Laporan TPID
Provinsi DKI Jakarta
Triwulan I-2021
1
Kata Pengantar
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merupakan wadah koordinasi yang beranggotakan berbagai instansi Pemerintah Daerah, Biro Perekonomian dan Keuangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Organisasi Perangkat Daerah terkait, Bulog, BUMD Pangan, Polda Metro Jaya serta pihak terkait lainnya yang mampu membuka jalan bagi sinergi koordinasi kebijakan dan kegiatan dalam kerangka stabilitas harga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk TPID Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2016. Pembentukan TPID didasari oleh pemikiran bahwa upaya mewujudkan stabilitas harga membutuhkan sinergitas kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia.
Kegiatan TPID difokuskan untuk memberikan rekomendasi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan, mendukung kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan gangguan-gangguan (supply shocks) yang dapat menghambat pasokan dan distribusi, khususnya di masa Pandemi COVID-19. Pada Tahun 2021 TPID DKI berupaya menggali sektor-sektor penggerak yang bisa meningkatkan demand untuk mempercepat pergerakkan perekonomian dan TPID DKI Jakarta berupaya menjaga inflasi pada titik keseimbangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan stimulus kepada pelaku usaha juga berjalan.
TPID Provinsi DKI Jakarta membuat laporan triwulan I-2021 untuk menginformasikan perkembangan inflasi di Jakarta dan menjadi bahan evaluasi program kerja 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif) di Provinsi DKI Jakarta.
Jakarta, 1 April 2021
Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta
Selaku
Sekretaris TPID Provinsi DKI Jakarta
Mochamad Abbas NIP.197006091997031004
2
Daftar Isi
Kata Pengantar ... 1
Daftar Isi ... 2
I. Analisa Perkembangan Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta... 3
I.1. Indeks Harga Konsumen (IHK) ... 3
I.2. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia bulan ke bulan Januari-Maret Tahun 2021 (mtm) ... 3
I.3. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun Kalender Januari-Maret Tahun 2021 (ctc) ... 4
I.4. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun ke Tahun (yoy) ... 4
I.5. Risiko Pengendalian Inflasi ... 5
II. Identifikasi Permasalahan Pengendalian Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta ... 7
II.1. Perkembangan Harga Komoditas bulan Januari-Maret 2021 ... 7
II.2. Bulan Januari 2021 ... 8
II.3. Bulan Februari 2021 ... 8
II.4. Bulan Maret 2021 ... 9
III. Pelaksanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta ... 10
III.1. Keterjangkauan Harga ... 10
III.2. Ketersediaan Pasokan ... 14
III.3. Kelancaran Distribusi ... 19
III.4. Komunikasi Efektif ... 22
IV. Program Bantuan Sosial ... 25
IV.1. Program Bantuan Sosial Tunai (BST) ... 25
IV.2. Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar ... 27
V. Program Pengembangan Kewirausahaan Jakpreneur UMKM Goes Digital ... 29
VI. Evaluasi Pengendalian Inflasi ... 31
VII. Rekomendasi Pengendalian Inflasi ... 33
3 I. Analisa Perkembangan Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta
Bagian ini menjelaskan perkembangan inflasi Jakarta dan Indonesia pada triwulan I-2021. Rendahnya inflasi pada Triwulan I-2021 tidak terlepas dari masih berlangsungnya pandemik COVID-19 dan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro yang bertujuan menahan pertambahan penderita COVID-19. Diberlakukan PPKM berbasis Mikro menyebabkan kegiatan ekonomi yang mulai menggeliat pada masa PSBB Transisi kembali melemah.
I.1. Indeks Harga Konsumen (IHK)
IHK DKI Jakarta bulan Maret tahun 2021 sebesar 106,36 lebih tinggi dibandingkan IHK bulan Februari 2021 yang nilainya sebesar 106,30 dan bulan Januari 2021 sebesar 106,11.
Grafik.I.1. Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta bulan Januari-Maret 2021 Sumber : BPS, diolah
I.2. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia bulan ke bulan Januari-Maret Tahun 2021 (mtm)
Inflasi DKI Jakarta pada bulan Maret 2021 sebesar 0,06% (mtm) lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi bulan Februari 2021 sebesar 0,18% (mtm) dan bulan Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm).
Grafik.I.2. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia bulan Januari-Maret Tahun 2021 (mtm) Sumber : BPS, diolah
106,11
106,30 106,36
Jan Feb Mar
Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan Jan-Maret 2021
0,14
0,18
0,06 0,26
0,10
0,08 -
0,10 0,20 0,30
Jan-21 Feb-21 Mar-21
Persen
Bulan
Inflasi Jakarta, mtm (%) Inflasi Indonesia, mtm (%)
4 Inflasi DKI Jakarta bulan Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm) lebih rendah jika dibandingkan dengan Inflasi Indonesia sebesar 0,26% (mtm) sedangkan bulan Februari 2021 inflasi DKI Jakarta sebesar 0,18% atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Indonesia sebesar 0,10% (mtm). Pada bulan Maret inflasi DKI Jakarta berada di angka 0,06% (mtm) lebih rendah dibandingkan inflasi Indonesia sebesar 0,08%
(mtm).
I.3. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun Kalender Januari-Maret Tahun 2021 (ctc)
Inflasi DKI Jakarta pada Januari-Maret 2021 sebesar 0,38% (ctc) lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi Januari-Februari 2021 sebesar 0,32% (ctc) dan bulan Januari 2021 sebesar 0,14% (ctc).
Grafik.I.3. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun 2021 (ctc) Sumber : BPS, diolah
Inflasi DKI Jakarta bulan Januari 2021 sebesar 0,14% (ctc) lebih rendah jika dibandingkan dengan Inflasi Indonesia sebesar 0,26% (ctc), inflasi bulan Januari- Februari 2021 DKI Jakarta sebesar 0,32% atau lebih rendah dibandingkan inflasi Indonesia sebesar 0,36% (ctc). Inflasi Januari-Maret 2021 DKI Jakarta berada di angka 0,38% (ctc) lebih rendah dibandingkan laju inflasi Indonesia sebesar 0,44%
(ctc).
I.4. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun ke Tahun (yoy)
Inflasi DKI Jakarta Maret 2020-Maret 2021 sebesar 1,11% (yoy) lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi Februari 2020-Februari 2021 sebesar 1,39% (yoy) dan inflasi bulan Januari 2020-Januari 2021 sebesar 1,48% (yoy).
0,14
0,32 0,38
0,26
0,36
0,44
Jan-21 Feb-21 Mar-21
Persen
Bulan
Inflasi Jakarta, ctc (%) Inflasi Indonesia, ctc (%)
5 Grafik.I.4. Tingkat Inflasi DKI Jakarta-Indonesia Tahun 2021 (yoy)
Sumber : BPS, diolah
Inflasi DKI Jakarta Januari 2020-Januari 2021 sebesar 1,48% (yoy) lebih rendah jika dibandingkan dengan Inflasi Indonesia sebesar 1,55% (yoy) sedangkan bulan Februari 2020-Februari 2021 inflasi DKI Jakarta sebesar 1,39% atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Indonesia sebesar 1,38% (yoy). Pada bulan Maret inflasi DKI Jakarta berada di angka 1,11% (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi Indonesia sebesar 1,37% (yoy).
I.5. Risiko Pengendalian Inflasi
Inflasi Triwulan I-2021 berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau melalui komoditas dengan harga yang mudah bergejolak (volatile food). Perubahan harga pada bulan Januari-Maret 2021 karena faktor-faktor seperti musim panen, gangguan alam, perkembangan harga komoditas pangan domestik, serta perkembangan harga komoditas pangan internasional serta karakteristik Jakarta sebagai daerah konsumen dan hampir 95% kebutuhan pangan di pasok dari daerah lain. Dengan kembali normalnya harga tiket pesawat pada bulan Februari 2021 dan adanya moment Hari Raya Imlek Imlek juga menjadi salah satu penyebab inflasi di triwulan I-2021.
Inflasi yang terjadi DKI Jakarta selama masa pandemik COVID-19 cenderung lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan aktifitas ekonomi yang turun serta melemahnya keinginan dan daya beli masyarakat, maka sangat penting menjaga keseimbangan titik inflasi agar tidak terlalu rendah sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga tetapi stimulus kepada pelaku usaha juga berjalan.
1,48 1,39
1,11
1,55 1,38
1,37
Jan-21 Feb-21 Mar-21
Persen
Bulan
Inflasi Jakarta, yoy (%) Inflasi Indonesia, yoy (%)
6 Risiko Inflasi yang perlu diwaspadai ke depan adalah prakiraan curah hujan di indonesia terutama daerah-daerah pemasok pangan untuk DKI Jakarta dan peningkatan harga komoditas global juga berpengaruh ke inflasi DKI Jakarta serta peningkatan kebutuhan pangan dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri di bulan April-Mei 2021 perlu diantisipasi. Untuk menjaga titik keseimbangan inflasi TPID Provinsi DKI Jakarta perlu melakukan inovasi program kerja untuk menjaga tingkat konsumsi, daya beli masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian.
7 II. Identifikasi Permasalahan Pengendalian Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta Bagian ini menjelaskan komoditi utama penyumbang inflasi Jakarta pada bulan Januari, Februari dan Maret 2021.
II.1. Perkembangan Harga Komoditas bulan Januari-Maret 2021
Harga beberapa komoditas pangan utama yang mengalami peningkatan dari bulan Januari-Maret 2021 adalah daging ayam, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, dan bawang putih. Sementara itu, daging sapi, telur ayam ras, cabai merah, dan gula pasir mengalami penurunan, detail perkembangan harga bisa dilihat pada tabel berikut.
Komoditas Januari
2021
Februari 2021
Maret 2021
Beras 11,449 11,454 11,442
Daging sapi (Has) 127,153 128,987 128,868
Daging sapi (Murni) 124,168 125,691 124,894
Daging Sapi 125,660 127,339 126,881
Daging Ayam 37,348 37,273 37,542
Telur Ayam 24,364 24,165 23,937
Bandeng 35,816 36,380 36,676
Cabe Merah Keriting 55,959 62,159 56,832
Cabe Merah/TW 56,739 59,585 54,844
Cabe Merah 56,349 60,872 55,838
Cabe Rawit Merah 84,186 90,263 119,335
Cabe Rawit Hijau 68,878 74,563 62,080
Cabe Rawit 76,532 82,413 90,708
Bawang Merah 32,540 35,452 39,210
Gula Pasir 13,875 13,873 13,871
Minyak Goreng (Curah) 13,881 13,939 13,951
Susu Kental (Bendera) 11,614 11,634 11,679
Tepung Terigu 8,042 8,065 8,083
LPG Ukuran 3 Kg 20,900 20,961 20,816
Bawang Putih 29,732 29,685 30,140
Tabel.II.1. Perkembangan Harga Komoditas bulan Januari-Maret 2021 Sumber : Info Pangan Jakarta
8 II.2. Bulan Januari 2021
Komoditas teratas penyebab inflasi Jakarta pada bulan Januari 2021 yaitu: Cabai Rawit (0,04%), Tempe (0,03%), Cabai Merah (0,03%), Daging Sapi (0,02%) dan Tahu Mentah (0,02%)
▪ Cabai rawit menjadi salah satu penyebab utama inflasi. Tersendatnya pasokan cabai ke Jakarta karena pengaruh cuaca menjadi penyebab melonjaknya harga cabai. Pengaruh cuaca juga menyebabkan produsen cabai tidak bisa melakukan panen secara maksimal, akibatnya pasokan cabai ke konsumen juga menjadi terbatas. Harga cabai rawit naik rata-rata 46% dibanding bulan sebelumnya.
▪ Tempe dan Tahu juga menjadi penyebab terjadinya inflasi. Tempe merupakan makanan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat berdasarkan hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2018, sehingga kenaikan harganya akan sangat berpengaruh terhadap inflasi. Kenaikan harga kedelai yang dicatat oleh The Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 6 persen pada Desember 2020 menjadi penyebab naiknya harga makanan tempe dan tahu yang berbahan kedelai.
▪ Cabai merah juga memberikan andil terhadap inflasi bulan Januari 2021, Peningkatan harga cabai merah masih disebabkan adanya keterbatasan pasokan karena perubahan musim, dari musim kemarau menjadi musim hujan.
▪ Daging Sapi, masih bergantungnya impor daging sapi dikarenakan produksi daging sapi dalam negeri yang belum bisa memenuhi konsumsi dalam negeri.
II.3. Bulan Februari 2021
Komoditas teratas penyebab inflasi Jakarta pada bulan Februari 2021 yaitu:
angkutan udara (0,04%), beras (0,02%), cabai rawit (0,02%).
▪ Penyebab tiket pesawat naik, selama masa pandemik COVID-19, mulai Bulan Oktober sampai Desember 2020, pemerintah mensubsidi tiket pesawat dalam rangka membantu dunia penerbangan yang lesu, sehingga harga tiket lebih murah. Akan tetapi, sejak Februari 2021 harga tiket pesawat kembali ke harga normal. Pada saat yang sama juga terdapat momen libur Tahun Baru Imlek.
Kedua hal ini membuat harga tiket pesawat naik dan menjadi penyebab utama inflasi.
▪ Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah termasuk daerah-daerah penghasil padi seperti Indramayu dan Kerawang yang merupakan lumbung padi terbesar. Luasnya lahan sawah yang puso/gagal panen dan tersendatnya distribusi beras akibat banjir tidak bisa menahan laju inflasi dan menyebabkan harga beras naik secara rata-rata 1 persen.
9
▪ Pada Desember 2020, rata-rata harga cabai rawit sebesar Rp50.000 dan pada Februari 2021 rata-rata harga cabai rawit sebesar Rp81.000. Naiknya harga cabai rawit pada bulan Februari hampir terjadi setiap tahun. Hal ini disebabkan distribusi kurang lancar akibat musim hujan dan juga tergantung pada waktu tanam yang dilakukan oleh petani.
II.4. Bulan Maret 2021
Komoditas teratas penyebab inflasi Jakarta pada bulan Maret 2021 yaitu: Daging ayam ras (0,05%), Bayam (0,02%) dan Kangkung (0,02%).
▪ Daging ayam ras mengalami peningkatan akibat kebijakan cutting dan culling Pemerintah yang berlanjut hingga awal April 2021.
▪ Bayam dan Kangkung memberikan andil di inflasi bulan Maret 2021 disebabkan pasokan berkurang akibat musim hujan.
10 III. Pelaksanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi Triwulan I-2021 di Jakarta Kebijakan pengendalian inflasi di Jakarta difokuskan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kestabilan harga, mendukung kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan gangguan yang dapat menghambat pasokan dan distribusi untuk mendukung pencapaian target inflasi nasional sebesar 3%±1%. TPID Provinsi DKI Jakarta membuat laporan ini untuk menginformasikan strategi pengendalian inflasi 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif di Provinsi DKI Jakarta.
III.1. Keterjangkauan Harga
TPID Provinsi DKI Jakarta fokus pada program stabilisasi harga dan mengelola permintaan diantaranya melalui kegiatan pangan murah, bahan baku murah untuk UMKM melalui jakgrosir, monitoring harga di lapangan serta kerjasama untuk pangan murah bersubsidi
Program Pangan Murah
Gambar.III.1. DKPKP menggelar Pasar Murah Sumber: PT FSTJ (12 Januari 2021)
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar program pangan murah bersama Perumda Pasar Jaya di beberapa pasar tradisional. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah terjangkau dengan kualitas baik. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya penstabilan harga pangan.
11 Adapun bahan-bahan yang dijual antara lain, Beras lima kilogram Rp 44 ribu, bawang merah Rp 23 ribu per kilogram, bawang putih Rp 17.500 per kilogram, gula pasir Rp 12 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp 23 ribu per kilogram, daging sapi beku Rp 70-80 ribu per kilogram, daging ayam beku Rp 30 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp 11 ribu per 900 mililiter.
Belanja Murah awal Tahun 2021
Gambar.III.2. Promo belanja murah dari Perumda Pasar Jaya Sumber : Pasar Jaya (15 Januari 2021)
Pada awal tahun 2021 Perumda Pasar Jaya melakukan promo belanja murah yang berlangsung dari tanggal 15-31 Januari 2021 dan bisa didapatkan di toko-toko Jakpreneur di mini dc dan kantor kelurahan-kelurahan.
Daging Sapi Murah di Pasar Mitra Tani
Gambar.III.3. Daging sapi murah di Pasar Mitra Tani
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (21 Januari 2021)
12 Masyarakat yang ingin mendapatkan daging sapi beku yang berkualitas dan terjangkau dapat membeli di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) atau Pasar Mitra Tani. TTIC menjual daging beku kisaran harga Rp. 70.000 - Rp. 90.000 bisa datang langsung ke alamat TTIC yang tertera di infografis atau secara online dengan aplikasi Gojek.
Daging sapi beku memiliki kandungan gizi yang sama dengan daging sapi segar yang banyak dijual di pasar pasar. Namun daging sapi beku memiliki kelebihan lebih sehat karena langsung melalui proses rantai dingin / dibekukan pada suhu tertentu sehingga mampu menghambat pertumbuhan kuman di daging yang dapat merusak kualitas daging sapi. Di DKI Jakarta TTIC tidak hanya di 4 TTIC diatas namun juga jual di TTIC Klender Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender Jakarta Timur.
Memastikan Harga Beras Stabil
Gambar.III.4. Stok beras di PIBC Sumber: PT FSTJ (25 Januari 2021)
PT Food Station Tjipinang Jaya, selaku BUMD Pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pengelola tunggal di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) terus bekerja memastikan ketersediaan pasokan dan harga Beras di DKI Jakarta terpenuhi dan harga Beras tetap stabil. Untuk memastikan ketersediaan beras setiap hari dilakukan pemantauan pasokan beras di PIBC dilakukan setiap hari selama 24 jam, untuk mencatat pasokan beras dan harga beras yang ada di PIBC.
13 Harga Bahan Baku Murah
Gambar.III.5. Bahan baku murah untuk UMKM Sumber : Perumda Pasar Jaya (2 Maret 2021)
Jakpreneur dan UMKM bisa mendapatkan harga bahan baku murah yang tersedia di Gerai JakGrosir dan Mini DC Perumda Pasar Jaya yang tersebar di DKI Jakarta.
Cabai Rawit Murah
Gambar.III.6. Cabai rawit murah di 25 lokasi
Sumber : badan ketahanan pagan kementan (31 Maret 2021)
Kementerian Pertanian menggelar cabai rawit murah dengan harga khusus Rp 32.000/Kg di 25 lokasi DKI Jakarta, Depok dan Bogor yang berlangsung pada tanggal 31 Maret-6 April 2021. Selain cabai juga tersedia komoditas pangan lainnya, gelar komoditas murah ini tersedia secara online melalui gofood, gomart, grabmart dan mitra bukalapak.
14 III.2. Ketersediaan Pasokan
TPID Provinsi DKI Jakarta fokus pada program memperkuat pasokan, kerjasama BUMD pangan, melakukan pengawasan keamanan pangan dan melakukan urban farming.
Dharma Jaya Jaga Stabilitas Pasokan Daging
Gambar.III.7. Operasi pasar daging sapi Sumber: PD Dharma Jaya (20 Januari 2021)
Sebagai upaya untuk menjaga stabilitas persediaan daging sapi ditengah masyarakat, PD Dharma Jaya siap mendukung Pemprov. DKI Jakarta dalam kegiatan Operasi Pasar. Hal ini menjadi solusi untuk kebutuhan daging tetap terjaga.
Kegiatan ini didukung oleh Dharma Jaya, Bulog DKI Jakarta, Pasar Jaya DKPKP DKI Jakarta dan lainnya. Dalam rangka mendukung kegiatan ini, Dharma Jaya memiliki stok daging sapi beku sebanyak 838,4 ton siap untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging di masyarakat
Memastikan stok pangan Stabil Jelang Imlek 2021
Gambar.III.8. Stok komoditas aman menjelang imlek 2021 Sumber: PT FSTJ (11 Februari 2021)
15 Pemprov DKI Jakarta menjamin ketersediaan stok pangan cukup menjelang Imlek 2021. ketersediaan stok ini ikut memengaruhi kestabilan harga pangan di pasar. Stok pangan yang terjaga stoknya menjelang Tahun Baru Cina itu masuk dalam 10 komoditas strategis, seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, cabai merah keriting, gula pasir dan minyak goreng.
Sebagai gambaran kecukupan pangan di DKI, stok beras saat ini 289.441 ton dengan kebutuhan beras DKI Jakarta sehari sekitar 2.747 ton. Stok daging sapi 15.914 ton dengan kebutuhan per hari 187 ton. Untuk gula pasir tersedia 48.526 ton kebutuhan, dengan kebutuhan per hari 210 ton, dan minyak goreng tersedia 77.819 ton dengan kebutuhan per hari 556 ton.
Untuk mengontrol harga dan ketersediaan stok pangan di lapangan, Dinas KPKP rutin memantau stok 10 komoditas strategis, seperti beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, cabai merah keriting, gula pasir dan minyak goreng. Selain itu, Dinas KPKP juga melakukan pengawasan pangan segar terpadu hasil pertanian, perikanan, dan peternakan di pasar serta swalayan. Hal ini untuk memberikan rasa aman agar pangan yang beredar di Jakarta bebas dari bahan kimia berbahaya.
Contract Farming
Gambar.III.9. Penandatanganan Kerjasama PT Food Station dan PT Sang Hyang Seri Sumber: PT FSTJ (24 Februari 2021)
16 PT. Food Station Tjipinang Jaya bekerja sama dengan PT Sang Hyang Seri terus berupaya memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk warga Jakarta dalam rangka menjaga pasokan dan menstabilkan harga pangan pada bulan suci Ramadhan 1442 H. PT Food Station Tjipinang Jaya dengan PT Sanghyang Seri sebelumnya telah melakukan kerjasama pengadaan gabah yang dimulai pada bulan November d/s Desember 2020 dengan pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) jenis IR64/Ciherang berupa gabah sebanyak 3.677 ton dari lahan seluas 645 hektar yang berada di wilayah Subang Jawa Barat. Kerjasama antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan PT Sanghyang Seri diawal tahun 2021 ini ditingkatkan menjadi Contract Farming. Dari total luas lahan PT Sanghyang Seri seluas 3.160 hektar, yang akan dikerjasamakan dengan PT Food Station dilahan seluas 1000 hektar.
PT Sanghyang Seri memiliki keunggulan berupa hamparan sawah yang luas dan saluran irigasi yang sangat baik, sehingga diharapkan dapat berproduksi sepanjang tahun untuk menghasilkan gabah. Dari lahan seluas 1000 hektar yang dikerjasamakan, rencananya akan ditanam jenis varietas padi antara lain Ciherang dilahan seluas 259 hektar, Sintanur 51 hektar, Mekongga 669 hektar dan Situbagendit 21 hektar. Kerjasama ini dilakukan untuk memastikan pasokan beras untuk warga Jakarta tetap aman dan terjaga.
Pembaharuan Penandatangan Kerjasama
Food Station sebagai BUMD Pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan Pembaharuan Penandatangan Kerjasama dengan CV. Menata Citra Selaras (MCS) untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga beras di Provinsi DKI Jakarta. Penandatanganan kerjasama ini merupakan perpanjang sewa kontrak mesin RMU akan tetapi terdapat perbedaan pada tahun sebelumnya.
Perbedaannya ini yakni pada akhir periode sewa kontrak berakhir, mesin RMU tersebut menjadi milik Food Station. Mesin RMU di Pamanukan dapat memproduksi 5 ton/ jam beras yang berasal dari Gabah Kering Panen (GKP) diproses menjadi beras sedangkan di pabrik Cipinang hanya memproduksi dari Pecah Kulit (PK) saja, mesin RMU di pabrik Pamanukan juga mengolah produksi dari Gabungan kelompok tani (Gapoktan) mitra Food Station di wilayah Jawa Barat.
17 Penjajakan Kerjasama Antar Daerah
Gambarr.III.10. Rapat penjajakan Kerjasama Sumber: Bank Indonesia (10 Maret 2021)
Penjajakan kerjasama antardaerah TPID Provinsi DKI Jakarta dengan TPID Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang. Acara ini turut dihadiri oleh Koperasi Tani Jember (beras), Gapoktan Turi Putih Banyuwangi (beras), Gapoktan Ketangi Santoso Banyuwangi (beras), Koperasi Produsen Primadona Situbondo (cabe merah rawit dan besar)
Keamanan Pangan
Gambar.III.11. Operasi pengawasan peredaran daging babi
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (13 Maret 2021)
18 Dalam rangka penjaminan keamanan pangan asal hewan yang beredar di Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya melaksanakan pengawasan peredaran daging babi di Pasar Obor Cijantung Jakarta Timur pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 pukul 24.00 WIB s.d sabtu 13 Maret 2021 pukul 06.00 WIB.
Rapat Koordinasi membahas daging kerbau sebagai alternatif daging sapi
Gambar.III.12. Pertemuan TPID DKI Jakarta membahas impor daging kerbau Sumber: Bulog (17 Maret 2021)
Pada tanggal 17 Maret 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, DKPKP, Dharma Jaya, Bulog dan Biro Perekonomian dan Keuangan melakukan pertemuan koordinasi dalam rencana impor Daging Kerbau. Daging kerbau bisa menjadi salah satu alternatif kebutuhan konsumsi daging selain daging sapi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Bulog dan Dharma Jaya akan berkoordinasi terkait penyediaan daging kerbau impor untuk pemenuhan warga DKI Jakarta.
Pasokan Sayuran
Gambar.III.13. Green Houese kelompok tani pemuda kelapa
Sumber: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (22 Maret 2021)
19 Green House (GH) yang dikelola Kelompok Tani Pemuda Kelapa Harapan saat ini sudah bisa menjadi kelompok yang bisa memenuhi sebagian kebutuhan sayuran di Pulau Kelapa, Pulau Harapan dan sekitarnya.
GH ditanam dengan aneka sayuran seperti kangkung, bayam, caesim, pakcoy dan selada. Pola jual yang dilakukan beda dengan yang biasanya. Sekarang para pembeli atau konsumen dipersilahkan memilih, memetik, bonus swafoto. Harga sayuran yang dijual setara dengan harga di daratan Jakarta.
Stok Beras di PIBC dipastikan aman menjelang Ramadhan
Gambar.III.14. Rapat ketersediaan beras persiapan menjelang ramadhan Sumber: PT FSTJ (25 Maret 2021)
PT. Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih aman menjelang Ramadhan. Indikasi stok pada bulan Maret meningkat 4-5 persen dibandingkan di bulan Januari atau Februari, kenaikan stok beras ini disebabkan oleh stabilnya pasokan dari daerah produksi ke Pasar Induk Beras Cipinang.
Adapun mengenai harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang relatif masih stabil dan tidak terpengaruh wacana impor beras. PT FS memiliki early warning system atau indikasi awal terkait kebutuhan stok beras.
III.3. Kelancaran Distribusi
TPID Provinsi DKI Jakarta fokus pada program penjualan pangan secara online, memberikan kemudahan akses masyarakat untuk mendapatkan daging murah dan berkualitas melalui Food Truck
20 Program promo penjualan produk pangan secara online
Gambar.III.15. Program promo penjualan online PT FS Sumber: PT FSTJ (22 Januari 2021)
Guna mempermudah pelayanan belanja konsumen, kini PT Food Station Tjipinang Jaya memanfaatkan situs jual beli online dan jasa layanan antar. Program ini berkolaborasi dengan beberapa marketplace seperti, Shopee, Tokopedia, Lazada, GrabMart, Blibli, dan Bukamall. Program ini dilaksanakan setiap akhir bulan hingga awal bulan berikutnya. Meliputi program pembangunan infrastruktur distribusi perdagangan diantaranya membangun gerai distribusi, dengan target ada diseluruh area di Jakarta baik tingkat provinsi, tingkat kabupaten kota, tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan. Selain pembangunan secara fisik (secara offline) juga dilakukan pengembangan secara online.
PD Dharma Jaya Adakan Layanan Food Truck Daging Goes to Kelurahan
Gambar.III.16. Program Food Truck Sumber: PD Dharma Jaya (1 Maret 2021)
21 Sebagai aksi korporasi untuk meningkatkan penjualan, Food Truck Dharma Jaya memudahkan konsumen untuk membeli berbagai produk Dharma Jaya di beberapa Kelurahan di DKI Jakarta dengan jadwal yang diumumkan di media sosial milik Dharma Jaya. Berikut berbagai produk Dharma Jaya seperti, Sirloin Steak, Daging Rendang, Daging Slice, Shortplate Slice, Daging Paha Belakang, Daging Paha Depan, Daging Semur, Daging Sop, Daging Giling, Tulang Neckbone, Tulang Iga, Paru Sapi, Hati Sapi, Ayam uk. 0.9-1.0, Ikan Dori dan Potato Shoestring.
Untuk membelian bisa offline silakan datang langsung ke toko daging yang terletak di Jl. Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur dan untuk online silakan membeli di market place dengan nama: Toko Daging Dharma Jaya. Selain itu, Dharma Jaya terus mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi reseller Dharma Jaya.
Food Station Fasilitasi Pelaku UMKM
Gambar.III.17. Pembangunan Kios-kios untuk pelaku UMKM Sumber : PT FSTJ (18 Maret 2021)
PT Food Station Tjipinang Jaya membangun 100 kios di kawasan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jatinegara, Jakarta Timur. Kios-kios ini diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mayoritas bergerak di bidang kuliner. PT Food Station Tjipinang Jaya akan membangun 100 kios di 10 blok dengan jumlah masing-masing blok sebanyak 10 kios, Penempatan pedagang di kios-kios ini juga akan membuat kawasan PIBC lebih tertata rapi melalui penyediaan fasilitas berjualan yang lebih manusiawi sehingga aktifitas penjualan dan distribusi barang kepada masyarakat akan lebih tertib.
22 III.4. Komunikasi Efektif
TPID Provinsi DKI Jakarta fokus pada kegiatan koordinasi pusat dan daerah, membangun komunikasi efektif dan membentuk ekspektasi positif dari masyarakat dan pelaku pasar.
Uji Mutu Beras
Gambar.III.18. Pengujian mutu beras Sumber : PT FSTJ (11 Januari 2021)
Dalam rangka membantu para pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk menguji mutu beras yang dimilikinya, Manajamen PT Food Station Tjipinang Jaya mulai akhir tahun lalu laboratorium uji mutu beras di PIBC. Lab uji mutu beras ini agar para pedagang ataupun pihak luar bisa mengetahui tingkat patahan, kadar air, broken, tingkat putih (whiteness), transparansi beras dan derajat sosoh, diharapkan beras yang dijual oleh pedagang di PIBC kualitasnya benar-benar beras sesuai aturan yang ditentukan oleh Pemerintah dengan demikian pada akhirnya akan menambah keyakinan konsumen.
Koordinasi TPID DKI Jakarta
Gambar.III.19. Pertemuan TPID DKI Jakarta membahas Program Kerja Tahun 2021 Sumber : Biro Perekonomian dan Keuangan (25-26 Februari 2021)
23 TPID DKI Jakarta pada tanggal 25 Februari 2021 melaksanakan pertemuan koordinasi dengan agenda pemaparan program kerja Tahun 2021 yang dihadiri oleh Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Biro Perekonomian dan Keuangan, PT Food Station, Pasar Jaya dan Dharma Jaya.
Kebutuhan aman menjelang bulan Ramadhan
Gambar.III.20. Wagub Ahmad Ariza memastikan kebutuhan pangan DKI Jakarta aman Sumber : kompas.com (22 Maret 2021)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kebutuhan pangan menjelang Ramadhan, cadangan pangan masyarakat dipastikan cukup menjelang bulan puasa. Peningkatan kebutuhan pangan lumrah terjadi menjelang bulan puasa dan kebutuhan bahan pangan akan lebih tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena kesiapan pangan DKI Jakarta cukup.
Harga Komoditas DKI Jakarta
Gambar III.21 Info Pangan DKI Jakarta bisa diakses melalui website dan aplikasi JAKI
24 Sumber : IPJ, JAKI (31 Maret 2021)
Perkembangan harga-harga komoditas pangan di DKI Jakarta bisa diakses masyarakat melalui website https://infopangan.jakarta.go.id/ dan aplikasi IPJ di android. Informasi pangan DKI Jakarta ini juga sudah terintegrasi dengan aplikasi Jakarta Kini (Jaki) sehingga masyarakat sangat mudah mengakses dan mendapat informasi pangan terkini.
25 IV. Program Bantuan Sosial
IV.1. Program Bantuan Sosial Tunai (BST)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2021 memberlakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro sebagai upaya menghentikan penyebaran pandemi COVID-19. Kebijakan PPKM dan PPKM Mikro menyebabkan sebagian masyarakat tidak dapat bekerja karena adanya pembatasan sektor-sektor/aktivitas ekonomi, karena itu pemerintah hadir memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak COVID-19.
Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, merupakan bantuan uang tunai bersumber dari dana APBD DKI Jakarta. Diberikan kepada 1.055.216 KK untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak COVID-19. Penyaluran dilaksanakan bertahap dan bergantian antar wilayah kota/kabupaten administrasi, nilainya sebesar 300.000/bulan dan akan diberikan selama 4 bulan mulai Januari – April 2021, disalurkan melalui rekening Bank DKI.
Gambar. IV.1. Infografis Bantuan Sosial Tahun 2021 Sumber: Dinas Sosial (9 Januari 2021)
Pemprov. DKI Jakarta melalui Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta selalu melakukan pemutakhiran data untuk memastikan proses pencairan dana BST berjalan lancar dan tepat sasaran. Hal tersebut dilakukan karena adanya perubahan data yang disesuaikan kembali dengan kategori penerima BST, seperti adanya penerima
26 manfaat yang meninggal dunia, pindah luar DKI Jakarta, perubahan status perkawinan, mampu atau tidak mampu secara ekonomi, penerima PKH/BPNT, dan memiliki penghasilan tetap.
Pemerintah Pusat juga menyalurkan tiga jenis bansos melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) menggunakan dana APBN.
Gambar. IV.2. Peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021 Sumber: Dinas Sosial (4 Januari 2021)
Peluncuran bantuan sosial se-Indonesia tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo secara simbolis di Istana Negara, pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021. Acara tersebut juga dilakukan secara virtual oleh seluruh Gubernur di 34 Provinsi di Indonesia dengan menghadirkan KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan secara simbolis menyerahkan bantuan tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako / BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan
27 Bantuan Sosial Tunai (BST) usai mengikuti peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021.
IV.2. Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan bantuan sosial melalui APBD, diantaranya Kartu Jakarta Pintar untuk anak sekolah, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPJD) bagi disabilitas, Kartu Lansia Jakarta (KLJ) bagi lansia dan Kartu Anak Jakarta (KAJ).
Gambar. IV.3. Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ)
Sumber: Dinas Sosial (26 Maret 2021)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki berbagai program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Jakarta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Program JPS menggunakan dana APBD, diantaranya Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Bansos PKD), Bantuan Pendidikan, Program Pangan Murah dan Kartu Pekerja. Bansos PKD disalurkan melalui program Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ). Bantuan Pendidikan disalurkan melalui program Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Penerima Bansos PKD yaitu masyarakat pra-sejahtera yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Beberapa tambahan kriteria bagi penerima Bansos PKD yaitu penerima KLJ adalah warga yang berusia lebih dari 60 tahun, penerima KPDJ adalah penyandang
28 disabilitas, dan penerima KAJ adalah anak berusia 0-6 tahun. Besaran dana untuk KLJ sebesar Rp600.000,00 per lansia per bulan selama 1 tahun. Sedangkan KPDJ dan KAJ sebesar Rp300.000,00 per orang per bulan selama 1 tahun.
Program KJP Plus adalah program strategis untuk menjamin akses dan kualitas layanan pendidikan yang adil dan merata serta mewujudkan terselenggaranya wajib belajar 12 tahun dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.
Penerima KJP Plus yaitu siswa yang terdaftar dan masih aktif di salah satu satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta, terdaftar dalam DTKS, DTKS Daerah dan/atau data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur, dan warga DKI Jakarta yang berdomisili di DKI Jakarta yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
Program KJMU adalah program pemberian bantuan biaya peningkatan mutu pendidikan bagi calon/mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri/Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS) dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di PTN/PTS dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Dana yang diberikan sebesar Rp9.000.000 per orang per semester.
29
V. Program Pengembangan Kewirausahaan Jakpreneur UMKM Goes Digital
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal tahun 2021 menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.
Pemerintah menutup sebagian lokasi wisata dan tempat kerja untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, penutupan ini berdampak pada penurunan omzet penjualan UMKM.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinas PPKUKM) sebagai leading sector pengembangan UMKM di Jakarta berupaya membantu UMKM diantaranya dengan cara memberikan pelatihan berjualan online, bekerja sama dengan start-up untuk menjual produk di market place, membangun sistem e-order yaitu pasar tempat jual- beli produk UMKM secara online, dan banyak kebijakan lainnya.
Gambar IV.4. Pelatihan Online Sumber : Dinas PPKUKM (25 Maret 2021)
30 Gambar IV.5. Kurasi Produk UMKM
Sumber : Dinas PPKUKM (23 Maret 2021)
Dinas PPKUKM menggelar kurasi untuk Gerakan Bersama Tanggap UMKM (GEBETAN UMKM) yang tujuannya membantu para UMKM binaan Dinas PPKUKM Jakpreneur dengan cara mewajibkan para ASN Dinas PPKUKM untuk membeli produk-produk UMKM hasil kurasi tersebut.
Gambar IV.6 Bazar Online
Sumber : Dinas PPKUKM (19 Maret 2021)
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) oleh bukalapak diluncurkan pada tahun 2020 dengan melibatkan stakeholder kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan para digital platform dan pihak swasta lainnya. Gerakan BBI bertujuan untuk mendorong branding produk lokal/artisan unggulan, sehingga menciptakan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi COVID-19. Kolaborasi ini difasilitasi oleh Dinas PPKUKM dengan melibatkan 200 UMKM.
31 VI. Evaluasi Pengendalian Inflasi
Evaluasi Kebijakan Pengendalian Inflasi di Provinsi DKI Jakarta pada Triwulan I Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Sejak awal pandemi COVID-19 tahun 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan kebijakan Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah dan Beribadah dari Rumah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Pada tahun 2020, Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PSBB Transisi telah diterapkan. Pada tahun 2021, Pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro. Semua kebijakan pembatasan tersebut menyebabkan mata pencarian atau penghasilan sebagian masyarakat Jakarta terdampak. Karena itu program kerja TPID kedepan perlu diantisipasi untuk:
a. memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak COVID-19;
b. menjaga daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat;
c. menahan kenaikan angka kemiskinan di Jakarta;
d. mendukung pengembangan kewirausahaan UMKM Jakpreneur.
2. Dinas Sosial, Bank DKI dan Organisasi Perangkat Daerah terkait perlu memastikan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan kepada masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak COVID-19, disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.
3. Perlu upaya penguatan koordinasi antara TPID Provinsi DKI Jakarta dengan TPID daerah lain dalam rangka:
a. penyediaan dan pendistribusian barang komoditas yang produksinya terbatas atau berada di luar Jakarta.
b. penjualan produk-produk UMKM untuk membantu pemulihan ekonomi daerah
c. penguatan penggunaan sistem informasi tehnologi untuk mendukung program ketahanan pangan.
4. BUMD Pangan perlu melakukan inovasi untuk menjaga ketahanan pangan di Jaakrta, melakukan penganekaragaman pangan dan memantau keamanan pangan.
32 5. Perlu upaya komunikasi efektif agar masyarakat tidak menimbun barang dan
melakukan pembelian barang kebutuhan pokok secara wajar.
6. Perlu ada antisipasi kenaikan kebutuhan pangan pada triwulan II-2021 pada saat bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
7. Perlu ada pengawasan untuk memastikan tidak ada penimbuhan komoditas pangan strategis.
33 VII. Rekomendasi Pengendalian Inflasi
Rekomendasi Kebijakan Pengendalian Inflasi di Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian agar :
a. Melaporkan stok pangan dan perubahan harga harian komoditas strategis.
b. Memetakan dan mengantisipasi kenaikan permintaan kebutuhan pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran.
c. Memantau dan menjaga ketersediaan stock pangan di Jakarta khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Lebaran.
d. Mengembangkan Sistem Informasi Ketahanan Pangan (SIKP) di Jakarta dengan daerah-daerah pemasok pangan.
2. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah agar:
a. Melakukan monitoring harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan lain-lain.
b. Melakukan kegiatan monitoring Harga Barang Penting dilakukan di Toko Bangunan, Pangkalan LPG, dan Toko Pupuk yang ada di 5 Wilayah Kota Administrasi.
c. Melaksanakan kolaborasi dengan startup, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait untuk mengembangkan program kewirausahaan Jakpreneur UMKM Goes digital.
3. BUMD Pangan PT Food Station Tjipinang Jakarta, Perumda Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya agar :
a. Memastikan supply pangan di Jakarta berada dalam kondisi aman dan meningkatkan kerja sama antardaerah di sentra produksi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
b. Meningkatkan kemudahan distribusi pangan dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 6M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghidari kerumunan, menghindari makan bersama dan mengurangi mobilitas).
c. Melakukan inovasi dan diversifikasi produk pangan di Jakarta.
d. Meningkatkan kerja sama dengan market place untuk menambah saluran pendistribusian produk pangan.
34 4. Seluruh anggota TPID Provinsi DKI Jakarta agar tetap melakukan upaya
terbaik dalam pengendalian inflasi dengan melaksanakan strategi 4K dan melakukan inovasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
5. Seluruh anggota TPID Provinsi DKI Jakarta perlu mendukung program UMKM Jakpreneur Go Digital baik melalui program pelatihan, pendampingan, pemasaran, permudahan izin berusaha, business matching, pelaporan keuangan, akses permodalan maupun kemudahan mendapat bahan baku produksi.
6. TPID Provinsi DKI Jakarta juga tetap mendukung program social savety net untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga tingkat konsumsi masyarakat dengan cara memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.