• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh: KUS ENDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Oleh: KUS ENDANG"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

KABUPATEN LUWU TIMUR

Oleh:

KUS ENDANG 10573 01551 10

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2014

(2)

Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor : 099 Tahun 1435 H / 2014 M dan telah dipertahankan didepan tim penguji pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 M / 29 Rajab 1435 H sebagai persyaratan guna memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sya’ban 1435 H Makassar………

Juni 2014 M Panitia Ujian :

Pengawas Umum : Dr. Irwan Akib, M.Pd

(Rektor Unismuh Makasar) (………..)

Ketua : Dr. H. Mahmud Nuhung, MA

(Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ) (………...)

Sekretaris : Drs. H. Sultan Sarda, MM

(PD. I Fakultas Ekonomi dan Bisnis ) (………...)

Penguji :

1. H.Muhammad Rusydi,SE.,M.Si. (...) 2. Moh.Aris Pasigai.SE.,MM (...) 3. Dr.H.Ansyarif khalid.SE.,M.Si.,AK (...) 4. Abd.Salam HB.SE.,M.Si.,AK (...)

(3)
(4)

vii

sebanyak mahluknya yang ada di bumi dan diantara keduanya. Salam dan shalawat senantiasa kita panjatkan terus menerus, sambung menyambung, tanpa henti kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa pencerahan kepada kita semua. Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN PENGEMBANGANNYA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA PT VALE INDONESIA tbk DI SOROWAKO KAB. LUWU TIMUR)”.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik, namun penyusunan skripsi ini tentunya masih terdapat banyak kekurangan karena banyaknya kesulitan dan hambatan yang harus dilalui. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan skripsi selanjutnya.

Penulis mengucapkan terimah kasih berkat adanya bimbingan, dukungan, dan bantuan dari berbagai pihak, maka akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Disamping itu penulis juga tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas Do’a, dukungan serta pengorbanan ke dua Orang Tua dan Keluarga penulis yakni :

(5)

vii dari kecil hingga saat ini.

2. Bapak DR.H.M. Irwan Akib, M.Pd. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Dr. H.Mahmud Nuhung, SE.,MM. Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis beserta seluruh staf yang telah mengembangkan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis.

4. Bapak Ismail Badollahi, SE.,M.Si.Ak Ketua Jurusan Akuntansi yang senantiasa membantu penulis dalam persoalan akademik.

5. Bapak Dr. H.Ansyarif Khalid, SE.,M.Si.,Ak selaku pembimbing 1 Dan Bapak Edi Jusriadi, SE.,MM. Selaku pembimbing 2, yang telah banyak mencurahkan perhatian dan bimbingannya hingga proses penulisan dan penyusunan skripsi ini terselesaikan. Kesabaran dan dukungan yang diberikan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada penulis untuk terus berusaha dan berjuang dalam hal menyelesaian skripsi ini.

6. Bapak/Ibu para Dosen yang telah bersusah payah memberikan didikan, motivasi dan ilmunya yang amat sangat bermanfaat kepada penulis selama masih dibangku kuliah dan mudah-mudahan sampai seterusnya. semoga Allah senantiasa meridhoinya AaamiiiN..

(6)

vii

8. Buat saudara/saudariku tercinta, (Jamaluddin/Loba’,Abd.Rahman/Tato’, Abdullah/Abang, Si kalem Mariati/Tati, Si pecinta roda gila Syamsul/Tarsan, Si cerewet Nurmania/Nunu’tapi baik pastinya sama aku, Dan terakhir Kaka Aku yg paling Maniiiss tapi kadang-kadang nyebelin juga sih Fildaini/Deno. Tapi apapun yang mereka lakukan sama aku, mau marah mau ngatain aku apa itu karna mereka semata-mata ingin melihat adiknya sukses. Kemudian si penulis juga sangat berterima kasih kepada kaka Ipar aku Rahmat/Tuo, dan sepupu2ku, serta semua keluarga aku yang selama ini sudah banyak membantu baik dari segi financial, dukungan, nasehat, serta Do’a mereka baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menyelesaikan study penulis mulai dari SD, SMP, SMA hingga Ke Perguruan Tinggi dalam hal ini (Unuversitas Muhammadiyah Makassar).

Akhirnya, semoga Allah swt., menjadikan semua amal kita sebagai ibadah dalam rangka pengabdian selaku hamba yang senantiasa merindukan Hidayah serta Ridho-Nya.Amin...

Makassar, 14 juni 2014 Penulis

Kus Endang

(7)

vii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

KATA PENGANTAR... iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I. PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan penelitian... 4

D. Manfaat Penelitian... 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA... 6

A. Konsep Investasi... 6

1. Pengertian Investasi... 6

2. Pengertian Kelayakan Investasi... 9

3. Metode Penilaian Investasi... 11

4. Pengertian Proyeksi Cash Flow ... 15

B. Konsep Biaya... 17

1. Pengertian Biaya... 17

2. Jenis-jenis Biaya ... 18

C. Kerangka Pikir... 20

(8)

vii

C. Jenis Dan Sumber Data... 23

D. Metode Analisis ... 24

E. Defenisi Operasional... 25

BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 27

A. Riwayat Singkat PT Vale Indonesia Tbk... 27

B. Visi, Misi dan Tujuan ... 33

C. Struktur Organisasi... 34

D. Proses Produksi ... 35

E. Proses pengolahan Nikel... 52

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 58

A. Kebutuhan Modal Investasi... 58

B. Proyeksi Income Statement... 59

C. Analisis Kriteria Investasi... 64

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN... 72

A. Kesimpulan ... 72

B. Saran... 72 DAFTAR PUSTAKA

(9)

ix

Gambar 4.1: Struktur Organisasi ... 33

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap badan usaha atau perusahaan berusaha memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dari operasinya. Terlepas dari bidang usaha yang dilakukan perusahaan tersebut, baik industri perdagangan ataupun jasa. Dalam jangka panjang perusahaan harus meningkatkan dan memantapkan posisi usahanya di tengah-tengah persaingan bisnis yang semakin kompleks dan ketat. Untuk mengantisipasi hal itu, perusahaan harus menentukan strategi manajemen usaha. Baik dalam jangka panjang dan jangka menengah. Strategi tersebut dituangkan dalam sasaran-sasaran jangka pendek berupa langkah- langkah praktis yang akan diterapkan (Rosyida,2000:1).

Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan kas jika terjadi surplus. Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang.

Dengan adanya investasi maka perusahaan mengharapkan beberapa keuntungan yakni terjaminnya manajemen kas, terciptanya hubungan yang erat dan memperkuat posisi keuangan suatu perusahaan. Investasi merupakan unsur yang sangat penting dalam perusahaan. Aktivitas investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan dijadikan sebagai dasar penilaian manajemen kas perusahaan.

1

(11)

Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhannya dapat dinilai dari penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana. Sedangkan untuk PT Vale Indonesia, investasi adalah merupakan sarana untuk memperat hubungan bisnis dan memperoleh suatu keuntungan perdagangan.

Suatu rencana investasi, diharapkan dapat memberikan manfaat dalam waktu yang relatif panjang. Oleh karena itu memerlukan pertimbangan- pertimbangan matang dalam pengambilan keputusannya. Pada umumnya perhatian perusahaan difokuskan pada investasi untuk aktiva tetap. Ini disebabkan karena aktiva tetap menyerap bagian terbesar dari modal perusahaan.

Pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aktiva tetap, diharapkan dapat menghasilkan pendapatan secara terus-menerus dalam jangka panjang. Hal ini harus mendapat perhatian yang serius mengingat karakteristik penanaman modal mencakup suatu komitmen Pengeluaran yang tidak mudah untuk diubah. Selain itu keputusan investasi yang sudah ditetapkan sulit untuk ditarik kembali. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah pengeluaran modal yang mengandung biaya modal (cost of capital) dari setiap sumber daya yang digunakan (Rosyida,2000:2).

Keputusan tentang pemilihan investasi merupakan keputusan yang paling penting diantara berbagai jenis keputusan lain yang harus diambil oleh seorang manajer keuangan. Manajemen dalam mengambil keputusan yang berkenan dengan perolehan aktiva memerlukan perencanaan dan pertimbangan yang

(12)

matang. Hal ini disebabkan keputusan tersebut sangat mempengaruhi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.

Kebijaksanaan yang diambil harus dievaluasi secara cermat dan teliti dengan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan kondisi masa mendatang diwarnai dengan ketidakpastian atau dengan kata lain bahwa masa mendatang mengandung resiko.

Ketidakpastian dapat dikurangi dengan diketahuinya kemungkinan atau proyeksi pengembalian yang akan dicapai oleh proyek di masa mendatang. Disamping itu dengan adanya kondisi tersebut perusahaan harus memberikan pertimbangan tepat dan berhati-hati dalam melakukan investasi (Kasmir dan Jakfar, 2007: 85).

Resiko merupakan ketidakpastian atau merupakan terjadinya sesuatu, yang bila terjadi akan mengakibatkan kerugian. Sedangkan manajemen resiko merupakan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan resiko, terutama resiko yang ditangani perusahaan, keluarga dan masyarakat. Dan merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin dan mengawasi program penanggulangan resiko (Djojosoendarso,2009:4).

Investasi sudah tentu memerlukan sejumlah modal (uang), di samping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya pra-investasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja (Kasmir dan Jakfar, 2007: 85). Hakekat suatu investasi dapat berupa hutang, selain hutang jangka pendek atau hutang dagang, atau instrumen ekuitas. Pada umumnya investasi memiliki hak finansial, sebagian berwujud seperti investasi tanah, bangunan, emas, mesin, berlian atau komoditi lain yang dipasarkan.

(13)

Oleh karena itu, agar tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai keinginan, apa pun tujuan perusahaan (baik Profit, social, maupun gabungan dari keduanya), apabila ingin melakukan investasi, terlebih dahulu hendaknya dilakukan suatu studi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau tidak untuk dijalankan (dalam arti sesuai dengan tujuan perusahaan) atau dengan kata lain jika usaha tersebut dijalankan, akan memberikan manfaat atau tidak.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah investasi mesin produksi yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako Kabupaten Luwu Timur layak dijalankan, dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layak atau tidaknya investasi dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako kabupaten Luwu Timur.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Manfaat Praktis

Sebagai tambahan bahan informasi kepada pimpinan perusahaan dalam melakukan investasi.

(14)

b. Manfaat teoritis

Sebagai tambahan informasi bagi para penulis berikutnya dalam melakukan penelitian yang sama.

(15)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Investasi

1. Pengertian Investasi

Kunci keberhasilan suatu organisasi ditentukan oleh fungsi manajemen berjalan sesuai dengan perkembangan organisasi dengan penyesuaian kondisi ekonomi. Fungsi manajemen sangat menentukan untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan fungsinya masing-masing dengan memperhatikan hambatan-hambatan yang harus dilalui.

Telah kita ketahui bahwa dalam penanaman modal pada perusahaan yang dapat dikategorikan bahwa investasi di masa depan dengan periode jangka waktu yang cukup lama, maka penulis dapat mengemukakan pengertian tentang investasi oleh para ahli ekonomi.

Definisi investasi oleh Anthony dan James S. Reece , (2009 : 613), menyatakan bahwa proposal untuk penanaman investasi yang berupa dana, yang biasanya disebut modal, maka waktu prosentase yang dianalisa pada tingkat perputaranya, maka uang yang telah tertanam akan diharapkan pada masa yang akan datang.

Menurut definisi di atas, bahwa investasi adalah sebagai modal yang tertanam pada perusahaan untuk memperluas usaha dengan harapan akan diterima kembali

6

(16)

setelah beberapa tahun kemudian. Dikatakan bahwa investasi itu meliputi semua dana (modal) yang tertanam dalam suatu perusahaan atau proyek untuk ditanamkan pada harta lancar (current assets) dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dalam proses produksi perusahaan.

Pengertian investasi merupakan usaha penanaman faktor-faktor produksi sebagai langkah-langkah untuk menentukan proyek tertentu untuk menanamkan investasi. Hal ini yang merupakan salah satu faktor produksi, untuk langkah- langkah penanaman modal. Proyek ini sendiri dapat bersifat baru sama sekali, atau perluasan proyek yang ada agar tujuan dari pada proyek dapat dicapai sesuai apa yang diharapkan, maka diperlukan pelaksanaan yang masing-masing pengetahuannya/ keahliannya.

Berdasarkan latar belakang di atas, bahwa apabila suatu perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap pada perusahaan, maka neraca sebelah kiri bahwa suatu kegiatan/aktivitas perusahaan yang akan dapat memperoleh kembali dana yang ditanamkan dengan harapan yang sama investasi aktiva lancar.

Perputaran dana yang tertanam pada kedua aktiva itu adalah berbeda, yaitu investasi dalam aktiva lancar itu diharapkan dalam waktu singkat dapat diharapkan hasil yang dicapai, atau usaha yang secara sekaligus. Kalau investasi aktiva tetap dana yang tertanam di dalamnya kembali secara keseluruhan perusahaan dalam waktu beberapa tahun lamanya, dan kembali lagi secara berangsur-angsur melalui depresiasi.

(17)

Sukses atau tidaknya dalam penggunaan dana yang tepat mempunyai pengaruh terhadap perkembangan perusahaan karena pengaruhnya mempunyai waktu jangka panjang terhadap tingkat profitabilitas itu. Hal itu menentukan tingkat kemampuan perusahaan untuk menarik orang untuk menanamkan dananya demi perluasan usaha perusahaan.

Perusahaan yang lancar aktivitasnya, rata-rata membutuhkan suntikan dana agar usaha yang digelutinya dapat bertambah meningkat usahanya, maka perusahaan tersebut senantiasa mengharapkan bantuan dana dari manapun saja untuk peningkatan usaha yang lebih layak lagi.Menurut Dj. A. Simarmata, (2001:155) pengertian investasi dalam rencana investasi pada perusahaan dengan harapan masa depan akan mencerminkan dan tujuan tertentu sebagai berikut investasi adalah mempunyai pengertian secara luas, terutama bila dikaitkan dengan suatu kegiatan pasar modal yang sekarang. Pada setiap kegiatan yang hendak menanamkan uang dengan aman termasuk investasi.

Kebiasaan umum perusahaan, dalam membicarakan tentang rencana investasi dikaitkan dengan penggunaan uang bagi perusahaan peningkatan usaha dalam kepastian sistem produksi atau dengan kata lain peningkatan assets capital, misalnya pembelian sistem produksi dalam bentuk mesin-mesin yang disertai dengan alat teknologi dan peralatan, pabrik/gedung atau tanah untuk kebutuhan.

Buku ini menunjukkan pengertian investasi diambil yang bersifat umum, bahwa pada pembicaraan disini dibatasi pada investasi assets capital tetap.

(18)

Berdasarkan pengertian tersebut maka penulis dapat menarik suatu asumsi bahwa penanaman modal untuk tujuan tertentu khusus dalam kegiatannya, (Simarmata, 2001 : 12) investasi di bagi dalam kelompok yaitu :

a. Investasi Baru

b. Investasi Nasionalisasi c. Investasi Perluasan d. Investasi Modernisasi e. Investasi Diversifikasi

2. Pengertian kelayakan Investasi

Setiap perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan menyangkut operasionalnya selalu mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yang dapat disesuaikan dengan ruang lingkup perusahaan itu sendiri, maka diperlukan suatu perencanaan yang berlandaskan modal serta anggaran. Investasi pada perusahaan mengharapkan kelayakan pada perusahaan akan memperoleh kembali dana yang diinvestasikan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Lebih jelasnya pengertian tentang kelayakan investasi pada perusahaan penulis mengemukakan dari beberapa ahli ekonomi yang membahas masalah yang ada kaitannya dengan kelayakan investasi. Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004 : 112) menyatakan bahwa kelayakan investasi mencakup seluruh proses perencanaan pengeluaran modal yang hasilnya diharapkan sampai lebih dari satu tahun lamanya. Pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk pembelian tanah, bangunan dan peralatan serta pengeluaran

(19)

untuk tambahan aktiva tetap pada modal kerja yang berhubungan dengan peralatan pabrik (perusahaan).

Pengeluaran modal disini dengan jangka waktu yang cukup lama, sehingga modal yang tertanam berupa investasi tidak terlalu mengharapkan dalam waktu singkat, artinya modal yang tertanam itu mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun lama.

Penganggaran modal itu merupakan pengeluaran dana yang berlangsung untuk jangka waktu yang cukup lama, dimana untuk mengetahui pembelian satu unit kendaraan, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasil akhir dari adanya pembelian tersebut. Mengambil keputusan dalam hal ini diperlukan analisa yang cukup matang, sehingga investasi yang telah dilaksanakan telah memperhitungkan resiko yang muncul oleh perusahaan.

Charles T. Horngren, (2001 : 204) memberikan definisi tentang kelayakan investasi, menyatakan bahwa dalam pengambilan keputusan penanaman investasi jangka panjang sesuai dengan perencanaan.

Pengertian kelayakan investasi menurut penulis ialah keseluruhan proses dalam perencanaan dan pengambilan keputusan pengeluaran dana untuk investasi di mana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi satu tahun lamanya. Hal ini mempunyai arti yang sangat penting bagi kelanjutan hidup perusahaan (kesinambungan). Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk waktu yang cukup lama, artinya perusahaan harus menunggu beberapa tahun sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali. Hal ini berpengaruh terhadap

(20)

kebutuhan dana untuk keperluan-keperluan lain dalam menutupi kekurangan biaya operasional perusahaan.

Keputusan dalam penanaman modal merupakan hal yang paling penting dalam memutuskan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh investor, adalah bagaimana metode pengalokasian dana dengan tidak berisiko tinggi. Jadi kelayakan investasi yang dibuat oleh pengelolah perusahaan adalah pengalokasian modal terhadap suatu usul investasi dimana manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh telah dipertimbangkan sebelumnya untuk masa yang akan datang, karena manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh perusahaan belum diketahui secara pasti, yang berarti usul atau rencana investasi mengandung unsur-unsur resiko.

Kelayakan investasi pada perusahaan sebaiknya melakukan penelitian dan evaluasi terlebih dahulu apakah pendapatan yang diharapkan akan diterima dan dapat menutupi kemungkinan-kemungkinan resiko yang mungkin terjadi serta bunga yang diharapkan dapat diperhitungan, bila investor itu sendiri dengan kemungkinan perusahaan ini mempunyai resiko.

Financing decision making memutuskan apakah investasi tersebut akan dijalankan dengan modal, pinjaman modal sendiri (equity) atau bahkan kombinasi dari keduanya.

3. Metode Penilaian Investasi

Menentukan apakah suatu usul investasi dapat diterima atau tidak, layak atau tidak dilaksanakannya investasi tersebut, maka analisa secara teliti untuk

(21)

menyusun usul-usulan investasi perlu diperhatikan. berbagai metode penilaian proyek investasi atau metode untuk menyusun “Rangking” dalam usul-usul investasi, jadi menurut Sutoyo Siswanto, (2001 : 118) dalam hal ini hanya dibicarakan 3 (tiga) metode penilaian investasi dalam penyusunan proyek, yaitu :

a. Net Present Value (NPV) b. Internal Rate Of Return c. Profitability Indeks

Pada dasarnya metode penilaian investasi tersebut akan diuraikan pada masing- masing tersendiri, sehingga lebih jelas dari masing-masing peranannya, sebagai berikut :

a. Net Present Value (NPV)

Net present value, metode ini memperhatikan time value of money, maka proses yang selalu digunakan dalam menghitung net present value (NPV) adalah merupakan prosentase atau cash flow yang didiskontokan atau dasar biaya modal (cost of capital), atau rate of return yang diinginkan. Metode ini pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (persent value) dari proses yang diharapkan atau dasar discount rate tertentu. Jumlah present value dari keseluruhan proses selama usianya dapat dikurangi dengan present value dari jumlah investasinya (initial investment). Disebutkan sebelumnya sebagai rumus perhitungan- perhitungan investasi dengan memasukkan suku/tingkat bunga di dalamnya.

Suku bunga dapat juga digunakan pada perhitungan-perhitungan analisa kelayakan investasi statis dalam perhitungan mencari alternatif investasi terbaik.

(22)

Dalam penggunaan metode penilaian sekarang (present value) sebagaimana dilihat di depan, maka V = P (1 + i), atau rumus secara umum Vn = P ( 1 + i ), yang berarti bahwa n adalah tahun mendatang, nilai uang sebenarnya P sekarang adalah nilai P dikali faktor pengali bunga berganda yaitu ( 1 + i ) faktor ini disebut faktor kompon (Siswanto Sutoyo, 2002 : 15). Sebaliknya bila ada jumlah uang tertentu di masa depan, misalnya n adalah tahun mendatang, maka dapat dicari nilai sekarang dengan formula, sebagai berikut:

NPV = ∑ ( )– Io t-1

Dimana:

CF = Aliran Kas Per tahun pada Periode t Io = Investasi Awal pada Tahun 0 v = Suku Bunga (Discount Rate)

n = Jumlah Tahun

t = Tahun ke

NPV disini sebenarnya adalah singkatan dari Net Present Value (nilai sekarang). Analisa proyek, rumus dibuat sedemikian rupa sehingga semua pengeluaran dan penerimaan proyek tercatat dengan teratur, dari tahun ke tahun.

b. Internal Rate Of Return

Internal rate of return sebagai penilaian usulan investasi lain yang menggunakan discount cash flow ialah apa yang disebut internal rate of return (IRR). Pegertian internal rate of return itu sendiri dapat didefinisikan sebagai

(23)

tingkat bunga akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima (PV. Of future proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV. Of capital outlays). Pada dasarnya internal rate of return harus dicari trian and error dengan serba coba-coba.

Menurut perhitungan P.V. dari proceeds dari suatu internal rate of return (IRR) (Siswanto Sutoyo, 2002 : 115) dengan formula :

IRR = i’ +( ") ( i” – i’)

Penggunaan metode interpolasi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Dipilih dari discount rate yang dianggap dekat dengan nilai IRR yang benar, lalu dihitung NPV dari arus benefit dan biaya.

2. Dalam mengadakan interpolasi hendaknya diantara NPV yang positif dan NPV yang negatif. Jika positif berarti DF-nya masih terlalu rendah sedangkan bila negatif, berarti DF-nya sudah terlalu tinggi.

3. Perbedaan antara DF atau bunga yang mengadakan NPV positif dengan DF yang menghasilkan negatif diusahakan yang melebihi 5 % perbedaan yang lebih besar dari 5 % lebih banyak mengandung kemungkinan kesalahan dibandingkan dengan yang lima persen atau lima lebih kecil. Sesuai dengan rumus sebagai berikut:

NPV’ = NPV yang positif NPV” = NPV yang negatif

i’ = NPV menghasilkan tingkat bunga positif i” = NPV menghasilkan tingkat bunga negatif

(24)

Berdasarkan hasil perhitungan IRR diperoleh jika internal rate of return sama dengan nilai i yang berlaku sebagai social discount rate maka Net Present Value proyek itu adalah sebesar 0, atau sering disebut go preject. Internal rate of return yang diperoleh bila lebih kecil dari social discount rate maka proyek tersebut tidak fisibel (no go project).

c. Profitability Indeks

Profitability index adalah merupakan perbandingan nilai sekarang aliran kas masuk pada masa yangg akan datang dengan nilai sekarang aliran kas keluar.

PI =

Kriteria penilaian proyek investasi berdasarkan Profitability Index adalah : PI > 1, maka proyek infetasi layak

PI < 1, maka proyek infestasi tidak layak

4. Pengertian Proyeksi Cash Flow

Pearson hunt, (2008 : 35) Mengemukakan pengertian cash flow adalah penggunaan dana sesuai dengan proyek proposal yang telah dibuat berdasarkan perencanaan dengan mempunyai jangka waktu tertentu penyelesaian proyek tersebut. Cash flow merupakan suatu taksiran dari total penerimaan yang diharapkan akan dapat diperoleh, yang disebut cash in flow selanjutnya menutupi pengeluaran-pengeluaran yang diperkirakan akan timbul selama periode tertentu atau cash out flow.

(25)

Pengertian cash flow yang dikemukakan oleh Pearson Hunt memberikan suatu gambaran bahwa proyeksi cash flow adalah meliputi perencanaan uang kas yang akan diterima di masa yang akan datang dan pengeluaran uang kas tersebut untuk kegiatan operasi perusahaan.

Ada dua cara metode dalam menghitung cash flow adalah :

1. Cash receipt and disbursement method, yaitu metode ini berdasarkan atas rencana laba, dalam penyusunan dan proyeksinya meliputi penjualan dan pola penerimaannya serta di lain pihak biaya yang dikeluarkan. Pada metode ini baik digunakan untuk penyusunan anggaran kas yang bersifat jangka pendek.

Jadi dapatlah dikatakan bahwa proyeksi cash flow, dengan menggunakan metode cash flow receipt and disbursement yang dapat diketahui total penerimaan dan pengeluaran yang akan timbul dalam perusahaan.

2. Net income cash flow, dengan dasar yang menjadi titik tolak ukur dalam penyusunan proyeksi cash flow adalah income statement dari perusahaan, sebab dari sinilah dapat dihitung kas, baik sumber maupun penggunaan kas dilakukan oleh perusahaan. Metode ini digunakan untuk proyeksi kas yang bersifat jangka panjang proyeksi cash flow dengan net income cash flow digunakan untuk proyeksi, dengan menggunakan net present value (NPV) sebagai alat evaluasi dalam rencana investasi untuk melihat kemungkinan layak atau tidaknya rencana tersebut untuk dilaksanakan.

(26)

B. Konsep Biaya

1. Pengertian Biaya

Seorang pengusaha yang ingin menghasilkan sesuatu apakah itu barang atau jasa, maka perlulah menghitung dan mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan atau yang diperlukan untuk memperoleh pendapatan yang mungkin diterima.

Setiap pengorbanan biaya selalu diharapkan akan mendatangkan hasil yang lebih besar dari yang telah dikorbankan tersebut pada masa yang akan datang.Dengan demikian, seorang pengusaha hendaknya dapat mengetahui bagaimana besarnya pengorbanan dalam proses produksi. Dalam hal ini, total biaya selalu dapat dihitung dan dapat dibandingkan dengan total penerimaan yang mungkin dapat diperoleh dengan kemungkinan laba yang akan diperoleh.

Biaya merupakan suatu masalah yang cukup luas, karena di dalamnya terlihat dua pihak yang saling berhubungan. Oleh Winardi, ( 2003 : 147), menyatakan bahwa bilamana kita memperhatikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu proses produksi, maka dapat dibagi ke dalam dua sifat, yaitu yang merupakan biaya bagi produsen adalah mendapat bagi pihak yang memberikan faktor produksi yang terbaik pada perusahaan bersangkutan.

Demikian halnya bagi konsumen, biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh alat pemuas kebutuhannya atau merupakan pendapatan bagi pihak yang memberikan alat pemuas kebutuhan tersebut. Oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, (1994: Pasal I ayat 1) dikatakan bahwa:

(27)

“Biaya (cost) adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang, yaitu pengeluaran-pengeluaran dalam bentuk konstan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan pengeluaran modal saham, jasa-jasa yang disertakan atau kewajiban-kewajiban yang ditimbulkannya, dalam hubungannya dengan barang-barang atau jasa-jasa yang diperoleh atau yang akan diperoleh pada masa yang datang, karena mengeluarkan biaya berarti mengharapkan pengembalian lebih banyak”.

Definisi dan pengertian biaya di atas, dapat dikatakan bahwa pengertian biaya yang dikemukakan di atas adalah suatu hal yang masih merupakan pengertian secara luas karena semua yang tergolong dalam pengeluaran secara nyata keseluruhannya termasuk biaya.

Sejalan dengan definisi dan pengertian di atas, maka D. Hartanto, ( 2002 : 89), memberikan batasan tentang biaya (cost) dan ongkos (expense), sebagai berikut:

“Cost adalah biaya-biaya yang dianggap akan memberikan manfaat atau servis potensial di waktu yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang dicantumkan dalam neraca. Sebaliknya expense atau expred cost adalah biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan prestasi. Jenis-jenis biaya ini tidak dapat memberikan manfaat lagi di waktu yang akan datang, maka tempatnya adalah pada perkiraan laba rugi.”

2. Jenis-Jenis Biaya

Jenis-jenis biaya dalam suatu proses produksi melibatkan suatu jenis-jenis biaya yang dibebankan menurut kelompok biaya tertentu guna menyusun harga pokok produksi yang dapat digabungkan ke dalam jenis-jenis biaya. Tetapi ini tidaklah segera dapat dipandang sebagai biaya, karena itu harus sesuai dengan faktor biaya, karena biaya itu harus sesuai dengan faktor biaya yang dianut perusahaan.

(28)

Sehubungan dengan jenis-jenis tersebut, maka D. Hartanto dalam bukunya Akuntansi Untuk Usahawan, (2009 : 37) mengelompokkan biaya menurut tujuan perencanaan dan pengawasan, sebagai berikut:

1. Biaya variabel dan biaya tetap 2. Biaya yang dapat dikendalikan

Sedangkan menurut Mulyadi, (2000 : 127) menghubungkan tingkah laku biaya dengan perusahaan volume kegiatan sebagai berikut:

“Biaya variabel adalah biaya yang secara total berfluktuasi secara langsung sebanding dengan volume penjualan atau produksi, atau ukuran kegiatan yang lain, sedangkan biaya tetap atau biaya kapasitas merupakan biaya untuk mempertahankan kemampuan beroperasi perusahaan pada tingkat kapasitas tertentu dengan tetap memperhatikan jenis-jenis biaya apa yang dipergunakan agar memudahkan dalam pengelompokannya”.

Gambaran-gambaran umum di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Biaya variabel adalah sejumlah biaya yang ikut berubah-ubah untuk mengikuti volume prouksi atau penjualan. Misalnya atau bahan langsung hanya ikut dalam proses produksi, bahan baku langsung yang dipakai dalam proses produksi biaya tenaga kerja langsung.

2. Biaya tetap adalah sejumlah biaya yang tidak berubah-ubah walaupun ada perubahan volume produksi atau penjualan.

Misalnya gaji bulanan, asuransi, penyusutan, biaya umum dan lain-lain sebagainya.

Sifat-sifat biaya tersebut sangat penting untuk diketahui seorang manajer dalam perencanaan usahanya, karena dengan demikian suatu gambaran klasifikasi

(29)

biaya yang baik untuk tujuan perencanaan dan pengawasan dalam proses produksi.

C. Kerangka Pikir

Guna menilai layak atau tidaknya rencana investasi tersebut perlu dilakukan perhitungan biaya dan manfaat yang akan diterima perusahaan pada saat rencana investasi tersebut dikembangkan yaitu dengan melakukan analisis terhadap aliran dana yaitu aktiva serta pendapatan. Metode yang digunakan untuk menilai investasi tersebut adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Dari hasil analisis ini dapat menjadi bahan atau dasar pengambilan keputusan bagi pimpinan instansi tersebut apakah rencana invetasi tersebut dapat dilaksanakan.

Adapun alur pikir yang digunakan penulis untuk menganalisa masalah yang diperoleh sebagaimana telah diuraikan sebelumnya dapat digambarkan dalam bentuk skhema seperti tampak pada gambar berikut :

(30)

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

PT Vale Indonesia Tbk

Metode penilaian

PI

Layak Kelayakan Investasi

IRR NPV

Tidak

Pendapatan

(31)

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT Vale Indonesia Tbk, Di Sorowako Kabupaten Luwu Timur. Sedangkan waktu penelitian direncanakan selama dua bulan yaitu dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2014.

B. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data serta keterangan yang diperlukan dalam penyusunan proposal ini, menggunakan metode penelitian studi kasus (Case study method) dan pengumpulan data melalui penelitian, sebagai berikut :

1. Observasi , yaitu teknik dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti sehingga dapat mengetahui bagaimana proses kegiatan investasi yang dilakukan perusahaan PT Vale Indonesia Tbk. Data yang dikumpulkan seperti struktur organisasi, data estimasi pendapatan, estimasi biaya operasi dan biaya umum, schedule pembayaran angsuran pinjaman dan estimasi cash in flow, serta data-data lainnya yang mengenai investasi.

2. Wawancara, yaitu tanya jawab yang dilakukan dengan beberapa staf yang langsung menangani bidang keuangan.

3. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca dokumen-dokumen perusahaan dan buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang di bahas dalam laporan ini.

(32)

C. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data

a. Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari lokasi penelitian dalam bentuk informasi secara lisan maupun secara tertulis berupa prosedur kelayakan investasi.

b. Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari lokasi penelitian dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan untuk pembahasan lebih lanjut berupa jumlah dan tingkat pendapatan.

2. Sumber Data

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut untuk disesuaikan dengan bahasan skripsi ini.

b. Data sekunder, yaitu data yang bersumber dari instansi/jawatan yang terkait untuk melengkapi data/ informasi sehubungan pembahasan skripsi ini

D. Metode Analisis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahh metode analisis Discounted Cash Flow (Bambang Riyanto, 2004 : 126) yang terdiri dari :

1. Net present value dengan rumus, sebagai berikut :

NPV = ∑ ( )− 1 t-1

Dimana:

CF = Aliran kas per tahun pada periode t

(33)

Io = Investasi awal pada tahun 0

v = Suku bunga(Discount Rate)

n = Jumlah tahun

t = Tahun ke

2. Internal Rate Of Return

Internal rate of return dapat dihitung dengan formula, (Bambang Riyanto, 2004 : 126) sebagai berikut :

IRR = rr + (rt – rr)

Dimana:

Rr = Tingkat Discon rate ( r ) lebih rendah rt = Tingkat Discon rate ( r ) lebih tinggi

TPV = Total Present Value NPV = Net Present Value

3. Profitability Indeks

Profitability Index (Bambang Riyanto, 2004 : 128) dengan rumus, sebagai berikut:

PI =

(34)

Dimana :

PV cash in flow = present value arus kas masuk PV cash out flow = present value arus kas keluar

Kriteria penilaian proyek investasi berdasarkan profitability index adalah : PI > 1, maka proyek investasi layak

PI < 1, maka proyek investasi tidak layak

E. Defenisi Operasional

Adapun defenisi operasional yang dikemukakan sebagai berikut :

1. Studi kelayakan proyek adalah suatu kegiatan penelitian untuk meneliti layak tidaknya suatu rencana investasi.

2. Investasi adalah penanaman modal dalam waktu jangka panjang, dalam pembelian alat-alat yang masih memerlukan proses pengelolahan kembali.

3. NPV adalah metode yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dan penerimaan-penerimaan kas bersih.

4. IRR adalah metode perhitungan besarnya nilai tingkat suku bunga yang menyamakan nilai sekarag atas atas penerimaan kas bersih yang akan datang.

5. Profitability index adalah perbandingan nilai sekarang aliran kas masuk pada masa yang akan datang dengan nilai sekarang aliran kas keluar.

6. Cash flow merupakan suatu taksiran dari total penerimaan yang diharapkan akan dapat diperoleh serta pengeluaran-pengeluaran selama periode pencapaian penerimaan tersebut.

(35)

7. Cash in flow merupakan suatu taksiran dari total penerimaan yang diharapkan akan dapat diperoleh.

8. Total penerimaan yang diharapkan akan menutupi pengeluaran-pengeluaran yang diperkirakan akan timbul selama periode tertentu atau cash out flow.

(36)

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Riwayat singkat PT Vale Indonesia Tbk.

PT Vale Indonesia Tbk (“perseroan”) didirikan pada tanggal 25 juli 1968 berdasarkan akta notaris Elisa Pondaag no. 49 di Jakarta. Anggaran dasar perseroan disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No.

JA5/69/18 tanggal 26 juli 1986 dan diumumkan dalam berita negara No. 62 tanggal 2 agustus 1986. Anggaran dasar perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir diubah dengan akta No. 34 tanggal 27 November 2001 yang dibuat di hadapan Lindasari Bachroem, SH. Notaris di Jakarta.

Perubahan ini telah mendapat persetujuan menteri kehakiman dan hak asasi manusia dalam surat keputusan No. C04880.HT.01.04 TH 2002 tanggal 25 Maret 2002 dan di umumkan dengan berita negara No. 76 tanggal 20 September 2002.

Sekitar 59% saham perseroan dimiliki oleh Inco limitied, 20% oleh masyarakat umum melalui pasar modal di Indinesia,20% oleh Sumitomo Metal Mini Co.Ltd.

Dan sisanya dimiliki oleh empat perusahaan Jepang lainnya. PT Vale indonesia Tbk awalnya bernama PT Internatoinal Nickel indonesia Tbk, Tapi jelang beberapa tahun kemudian, PT International nickel Tbk ini mengalami perubahan nama menjadi PT Inco. PT Inco merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Vale Inco Limited yang kemudian menandatangani kontrak kerja

27

(37)

dengan pemerintah Indonesia pada tanggal 27 juli 1968 dan memperpanjang kontrak sampai 2025 dengan jumlah karyawan sebanyak 3.375 karyawan.

Adapun pabrik dan kantor pusat perseroan masing-masing sebagai berikut:

1. Kantor pusat, Plaza Bapindo – Citibank Tower, Lantai 22, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 -55, Jakarta 12190, Indonesia.

2. Kantor bagian operasi di Sorowako, Sorowako 92984, Sulawesi Selatan.

3. Makassar yang berlokasi di Jl.Somba Opu, PO.BOX 1143, Makassar 90001, Sulawesi Selatan.

4. Singapura yang beralamat di 50 Robinson Road # 10-00, MNB Building, Singapore 068882.

Operasi perseroan didasarkan atas kontrak kerja yang ditanda tangani oleh pemerintah republik indonesia dan perseroan pada tanggal 27 Juli 1968. Kontrak kerja ini memberikan hak kepada perseroan untuk mengembangkan dan mengoperasikan proyek Nikel dan mineral-mineral tertentu lainnya yang sudah ditentukan di pulau sulawesi. Kontrak kerja ini rencananya akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2008. Namun perseroan dan pemerintah telah menandatangani persetujuan perubahan dengan memperpanjang kontrak kerja sampai dengan tahun 2025 yang akan datang berdasarkan persetujuan pemerintah.

Berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam persetujuan perpanjangan tersebut, perseroan menyepakati untuk melakukan perluasan atas ppenambangan nikel pengolahan di sorowako yang telah menghasilkan penambangan dengan kapasitas produksi sebesar 50% menjadi 68.000 Ton nikel Matte per tahun. Perluasan ini

(38)

mencakup pembangunan Lini peleburan ke empat, modifikasi beberapa fasilitas yang sudah ada untuk memaksimalkan produksi dan pembangunan tambahan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) .

Sebagai tambahan , perseroan telah menyepakati kontak kerja tergantung pada kelayakan ekonomis dan teknis, untuk menyelidiki potensi endapan nikel di bahodopi,sulawesi tengah dan di pomalaa, sulawesi tenggara. Sehubungan dengan potensi dari masing-masing pengembangan ini, perseroan juga telah menyepakati untuk meneliti kemungkinan penambahan nilai di indonesia dengan meningkatkan kemurnian produk akhir yang akan dijual.

Persetujuan perpanjangan itu juga memuat bahwa ketentuan-ketentuan dan kondisi-kondisi dari kontrak kerja diatas secara umum akan tetap berlaku , kecuali untuk aturan-aturan pajak, fiskal dan ketentuan-ketentuan yang terkait. ketentuan- ketentuan perpajakan dari kontrak kerja tersebut khususnya di bidang pemotongan pajak dan kredit investasi, telah diubah agar lebih sejalan dengan peraturan perpajakan yang berlaku di indinesia. Setelah semua ketentuan-ketentuan dan konndisi-kondisi persetujuan perpanjangan akan diberlakukan, Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar perseroan, kegiatan pertama perseroan adalah Eskplorasi dan penambangan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan dan pemasaran nikel beserta produk mineral tergabung lainya.

Pada tahun 1990 perseroan melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 49,7 juta lembar saham atau 20% dari 248,4 juta lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Saham yang ditawarkan pada masyarakat dalam

(39)

penawaran umum perdana tersebut dicatat dalam Bursa Efek di Jakarta (BEJ) Pada tanggal 16 Mei 1990.

1. Laporan tahunan PT. Vale Indonesia Tbk

Laporan tahunan ini menyoroti bagaimana menerjemahkan nilai-nilai yang dimiliki menjadi aksi dan hasil-hasil bagi pemegang saham, karyawan, masyarakat tempat beroperasi dan bagi Indonesia secara keseluruhan.

2. Penghargaan yang pernah diterima

Penghargaan dan Pengakuan Khusus yang pernah di terima adalah sebagai berikut:

- Tahun 2007 PT Vale indonesia Tbk mendapat kehormatan menerima sejumlah penghargaan yang mencerminkan komitmen terhadap kinerja yang kuat, komunikasi yang efektif, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat tempat beroperasi.

- Penghargaan dari majalah Investor pada tahun 2007 sebagai perusahaan dengan kinerja terbaik di antara 330 perusahaan yang terdaftar pada Bursa Saham Indonesia, berdasarkan kinerja keuangan dan harga saham.

- Peringkat perusahaan-perusahaan terbaik pada tahun 2007 menurut majalah Finance Asia menampilkan PT Vale indonesia Tbk sebagai organisasi kedelapan dengan pengelolaan terbaik dan menempati posisi kedua di antara perusahaan-perusahaan yang dinilai paling berkomitmen terhadap kebijakan dividen yang kuat.

(40)

- Dipilih oleh majalah bisnis terkemuka Indonesia, SWA, sebagai salah satu dari 25 perusahaan dengan sistem teknologi informasi terbaik yang mendukung dan mendorong kegiatan usaha yang efektif.

- 2007 dari Business Review mengakui PT Vale indonesia Tbk sebagai perusahaan dengan Kinerja Saham Terbaik dan Kinerja Keuangan Terbaik;

- PT Vale indonesia Tbk masuk dalam daftar 50 Perusahaan Asia Terbaik versi majalah Business Week dengan menempati urutan ke 17. Ini merupakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan dengan kinerja terbaik di Asia.

- Dewan Juri untuk Penghargaan Laporan Tahunan Tahun 2006 menempatkan Laporan Tahunan PT Vale indonesia Tbk Tahun 2006 dalam deretan teratas kategori Emiten Perusahaan Swasta Non Keuangan.

- Dalam Laporan Hasil Pengamatan Tahun 2007 terhadap Tata Kelola Perusahaan yang dikeluarkan oleh Asian Corporate Governance Association, PT Vale indonesia Tbk menempati deretan teratas dari perusahaan-perusahaan yang dievaluasi

- Pada tahun 2007, Asian Corporate Governance Association juga melakukan kajian atas semua perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia, yang seluruhnya berjumlah 330, dan menyebut PT Vale indonesia Tbk, bersama dengan lima perusahaan lainnya, sebagai perusahaan yang patut mendapat penghargaan untuk kriteria `Bersih dan Hijau’.

- Penghargaan Emas (Aditama) dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral atas keberhasilannya dalam melakukan reklamasi pasca

(41)

penambangan, dan Trofi Emas sebagai Perusahaan Tambang Terbaik di Indonesia dalam hal rehabilitasi lahan.

3. Prospek Usaha

Menggali Kesempatan untuk Pertumbuhan di Masa Depan. Prospek usaha PT Vale indonesia Tbk sangat bagus dengan terus-menerus berusaha menggali cara-cara baru untuk berinvestasi dalam masyarakat sesuai dengan Kontrak Karyanya. Baru-baru ini, PT Vale indonesia Tbk menyampaikan usulan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membangun fasilitas pengolahan yang baru di Sorowako.

4. Rencana Pengembangan Usaha

PT Vale indonesia Tbk akan membangun fasilitas yang akan menghasilkan kira-kira 22.000 metrik ton (48,5 juta pon) nikel menggunakan high pressure acid leach process. Selain itu, bijih dari Bahodopi dan Sorowako akan dikombinasikan untuk diolah dalam fasilitas pengolahan yang ada saat ini di Sorowako. Eksplorasi akan dilakukan di Bahodopi dan PT Vale indonesia Tbk akan terus mempelajari pilihan pilihan masa depan untuk mengembangkan fasilitas pengolahan di sana. Proposal kami mengharuskan kami melakukan studi kelayakan, mendapatkan izin dari Departemen Energi dan Sumber Mineral.

(42)

B. Visi Misi dan Tujuan

Visi PT Vale indonesia Tbk Sorowako adalah menjadi salah satu pemimpin produsen nikel utama dunia. Misi Kami adalah mengembangkan sumber daya Indonesia yang dipercayakan kepada kami hingga rentensi maksimal untuk manfaat seluruh pemangku kepentingan kami.

1. Memberikan lapangan kerja dan pelatihan, telah menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan tempat kami beroperasi.

2. Menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham kami .

3. Telah memberikan sumbangsih bagi kemakmuran bangsa dan rakyat Indonesia.

C. Struktur Organisasi

Dalam menunjang suksesnya suatu perusahaan, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah adanya suatu organisasi yang tersusun baik yang disertai dengan pembagian tugas serta tanggung jawab yang jelas dalam menjalankan kewajibannya tanpa adanya struktur organisasi yang mantap, bisa mengakibatkan kesimpangsiuran dalam menjalankan tugas masing-masing karyawan yang bersangkutan.

Untuk menjalin kerjasama yang baik dan harmonis maka PT. Vale Indonesia Tbk telah memilih metode organisasi garis (line organization) dengan alasan yang dipandang dengan kebaikan antara lainnya:

1. Disiplin kerja yang tinggi

(43)

2. Antara karyawan dapat terjalin saling pengertian yang baik dan berjalan lancar 3. Proses pengambilan keputusan dan instruktur-instruktur dapat berjalan lancar.

Rasa solidaritas seluruh anggota organisasi umumnya besar sebab mereka saling mengenai satu sama lain.

Berikut ini gambar struktur oragnisasi PT. Vale Indonesia Tbk Sorowako:

Gambar 4.1

Presiden Direktur (Arif S. Siregar)

Presiden Komisaris (Murilo Ferreira)

Komisaris Independen (Achmad Amiruddin)

Wakil Presiden Komisaris (Rumengan Musu)

Komisaris Independen II

(Rozik C Sudjipto)

Komisaris Independen III (Subarto Zaini)

Dewan Komisaris (Peter Goudie)

Dewan Komisaris (Takeshi Kubota)

Dewan Komisaris (Jennifer Maki)

(44)

D. Pengertian Nickel

Nikel adalah komponen yang banyak ditemukan dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya.

Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung alloy besi dan Nikel berkadar 5- 25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan Nikel dunia.

Unsur Nikel berhubungan dengan batuan basa yang disebut norit. Nikel ditemukan dalam mineral pentlandit, dalam bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran kecil bersama pyrhotin dan kalkopirit. Nikel biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di atas batuan basa.

Di Indonesia, tempat ditemukan Nikel adalah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara. Nikel yang dijumpai berhubungan erat dengan batuan peridotit.

Logam yang tidak ditemukan dalam peridotit itu sendiri, melainkan sebagai hasil lapukan dari batuan tersebut. Mineral Nikelnya adalah garnerit.

Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, Nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan Nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri.

(45)

E. Proses Produksi

Pengolahan bahan galian adalah suatu proses pemisahan mineral berharga secara ekonomis berdasarkan teknologi yang ada sekarang. Berdasarkan tahapan proses, pengolahan bahan galian dapat dibagi menjadi tiga tahapan proses, yaitu Tahap Preparasi, Tahap Pemisahan, dan Tahap Dewatering.

Kegiatan pengolahan bahan galian ini bertujuan untuk membebaskan dan memisahkan mineral berharga dari mineral yang tidak berharga atau mineral pengotor sehingga setelah dilakukan proses pengolahan bahan galian dihasilkan konsentrat yang bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode pengolahan bahan galian yang dipakai bermacam-macam tergantung dari sifat kimia, sifat fisika, sifat mekanik dari mineral itu sendiri.

Salah satu bahan galian yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu Nickel yang merupakan baja nirkarat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun sifat-sifat nickel merupakan logam berwarna putih keperak – perakan, ringan, kuat antin karat, mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik. Spesifik gravity nya 8,902 dengan titik lebur 14530C dan titik didih 27320C, resisten terhadap oksidasi, mudah ditarik oleh magnet, larut dalam asam nitrit, tidak larut dalam air dan amoniak, sedikit larut dalam hidrokhlorik dan asam belerang. Memiliki berat jenis 8,8 untuk logam padat dan 9,04 untuk kristal tunggal.

(46)

Batuan ultra basa yang mengandung unsur nikel adalah gabro, basalt, peridotit dan norit. Endapan nickel tembaga sulfide dihasilkan dari pemisahan lelehan sulfida oksida dari lelehan silikat bersulfur pada sebelum, selama atau sesudah proses alihan pada suhu diatas 9000C, mineral utamanya adalah pentlandit (Fe,Ni)gS8. mineral lainnya antara lain nikolit (NiAs), skuterudit (Co, Fe, Ni)As3 dan violurit (FeNi2S4)

Di indonesia endapan Bijih Nickel banyak terdapat didaerah sulawesi. Bijih Nickel berbeda dengan bahan tambang lainnya dikarenakan Bijih Nickel tidak dapat diketahui secara Spontanitas dengan pengamatan mata biasa, Oleh kaerna itu diperlukan penelitian serta pengamatan di ruang Khusus.

1. Konsep Dasar Pengolahan Bahan Galian

Pengolahan bahan galian adalah suatu proses pemisahan mineral berharga secara ekonomis berdasarkan teknologi yang ada sekarang. Berdasarkan tahapan proses, pengolahan bahan galian dapat dibagi menjadi tiga tahapan proses, yaitu tahap preparasi, tahap pemisahan dan tahap dewatering.

Tujuan dilakukannya kegiatan Pengolahan bahan galian ini yaitu untuk Membebaskan mineral berharga dari mineral pengotornya (meliberasi), Memisahkan mineral berharga dari pengotornya, Mengontrol ukuran partikel agar sesuai dengan proses selanjutnya (reduksi ukuran), Mengontrol agar bijih mempunyai ukuran yang relatif seragam, Mengontrol agar bijih mempunyai kadar yang relative seragam, Membebaskan mineral berharga, Menurunkan kandungan pengotor (menaikkan kadar mineral berharga). Dengan demikian kita akan

(47)

mendapatkan keuntungan-keuntungan berupa Mengurangi ongkos / biaya pengangkutan, Mengurangi ongkos / biaya peleburan, serta Mengurangi kehilangan mineral berharga pada saat peleburan.

2. Preparasi

Preparasi merupakan proses tahap awal dalam pengolahan bahan galian yang meliputi :

a. Sampling

Sampling merupakan pengidentifikasian bahan galian baik sifat fisik, kimia, kemagnetan, serta kelistrikan dari mineral yang terkandung dalam bahan galian diantaranya Macam dan komposisi mineral dalam bahan galian, Kadar masing- masing mineral dalam bahan galian, Besar ukuran dan distribusi ukuran, Distribusi mineral-mineralnya, Macam dan tipe ikatan mineral-mineralnya, Derajat liberasi mineral-mineralnya, Sifat-sifat fisik mineralnya seperti berat jenis, kemagnetan, konduktivitas listrik, sifat-sfat permukaan mineralnya dan sebagainya.

b. Kominusi

Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya. Kominusi bahan galian meliputi kegiatan berikut :

(48)

1. Crusher yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain. Dimana proses ini bertujuan juga untuk reduksi ukuran dari bahan galian / bijih yang langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.

Alat yang digunakan pada Primary Crusher dan Secondery Crusher yaitu antara lain :

1. Jaw crusher 2. Gyratory crusher 3. Cone crusher 4. Roll crusher 5. Impact crusher 6. Rotary breaker 7. Hammer mill

2. Grinding Merupakan tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang diinginkan. Tujuan Grinding yaitu Mengadakan liberalisasi mineral berharga, Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri, Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses.

selanjutnya. Alat yang digunakan meliputi ball mill, rod mill, hammer mill, serta impactor.

(49)

c. Sizing

Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kegiatan Sizing meliputi Screening yaitu Salah satu pemisahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan (screening). Sizing dibagi menjadi dua antara lain :

1. Pengayakan / Penyaringan (Screening / Sieving)

Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.

Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain :

1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).

2. Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).

Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium yaitu antara lain :

1. Hand sieve

2. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive 3. Sieve shaker / rotap

4. Wet and dry sieving

Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri yaitu antara lain :

1. Stationary grizzly 2. Roll grizzly

(50)

d. Sieve bend a. Revolving screen

b. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.) c. Shaking screen

d. Rotary shifter

e. Klasifikasi (Classification)

Klasifikasi adalah proses pemisahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier.

Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu antara lain:

1. Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut overflow.

2. Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow.

Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam tiga cara (concept), yaitu :

1. Partition concept 2. Tapping concept 3. Rein concept

(51)

3.Kosentrasi

Merupakan proses pengambilan kosentrasi mineral berharga dari percampuran berbagai mineral dalam suatu bahan galian. Pengambilan kosentrat tersebut dapat dilakukan dengan berdasarkan tegangan permukaan (Flotasi), Sifat kelistrikan (HTS), sifat kemagnetan (MS), hand sorting (Kilap), serta berdasarkan gravitasinya (jigging, tabling, sharking table, sluice box, DMS, HMS).

Sifat-sifat fisik mineral yang dapat dimanfaatkan dalam proses konsentrasi adalah :

- Perbedaan berat jenis atau kerapatan untuk proses konsentrasi gravitasi dan media berat.

- Perbedaan sifat kelistrikan untuk proses konsentrasi elektrostatik.

- Perbedaan sifat kemagnetan untuk proses konsentrasi magnetik.

- Perbedaan sifat permukaan partikel untuk proses flotasi.

Proses peningkatan kadar atau pengambilan konsentrat itu ada bermacam- macam, yaitu antara lain :

- Pemilahan (Sorting)

Bila ukuran bongkahnya cukup besar, maka pemisahan dilakukan dengan tangan (manual), artinya yang terlihat bukan mineral berharga dipisahkan untuk dibuang.

(52)

- Konsentrasi Gravitasi (Gravity Concentration)

Yaitu pemisahan mineral berdasarkan perbedaan berat jenis dalam suatu media fluida, jadi sebenarnya juga memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan mineral-mineral yang ada.

Ada 3 (tiga) cara pemisahan secara gravitasi bila dilihat dari segi gerakan fluidanya, yaitu :

1. Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS) atau heavy medium separation (HMS).

2. Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking table dan spiral concentration

3. Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig).

Bila jumlah partikel (mineral) di dalam fluida relatif sedikit, maka akan terjadi pengendapan bebas (free settling). Tetapi bila jumlah partikel banyak gerakannya akan terhambat sehingga terbentuk stratifikasi yang terdiri dari 3 (tiga) tahap sebagai berikut :

1. Hindered settling classification ; klasifikasi pengendapannya terhalang.

2. Differential acceleration pada awal pengendapan ; artinya partikel yang berat mengendap lebih dahulu.

3. Consolidation trickling pada akhir pengendapan ; partikel-partikel kecil berusaha mengatur diri di antara partikel-partikel besar sesuai dengan berat jenisnya.

(53)

Produk dari proses konsentrasi gravitasi ada 3 (tiga), yaitu antara lain:

1. Konsentrat (concentrate) yang terdiri dari kumpulan mineral berharga dengan kadar tinggi.

2. Amang (middling) yaitu konsentrat yang masih kotor.

3. Ampas (tailing) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang harus dibuang.

Peralatan konsentrasi gravitasi yang banyak dipakai adalah :

1. Jig.

Jigging adalah suatu proses pemisahan bijih dalam medium liquid berat yang tergantung daripada kesanggupan penetrasi suatu bed yang semi stationary yang disebabkan karena perbedaan Specific Gravity.

Prinsip Kerja Alat ini adalah semakin besar perbedaan Specific Gravitasi, semakin baik jalan mineral-mineral yang mengalami proses tersebut. Bila dalam bijih menpunyai Specific Gravity yang berbeda-beda maka untuk meramalkan pemisahan baik dengan bantuan CC (Concentration Criteria). CC lebih besar dari 2,s pemisahan makin baik.

Tiga gaya yang bekerja pada proses jigging adalah :

- Hindred Setting Classifier, formasi jatuh atau pengendapan dari material yang Specific Gravitasinya besar dengan ukuran kecil akan sama dengan material dengan SG kecil tapi ukuranyya besar.

(54)

- Differential Trickling : Partikel berat atau SG tinggi akan mempunyai kecepatan jatuh lebih tinggi, maka partikel berat akan lebih cepat mengendap daripada material ringan.

- Consolidation Trackling adalahsuatu proses dimana partikel halus menerobos melalui bed pada waktu akhir portion.

2. Meja goyang (shaking table).

Salah satu metode Konsentrasi Gravitasi adalah Tabling. Tabling merupakan pemisahan material dengan cara mengalirkan air yang tipis pada suatu meja bergoyang, denghan menggunakan media aliran tipis dari air (Flowing Film Concentration). Alat yang digunakan disebut “Shaking Table” atau “Meja Goyang”.

Prinsip Kerja Shaking Table adalah berdasarkan perbedaan berat dan ukuran partikel terhadap gaya gesek akibat aliran air tipis. Partikel dengan diameter yang sama akan memiliki gaya dorong yang sama besar. Sedangkan apabila ssspecific Gravitynya berbeda maka gaya gesek pada partikel berat akan lebih besar daripada partikel ringan. Karena pengaruh gaya dari aliran, maka partikel ringan akan terdorong / terbawa lebih cepat dari partikel berat searah aliran. Karena gerakan relative Horizontaldari motor maka partikel berat akan bergerak lebih cepat daripada material ringan dengan arah horizontal. Untuk itu perlu dipasang riffle (penghalang) untuk membentuk turbulensi dalam aliran sehingga partikel ringan diberi kesempatan berada diatas dan partikel berat relative dibawah.

(55)

3. Konsentrator spiral (Humprey spiral concentrator).

Prinsip Kerja Alat Humprey Spiral adalah Gaya sentrifugal, Gaya ini arahnya kebagian luar dari area yang berputar, sehingga akan memberikan pengaruh kepada mineral-mineral ringan untuk terlempar keluar dan terkumpul sebagai tailing

4. sluice box

Sluice box merupakan suatu alat kosentrat mineral bijih berdasarkan atas perbedaan “specific Gravity” diharapkan dalam proses ini mineral yang mempunyai SG tinggi akan mengendap yang nantinya kan diambil sebagai konsentrat, sedang minera yang ringan akan ikut terbawa aliran air sebagai tailing prinsip Kerja Sluice Box adalah Pada dasarnya, operasi mineral-mineral dengan menggunakan sluice box dipegaruhi oleh factor-faktor sebagi berikut :

- Kecepatan aliran

Pada dasar aliran, krecepatan nya nol, semakin mendekati permukaan maka kecepatan aliran akan bertambah. Kecepatan maksimum akan terjadi di bawah permukaan aliran, sebab pada permukaan aliran kecepatannya di pengaruhi oleh gaya gaya gesek antara fluida dengan udara. Dengan prinsip kecepatan aliran inilah maka mineral yang mempunayi spesifik gravity yang berlainan akan di pisahkan

(56)

- Kemiringan dari Lounder

Kemiringan semakin besar, kosentrat yang dihasilkan semakin bersih

- Lebar dan panjang Lounder

Semakin sempit Lounder maka konsentrat makin bersih , semakin panjang lounder maka recovery makin tinggi tetapi kadanya akan rendah.

- Perbedaan Density Mineral

Perbedaan density yang besar, maka operasi pemisahan akan semakin mudah dan mengakibatkan kadar konsentrat semakin tinggi

- Kekentalan

Semakin kental fluida, maka kadar konsentrat yang dihasilkan semakin renda, tetapi jumlah konsentrat semakin tinggi

- Tinggi Riffle

Riffle yang rendah akan menghasilkan konsentrat yang berkadar tinggi

- Kekasaran butir partikel maupun kekasaran dari deck

Semakin kasar deck, maka gaya gesek semakin besar, sehingga partikel berat akan tertahan, untuk feed yang kasar atau berdiameter besar maka akan digunakan air yang cukup banyak, kemiringan deck juga cukup besar, bila feednya halus

(57)

untuk mengatur tebal aliran harus diperhatikan ukuran besar butirnya dan harus seragam.

a. Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy Medium Separation)

Merupakan proses konsentrasi yang bertujuan untuk memisahkan mineral- mineral berharga yang lebih berat dari pengotornya yang terdiri dari mineral- mineral ringan dengan menggunakan medium pemisah yang berat jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1).

Produk dari proses konsentrasi ini adalah :

- Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral berharga yang berat.

- Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang ringan.

Media pemisah yang pernah dipakai antara lain :

a. Air + magnetit halus dengan kerapatan 1,25 – 2,20 ton/m3.

b. Air + ferrosilikon dengan kerapatan 2,90 – 3,40 ton/m3.

c. Air + magnetit + ferrosilikon dengan kerapatan 2,20 – 2,90.

d. Larutan berat seperti tetra bromo ethana (b.j. = 2,96), bromoform (b.j. = 2,85) dan methylene jodida (b.j. = 3,32). Tetapi larutan berat ini harganya mahal, oleh sebab itu hanya dipakai untuk percobaan-percobaan di laboratorium.

Peralatan yang biasa dipakai adalah gravity dense/heavy medium separators yang berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) macam, yaitu :

(58)

- Drum separator karena bentuknya silindris.

- Cone separator karena bentuknya seperti corongan.

b. Konsentrasi Elektrostatik (Electrostatic Concentration)

Merupakan proses konsentrasi dengan memanfaatkan perbedaan sifat konduktor (mudah menghantarkan arus listrik) dan non-konduktor (nir konduktor) dari mineral. Kendala proses konsentrasi ini adalah :

- Hanya sesuai untuk proses konsentrasi dengan jumlah umpan yang tidak terlalu besar.

- Karena prosesnya harus kering, maka timbul masalah dengan debu yang berterbangan.

Produk dari proses konsentrasi ini adalah antara lain :

- Mineral-mineral konduktor sebagai konsentrat.

- Mineral-mineral non-konduktor sebagai ampas (tailing).

Peralatan yang biasa dipakai adalah :

- Electrodynamic separator (high tension separator).

- Electrostatic separator

c. Konsentrasi Magnetik (Magnetic Concentration)

Adalah proses konsentrasi yang memanfaatkan perbedaan sifat kemagnetan (magnetic susceptibility) yang dimiliki mineral. Sifat kemagnetan bahan galian ada 3 (tiga) macam, yaitu :

(59)

1. Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang sangat kuat untuk ditarik oleh medan magnet. Misalnya magnetit (Fe3 O4).

2. Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik oleh medan magnet.

Contohnya hematit (Fe2 O3), ilmenit (Se Ti O3) dan pyrhotit (Fe S).

3. Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh medan magnet.

Misalnya : kwarsa (Si O2) dan feldspar [(Na, K, Al) Si3 O8].

Jadi produk dari proses konsentrasi yang berlangsung basah ini adalah :

- Mineral-mineral magnetik sebagai konsentrat.

- Mineral-mineral non-magnetik sebagai ampas (tailing).

d. Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration)

Merupakan proses konsentrasi berdasarkan sifat “senang terhadap udara” atau

“takut terhadap air” (hydrophobic). Pada umumnya mineral-mineral oksida dan sulfida akan tenggelam bila dicelupkan ke dalam air, karena permukaan mineral- mineral itu bersifat “suka akan air” (hydrophilic). Tetapi beberapa mineral sulfida, antara lain kalkopirit (Cu Fe S2), galena (Pb S), dan sfalerit (Zn S) mudah diubah sifat permukaannya dari suka air menjadi suka udara dengan menambahkan reagen yang terdiri dari senyawa hidrokarbon.

Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam proses flotasi adalah :

a. Pembuih (frother) yang berfungsi sebagai pen-stabil gelembung-gelembung udara. Misalnya : methyl isobuthyl carbinol (MIBC), minyak pinus, dan terpenting.

Gambar

Gambar 4.1: Struktur Organisasi .......................................................................
Gambar 2.1 Kerangka Pikir PT Vale Indonesia Tbk Metode penilaian PI LayakKelayakan InvestasiIRRNPVTidak Pendapatan
Gambar 4.1 Presiden Direktur (Arif S. Siregar) Presiden Komisaris (Murilo Ferreira) Komisaris Independen(Achmad Amiruddin)
Tabel 5.1 Estimasi Pendapatan pada PT. Vale Indonesia Tbk
+6

Referensi

Dokumen terkait

1) Guru menyampaikan tujuan perbaikan pembelajaran. 2) Mengadakan tanya jawab secara lisan tentang materi yang telah disampaikan pada perbaikan pembelajaran pada siklus I.

Maka, di dalam penelitian ini akan mendeskripsikan dan mengungkap makna yang ada di dalam pertunjukan Lakon Wayang Sawitri Sanggit Ki Nartosabdo dengan..

terimakasih telah membantu dalam banyak hal, memberikan support, bahkan orang yang sangat-sangat berjasa bagi kami dalam menyelesaikan Laporan Akhir ini, dan juga Sri

Analysis Indonesia’s CPO exports of July was 2.8 million tons, the highest since August 2017.. The figures soared higher than June’s CPO exports of 2.3 million

[r]

ketahanan terhadap penyakit bercak kuning dari 12 genotipe hasil persilangan beberapa varietas tebu di PT Gunung Madu Plantations yang diuji pada penelitian ini cukup luas

Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin mengetahui bagaimana eating out menjadi salah satu gaya hidup di kalangan remaja Banda Aceh di restoran Canai Mamak KL,

Undang­undang di beberapa negara sekali lagi masih mendasar kan secara normatif terhadap teks­teks al­Qur’an walaupun dengan penafsiran sosiologis yang relevan dengan