• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK YAPEK GOMBONG Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian (SKK) Kelas/Semester : XI / Gasal

Materi Pokok : Syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran)

Alokasi Waktu : 10 menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik mampu:

1. Menjelaskan makna jujur dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menjelaskan hikmah berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menunjukkan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menampilkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Alokasi

waktu Pendahuluan • Memberikan salam

• Menanyakan kehadiran siswa

• Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa

• Tanya jawab materi sebelumnya

• Menyampaikan tujuan pembelajaran melalui power point.

2 menit

Inti • Mengamati

- Siswa menyimak materi yang disampaikan melalui power point dan video.

• Menanya

- Guru mengajukan pertanyaan mengenai makna jujur dan syaja’ah.

• Eksperimen/Eksplor

- Siswa dapat menganalisa makna jujur dan syaja’ah

- Siswa mendiskusikan tentang makna jujur dan syaja’ah serta hikmahnya berdasarkan video yang telah ditayangkan

• Assosiasi

- Menyimpulkan makna makna jujur dan syaja’ah

6 menit

(2)

Kegiatan Deskripsi Alokasi waktu

- Menyimpulkan hikmah jujur dan syaja’ah

• Komunikasi

- Menyajikan makna jujur dan syaja’ah - Menyajikan Hikmah jujur dan syaja’ah

• Refleksi

- Mampu mengaplikasikan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari

Penutup

• Klarifikasi/kesimpulan siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi

• Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran

• Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran

• Mengucapkan salam

2 menit

C. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Teknik dan Bentuk Penilaian

No Aspek Teknik Bentuk Instrumen 1 Sikap spiritual

dan Sosial

Observasi Lembar Pengamatan

2 Pengetahuan • Penugasan

• Tes tertulis

• Lembar Kerja

• Uraian 3 Keterampilan • Praktik • Uraian tugas 2. Pembelajaran Remidial dan Pengayaan

Peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari KKM ( 73 ), mengikuti program remidi, sedangkan peserta didik yang mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM mengikuti program pengayaan)

Kebumen, 28 Juli 2022

Kepala Sekolah, Wakasek 1, Guru Mata Pelajaran

Wisnu Darmoko, S.Pd. Rahayu Susanti, S.Pd Sri Jumiyati, S.Pd.I, M.S.I

NIK. 67083 NIK. 67073 NIK. 67145

(3)

LAMPIRAN

I. KOMPETENSI INTI :

K3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

K4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II. KOMPETENSI DASAR

3.16 Menganalisis makna syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran)

III. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Mampu menganalisis makna jujur dan syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran)

2. Mampu menjelaskan manfaat dan hikmah syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran)

3. Mampu memberikan contoh syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran)

4. Mampu mengaplikasikan perilaku syaja’ah (berani membela kebenaran dalam mewujudkan kejujuran) dalam kehidupan sehari- hari.

IV. MATERI PEMBELAJARAN

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (Q.S. at-Taubah/9:

119)

(4)

Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Ketika berani mengatakan “tidak” untuk korupsi, berusaha menjauhi perilaku korupsi. Jangan sampai mengatakan tidak, kenyataannya ia melakukan korupsi. Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang

jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal hatinya tidak.

Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik. Ciri-ciri orang munafik adalah dusta, ingkar janji, dan khianat, sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut ini:

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Muhammad saw. bersabda “Tanda orang munafik itu ada 3, yaitu: Apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Bukhari Muslim)

Ibnul Qayyim berkata, dasar iman adalah kejujuran (kebenaran), sedangkan dasar nifaq adalah kebohongan atau kedustaan. Tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah Swt. menegaskan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya).

Artinya: “Allah berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah riḍa kepada mereka dan mereka pun riḍa kepada- Nya. Itulah kemenangan yang agung.” (Q.S. al-Māidah/5: 119)

Keutamaan Perilaku Jujur dan Syaja’ah

Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur. Karena kejujuran merupakan akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw.,

Artinya: “Dari Abdullah ibn Mas’ud, dari Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga....” (HR. Bukhari)

Sifat jujur merupakan tanda keislaman seseorang dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Pemilik kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan. Dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa orang yang jujur akan dipermudah rezeki dan segala urusannya. Contoh yang perlu diteladani, karena kejujurannya, Nabi Muhammad saw. dipercaya oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan lebih banyak lagi. Ini artinya Nabi Muhammad saw. akan

(5)

mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, dan tentu saja apa yang dilakukan Nabi akan mendapat kemudahan. Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang hikmah perilaku jujur. Kamu dapat mencari contohnya. Sebaliknya, orang yang tidak jujur

atau bohong akan dipersulit rezeki dan segala urusannya. Orang yang pernah berbohong akan terus berbohong karena untuk menutupi kebohongan yang diperbuat, dia harus berbuat kebohongan lagi. Bersyukurlah bagi orang yang pernah berbohong sekali kemudian sadar dan mengakui kebohongannya itu sehingga terputus mata rantai kebohongan. Kejujuran berbuah kepercayaan,

sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membat hati jadi was-was. Contoh seorang siswa yang tidak jujur kepada orang tua dalam hal uang saku, pasti nuraninya tidak akan tenang apabila bertemu.

Apabila orang tuanya mengetahui ketidakjujuran anaknya, runtuhlah kepercayaan terhadap anak tersebut. Kegundahan hati dan kekhawatiran yang bertumpuk-tumpuk berisiko menjadi penyakit.

Macam-Macam Kejujuran

Menurut tempatnya, jujur itu ada beberapa macam, yaitu jujur dalam hati atau niat, jujur dalam perkataan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan.

1. Jujur dalam niat dan kehendak, yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah Swt. dan ingin mencapai riḍa-Nya. Jujur sesungguhnya berbeda dengan pura-pura jujur. Orang yang pura-pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat.

2. Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi, kecuali untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syari’at seperti dalam kondisi perang, mendamaikan dua orang yang bersengketa, dan semisalnya. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakni berbicara jujur dan dianjurkan menghindari kata-kata sindiran karena hal itu sepadan dengan kebohongan, kecuali jika sangat dibutuhkan dan demi kemaslahatan pada saat-saat tertentu, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur.

Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.

3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan ini juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diriḍai Allah Swt. dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas. Merealisasikan kejujuran, baik jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, maupun jujur dalam perbuatan membutuhkan kesungguhan. Adakalanya kehendak untuk jujur itu lemah, adakalanya pula menjadi kuat.

V. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Discovery learning,

VI. ALAT/BAHAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Alat / Bahan : Al Qur’an

2. Media Pembelajaran : Power point, Video, LCD, Laptop

VII. SUMBER BELAJAR :

• Buku PAI Kls XI Kemdikbud

(6)

• Al-Quran dan Al-Hadits

• Buku tajwid

• Kitab tafsir Al-Qur’an

• Buku lain yang menunjang

• Multimedia interaktif dan Internet

VIII. PENILAIAN HASIL BELAJAR Instrumen dan Teknik Penilaian :

UJI KOMPETENSI Aspek afektif

Isilah pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan sikapmu yang sebenarnya dengan cara mencontreng ( √ ) pada kolom yang tersedia

INTERNALISASI AKHLAK MULIA

No. Pernyataan

Pilihan Jawaban

Skor Sangat

Setuju Setuju RaguRagu Tidak Setuju 1. Saya yakin bahwa jujur

adalah salah satu unsur agama yang paling dasar.

2. Saya yakin bahwa orang yang jujur dan syaja’ah akan selalu mendapatkan kemudahan.

3. Saya yakin bahwa jujur dan

syaja’ah dapat

mendatangkan ketenteraman hidup.

4. Saya yakin bahwa jujur dan syaja’ah akan membawa kebaikan dan kebaikan akan membawa ke surga.

5. Saya yakin bahwa orang yang jujur dan syaja’ah akan selalu banyak teman.

Jumlah Skor

(7)

Format Penilaian Proses bealajar

FORMAT PENGAMATAN SIKAP

No Nama Siswa

Disiplin Tanggung

jawab Peduli Kerja keras A B C A B C A B C A B C 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 34 35 36 37 39

(8)

INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2 1. Disiplin

a. Selalu hadir di kelas tepat waktu

b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok 2. Tanggung jawab

a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah

c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya d. Partisipasi dalam kelompok

3. Peduli

a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan

b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya

4. Kerja keras

a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh b. Menunjukkan sikap pantang menyerah

c. Berusaha menemukan solusi permasalahan yang diberikan PEDOMAN PENILAIAN:

a. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu.

b. Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut.

.

• Tugas

- Melakukan telaah terhadap kaedah tajwid dan kandungan makna yang terdapat dalam Al- Qur’an surat At Taubah (9): 119 serta Hadits yang terkait

• Observasi

- Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:

- Isi diskusi (makna syaja’ah dan kejujuran, serta hikmah kejujuran dan syaja’ah dalam kehidupan seha-hari sebagai implemantsi dari pemahaman Al-Qur’an surat At Taubah (9): 119 serta Hadits yang terkait)

• Evaluasi

- Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda dan uraian dalam hal ini menggunakan tes melalui app Quizizz dengan link https://quizizz.com/admin/quiz/62bbb1472f0e53001d2ee434?source=quiz_page

(9)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Anggota Kelompok :

1.

2.

3.

4.

Kelas :

Mata Pelajaran : Petunjuk

1. Berdoalah sebelum mengerjakan 2. Tuliskan nama kelompok kalian

3. Kerjakan tugas dalam selembar kertas yang sudah diberikan Guru 4. Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas

Referensi

Dokumen terkait

Program Peningkatan Pemahaman, Penghayatan, Pengamalan, dan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Kegiatan-kegiatan pokok RKP 2006: Dalam rangka pelaksanaan program ini

Apabila dalam musyawarah telah dicapai kesepakatan antara pemegang hak atas tanah dan instansi pemerintah yang memerlukan tanah, Panitia Pengadaan Tanah mengeluarkan

Oleh karena galur Obs-1653/Ps] clan Obs-1656/Ps] mempunyai produksi tinggi, tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1 clan 2 dan agak tahan biotipe 3 serta tahan

Bertolak dari permasalahan di atas, maka tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: Tujuan umum yang akan dicapai adalah mendeskripsikan penerapan

Model UTAUT menguji faktor-faktor penentu user acceptance dan perilaku penggunaan yang terdiri dari: ekspektasi kinerja (performance expectancy) , ekspektasi usaha

Penelitian ini bertujuan merancang bentuk dan dimensi sambungan bambu untuk komponen rangka batang ruang yang dapat menahan gaya tekan dan tarik pada konstruksi kanopi.. Pada

 Mengenal “apa” yang sedang disajikan, yakni mengenal dengan baik permasalahannya, memahami dan menguasai materi yang dikerjakan, ditunjang dengan literatur ilmiah

Menganalisis laju erosi tanah dengan USLE, - Menganalisis kualitas lahan dengan Model SISR, dan - Menganalisis tekanan penduduk terhadap lahan -Menginte- grasikan ketiga faktor