MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 30/PHP.KOT-XV/2017
PERIHAL
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN WALIKOTA SALATIGA
ACARA
MENDENGARKAN KETERANGAN SAKSI/AHLI PEMOHON,
TERMOHON, PIHAK TERKAIT, BAWASLU, DAN PANWASLU
(III)
J A K A R T A
RABU, 12 APRIL 2017
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 30/PHP.KOT-XV/2017 PERIHAL
Perselisihan Hasil Pemilihan Walikota Salatiga
PEMOHON
1. Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit
TERMOHON
KPU Kota Salatiga
ACARA
Mendengarkan keterangan Saksi/Ahli Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, Bawaslu, dan Panwaslu (III)
Rabu, 12 April 2017, Pukul 11.05 – 15.44 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Arief Hidayat (Ketua)
2) Anwar Usman (Anggota)
3) Aswanto (Anggota)
4) I Dewa Gede Palguna (Anggota)
5) Manahan MP Sitompul (Anggota)
6) Maria Farida Indrati (Anggota)
7) Saldri Isra (Anggota)
8) Suhartoyo (Anggota)
9) Wahiduddin Adams (Anggota)
Pihak yang Hadir: A. Pemohon:
1. Agus Rudianto 2. Dance Ishak Palit
B. Kuasa Hukum Pemohon:
1. Badrul Munir 2. Aries Surya 3. Diarson Lubis 4. Aziz Fahri Pasaribu 5. Cahyo Gani Saputro
C. Ahli dari Pemohon:
1. Umbu Rauta
D. Saksi dari Pemohon:
1. Kemat 2. Agus Purwanto 3. Alfred Lehurliana 4. Winarni Indah 5. Joko Supardi E. Termohon: 1. Putnawati 2. Saimuri 3. Suryanto 4. Sujit Mujirno 5. Dayusman Yunus
F. Kuasa Hukum Termohon:
1. M. Fajar Subkhi Aka Arief 2. Umar Ma’ruf
G. Saksi dari Termohon:
1. Amin Nurbaedi 2. Nur Ahmad Saifudin 3. Jalal Pambudi 4. Sigit Suprayogi 5. Santoso
H. Pihak Terkait:
1. Yulianto 2. Muh. Haris
I. Kuasa Hukum Pihak Terkait:
1. Zainudin Paru 2. Ismail Nganggon 3. Agus Purnomo 4. Yakub Adi Krisanto 5. Taryono
6. Ignatius Suroso Kuncoro 7. Fauzan Muslim
J. Saksi dari Pihak Terkait:
1. Moch Guntur Fajar Utomo 2. Rohmadi
3. Imam Wijayanto 4. Sumadi
1. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Bismillahirrahmaanirrahiim. Sidang dalam Perkara Nomor 30/PHP.KOT-XV/2017 dengan ini dibuka dan terbuka untuk umum.
Sebelum dimulai, perlu saya sampaikan permohonan maaf pada semua pihak karena persidangan yang semestinya dimulai pukul 10.00 WIB baru kita mulai sekarang karena pemeriksaan lanjutan pada perkara-perkara yang berlanjut untuk memeriksa saksi dan bukti dari semua pihak dilakukan secara Pleno, berbeda dengan pada waktu pemeriksaan pendahuluan di Panel sehingga memerlukan hakim yang lengkap dan pada kesempatan ini juga sangat lengkap karena hakim baru, kanan luar, Prof. Saldi Isra sudah bisa bergabung yang kemarin baru saja dilantik Presiden. Jadi, tadi Panel 2 yang dipimpin oleh Yang Mulia Bapak Wakil Ketua, baru menyelesaikan pemeriksaan pendahuluan untuk perkara Yapen Waropen sehingga baru bisa kita mulai sekarang. Sekali lagi, saya atas nama Mahkamah meminta maaf kepada semua pihak.
Pada sidang hari ini, kita akan menyelesaikan seluruh pemeriksaan dari saksi yang diajukan Pemohon, Pihak Terkait, dan Termohon. Jadi, nanti kita sampai selesai pukul berapa, kita lihat semua saksi harus kita periksa pada hari ini dan kita selesaikan pada hari ini.
Kita akan mulai dengan memeriksa saksi dan ahli Pemohon. Kemudian, Termohon, dan Pihak Terkait. Sebelum dimulai, saya akan cek kehadirannya, siapa yang hadir dari Pemohon? Silakan.
2. KUASA HUKUM PEMOHON: BADRUL MUNIR
Baik, terima kasih, Yang Mulia. Dari Pemohon, hadir Prinsipal, Bapak Drs. Agus Rudianto, M.M. kemudian, Bapak Dance Ishak Palit, M.Si. didampingi oleh Kuasa Hukum, yang pertama saya Badrul Munir, kemudian, Bapak Aries Surya, Bapak Diarson Lubis, Bapak Aziz Fahri Pasaribu, dan Bapak Cahyo Gani Saputro.
Bersama ini kami juga membawa satu ahli dan lima saksi, dan pada kesempatan ini juga kami ingin mengucapkan selamat kepada Mahkamah Konstitusi, yang sudah melengkapi pengawal konstitusinya, juga selamat khususnya kepada Bapak Yang Mulia Saldi Isra yang telah melengkapi pengawal konstitusi. Terima kasih.
SIDANG DIBUKA PUKUL 11.05 WIB
3. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, terima kasih. Bukan melengkapi, bukan pelengkap ini, penting juga kok. Karena kalau dalam tim kesebelasan kalau ini tim kesembilanan, gitu. Jadi, tim sembilan itu menangan kalau main kartu. Ya, beliau di posisi kanan luar itu penting sekali kalau enggak ada kanan luar, nanti enggak bisa memasukkan gol nanti. Terima kasih, Pemohon. Silakan, Pihak Ter ... Termohon.
4. KUASA HUKUM TERMOHON: UMAR MA’RUF
Terima kasih, Yang Mulia. Dari Termohon, Prinsipal, KPU Kota Salatiga hadir semua, Ketua Ibu Putnawati, anggota, Bapak Saimuri, anggota, Bapak Suryanto, anggota, Bapak Sujit Mujirno, anggota, Bapak Dayusman Yunus. Untuk Kuasa Hukum, saya Umar Ma’ruf dan M. Fajar Subkhi AKA Arief. Kami juga nanti menghadirkan lima orang saksi, Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia.
5. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Dari Pihak Terkait, silakan.
6. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: ZAINUDIN PARU
Baik, terima kasih. Assalamualaikum wr. wb. Majelis Yang Mulia. Hadir pada kesempatan ini Pihak Terkait, Pasangan Calon Terpilih, Bapak Yulianto dan Wakil Walikota Salatiga (...)
7. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Belum.
8. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: ZAINUDIN PARU
Pasangan Calon Terpilih (...)
9. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Loh, belum terpilih, loh. Belum ditentukan Mahkamah.
10. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: ZAINUDIN PARU
Bapak H. Muhammad Haris, S.S., M.Si. didampingi oleh 7 orang pengacara, saya sendiri Zainudin Paru. Kemudian, Saudara Fauzan
Muslim, Ismail Nganggon, Pak Agus Purnomo. Kemudian, Pak Yakub, Pak Suroso Kuncoro, dan Pak Taryono.
11. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
12. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: ZAINUDIN PARU
Terima kasih.
13. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Jadi, calon yang memperoleh suara terbanyak yang sudah ditetapkan oleh KPU, tapi belum terpilih. Baik. Dari Panwas, sudah hadir? Sudah masuk? Ya, disuruh masuk, kita nanti ... keterangan tertulis dari Panwas sudah ada, tapi para anggota panwas kabupa … eh ... Kota Salatiga belum di tempat, tapi tadi sudah dilaporkan kalau sudah menuju ke ruang sidang.
Baik. Kita sumpah terlebih dahulu. Untuk saksi ahli, Dr. Umbu Rauta saya persilakan maju ke depan. Kemudian saksinya Pak Kemat, Pak Agus Purwanto, Pak Alfred Lehurliana, Bu Winarni Indah, Pak Joko Supardi. Ya, ahlinya di posisi paling kiri dari Majelis. Agak maju, agak maju, jangan terlalu jauh nanti ... kalau terlalu jauh enggak disumpah, tapi disumpahin itu, ya. Agak pisah, agak terpisah. Kemudian yang beragama Kristen di sebelah sini. Pak Alfred dan Ibu Winarni, ya? Yang muslim di sini. Kemudian saya menanyakan ke pihak Termohon, ini yang menjadi saksi para pejabat penyelenggara atau bukan?
14. KUASA HUKUM TERMOHON: UMAR MA’RUF
Baik, Yang Mulia. Empat orang penyelenggara, PPK, yang satu orang PPS ... KKPS sudah purna, berarti Pak Santoso.
15. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oh, jadi Pak Santoso yang maju untuk diambil sumpahnya, yang PPK masih belum purna, ya?
16. KUASA HUKUM TERMOHON: UMAR MA’RUF
17. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Enggak usah disumpah kalau yang itu karena sumpah Bapak-Bapak PPK ini pada waktu penyelenggara masih melekat. Jadi, supaya bisa memberikan keterangan yang sebenarnya karena sudah terikat sumpah.
Di sebelah sampingnya masih ada ruang satu. Saksi Pihak Terkait, saya persilakan. Pak Moch. Guntur, Pak Rohmadi, Pak Imam Wijayanto, Pak Sumadi, ada di belakangnya. Kemudian Pak Sulistyono, ini Kristen atau Katolik? Kristen, ya? Pak Sulistyono mana? Kristen atau Katolik? Katolik, kalau Katolik tersendiri sebelah sini sendiri. Ya, begitu. Untuk ahli beragama Kristen, saya mohon berkenan Yang Mulia Pak Manahan untuk memandu sumpah.
18. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Pada Ahli Dr. Umbu Rauta, ya. Ikuti lafal janji yang saya tuntunkan. “Saya berjanji sebagai Ahli akan memberikan keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya, semoga Tuhan menolong saya.”
19. AHLI BERAGAMA KRISTEN: UMBU RAUTA
Saya berjanji sebagai Ahli akan memberikan keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya, semoga Tuhan menolong saya.
20. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Terima kasih. Untuk yang beragama Kristen Saksi sekaligus, Yang Mulia. Ada dua orang Pak Alfred dan Bu Winarni.
21. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Baik. pada Saudara Alfred Lehurliana dan Winarni Indah, ikuti lafal yang saya tuntunkan. “Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.”
22. SELURUH SAKSI BERAGAMA KRISTEN:
Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.”
23. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Terima kasih, Yang Mulia. Untuk yang beragama Katolik, Pak Sulistyono, Saksi. Mohon berkenan Prof. Maria.
24. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI
Ya. “Saya berjanji sebagai” ... diulangi. “Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.”
25. SAKSI BERAGAMA KATOLIK:
Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.
26. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Yang terakhir untuk para saksi yang beragama Islam, saya persilakan Yang Mulia Pak Wahid.
27. HAKIM ANGGOTA: WAHIDUDDIN ADAMS
Ikuti lafal yang saya tuntunkan. “Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah, saya bersumpah sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya.”
28. SELURUH SAKSI BERAGAMA ISLAM
Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah, saya bersumpah sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya.
29. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Terima kasih, Yang Mulia. Silakan kembali ke tempat. Pemohon yang kita dengar ahlinya dulu atau saksinya dulu?
30. KUASA HUKUM PEMOHON: BADRUL MUNIR
31. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ahli. Baik kalau begitu, Pak Umbu Rauta saya persilakan memberikan keterangan Ahlinya. Ada waktu untuk menyampaikan keterangannya 15 menit. Nanti kita lanjutkan dengan pendalaman dan diskusi. Waktunya 15 menit, silakan, Pak Umbu.
32. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Terima kasih, Yang Mulia, Majelis Hakim Yang Mulia, Pihak Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait yang saya hormati. Assalamualaikum wr. wb.
33. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Walaikum salam wr. wb.
34. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Salam sejahtera bagi kita semua. Perkenankan saya selaku Ahli menyampaikan keterangan yang akan saya bagi dalam tiga bagian besar. Yang pertama, soal kewenangan Mahkamah. Yang kedua, soal pemenuhan syarat formil, dan yang ketiga, soal pokok perkara.
Majelis Hakim Yang Mulia, untuk hal yang pertama dan kedua dengan pertimbangan dokumen ini sudah disampaikan. Saya tidak akan membacakan semuanya dan (…)
35. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, dianggap keterangan selengkapnya sudah disampaikan, ya.
36. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Ya. Terima kasih, Yang Mulia. Saya akan langsung pada bagian yang ketiga, soal substansi atau pokok perkara. Majelis Hakim Yang Mulia, berkenaan dengan pokok perkara dalam permohonan yang diajukan oleh Pemohon dan selanjutnya telah dijawab oleh Termohon dan Pihak Terkait, saya mencatat ada beberapa hal pokok yang menjadikan persoalan.
Yang pertama, soal pembukaan kotak suara atau berkas pemungut … pemungutan suara. Yang kedua, soal adanya pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih, namun mendapat kesempatan untuk memberikan suara pada TPS. Dan yang ketiga, ada tidaknya manipulasi saat rekapitulasi yang dilakukan oleh Termohon. Berikut, saya akan membahas 3 hal sebagai berikut.
Yang pertama, terkait pembukaan kotak suara dan berkas pemungutan suara. Dalam pandangan ahli, undang-undang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota yang selanjutnya disebutkan Undang-Undang Pemilihan dan sudah dilakukan perubahan sebanyak … ketiga, terakhir, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, kemudian telah dijabarkan dalam beberapa PKP, Ahli memandang bahwa seluruh produk peraturan perundang-undangan yang dimaksud adalah hukum atau peraturan prosedural yang bersubstansikan tata cara atau tahapan dalam penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.
Aspek tata cara itu, dalam pandangan ahli, tampak dari adanya tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan pemilihan, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang 1 Tahun 2015 juncto PKPU Nomor 2 Tahun 2015.
Nah, pengaturan tentang tahapan tersebut dimaksudkan dalam pandangan ahli, untuk menjamin terwujudnya pemilihan gubernur, pemilihan bupati, dan walikota yang demokratis dan berkualitas. Oleh karenanya, setiap pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan gubernur, bupati, dan walikota, baik penyelenggara di dalamnya ada KPUD, PPK, PPS, dan KPPS, baik panitia pengawas, baik peserta pemilihan, baik pemilih, dan pemantau, wajib menjalankan, mematuhi, atau mengindahkan tata cara atau prosedur tersebut dalam rangka terwujudnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang jujur, yang adil, transparan, dan demokratis.
Majelis Hakim Yang Mulia, terkait rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara di panitia pemilihan kecamatan, sudah jelas diatur dalam Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, khususnya ayat (7) sampai ayat (10). Dari kaidah tersebut, diperoleh penegasan bahwa PPK wajib menyerahkan Berita Acara Pemungutan Suara dan Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara kepada KPU yang mana dimasukkan dalam sampul khusus dan dimasukkan ke dalam kotak suara yang disediakan pada bagian luar, ditempel label atau disegel. PPK wajib menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara dan penyerahan Berita Acara tersebut beserta kelengkapannya wajib diawasi oleh panwas kecamatan dan wajib pula dilaporkan kepada kabupaten atau kota.
Nah, beranjak dari kaidah pada Pasal 104 tersebut, maka Berita Acara pemungutan suara dan rekapitulasi, dan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara yang sudah dimasukkan dalam sampul khusus dan dimasukkan dalam kotak suara, seharusnya dalam pandangan Ahli, tidak boleh dibuka tanpa ada alasan yang diperkenankan menurut hukum.
Larangan untuk membuka kotak suara tersebut lebih diperkuat lagi dengan adanya kaidah dalam undang-undang tersebut yang mana menegaskan bahwa PPK wajib menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara, dan wajib pula diawasi oleh panwas.
Majelis Hakim Yang Mulia, manakala terjadi pembukaan kotak suara atau berkas pemungutan dan penghitungan suara secara sepihak,
apakah oleh PPK dan/atau KPUD tanpa melibatkan saksi pasangan calon dan panitia pengawas, maka tindakan tersebut secara terang benderang melanggar peraturan undangan. Nah, peraturan perundang-undangan dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 juncto PKPU Nomor 10 Tahun 2015. Oleh karenanya terhadap tindakan tersebut dalam pandangan Ahli dapat menjadi alasan untuk dilakukannya pemungutan suara ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.
Dalam Pasal 112, saya kira secara jelas disebutkan bahwa salah satu alasan dari beberapa alasan untuk dilakukannya pemungutan suara, yaitu pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan, dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Majelis Hakim Yang Mulia, terkait dengan persoalan ini, dalam permohonan Pemohon juga didalilkan adanya revisi DAA-KWK dan DA1-KWK yang dilakukan secara sepihak oleh Termohon dan dilakukan revisi tersebut pada tanggal 17 Februari 2017, yaitu setelah rekapitulasi penghitungan suara di tingkap kecamatan pada tanggal 16 Februari.
Pemohon juga menegaskan bahwa tindakan revisi DAA-KWK dan DA1-KWK yang dilakukan oleh PPK tanpa sepengetahuan saksi pasangan calon, dalam hal ini Pemohon dan Panwas kecamatan, yaitu Kecamatan Tingkir sebagaimana tampak dari pernyataan Ketua dan Seluruh Anggota Panitia Pengawas Kecamatan Tingkir tertanggal 28 Februari 2017.
Dalam pandangan Ahli, terhadap keadaan sebagaimana disebutkan di atas, maka Ahli berpandangan sebagai berikut.
Yang pertama, tindakan revisi form DAA-KWK dan DA1-KWK yang tidak melibatkan para pihak, yaitu saksi pasangan calon dan panitia pengawas adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan melanggar prinsip atau asas transparansi.
Yang kedua, tindakan revisi form DAA-KWK dan DA1-KWK hanya dapat dilakukan melalui pembukaan terhadap dokumen DAA-KWK dan DA1-KWK yang telah selesai direkapitulasi pada tingkat PPK.
Yang ketiga, tindakan membuka kotak suara dengan maksud melakukan revisi terhadap dokumen DAA-KWK dan DA1-KWK tanpa keterlibatan pihak terkait adalah tindakan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal terjadi tindakan membuka kotak suara, sebagaimana disebutkan pada angka 3 di atas, maka dalam pandangan Ahli juga menjadi salah satu alasan untuk dilakukannya pemungutan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.
Hal yang kedua, Majelis Hakim Yang Mulia. Yaitu terkait adanya pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih, namun mendapatkan kesempatan memberikan suara pada TPS. Dalam pandangan Ahli, hal dimaksud secara terang benderang sudah diatur dalam Pasal 95
Undang Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015. Di situ dinyatakan bahwa pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS, meliputi satu pemilih yang terdaftar pada daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tetap tambahan dan kedua pemilih yang terdaftar pada daftar pemilih tambahan.
Nah, pemilih tersebut dapat menggunakan haknya pula untuk memilih di TPS lain dengan menunjukkan surat pemberitahuan dari PPS. Dalam hal pemilih terdaftar dan daftar pemilih tetap dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS sesuai domisili dengan menunjukkan KTP elektronik dan surat keterangan lainnya.
Nah, dalam hal terdapat daftar pemilih tambahan KPPS pada TPS tersebut mencatat dan melaporkan kepada KPU kabupaten/kota melalui PPK.
Majelis Hakim Yang Mulia, manakala atau dalam hal terjadi pelanggaran terhadap Pasal 95 sebagaimana dikutip sebelumnya, yaitu ada pemilih yang tidak terdaftar namun menggunakan hak untuk memilih ... namun menggunakan mendapat kesempatan untuk memberikan suara atau dalam hal ada pemilih yang menggunakan hak memilih lebih dari satu TPS, maka dalam pandangan Ahli hal itu melanggar ketentuan dalam Pasal 95.
Oleh karenanya menjadi salah satu alasan pula untuk dilakukannya pemungutan suara ulang sebagaimana dimaksud pada Pasal 112. Oleh karena dari beberapa alasan yang dimaksudkan salah satunya adalah alasan adanya pemilih yang menggunakan suara lebih dari sekali.
Majelis Hakim Yang Mulia, hal yang terakhir terkait dengan manipulasi … ada tidaknya manipulasi pada rekapitulasi yang dilakukan oleh Termohon. Dalam Pasal 98 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, ditegaskan tentang tahapan dan mekanisme rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat TPS. Beberapa hal atau prinsip penting dari tahapan tersebut dalam pandangan Ahli, yaitu sebagai berikut.
Satu. Pemilih yang menggunakan hak pilih pada TPS yang bersangkutan wajib dicatat pada kolom data pemilih, baik DPT, baik DPPh, dan baik DPTb.
Hal yang kedua. Pengguna hak pilih, baik DPT, DPPh, DPTb, tidak boleh melebihi dari data pemilih.
Hal yang ketiga. Jumlah seluruh pengguna hak pilih harus sama dengan jumlah surat suara yang digunakan dan harus sama pula dengan total jumlah suara sah dan tidak sah.
Keempat. Jumlah surat suara yang diterima di setiap TPS, harus sama dengan jumlah suara yang digunakan ditambah dengan jumlah suara yang tidak digunakan, ditambah dengan jumlah suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru coblos.
Hal yang kelima. Form Model C1-KWK yang diberikan oleh KPPS kepada saksi pasangan calon di tingkat TPS harus sama dengan yang dipindai dan diunggah oleh KPU. Manakala ada perubahan, sehingga terjadi perbedaan maka perlu tindakan perbaikan atau revisi tersebut dan harus melibatkan semua pihak atau dengan kata lain tidak dilakukan secara sepihak.
Yang keenam. Dalam hal terjadi kesalahan dalam pengisian form Model C1-KWK, KPPS wajib melakukan koreksi atau perbaikan pada saat selesainya penghitungan suara di TPS yang disaksikan oleh saksi dan PPL. Namun, dalam pandangan Ahli, manakala belum ditemukan kesalahan pengisian pada tingkat TPS, dan baru diketahui setelah penghitungan suara di ... setelah penghitungan suara di TPS, dan dilakukan perbaikan pada tingkat PPK saat dilakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
Hal terakhir tentang tahapan dan mekanisme rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK, sudah disampaikan dalam dokumen tertulis. Oleh karenanya demikian beberapa hal pokok atau hal penting yang disampaikan oleh Ahli kepada ... persidangan pada pagi atau menjelang siang pada hari ini. Demikian, Majelis Hakim Yang Mulia. Atas perhatiannya, disampaikan terima kasih.
37. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Terima kasih, Pak Umbu. Sekarang, kita melakukan pendalaman, diskusi. Dimulai kesempatan ini kepada Pemohon, apakah dari Pemohon masih ada yang akan dimintakan penjelasan lebih lanjut, atau pendalaman, atau sudah cukup?
38. KUASA HUKUM PEMOHON: ARIES SURYA
Ya, terima kasih (...)
39. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Silakan.
40. KUASA HUKUM PEMOHON: ARIES SURYA
Terima kasih, Yang Mulia. Ada sedikit tambahan pendalaman dari Pemohon.
41. KETUA: ARIEF HIDAYAT
42. KUASA HUKUM PEMOHON: ARIES SURYA
Ya, Saudara Ahli, mohon Ahli terangkan sehubungan dengan ketika hasil rekapitulasi itu terjadi kesalahan, maka sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pilkada dilakukan perbaikan, tadi Ahli juga sudah sampaikan. Misalkan ini Ahli, ketika ditemukan perbedaan ini antara penggunaan hak pilih ... pengguna hak pilih yang tertuang di dalam C-1 dengan penggunaan surat suara. Nah, mekanisme perbaikan yang diinginkan oleh Undang-Undang Pilkada itu seperti apa Ahli? Mohon terangkan.
43. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kumpulkan terlebih dahulu Ahli, ya.
44. KUASA HUKUM PEMOHON: ARIES SURYA
Oke, itu satu.
45. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ada lagi?
46. KUASA HUKUM PEMOHON: ARIES SURYA
Ya. Yang kedua, kalau terjadi perbedaan antara pengguna hak pilih dengan penggunaan surat suara, mohon Ahli terangkan juga, apa yang menjadi penyebab terjadinya perbedaan tersebut?
Selanjutnya. Di dalam penyelenggaraan pelaksanaan pilkada, ada pelanggaran proses dan pelanggaran yang mempengaruhi hasil, yang kami tanyakan, yang mempengaruhi hasil itu apakah hanya hasil perolehan suara atau hasil keseluruhan pemungutan suara, termasuk data pemilih yang menggunakan hak pilih, kemudian penggunaan surat suara?
Nah, kemudian tadi Ahli juga menerangkan terkait dengan kaidah agar PPK menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara. Apa yang menjadi tujuan kaidah agar PPK ini bisa menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara ini, Ahli? Terima kasih, Yang Mulia.
47. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik, terima kasih, Kuasa Pemohon. Sekarang, giliran dari Termohon, ada? Silakan.
48. KUASA HUKUM TERMOHON: M. FAJAR SUBKHI AKA ARIEF
Terima kasih, Yang Mulia. Ada dua pertanyaan yang kami ajukan kepada Ahli. Pertama, terkait dengan dugaan pelanggaran dalam proses, ya, Ahli, ya. Apakah benar menurut undang-undang hal tersebut harus dilaporkan atau diadukan kepada panitia pengawas pemilihan?
Kemudian, apabila proses atau laporan tersebut sudah diserahkan ke panwas dan sudah dikaji oleh panwas termasuk Gakkumdu dan dinyatakan bahwa dugaan pelanggaran tersebut tidak benar atau tidak cukup bukti, apakah masih perlu dilanjutkan kepada forum-forum yang lain atau memang itu sudah menjadi kewenangan dari panitia pengawas pemilihan?
Kemudian yang kedua, terkait dengan penjelasan Ahli di halaman 10, ya, perbaikan, ya. Jika faktanya yang terjadi adalah diketahui terjadi kesalahan pengisian data di C-1 di TPS, diketahui pada saat rekap di tingkat kecamatan, dan kemudian dilakukan perbaikan secara terbuka di hadapan panwascam, PPL, saksi-saksi pasangan calon, dan KPPS, apakah ini juga sudah dibenarkan menurut undang-undang, sebagaimana disampaikan oleh Ahli tadi? Terima kasih, Yang Mulia.
49. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, terima kasih. Pihak Terkait?
50. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: ZAINUDIN PARU
Baik, terima kasih, Majelis Yang Mulia. Satu pertanyaan saja dari kami kepada Saudara Ahli. Terkait dengan adanya perubahan data dalam merekapitulasi, jika kemudian ada di antara pihak salah satunya atau bahkan mungkin dua dari pasangan yang ada, tinggal penyelenggara. Pada saat ketika ada perubahan itu, mereka tidak hadir, tapi proses itu masih bagian dari pleno dan dijalankan yang kemudian akhir dari proses pleno itu kemudian ditetapkan sebagai keputusan yang resmi dan dianggap sah menurut hukum. Bagaimana menurut pandangan Saudara Ahli? Terima kasih.
51. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, untuk dari Hakim nanti. Ini direspons dulu. Oh, masih ada?
52. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: YAKUB ADI KRISANTO
53. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, satu saja kalau begitu, ya. Nanti bisa dikumpulkan sebetulnya. Silakan.
54. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: YAKUB ADI KRISANTO
Ada dua pertanyaan. Yang pertama adalah menurut Ahli, bagaimana hasil revisi yang dilakukan di tingkat PPK, apakah itu sah atau tidak? Itu yang pertama.
Yang kedua. Apakah ketika C-1 itu, C-1 di semua TPS sudah ditandatangani oleh para saksi pasangan calon. Apakah itu juga sah atau tidak untuk melakukan penghitungan suara di tingkat kota? Terima kasih, Majelis.
55. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, direspons. Silakan, Ahli.
56. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: IGNATIUS SUROSO KUNCORO
Yang Mulia? Bisa menambahkan satu, Yang Mulia?
57. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Dikumpulkan. Jangan satu-satu, nanti kalau itu kuasanya seluruh bicara semua selesainya nanti 2018 nanti.
58. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: IGNATIUS SUROSO KUNCORO
Terima kasih, Yang Mulia.
59. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya. Nanti dikumpulkan satu dua orang saja, jangan seluruhnya, ya. Tapi ini saya silakan, silakan, jadi enggak?
60. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: IGNATIUS SUROSO KUNCORO
Terima kasih, Yang Mulia. Untuk Ahli ada pertanyaan dari Pihak Terkait yang berkaitan dengan rujukan, di samping rujukan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemilukada, apakah Ahli juga menggunakan rujukan jawaban dari Pihak Terkait dan Termohon? Terima kasih, Yang Mulia.
61. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Silakan, Ahli.
62. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Terima kasih, Yang Mulia. Perkenankan saya akan menjawab beberapa tanggapan yang disampaikan baik pihak Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait. Yang pertama dari pihak Pemohon, dalam pandangan Ahli pembetulan yang dilakukan pada rekapitulasi pada tingkat PPK itu bermakna dua hal. Satu, pembetulan yang sifatnya teknis, dalam arti ketika dilakukan pembacaan kemudian penulisannya di plano salah tulis itu pembetulan, itu yang saya maknai dengan pembetulan secara teknis. Tetapi dalam pandangan Ahli juga ada pembetulan yang sifatnya substantif, dalam pandangan Ahli yang dimaksud dengan pembetulan yang sifatnya substantif adalah manakala dari setelah penghitungan dari tingkat TPS, kemudian dilakukan rekapitulasi pada tingkat PPK, ada keberatan misalnya atau ketidaksesuaian antara tadi yang disampaikan antara data ... misalnya data pada model C1-KWK antara data pengguna hak pilih yang tidak sama dengan jumlah suara ... surat suara yang digunakan dan tidak sama pula dengan jumlah suara sah dan tidak sah, maka menurut pandangan Ahli ini adalah pembetulan yang substantif. Seharusnya atau sejatinya antara tiga hal tersebut mestinya tidak berbeda antara jumlah pengguna hak pilih, kemudian jumlah surat suara yang digunakan, dan jumlah total suara sah dan tidak sah. Dalam pandangan Ahli manakala terjadi perbedaan dan ada keberatan pada tingkat rekapitulasi tingkat PPK, maka menjadi beralasan untuk dilakukan pembetulan, itu hal yang pertama.
Yang kedua, sudah ... yang kedua sudah saya jelaskan seperti yang pertama. Nah yang ketiga, terhadap pelanggaran proses dan hasil perolehan suara. Memang benar bahwa ranah kewenangan Mahkamah adalah menyelesaikan perselisihan terhadap hasil, yaitu Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Salatiga, tetapi dalam pandangan Ahli, ya, ketika melakukan perselisihan terhadap ... melakukan penyelesaian terhadap perselisihan hasil, maka dokumen yang digunakan adalah rekapitulasi. Salah satunya adalah rekapitulasi tingkat PPK, kemudian tingkat kota, dan model C1-KWK, dan kalau kita perhatikan dalam dokumen rekapitulasi tersebut tidak hanya bicara perolehan hasil tetapi ada yang saya katakan tadi data pemilih, ada data pengguna hak pilih, dan ada data surat suara sah dan tidak sah. Kalau kita hanya misalnya berfokus pada perselisihan hasil, maka tentu kita hanya akan berfokus pada untuk melihat soal suara sah yang akan dibagi kepada pasangan calon, dalam konteks Salatiga Pasangan Calon Nomor Urut 1 dan Nomor 2. Tetapi jangan lupa bahwa sebelum dilakukan atau diperoleh suara sah itu ada proses sebelumnya di mana pemilih menggunakan hak pilih, itu
sebabnya kalau seandainya ditemukan data jumlah pengguna hak pilih lebih besar daripada jumlah surat suara yang digunakan atau lebih besar pula dari jumlah suara sah dan tidak sah, maka menurut pandangan Ahli diperkenankan untuk melihat proses tersebut, yaitu melihat ke manakah selisih suara sebelum yang mana setiap pemilih telah menyampaikan suaranya tetapi tidak dihargai pada saat penghitungan hasil suara, yaitu suara sah dan tidak sah. Itu dari tanggapan terhadap Pemohon.
Kemudian yang kedua kepada Pihak Termohon, kalau kita memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan saya memahami bahwa dugaan pelanggaran yang terjadi dalam proses itu menjadi ranah kewenangan panwas. Dalam proses kita tinggal lihat misalnya di undang-undang pemilihan pada tahap mana yang kita sebut dengan proses, sedangkan kalau terjadi pelanggaran setelah proses, yaitu pada hasil penghitungan suara itu adalah kewenangan yang menjadi ranah kewenangan MK. Nah, ketika saya ditanyakan misalnya, pada saat dugaan pelanggaran proses sudah dilakukan penyelesaian oleh panwas, kemudian tidak benar dan tidak terbukti, maka menurut saya tidak patut untuk dilanjutkan pelanggaran tersebut.
Kemudian yang kedua, fakta tentang perbaikan secara terbuka. Dalam pandangan Ahli, prinsip perundang-undangan pemilu. Satu, dimungkinkan untuk perbaikan atau pembetulan. Yang kedua, perbaikan atau pembetulan itu harus melibatkan para pihak seperti saya jelaskan pada bagian pandangan Ahli. Siapa para pihak? Ya, seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemilihan, yaitu ada pihak peserta, ada pihak saksi, ada pihak panwas, dan penyelenggara.
Yang terakhir dari Pihak Terkait. Saya mulai dari yang masih saya ingat, misalnya bagaimana hasil revisi di tingkat PPK itu sah? Kemudian, C-1 semua TPS sudah ditandatangani apakah sah apa tidak? Dalam pandangan Ahli, setiap tingkatan penyelenggaraan rekapitulasi itu mempunyai ranah kewenangan tersendiri. Kalau perhitungan yang dilakukan pada tingkat TPS dan sudah ditandatangani oleh saksi pasangan calon, maka pada lingkup TPS itu adalah sah. Tetapi tidak berarti bahwa apa yang sudah disahkan pada tingkat TPS menjadi berakhir. Oleh karena kita tahu bersama dalam Perundang-Undangan tentang Pemilihan ada tingkatan-tingkatan berikutnya yang kita sebut rekapitulasi, baik pada tingkat PPK maupun pada tingkat kota. Nah, dalam … ketika misalnya perundang-undangan memberikan kemungkinan untuk melakukan rekapitulasi apalagi pembetulan, maka boleh jadi apa yang ditandatangan pada tingkat TPS bisa jadi akan berbeda pada tingkat rekapitulasi manakala ada hal-hal yang dilakukan tidak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yang terakhir, rujukan yang digunakan oleh apa … oleh Ahli, yaitu rujukan peraturan perundang-undangan dan dokumen yang disampaikan oleh Pemohon oleh karena saya dihadirkan sebagai saksi dari Pemohon.
Saya kira demikian, Yang Mulia yang bisa saya ingat, kalau ada yang terlewatkan saya masih bersedia manakala harus dibutuhkan. Terima kasih, Yang Mulia.
63. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, sekarang dari meja Hakim, ada? Silakan, Prof.
64. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Terima kasih, Yang Mulia. Ini sekadar penegasan saja ke Saudara Ahli, ya. Di halaman 7 dari keterangan Saudara itu ada alasan-alasan yang bisa menyebabkan dilakukannya PSU, salah satunya adalah pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan, dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Bisa enggak Saudara mempertegas tata cara pembukaan kotak suara menurut peraturan perundang-undangan itu harus bagaimana? Ini dulu sebelum kita lanjut.
65. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Terima kasih, Yang Mulia. Dalam pandangan Ahli, pembukaan kotak suara atau berkas pemungutan suara yang diperkenankan menurut peraturan perundang-undangan adalah dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh pihak.
66. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Pihak yang Saudara maksud itu adalah pasangan calon, semua pasangan calon, atau kuasa pasangan calon, atau saksi, ya, kemudian panwas atau masih ada pihak lain lagi yang masih harus?
67. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Prinsip yang pertama, saya ingin katakan tentu pembukaan itu harus punya alasan yang mendasar. Tidak dibuka secara sembarangan, itu yang pertama. Ada alasan yang dimungkinkan memang untuk membuka. Dan kalaupun dilakukan pembukaan, saya mengatakan tadi, prinsip transparansi atau kebeningan itu harus diperhatikan, yaitu pihak yang harus … pihak-pihak terkait harus hadir, yaitu saksi, pasangan calon, panitia pengawas, kemudian penyelenggara, dan juga masyarakat bisa memperhatikan itu.
68. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Baik. Bahwa memang harus ada alasan untuk pembukaan kotak suara? Katakanlah alasannya karena mungkin dokumen-dokumen di tingkat apakah itu PPK kabupaten atau provinsi ternyata itu dibutuhkan oleh penyelenggara karena perkara itu lagi diproses di pengadilan, begitu. Apakah pembukaan kotak suara terhadap daerah yang tadi lagi bersengketa, katakanlah bersengketa di MK, itu dibenarkan dilakukan pembukaan tanpa melibatkan pihak-pihak tadi?
69. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Terima kasih, Yang Mulia. Kalau kita memperhatikan Ketentuan Pasal 112 itu sebenarnya dalam asumsi … dalam pandangan pembentuk peraturan perundang-undangan itu adalah tindakan pembukaan pada saat atau pada tataran tingkat TPS. Karena itu jelas ada kata-kata pemungutan suara di TPS dapat diulang bla, bla, bla, yaitu ada pembukaan kotak suara dan seterusnya. Nah, dalam kaitan dengan persoalan yang ada saat ini, ya, persoalan pembukaan kotak suara itu diduga terjadi setelah rekapitulasi tingkat PPK. Apakah sebelum tingkat kota atau saya tidak tahu persis di mana saatnya apa ... dilakukan pembukaan itu, jika terjadi pembukaan.
Nah, dalam pandangan Ahli, ya, saya menggunakan analogi, ketika misalnya di tingkat TPS dilakukan pemungutan ... dilakukan pembukaan kotak suara, itu kan pemungutannya tingkat TPS. Tetapi ketika ini terjadi pada tingkat kecamatan, maka mau, tidak mau, dalam pandangan Ahli, pembukaan kotak suara yang di tingkat kecamatan itu, maka PSU-nya di tingkat kecamatan. Itu dalam pandangan Ahli.
70. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
PSU kan tidak ada di tingkat kecamatan. PSU semua di TPS, Pak. Tidak ada PSU di tingkat kecamatan.
71. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Maksud saya (...)
72. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Kalau di tingkat kecamatan, mungkin rekap ulang, ya. Kalau PSU, pasti TPS, gitu.
73. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Ya, benar, Yang Mulia. Di tingkat TPS, tapi dalam satu lingkup kecamatan. Itu maksud saya, Yang Mulia.
74. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Baik. Jadi tegasnya, dengan alasan apa pun, pembukaan kotak suara itu harus dilakukan kalau menurut PKPU ... menurut PKPU, pembukaan kotak suara itu harus dilibat ... harus melibatkan semua pasangan calon, termasuk panwas.
75. AHLI DARI PEMOHON: UMBU RAUTA
Kalau terkait dengan proses rekapitulasi dalam jenjang yang saya katakan tadi, seperti itu, Yang Mulia.
76. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Ya, baik. Cukup, terima kasih.
77. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Sudah cukup, ya. Terima kasih, Ahli Pak Umbu, ya. Sudah memberikan keterangan di persidangan Mahkamah dalam Perkara Hasil ... Perselisihan Hasil Pemilihan Walikota Salatiga, ya. Silakan, bisa meninggalkan persidangan. Kita akan segera memeriksa Saksi. Tapi kalau mau ... masih mau di sini, boleh, ya. Tapi kalau terlalu lama di sini, kasihan nanti Pemohon ... prinsip anu ... Ahlinya, argonya jalan terus nanti. Silakan, terima kasih.
Kita sekarang akan memeriksa Saksi dari Pemohon yang nomor urut pertama, Pak Kemat. Pak Kemat, pada waktu pemilihan walikota dan wakil walikota, Pak Kemat sebagai apa?
78. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sebagai Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 1.
79. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Tim kampanye?
80. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
81. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kalau tim kampanye, apa ... apa yang akan Anda sampaikan?
82. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Selain sebagai tim kampanye, saya sebagai Saksi Mandat dari Pasangan Calon (...)
83. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Nah, itu yang penting.
84. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Nomor Urut 1.
85. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kalau tim kampanye, ceritanya kampanye ramai, gitu saja. Enggak ada kaitannya.
86. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, baik.
87. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Yang kita pentingkan adalah Anda menjadi saksi mandat. Saksi mandat di mana?
88. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pasangan Calon Nomor Urut 1 pada (...)
89. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Di mana?
90. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
91. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke. Kalau begitu, Anda ceritanya adalah rekap di tingkat kota, ya? Apa yang terjadi di situ? Kapan rekapnya di tingkat kota?
92. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Rapat pleno rekap tingkat kota dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2017.
93. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, mulai pukul berapa itu?
94. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Mulai pukul 13.00 siang, hingga sore hari.
95. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Sampai selesai?
96. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sampai selesai.
97. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Pukul berapa?
98. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kira-kira pukul 17.15.
99. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, baik. Anda saksi mandat, pada waktu rekapitulasi tanda tangan hasil rekap, enggak?
100. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sebagai Saksi Paslon Nomor 1, saya tidak menandatangani hasil rekap yang (...)
101. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kenapa tidak tanda tangan?
102. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Karena seluruh keberatan kami, yang kami pertanyakan kepada KPU selaku pimpinan sidang, tidak diberikan jawaban sebagaimana apa yang kami maksudkan.
103. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Apa keberatannya?
104. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ada keberatan yang meliputi; pertama, perihal adanya perbedaan data DA1-KWK dari PPK Kecamatan Tingkir dengan DA1-KWK yang dibacakan oleh KPU Kota Salatiga.
Yang kedua, adanya perbedaan data antara DA1-KWK PPK Kecamatan Argomulyo dengan DA1-KWK yang disahkan oleh KPU Kota Salatiga.
Dan yang ketiga, adanya permasalahan pengguna hak pilih melalui DPTb.
105. KETUA: ARIEF HIDAYAT
DPTb, ya. Ya, perbedaan-perbedaan itu apa? Menyangkut apa? Perolehan suara?
106. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Bahwa perbedaan tersebut adalah menyangkut jumlah data.
107. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Jumlah data?
108. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Jumlah data, keseluruhan data. Sehingga diindikasikan terjadi (...)
109. KETUA: ARIEF HIDAYAT
110. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Data yang menyangkut (...)
111. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Data yang menyangkut yang mempunyai hak pilih, DPT (...)
112. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya.
113. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Dengan?
114. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Dengan hak pilih dan pengguna hak pilih.
115. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke. DPT-nya berapa sih yang untuk di Kecamatan Tingkir dulu?
116. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Di Kecamatan Tingkir terjadi sejumlah perbedaan data. Yang pertama, data penggunaan surat suara. Yang ... data penggunaan surat suara tersebut, nomor 1, jumlah surat suara yang diterima, termasuk cadangan 2,5%, yakni terjadi selisih 1.200 (...)
117. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Sebentar, sebentar! Jangan selisihnya dulu. Kita urut satu-satu.
118. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik.
119. KETUA: ARIEF HIDAYAT
120. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
DPT Kecamatan Tingkir=3.699.
121. KETUA: ARIEF HIDAYAT
3.699?
122. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya.
123. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kosong?
124. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
30.699.
125. KETUA: ARIEF HIDAYAT
30.699. Berarti kertas suaranya harusnya 30.699 plus 2,5%?
126. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Plus 2,5%.
127. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Berapa itu plus 2.5%?
128. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kita tambah 2,5% berarti jadi 31.000 (...)
129. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Matematika di Salatiga sama Jakarta sama, ya?
130. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
131. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik, 31.000 berapa? Nanti kalau anu kita cek juga, ya.
132. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik.
133. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, sekarang yang menggunakan hak pilih berapa sih?
134. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pengguna surat suara, pengguna hak pilih.
135. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
136. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Yang pertama pengguna hak pilih dalam daftar pemilih tetap (DPT).
137. KETUA: ARIEF HIDAYAT
DPT berapa?
138. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
25.316.
139. KETUA: ARIEF HIDAYAT
25.316. terus yang menggunakan anu ... surat keterangan dan KTP elektronik yang tidak masuk di DPT, dan termasuk pemilih pindahan ada?
140. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
141. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Berapa itu semua?
142. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pengguna hak pilih dalam daftar pemilih pindahan sebanyak 26.
143. KETUA: ARIEF HIDAYAT
26. Terus?
144. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kemudian pengguna hak pilih dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) 573.
145. KETUA: ARIEF HIDAYAT
573. Terus perbedaannya di mana jadinya ini?
146. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Terjadi perbedaan antara DA1-KWK, yakni pada data penggunaan surat suara.
147. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke, jadi ini jumlah keseluruhannya berapa yang menggunakan hak pilih faktual atau yang nyata? 25.316+26+573, ya?
148. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Betul.
149. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Terus kemudian ternyata tadi jumlah kartu suaranya atau surat suara 31.000 lebih terus ditulis di DA1-KWK berapa?
150. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pada hasil DA1-KWK di tingkat Kecamatan Tingkir untuk jumlah surat suara yang diterima termasuk cadangan 2,5%, sebelum revisi
sebanyak 30.172 suara, kemudian berubah menjadi 31.430 suara sehingga terjadi selisih 1.258 suara.
151. KETUA: ARIEF HIDAYAT
1.258 surat suara.
152. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik, Yang Mulia.
153. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik, jadi ada DA1-KWK dengan kemudian revisinya ada perbedaan, ya. Yakan?
154. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, Yang Mulia.
155. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ada perbedaan DA1-KWK yang pertama 30.000 kemudian ada revisi menjadi 31.430, sehingga ada selisih suatu perbedaan itu 1.258?
156. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Betul, Yang Mulia.
157. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Anda tanyakan kenapa ada selisih, gitu kan berarti?
158. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Betul.
159. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Itu ditanyakan kepada pihak KPU?
160. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
161. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, nanti tolong itu dijelaskan Termohon, ya. Baik, terus kalau di situ calonnya berapa sih pemilihan walikota dan wakil walikota?
162. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
2 pasang.
163. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ada 2 pasang. Sekarang pasangan Pemohon dapat berapa?
164. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pasangan Pemohon mendapatkan (...)
165. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ini kita bicara di Tingkir dulu, ya, inikan Tingkir toh, data Tingkir kan?
166. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya.
167. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Sekarang di Tingkir dapat berapa?
168. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Di Tingkir kita memperoleh suara untuk Bapak Agus Rudianto.
169. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
170. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sebesar 11.376 suara.
171. KETUA: ARIEF HIDAYAT
172. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Incumbent memperoleh suara 13.436 suara.
173. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ada suara tidak sah?
174. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ada suara tidak sah, yakni 1.017 suara.
175. KETUA: ARIEF HIDAYAT
1.017 suara tidak sah. Baik, jadi yang leading incumbent, ya, di situ ya. Itu Tingkir?
176. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Tingkir.
177. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Yang Anda persoalkan adalah perbedaan antara DA1-KWK sebelum revisi dengan sudah revisi, baik, sehingga atas jawaban yang tidak memuaskan Anda melakukan keberatan. Keberatan itu ditulis di dalam berita acara?
178. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, kita tulis dalam Form DB2-KWK.
179. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Form DB-2. Ya, baik. Terus sekarang Kecamatan Argomulyo. Silakan, sama dengan yang tadi Kecamatan Argomulyo DPT-nya berapa?
180. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik, Yang Mulia. Untuk Kecamatan Argomulyo juga terjadi revisi, perbedaan jumlah suara antara dokumen rekap tingkat PPK dengan dokumen yang disahkan oleh pihak Pleno KPU Kota Salatiga.
181. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, sekarang kita urut supaya tahu persis persoalannya. DPT-nya berapa?
182. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
DPT untuk Argomulyo, yakni 32.205 suara.
183. KETUA: ARIEF HIDAYAT
32.205. Kalau begitu untuk tambah plus 2,5%. Jumlah kartu suaranya berapa jadinya?
184. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Berarti mencapai 33.000.
185. KETUA: ARIEF HIDAYAT
33.000. Nanti lebih kita cek, ya?
186. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik.
187. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik, terus sekarang pada waktu sebelum direvisi di DA1-KWK nya, itu berapa?
188. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sebelum revisi, sesuai hasil dari rekap di tingkat PPK.
189. KETUA: ARIEF HIDAYAT
PPK. He eh. Itu (…)
190. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
191. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kalau sebeleum revisi itu kan di tingkat rekap kecamatan kan?
192. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, Yang Mulia.
193. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Tapi setelah revisi itu, itu yang dibacakan, disahkan di pleno kota kan?
194. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, Yang Mulia.
195. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, perbedaan itu di situ. Sekarang berapa pada waktu DA1-KWK sebelum revisi berarti itu yang terjadi rekapitulasi di Kecamatan Argomulyo, berapa?
196. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
32.205, kemudian pada saat di KPU menjadi 32.351.
197. KETUA: ARIEF HIDAYAT
351. Baik, sekarang perolehan suaranya di situ, gimana?
198. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kemudian untuk perolehan suara di Argomulyo. Untuk Pasangan Calon Nomor Urut 1 yakni 13.565 dan Nomor Urut 2=13.434.
199. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik, itu yang sudah Anda uraikan seluruhnya, ya?
200. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
201. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Ada lagi tambahan, apa yang Anda maksud terdapat penggelembungan suara di DPTb?
202. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Bahwa … Yang Mulia, bahwa DPTb se-Kota Salatiga ini cukup banyak sekali.
203. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
204. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Yakni mencapai jumlah 1.893 suara.
205. KETUA: ARIEF HIDAYAT
833 atau 93?
206. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
1.893 suara.
207. KETUA: ARIEF HIDAYAT
93. Oh, ini diketik Pemohon anu … kuasanya 1.833. Yang betul menurut Anda 1.800?
208. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
93 suara.
209. KETUA: ARIEF HIDAYAT
93. Ini DPTb, ya?
210. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
211. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke, terbagi dalam 4. Yang paling banyak di mana itu? Kecamatan mana?
212. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Yang paling banyak penggunaan DPTb adalah Kecamatan Tingkir, yakni mencapai 600 suara DPT.
213. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Di Tingkir 600, ya. Tapi ada yang aneh enggak menurut Anda? Kenapa DPTb kok bisa naik sejumlah itu dikarenakan apa kalau menurut Anda?
214. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Dengan adanya kenaikan suara melalui DPTb yang banyak itu, akhirnya pada saat laporan dari saksi mandat kami yang ada di Kecamatan Argomulyo. Terutama adalah saat perhitungan suara di Kelurahan Randuacir. Dimana saksi kami sempat memotret, mengabadikan pemilih melalui DPTb yang ada indikasi ketidakbenaran.
215. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ketidakbenarannya apa? Dia menggunakan apa? Memilih menggunakan apa ini?
216. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Jadi pemilih ini menggunakan dengan KTP.
217. KETUA: ARIEF HIDAYAT
KTP.
218. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
KTP.
219. KETUA: ARIEF HIDAYAT
220. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ada 64 TPS untuk di Randuacir, sebagai contoh Kelurahan Randuacir, dan 2 TPS di Kelurahan Nobo, semuanya adalah Kecamatan Argomulyo.
221. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Argomulyo.
222. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Di mana untuk TPS 1 Randuacir terdapat 20 suara DPTb, kemudian TPS 2=18 suara DPTb, TPS 3=15 suara DPTb, dan TPS 6=7 suara DPTb.
223. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Itu pakai KTP dan suket, ya?
224. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pakai KTP.
225. KETUA: ARIEF HIDAYAT
KTP.
226. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya.
227. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke, sekarang saya tanya. Pada waktu ada kelebihan yang menggunakan DPTb pakai KTP itu, di TPS-TPS itu Saksi dari Pasangan Calon Pemohon tanda tangan, enggak?
228. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Saksi menandatangani.
229. KETUA: ARIEF HIDAYAT
230. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Menandatangani. Tetapi pada rekap di tingkat kecamatan.
231. KETUA: ARIEF HIDAYAT
PPK, ya.
232. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Karena terjadi indikasi ketidakjelasan, akhirnya saksi kami di tingkat kecamatan (…)
233. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Tidak tanda tangan?
234. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Tidak tanda tangan dan sempat (…)
235. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Menyatakan keberatan?
236. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Sempat mengabadikan, memotret dari nama-nama yang menggunakan suara DPTb tersebut.
237. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Sehingga masuk DPTb. Tapi pada waktu di tingkat ke TPS belum disadari?
238. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Belum disadari, Bapak Yang Mulia.
239. KETUA: ARIEF HIDAYAT
240. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Cukup.
241. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kelihatannya hanya itu yang akan Anda sampaikan. Ya, cukup. Nanti dari para pihak silakan mendalami tapi saya beri kesempatan dulu hakim.
242. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Prof. Saldi, saya persilakan.
243. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Terima kasih, Yang Mulia. Pak Kemat, apa sih keberatan Bapak kalau pakai KTP dan/atau suket itu?
244. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Terima kasih, Yang Mulia. Tentu kami tidak keberatan karena itu diperbolehkan dengan menggunakan KTP maupun surat keterangan. Hanya saja kami menyatakan keberatan karena setelah kita cocokkan, terutama adalah menyangkut nomor induk kependudukan, ternyata ada yang tidak sama.
245. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Ya.
246. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Dari situlah akhirnya kami mengumpulkan sejumlah data, sebagaimana juga laporan dari Saksi Mandat kami di tingkat kecamatan, yakni Saudara Alfred ini.
247. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Ya. Artinya, Bapak keberatan karena asumsi Pak ... apa ... Pak Kemat bahwa yang menggunakan KTP atau suket itu tidak memilih pasangan calon Bapak, begitu?
248. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Tidak, tidak.
249. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Terus?
250. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Tetapi bahwa ... disinyalir bahwa NIK itu tidak sama dengan orang yang memilih, yang kami temukan melalui aplikasi ... aplikasi cek KTP itu.
251. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Jadi, NIK-nya berbeda dengan?
252. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Dengan orang yang menggunakan hak pilih. Dan di samping itu, saksi kami kebetulan tidak mengenal. Apakah pemilih yang menggunakan DPTb KTP itu penduduk situ atau tidak? Ternyata, dia tidak mengenal.
253. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Ya, kalau saksi Bapak keberatan, itu kan harusnya terjadi di TPS, kan? Mengapa kemudian, itu naik ke kecamatan? Kenapa tidak ada keberatan di TPS?
254. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Karena kami ketahui melalui saksi kami di kecamatan pada saat rekap di situ.
255. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Nah, ini penting ditanyakan karena dalil-dalil begini, kan orang kalah akan menggunakan ... kalau ... kebetulan sekarang yang ... apa ... yang suaranya lebih kecil, kan di Pihak Pemohon? Kalau pihak sana yang kurang, akan digunakan juga seperti itu. Makanya, kita perlu bukti-bukti keberatan itu secara jelas, gitu. Jadi, kalau alasannya yang menggunakan KTP atau suket itu tidak dikenali oleh ... apa namanya ...
saksi Bapak, itu kan ndak harus juga semua orang bisa dikenali begitu, kan? Gitu.
Jadi ... nah, yang kayak-kayak begitu kan validitasnya sulit bisa diterima, begitu. Kecuali, bisa ada bukti yang kuat, yang disodorkan ke kami bahwa orang ini memang orang yang sebetulnya tidak punya hak pilih di situ atau segala macam, begitu. Atau orang yang diekspor dari tempat lain, begitu.
256. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik. Tidak ditemukan NIK-nya sesuai pada KTP yang bersangkutan.
257. HAKIM ANGGOTA: SALDI ISRA
Ya, kalau NIK itu kan di beberapa tempat kan masih ada yang ... apa ... bermasalah sih sebetulnya.
Terima kasih, Yang Mulia.
258. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Itu tapi tolong nanti direspons oleh Termohon, ya, itu, ya? Menjadi catatan, nanti direspons Pemohon, ya, untuk bisa kita klarifikasi.
Dari yang lain? Prof. Aswanto, saya persilakan.
259. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Terima kasih, Yang Mulia. Saudara H. Kemat, ya, ini minta klarifikasi. Saudara kan Saksi Mandat di tingkat kabupaten, ya?
260. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya, tingkat kota.
261. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Tingkat kota, ya?
262. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
263. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Apakah Saudara mendapat laporan bahwa di PPK Tingkir, itu ada pembukaan kotak suara sesudah dilakukan rekap oleh PPK?
264. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik, Yang Mulia. Jadi, setelah dilakukan rekapitulasi pada tanggal 16 Februari 2017, lalu dokumen salinan itu kami terima melalui saksi kami yang ada di PPK. Tetapi saya terkejut, begitu tanggal 20 Februari, ada surat dari PPK Kecamatan Tingkir tertanggal 19 Februari 2017 yang mengirimkan re ... dokumen hasil revisi sepihak. Lalu karena kami terima pada tanggal 20, kemudian kami pelajari, kami bandingkan pada dokumen rekapitulasi yang dihasilkan pada rapat tanggal 16, terjadi perbedaan, tetapi kami belum menyeluruh. Karena pada tanggal 22, kami pelajari, kami keburu menghadiri rapat rekapitulasi di tingkat kota.
Nah, pada saat rekapitulasi di tingkat kota tersebut, sebelum dokumen itu dibacakan, saya minta kepada KPU, “Mohon dijelaskan dulu duduk persoalan dilakukannya revisi sepihak oleh PPK Tingkir.” Tetapi pada saat itu, tetap tidak dijelaskan dan kami tetap minta. KPU menyatakan, “Saya tidak berhak untuk menjelaskan, tugas saya hanya merekap suara.” Itu kata ketua KPU, kurang-lebihnya kayak begitu. Lalu, kami minta penegasan, pendapat juga dari panwas. Kemudian, panwas pada saat itu, yaitu Ketua Panwas Kota, Saudara Arsyad Wahyudi, mengatakan bahwa kalau ... kurang-lebihnya, “Kalau memang akan dilakukan revisi sebuah dokumen, sebaiknya melibatkan pihak-pihak terkait.” Itu ... itu.
Nah, setelah itu selesai, maka karena berbagai form ... keberatan kami tidak ditanggapi, akhirnya kami minta fom DB-2. Kami buat surat keberatan dan surat-surat sebagainya. Dan setelah itu selesai, kami pulang, lalu kami memanggil saksi kami yang ada yang kita mandatkan PPK Tingkir. Kami tanya, “Apakah Anda pada saat revisi itu diundang?” Ternyata menyatakan tidak. Lalu, “Coba Anda telusuri sampai ke kecamatan, sampai ke panwas.”
Setelah itu sekembalinya ternyata saksi kami menegaskan bahwa panwas kot … panwas kecamatan ternyata juga tidak diikutkan dalam revisi dokumen karena dokumen itu tidak mungkin kan, harus membuka kalau merevisi, membuka kotak suara, kemudian membuka amplop yang sudah tersegel.
Nah, akhirnya kami memperoleh juga surat pernyataan dari Panwas Kecamatan Tingkir yang ditangani oleh ketua dan anggotanya resmi bahwa panwas tidak diikutsertakan dalam revisi mengubah dokumen rekapitulasi.
265. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Baik, apa tindak lanjut panwas terhadap laporan Saudara itu?
266. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Pada akhirnya kami juga membuat laporan kepada panwas kota … panwas kota karena … namun, panwas kota akhirnya hanya memberikan jawaban dan tidak mengurai terhadap permasalahan yang sangat prinsip tersebut karena terjadi selisih suara mencapai 1.258 suara sehingga hal itulah akhirnya kita kumpulkan berbagai data dan ini menjadi persoalan serius (...)
267. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Saudara kan, melapor ke panwas bahwa ada revisi dokumen, ya, ada revisi dokumen (...)
268. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Ya (...)
269. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Yang mestinya kan dokumen itu sudah ada di dalam kotak suara dan di dalam amplop?
270. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Betul.
271. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Artinya, kalau mau melakukan revisi sudah pasti dilakukan pembukaan kotak dan pembukaan amplop?
272. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Betul, Yang Mulia.
273. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Menurut Pasal 112, salah satu yang menyebabkan … bisa menyebabkan PSU itu kalau pembukaan kotak atau pembukaan amplop yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tadi saya
tanya ke Ahli, peraturan perundang-undangannya itu kan, harus melibatkan semua pihak, melibatkan saksi pasangan calon, melibatkan panwas.
Nah, ini Saudara sudah lapor ke panwas, panwas kota. Yang saya mau penegasan dari Saudara, apa tindak lanjutnya panwas? Apakah Saudara sebagai pelapor pernah diminta keterangan, diperiksa atau sama sekali tidak ada tindak lanjut, begitu?
274. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Jadi, kami sudah melaporkan menyangkut adanya beberapa persoalan, baik DPT, surat suara, dan sebagainya (...)
275. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Ndak, ndak, ini khusus untuk di Tingkir, di Tingkir dahulu, khusus yang di Tingkir dulu ini. Di PPK Tingkir.
276. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Baik. Bahwa hal itu baru kami ketahui setelah pada tanggal 20 itu (...)
277. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Saudara mengatakan memang belakangan diketahui, tetapi Saudara tadi mengatakan sudah melapor ke panwas kota, pertanyaan saya apa tindak lanjutnya panwas? Sebagai pelapor mestinya kan, Saudara mestinya diundang untuk diklarifikasi, apakah Saudara pernah diundang untuk diklarifikasi terhadap laporan itu?
278. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Tidak Bapak. Ketua panwas hanya menyatakan pada saat rekap itu menegaskan, “Sebaiknya kalau dilakukan … melakukan revisi, melibatkan Pihak Terkait.”
279. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Ada bukti laporan Saudara mengenai itu?
280. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
281. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Bukti laporan ke panwas?
282. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kami sampaikan pada saat rekap tersebut, Bapak.
283. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Enggak, ada bukti, ada bukti, bukti yang Saudara serahkan ke Kuasa bahwa Saudara memang betul (...)
284. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Laporan (...)
285. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Melakukan laporan, mengisi DA-2 itu? (...)
286. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Kami sampaikan secara umum, Yang Mulia.
287. HAKIM ANGGOTA: ASWANTO
Tidak mengisi laporan keberatan?
288. SAKSI DARI PEMOHON: KEMAT
Form keberatan tercantum dalam DB-2, Yang Mulia.
289. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ini saya kira, Pak Kemat, enggak bisa nanti … ini yang lapor itu Pak Agus apa Pak Kemat? Pak Agus itu kan yang Saksi mandat di Tingkir?
290. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
291. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Saya kira kalau Pak Kemat kan, dapat laporan dari Pak Agus, kan?
292. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Betul, Yang Mulia.
293. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Nanti Pak Agus saja (...)
294. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Pak Agus (...)
295. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Yang Mulia, ini Saksi mandat dari ke Tingkir, ya.
296. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya, Yang Mulia.
297. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Berarti sekarang sudah selesai untuk Pak Kemat, nanti kita perdalam lagi, ya, untuk yang lain, tapi ini untuk Hakim dulu yang … anu … lima-limanya kita selesaikan, nanti kemudian dari Pihak Terkait, ya. Tapi, untuk Hakim bisa menyela sebelum yang kelima itu. Pak Agus, Pak Agus ini Saksi mandat di tingkat PPK Kecamatan Tingkir, ya?
298. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Betul, Yang Mulia.
299. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Jadi yang lebih tepat untuk menjawab apa yang tadi disampaikan oleh Yang Mulia, Pak Aswanto itu Pak Agus karena Pak Kemat kan, laporannya pada waktu untuk di tingkat kabupaten … di tingkat kota. Jadi, apa yang akan Anda sampaikan, Pak Agus? Pak Agus ini PPK Saksi mandat di tingkat Kecamatan Tingkir, ya?
300. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Betul. Baik, terima kasih, Yang Mulia, atas waktunya. Assalamualaikum wr. wb.
301. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Walaikum salam wr. wb.
302. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Pada kesempatan siang kali ini, kami ingin menyampaikan proses pelaksanaan rekapitulasi di Kecamatan Tingkir yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 atau satu hari setelah pelaksanaan pemungutan suara.
Proses dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, Yang Mulia. Kemudian, selama proses kami menemukan beberapa perbedaan di dalam C1-KWK yang diserahkan saksi TPS kepada kami. Ini antara lain terkait dengan perbedaan jumlah surat suara yang diterima, termasuk cadangan 2,5%, yang tidak sama dengan jumlah surat suara yang dikembalikan, atau rusak, atau keliru coblos ditambah yang tidak digunakan dan ditambah surat suara yang digunakan atau surat suara sah dan tidak sah. Ini terjadi di beberapa TPS, salah satunya adalah TPS 4 Kotowinangun Lor, kebetulan saksinya juga bersama kami di sini, Ibu Winarni. Di sini surat suara yang diterima di awal tertulis 275, kemudian di dalam surat suara yang dikembalikan atau keliru coblos ditambah dengan surat suara yang tidak digunakan dan ditambah dengan surat yang digunakan itu sejumlah 293. Juga ada ... perbedaan ini juga kami temukan juga di beberapa TPS yang lain, Yang Mulia, di TPS 4 dan 2 Kelurahan Gendongan, Tps 3, 7, dan 15 Kotawinangun Kidul, juga di TPS 13 Kotawinangun Lor.
Kemudian hal yang lain juga, kami temukan perbedaan jumlah pengguna yang hadir atau pengguna hak pilih dengan jumlah suara sah dan tidak sah. Ini terjadi antara lain di data TPS 17 Kotawinangun lor, saksi juga kebetulan bersama kami, saksi TPS. Ini dimana jumlah pengguna yang hadir ada 286 sementara suara sah dan tidak sah hanya 257.
Sehubungan hal-hal tersebut, kami mengajukan keberatan kepada panwascam pada waktu itu. Kami ... kemudian kami meminta untuk melakukan pembukaan kotak atau melihat isi amplop, apakah yang tertulis ini benar adanya atau tidak. Karena bagi kami, apabila ada pembetulan, logika yang betul adalah melihat bukti fisiknya. Namun, ketua PPK menolak, Yang Mulia. Dengan alasan bahwa PPK hanya punya kewenangan untuk rekap saja (...)
303. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Melakukan rekap.
304. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Rekap saja. Tapi, kewenangan untuk membuka kotak berikut isinya itu merupakan kewenangan KPU Kota Salatiga. Demikian, keterangan dari Bapak Amin Nur Baidi (Ketua Panwascam Kecamatan Tingkir).
Sebenarnya permintaan ini juga diminta pula oleh panwas. Jawabannya juga sama. Panwascam dalam arti ... maksud kami.
Kemudian dengan hal tersebut, kami menuangkan pokok-pokok keberatan kami dalam form DA2-KWK atau form keberatan tingkat kecamatan. Proses tetap berjalan sampai selesai malam hari sekitar pukul 23.00 WIB kalau enggak salah, Yang Mulia. Dan kami menerima salinan DA1-KWK dan DA-KWK ditandatangani seluruh PPK dan Saksi Paslon 2 atas nama Imam Wijayanto, kebetulan juga kami melihat orangnya hadir (...)
305. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya. Jadi sudah cukup saya kira kita mendengar itu. Anda tanda tangan, enggak pada waktu itu?
306. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Tidak, tidak, Yang Mulia.
307. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya, malah Anda mengajukan form keberatan, ya?
308. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya, betul.
309. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Keberatannya itu ada perbedaan suara (...)
310. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
311. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kartu suara, ya?
312. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya.
313. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Baik. Terutama terjadi di kelurahan Kotawinangun Lor, ya?
314. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya, dan ada juga di kelurahan yang lain, Yang Mulia.
315. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Kelurahan yang lain mana?
316. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Di Gendongan.
317. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Gendongan, terus?
318. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
TPS 2 dan 4.
319. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
320. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Kemudian di Kotawinangun Kidul juga ada.
321. KETUA: ARIEF HIDAYAT
322. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Kemudian, di Tingkir Lor dan Sidorejo Kidul.
323. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Ya.
324. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya.
325. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Itu ada perbedaan-perbedaan antara (...)
326. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya.
327. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Antara ... mestinya kartunya jumlah DPT plus 2,5?
328. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya.
329. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Tapi yang dikembalikan atau yang rusak dan itu melebihi itu, gitu?
330. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO
Ya, ya.
331. KETUA: ARIEF HIDAYAT
Oke. Ya, sudah catat.
332. SAKSI DARI PEMOHON: AGUS PURWANTO