• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN PENGADAAN BARANG / JASA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "USULAN PENGADAAN BARANG / JASA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG

Nomor : 0011/MKR/K3/GT/COMM/AO-2022/8/2022

Sumber Dana : AO-2022

Peruntukan : Jasa Refilling APAR UP Muara Karang Dasar Usulan : LINGKUNGAN, PR 035116

No. No. Tgl

Requisisi WO Dibutuhkan

1 Jasa Refilling APAR UP Muara Karang 35116 1 LOT 26 Sep 2022

detail terlampir

Pengangkutan dan distribusi APAR ke tempat semula

JenisTabung: /Berat (Kg)/jumlah Tabung

- DCP 3.5 kg 8 Tabung

- DCP 6 kg 91 Tabung

- DCP 9 kg 63 Tabung

- DCP 12 kg 10 Tabung

- DCP 25 kg 17 Tabung

- CO2 7 kg 19 Tabung

- Pengangkutan dan distribusi APAR ketempat APAR semula.

Note :

- Pemberian segel Baru untuk tangung yang baru direfill

- Pemberian sticker tanggal pengisian tabung

- Termasuk pengecekkan kondisi tabung (cat, tulisan dll), valve, selang, Nozzle

- Melampirkan surat ijin pengisian tabung apar dari Disnaker

- Melampirkan MSDS dari isi tabung apar

(DCP/CO2)yang digunakan yang menjelaskan masa ketahanan isi minimal 1 tahun.

- Pengisian bisa dilakukan di unit atau Menyediakan APAR pengganti sesuai spek dan jumlah penggantinya minimal 50% dari APAR yang akan di refill.

Jakarta,30 Agustus 2022

MANAJER LOGISTIK PJS SPVS INV. KONTROL & KATALOGER

Menyetujui / Tidak Menyetujui GENERAL MANAGER MUARA KARANG

BREGAS KUSPERWIRO AGUS PURWANTO

MARYONO

USULAN PENGADAAN BARANG / JASA PT Pembangkitan Jawa Bali

Satuan Keterangan

Nama Barang dan Spesifikasi

No. Stock Code WO Description Qty

Page 1 of 1

(2)

SCOPE

PEKERJAAN

No. Dok : Tgl.Terbit : Revisi : 01 Halaman : 1

1. JUDUL PENGADAAN

Jasa Refilling APAR UP Muara Karang

2. REFERENSI TEKNIS / DATA TEKNIS

Desain Equipment Exsisting saat ini :

Jenis Berat (Kg) jumlah Tabung

DCP 3.5 8

DCP 6 91

DCP 9 63

DCP 12 10

DCP 25 17

CO2 7 19

3. KUALIFIKASI CALON PELAKSANA PEKERJAAN

a. Pelaksana pekerjaan memiliki sertifikat CSMS dengan level minimum “Rendah”

b. Pelaksana melampirkan surat rekomendasi pengadaan dan pengisian ulang alat pemadam api dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta

c. Pelaksana pekerjaan melampirkan MSDS dari isi tabung APAR baik CO2/DCP yang digunakan menjelaskan ketahanan isi minimal 1 tahun.

d. Pelaksana pekerjaan menyediakan APAR pengganti sesuai spesifikasi dan jumlah penggantinya minimal 50% dari jumlah APAR yang dibawa untuk refill.

e. Pelaksana pekerjaan memiliki personel sertifikat AK3 umum dari KEMENAKERTRANS.

f. Pelaksana sanggup menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh PT PJB UP Muara Karang.

g. Kerusakan peralatan eksisting (valve, mur dan peralatan lain) yang disebabkan oleh pelaksana pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan.

h. Selama melaksanakan pekerjaan diwajibkan menggunakan peralatan safety (APD) yang sesuai dengan pekerjaan, seperti helm, masker, dll serta mengikuti peraturan K3 dan Lingkungan PT PJB UP Muara Karang.

i. Semua limbah, baik B3 maupun Non B3 menjadi tanggung jawab pihak ketiga saat pelaksanaan pekerjaan untuk dikumpulkan di area yang sudah ditentukan oleh PT PJB UP Muara Karang.

4. SCOPE PEKERJAAN

a. Persiapan Safety Permit, tools & alat bantu pada area yang memerlukan.

(3)

SCOPE

PEKERJAAN

No. Dok : Tgl.Terbit : Revisi : 01 Halaman : 2

b. Melakukan pengambilan, mobilisasi tabung APAR yang akan di refill ke workshop pihak penerima jasa.

c. Melakukan pengecekan kondisi tabung(cat,tulisan dll), valve, selang, nozzle.

d. Melakukan refill tabung APAR di workshop peihak penerima jasa.

e. Pemberian sticker tanggal pengisian isi tabung, dengan format logo pihak pengisi tabung, logo disnaker, jenis dan berat tabung, tanggal pengisian.

f. Setelah refill selesai pihak pelaksana mengembalikan tabung APAR ke tempat semula.

g. Dokumentasi dan Pembuatan laporan pekerjaan dan rekomendasi perbaikan jika ditemuan aksesoris APAR yang rusak.

5. ASPEK K3L&KEAMANAN

5.1. Identifikasi Bahaya dan Risiko Kerja :

a. Potensi bahaya yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah :

Item/Jenis Bahaya Item/Jenis Bahaya

Terpeleset Terjatuh

Kelelahan Tertimpa

b. Risiko kerja dalam pekerjaan ini adalah low risk, sehingga Pihak Pelaksana minimal harus memiliki sertifikat CSMS level rendah.

c. Semua potensi bahaya yang telah diidentifikasi, pelaksana pekerjaan harus melakukan evaluasi dan pengecekan terhadap semua resiko bahaya yang ada.

d. Pelaksana pekerjaan diharuskan melakukan evaluasi segala resiko yang ada (aspek keselamatan, kebakaran, kesehatan kerja, dan lingkungan) dan melakukan mitigasi terhadap resiko kerja tersebut. Laporan evaluasi resiko dan mitigasinya dituangkan dalam lembar JSA (Job Safety Analysis). *Lembar JSA dibuat oleh pelaksana pekerjaan untuk selanjutnya dievaluasi oleh direksi pekerjaan.

5.2. JSA terkait pekerjaan dengan aspek minimal sebagai berikut :*JSA plan dibuat oleh pelaksana pekerjaan.

5.3. Pelaksana kerja wajib mematuhi semua peraturan yang berlaku di lingkungan PT PJB , baik K3L (Keselamatan, Keamanan Kerja dan Lingkungan) maupun Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).

(4)

SCOPE

PEKERJAAN

No. Dok : Tgl.Terbit : Revisi : 01 Halaman : 3

5.4. Semua pelaksanaan pekerjaan harus memenuhi aspek dan norma K3 sesuai regulasi Depnaker dan Undang-Undang Keselamatan Kerja No.1 Tahun 1970 yang berlaku di Indonesia serta aturan / kebijakan K3 dan 5S di PT PJB

5.5. Peralatan K3 (safety line, helm, safety shoes, gloves, safety body harnesh dan lainnya yang dianggap perlu) merupakan tanggung jawab dari Pelaksana Pekerjaan dan wajib menyediakan alat-alat keselamatan kerja tersebut.

5.6. Sebelum memulai pekerjaan, pelaksana pekerjaan wajib mendapatkan working permit dari PT PJB dan safety permit.

5.7. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerjanya, termasuk segala upaya pencegahan kecelakaan kerja dengan mengacu pada HIRAC yang terlampir pada TOR.

5.8. Safety permit terkait dengan pekerjaan jasa akan diproses oleh PT PJB setelah seluruh kelengkapan data dipenuhi oleh pihak pelaksana pekerjaan.

5.9. Selama dalam lingkungan PT PJB , seluruh tenaga kerja harus menggunakan tanda pengenal yang dikeluarkan oleh PT PJB.

5.10. Semua pekerja wajib melaksanakan safety induction sebelum melakukan pekerjaan.

5.11. Setiap kegiatan mobilisasi (keluar – masuk) barang di lokasi PT PJB , maka pihak pelaksana wajib memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan oleh PT PJB . 5.12. Setiap peralatan dan material/bahan yang dibawa masuk ke area kerja harus memiliki

surat jalan yang diketahui dan ditandatangani oleh pihak perusahaan dan menyerahkan salinan surat jalan tersebut kepada PT PJB .

5.13. Setiap penggunaan sarana milik PT PJB harus mendapatkan ijin dari PT. PJB UP. Muara Karang.

5.14. PT PJB tidak menerima alasan dalam bentuk apapun terhadap kehilangan, kerusakan, kebakaran, dari data, dokumen, atau bentuk apapun yang menjadi milik PT PJB yang disebabkan oleh kelalaian dalam pelaksanan pekerjaan sehingga Pelaksana Pekerjaan harus bertanggungjawab dan mengganti setiap data atau dokumen yang rusak, hilang atau terbakar baik selama pengerjaan, penggunaan mobilisasi/demobilisasi dan hal-hal lain.

5.15. Ijin-ijin dan formalitas yang diperlukan harus segera diselesaikan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan dan sebelum habis massa berlakunya, perijinan harus sudah diperpanjang kembali

(5)

SCOPE

PEKERJAAN

No. Dok : Tgl.Terbit : Revisi : 01 Halaman : 4

5.16. Pelaksanaan pekerjaan disertai dengan pemassangan alat pengaman untuk personil pekerja maupun peralatan, peralatan pendukung menjadi tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan.

5.17. Pihak pelaksana wajib merapikan kembali semua peralatan dan sistem hasil pekerjaan sesuai kaidah 5S.

5.18. Setiap pekerjaan yang menggunakan api harus dalam pengawasan petugas Safety / K3.

5.19. Untuk Warga Negara Asing (WNA) dalam pengurusan ijin kerja harus memiliki syarat sebagai berikut:

a. Sertifikat keahlian / surat keterangan keahlian manufaktur / institusi yang diakui b. Paspor yang masih berlaku

c. Visa (kerja/bisnis) yang masih berlaku d. Dokumen keimigrasian yang masih berlaku

6. QUALITY ACCEPTANCE

Kriteria diterimanya pekerjaan adalah sebagai berikut :

Selesainya Pengecekan, pengisian, laporan dan mobilisasi APAR yang telah diisi kembali ke tempat semula

7. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN

Waktu penyelesaian pekerjaan adalah 20 hari dari terbitnya surat penunjukan.

Jakarta, 24 Agustus 2022

Disetujui oleh, Manajer Pemeliharaan

Erryawan Kusuma

Disusun oleh, Spv. K3

Haryo Gusmedi Sudarmo A. N

(6)

No. Dokumen Revisi Tgl Terbit Halaman

Lokasi Durasi

Pekerjaan dilakukan diluar Jam dan Hari Kerja N Pekerjaan menimbulkan dampak risiko di area sekitar N

Pekerjaan menggunakan bahan/material B3 Y Pekerjaan serupa pernah dilakukan sebelumnya Y

NO TINGKAT

KEMUNGKINAN TINGKAT DAMPAK

Kecil Minor

Kecil Minor

Kecil Minor

Kecil Minor

RENDAH MODERAT TINGGI EKSTREM

PROJECT DESCRIPTION Nama Pekerjaan

: Jasa Refilling APAR UP Muara Karang

Nomor Work Order : -

: UP Muara Karang : 20 hari

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI :

PJB INTEGRATED MANAGEMENT SYSTEM :

FORMULIR RISK ASSESSMENT CSMS :

:

ANALISA RISIKO K3L

LINGKUP PEKERJAAN RISIKO K3L TINGKAT RISIKO K3L

Terpeleset B2

1 Tertimpa B2

REVIEWER

PEROLEHAN PENILAIAN TINGKAT RISIKO = B2 (Rendah)

Lampiran Peraturan Direksi PT PJB tentang Pedoman CSMS (Contractor Safety Management System

Catatan :

Tanggal : 24 Agustus 2022 Tanggal : 24 Agustus 2022

K3 USER

CREATED BY

Persiapan (Administrasi,mobilisasi) Terjatuh B2

Kelelahan B2

Referensi

Dokumen terkait

Dapat beberapa definisi seleksi di atas, dapat disimpulkan bahwa Seleksi adalah proses identifikasi dan pemilihan orang atau orang – orang dari sekelompok pelamar yang ada melalui

Hasil analisis perilaku pantang makanan di BPM Malaika., J, Amd.Keb Desa Rejosari Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbudi peroleh bahwa responden yang

Sebagaimana umum sudah mengetahui, maka pada hari Rebo tanggal 10 November tahun jang lalu, untuk pertama kali dalam perdjuangan kita, bèta diperkenankan dan dlberi keaempatan

Dapat dirincikan dengan komponen teknologi yang berada pada kategori tinggi yaitu: benih 52,38 persen, pemupukan 51,43 persen, pengairan 100 persen, pengendalian

Walaupun varietas unggul Indragiri memberikan hasil yang paling tinggi, yaitu 5,20 t/ha GKG, disamping itu juga tahan terhadap keracunan besi, namun karena rasa nasi yang

Dari hasil koefisien regresi X3 sebesar -9,4 persen, variabel gaya hidup bernilai negatif maka dapat disimpulkan bahwa, setiap penurunan gaya hidup sebesar 1

•  RB(E, L(AC)) = manfaat reputasi penindakan yang merupakan fungsi dari biaya penindakan (E) dan biaya pelaporan yang berbanding lurus dengan akses (AC). •  MCE(AC) =

Anda dapat bekerja secara cepat dan efisien dengan lift dan penggerak yang tercepat di kelasnya, serta jangkauan hingga 3,5 kaki (1,07 m) lebih.. Sesuaikan kecepatan fungsi