• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH CELEBRITY ENDORSER"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER, ATRIBUT PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

KONSUMEN TOKOPEDIA

(Study Kasus Konsumen Tokopedia di Kampus Pelita Bangsa Cikarang)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menjadi sarjana (S1)

Disusun Oleh:

YOGA PUTRA LESMANA NIM = 111.510.638

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI BISNIS DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS PELITA BANGSA

BEKASI - 2019

(2)

v

(3)

vi

(4)

vii

(5)

v

ABSTRAK

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER, ATRIBUT PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN TOKOPEDIA DI KAMPUS PELITA BANGSA

CIKARANG Oleh

YOGA PUTRA LESMANA NIM = 111510638

Perkembangan teknologi semakin pesat, hal tersebut mendorong para pelaku industri berinovasi dibidang teknonolgi, salah satunya dibidang transaksi berbelanja online yakni marketplace. Terdapat banyak marketplace yang hadir, salah satunya yakni tokopedia. Tokopedia masih mejadi salah satu marketplace yang digemari konsumen diusianya yang hampir 10 tahun dan ditengah persaingan yang ketat, hal itu tidak terlepas dari peran keputusan pembelian konsumen yang cukup tinngi. Keputusan pembelian merupakan salah satu faktor terpenting didalam aspek manajemen pemasaran, karena keputusan pembelian inilah yang menjadi dasar dari lahirnya sebuah pembelian, Keputusan konsumen adalah tahap evaluasi konsumen yang membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan (Kotler dan keller, 2008: 188). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran celebrity endorser (Hamish Daud dan Raisa), atribut produk dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen tokopedia di universitas Pelita Bangsa Cikarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Dengan populasi yakni konsumen yang pernah dan setidaknya tahu tentang tokopedia di Univeritas Pelita Bangsa cikarang dan pengambilan sampel dengan teknik pengambilan sampling yakni accidental sampling dengan berdasarkan rumus Proporsi sampling dengan jumlah sampel 96 responden.Untuk pengumpulan data meliputi observasi, penyebaran kuesioner dan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan yaitu uji karakteristik responden, uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, analisis linear sederhana dan uji hipotesa.

Berdasarkan hasil analisisis data yang dilakukan didapatkan hasil bahwa variabel celebrity endorser secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen tokopedia dikampus Pelita Bangsa Cikarang, variabel atribut produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen tokopedia dikampus Pelita Bangsa Cikarang serta variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen tokopedia dikampus Pelita bangsa Cikarang.

Kata Kunci : Celebrity Endorser, Atribut Produk, Promosi, Keputusan Pembelian.

(6)

vi

ABSTRACK

THE INFLUENCE OF CELEBRITY ENDORSER, ATTRIBUTES PRODUK AND PROMOTION OF TOKOPEDIA CONSUMER PURCHASING DECISION IN PELITA BANGSA UNIVERSITY

BY

YOGA PUTRA LESMANA 111.510.638

he rapid development of technology, it encourages industry players to innovate in the field of technology, one of which is in the field of online shopping transactions, the marketplace. There are many marketplaces present, one of which is tokopedia. Tokopedia is still one of the marketplaces favored by consumers at nearly 10 years of age and amid intense competition, it is inseparable from the role of high consumer purchasing decisions. Purchasing decisions are one of the most important factors in the aspects of marketing management, because these purchasing decisions are the basis of the birth of a purchase. Consumer decision is the stage of consumer evaluation that forms preferences between brands in a collection of choices (Kotler and Keller, 2008:

188). This study aims to determine the role of celebrity endorsers (Hamish Daud and Raisa), product attributes and promotions on the purchasing decisions of consumers of Tokopedia on the Cikarang Pelita Nations campus. This type of research is quantitative. With a tokopedia consumer population on the student 2015 Cikarang Pelita Bangsa campus and sampling using proporsi sampling techniques with a sample size of 96 respondents. For data collection includes observation, questionnaires and literature study. The analytical method used is the respondent characteristic test, validity test, reliability test, classic assumption test, simple linear analysis and hypothesis test. Based on the results of data analysis, the results show that the celebrity endorser variable partially has a significant effect on consumer purchasing decisions in the Cikarang Pelita campus, the product attribute variable partially has a significant effect on the consumer purchasing decisions in the Cikarang Pelita Bangsa, and the promotion variable has a significant influence on purchasing decisions. tokopedia consumers in the Cikarang Pelita campus.

Keyy words: Celebrity Endorser, Atributes Product, Promotion, Purchase Decion

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur yang sedalam-dalamnya penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Pengaruh Celebrity endorser, Atribut Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Tokopedia (Study Kasus Pada Konsumen Tokopedia di Kampus Pelita Bangsa Cikarang)”.

Tujuan daripada Skripsi adalah untuk memenuhi syarat dalam mencapai gelar Sarjana Manajemen pada Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa.

Sehubungan dengan selesainya karya akhir tersebut penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu Hj. Surya Bintarti.,S.E.,MM.. selaku pembimbing skripsi yang dengan sabar memberikan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

2. Ibu Preatmi Nurastuti.,S.E.,MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis 3. Ibu Yunita Ramadani.,S.E.,Msc, Ketua Program Studi Manajemen

Universitas Pelita Bangsa

4. Civitas Akademika Universitas Pelita Bangsa

5. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pelita Bangsa angkatan 2015.

6. Keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan dan dorongan semangat.

Penulis menyadari penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.

Untuk itu saran serta kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Bekasi, 25 Agustus 2019

Yoga Putra Lesmana

(8)

viii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

ABSTRAK ... v

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

1.5 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II : KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori ... 9

2.1.1 Pengertian Keputusan pembelian ... 9

2.1.1.1 Indikator Keputusan Pembelian ... 10

2.1.2 Pengertian Celebrity Endorser ... 10

2.1.2.1 Indikator Celebrity Endorser ... 11

2.1.3 Pengertian Atribut Produk ... 13

2.1.3.1 Indikator Atribut Produk ... 14

2.1.4 Pengertian Promosi ... 15

2.1.4.1 Indikator Promosi ... 16

2.2 Penelitian Terdahulu ... 17

2.3 Hipotesis ... 20

BAB III : METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 26

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 27

3.3 Kerangka Konsep ... 27

3.3.1 Desain Penelitian ... 28

3.3.2 Definisi Operasional Variabel ... 29

3.4 Populasi dan Pengambilan Sampel ... 31

(9)

ix

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 33

3.6 Metode Analisis Data ... 34

3.6.1 Uji Kelayakkan Data ... 34

3.6.2 Uji Analisis Data ... 36

BAB IV : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum PT. Tokopedia ... 41

4.1.1 Visi Tokpedia ... 43

4.1.2 Jenis Bisnis dan Teknologi Tokopedia ... 43

4.2 Gambaran Umum Konsumen Tokopedia ... 45

BAB V : HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ... 48

5.1.1 Uji Kelayakkan Data ... 48

5.1.2 Uji Analisis Data ... 61

5.2 Pembahasan ... 76

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 94

6.2 Saran ... 95

DAFTAR PUSTAKA ... xiii

LAMPIRAN ... xiv

(10)

x

DAFTAR TABEL

No. Hal.

3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian ... 27

3.2 Definisi Operasional Variabel... 28

5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 49

5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 50

5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 51

5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 52

5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan ... 54

5.6 Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian ... 55

5.7 Hasil Uji Validitas Celebrity Endorser ... 56

5.8 Hasil Uji Validitas Atribut Produk ... 57

5.9 Hasil Uji Validitas Promosi ... 58

5.10 Hasil Uji Reliabilitas Keputusan Pembelian ... 59

5.11 Hasil Uji Reliabilitas Celebrity Endorser ... 59

5.12 Hasil Uji Reliabilitas Atribut Produk ... 60

5.13 Hasil Uji Reliabilitas Promosi ... 60

5.14 Hasil Descriptive Statistic... 62

5.15 Hasil Uji Kategorisasi Variabel Celebrity endorser ... 63

5.16 Hasil Uji Kategorisasi Variabel Atribut Produk ... 64

5.17 Hasil Uji Kategorisasi Variabel Promosi... 65

5.18 Hasil Uji Kategorisasi Vaariabel Keputusan Pembelian ... 66

5.19 Hasil Uji Perhitungan Uji Normalitas ... 68

5.20 Hasil Uji Multikolinearitas ... 69

5.21 Hasil Uji Heterokesdatisitas... 70

5.22 Hasil Analisis Regresi Berganda ... 71

5.23 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 75

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

No. Hal.

1.1 Gambar Data Pengunjung Website Tokopedia ... 2 3.1 Gambar Desain Penelitian ... 27 4.1 Gambar Data Pengunjung Website Tokopedia ... 45

(12)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No. Hal.

1. Maping Jurnal... 97

2. Kuesioner ... 104

3. Tabulasi Data Kuesioner ... 108

4. Hasil Uji Validitas ... 118

5. Hasil Uji Reliabilitas ... 122

6. Hasil Uji Asumsi Klasik ... 124

7. Hasil Analisis Regresi Berganda ... 126

8. Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 127

9. Daftar Riwayat Hidup... 128

(13)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Industri berbasis teknologi semakin berkembang pesat di era globalisasi ini, salah satunya perkembangan dunia marketplace. Marketplace hadir dengan berbagai keunggulan serta warna tersendiri yang membedakannya dengan kompetitor lain, salah satunya tokopedia. Tokopedia menjadi salah satu marketplace karya anak bangsa yang hadir untuk menjawab segala kekurangan marketplace terdahulunya, dan tokopedia mencoba memasuki segmentasi pasar kompetitor nya dengan menawarkan konsep matang dari mereka dan mencoba menjawab segala kekurangan yang ada dengan sebuah pematangan konsep yang memuaskan. Kehadiran tokopedia sejak periode 2009 hingga dengan saat ini bisa dikatakan sangat memuaskan dan konsisten. Tokopedia masih menjadi salah satu marketplace yang sangat digemari oleh konsumen untuk bertransaksi dan berbelanja dengan mudah, ditengah-tengah persaingan marketplace yang begitu ketat dengan hadirnya beberapa marketplace baru. Terbukti tahun 2018 jumlah kunjungan ke situs tokopedia mengalami peningkatan seperti pada data berikut:

(14)

2

Gambar 1.1 Data Pengunjung Website Tokopedia Tahun 2018 (juta)

Sumber : Katadata.co.id

Berdasarkan tabel data yang disajikan diatas, jumlah pengunjung website tokopedia selalu mengalami kenaikan yang signifikan disetiap triwulannya pada tahun 2018 (Katadata.co.id,2019). Keberhasilan tokopedia menjadi salah satu marketplace yang di gemari pengguna smartphone dan mampu menjaga stabilitas jumlah konsumen nya diusianya yang memasuki 10 tahun itu tidak terlepas dari kemampuan mereka melihat apa yang sedang dibutuhkan pasar serta mampu mempengaruhi konsumen dalam hal pengambilan keputusan untuk berbelanja di tokopedia.

Keputusan pembelian konsumen tokopedia menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan bidang pemasaran dalam menjalankan tugas mereka,

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Trwiulan IV

Lazada Bukalapak Tokopedia Shopee

(15)

karena ketika konsumen memutuskan untuk membeli ataupun menggunakan suatu produk maupun jasa maka secara tidak langsung akan membuat tingkat penjualan meningkat, secara tidak langsung juga akan mempengaruhi pendapatan dari perusahaan. Perusahaan yang cerdas berusaha untuk memahami proses keputusan pembelian pelanggan secara utuh, semua pengalaman mereka dalam pembelajaran, memilih, menggunakan dan bahkan menyingkirkan produk (Kotler, Keller 2008: 184). Keputusan pembelian ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang cukup beraneka ragam dan luas, diantaranya beberapa faktor seperti pemilihan bintang iklan (celebrity endorser), atribut atau kelengkapan dari suatu produk yang ditawarkan serta kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau unit bisnis .

Kehadiran celebrity endorser atau pemilihan bintang iklan menjadi sangat penting bahkan hasil prestasi seorang celebrity endorser menjadi salah satu tolak ukur konsumen untuk mempertimbangkan dan memutuskan membeli suatu produk. Penggunaan dukungan selebritas dapat mempengaruhi mereka untuk membeli produk setelah menonton iklan jika didukung selebritas favorit mereka (Shukre and Dugar, 2013). Organisasi atau bisnis akan mendapatkan keuntungan dari selebriti, manager dan pemasar harus mempertimbangkan penggunaan selebriti untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan pelanggan ( Cheach, et al 2017) Seperti kita ketahui bahwa peran celebrity endorser ataupun bintang iklan disini sebagai magnet atau daya tarik tersendiri agar nantinya konsumen memutuskan untuk

(16)

4

membeli dan berbelanja. Setidaknya ada lima hal yang harus di miliki oleh seorang celebrity endoser, yakni Trustworthiness (kepercayaan), Expertise (keahlian), Attractiveness (daya tarik fisik), Respect (kualitas dihargai) dan Similarity (kesamaan dengan audiens) (Shimp, 2007:304 dalam Untarsih 2014) . keberhasilan celebrity endorser ini akan sangat ditentukan oleh atribut atau kelengkapan yang ditawarkan oleh suatu produk atau jasa.

Kelengkapan atribut produk menjadi salah satu bagian terpenting dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Atribut ini harus menonjol disetiap tahapan agar memberikan rasa penasaran sehingga konsumen memutuskan membeli produk tersebut (Tirelli and Ruiz, 2016). Kelengkapan serta pengembangan terhadap suatu produk atau jasa akan membuat produk atau jasa tersebut memiliki nilai tambah dimata konsumen dan pada akhirnya konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa tersebut.

Pengembangan suatu produk atau jasa yang melibatkan pendefinisian manfaat yang akan ditawarkan pada produk atau jasa akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen (Kotler dan Amstrong, 2008:272 dalam Fadhilah, 2019). Pengembangan atribut produk ini biasanya dalam hal kualitas produk, fitur produk, gaya dan desain, brand serta servis (Kotler dan Amstrong, 2008: 272, dalam Fadhilah 2019) yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian tak terkecuali konsumen tokopedia. Terlepas dari peran atribut produk atau kelengkapan yang di miliki suatu produk atau jasa, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yakni kegiatan promosi.

(17)

Kegiatan promosi menjadi salah satu dasar bagi setiap konsumen sebelum menentukan pilihannya atas suatu produk atau jasa. Kegiatan promosi yang dijalankan efektif akan sangat menentukan kemana arah mana konsumen dalam menetukan keputusannya dalam membeli ataupun menggunakan suatu produk ataupun jasa. Promosi mengacu pada berbagai jenis teknik penjualan, pemberian insentif dan teknik lain yang dimaksudkan untuk menghasilkan efek penjualan jangka pendek ( Firdausy and Idawati, 2017). Kegiatan promosi yang dilakukan dapat diukur dengan beberpa aspek seperti periklanan, penjualan personal, promosi penjualan, publishitas dan hubungan masyarakat serta informasi dari mulut ke mulut ( Keller, dalam Umaternate 2014).

Berdasarkan fenomena tersebut peneliti berusaha membuat suatu kajian ilmiah untuk menguji sejauh mana :”Pengaruh Celebrity Endorser, Atribut Produk, dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Tokopedia di Universitas Pelita Bangsa Cikarang.

1.2 Perumusan masalah

Keputusan pembelian merupakan salah satu komponen penting dan menjadi salah satu penyebab terjadi kesuksesan tokopedia dalam menjaga kestabilan konsumennya. Peneliti mencoba mencari tahu penyebab stabil nya keputusan pembelian tersebut, dan peneliti mendapatkan tiga faktor yang mungkin mempengaruhi yakni celebrity endorser, atribut produk, dan promosi, dari fenomena diatas dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :

(18)

6

1. Apakah celebrity endorser yang dipilih tokopedia dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen ?

2. Apakah atribut produk yang ditawarkan dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di tokopedia?

3. Apakah kegiatan promosi yang dilakukan oleh tokopedia dapat berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen?

1.3 Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran celebrity endorser yang dipilih dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan bertransaksi di tokopedia, pengaruh atribut produk yang ditawarkan tokopedia dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli serta bertransakasi di tokopedia , dan sejauh mana promosi yang di lakukan mampu mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan bertransaksi di tokopedia.

1.4 Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kegunaan baik secara teoritis dan praktis untuk berbagai pihak yang membaca dan menjadikan penelitian ini referensi dikemudian hari :

1. Manfaat teoritis, semoga hasil kesimpulan dari penelitian ini akan menjadi sarana pengembangan teori ilmu pengetahuan yang dimiliki

(19)

dalam manajemen pemasaran yang selama ini diperoleh dibangku kuliah untuk kemudian diterapkan pada dunia kerja.

2. Manfaat praktis, semoga hasil penelitan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi khalayak yang membaca dikemudian hari.

1.5 Sistematika penulisan

Sistematika penulisan skripsi yang akan dilakukan berdasarkan pada aturan sistematika yang telah ditetapkan oleh program studi manajemen STIE Pelita Bangsa (Surya Bintarti, 2015: 38-48) sehingga dapat diuraikan sebagai berikut:

- Bab pendahuluan, dimana pada bab ini menjelaskan tentang latarbelakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

- Bab kajian pustaka, dimana pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori meliputi pengertian celebrity endorser dan indikatornya, pengertian atribut produk dan indikatornya, dan pengertian promosi serta indikatornya, selanjutnya menjelaskan penelitian terdahulu dan hipotesis.

- Bab metodologi penelitian, dimana pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, kerangka konsep yang meliputi desain penelitian dan deskripsi operasional variabel penelitian, selanjutnya menjelaskan tentang populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data yang meliputi tahap pengolahan data kuantitatif dan tahap pengujian instrumen penelitian.

(20)

8

- Bab gambaran umum objek penelitian, dimana pada bab ini menjelaskan tentang sejarah objek penelitan, struktur manajemen, informasi penjualan beberapa periode terakhir dan strategi pemasaran dari objek penelitian.

- Bab hasil penelitian dan pembahasan, dimana pada bab ini menjelaskan hasil analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi, dan uji hipotesis dijelaskan pula interpreasi data / pembahasan.

- Bab penutup, dimana pada bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran bagi pihak-pihak yang terkait.

(21)

9

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan teori

2.1.1 Pengertian keputusan pembelian

Keputusan pembelian merupakan salah satu faktor terpenting didalam aspek manajemen pemasaran, karena keputusan pembelian inilah yang menjadi dasar dari lahirnya sebuah pembelian, Keputusan konsumen adalah tahap evaluasi konsumen yang membentuk preferensi antar merek dalam kumpulan pilihan (Kotler dan keller, 2008: 188).

Sedangkan menurut (Peter dan Jhonson, 2004 dalam Nathalia dan Mulyana, 2014) mengatakan bahwa keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Secara garis besar berarti keputusan pembelian adalah salah satu sikap yang diambil oleh konsumen berdasarkan pemilihan- pemilhan alternatif yang tersedia sesuai sesuai kebutuhannya masing- masing individu atau kelompok.

Setidaknya terdapat beberapa proses atau tahap pengambilan keputusan (Lee dan Jhonson, 2004: 110-111 dalam Putra et al, 2014) yaitu, pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,

(22)

10

pembelian dan evaluasi pasca pembelian. Selain terdapat beberpa tahapan dalam pengambilan keputusan, terdapat beberapa pihak yang terlibat didalam proses pengambilan keputusan (Swasta dan Irawan, 2008-118 dalam Putra et al, 2014) yakni, pemrakarsa (inisiator), pemberi pengaruh (influencer), pengambil keputusan (decider), pembeli (buyer), dan pemakai (user).

2.1.1.1 Indikator keputusan pembelian

Ada beberapa indikator dalam keputusan pembelian menurut (Hawskin, 2001:12 dalam Putra et al, 2014) yakni :

1. Product selections, : pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

2. Brand selections : preferensi konsumen tentang sebuah merek selama proses konsumsi.

3. Store selections : pemilihan toko-toko tertentu yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk

4. Waktu pembelian : merupakan suatu moment atau peristiwa dimana terjadinya pembelian suatu produk

5. Cara pembayaran : merupakan metode dalam proses pembelian suatu produk

(23)

2.1.2 Pengertian celebrity endorser

Penggunaan serta ketepatan dalam memilih celebrity endorser menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam menjalankan salah satu strategi pemasaran. Daya tarik dari celebrity endorser ini diharapkan mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Menurut (Shimp, 2007: 458 dalam Utarsih 2014) endorser adalah sebagai pendukung iklan atau juga yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang diiklankan, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi konumen untuk mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. Para pemasang iklan dengan bangga menggunakan kaum selebriti di dalam periklanan karena atribut popularitas yang mereka miliki termasuk kecantikan, keberanian, bakat, jiwa olahraga (atheticisme), keanggunan, kekuasaan, dan daya tarik seksual, seringkali merupakan pengikat yang diinginkan untuk merek- merek yang mereka dukung. Disisi lain, selebriti sendiri adalah tokoh (aktor, penghibur atau atlet) yang dikenal masyarakat karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukungnya (Shimp, 2007: 460 dalam Utarsih 2014).

Berdasarkan kedua penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa celebrity endorser adalah seorang tokoh yang dikenal masyarakat luas karena prestasinya didalam bidang tertentu dan dipercaya untuk menjadi bintang iklan suatu produk dan memberikan informasi tentang produk yang sedang dicari konsumen.

(24)

12

2.1.2.1 Indikator celebrity endorser

Penggolongan atribut endorser dibagi menjadi beberapa bagian, menrut (Shimp, 2007:304 dalam Untarsih 2014) menggolongkan endorser pada iklan menjadi dua atribut umum, yaitu credibility dan attractiveness, yang terdiri dari lima atribut khusus untuk memfasilitasi efektivitas komunikasi. Secara spesifik dikatakan bahwa lima atribut khusus endorser dijelaskan dengan akronim TEARS. TEARS tersebut terdiri dari trustworthiness and expertise yang merupakan dua dimensi dari credibility.Sedangkan phsycal attractiveness, respect, dan similarity merupakan komponen dari konsep umum attractiveness.

Konsep TEARS tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Trustworthiness (kepercayaan) mengacu pada sejauh mana sumber dipandang memiliki kejujuran, ketulusan dan dapat dipercaya. Sumber dapat dipercaya (Trustworthiness) secara sederhana berarti endorser sebuah merek secara bertingkat membuat audience memiliki kepercayaan kepada apa yang mereka katakan. Secara garis besar maka dapat dikatakan Trustworthiness merupakan kemampuan selebriti untuk memberi kepercayaan pada konsumen terhadap suatu produk.

2. Expertise (keahlian) adalah mengacu pada pengetahuan, pengalaman atau keahlian yang dimiliki oleh seorang endorser yang dihubungkan dengan merek yang didukung. Keahlian

(25)

endorser dibidangnya akan sangat mempengaruhi keputusan konsumen atas suatu produk yang diiklankan oleh endorser.

3. Attractiveness (daya tarik fisik) adalah mengacu pada diri yang dianggap sebagai yang menarik untuk dilihat dalam kaitannya dengan konsep kelompok tertentu dengan daya tarik fisik. Seorang yang menarik dirasakan lebih positif dalam merefleksikan merek dibandingkan dengan orang yang memiliki daya tarik rata-rata.

4. Respect (kualitas dihargai) merupakan pemberian penghargaan audience terhadap suatu produk setelah melihat dan mendengar informasi dari endorser. Rasa respect konsumen terhadap endorser inilah yang menjadi acuan konsumen untuk mengambil sikap terhadap suatu produk yang diiklankan endorser.

5. Similarity (kesamaan dengan audiens yang dituju) adalah mengacu pada kesamaan antar endorser dan audience dalam hal umur, gender, etnis, status sosial dan sebagainya.

2.1.3 Pengertian atribut produk

Perkembangan inovasi berjalan sangat begitu cepat sekali berjalan, terutama dalam hal inovasi atribut produk. Atribut produk adalah pengembangan suatu produk atau jasa yang melibatkan pendefinisian manfaat yang akan ditawarkan produk atau jasa tersebut yang bermanfaat untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk atau jasa (Kotler dan Amstrong, 2008:272 dalam

(26)

14

Fadhilah, 2019). Pendefinisian manfaat yang dilakukan oleh perusahaan ini berjalan begitu dinamis dan bebas sesuai dengan perkembangan zaman, untuk menyesuaikan keinginan pasar. According to (Tjiptono 2008:103 in Anwar, 2018) "product attribute is the element of the product that considered as an important factor to the consumer and become the basic of purchase decision. Product attribute including brand, packaging, guarantee and service" yang berarti atribut produk adalah unsur produk yang dianggap sebagai faktor terpenting bagi konsumen dan menjadi dasar keputusan pembelian. Atribut produk termasuk merek, kemasan, garansi dan layanan.

Menarik pemaparan diatas, bisa disimpulkan bahwa atribut produk adalah segala sesuatu unsur pengembangan produk yang melibatkan inovasi dalam hal layanan, kemasan, fitur dan lain-lain untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen untuk menciptakan kesan yang baik pada sudut pandang konsumen.

2.1.3.1 Indikator atribut produk

Ada tiga komponen atribut produk menurut (Kotler dan Amstrong, 2008: 272, dalam Fadhilah 2019) komponen nya adalah sebagai berikut :

1. Kualitas product ( product quality)

Kualitas produk merupakan salah satu positioning utama pemasar yang mempunyai dampak langsung pada kinerja produk atau jasa.

(27)

Kualitas produk mempunyai dua dimensi yaitu tingkat kualitas dan konsistensi kualitas. Dalam mengembangkan suatu produk, pemasar harus menentukan tingkat kualitas pada produk untuk mendukung positioning produk. Tiingkat kualitas produk yang dimaksud adalah tingkat kualitas kinerja, bagaimana kemampuan sebuah produk untuk melaksanakan fungsinya.

2. Fitur produk

Produk yang akan ditawarkan kepada konsumen terdiri dari berbagai macam fitur. Berbagai macam fitur dapat ditawarkan kedalam sebuah produk. Fitur adalah salah satu alternatif untuk membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing dimata konsumen. Fitur juga sebagai sarana kompetitif sehingga perusahaan memberikan hal terbaik untuk konsumennya.

3. Gaya dan desain produk

Cara lain perusahaan untuk menambah nilai bagi konsumennya yaitu dengan menambahkan gaya dan desain produknya. Desain merupakan konsep yang lebih luas daripada gaya. Gaya hanya mengedepankan tampilan luar produk agar konsumen tertarik melihatnya. Gaya yang baik dapat menarik perhatian dimata konsumen, tapi desain lebih dari sekedar memperhatikan tampilan.

(28)

16

2.1.4. Pengertian promosi

Promosi adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual serta berperan dalam mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatau produk atau jasa (Kotler dan Keller, 2009: 172 dalam Umaternate et al , 2014). Sedangakan menurut (Hair dan Mc Daniel, 2001 dalam Natalia, 2014) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran, selain dari periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat dimana insentif jangka pendek untuk memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau menaikan nilai tambah.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa promosi adalah segala aktivitas yang dilakukan berupa pemberian informasi tentang produk atau jasa, tentang kelebihan dan kekurangan dari produk untuk dijadikan sebuah acuan oleh konsumen sebelum melakukan suatu keputusan dalam hal pembelian barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Promosi ini merupakan salah satu aspek yang sangat penting didalam proses pemasaran, karena keberhasilan bidang pemasaran selain ditentukan oleh tenaga marketing, juga ditentukan oleh bagaimana sistem promosi yang dijalankan dan diterapkan oleh perusahaan, karena promosi yang dilakukan ini akan menarik minat konsumen untuk memilih produk maupun jasa yang dimiliki perusahaan.

(29)

2.1.4.1 Indikator promosi

Indikator untuk mengukur suatu promosi menurut (Keller, 2009: 174 dalam Umaternate 2014) adalah sebagai berikut :

1. Periklanan mengacu pada sebuah kegiatan terbayar akan sebuah ide promosi barang yang di presentasikan baik secara pribadi ataupun non pribadi dengan suponsor tertentu.

2. Penjualan personal mengacu pada tindakan personal yang dilakukan untuk tujuan menghasilkan penjualan dan merupakan alat paling efektif, biaya pada tahap proses lebih lanjut, terutama dalam membangun preferensi tindakan pembeli.

3. Promosi penjualan merupakan aktivitas yang mengkomunikasikan keuunggulan produk dan membujuk pelanggan untuk membeli produk itu serta merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk.

4. Publisitas dan hubungan masyarakat merupakan salah satu strategi dalam memberikan informasi kepada khalayak umum dan membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk mendapatkan publisitas yang dinginkan.

5. Informasi dari mulut ke mulut merupakan komunikasi yang berupa rekomendasi secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk ataupun jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal.

(30)

18

2.2 Penelitian terdahulu yang relevan

Penelitian terdahulu merupakan hasil-hasil penelitian terdahulu yang memberikan informasi terkait dengan metode penelitian, hasil, pembahasan yang digunakan sebagai dasar perbandingan dengan penelitian yang dilakukan, penelitian terdahulu dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Henny Utarsih, dalam artikel yang berjudul pengaruh celebrity endorser terhadap minat beli kartu as (Studi Kasus pada Penduduk Bandung) terbit dijurnal ILMAN, ISSN 2355-1488, Vol. 1, No. 2, September 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanya Hasil penelitian dari celebrity enodoser terhadap minat beli kartu As di Bandung secara simultan adalah 35,6%. Sedangakan secara parsial dimensi trustworthiness, respect, dan similarity mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Sedangkan expertise dan atracctivenes mempunyai pengaruh terbaik terhadap minat beli konsumen. diantara dimensi celebrity endorser yang paling berpengaruh dan dominan yakni dimensi respect yang memiliki signifikansi 0,001 <

0,005 dan thitung 2,191 > 1,985.

2. Anagha Shukre and Neha Dugar, dalam artikel yang berjudul effect celebrity endorsement on consumer decisions making processes terbit di International journal of management review , Volume 1 Issue 1, DOI 10.1.1.403.8266, April 2013, menghasilkan kesimpulan bahwa penggunaan selebritas dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli

(31)

suatu produk. Selebritas digunakan untuk member nilai-nilai kredibilitas dan inspirasional terhadap suatu merek .

3. Falah Fadhilah, Achmad Fauzi DH dan Aniesa Samira Bafadhal, dalam artikel yang berjudul pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian ( survei pada pengguna Iphone tipe 5s keatas pada mahasiswi S1 fakultas ilmu administrasi program studi ilmu administrasi bisnis univeritas Brawijaya tahun ajaran 2017/2018) terbit dijurnal administrasi bisnis (JAB) : Vol. 68 No. 1, Maret tahun 2019, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanaya pengaruh yang signifikan antara variabel atribut produk terhadap keputusan pembelian, dengan kata lain konsumen memilih membeli Iphone tipe 5S karena salah satu alasannya adalah atribut produk atau dalam hal ini fitur yang dimiliki konsumen sangat lengkap dan modern dibanding jenis smartphone lain. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa komponen atribut produk yakni desain produk mempunyai pengaruh yang kuat di bandingkan komponen atribut produk lainnya.

4. Christian Tirelli dan Maria Pilar Martinez-Ruiz, dalam artikel yang berjudul influence product attributes on sojourners’ food purchase decisions terbit dijurnal British Food Journal, Volume 116 Iss 2 pp.251- 271, DOI 10.1108/BFJ-01-2012-0019, Januari 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa temuan peneliti menawarkan bukti bahwa bagaimana atribut produk atau dalam hal ini produk makanan mempengaruhi setiap tahap proses keputusan pembelian. Kecenderungan konsumen akan

(32)

20

melihat terlebih dahulu atribut produk yang ditawarkan sebelum membeli suatu produk.

5. Maulana M.I Umaternate, Willem JF. Alfa Tumbuan dan Rita Taroreh, dalam artikel yang berjudul promosi, harga dan inovasi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian sepatu futsal Nike di toko Akbar Ali sport Manado terbit dijurnal EMBA : Vol.2 No.2, Juni tahun 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel promosi, harga dan inovasi secara simultan terhadap keputusan pembelian. Promosi dan inovasi mempunyai nilai positif, harga memiliki nilai koefisien regresi negatif.

Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan tetap mempertahankan sepatu futsal yang ada karena harga yang diterima selalu berbanding lurus dengan kualitas yang diterima oleh konsumen.

6. Carunia Mulya Firdausy dan Rani Idawati, dalam artikel yang berjudul effect of service quality, price and promotion on costumer purchase decisions of Traveloka online airline tickets in Jakarta Indonesia, terbit dijurnal international journal of management science and business administrations, Volume 3 Issue 2 pages 42-49, DOI 10.18775/ijmsba 1849-5664-5419-2014.32.1004, Januari 2017, menghasilkan kesimpulan bahwa variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian tiket di Traveloka.

(33)

2.3. Hipotesis

Hipotesa dalam karya ilmiah ini dengan tema pengaruh celebrity endorser, atribut produk dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen Tokopedia ditetapkan sebagai berikut :

Hipotesis pertama : dinyatakan bahwa celebrity endorser yang dipilih tokopedia dapat memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen, dimana didalam hipotesa ini didukung oleh:

1. Shimp, 2007: 458 dalam buku yang berjudul periklanan terpadu (aspek tambahan komunikasi pemasaran terpadu, jilid I, edisi terjemahan tahun 2007, menyatakan bahwa endorser adalah sebagai pendukung iklan atau juga yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang diiklankan, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi konumen untuk mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. Terdapat lima indikator untuk mengukur celebrity endoser yakni Trustworthiness (kepercayaan), Expertise (keahlian), Attractiveness (daya tarik fisik), Respect (kualitas dihargai) dan Similarity (kesamaan dengan audiens yang dituju).

2. Anagha Shukre and Neha Dugar, dalam artikel yang berjudul effect celebrity endorsement on consumer decisions making processes terbit di International journal of management review , Volume 1 Issue 1, DOI 10.1.1.403.8266, April 2013, menghasilkan

(34)

22

kesimpulan bahwa penggunaan selebritas dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk.

3. Henny Utarsih, dalam artikel yang berjudul pengaruh celebrity endorser terhadap minat beli kartu as (Studi Kasus pada Penduduk Bandung) terbit dijurnal ILMAN, ISSN 2355-1488, Vol. 1, No. 2, September 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanya Hasil penelitian dari celebrity enodoser terhadap minat beli kartu As di Bandung secara simultan adalah 35,6%. Sedangakan secara parsial dimensi trustworthiness, respect, dan similarity mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli.

Hipotesis dua : dinyatakan bahwa atribut yang ditawarkan tokopedia dapat berpengaruh terhadap keputusan konsumen di tokopedia, dimana didalam hipotesa ini didukung oleh :

1. Kotler dan Amstrong, 2008:272 dalam buku yang berjudul prinsip- prinsip pemasaran, edisi 12 jilid 1 tahun 2008 menyatakan bahwa Atribut produk adalah pengembangan suatu produk atau jasa yang melibatkan pendefinisian manfaat yang akan ditawarkan produk atau jasa tersebut untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk atau jasa. Terdapat tiga indikator penting untuk mengukur suatu atribut produk, yakni kualitas produk, fitur produk dan gaya serta desain produk.

(35)

2. Christian Tirelli dan Maria Pilar Martinez-Ruiz, dalam artikel yang berjudul influence product attributes on sojourners’ food purchase decisions terbit dijurnal British Food Journal, Volume 116 Iss 2 pp.251-271, DOI 10.1108/BFJ-01-2012-0019, Januari 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa temuan peneliti menawarkan bukti bahwa bagaimana atribut produk atau dalam hal ini produk makanan mempengaruhi setiap tahap proses keputusan pembelian.

3. Falah Fadhilah, Achmad Fauzi DH dan Aniesa Samira Bafadhal, dalam artikel yang berjudul pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian ( survei pada pengguna Iphone tipe 5s keatas pada mahasiswi S1 fakultas ilmu administrasi program studi ilmu administrasi bisnis univeritas Brawijaya tahun ajaran 2017/2018) terbit dijurnal administrasi bisnis (JAB) : Vol. 68 No. 1, Maret tahun 2019, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanaya pengaruh yang signifikan antara variabel atribut produk terhadap keputusan pembelian, dengan kata lain konsumen memilih membeli Iphone tipe 5S karena salah satu alasannya adalah atribut produk atau dalam hal ini fitur yang dimiliki konsumen sangat lengkap dan modern dibanding jenis smartphone lain.

Hipotesis tiga : dinyatakan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan oleh pihak Tokopedia akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk

(36)

24

membeli dan bertransaksi di Tokopedia, dimana didalam hipotesa ini didukung oleh :

1. Kotler dan Keller, 2009: 172 dalam buku yang berjudul manajemen pemasaran, jilid II edisi ke 13 tahun 2009 menyatakan bahwa promosi adalah berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual serta berperan dalam mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. Terdapat juga lima indikator penting untuk mengukur promosi, yakni periklanan, penjualan, publisitas dan hubungan masyarakat serta informasi dari mulut ke mulut.

2. Carunia Mulya Firdausy dan Rani Idawati, dalam artikel yang berjudul effect of service quality, price and promotion on costumer purchase decisions of Traveloka online airline tickets in Jakarta Indonesia, terbit dijurnal international journal of management science and business administrations, Volume 3 Issue 2 pages 42- 49, DOI 10.18775/ijmsba 1849-5664-5419-2014.32.1004, Januari 2017, menghasilkan kesimpulan bahwa variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian tiket di Traveloka.

3. Maulana M.I Umaternate, Willem JF. Alfa Tumbuan dan Rita Taroreh, dalam artikel yang berjudul promosi, harga dan inovasi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian sepatu futsal Nike di

(37)

toko Akbar Ali sport Manado terbit dijurnal EMBA : Vol.2 No.2, Juni tahun 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel promosi, harga dan inovasi secara simultan terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan tetap mempertahankan sepatu futsal yang ada karena harga yang diterima selalu berbanding lurus dengan kualitas yang diterima oleh konsumen.

(38)

26

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, metode yang menekankan aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial.

(Sugiyono, 2014), dimana dari fenomena yang berkembang tentang bagaimana tokopedia mampu menjaga konsistensinya diusianya yang memauki 10 tahun dan masih menjadi pilihan dihati konsumen untuk berbelanja, Menarik dari fenomena diatas, maka penelitian ini mencoba mengukur sejauh mana fenomena sosial tersebut secara obyektif.

Pengukuran fenomena tentang suksesnya tokopedia ini, juga didukung oleh penelitian kualitatif dimana penelitian secara kualitatif ini akan memperkuat pengukuran secara kuantitatif diatas. Penelitian kualitatif dilakukan secara alamiah, dimana penelitian ini mengukur sejauh mana fenomena yang berkembang dilapangan dan apa adanya tanpa ada manipulasi sedikitpun dan real apa adanya. fenomena tersebut berdasarkan pada judul yang diteliti yaitu “celebrity endorser, atribut produk dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen Tokopedia (studi kasus pada konsumen Tokopedia di kampus Pelita Bangsa Cikarang)”. Penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara celebrity endorser, atribut produk dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen tokopedia.

(39)

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kampus Pelita Bangsa Cikarang dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2019 dengan tabel sebagai berikut :

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Penelitian

No Uraian Maret

2019

April

2019

Mei

2019

Juni

2019

Juli

2019

Agustus

2019

1. Bimbingan 1 2. Kuesioner 3. Wawancara 4. Analisis Data 5. Pengolahan data 6. Bimbingan II 7. Pengesahan

Penelitian 8. Ujian Skripsi

Sumber: Peneliti

(40)

28

3.3 Kerangka Konsep

3.3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :\

Gambar 3.1

Desain Penelitian

Keterangan :

H1= X1 Y : Shimp, 2007: 458 dalam buku yang berjudul periklanan terpadu (aspek tambahan komunikasi pemasaran terpadu, jilid I, edisi terjemahan tahun 2007.

Promosi penjualan Desain penelitian dalam penelitian

Hawskin, 2001 : 12 dalam Putra et al 2014

Shimp, 2007:304 dalam Untarsih 2014

al 2014

Atribut produk (X2)

Celebrity Endorser

(X1)

gggggHsshhshshsshshsjsjsjxjxjxj

Expertise

Respect Similary Attractiveness

Brand

( m e r e k ) Kualitas produk

Gaya dan desain

p r o d u k Servis

Promosi (X3)

Publisitas dan hubungan masyarakat

Informasi Dari mulut ke mulut.

Penjualan Personal ppersonal

Periklanan

Keputusan pembelian

(Y) Fitur produk

cara pembayaran Waktu pembelian

Store Selections Brand selections

Product selections

Kotler dan Amstrong, 2008: 272, dalam Fadhilah 2019 Tjiptono 2008: 103, dalam Anwar et al 2018

Keller, 2009: 510 dalam Umaternate 2014

Hawskin, 2001 : 12 dalam Putra et al 2014

H1

H3 H2

(41)

Anagha Shukre and Neha Dugar, international journal of management review, Volume 1, Issue 1, DOI 10.1.1.403.8266, April (2013)

Henny Utarsih, jurnal ILMAN : ISSN 2355-1488, Vol. 1, No.2, September (2014)

Shimp, 2007:304 dalam Untarsih 2014

H2 = X2 Y: Kotler dan Amstrong, 2008 : 272 dalam buku yang berjudul prinsip-prinsip pemasaran, edisi 12 jilid 1 tahun 2008

Christian Tirelli dan Maria Pilar Martinez-Ruiz, jurnal British Food Journal, Volume 116 Iss 2 pp.251-271, DOI 10.1108/BFJ;01-2012-0019, Januari ( 2014)

Falah Fadhilah, Achmad Fauzi DH dan Aniesa Samira Bafadhal, jurnal admistrasi bisnos (JAB) : Volume 68, Nomor 1, (2019)

Kotler dan Amstrong, 2008: 272 dalam Fadhilah (2019) Tjiptono 2008: 103, dalam Anwar et all (2018)

H3 = X3 Y: Kotler dan keller, 2009 :174 dalam buku yang berjudul manajemen pemasaran, jilid II edisi ke 13 tahun 2009 Carunia Mulya Firdausy dan Rani Idawati, international journal of management science and business administrations, Volume 3 Issue 2 pages 42-49, DOI 10.18775/ijmsba 1849-5664-5419-2014.32.1004, Januari (2017)

Maulana M.I Umaternate, Willem JF. Alfa Tambunan dan Rita Taroreh, jurnal EMBA : Volume 2, Nomor 2, (2014) Keller, 2009 : 510 dalam Umaternate (2014)

3.3.2 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Adapun definisi Operasional variabel dalam penelitian ini akan dijelaskan pada tabel berikut :

(42)

30

Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel

Uraian VAriabel Instrumen/Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Celebrity endorser

pendukung iklan atau yang dikenal juga sebagai bintang iklan yang mendukung

produk yang diiklankan.

(Shimp, 2007:304 dalam Untarsih, 2014).

1. Trustworthiness (kepercayaan)

1. Sikap percaya terhadap produk dari pencitraan suatu pendukung

2. Expertise (keahlian)

2. Mengacu pada pengetahuan, pengalaman atau keahlian yang dimiliki oleh seorang endorser yang dihubungkan dengan merek yang didukung.

3. Attractiveness (daya tarik fisik)

3. Mengacu pada diri yang dianggap sebagai yang menarik untuk dilihat dalam kaitannya dalam konsep kelompok tertentu dengan daya tarik.

4. 4. Respect (kualitas dihargai)

4. 4. Merupakan pemberian penghargaan audience terhadap suatu produk setelah mendengar informasi dari endorser.

5 . Similary (kesamaan dengan Audience yang Dituju).

5. Mengacu pada kesamaan antar audience dengan endorser dari segi umur, gender, etnis, status social dan lainnya.

Atribut produk pendefinisian manfaat yang dilakukan

perusahaan ini berjalan begitu dinamis dan bebas sesuai dengan

perkembangan zaman unuk menyesuaikan pasar.

( Kotler dan Amstrong, 2008: 272, dalam Fadhilah 2019) ( Tjiptono 2008: 103,

1. Kualitas produk (product

quality)

1. Dalam mengembangkan suatu produk pemasar harus menentukan tingkat kualitas produk pada poduk untuk mendukung positioning produk.

2. Fitur produk 2. Merupakan suatu alternatif yang membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing dimata konsumen.

3. Gaya dan desain produk

3. Desain merupakan konsep yang lebih luas daripada gaya, gaya hanya mengedepankan tampilan luar produk agar konsumen tertarik melihatnya.

4. Brand (merek) 4. Produk yang mampu memberikan dimensi tambahan yang secara unik membedakannya dengan produk- produk lain yang dirancang untuk

(43)

dalam Anwar et al 2018) memuaskan kebutuhan serupa..

5. Servis (pelayanan)

5. Suatu tingkat keunggulan ang diharapkan dimana pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Promosi Cara untuk

menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang suatu produk atau brand yang dijual.

(Keller, 2009: 172 dalam Umaternate 2014).

1. Periklanan 1. Merupakan suatu bentuk terbayar presentasi non pribadi dan promosi ide, barang, atau jasa dengan sponsor tertentu.

2. Penjualan personal

2. Merupakan alat yang paling efektif, biaya pada tahap proses pembelian lebih lanjut, terutama dalam membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli.

3. Promosi penjualan

3. Merupakan aktivitas yang mengkomunikasikan keungulan produk dan membujuk pelanggan untuk membeli produk itu

4. Publisitas dan hungan masyarakat

4. Merupakan salah satu stategi dalam memberikan informasi kepada khalayak umum dan mengelola hubungan yang baik dengan masyarakat.

5. Informasi Dari mulut ke mulut.

5. Merupakan proses komunikasi yang berupa rekomendasi secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal

Keputusan pembelian suatu proses pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pemilihan alternative hingga proeses pengambilan keputusan membeli

1. Product selections 2. Brand

selections 3. Store

Selections

1. .merupakan pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan

2. Preferensi konsumen tentang sebuah merek selama proses konsumsi.

3. Merupakan pemilihan toko-toko tertentu untuk membeli sebuah produk.

4. Merupakan suatu moment atau

(44)

32

sebuah barang ( Hawskin, 2001 : 12 dalam Putra et al 2014) ( Swasta dan Irawan, 2003: 118 dalam Lestari, 2014)

4. Waktu pembelian 5. cara pembayaran

peristiwadimana terjadinya pembelian suatu produk.

5. Merupakan metode dalam proses pembelian suatu produk.

Sumber : Beberapa sumber yang diolah peneli

3.4 Populasi dan Pengambilan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah berbelanja dan setidaknya mengetahui tentang marketplace tokopedia. Populasi dalam penelitian ini sangat besar dan tidak terbatas (Infinity), sehingga pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling. Teknik ini dilakukan dengan menghentikan orang yang lewat pada kurun waktu yang ditentukkan peneliti dan ditanyakkan kesediaannya menjadi responden (Wulandari, 2018).

Keterbatasan waktu penelitian menjadi salah satu kendala tersendiri dalam penelitian ini, mulai dari penentuan fenomena sampai penentuan jumlah sampel peneliti dihadapkan dengan keterbatasan waktu dan jumlah populasi sangat besar (infinity). Selain itu tidak diketahui secara pasti berapa jumlah konsumen tokopedia dikampus pelita bangsa yang pernah berbelanja dan setidaknya mengetahui marketplace tokopedia, maka di gunakan teknik proporsi sampling untuk menarik jumlah sampel dengan perhitungannya.

Proporsi sampling atau formula lemeshow ini digunakan untuk menentukan ukuran sampel pada populasi besar dan tak terhingga. Tujuan dari sebagian

(45)

besar survei sampel termasuk menentukan nilai-nilai karakteristik tertentu dari populasi dari mana sampel dipilih. Nilai populasi ini disebut parameter, dan untuk populasi besar dan tak terhingga nilai parameternya konstan (Lemeshow, Hosmer Jr, Klar & Lwanga, 1990, p.1). Proporsi sampling atau formula Lemeshow untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:

n = Z2 x p (1-p) α2

dimana :

n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi

Z= Skor Z pada tingkat kepercayaan 95% = 1,96

p = Maksimal estimasi = 0,5

α = Alpha (0,10) atau Sampling eror 10%

n = 1,962 x 0,5 x (1-0,5) = 96,04 0,102

Berdasarkan perhitungan pada formula diatas menggunakan teknik proposi sampling pada populasi besar dan tidak terhingga, didapatkan jumlah sampel sebesar 96 dengan kriteria merupakan konsumen tokopedia yang pernah berbelanja di tokopedia atau setidaknya tahu tentang tokopedia.

Penggunaan teknik proporsi sampling dengan formula Lemeshow untuk penelitian ini didukung dengan penelitian terdahulu Eddison Gunadi dan Sherly Rosalina Tanoto dalam jurnal Agora Vol 6 No.1 tahun 2018 yang

(46)

34

berjudul hubungan harga dan kualitas layanan terhadap kepuasaan pelanggan M-Sport futsal center, dimana dalam penelitian ini populasi nya adalah konsumen yang telah menggunakan jasa sewa lapangan futsal M-Sport dengan estimasi populasi besar dan tidak diketahui, oleh karena itu Edison dan Sherly menggunakan teknik proporsi sampling dengan formula lemeshow.

3.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Observasi, mengobservasi/pengamatan yang dilakukan secara langsung di kampus Pelita Bangsa Cikarang sebagai objek penelitian mengenai keputusan pembelian pada konsumen Tokopedia.

2. Data kuesioner, pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket kuesioner yang berisi tentang pernyataan mengenai celebrity endorser, atribut produk dan promosi terhadap keputusan pembelian yang diberikan kepada 50 konsumen Tokopedia dengan menggunakan skala penilaian responden 1-10, dimana skala 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan skala 10 (sangat setuju).

3. Studi Kepustakaan, dilakukan dengan cara mengumpulkan artikel- artikel, teori yang relevan, dan literatur lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini.

(47)

3.6 Metode Analisis Data

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear sederhana, maka beberapa metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.6.1 Uji Kelayakan Data

Uji kelayakan data dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur sejauh mana data yang digunakan untuk penelitian ini benar-benar layak atau tidaknya untuk dijadikan sumber data dalam penelitian. Uji kelayakan data dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden bertujuan untuk menunjukkan data mengenai distribusi responden secara keseluruhan, yang meliputi distribusi responden menurut usia, jenis kelamin, pendidikan terkahir, pekerjaan dan pendapatan.

2. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menukur kecepatan suatu item dalam kuesioner apakah sudah tepat dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item yang valid ditunjukan dengan adanya kolerasi yang signifikan antara item terhadap skor total item. Untuk penentuan apakah suatu item layak digunakan atau tidak, yaitu

(48)

36

dengan melakukan uji signifikansi koefisien kolerasipada taraf signifikan terhadap skor total item. (Priyatno, 2016:51)

Metode pengujian validitas item pada SPSS yang bisa digunakan yaitu dengan metode korelasi pearson. Metode uji validitas ini dengan cara mengkolerasikan masing-masing skor item dengan skor total item. Skor total item adalah penjumlahan dari keseluruhan item . jika nilai kolerasi r hitung > r table maka item kuesioner tersebut dinyatakan valid, sebaliknya jika r hitung <

r table atau nilai kolerasi negatif maka item tidak valid.

3. Uji Reliabilitas

Digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Metode uji reliabilitas yang sering digunakan adalah Cronbach’s Alpha. Metode ini sangat cocok digunkan pada skor berbentuk skala (missal 1-4, 1-5) atau skor rentangan (missal 0-10, 0-30). Untuk penentuan apakah instrumen reliabel atau tidak bisa digunakan batasan tertentu seperti 0,6. (Priyatno, 2016:60).

Setelah uji validitas maka item-item yang gugur dikeluarkan dan item yang tidak guur dimasukan ke dalam uji reliabilitas. Jika hasil uji relabilitas pada variebel celebrity endorser (X1), Atribut produk (X2), promosi (X3) dan Keputusan pembelian (Y) diatas 0,6 (seperti 0,7 dapat diterima atau diatas 0,8 adalah baik) maka

(49)

dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut reliable. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik formula Cronbach’s Alpha, seperti (skala Likert 1-10).

3.6.2 Uji Analisa Data

Uji analisa data dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, dimana langkah-langkah untuk uji analisa data dalam penelitian ini adalah sebagai berikur : 1. Analisis Deskripsi Data Penelitian

Deskripsi data penelitian berasal dari jawaban kuesioner pada skala satu sampai dengan sepuluh. Nilai rata-rata terendah teoritis adalah 1 (apabila seluruh jawaban responden adalah 1).

Nilai rata-rata tertinggi teoritis adalah 10 (apabila seluruh jawaban responden adalah 5). Nilai tengah teoritik adalah nilai tertinggi ditambah nilai terendah dibagi dua (10 + 1 : 2) = 5,5.

Kriteria yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

- Jika rata-rata nilai variabel lebih besar daripada nilai tengah teoritik (mean > 5,5) maka dapat diartikan bahwa variabel penelitian cenderung baik.

- Jika rata-rata nilai variabel lebih kecil daripada nilai tengah teoritik (mean < 5,5) maka dapat diartikan bahwa variabel penelitian cenderung buruk.

(50)

38

2. Uji Asumsi Klasik

Mengingat data penelitian yang digunakan adalah data primer, maka untuk memenuhi syarat sebelum melakukan uji hipotesis makaperlu diadakan pengujian sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian- pengujian variabel lainnya dengan mengsamsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid dan statistik parametrik tidak dapat digunakan (Priyatno,2016). Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat nilai 2-tailed significant. Jika data memiliki tingkan signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, sehingga dapat dikatan betrdistribusi normal (Priyatno, 2016).

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi yang tinggi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi yang tinggi diantara variabel bebas.

Metode pengujian yang biasa digunakan yaitu dengan melihat

(51)

inflation facto (VIF) dan tolerance pada model regresi (Dwi Priyatno,2016). Jika nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0,1 maka model regresi bebas dari multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedatisitas

Uji Heteroskedatisitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji gletsjer, digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada suatu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedatisitas (Dwi Priyatno,2016).

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Setelah uji asumsi klasik terpenuhi maka selanjutnya adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis yang utama adalah nilai koefisien korelasi (R), nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R-Square),

dan model persamaan regresi linier ganda:

Y = a + b1X1 + b2X2 Dimana:

X1 = celebrity endorser X2 = atribut produk X3 = promosi a = Konstanta

(52)

40

b1 = Koefisien Regresi celebrity endorser b2 = Koefisien Regresi atribut produk b3 = koefisien regresi promosi

Nilai koefisien determinasi ganda yang disesuaikan (Adjusted R- Square) menjelaskan besaran kemampuan model persamaan regresi dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen.

4. Uji Hipotesis (Uji T)

Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen ( Dwi Priyatno, 2016).

Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi). kriteria pengujian hipotesa ini adalah sebagai berikut :

a. Ha diterima jika nilai thitung > ttabel dan ditolak jika nilai thitung

< ttabel

b. Ho diterima jika nilai thitung < ttabel dan ditolak jika nilai thitung

> ttabel

c. Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.

d. Jika signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

5. Koefisien Determinasi (Adjusted R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan

(53)

variasi variabel dependen (Priyatno, 2016). Adjusted R2 atau koefisien determinasi mempunyai nilai berkisar antara 0 < R2 < 1.

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variasi variabel dependen terbatas. Jika nilai mendekati satu maka variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

Gambar

Gambar 1.1 Data Pengunjung Website Tokopedia Tahun 2018  (juta)
Gambar 4.1 Data Pengunjung Website Tokopedia Tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas X2 SMA Negeri 2 Yogyakarta

Penerapan VAT Refund ini berkaitan erat dengan pariwisata Indonesia, karena menurut Undang- Undang Nomor 42 Tahun 2009 pasal 16E ayat 1 dan Peraturan Direktorat Jenderal

Alasan konsumen merupakan kebiasaan Keluarga sebanyak 56,7% , memilih karena manfaat sebanyak 83,3%, konsumen mendapatkan informasi dari Anggota Keluarga sebanyak 63,3%,

Telah melaksanakan pengambilan data dan penyebaran angket dalam rangka pembuatan skripsi dengan judul &#34; Harga Diri Ditinjau Dari Citra Tubuh Pada Remaja Akhir Yang

Berdasarkan hasil serta pembahasan penelitian ini, maka kesimpulan untuk penelitian berjudul “Pengaruh Celebrity Endorser, E-WOM dan Harga yang kompetitif terhadap

Pengaruh Celebrity Endorser Terhadap Keputusan Pembelian Produk di Indonesia (Penelitian Online).. Peranan Celebrity Endorser Dalam Menarik Minat Beli Pengguna Media

Apakah anda tertarik membeli produk sabun pembersih wajah, jika pada iklan tersebut menampilkan efek yang ditimbulkan setelah menggunakan produk tersebut.. (seperti :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel harga, kualitas produk, promosi, dan celebrity endorser terhadap keputusan pembelian kacang Dua Kelinci di Kota