• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen agribisnis Senin, 01 Juli 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "manajemen agribisnis Senin, 01 Juli 2013"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

manajemen agribisnis

Senin, 01 Juli 2013

Manajemen Agribisnis DAF

Pendahuluan

Pengertian , arti kata Agri bisnis

Pengertian Agribisnis Menurut Para Ahli

Pengertian Produksi Agribisnis

Ruang Lingkup Agribisnis

Manajemen dan Manajemen Agribisnis

Jenis Badan Usaha

Fungsi Dan Tujuan Manajemen Keuangan

Definisi, Tujuan, dan Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen Produksi

Manajemen Operasional

Manajemen Resiko

Pengertan, Konsep, Definsi Pemasaran

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Konflik

Untuk apa belajar Agribisnis ?

Agribisnis merupakan lapangan kerja yang dinamik dan menantang

Seseorang yg mau menekuni karier dalam sektor ini harus miliki landasan pengetahuan agribisnis dan ekonomi yang kokoh.

Pendahuluan

Agriculture

Agribisnis

Bussines Agribisnis :

Usaha (bisnis) di bidang pertanian

(2)

Agribisnis (dlm arti sempit & tradisional)

Usaha produsen & pembuat bahan masukan untuk produksi pertanian

Agribisnis (dlm arti luas & modern)

Usaha dalam bid. pertanian yang meliputi seluruh sektor bhn masukan, usahatani, produk yang memasok bahan masukan usahatani, terlibat dlm produksi, menangani pemrosesan, dan pemasaran

Definisi Agribisnis

Pemahaman agribisnis dilakukan dengan menelusuri asal kata agribisnis yang berasal dari bahasa Inggris, kata Agribusiness merupakan penggabungan kata agri dan business.

Kata agri berasal dari kata agriculture (pertanian). Pertanian dalam arti luas adalah mata rantai proses pemanfaataan atau pemanenan energi surya melalui kegiatan fotosintesis baik secara langsung atau tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia secara

berkelanjutan. Bisnismenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007) berarti usaha komersial dalam dunia perdagangan. Bisnis dapat diartikan sebagai aktivitas manusia yang bertujuan mencari keuntungan.

Secara lengkap, agribisnis dapat diartikan sebagai proses pemanenan energi surya melalui kegiatan fotosintesis, secara langsung atau tidak langsung yang dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya secara berkelanjutan dan bertujuan mencari profit.

Secara singkat agribisnis dapat diartikan aktivitas bisnis berbasis pertanian yang berkelanjutan.

 Pengertian Agribisnis Menurut Asal Kata:

Agribisnis berasal dari kata Agribusiness, di mana Agri (Agriculture) artinya pertanian dan Business artinya usaha atau kegiatan yang mencari profit (keuntungan). Jadi secara sederhana Agribisnis (agribusiness) didefinisikan sebagai usaha atau kegiatan pertanian dan terkait dengan pertanian yang berorientasi profit. (www.abdulsidik.com).

PENGERTIAN AGRIBISNIS MENURUT PARA AHLI

1. John Davis and Ray Goldberg (1957)

Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distributions of farm supplies, production operations on the farm, and the storage processing and

distribution of farm commodities and items made from them.

(Memandang agribisnis sebagai seluruhh rangkaian aktivitas produktif beberapa sub- sistem. Walaupun belum memasukkan unsur bisnis, pengertian tersebut memandang agribisnis sebagai suatu system.) (Harling, 1995).

2. E. Paul Roy (1979)

Agribusiness is the coordinating science of supplying agricultural production inputs and subsequently producing, processing and distributing food and fiber.

(Memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai sub-sistem.

Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah system.)

3. Kenneth D. Duft (1979)

Agribusiness includes all business enterprises that buy from or sell to farmers. The

transactions may involve either a product, a commodity or a service and encompasses items such as:

(3)

Productive resources (feed, seed, fertilizer, equipment, energy, machinery, etc)

Agricultural commodities (all food and fiber)

Facilitative services (credit, insurance, marketing,storaging, processing, transportation, packaging, distribution, etc)

(Memandang agribisnis dengan petani sebagai pokok bahasan. Duft dalam

pengertiannya memasukkan unsure bisnis dengan tetap berpegangan pada agribisnis sebagai suatu system.)

4. Bungaran Saragih

Memandang agribisnis sebagai paradigma pembangunan pertanian.

5. Wikipedia

Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain).

Agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.

6. Pengertian Agribisnis menurut Soekartawi (1993)

Agribisnis berasal dari kata agri dan bisnis. Agri berasal dari bahasa

Inggris, agricultural (pertanian). Bisnis berarti usaha komersial dalam dunia perdagangan.

7. Pengertian Agribisnis Menurut Sjarkowi dan Sufri (2004)

Agribisnis adalah setiap usaha yang berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian, yang meliputi pengusahaan input pertanian dan atau pengusahaan produksi itu sendiri atau pun juga pengusahaan pengelolaan hasil pertanian.

Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.

8. Pengertian Agribisnis menurut Arsyad dkk

Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari matarantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran produk-produk yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas.

9. Pengertian Agribisnis Menurut Wibowo dkk, (1994)

Agribisnis mengacu kepada semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain.

Dengan demikian agribisnis dapat dipandang sebagai suatu sistim pertanian yang memiliki beberapa komponen sub sistim yaitu, sub sistim usaha tani/yang memproduksi bahan baku;

sub sistim pengolahan hasil pertanian, dan sub sistim pemasaran hasil pertanian.

10. Pengertian Agribisnis menurut Austin

Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan usahatani, pengolahan bahan makanan, usaha sarana dan prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan,

(4)

kestabilan pangan dan kegiatan-kegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan serat- seratan kepada konsumen.

11. Pengertian Agribisnis menurut Drillon

Agribisnis adalah sejumlah total dari seluruh kegiatan yang menyangkut manufaktur dan distribusi dari sarana produksi pertanian, kegiatan yang dilakukan usahatani, serta

penyimpanan, pengolahan dan distribusi dari produk pertanian dan produk-produk lain yang dihasilkan dari produk pertanian.

12. Pengertian Agribisnis menurut Cramer and Jensen

Agribisnis adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks, meliputi : industri pertanian, industri pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan

distribusi bagi bahan pangan dan serat-seratan kepada pengguna/konsumen.

13. Pengertian Agribisnis menurut Muhammad Firdaus

Agribisnis menurut pandangan secara luas, agribisnis mencakup semua kegiatan mulai dari pengadaan sarana produksi pertanian (farm supplies) sampai dengan tata niaga produk pertanian yang dihasilkan usaha tani atau hasil olahannya. (Manajemen Agribisnis, 2009)

14. Pengertian Agribisnis menurut Downey dan Erickson (1992)

Agribisnis meliputi keseluruhan kegiatan manajemen bisnis mulai dari perusahaan yang menghasilkan sarana produksi bagi usaha tani, usaha proses produksi pertanian, serta perusahaan yang menangani pengolahan, pengangkutan, penyebaran, penjualan secara borongan maupun secara eceran kepada konsumen akhir.

15. Agribisnis dapat dipandang sebagai suatu sistem pertanian yang memiliki beberapa komponen subsistem yaitu, subsistem usaha tani yang memproduksi bahan baku, subsistem pengolahan hasil pertanian, dan subsistem pemasaran hasil pertanian (www.abdulsidik.com).

16. Secara lengkap, Agribisnis dapat diartikan sebagai proses pemanenan energi surya melalui kegiatan fotosintesis, secara langsung atau tidak langsung yang dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya secara berkelanjutan dan bertujuan mencari profit.

Secara singkat agribisnis dapat diartikan aktivitas bisnis berbasis pertanian yang berkelanjutan. (http://taman-agribisnis.blogspot.com)

17. Pengertian Agribisnis menurut Beierlein and Woolverton (1991)

Agribisnis termasuk tidak hanya usaha pertanian di lahan tetapi juga SDM dan usaha yang menyediakan input (benih, kimia, kredit), proses hasil pertanian (susu, biji-bijian, daging), manufaktur produk pangan (es krim, roti, serealia), dan transportasi serta penjualan produk pangan ke konsumen (restoran dan supermarket).

(Agribusiness includes not only those that farm the land but also the people and firms that provide inputs (e.g., seed, chemicals, credit), process the outputs (e.g., milk, grain, meat), manufacture the food products (e.g., ice cream, bread, breakfast cereals), and transport and sell the food products to consumers (e.g., restaurants, supermarkets).

KESIMPULAN

Agribisnis adalah kegiatan manusia dalam bidang pertanian untuk memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pasca panen, proses pengolahan hingga tahap pemasaran yang memaanfaatkan sumberdaya yang ada.

(5)

PRODUKSI AGRIBISNIS

Produksi agribisnis dapat diartikan sebagai seperangkat prosedur dan kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk agribisnis (produk usaha pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan hasil olahan produk-produk tersebut).

Manajemen agribisnis dapat diartikan sebagai seperangkat keputusan untuk mendukung proses produksi agribisnis, mulai dari keputusan

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, hingga evaluasi proses produksi.

�� Manajemen produksi memiliki dampak menyeluruh dan terkait dengan berbagai fungsi, seperti fungsi personalia, keuangan, penelitian dan pengembangan, pengadaan dan penyimpanan, dan lain-lain.

�� Manajemen produksi, terutama menyangkut keputusan lokasi, ukuran atau volume, dan tata letak fasilitas, pembelian, persediaan, dan penjadwalan serta mutu produk, akan menjadi perhatian khusus dari para manajer produksi.

Pertanian dalam arti modern tidak hanya berkutat pada kegiatan usahatani saja tetapi juga dalam kegiatan pengelolaan penyediaan/ pengadaan sarana produksi, penanganan pasca panen, pengolahan, serta pemasaran.

Manajemen Agribisnis adalah suatu matakuliah yang mengaplikasikan ilmu manajemen dalam pelaksanaan kegiatan/usaha Agribisnis.

Kemajuan pertanian sangat tergantung dari bagaimana mengelola sumberdaya pertanian yang dimiliki dengan seefektif dan seefisien mungkin.

Terbagi dalam 3 sektor :

Sektor masukan (input)

Sektor produksi (farm)

Sektor keluaran (output)

Ruang lingkup Agribisnis

(6)

Pengertian dan Ruang Lingkup Agribisnis

2. Agribisnis itu adalah suatu sistem yang utuh mulai sub-sistem penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian; sub-sistem usahatani; sub-sistem pengolahan atau agroindustri dan sub-sistem pemasaran. Agar sub-sistem ini bekerja dengan baik maka diperlukan dukungan sub-sistem kelembagaan sarana dan prasarana serta sub-sistem pembinaan.

Indikator Keberhasilan

Ukuran Keberhasilan pembangunan agribisnis yang mengacu pada tujuan diukur dengan indikator sebabagi berikut :

Tujuan Indikator keberhasilan Meningkatkan kesejahteraan petani 1. Meningkatnya nilai tukar petani

2. Menurunnya jumlah petaMeningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif 1. Meningkanya produktifitas usahatani maupun usaha pengolahan hasil pertanian 2. Meningkatnya mutu produk usahatani maupun usaha pengolahan hasil pertanian 3. Meningkatnya nilai ekspor komoditas pertanian

4. Menurunnya nilai impor komoditas pertanian Meningkatkan kesempatan kerja

1. Meningkatnya jumlah usaha-usaha agribisnis di pedesaan

2. Berkembangnya usaha industri hulu dan industry pengolahan hasil hasil tanian 3. Berkurangnya pengangguran di pedesaan

Meningkatnya Ketahanan pangan

1. Meningkatnya ketersediaan sumber pangan 2. Menurunnya impor pangan

3. Menurunnya jumlah masyarakat yang rawan pangan 4. Meningkatnya diversifikasi konsumsi pangan non beras Peningkatan layanan kepada petani

1. Berkembangnya teknologi agribisnis spesifik lokasi 2. Adanya pusat-pusat layanan teknologi agribisnis

3. Adanya pusat-pusat layanan perkreditan dan sarana produksi pertanian 4. Terbentuknya pusat-pusat pasar agribisnis di setiap wilayah

Kesimpulan

Dengan adanya pembangunan pertanian melalui sektor agribisnis diharapkan petani dapat membuka lapangan kerja baru sehingga sektor industri-industri yang baru mampu menyerap tenaga kerja yang ada di indonesia. Dan meningkatkan kesejahteraan petani serta

meningkatkan ketahanan pangan bagi indonesia tentunya.

Manajemen

Suatu proses untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan dengan menggunakan SD yang tersedia

MANAJEMEN : Planning Organizing

(7)

Actuating Controlling

Perlunya Manajemen Agribisnis

Keanekaragaman jenis bisnis yg besar

Kanekaragaman ukuran usaha

Agribisnis skala kecil hrs bersaing dgn yg skala besar

Falsafah hidup tradisional

Cenderung berorientasi pd keluarga & masyarakat

Sifat produk musiman

Bertalian dengan gejala alam

Produk tidak tahan lama

Produk mudah rusak

Dampak program & kebijakan pemerintah thd pelaku-pelaku Agribisnis

Mengelola Agribisnis

Dalam mengelola agribisnis, pentingnya sebuah manajemen yang baik.

Kita definisikan manajemen sebagai ”seni untuk mencapai hasil yang diinginkan secara gemilang dengan sumber daya yang tersedia bagi organisasi”

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,

pengkoordinasian, dan pengendalian atas sumber daya, terutama SDM untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada tiga(3) hal pokok dalam manajemen.

1. ada tujuan yang hendak dicapai

2. tujuan dicapai dengan menggunakan kegiatan orang lain

3. kegiatan-kegiatan orang lain tersebut harus dibimbing dan diawasi

Fungsi-Fungsi Manajemen  Perencanaan (planning)

Dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang mengarah ke masa depan,

menyangkut serangkaian tindakan berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap semua factor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran khusus.

Dengan kata lain, perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan berdasarkan pemilihan dari berbagai alternative data yang ada, dirumuskan dalam bentuk keputusan yang dikerjakan untuk masa yang akan datang dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.

Dilihat dari bentuknya, perencanaan memiliki beberapa bentuk, yaitu : a. Sasaran/tujuan (objective)

b. Strategi

c. Kebijakan (policy) d. Prosedur

e. Aturan f. Program

(8)

Perencanaan dapat dimaknai sebagai upaya berpikir ke depan tentang tindakan yang didasarkan akan pemahaman utuh atas faktor yang terlibat pada tujuan spesifik dan kinerja objektif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan:

 Berpikir ke depan. Adalah cara pandang ke depan, bukan merupakan satu peramalan akan tetapi merupakan pernyataan akan orientasi tindakan – berpikir tentang masa depan. Orang yang berfikir tentang masa depan dikenal dengan futuristik.

 Serangkaian tindakan. Meliputi upaya penciptaan alternatif dan metode untuk mencapai tujuan dengan menggunakan sejumlah sumberdaya yang didapat di perusahaan. Oleh karena itu disadari bahwa setiap alternatif akan berdampak terhadap penggunaan sumberdaya di lingkungan perusahaan.

 Tujuan spesfiik. Tujuan ini mengisyaratkan bahwa seluruh sumberdaya tindakan dalam perusahaan harus diorientasikan kepada pencapaian tujuan.

Bentuk Perencanaan 1) Perencanaan Strategik

Perencanaan ini berfokus pada tindakan jangka panjang, mungkin tiga tahun atau lima tahun; sedangkan perencanaan korporasi melampaui waktu yang lebih lama yakni sampai 20 tahun. Unsur yang menjadi bagian daripada perencanaan strategik antara lain: Di negara mana perusahaan agribisnis berada? Dalam bidang bisnis apa perusahaan akan berbeda?

Pabrik apa yang akan dibangun? Untuk menyusun perencanaan seperti ini maka CEO menjadi unsur perusahaan yang banyak.

Setiap perencanaan tentunya memuat tujuan yang harus tergambarkan dengan jelas.

Demikian juga dalam konteks perencanaan strategi maka tujuan dimuat dalam bentuk misi;

dikenal dengan pernyataan misi atau mission statement. Perusahaan agribisnis harus menyatakan secara jelas akan menjadi apa perusahaan dimasa yang akan datang.

Ada tiga kunci dalam misi:

1) Pasar kunci (siapa kita)

2) Kontribusi (apa yang akan dikerjakan)

3) Perbedaan (bagaimana kita mengerjakannya lebih baik) Contoh:

¤ Misi kami adalah menghasilkan barang dan jasa yang meningkatkan efisiensi dan kemampulabaan petani.

¤ Bisnis utama kami adalah aplikasi luas pengetahuan genetik.

¤ Kami akan menjamin pertumbuhan bisnis inti dan mengembangkan kesempatan, yang menjamin bisnis inti.

Coba camkan dan pikirkan makna daripada misi perusahaan agribisnis di atas. Satu catatan dapat diberikan kepada perusahaan agribisnis yang membuat formulasi misi, dengan penuh kata-kata malah sering membuatnya kurang bermakna bagi masyarakat. Akan tetapi formulasi yang sederhana pada akhirnya mampu memberikan makna dan warna perusahaan di tengah-tengah masyarakat.

2) Taktis

Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan strategik akan tetapi ditemukan pada setiap tingkatan organisasi ataupun perusahaan. Kalau perencanaan strategik berkaitan dengan tiga hingga lima tahun, maka perencanaan taktis berkaitan dengan persoalan mendesak (besok, minggu depan atau bulan depan).

3) Kontingensi

(9)

Perencanaan ini disusun pada situasi yang berbeda dan manajer yakin bahwa setiap situasi yang berbeda akan membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Perencanaan sebagai satu proses dapat juga dilihat sebagai serangkaian kegiatan yang terdiri dari:

1) Pengumpulan fakta. Pengumpulan informasi adalah langkah pertama ketika orang hendak menyusun perencanaan. Dari hasil pengumpulan informasi ini akan dihasilkan sintesisasi (pemaduan) daripada kesempatan yang akan diperoleh.

2) Menganalisis fakta. Menganalisis fakta berarti menjawab berbagai pertanyaan krusial seperti; “dimana kita berada, bagaimana kita sampai ke sana”. Pertanyaan ini akan membantu menjawab permasalahan dan kesempatan, serta memberikan kerangka pengambilan

keputusan yang berarti bagi perusahaan.

3) Meramalkan perubahan. Harus mampu menentukan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, tentunya dengan menggunakan pendekatan saintifik. Walau harus disadari bahwa meramalkan masa yang akan datang tidaklah mudah, para manajer yakin bahwa kegiatan perencanaan ini sangat membantu memudahkan pencapaian keberhasilan perusahaan.

4) Menyusun tujuan. Tujuan kuantitatif maupun kualitatif merupakan arah yang harus dicapai oleh perusahaan agribisnis sehingga hasil mereka dapat dievaluasi. Tujuan bukanlah sesuatu yang muluk-muluk, akan tetapi sesuatu yang harus dapat dicapai. Tujuan yang baik akan memberikan keuntungan berikut:

i) memberikan arahan kepada setiap unsur dan orang dalam perusahaan untuk mencapai kinerja yang baik

ii) memberikan penilaian hasil yang dikontiirbusikan oleh setiap unit maupun orang dalam perusahaan.

iii) Berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi secara menyeluruh

5) Mengembangkan alternatif. Pihak manajemen harus menyediakan alternatif pada situasi yang berbeda dari yang direncanakan; tindakan yang dibutuhkan untuk memastikan

pencapaian tujuan.

6) Mengevaluasi hasil. Bagaimanapun perencanaan harus menyertakan bagaimana proses evaluasi dilakukan terhadap orang dan bagian pada satu organisasi maupun perusahaan.

 Pengorganisasian (organizing)

Organisasi merupakan kelompok orang yang mempunyai kegiatan dan bekerja bersama- sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi bukanlah suatu tujuan, tetapi sebagai suatu alat untuk mecapai tujuan.

Pengorganisasian meliputi langkah-langkah atau usaha untuk:

a. menentukan struktur

b. menentukan pekerjaan yang harus dilaksanakan c. memilih, menempatkan, dan melatih karyawan d. merumuskan garis kegiatan

e. membentuk sejumah hubungan di dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.

Pengorganisasian meliputi kegiatan mengklasifikasikan, mengelompokkan secara sistematis manusia dan sumberdaya lainnya, dalam organisasi atau perusahaan agribisnis yang konsisten dengan pencapaian tujuan perusahaan.

Sistematis maksudnya menempatkan sesuatu dalam struktur organisasi didukung oleh alasan dan terkait dengan proses pencapaian tujuan. Kegiatan ini meliputi:

• Menyusun struktur organisasi

• Menentukan tugas yang akan dilaksanakan

• Mendefinisikan garis wewenang dan tanggungjawab

• Membuat hubungan yang akan diterapkan dalam organisasi

(10)

 Pengarahan (directing)

Pengarahan dapat diartikan sebagai aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan ang telah ditetapkan.

Fungsi pengarahan ini merupakan gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan fungsi perencanaan dan pengorganisasian.

Menurut Downey dan Erickson (1992), pengarahan bertujuan untuk:

a. menentukan kewajiban dan tanggung jawab b. menetapkan hasil yang harus dicapai

c. mendelegasikan wewenang yang diperlukan d. menciptakan hasrat untuk berhasil

e. mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya

Kegiatan ini meliputi upaya memberikan arah kepada orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, berupa:

• Memilih, mengalokasikan dan melatih karyawan terlatih. Memposisikan staf

• Membebankan tugas dan tanggungjawab

• Mementukan hasil yang akan dicapai

• Menciptakan keinginan untuk berhasil

• Melihat bahwa pekerjaan dilakukan, dan dikerjakan dengan baik.

 Pengkoordinasian (coordinating)

Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan- tindakan sekelompok manusia. Koordinasi merupakan otak dalam batang tubuh dari keahlian manajemen. Makin sedikit koordinasi yang harus dilakukan, makin baik. Perintah yang baik dan lazim dari bidang keahlian menajemen lainnya akan membuat koordinasi tidak begitu dibutuhkan.

Akan tetapi pada organisasi yang dikelola dengan baik sekalipun, ada bidang yang memerlukan koordinasi. Adalah tanggung jawab manajer untuk melihat bahwa pengoperasian departemen-departemen, divisi-divisi, dan individu-individu yang berda di bawah kendalinya terintegrasi secara tepat untuk memproduksi hasil-hasil yang menunjang tercapainya sasaran organisasi.

 Pengendalian (controlling)

Pengendalian menurut manajemen menguraikan system informasi yang memonitor rencana dan proses untuk meyakinkan bahwa hal itu selaras dengan tujuan yang telah

ditetapkan sebelumnya, dan member peringatan bila perlu sehingga tindakan pemulihan dapat dilakukan.

Pengendalian merupakan merupakan pelengkap dari empat fungsi manajemen lainnya.

Pengendalian meluruskan keputusan yang salah, hal-hal yang tidak diharapkan, dan dampak dari perubahan. Pengendalian yang tepat memberikan informasi yang diperlukan dan waktu untuk memperbaiki program dan rencana organisasi yang telah salah arah. Cara-cara untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan juga harus disajikan. Manajer bisa menjadi sadar akan titik-titik lemah dalam pengorganisasian, pengarahan, dan pengkoordinasian usaha bisnis melalui penggunaan pengendalian secara tepat.

Pengendalian berkaitan dengan memonitor dan mengevaluasi kegiatan. Untuk melakukan evaluasi maka manajer harus membandingkan antara hasil dengan apa yang direncanakan sejak dari awal. Dalam melakukan evaluasi maka manajer membutuhkan sistem informasi yang dapat memberikan masukan kepada manajer.

Pengendalian dapat dibedakan menjadi:

Referensi

Dokumen terkait

Setiap pelaku pembangunan rumah susun komersial yang mengingkari kewajibannya untuk menyediakan rumah susun umum sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari

Kita dapat memperkirakan bahwa pada saat itu, Nazaret telah sedemikian rupa diabaikan sehingga tidak ada hal baik yang dapat diharapkan muncul dari mereka yang tinggal di

Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa persepsi kelompok tani terhadap peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan Gabungan Kelompok Tani di Kabupaten Sukoharjo sudah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor proses apa yang berpengaruh terhadap respon, mengetahui rancangan level faktor kendali yang mengoptimalkan semua

“Telah merasakan nikmatnya iman, orang yang rela menjadikan Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagi agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya.” (HR. Wahai ibuku, hendaklah

Tujuan : Mengetahui hubungan riwayat BBLR, riwayat ISPA, riwayat diare, asupan protein, asupan seng dan kejadian stunted pada anak usia 7-24 bulan di Desa Hargorejo,

evaluasi yang dilakukan dalam pembinaan akhlakul karimah yaitu dengan. cara tanya jawab dan penilaian secara langsung kepada

mulut ke mulut (Word Of Mouth) merupakan salah satu ciri khusus dari promosi. bisnis barang