profesional dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan karir seorang pegawai;

c. Menyiapkan dosen mendapatkan jabatan fungsional akademik tertinggi (profesor);

d. Mengembangkan kualitas pegawai untuk mencapai visi, misi dan tujuan UMPR;

e. Menyiapkan tenaga kependidikan, untuk bidang ilmu yang akan dipelajari harus sesuai dengan kebutuhan UMPR dan /atau unit kerja;

f. Bidang ilmu yang di pilih harus sesuai dengan perencanan program pengembangan fakultas dan/atau universitas.

3) Ruang Lingkup :

a. Studi lanjut dapat berupa tugas belajar atau izin belajar.

b. Studi lanjut dapat dilaksanakan di dalam atau di luar negeri yang meliputi Pendidikan akademi, Pendidikan vokasi dan Pendidikan profesi;

c. Pendidikan akademik yang dapat dilaksanakan program Doktor (S3);

d. Pendidikan vokasi yang dapat dilaksanakan adalah Pendidikan Doktor (S3) terapan;

e. Pendidikan profesi merupakan Pendidikan spesialis.

f. Masa studi lanjut Program Pendidikan Doktor selama 6 (enam) semester dapat diperpanjang selama-lamanya 14 (empat belas) semester;

g. Bila batas waktu penyelesaian masa studi telah dilampaui, maka status dosen Studi Lanjut S3 dicabut berdasarkan SK Rektor.

4. Kriteria Keberhasilan Implementasi Kurikulum

a. Keberhasilan implementasi Kurikulum UMPR ditandai dengan hal-hal sebagai berikut.

1) Terwujudnya suasana kampus yang ilmiah, edukatif, dan religius.

(27)

2) Berlangsungnya proses pembelajaran yang inspiratif, kreatif, produktif, dan inovatif.

3) Meningkatnya IP dan produk kreatif mahasiswa dalam berbagai kegiatan di dalam dan di luar kampus.

4) Terwujudnya hubungan dialogis kreatif antara dosen, tenaga adminstrasi, dan mahasiswa dalam meningkatkan prestasi.

5) Meningkatnya komitmen dan gairah kerja dosen.

6) Terwujudnya hubungan simbiosis mutualistis antara UMPR dengan stakeholders (pengguna lulusan), dan kemitraan dengan Perguruan Tinggi lain di dalam dan luar negeri.

7) Lulusan UMPR memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja dan mutu lembaga tempat mereka bekerja, baik di lingkungan pemerintahan, perusahaan swasta maupun di lingkungan masyarakat.

b. Implementasi kurikulum harus didukung oleh tenaga dosen profesional dan dilengkapi dengan sarana/prasarana pendidikan, laboratorium/bengkel, perpustakaan, microteaching dan sumber belajar lainnya, insentif kerja, dana operasional perkuliahan yang memadai, serta lingkungan kampus yang kondusif.

c. Untuk mengefektifkan implementasi kurikulum sesuai dengan tujuan yang ditargetkan, maka setiap mata kuliah harus memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran (RPS, Bahan Ajar, Media, Instrumen Evaluasi) yang terstandar.

d. Dalam rangka mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelengkapan perangkat perkuliahan, harus ditinjau secara periodik dan disempurnakan setiap awal semester.

e. Dalam memutakhirkan materi perkuliahan, perkuliahan harus memanfaatkan berbagai sumber belajar yang mutakhir, berbasis TIK, dan hasil-hasil penelitian terbaru.

K. IJAZAH, SERTIFIKAT DAN SURAT KETERANGAN

1. Ijazah, sertifikat dan surat keterangan merupakan pengakuan atas prestasi belajar dan penguasaan kompetensi pada bidang keahlian tertentu.

(28)

2. Ijazah diberikan kepada lulusan Program Pendidikan Akademik dan Vokasional.

3. Sertifikat kompetensi diberikan kepada mahasiswa yang dinyatakan lulus dari uji kompetensi yang diikutinya.

4. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) atau Diploma Suplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, yang berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dan pengalaman akademik yang diperoleh lulusan pada Program Pendidikan Akademik dan Vokasional.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai Ijazah, Sertifikat, Gelar, dan SKPI diatur tersendiri dalam peraturan akademik.

L. EVALUASI KURIKULUM

1. Evaluasi kurikulum merupakan bagian integral dari pelaksanaan Pendidikan.

2. Evaluasi kurikulum adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk memperoleh informasi implementasi kurikulum yang sedang berjalan dan/atau yang sedang dikembangkan untuk tujuan perbaikan.

3. Evaluasi kurikulum terdiri atas evaluasi formatif untuk tujuan perbaikan atau penyempurnaan pada sebagian kurikulum; dan evaluasi sumatif untuk tujuan perbaikan secara menyeluruh dalam rangka pengambilan kebijakan dan tindaklanjut.

4. Evaluasi kurikulum mencakup penilaian terhadap desain, implemenetasi, hasil yang dicapai dan dampak sebagai berikut.

a. Evaluasi desain kurikulum dilakukan melalui telaah terhadap seluruh komponen kurikulum yang tertuang dalam dokumen kurikulum, RPS dan kelengkapan perangkat pembelajaran.

b. Evaluasi implementasi kurikulum dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut.

1) Kinerja mahasiswa dalam pembelajaran.

2) Kinerja dosen dalam perkuliahan.

3) Pelaksanaan perkuliahan melalui monitoring perkuliahan.

4) Pemanfaatan sarana pendukung kegiatan perkuliahan.

5) Kesesuaian antara desain dan pelaksanaan perkuliahan.

c. Evaluasi hasil dilakukan melalui hal sebagai berikut.

(29)

1) Kajian terhadap kinerja mahasiswa meliputi kinerja pada setiap mata kuliah (Indeks Prestasi atau disingkat IP) dan pada keseluruhan mata kuliah (Indeks Prestasi Kumulatif atau disingkat IPK).

2) Kajian terhadap masa studi dan masa tunggu perolehan pekerjaaan.

d. Evaluasi dampak dilakukan melalui hal sebagai berikut.

1) Kajian terhadap kinerja lulusan yang menggunakan kurikulum yang bersangkutan.

2) Kajian terhadap kinerja lulusan dilakukan ketika yang bersangkutan bertugas di lapangan.

5. Evaluasi kurikulum dilakukan secara internal maupun secara eksternal. Evaluasi internal dilakukan oleh dosen penanggungjawab mata kuliah, pimpinan program studi dan atau departemen, dan pimpinan fakultas, serta pimpinan universitas.

Evaluasi eksternal dilakukan oleh masyarakat pengguna, alumni, asosiasi profesi dan stakeholders lainnya.

6. Hasil-hasil yang diperoleh dari evaluasi kurikulum digunakan untuk hal-hal sebagai berikut.

a. Perbaikan setiap komponen dalam desain dan perangkat kurikulum.

b. Perbaikan kinerja dosen, sarana/fasilitas, media dan sumber belajar.

c. Perbaikan kinerja tenaga teknis kependidikan.

d. Perbaikan pelaksanaan perkuliahan, praktikum, dan Pengalaman Lapangan.

e. Pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan pada tingkat program studi/ fakultas/ universitas.

7. Evaluasi kurikulum secara menyeluruh dilakukan secara berkala 4 tahun sekali dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Evaluasi kurikulum dapat juga dilakukan sekurang-kurangnya 5 tahun didasarkan pada surat keputusan Rektor.

8. Pelaksanaan dan pelaporan evaluasi kurikulum dilakukan dengan mengacu pada pedoman evaluasi kurikulum yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi kurikulum program studi dilaporkan kepada Rektor dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran sebagai tembusan.

M. STANDARDISASI PROGRAM STUDI

(30)

Standardisasi program studi merupakan upaya pembakuan yang dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kinerja setiap program studi ditinjau dari indikator relevansi, efektivitas, efisiensi, dan produktivitas

1. Standardisasi ditujukan untuk meningkatkan, antara lain hal-hal sebagai berikut:

a. Relevansi program terkait dengan kebutuhan lingkungan dan perkembangan Ipteks.

b. Efektivitas program meliputi kualitas proses dan hasil yang dicapai secara berkesinambungan.

c. Efisiensi program, secara intemal (efisiensi penyelenggaraan) dan secara eksternal (pemanfaatan dan kemanfaatan keluaran).

d. Produktivitas program terkait dengan proses yang ditempuh dalam menghasilkan keluaran.

2. Proses standardisasi program menggunakan dua sifat standar sebagai berikut:

a. Standar yang bersifat kualitatif meliputi:

1) Keterkaitan (connectedness) program dengan bidang ilmu program studi dan fakultas yang membinanya.

2) Relevansi (relevance) program dengan kebutuhan lapangan.

3) Keterpaduan (unity) program dengan struktur kurikulum yang digunakan.

b. Standar yang bersifat kuantitatif meliputi:

1) Jumlah dan kualifikasi minimal staf pengajar dalam bidang keahlian yang bersangkutan.

2) Rasio dosen : mahasiswa.

3) Kelengkapan sarana dan prasarana.

4) Acuan dalam pengembangan/pembukaan program studi baru.

3. Komponen yang distandardisasikan meliputi hal-hal sebagai berikut.

a. Karakteristik program studi meliputi kesesuaian dengan bidang keilmuan fakultas, ruang lingkup program studi lain dan kebutuhan lapangan.

b. Mahasiswa meliputi jumlah per angkatan dan latar belakang pendidikan.

c. Kurikulum meliputi profil kompetensi lulusan, lama pendidikan, bobot sks, struktur kurikulum, dan prosedur pengembangannya.

(31)

d. Tenaga dosen meliputi bidang keahlian dan kualifikasi pendidikan, distribusi kepangkatan, rasio dosen dan mahasiswa, rasio dosen tetap, dan dosen luar biasa.

e. Tenaga penunjang akademik dan tenaga administrasi meliputi bidang dan jenjang pendidikan tenaga penunjang akademik, rasionya terhadap mahasiswa, bidang dan jenjang pendidikan tenaga administrasi, rasionya terhadap mahasiswa.

f. Sarana dan prasarana fisik meliputi jenis dan jumlah peralatan penunjang akademik, jenis dan jumlah peralatan administrasi dan ruangan, termasuk luas tiap jenis ruangan.

g. Kepustakaan/sumber belajar meliputi jenis dan jumlah buku dan jurnal untuk perkuliahan inti (pokok), untuk perkuliahan pendukung, kategori umum/lain-lain, dan distribusi buku menurut bahasa dan tahun penerbitan.

4. Penyelenggaraan standardisasi meliputi hal-hal sebagai beriku:

a. Standar kompetensi lulusan;

b. Standar isi pembelajaran;

c. Standar proses pembelajaran;

d. Standar penilaian;

e. Standar dosen dan tenaga kependidikan;

f. Standar sarana dan prasarana pembelajaran;

g. Standar pengelolaan;

h. Standar pembiayaan.

5. Standardisasi dilakukan melalui hal-hal sebagai berikut.

a. Analisis dokumen kebijakan tentang standardisasi berbagai komponen.

b. Penyiapan panduan standardisasi untuk pimpinan universitas.

c. Penyampaian kuesioner untuk pimpinan prodi, dosen, dan mahasiswa.

d. Wawancara dengan pimpinan program studi, dosen,dan mahasiswa.

e. Observasi langsung ke program studi yang bersangkutan.

6. Standardisasi dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh Universitas, personalianya mewakili semua fakultas yang ada dan mewakili berbagai bidang yang relevan.

(32)

N. KURIKULUM PROGRAM DIPLOMA 1. Kelompok Mata Kuliah

Kelompok mata kuliah program diploma, sebagai berikut : a. Mata Kuliah Wajib Umum/Nasional (MKWU)

b. Mata Kuliah Wajib Institusi (MKWI) c. Mata Kuliah Wajib Fakultas (MKWF) d. Mata Kuliah Wajib Program Studi (MKWP) e. Mata Kuliah Pilihan Program Studi (MKPP) 2. Masa Studi dan Beban Belajar

a. Masa studi dan beban belajar untuk Program diploma III paling lama 5 (lima) tahun dengan beban studi paling sedikit 108 sks.

b. Beban belajar program diploma pada tahun pertama adalah maksimal 20 sks.

c. Beban belajar mahasiswa program diploma setelah tahun pertama mengikuti ketentuan beban studi maksimal.

d. Beban belajar mata kuliah dinyatakan dalam satuan kredit semester, yang selanjunya disingkat sks, adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.

e. Besarnya sks ditetapkan berdasarkan keluasan dan kedalaman pembahasan materi perkuliahan, proses pembelajaran, tuntutan kemapuan dan keterampilan intelektual dar mata kuliah yang bersangkutan, serta analisis nilai kontribusi relative terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL).

f. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, responsi atau tutorial, terdiri atas :

a. Kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;

b. Kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester;

c. Kegiatan mandiri (enam puluh) menit per minggu per semester.

(33)

g. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau bentuklain yang sejenis, terdiri atas:

a. Kegiatan tatap muka : 100 (seratus) menit per minggu per semester;

b. Kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester;

h. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis 170 menit (serratus tujuh puluh) menit per minggu per semester;

i. Perhitungan beban belajar dalam system modul, atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian pembelajaran.

j. Beberapa ketetapan beban belajar pada pada kurikulum sebagai berikut:

1) Beban belajar (sks) setiap mata kuliah ditetapkan antara 2 s.d 4 sks 2) Mata kuliah inti, yang tertuang ke dalam mata kuliah wajib umum pada

program studi, wajib memuat mata kuliah Pendidikan Agama (3 sks), Mata Kuliah Pancasila (2 sks), Mata Kuliah Kewarganegaraan (2 sks), dan Mata Kuliah Bahasa Indonesia (3 sks).

3) Mata kuliah institusi atau kekhasan universitas adalah kemuhammadiyahan I (2 sks), kemuhammadiyahan II (2 sks), kemuhammadiyahan III (2 sks), Ilmu Sosial Budaya Dasar/ Ilmu Alamiah Dasar (3 sks), kewirausahaan (2 sks).

4) Masa kuliah Praktek Kerja Lapangan dan/atau Prakek Pembangunan Kesehatan Masyarakat dengan beban studi sebanyak 4-8 sks dan tugas Akhir sebanyak 4 sks.

3. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum merupakan urutan sajian dan sebaran mata kuliah pasa setiap semester sesuai dengan jangka waktu perkuliahan yang disediakan. Struktur Kurikulum UMPR disusun berdasarkan kelompok mata kuliah dan kualifikasi program pendidikan dan kompetensi. Berdasarkan strukturnya, mata kuliah dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu mata kuliah universitas/umum, mata kuliah fakultas dan mata kuliah program studi. Pengelompokkan berdasarkan struktur mata kuliah ini selanjutnya menjadi dasar ditetapkannya kode mata kuliah.

(34)

a) Mata kuliah universitas adalah mata kuliah yang diwajibkan ditempuh oleh seluruh mahasiswa yang belajar di UMPR, baik dari prodi kependidikan maupun yang non kependidikan. Pengelolaan mata kuliah universitas menjadi tanggung jawab universitas.

b) Mata kuliah fakultas adalah mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa di fakultas tertentu tempat mahasiswa belajar. Pengelolaan mata kuliah fakultas menjadi tanggung jawab masing-masing fakultas.

c) Mata kuliah program studi adalah mata kuliah yang disajikan oleh program studi. Pengelolaan mata kuliah program studi menjadi tanggung jawab program studi.

Struktur kurikulum untuk program diploma, sebagi berikut:

No. Kelompok dan Nama Mata Kuliah

Beban belajar (sks) pada program Disiplin

Ilmu

Semester

A. Mata Kuliah Umum Wajib Umum

1. Pendidikan Agama 3 6

2. Pendidikan Pancasila 2 1

3. Pendidikan Kewarganegaraan 2 5

4. Bahasa Indonesia 3 2

Jumlah 10

B.

Mata Kuliah Wajib Institusi (kekhasan)

1. Kemuhammadiyahan I 2 1

2. Kemuhammadiyahan II 2 2

3. Kemuhamamdiyahan III 2 3

4. ISBD/IAD 3 3

5. Kewirausahaan 2 4

Jumlah 11

C. Mata Kuliah wajib Fakultas 20-40%

D. Mata Kuliah Wajib program Studi 40-80%

E.

Mata Kuliah Pilihan Program studi

(apabila ada) 0-20%

(35)

F.

Mata Kuliah Praktek Pengalaman

Lapangan (setara) 4-8

G. Tugas Akhir 4

O. KURIKULUM PROGRAM SARJANA 1. Kelompok Mata Kuliah

Kelompok mata kuliah program Sarjana, sebagai berikut : a. Mata Kuliah Wajib Umum/Nasional (MKWU)

b. Mata Kuliah Wajib Institusi (MKWI) c. Mata Kuliah Wajib Fakultas (MKWF) d. Mata Kuliah Wajib Program Studi (MKWP) e. Mata Kuliah Pilihan Program Studi (MKPP) 1. Masa Studi dan Beban Belajar

a. Masa studi dan beban belajar untuk Program sarjana paling lama 7 (Tujuh) tahun dengan beban studi paling sedikit 144 sks.

b. Beban belajar program sarjana pada tahun pertama adalah maksimal 20 sks.

c. Beban belajar mahasiswa program sarjana setelah tahun pertama mengikuti ketentuan beban studi maksimal.

d. Beban belajar mata kuliah dinyatakan dalam satuan kredit semester, yang selanjunya disingkat sks, adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.

e. Besarnya sks ditetapkan berdasarkan keluasan dan kedalaman pembahasan materi perkuliahan, proses pembelajaran, tuntutan kemapuan dan keterampilan intelektual dar mata kuliah yang bersangkutan, serta analisis nilai kontribusi relative terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL).

f. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, responsi atau tutorial, terdiri atas :

d. Kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;

(36)

e. Kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester;

f. Kegiatan mandiri (enam puluh) menit per minggu per semester.

g. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau bentuklain yang sejenis, terdiri atas:

c. Kegiatan tatap muka : 100 (seratus) menit per minggu per semester;

d. Kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester;

h. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis 170 menit (serratus tujuh puluh) menit per minggu per semester;

i. Perhitungan beban belajar dalam system modul, atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian pembelajaran.

j. Beberapa ketetapan beban belajar pada pada kurikulum sebagai berikut:

1) Beban belajar (sks) setiap mata kuliah ditetapkan antara 2 s.d 4 sks dan skripsi 6 sks.

2) Mata kuliah inti, yang tertuang ke dalam mata kuliah wajib umum pada program studi, wajib memuat mata kuliah Pendidikan Agama (3 sks), Mata Kuliah Pancasila (2 sks), Mata Kuliah Kewarganegaraan (2 sks), dan Mata Kuliah Bahasa Indonesia (3 sks).

3) Mata kuliah institusi atau kekhasan universitas adalah kemuhammadiyahan I (2 sks), kemuhammadiyahan II (2 sks), kemuhammadiyahan III (2 sks), Ilmu Sosial Budaya Dasar/ Ilmu Alamiah Dasar (3 sks), kewirausahaan (2 sks).

2. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum merupakan urutan sajian dan sebaran mata kuliah pada setiap semester sesuai dengan jangka waktu perkuliahan yang disediakan. Struktur Kurikulum UMPR disusun berdasarkan kelompok mata kuliah dan kualifikasi program pendidikan dan kompetensi. Berdasarkan strukturnya, mata kuliah dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu mata kuliah universitas/umum, mata kuliah fakultas dan mata kuliah program studi. Pengelompokkan berdasarkan struktur mata kuliah ini selanjutnya menjadi dasar ditetapkannya kode mata kuliah.

(37)

a) Mata kuliah universitas adalah mata kuliah yang diwajibkan ditempuh oleh seluruh mahasiswa yang belajar di UMPR, baik dari prodi kependidikan maupun yang non kependidikan. Pengelolaan mata kuliah universitas menjadi tanggung jawab universitas.

b) Mata kuliah fakultas adalah mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa di fakultas tertentu tempat mahasiswa belajar. Pengelolaan mata kuliah fakultas menjadi tanggung jawab masing-masing fakultas.

c) Mata kuliah program studi adalah mata kuliah yang disajikan oleh program studi. Pengelolaan mata kuliah program studi menjadi tanggung jawab program studi.

d) Jumlah minimum beban studi yang harus ditempuh program sarjana adalah 144 sks dan maksimum 152 sks.

Struktur kurikulum untuk program sarjana, sebagi berikut:

No. Kelompok dan Nama Mata Kuliah

Beban belajar (sks) pada program

Disiplin Ilmu

Semester

A. Mata Kuliah Umum Wajib Umum

1. Pendidikan Agama 3 6

2. Pendidikan Pancasila 2 1

3. Pendidikan Kewarganegaraan 2 5

4. Bahasa Indonesia 3 2

Jumlah 10

B. Mata Kuliah Wajib Institusi (kekhasan)

1) Kemuhammadiyahan I 2 1

2) Kemuhammadiyahan II 2 2

3) Kemuhamamdiyahan III 2 3

4) ISBD/IAD 3 3

5) Kewirausahaan 2 4

Jumlah 11

C. Mata Kuliah wajib Fakultas 20-40%

D. Mata Kuliah Wajib program Studi 40-80%

(38)

E. Mata Kuliah Pilihan Program studi 16-18

F.

Mata Kuliah Praktek Pengalaman

Lapangan 4

G. Skripsi 6

P. KURIKULUM PROGRAM PASCASARJANA 1. Kelompok Mata Kuliah

Kelompok mata kuliah program Pascasarjana, sebagai berikut : a. Mata Kuliah Wajib Institusi (MKWI)

b. Mata Kuliah Wajib Program Studi (MKWP) c. Mata Kuliah Pilihan Program Studi (MKPP) 2. Masa Studi dan Beban Belajar

a. Masa studi dan beban belajar untuk Program sarjana paling lama 4 (empat) tahun dengan beban studi paling sedikit 36 sks.

b. Beban belajar mata kuliah dinyatakan dalam satuan kredit semester, yang selanjunya disingkat sks, adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.

c. Besarnya sks ditetapkan berdasarkan keluasan dan kedalaman pembahasan materi perkuliahan, proses pembelajaran, tuntutan kemapuan dan keterampilan intelektual dar mata kuliah yang bersangkutan, serta analisis nilai kontribusi relative terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL).

d. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa kuliah, responsi atau tutorial, terdiri atas :

g. Kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;

h. Kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester;

i. Kegiatan mandiri (enam puluh) menit per minggu per semester.

e. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa seminar atau

(39)

e. Kegiatan tatap muka : 100 (seratus) menit per minggu per semester;

f. Kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester;

f. Beban belajar 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis 170 menit (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester;

g. Beberapa ketetapan beban belajar pada pada kurikulum sebagai berikut:

Beban belajar (sks) setiap mata kuliah ditetapkan antara 2 s.d 4 sks dan Tesis 6 sks.

3. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum untuk Program Pascasarjana, sebagi berikut:

No. Kelompok dan Nama Mata Kuliah

Beban belajar (sks) pada program

Disiplin Ilmu

Semester

A. Mata Kuliah Wajib Institusi (kekhasan)

1) AIK 3 1

B. Mata Kuliah Wajib program Studi 40-80%

C. Mata Kuliah Pilihan Program studi 16-18

D. Tesis 6

Q. PENUTUP

Ketentuan Pokok Pengembangan Kurikulum ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sebagai pedoman untuk pengembangan Kurikulum UMPR. Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan ini akan ditentukan kemudian dalam, Peraturan Rektor. Ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan ketentuan ini dinyatakan tidak berlaku.

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan perendaman biji dan penyiraman dengan berbagai dosis PGPR tanaman pioneer bekas tambang kapur (Tridax procumbens, Crotalaria mucronata, Mimosa pudica, Imperata

OPERASI PERKHIDMATAN SOKONGAN : PEJABAT NAIB CANSELOR, PEJABAT TIMBALAN NAIB CANSELOR (HAL EHWAL PELAJAR DAN ALUMNI), PEJABAT TIMBALAN NAIB CANSELOR (JARINGAN INDUSTRI

2 jaran ke .11 12 13 14 1 Mahasiswa memahami kegiatan pembelajaran dan lingkup perkuliahan Casemix Mahasiswa sepakati kontrak belajar Mahasiswa dapat menyebutkan

Yang mejadi persoalan dalam tulisan ini adalah sekarang, telah terjadi transformasi budaya, yang membuat masyarakat pendukung seni rakyat telah mengalami perubahan menuju

Pada tambang bawah tanah sistem ventilasi sangat berperan penting guna memenuhi kebutuhan pernapasan manusia "pekerja# dan juga untuk menetralkan gas$gas beraun,

PASAL 31 … (2) Nota kesepahaman atau perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang melibatkan pihak asing ditulis juga dalam bahasa nasional pihak asing tersebut dan/atau

Bukti otentik akan besarnya kekuatan buah mangga di kabupaten ini adalah sebuah tugu yang dikenal dengan Tugu Mangga, berdiri tegak di simpang lima atau “jalan masuk” menuju

Dalam penelitian ini, untuk mengukur efektivitas transmisi kebijakan moneter, berdasarkan eksekusi model ECM pada jalur suku bunga, nilai tukar dan kredit, diperoleh