• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELENGGARA : YAYASAN MAPALUS MATUARI MINAESA TOMOHON,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENYELENGGARA : YAYASAN MAPALUS MATUARI MINAESA TOMOHON,"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Staf

PENYELENGGARA :

YAYASAN MAPALUS MATUARI MINAESA TOMOHON, 2020

STATUTA

INSTITUT TEKNOLOGI MINAESA

(2)

SAMBUTAN

KETUA YAYASAN MAPALUS MATUARI MINAESA

Melalui kesempatan ini kami ingin mengajak semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan dan pengelolaan Pendidikan Tinggi di Institut Teknologi Minaesa (ITM) Tomohon untuk bersama-sama memanjatkan puji-syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kasih atas tersusunnya Statuta ITM ini, yang merupakan hasil revisi atau penyempurnaan terhadap Statuta terdahulu yang telah habis masa berlakuknya.

Selaku pihak penyelenggara pendidikan tinggi di ITM, Yayasan Mapalus Matuari Minaesa (YM3) akan sangat tertolong dengan tersusunnya Statuta ini, karena statuta ini merupakan dasar dan sekaligus menjadi acuan dalam penyusunan berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan ITM. Dengan kata lain, tersusunnya Statuta ini merupakan salah satu langkah dasar yang bersifat strategis bagi terselenggaranya secara optimal, semua tahapan proses pembelajaran dan upaya penyiapan sumberdaya manusia yang bermutu dan berkarakter melayani di lingkungan ITM.

Melalui kesempatan ini, atas nama pihak penyelenggara (Pembina, Pengawas dan Pengurus YM3), kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi tersusunnya Statuta ini, langsung ataupun tidak langsung. Kami mengharapkan kiranya pihak pengelola, yang dalam hal ini adalah Rektor ITM Tomohon bersama segenap jajarannya, dapat menyusun berbagai peraturan pengelolaan aktivitas pembelajaran yang dibutuhkan, dengan berpedoman pada Statuta ini.

Semoga Statuta ini benar-benar dapat berfungsi dan atau difungsikan sebagai dasar dan sekaligus sebagai sumber inspirasi bagi segenap warga, alumni dan simpatisan ITM Tomohon untuk dapat berperanserta secara maksimal dalam upaya bersama mewujudkan

"ITM menjadi berkat bagi semua".

Tomohon, 22 Februari 2020 Yayasan Mapalus Matuari Minaesa Ketua,

Dr. Ir. Wilhelmus T.M. Smits

(3)

KATA PENGANTAR

Statuta bagi suatu lembaga pendidikan tinggi dimaksudkan untuk menjadi dasar dan acuan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan melalui pendayagunaan sumberdaya yang tersedia secara efektif, efisien dan bersinergi, untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta untuk penyiapan generasi muda pembangunan yang cerdas, sebagai bagian dari upaya perwujudan tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Sejalan dengan itu, Statuta ITM juga dimaksudkan untuk menjadi dasar dan acuan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di lingkungan ITM, dalam rangka perwujudan visi, misi, tujuan dan sasaran ITM yang juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pendidikan nasional. Sehubungan dengan itulah maka kita patut bersyukur ke Hadirat Allah Yang Maha Kuasa atas perkenanan dan penyertaanNya, sehingga penyusunan Statuta ini dapat diselesaikan. Kepada Tim Penyusun disampaikan terima kasih dan penghargaan atas semua jerih-lelah dan atau upaya-upaya yang dilakukan, mulai dari penyusunan konsep sampai pada finalisasi Statuta ini. Kepada semua pihak, khususnya kepada segenap anggota Senat ITM dan anggota Pengurus YM3 (Yayasan Mapalus Matuari Minaesa (YM3) yang telah memberi masukan dan atau saran dalam rangka penyempurnaan Statuta ini, juga disampaikan terima kasih.

Semoga kita semua dimampukan untuk mempedomani Statuta ini secara konsisten dan konsekuen, demi terselenggaranya proses pembelajaran di lingkungan ITM secara efektif dan efisien, untuk selanjutnya secara bertahap dan terarah, mengantarkan ITM menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bermutu dan berkarakter melayani, serta dapat menjadi berkat bagi semua.

Tomohon, Februari 2020 Rektor ITM,

Dr. Ir. Herdianto Lantemona, M.S.

NIP. 19640704 199303 1 001

(4)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN KETUA YM3 ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

KEPUTUSAN REKTOR ... 1

MUKADIMAH ... 5

BAB I KETENTUAN UMUM ... 7

BAB II IDENTITAS ... 9

BAB III PENYELENGGARAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI ... 12

Bagian Kesatu : Penyelenggaraan Kegiatan Pendidikan ... 12

Bagian Kedua : Penyelenggaraan Penelitian ... 16

Bagian Ketiga : Penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat ... 18

BAB IV SISTEM PENGELOLAAN ... 20

Bagian Kesatu : Visi, Misi, dan Tujuan ITM Tomohon ... 20

Bagian Kedua : Sistem Pengelolaan ITM Tomohon ... 21

Bagian Ketiga : Mahasiswa dan Alumni ... 43

Bagian Keempat : Etika Akademik / Kode Etik ... 46

Bagian Kelima : Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan ... 47

Bagian Keenam : Gelar dan Penghargaan ... 51

Bagian Ketujuh : Pengelolaan Anggaran ... 52

Bagian Kedelapan : Sarana dan Prasarana ... 54

Bagian Kesembilan : Kerjasama ... 54

BAB V SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL ... 55

Bagian Kesatu : Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal ... 55

Bagian Kedua : Akuntabilitas dan Laporan ... 55

BAB VI JENIS, HIRARKI, SERTA PENYUSUNAN DAN PENETAPAN PERATURAN 56

BAB VII PENDANAAN DAN KEKAYAAN ... 57

BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN ... 58

BAB IX KETENTUAN PENUTUP ... 59

Lampiran 1. Hymne ITM Tomohon ... 60

Lampiran 2. Mars ITM Tomohon ... 61

Lampiran 3. Struktur Organisasi ... 62

(5)

YAYASAN MAPALUS MATUARI MINAESA

INSTITUT TEKNOLOGI MINAESA

Alamat : Jalan Stadion Selatan Walian Tomohon SULUT Kode Pos 95439 Fax. (0431) 3159197; Telp. 0431-354520; E-mail : [email protected]

KEPUTUSAN REKTOR NOMOR : …… /ITM.Y/2020

TENTANG

STATUTA

INSTITUT TEKNOLOGI MINAESA TOMOHON

Rektor Institut Teknologi Minaesa:

Menimbang : a. bahwa statuta sebuah perguruan tinggi harus berfungsi sebagai pedoman dasar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, dan karena itu harus senantiasa disesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan tuntutan-tuntutan yang timbul dari perkembangan masyarakat;

b. bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan ITM Tomohon sampai dengan awal tahun 2019 masih berlandaskan pada Statuta ITM Tahun 2002, yang mulai berlaku sejak tanggal 3 Januari 2002;

c. bahwa perkembangan kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang bermutu dan bertanggung jawab, serta perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia, menuntut ITM Tomohon untuk senantiasa meningkatkan kualitas tata kelolanya dari waktu ke waktu;

d. bahwa karena itu perlu penetapan Statuta yang baru yang berfungsi sebagai pedoman umum penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan ITM untuk ditetapkan keberlakuannya melalui Peraturan Rektor.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

(6)

2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5502) yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); dan Perubahan kedua dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesoa Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);

7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1952);

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 788);

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 139 Tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1670).

10. Permenristekdikti Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta

11. Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Perguruan Tinggi Swasta.

Memperhatikan : 1. Keputusan Rektor ITM Nomor : .../ITM-Y/SK/II/2020 Tentang Tim Revisi Statuta ITM.

2. Keputusan Rapat Senat ITM, Nomor : .../ITM-DT1/SK/I/2020 tertanggal …..Januari 2020.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : Statuta Institut Teknologi Minaesa Tomohon Tahun 2020.

Pasal 1

1. Statuta Institut Teknologi Minaesa Tomohon merupakan pedoman dasar bagi penyelenggaraan kegiatan fungsional, yang dipakai sebagai rujukan dalam pengembangan peraturan umum, peraturan akademik, dan prosedur operasional yang berlaku di ITM.

(7)

2. Statuta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Yayasan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan yayasan.

Pasal 2

1. Dengan berlakunya Statuta ini, maka Statuta ITM Tahun 2002 dinyatakan tidak berlaku.

2. Pada saat berlakunya statuta ini, maka segala peraturan dalam statuta sebelumnya tetap dinyatakan berlaku selama tidak bertentangan dengan statuta ini.

3. Hal-hal yang belum diatur dalam statuta ini akan diatur dalam peraturan tersendiri sesuai dengan isi Statuta ini dan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 3

1. Perubahan terhadap statuta ini menjadi kewenangan Badan Penyelenggara atas Persetujuan Senat Institut.

2. Perubahan terhadap statuta ini diusulkan oleh anggota Senat Institut melalui rapat senat kepada Badan Penyelenggara..

3. Perubahan terhadap statuta ini minimal dihadiri oleh 2/3 anggota Senat Institut.

4. Usul perubahan terhadap statuta ini minimal diajukan oleh 1/3 dari anggota Senat Institut.

Pasal 4

1. Semua Peraturan Institut dan Peraturan Rektor untuk melaksanakan statuta ini harus ditetapkan paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak statuta ini berlaku;

2. Statuta ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Tomohon, Februari 2020 Rektor ITM,

Dr. Ir. Herdianto Lantemona, M.S.

NIP. 19640704 199303 1 001

(8)

MUKADIMAH

Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, maka ditetapkanlah Statuta ITM Tomohon sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi yang berkewajiban membina dan mengembangkan sistim pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesian berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Bahwa untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, sesuai kerangka Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, maka Yayasan Mapalus Matuari Minaesa mendirikan Perguruan Tinggi yang akan menyelenggarakan Program Pendidikan Akademik dan/atau Profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang diberi nama Institut Teknologi Minaesa.

Bahwa tugas pokok Perguruan Tinggi sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Pasal 2 dan Pasal 3; adalah menyelenggarakan Pendidikan Tinggi, dan Penelitian, serta Pengabdian pada Masyarakat, maka disusunlah statuta ITM yang akan dijadikan pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan dan dipakai sebagai acuan dasar untuk merencanakan, mengembangkan program dan tujuan ITM

(9)

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan:

1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

2. Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi.

3. Perguruan Tinggi yang dimaksud adalah Institut Teknologi Minaesa disingkat ITM bertempat di Kota Tomohon, yang selanjutnya disebut ITM.

4. Statuta ITM, selanjutnya disebut STATUTA, adalah pedoman dasar penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kegiatan lainnya yang dipakai sebagai acuan dasar untuk merencanakan, mengembangkan program dan menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tujuan ITM yang berisi dasar untuk dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di ITM Tomohon.

5. Dewan penyantun ITM, selanjutnya disebut dewan penyantun, adalah suatu forum yang ikut mengasuh dan membantu memecahkan permasalahan di ITM Tomohon.

6. Pimpinan ITM adalah Rektor yang merupakan pengambil keputusan tertinggi yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh para Wakil Rektor.

7. Senat ITM adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi pada ITM Tomohon.

8. Pimpinan Fakultas adalah Dekan yg merupakan pengambil keputusan tertinggi pada fakultas yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh wakil Dekan.

9. Senat Fakultas adalah badan normatif pengambil keputusan tertinggi pada Fakultas.

10. Kurikulum adalah adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

11. Jenis Pendidikan Tinggi adalah Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesional.

12. Jalur Pendidikan tinggi adalah pendidikan formal.

13. Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa pada ITM Tomohon.

14. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

15. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di ITM Tomohon.

16. Tenaga Kependidikan di ITM terdiri dari tenaga administratif dan tenaga teknis.

17. Alumni ITM Tomohon, adalah mereka yang telah tamat/menyelesaikan pendidikannya di ITM Tomohon.

18. Kebebasan akademik termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan kebebasan yang dimiliki anggota civitas akademika ITM untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab dan mandiri.

19. Otonomi keilmuan adalah kegiatan keilmuan yang berpedoman pada norma dan kaidah keilmuan yang harus ditaati oleh setiap anggota civitas akademika.

(10)

20. Kebebasan akademik termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan kebebasan yang dimiliki anggota sivitas akademika untuk melaksanakn kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab dan mandiri.

21. Otonomi pengelolaan adalah kegiatan pengelolaan satuan pendidikan dan kegiatan pendidikan yang berpedoman pada ketentuan dan peraturan yang berlaku dan wajib ditaati oleh semua unsur yang ada di ITM Tomohon

22. Tridharma Perguruan Tinggi adalah penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat.

23. Pendidikan professional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan kehlian tertentu.

24. Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

25. LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo adalah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi.

26. Yayasan adalah Yayasan Mapalus Matuari Minaesa sebagai badan hukum penyelenggara ITM Tomohon.

27. Perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama adalah perjanjian tertulis antara dosen dengan ITM Tomohon yang memuat syarat-syarat kerja serta hak dan kewajiban para pihak dengan prinsip kesetaraan dan kesejawatan berdasarkan peraturan perundang- undangan.

28. Pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian kerja adalah pengakhiran perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama dosen karena sesuatu hal yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara dosen dan ITM Tomohon sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

29. Kualifikasi akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh dosen sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan.

30. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

31. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen.

BAB II IDENTITAS

Pasal 2

Tempat, Kedudukan, dan Waktu Pendirian

1. ITM berkedudukan di Jalan Stadion Selatan Kelurahan Walian Lingkungan 10, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

2. ITM berdiri pada tanggal 27 Agustus 1987. Pada tanggal 17 Nopember 1987 diperoleh izin operasi dari Koordinator Kopertis Wilayah IX Ujung Pandang No. 706 Tahun 1987, selanjutnya mendapat Status Terdaftar berdasarkan KEPMENDIKBUD No : 0580/0/1989 tanggal 7 September 1989 dan perbaikan/perlengkapan atas kekeliruan/

ketidaklengkapan “Nama Yayasan” penyelenggarannya dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No : 0180/0/1990 tanggal 2 April 1990. Pada mulanya

(11)

Kampus ITM dengan alamat Jalan Pinabetengan No. 2 Tompaso – Minahasa, dan kemudian berdasarkan Keputusan Yayasan BP No : I/TAP-YM3/1992, tanggal 29 Juni 1992, terhitung tanggal 1 Agustus 1992 alamat kampus dialihkan/dirubah menjadi Jalan Stadion Selatan Walian Tomohon Minahasa.

3. Hari jadi (Dies Natalis) ITM Tomohon tanggal 27 Agustus.

Pasal 3

Lambang/logo, Papan Nama (bentuk, ukuran, isi, warna dan makna) 1. Lambang/Logo ITM Tomohon adalah:

2. Makna Lambang/Logo ITM Tomohon :

a. Lambang/logo ITM berupa stilasi sebuah roda warna coklat (RGB : 60-10-10) dengan 17 gerigi, dan di dalam lingkaran roda yang dilapisi warna kuning emas terdapat pohon aren dengan 9 tangkai daun hijau, 2 tandan buah aren dan 1 kitab/buku berwarna putih, serta dilingkari dengan tulisan ITM, dan dibawahnya tulisan ITM berwarna biru tua, di dalam bingkai segi lima beraturan warna biru muda sebagai warna dasar ITM. Sebagai suatu kesatuan lambang tersebut melambangkan roda pembangunan, dengan jiwa semangat proklamasi 17 Agustus 1945, sejak didirikan pada tanggal 27 Agustus 1987 melaksanakan tridarma perguruan tinggi dalam pembangunan sebagai pengamalan Pancasila, dan dengan jati diri sembilan rumpun sub etnis “mapalus” (gotong royong khas di minahasa) di Minahasa dan juga sebagai daerah nyiur melambai.

b. Papan nama ITM berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 4 meter x lebar 1,5 meter didalamnya dibagi menjadi dua bagian kiri dan kanan. Bagian kiri berisikan lambang, dibawahnya ditulis ITM, dan fakultas/program studi, dan ditulis nama dan alamat Institut berwarna biru dengan dasar warna putih yang mempunyai makna keadilan dan kebenaran serta kejujuran.

Pasal 4

Bendera Institut, Fakultas (bentuk, ukuran, isi, warna dan makna) 1. Bendera:

a. Bendera Institut berukuran 120 x 80 cm, terdiri dari bidang persegi empat, berwarna cokelat dengan lambang institut ditengahnya, dikelilingi dengan rumbai-rumbai benang berwarna kuning emas yang mempunyai makna kemandirian kedewasaan serta bertanggung jawab.

b. Bendera Fakultas Teknologi Kelautan berukuran 120 x 80 cm, terdiri dari bidang

(12)

persegi empat, berwarna biru laut dengan lambang Fakultas ditengahnya, dikelilingi dengan rumbai-rumbai benang berwarna kuning emas yang mempunyai makna kemandirian, kedewasaan dan bertangung jawab” dalam eksplorasi pemanfaatan sumber daya laut.

c. Bendera Fakultas Teknologi Industri, terdiri dari bidang persegi empat, berwarna merah maron dengan lambang Fakultas ditengahnya, dikelilingi dengan rumbai-rumbai benang berwarna kuning emas yang mempunyai makna kemandirian, kedewasaan dan bertanggungjawab dalam pengembangan industri serta pelestarian sumber daya industri.

d. Bendera Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, terdiri dari bidang persegi empat, berwarna abu-abu dengan lambang Fakultas ditengahnya, dikelilingi dengan rumbai- rumbai benang berwarna kuning emas yang mempunyai makna kemandirian, kedewasaan dan bertanggungjawab perancangan dan konstruksi bangunan perkotaan dan pedesaan berwawasan lingkungan.

Pasal 5

ITM mempunyai hymne yang diperdengarkan sebagai lagu resmi pada upacara wisuda dan upacara perayaan hari jadi (dies natalis) institut. Hymne ITM secara lengkap terlampir.

Pasal 6 Busana Akademik

1. Pimpinan Perguruan Tinggi dalam hal ini Rektor, Wakil Rektor dan Dekan menggunakan toga atau jubah warna hitam dengan kelengkapan topi jabatan dan kalung jabatan serta atribut fakultas untuk dekan, dan anggota senat bukan guru besar dipakai dalam upacara dies natalis, wisuda, pengukuhan guru besar, Doktor/Doktor kehormatan.

2. Guru Besar menggunakan toga atau jubah hitam dengan kelengkapan topi dan kalung serta atributnya.

3. Wisudawan (topi, toga dan kalung menurut perguruan tinggi dan jenis fakultas) menggunakan toga warna hitam dengan topi dan kalung, dibagian depan disekitar leher toga berwarna coklat untuk fakultas teknologi industri, berwarna biru untuk fakultas teknologi kelautan dan berwarna abu-abu untuk fakultas teknik sipil dan perencanaan.

4. Busana Akademik Institut adalah sebagai berikut:

a. Rektor : toga dengan kucir berwarna hitam, kalung berwarna emas, dan dasi.

b. Wakil rektor : toga dengan kucir warna hitam, kalung berwarna emas, dan dasi.

c. Guru Besar : toga dengan kucir berwarna putih, kalung emas, dasi, bis jubah berwarna putih.

d. Pimpinan Fakultas : toga dengan kucir berwarna merah, bis jubah disesuaikan dengan warna bendera masing-masing fakultas.

e. Anggota senat: toga dengan kucir berwarna kuning, bis jubah berwarna kuning.

f. Wisudawan: toga dengan kucir berwarna hitam, topi, jubah, kalung, selempang, disesuaikan dengan warna fakultas.

g. Orator : sama dengan anggota senat jika yang bersangkutan adalah Dosen ITM Tomohon Tomohon dan Pakaian Sipil Lengkap atau Pakaian Nasional untuk Orator dari Luar Institusi.

(13)

h. Jaket almamater Institut berwarna Biru Muda beserta Logo ITM di bagian dada sebelah kiri 5. Busana Akademik Fakultas/ Program Studi disesuaikan dengan warna fakultas

(Kode Warna Perlu dicantumkan RGB-CYMK) Pasal 7

Azas dan Dasar 1. ITM Tomohon berazaskan Persatuan dan Kesatuan

2. Dalam terang azas sebagaimana termaksud pada ayat 1, ITM Tomohon berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pasal 8 Maksud

Maksud didirikannya ITM Tomohon adalah melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Pasal 9 Motto Motto ITM Tomohon adalah “With Global Perspective”

BAB III

PENYELENGGARAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI

BAGIAN KESATU

PENYELENGGARAAN KEGIATAN PENDIDIKAN

Pasal 10

Program Pendidikan yang Diselenggarakan

1. Pendidikan tinggi yang diselenggarakan terdiri atas pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan pendidikan vokasi.

2. Pendidikan akademik terdiri atas pendidikan program sarjana dan program pasca sarjana.

3. Pendidikan program pasca sarjana, yang termaksud pada ayat 2, diselenggarakan program studi yang memenuhi persyaratan dan diatur melalui Peraturan Rektor dengan memperhatikan aturan-aturan lain yang berlaku.

4. Pendidikan profesi terdiri atas pendidikan keprofesionalan tertentu yang diikuti setelah menyelesaikan pendidikan program sarjana/pasca sarjana guna membekali alumni / calon alumni dengan keahlian khusus. (gelar keprofesian diatur oleh senat perguruan tinggi dan organisasi keprofesian berdasarkan standar profesi yang terkait)

5. Salah satu diantara pendidikan profesi, sebagaimana dimaksud pada ayat 4, yang dapat diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITM Tomohon adalah Pendidikan Profesi Arsitektur yang akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Rektor dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku

(14)

6. Pendidikan vokasi terdiri atas pendidikan diploma dan pendidikan keterampilan khusus, yang diatur lebih lanjut melalui Peraturan Rektor.

Pasal 11 Kalender Akademik

1. Kalender akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi dimulai pada bulan Agustus tahun berjalan.

2. Kalender akademik terdiri atas 2 (dua) semester yaitu semester ganjil dan semester genap, dan masing-masing semester terdiri dari minimum 16 (enam belas) minggu.

Pasal 12 Kurikulum

1. Penyelenggaraan pendidikan berpedoman pada kurikulum yang disusun dengan memperhatikan visi, misi, tujuan ITM Tomohon, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Level 6, 7, dan 8.

2. Kurikulum berorientasi pada penyiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan serta berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku.

3. Kurikulum disusun oleh masing-masing program studi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, dan kebutuhan masyarakat dengan berpedoman pada peraturan pemerintah.

4. Kurikulum ITM Tomohon disusun berbasis kompetensi dan terdiri atas kurikulum nasional dan kurikulum institusional

5. Kurikulum setiap program studi di ITM Tomohon disusun sebagai : a. Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;

b. Acuan baku mutu penyelenggaraan program studi;

c. Berlaku secara nasional dan internasional;

d. Fleksibel dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang;

e. Kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat, profesi, dan pengguna lulusan.

6. Kurikulum institusional adalah kurikulum yang ditetapkan oleh Senat Fakultas dan atau Senat Institut atas dasar hasil identifikasi kebutuhan belajar mahasiswa yang disesuaikan dengan Visi, Misi, dan Tujuan ITM Tomohon.

7. Kurikulum yang diberlakukan pada setiap program studi ditetapkan oleh Senat Fakultas dan atau Senat Institut setelah menerima pertimbangan dari Ketua Program Studi dengan mengacu kepada standar nasional pendidikan.

8. Kurikulum yang diberlakukan untuk program profesi ditetapkan atas dasar kesepakatan dengan organisasi profesi terkait.

9. Evaluasi, penyesuaian dan atau pembaharuan kurikulum serta proses pembelajaran dilakukan secara berkala oleh Program Studi.

(15)

Pasal 13

Tata Cara Penyelenggaraan Perkuliahan

1. Administrasi akademik ITM Tomohon diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS).

2. Penyelenggaraan Pendidikan dapat dilakukan dalam bentuk kuliah, seminar, simposium, diskusi, lokakarya, praktikum, tutorial, tugas terstruktur, tugas mandiri, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya yang relevan.

3. ITM Tomohon mengembangkan sistem dan metode pembelajaran yang berbasis Student Center Learning (SCL) melalui pendekatan sistem pembelajaran dan pengajaran, serta perencanaan dan penilaian.

4. Pada setiap akhir penyelenggaraan program pendidikan diadakan wisuda.

5. Mahasiswa program pendidikan vokasi dapat pindah ke program akademik atau sebaliknya apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pimpinan program studi yang bersangkutan dengan sepengetahuan Pimpinan Institut.

6. Pelaksanaan pendidikan secara teknis diatur melalui Peraturan Akademik ITM Tomohon dengan mengacu pada Visi, Misi, Statuta dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Pasal 14

Penilaian Hasil Belajar

1. Penilaian hasil belajar pada ITM Tomohon dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku akademik dalam bentuk ujian, pemberian tugas, dan pengamatan proses belajar-mengajar.

2. Penilaian hasil belajar dilakukan secara terbuka dan dinyatakan dengan angka dan huruf mutu.

3. Evaluasi dapat diselenggarakan melalui ujian mata kuliah, ujian skripsi, ujian tesis, atau ujian disertasi.

4. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Ayat 1, 2, dan 3 diatur melalui Peraturan Akademik ITM Tomohon.

5. Ujian akhir program vokasi diselenggarakan untuk jenjang Diploma III dan Diploma IV melalui ujian komprehensif atau ujian praktik kerja.

6. Ujian akhir program sarjana (Strata 1) berupa ujian komprehensif atau ujian skripsi untuk memperoleh gelar sarjana.

7. Bentuk ujian akhir untuk program profesi ditentukan atas dasar kesepakatan dengan organisasi profesi terkait.

8. Ujian akhir program pascasarjana (Strata 2) untuk memperoleh gelar Magister dilakukan dalam bentuk ujian tesis.

(16)

Pasal 15 Bahasa Pengantar

1. Bahasa pengantar yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di ITM Tomohon adalah Bahasa Indonesia.

2. Bahasa daerah dan atau bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar sejauh diperlukan dalam penyampaian pengetahuan dan atau pelatihan untuk pengembangan keterampilan.

BAGIAN KEDUA

PENYELENGGARAAN PENELITIAN

Pasal 16 Program Penelitian

1. Program Penelitian diselenggarakan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial-budaya dan keagamaan serta untuk menghasilkan inovasi guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

2. Program Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diselenggarakan baik secara mandiri oleh dosen maupun melalui kerja sama dengan lembaga, badan usaha, dan/atau organisasi lain, nasional ataupun internasional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Program penelitian dilakukan di bawah kordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melalui Pusat-Pusat Penelitian, Pengembangan, Pengabdian terkait.

4. Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dan ayat 2, dilaksanakan berdasarkan orientasi dan ciri ITM Tomohon serta kompetensi keilmuan yang sesuai dan dapat mendukung kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pasal 17

Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa

1. Kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan dosen / tenaga pendidik wajib melibatkan mahasiswa secara berkelanjutan.

2. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dimaksudkan untuk mengembangkan kerjasama yang saling memberdayakan antara mahasiswa dan dosen.

Pasal 18

Publikasi Hasil Penelitian

1. Hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada Pasal 17 difasilitasi untuk dapat disebarluaskan melalui seminar, lokakarya ataupun dipublikasikan melalui jurnal ilmiah yang diakui oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

2. Hasil penelitian yang bersifat rahasia dan potensil mengganggu ataupun membahayakan kepentingan umum dilarang untuk disebarluaskan.

(17)

Pasal 19

Pemanfaatan Hasil Penelitian

1. Hasil penelitian dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan / pengayaan bahan ajar, pengembangan kualitas dan intensitas pengabdian kepada masyarakat, selain untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan

2. Pemanfaatan hasil penelitian yang dilakukan melalui kerjasama dengan pihak lain, didasarkan atas kesepakatan pihak-pihak terkait, dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 20

Hak Kekayaan Intelektual

Selain difasilitasi untuk dipublikasikan, hasil-hasil penelitian yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, difasilitasi untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual.

Pasal 21

Pendanaan Kegiatan Penelitian 1. Dana untuk mendukung kegiatan penelitian dapat diperoleh dari :

a. Hibah Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

b. APB ITM, minimal 10% (sepuluh persen) dari biaya operasional

c. Bantuan ataupun dana hasil; kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan atau pihak Swasta

d. Sumber-sumber lain yang tidak mengikat dan dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan penelitian diatur melalui Peraturan Rektor.

BAGIAN KETIGA

PENYELENGGARAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Pasal 22

Jenis dan Tata Cara Penyelenggaraan

1. Jenis jenis kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi pelayanan, penyuluhan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan, dan/atau pemberian jasa konsultasi untuk mendukung upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, pembangunan daerah dan bangsa.

2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan upaya penerapan keahlian yang dimiliki oleh dosen (perorangan atau kelompok), yang dilakukan secara mandiri ataupun melalui kerja sama dengan kelompok masyarakat, pihak swasta ataupun pihak pemerintah.

3. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITM, melalui Pusat-Pusat Penelitian dan Pengembangan terkait.

(18)

Pasal 23

Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa

1. Kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen / tenaga pendidik di ITM wajib melibatkan mahasiswa secara berkelanjutan.

2. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimaksudkan untuk mengembangkan kerjasama yang saling memberdayakan antara mahasiswa dan dosen.

Pasal 24

Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

1. Hasil pengabdian kepada masyarakat sebagaimana dimaksud pada Pasal 23 difasilitasi untuk dapat disebarluaskan baik melalui seminar dan atau lokakarya, maupun melalui media cetak dan atau media elektronik

2. Seminar dan atau lokakarya sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dilaksanakan melalui pelibatan secara langsung kelompok masyarakat calon pengguna

Pasal 25

Pembiayaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

1. Dana untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat diperoleh dari : a. Hibah Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset

Teknologi dan Pendidikan Tinggi

b. APB ITM Tomohon, minimal 5% (lima persen) dari biaya operasional ITM

c. Bantuan ataupun dana hasil; kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan atau pihak Swasta

d. Sumber-sumber lain yang tidak mengikat dan dimungkinkaan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat diatur melalui Peraturan Rektor.

BAB IV

SISTEM PENGELOLAAN

BAGIAN KESATU VISI, MISI, DAN TUJUAN

Pasal 26 Visi

Visi ITM Tomohon adalah ITM menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan profesional di bidang teknologi, khususnya Kawasan Timur Indonesia, yang mampu mengikuti derap laju pembangunan dengan dasar teori dan falsafah yang kokoh (teguh, mandiri dan bermoral) serta berwawasan iman dan lingkungan

(19)

Pasal 27 Misi

ITM Tomohon (ITM) mempunyai misi (mision) yang merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dalam usaha mewujudkan visi yang sangat bermanfaat sebagai pegangan dalam pelaksanaan tugas/fungsinya yaitu :

1. Mengembangkan sitem nilai keilmuan yang berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran, keadilan dan profesionalisme.

2. Memberi ruang gerak dan kesempatan yang luas untuk berkembangnya terus dinamika kehidupan kampus dan demokratis, konstruktif dan produktif.

3. Mewujudkan tatanan kehidupan kampus yang kondusif bagi berkembangnya kreativitas keilmuan dan intelektualitas sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Membina dan meningkatkan terus kemampuan serta kualitas sumber daya yang dimiliki, terutama yang berhubungan dengan kualitas intelektualitas.

5. Membina kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu dan terintegrasi, baik untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun untuk kepentingan masyarakat.

6. Mengembangkan kerjasama berdasarkan kemitraan yang sejajar dengan lembaga lain untuk kepentingan penunjang pencapaian tujuan ITM Tomohon.

Pasal 28 Tujuan

1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.

2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta mengupayakan pengguanaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

3. Melahirkan lulusan atau sarjana yang disamping memiliki kemampuan intelektualitas yang handal, juga memiliki moral yang tinggi, wawasan dan kreativitas enterpreneurship yang luas serta komitmen yang kuat terhadap semangat dan nilai - nilai kejuangan bangsa.

BAGIAN KEDUA

SISTEM PENGELOLAAN ITM TOMOHON BAB ORGANISASI

Pasal 29

Organisasi ITM Tomohon Organisasi ITM Tomohon terdiri atas:

a. Senat Akademik / Senat Institut b. Pimpinan ITM Tomohon

c. Unsur Pengendalian dan Pengawasan d. Dewan Penyantun

f. Unsur Pelaksana Akademik

1) Fakultas; dengan organ yang meliputi Senat Fakultas, Pimpinan Fakultas, Program Studi dan Dosen

2) Lembaga

(20)

g. Unsur Pelaksana Administrasi h. Unsur Penunjang

1) Perpustakaan

2) Laboratorium, bengkel dan studio 3) Unit Layanan MKPK

4) Pusat Kerohanian Kampus 5) Pusat Karier

6) Pusat Pengembangan Usaha i. Unit Pengawasan Internal

PARAGRAF 1 SENAT AKADEMIK

Pasal 30

Pimpinan dan Keanggotaan Senat Akademik

1. Senat Akademik ITM Tomohon, selanjutnya disingkat SA, berfungsi menetapkan kebijakan, memberikan pertimbangan dan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ITM Tomohon.

2. SA dipimpin oleh seorang ketua, didampingi seorang Sekretaris, yang keduanya dipilih dari dan oleh anggota SA.

3. SA beranggotakan Rektor, Wakil Rektor, Dosen tetap bergelar Guru Besar, Dekan, perwakilan Dosen dari Fakultas, dan Ketua-Ketua Lembaga, unsur pemimpin unit penunjang dan dapat ditambah dengan pimpinan unit pelaksana teknis bidang akademik pada tingkat Institut yang ditetapkan melalui keputusan Rektor.

4. Anggota SA unsur perwakilan dosen dari tiap fakultas dipilih dari dan oleh dosen tetap yang sudah mengabdi di ITM Tomohon minimal selama 4 (empat) tahun, dengan golongan minimal IIIb, pada masing-masing fakultas.

5. Jumlah anggota SA unsur perwakilan dosen berjumlah 1 orang tiap fakultas diluar anggota SA pada butir 3.

Pasal 31

Tugas dan Kewenangan SA 1. Tugas dan Kewenangan SA:

a. Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan Institut.

b. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika.

c. Merumuskan norma (statuta dan peraturan Institut lainnya), kaidah, dan tolok ukur pengelolaan ITM Tomohon.

d. Merumuskan kode etik kehidupan kampus.

e. Menetapkan Statuta bersama dengan YM3

f. Menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas akademika.

g. Mengawasi dan menegakkan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.

h. Memberi pertimbangan terhadap rencana strategis, rencana kerja tahunan, dan RAPB yang diajukan oleh Rektor.

(21)

i. Menilai pertanggungjawaban Rektor atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.

j. Memberikan pertimbangan kepada YM3 mengenai calon Rektor.

k. Memberikan pertimbangan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sehubungan dengan dosen tetap yang akan dicalonkan untuk memangku jabatan akademik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Profesor.

l. Mengukuhkan pemberian gelar Profesor dan Doktor Kehormatan (Dr.Hc.) bagi seseorang yang memenuhi persyaratan.

m. Tata cara pemberian gelar Doktor Kehormatan diatur dalam Peraturan Rektor.

2. SA dapat membentuk Komisi sesuai kebutuhan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas-tugas SA.

3. Anggota komisi terdiri atas anggota SA dan apabila dinilai perlu dapat ditambah anggota lain dari unsur dosen tetap ITM Tomohon.

Pasal 32 Rapat SA

1. Rapat SA ITM Tomohon dapat bersifat terbuka dan/atau tertutup sesuai kebutuhan.

2. Pelaksanaan rapat SA dan tata cara pengambilan keputusan dalam Rapat SA diatur dalam Tata Tertib SA.

PARAGRAF 2 PIMPINAN ITM TOMOHON

Pasal 33

Unsur Pimpinan ITM Tomohon Unsur Pimpinan ITM Tomohon, terdiri atas :

a. Rektor

b. Wakil-Wakil Rektor

Pasal 34 Rektor

1. Rektor memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut :

a. Memimpin penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.

b. Membina hubungan dan/atau melaksanakan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitra.

c. Mengusulkan rencana strategis, rencana kerja tahunan, dan RAPB tahunan setelah mendapat pertimbangan SA untuk ditetapkan oleh YM3.

d. Mengangkat dan memberhentikan pejabat struktural, dosen/pegawai kontrak, dosen luar biasa, dan tenaga honorer dalam lingkungan ITM Tomohon, setelah mendapatkan pertimbangan dari YM3.

e. Membina dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ITM Tomohon.

f. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian dosen tetap dan pegawai tetap

(22)

kepada YM3 setelah mendapat pertimbangan SA.

g. Menyampaikan laporan pengelolaan keuangan bulanan dan pertanggungjawaban anggaran tahunan kepada SA dan YM3.

h. Mengusulkan rancangan Peraturan Institut yang mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi di ITM Tomohon kepada SA.

j. Menetapkan Peraturan Institut yang merupakan hasil persetujuan bersama antara Rektor dan SA.

k. Menetapkan kebijakan operasional guna mendukung penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi dalam bentuk Peraturan-Peraturan Rektor.

l. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pada setiap akhir tahun dan akhir masa jabatan.

2. Masa jabatan Rektor adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan maksimal 2 periode.berturut-turut.

3. Rektor diangkat oleh pengurus YM3 atas usul SA.

4. Apabila Rektor berhalangan tetap, maka YM3 mengangkat rektor pengganti atas persetujuan SA sampai akhir masa jabatan pada periode berjalan.

5. Tata cara pengangkatan dan pemberhentian rektor diatur dalam peraturan organisasi dan tata kerja ITM Tomohon.

Pasal 35 Pemilihan Rektor

1. Untuk melaksanakan pemilihan Rektor, SA membentuk Panitia Pemilihan Rektor, melalui sebuah surat keputusan.(Struktur panitia diluar SA)

2. Tugas pokok Panitia Pemilihan Rektor ditetapkan oleh SA berdasarkan Statuta ITM Tomohon dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Syarat calon Rektor : a. Syarat Akademik:

1) Memiliki kualifikasi akademik minimal S2.

2) Memiliki pangkat akademik sekurang-kurangnya Lektor Kepala, dengan golongan/ ruang sekurang-kurangnya IV/a.

3) Memiliki pengalaman mengajar di Institut sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun dan memiliki sertifikat pendidik.

4) Menguasai bahasa Inggris secara aktif dan pasif.

b. Syarat Administrasi:

1) Dosen Tetap Yayasan atau Dosen PNS DPK sesuai dengan syarat akademik 2) Tidak merangkap sebagai pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi/Lembaga/

Unit Kerja Lainnya di Lingkungan ITM Tomohon pada saat Pendaftaran Diri sebagai calon rektor. (mendapat pertimbangan YM3)

3) Bukan merupakan pengurus partai politik

4) Tidak merangkap sebagai unsur pimpinan perguruan tinggi lain.

5) Berumur maksimal 64 tahun pada saat dicalonkan/mencalonkan diri sebagai rektor.

6) Berbadan sehat.

7) Bersedia bekerja penuh waktu.

(23)

4. Bakal calon rektor dijaring oleh SA melalui Panitia Pemilihan Rektor sebagaimana dimaksud pada ayat 1, dengan mengumumkannya melalui media massa dan elektronik.

5. Hak pilih dan proses pemilihan Rektor diatur sebagai berikut:

a. Hak pilih SA diberi bobot 65% dan hak pilih Pengurus YM3 diberi bobot 35%, yang dihitung berdasarkan jumlah anggota SA dan jumlah anggota pengurus YM3 pemilik hak suara yang sah pada saat pelaksanaan pemilihan.

b. Proses pemilihan dilakukan secara langsung, umum, bebas dan rahasia, setelah setiap calon Rektor menyampaikan pokok-pokok pikirannya tentang Program Pengembangan ITM Tomohon.

6. Seseorang Bakal Calon Rektor yang sedang menjabat sebagai pimpinan dalam lingkup ITM Tomohon pada saat proses pemilihan berlangsung, wajib menjalani “cuti sementara dari jabatannya”, ketika yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai calon Rektor.

7. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemilihan Rektor akan diatur melalui Peraturan Rektor setelah mendapat persetujuan SA dan Yayasan.

Pasal 36 Wakil Rektor

1. Dalam melaksanakan tugasnya, Rektor didampingi oleh Wakil-Wakil Rektor yang menangani bidang-bidang tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Tugas Wakil Rektor diatur dalam Peraturan Organisasi dan Tata Kerja ITM Tomohon.

3. Syarat dan tata cara pengangkatan Wakil Rektor:

a. Syarat Akademik:

1) Dosen tetap ITM Tomohon yang memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurang nya magister.

2) Memiliki pangkat akademik sekurang-kurangnya lektor, dan atau golongan/ruang sekurang-kurangnya III/d.

3) Memiliki pengalaman mengajar di ITM Tomohon sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun.

4) Mampu berbahasa Inggris secara aktif dan pasif.

b. Syarat Administrasi:

1) Dosen Tetap Yayasan atau Dosen PNS DPK yang tidak sedang menjalani disiplin 2) Tidak merangkap Jabatan pada Perguruan Tinggi lain.

3) Berumur maksimum 65 tahun pada saat dicalonkan / mencalonkan diri sebagai wakil rektor

4) Berbadan sehat

5) Tidak menjadi pengurus partai politik pada posisi ketua, atau sekretaris, atau bendahara pada semua tingkatan.

4. Proses pemilihan wakil rektor selambat-lambatnya satu bulan setelah rektor yang baru dilantik. ( rector mempunyai hak suara 30% dari jumlah suara pemilih)

5. Wakil Rektor diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas pertimbangan SA dan YM3.

6. Pertimbangan SA dilakukan melalui pemilihan secara langsung terhadap calon-calon yang diajukan oleh Rektor.

7. Pertimbangan YM3 dilakukan secara dialogis.

(24)

8. Masa jabatan Wakil Rektor adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan maksimal 2 periode.

9. Apabila Rektor berhalangan tidak tetap, maka Wakil Rektor yang mengurusi bidang akademik bertindak sebagai pelaksana tugas Rektor.

10. Dalam hal Rektor dan Wakil Rektor yang dimaksud pada ayat 9, berhalangan tidak tetap, maka SA menunjuk salah seorang Wakil Rektor lainnya sebagai pelaksana tugas Rektor.

11. Apabila Wakil Rektor berhalangan tetap, maka Rektor mengangkat Pejabat Wakil Rektor setelah mendapat pertimbangan SA.

PARAGRAF 3

UNSUR PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

Pasal 37 Pelaksana

1. Pengendalian dan Pengawasan dalam lingkup ITM Tomohon adalah Badan Pengawas 2. Anggota Badan Pengawas ditetapkan Senat Akademik

3. Anggota Badan Pengawas berdasarkan kebutuhan, dengan keahlian / pengalaman yang sesuai dengan bidang kegiatan ITM Tomohon.

4. Badan Pengawas dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris yang dipilih dari dan oleh para anggotanya.

5. Masa jabatan anggota Badan Pengawas ditetapkan selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya, dengan ketentuan maksimal 2 (dua) kali masa jabatan yang sama secara berturut-turut.

Pasal 38

Tugas dan Kewajiban Badan Pengawas ITM Tomohon memiliki tugas dan kewajiban:

a. melakukan pembinaan dan pengendalian pengelolaan keuangan Institut yang dilakukan oleh Rektor dengan mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku di lingkungan ITM Tomohon

b. Memberikan pendapat dan saran kepada Rektor dan YM3 mengenai Rencana Strategis Institut, Rencana Bisnis Institut, dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Institut yang diusulkan oleh Rektor.

c. Memantau perkembangan ITM Tomohon dan memberikan pendapat dan saran kepada Rektor dan YM3 mengenai penanganan / penyelesaian masalah-masalah penting dalam pengelolaan ITM Tomohon;

d. Menyampaikan dan memberi pertimbangan kepada Rektor dan YM3, jika kinerja ITM Tomohon dinilai mengalami gejala penurunan; dan

e. Memberikan nasihat kepada Rektor untuk mendukung optimalisasi pengelolaan ITM.

Pasal 39

(25)

Syarat menjadi anggota Badan Pengawas

Syarat untuk dapat diangkat menjadi anggota Badan Pengawas adalah sebagai berikut : a. Memiliki dedikasi dan memahami masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan ITM

Tomohon,

b. Dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya;

c. Mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara.

Pasal 40 Pemberhentian

Anggota Badan Pengawas dapat diberhentikan dari jabatannya karena hal- hal sebagai berikut:

a. Berhenti atas permintaan sendiri;

b. Tidak dapat melaksanakan tugas secara terus-menerus;

c. Tidak melaksanakan tugas dengan baik;

d. Melakukan tindak pidana;

e. Terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan ITM Tomohon.

PARAGRAF 4 DEWAN PENYANTUN

Pasal 41

1. Dewan Penyantun adalah organisasi yang dibentuk oleh Pemimpin ITM Tomohon dengan keanggotaan yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pakar pendidikan, pengusaha, alumni, dan purnabakti ITM Tomohon.

2. Dewan Penyantun berperan memberi pertimbangan dan saran terhadap perumusan kebijakan Rektor pada bidang non-akademik dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengelolaan ITM Tomohon.

PARAGRAF 5 PELAKSANA AKADEMIK

Pasal 42 Senat Fakultas

1. Senat Fakultas berfungsi menjabarkan kebijakan dan peraturan di fakultas.

2. Senat Fakultas terdiri atas Dekan dan Pembantu Dekan, Guru Besar Tetap, Ketua Program Studi, dan wakil dosen dari masing-masing program studi.

3. Wakil dosen diusulkan oleh Ketua Program Studi berdasarkan hasil pemilihan dari dan oleh dosen tetap pada program studi bersangkutan yang jumlahnya didasarkan pada proporsi jumlah dosen tetap pada setiap program studi.

4. Wakil dosen dari masing-masing program studi dipilih dari dan oleh dosen yang sudah mengabdi di ITM Tomohon minimal 4 (empat) tahun.

5. Senat Fakultas diketuai oleh Dekan, didampingi seorang Sekretaris yang dipilih dari dan

(26)

oleh anggota Senat Fakultas.

6. Tugas Senat Fakultas:

a. Merumuskan kebijakan dan program pengembangan akademik fakultas.

b. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik, serta kecakapan dan kepribadian dosen.

c. Merumuskan kaidah dan tolok ukur pengeloaan fakultas.

d. Menilai pertanggungjawaban Dekan atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Senat Fakultas.

e. Memberikan pertimbangan dan persetujuan rencana anggaran pendapatan dan belanja Fakultas yang diajukan oleh Dekan.

f. Memberikan pertimbangan kepada Rektor tentang calon Dekan dan Wakil Dekan, hasil pemilihan yang dilakukan secara langsung oleh anggota Senat Fakultas.

7. Senat Fakultas dapat membentuk komisi sesuai kebutuhan.

8. Senat Fakultas mengadakan rapat se ku rang-ku rang nya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan atau atas usul Dekan atau atas usul sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) anggota Senat Fakultas.

9. Tata cara pengambilan keputusan dalam Rapat Senat Fakultas diatur dalam Tata Tertib Senat Fakultas dengan mengacu pada Peraturan Organisasi dan Tata Kerja ITM Tomohon.

Pasal 43

Pimpinan Fakultas

1. Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan yang didampingi oleh Wakil Dekan yang jumlahnya ditetapkan sesuai kebutuhan.

2. Dekan bertugas atas penyelenggaran tridharma perguruan tinggi, serta membina tenaga dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkup kerjanya.

3. Dekan diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas pertimbangan Senat Fakultas.

4. Dekan bertanggung jawab kepada Rektor.

5. Masa jabatan Dekan adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut.

6. Jika Dekan berhalangan tetap maka Rektor mengangkat Wakil Dekan Bidang Akademik sebagai pelaksana tugas Dekan.

7. Wakil Dekan diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas pertimbangan Senat Fakultas.

8. Wakil Dekan ditetapkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah pelantikan Dekan baru.

9. Masa jabatan Wakil Dekan berakhir bersamaan dengan masa jabatan dekan dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut.

Pasal 44 Program Studi

(27)

1. Program Studi merupakan unit pelaksana akademik yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesi dan/atau vokasi dalam satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni tertentu serta melaksanakan pembinaan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

2. Program Studi dipimpin oleh seorang Ketua dan apabila diperlukan dapat dibantu oleh seorang Sekretaris.

3. Ketua Program Studi diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Dekan berdasarkan hasil pemilihan yang dilakukan oleh dosen tetap pada Program Studi bersangkutan.

4. Ketua Program Studi bertanggungjawab kepada Dekan.

5. Masa jabatan program studi adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut.

Pasal 45 Dosen

1. Dosen atau Tenaga Pendidik ITM Tomohon memiliki tugas utama sebagai pengajar / pendidik, peneliti, dan pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan keilmuan dan keahliannya.

2. Dosen ITM Tomohon terdiri atas:

a. Dosen Tetap Yayasan

b. Dosen Tetap PNS Dipekerjakan (DPK) c. Dosen Luar Biasa

d. Dosen Tamu.

3. Dosen tetap terdiri atas Dosen Tetap Yayasan dan Dosen PNS DPK.

4. Dosen Tetap Yayasan adalah seseorang yang berdasarkan kualifikasi akademik dan kompetensinya yang diangkat oleh YM3 atas usul Rektor setelah mendapat pertimbangan Program Studi dan Pimpinan Fakultas yang bersangkutan.

5. Dosen tetap PNS DPK adalah dosen yang dipekerjakan oleh pemerintah pada ITM Tomohon setelah mendapat persetujuan YM3 berdasarkan pertimbangan Rektor.

6. Dosen PNS DPK yang akan diakhiri masa tugasnya di ITM Tomohon, dilakukan berdasarkan keputusan YM3 setelah mendapat pertimbangan Rektor dan Senat Institut.

7. Dosen Kontrak adalah seseorang yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor untuk jangka waktu tertentu setelah mendapat pertimbangan Program Studi dan Pimpinan Fakultas yang bersangkutan dan mendapat persetujuan YM3.

8. Dosen Luar Biasa adalah seseorang yang diangkat oleh Rektor untuk melaksanakan kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu atas usul Ketua Program Studi.

9. Dosen Tamu adalah seorang yang diundang oleh Pimpinan ITM Tomohon untuk melaksanakan kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu.

10. Syarat untuk diangkat menjadi Dosen Tetap Yayasan:

a. Memiliki kualifikasi akademik sekurang-ku rang nya magister b. Memiliki kompetensi mengajar

c. Memiliki moral dan integritas tinggi

d. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan ITM Tomohon, Masyarakat, Bangsa, dan Negara.

(28)

11. Mekanisme pengangkatan dosen tetap dan pengangkatan dalam pangkat/golongan/ruang dosen tetap Yayasan diatur dalam Peraturan Kepegawaian ITM Tomohondan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

12. Jenjang jabatan akademik dosen tetap ITM Tomohon ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 46

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, disingkat LP2M, adalah unsur pelaksana akademik yang melakukan fungsi koordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan ITM Tomohon.

2. LP2M dapat membentuk pusat-pusat penelitian dan pengembangan secara fungsional sesuai dengan kebutuhan.

3. LP2M dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris.

4. Ketua LP2M diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

5. Sekretaris LP2M diangkat dan diberhentkan oleh Rektor atas usul Ketua LP2M.

6. Pimpinan LP2M diangkat untuk masa 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut.

7. Rincian tugas LP2M diatur dalam Peraturan Organisasi dan Tata Kerja ITM Tomohon.

Pasal 47

Pusat Penelitian dan Pengembangan

1. Untuk memperlancar pelaksanaan tugas-tugas LP2M, dibentuk Pusat-Pusat Penelitian dan Pengembangan, disingkat Puslitbang, sesuai kebutuhan.

2. Jenis Puslitbang diusulkan oleh Ketua LP2M sesuai kebutuhan untuk disahkan, oleh Rektor setelah mendapatkan pertimbangan dari SA.

3. Puslitbang dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat oleh Rektor berdasarkan usul Ketua LP2M dan setelah mendapatkan pertimbangan dari SA.

4. Kepala Puslitbang bertugas mendorong, mengkoordinir dan memfasiltasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan/penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya (ipteksbud) dalam lingkup bidang tugasnya, dengan melibatkan tenaga akademik yang ada di program studi.

5. Kepala Puslitbang dapat dibantu oleh seorang Sekretaris, yang diangkat oleh Ketua LP2M berdasarkan usul Kepala Puslitbang.

6. Kepala Puslitbang bertanggung jawab kepada Ketua LP2M.

PARAGRAF 6

UNSUR PELAKSANA ADMINISTRASI

(29)

Pasal 48

Pelaksana Administrasi

1. Pelaksana adminstrasi di ITM Tomohon yang berfungsi menyelenggarakan pelayanan teknis adminstrasi disebut Biro.

2. Biro terdiri atas:

a. Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan b. Biro Administrasi Umum dan Keuangan

c. Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi.

3. Biro dipimpin oleh seorang Kepala Biro, yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

4. Penambahan dan atau pengubahan Biro dilakukan oleh Rektor setelahmendapat pertimbangan SA.

Pasal 49

Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan

1. Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan disingkat BAAK adalah unsur pembantu pimpinan yang mengurusi bidang administrasi akademik dan kemahasiswaan, yang bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor yang mengurusi bidang akademik dan Wakil Rektor yang mengurusi bidang kemahasiswaan.

2. BAAK bertugas melaksanakan :

a. administrasi pendidikan, evaluasi, registrasi, statistik, sarana pendidikan,

b. administrasi pengembagan minat dan bakat, penalaran, informasi kemahasiswaan, serta layanan kesejahteraan mahasiswa dan alumni,

c. administrasi perencanaan dan pengembangan akademik.

3. BAAK terdiri atas:

a. Bagian Registrasi dan Statistik Akademik

b. Bagian Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni.

c. Bagian Evaluasi dan Pengembangan Kerjasama Akademik.

4. Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat 3 masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor, dan bertanggungjawab kepada Kepala BAAK.

Pasal 50

Biro Administrasi Umum dan Keuangan

1. Biro Administrasi Umum dan Keuangan disingkat BAUK adalah unsur pembantu pimpinan yang mengurusi bidang administrasi umum dan keuangan, yang bertanggung jawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor yang mengurusi bidang administrasi umum.

2. BAUK bertugas melaksanakan :

a. administrasi umum, hukum, dan tata laksana, b. dministrasi rumah tangga dan perlengkapan, c. Melaksanakan administrasi kepegawaian, d. Melaksanakan administrasi keuangan.

3. BAUK terdiri atas:

a. Bagian Administrasi Umum, Hukum, dan Tata Laksana b. Bagian Administrasi Rumah Tangga & Perlengkapan

(30)

c. Bagian Administrasi Kepegawaian d. Bagian Administrasi Keuangan.

Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat 3 masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor serta bertanggungjawab kepada Kepala BAUK.

Pasal 51

Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi

1. Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi disingkat BAPSI adalah unsur pembantu pimpinan yang mengurusi bidang adminstrasi perencanaan, pengembangan kerjasama dan sistem informasi yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor sesuai bidangnya.

2. BAPSI bertugas melaksanakan :

a. adminstrasi perencanaan dan pengembangan kerjasama bidang tridharma, sumberdaya manusia, keuangan dan sarana prasarana,

b. pengumpulan, pengolahan, penyimpanan / peng-amanan data, dan pemberian layanan informasi.

3. BAPSI terdiri atas :

a. Bagian Administrasi Perencanaan dan Pengembangan Kerjasama, b. Bagian Administrasi Sistem Informasi.

4. Bagian-bagian sebagaimana dimaksud pada ayat 3 masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor, dan bertanggungjawab kepada Kepala BAPSI.

PARAGRAF 7 UNSUR PENUNJANG

Pasal 52 Perpustakaan

1. Perpustakaan adalah unsur penunjang akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor dan pembinaannya dilakukan oleh Wakil Rektor yang membidangi kegiatan akademik.

2. Perpustakaan mempunyai fungsi memberikan layanan bahan pustaka untuk keperluan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

3. Perpustakaan dalam lingkup ITM Tomohonterdiri atas perpustakaan pusat dan perpustakaan pada tingkat fakultas.

4. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, perpustakaan mempunyai tugas :

a. Melaksanakan perencanaan, pengadaan, pengolahan, dan pemeliharaan bahan pustaka

b. Memberikan layanan bahan pustaka c. Memberikan layanan referensi

d. Melakukan administrasi perpustakaan.

5. Pengelola Perpustakaan terdiri atas:

(31)

a. Pimpinan perpustakaan pusat dan pimpinan perpustakaan fakultas b. Pustakawan

c. Pelaksana Administrasi.

6. Perpustakaan pusat dan fakultas dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali.

7. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Perpustakaan dibantu oleh seorang sekretaris yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Kepala Perpustakaan.

Pasal 53 Pustakawan

1. Kelompok pustakawan terdiri atas sejumlah pustakawan dalam jabatan fungsional.

2. Kelompok pustakawan dipimpin oleh seorang Pustakawan Senior yang dipilih dari dan oleh pustakawan serta bertanggung jawab kepada Kepala Perpustakaan.

3. Jenis dan jenjang jabatan fungsional pustakawan ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 54

Pelaksana Administrasi Perpustakaan

Pelaksana Administrasi Perpustakaan adalah staf administrasi yang berfungsi menyelenggarakan administrasi dan layanan informasi perpustakaan serta bertanggung jawab kepada Kepala Perpustakaan.

Pasal 55

Laboratorium, bengkel dan Studio

1. Laboratorium, bengkel, dan kebun percobaan adalah wadah bagi civitas akademika untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian dan praktik belajar.

2. Laboratorium, bengkel dan kebun percobaan dipimpin oleh seorang kepala dari unsur dosen yang keahliannya memenuhi persyaratan serta bertanggung jawab kepada Ketua Program Studi.

3. Tugas kepala laboratorium / bengkel / kebun percobaan diatur dalam PeraturanOrganisasi dan Tata Kerja Institut.

4. Kepala laboratorium/bengkel/kebun percobaan diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Dekan setelah mendapat pertimbangan Ketua Program Studi.

5. Laboratorium didukung oleh tenaga penunjang akademik yang terdiri atas peneliti, teknisi, laboran, dan tenaga administrasi.

Pasal 56

Unit Layanan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

1. Pengelola Unit Layanan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK adalah Koordinator MKPK)

2. Kordinator MKPK bertanggung jawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor Bidang

(32)

Akademik.

3. Masa jabatan Koordinator MKPK adalah 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut.

Pasal 57

Pusat Kerohanian Kampus

1. Pusat Kerohanian Kampus, selanjutnya disebut PUSROH adalah unsur penunjang akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor yang membidangi kegiatan kemahasiswaan.

2. PUSROH berfungsi memberikan layanan kerohanian, bimbingan, dan konseling.

3. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, PUSROH bertugas:

a. Merumuskan nilai-nilai dan etika kampus untuk diajukan kepada Senat b. Menangani program pembinaan kerohanian di kampus

c. Menyusun jadwal pelayanan, materi, dan pelayan ibadah rutin dan insidentil d. Mengembangkan kegiatan kerohanian kampus di tengah masyarakat e. Membina terciptanya kerukunan hidup beragama di kampus

f. Melakukan bimbingan dan konseling bagi warga kampus.

4. PUSROH dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor dari Pendeta Tugas Khusus untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut.

Pasal 58 Pusat Karier

1. Pusat Karier adalah unsur yang berfungsi mengumpulkan dan mendisseminasikan berbagai informasi tentang dunia kerja yang dibutuhkan oleh alumni ITM Tomohon.

2. Tugas pokok Pusat Karier adalah:

a. Menyiapkan pangkalan data alumni.

b. Menyiapkan lulusan sesuai dengan kompetensi yang diperlukan dalam dunia kerja c. Memfasilitasi lulusan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan

ketrampilannya.

d. Membantu dunia kerja pengguna lulusan untuk menyediakan dan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas, terampil dan profesional.

e. Menyediakan data penyerapan dan posisi lulusan dalam dunia kerja.

f. Mendesain sistim partisipasi alumni dalam rangka pengembangan ITM Tomohon.

g. Melaksanakan komunikasi dan konsolidasi secara berkesinambugnan melalui wadah IKA ITM Tomohon.

3. Pusat Karir dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor untuk masa jabatan 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali dengan ketentuan maksimal 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut.

Pasal 59

Pusat Pengembangan Usaha

1. Pusat Pengembangan Usaha adalah unsur yang berfungsi mendukung Institut dalam

Referensi

Dokumen terkait

RINCIAN JUMLAH PEROLEHAN SUARA SAH SETIAP PARTAI POLITIK DAN CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA SERTA PERINGKAT SUARA SAH CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA DALAM PEMILU TAHUN 2014.. 2

mengulur-ulur waktu. Para Teradu dengan sengaja membiarkan angka yang tidak sesuai antara pengguna hak pilih, baik yang sah maupun tidak sah yang seharusnya berjumlah 102.670,

Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui usul yang diajukan dalam rapat. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang

Suara blanko (abstain) dianggap menyetujui usul yang diajukan dalam rapat. Suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang

RINCIAN JUMLAH PEROLEHAN SUARA SAH SETIAP PARTAI POLITIK DAN CALON ANGGOTA DPRD PROVINSI SERTA PERINGKAT SUARA SAH CALON ANGGOTA DPRD PROVINSI DALAM PEMILU TAHUN 2014... BAMBANG

Apabila suatu merek digunakan secara sah, yakni didaftarkan maka kepada pemilik merek tersebut diberi hak atas merek. Hak atas merek adalah hak eksklusif yang

Rapat tersebut telah dihadiri oleh 2.904.949.402 saham, yang memiliki hak suara yang sah atau setara dengan 92,473% dari seluruh jumlah saham dengan hak suara yang sah yang

Rapat Umum Anggota dimaksud dalam Ayat 4 adalah sah jika dalam rapat hadir atau diwakili sekurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota perkumpulan dengan hak suara; - Semua