• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP PERANCANGAN

k ,

1# 0, F le k s ib llita s Ruang

F le k s ib ilita s Ruang merupakan faktor yang amat pen- tin g dalam perancangan bangunan kantor, mengingat :

- adanya kemungkinan te rja d i perubahan kapasitas, baik perso- nalianya maupun peralatannya, sehingga akan mempengaruhi perubahan bentuk dan besaran ruang ;

- menampung kegiatan administrasi dengan kebutuhan yang ber- lainan dari berbagai bidang / bagian.

Beberapa hal yang mempengaruhi fle k s ib ilit a s ruang antara la in : - modul yang digunakan

- dinding pemisah

if, 1, 1, Penentuan Modul

Modul yang digunakan ;

- Modul Horizontal, ditentukan berdasarkan :

• penggunaan bahan penutup lan tai : te g e l PC : 0.20 M x 0.20 M.

, penggunaan bahan penutup la n g it-la n g it : kayu la p is : 122 CM x 22+if CM,

. kebutuhan ruang gerak manusia ;

a k tivita s yang paling dominan (duduk) : 0.60 M X 1,20 M.

. perabot yang digunakan :

yang paling dominan (meja t u lis ) :

0.60 M X 1.20 M.

(2)

- Modul V ertik al, ditentukan berdasarkan ;

• tin g g i ruang kerja ; min, 2,70 M ( A.J.M etric) , tin g g i saluran u t ilit a s ; 0,30

M

, tin g g i struktur balok la n ta i : 0,60 M Total tin g g i lan tai ke lan tai : 3.60 M, - Modul Perencanaan, ditentukan berdasarkan ;

, ruang gerak darL a k tivita s te r k e c il dan yang paling dominan (duduk) : 0,60 M x 1,20 M, Kesimpulan : Modul yang digunakan :

- modul Horizontal : 0,20 M, - modul V ertik al ; 0,15 M, - modul Perencanaan: 1,20 M, if, 1, 2, Penentuan Dinding Pemisah

Elemen dinding pemisah / p a r tis i yang mudah dibong- kar pasang, merupakan salah satu faktor yang dapat mengha- silkan fle k s ib ilit a s ruang yang tin g g i.

Ada 3 macam dinding pemisah / p a r tis i : - p a rtis i privacy

- p a rtis i pandangan

- p a rtis i kegiatan / R.gerak

Keuntungan dari penggunaan dinding pemisah adalah : - s ifa t privacy dapat leb ih terjamin

- dapat mengurangi gangguan suara

- elemen p a rtis i umumnya leb ih t ip is dari bahan dinding

- karena t ip is , maka dapat mengurangi beban akibat bahan.

(3)

DINDING PEMISAH RUANG

IMO 12 S K A L A

(4)

k*

2. 0, Kedalaman Ruang Ker.ia

Penentuan kedalaman ruang kerja ditentukan oleh 2 hal, yaitu :

* Yang berhubungan dengan lay our ruang, terdapat 5 jen is : - Ruang dangkal, mempunyai kedalaman ruang i^.00 M - 5.00 M,

Biasanya digunakan untuk lay out ruang yang tertutup, yang cocok untuk kebutuhan ruang yang berderet, dan ruang kerja perorangan yang b e rs ifa t leb ih privacy,

- Ruang sedang, mempunyai kedalaman ruang 6,00 M - 10,00 M, Penggunaannya lebih fle k s ib e l karena dapat direncanakan untuk ruang kerja yang ters en d iri, maupun yang berkelom- pok dalam lay out terbuka,

- Ruang dalam, mempunyai kedalaman ruang 11,00 M - 19,00 M, Biasanya digunakan untuk lay out terbuka, dan untuk ruang kerja yang sangat luas pada perusahaan besar,

Keuntungan dan kerugian ruang dan^al dan ruang dalam adalch sebagai berikut ;

- Ruang dan^al :

• Penggunaan peneranganbuatan dan pengkondisian udara lebih ekonomis,

, Diperlukan struktur penguat khusus untuk menahan gaya / beban angin dan gempa, mengingat kepipihan ruangannya, , F le k s ib ilita s perencanaan ruangnya terbatas,

- Ruang dalam :

, Kemungkinan beban horizontal dapat d iatasi dengan ketebal- an bangunan,

• Perencanaan ruangan lebih fle k s ib e l,

, Membutuhkan penerangan dan pengkondisian udara secara

khusus.

(5)

^ .00- 5.00

6.0 0- 10.00

11.00 - 19.00

KEDALAMAN RUANG

MO 13 S K A L A

(6)

* Yang berhubungan dengan pencahayaan :

Pekerjaan kantor memerlukan penerangan yang merata dengan kekuatan penerangan 150 - 250 lux, Hal in i dapat d i- capai sepenuhnya dengan bantuan penerangan buatan,

Pada keadaan tertentu di mana tidak ada penerangan buatan, maka ruang dengan kedalaman 11,00 masih dapat memperoleh penerangan alam sebesar 150 lux,

Kesimpulan :

Dari pertimbangan-pertimbangan di atas, maka diten- tukan kedalaman ruang Jenis sedang, dengan ukuran antara 6,00 M - 10,00 M, mengingat :

- leb ih fle k s ib e l dalam penyediaan luas ruang kerja yang se- suai dengan kebutuhan, sebagai unit tersen d iri maupun ber- kelompok dalam ruang terbuka,

- masih dapat diperoleh kuat penerangan yang cukup (150 -

250

lux) meskipun tanpa bantuan penerangan buatan.

(7)

Penerangan Sehubungan Dengan Kedalam an Ruang

JENOELA

K.O O

p e n e r a n g a n BUATAN

I. j PENERANGAN ALAM

GRAFIK PENERANGAN

N O 14 1 S K A L A i

(8)

4. 3. 0. Analisa Sistim Lay out Ruang dan Sirkulaal 4. 3. 1. Analisa Sistim Lay out Ruang

Ada 2 macam sistim lay out ruang, yaitu ; - Sistim lay out tertutup (Individual lay ou t),

keuntungan dan kerugiannya : , leb ih "bersifat privacy . perbedaan status je la s

, tak dapat dilakukan pengawasan secara langsung

• untuk sirku lasi dibutuhkan ruang yang banyak . biaya pemeliharaan lebih tin g g i

- Sistim lay out terbuka (Open lay out), keuntungan dan kerugiannya :

. s ifa t privacy berkurang

. dapat dilakukan pengawasan kerja secara langsung . sirku lasi kerja lebih e ffis ie n

, f le k s ib ilit a s ruang lebih besar , konstruksi lebih ekonomis

, penyebaran cahaya dan peredaran udara leb ih mudah dan merata

, gangguan suara merupakan, faktor yang merugikan

Bagi Kantor PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa

Bagian Timur, d i mana jumlah personalia tiap bagian dan s ifa t

privacy tiap bagian berbeda-beda, maka sistim la y out terbuka

leb ih tepat untuk ruang kerja s t a f, dan b ila diperlukan dapat

menggunakan dinding pemisah/partisi, Sedangkan untuk ruang-

ruang pimpinan, deputy/kontrin, dan kabag., digunakan sistim

la y out tertutup untuk memperoleh s ifa t privacy yang lebih

tin g g i.

(9)

if, 5, 2, Analisa Sistim Lay Out Sirkulasi Ruang Ada 2 macam sistim sirk u lasi :

- Sirkulasi V ertik al, t e r d ir i dari 2 sistim ;

• tanpa tenaga l i s t r i k : tangga

, memakai tenaga l i s t r i k : * escalator (tangga ber- jalan)

* elevator ( l i f t )

Sistim sirku lasi l i f t adalah yang paling cepat pa- da saat in i; mengingat "bangunan kantor yang direncanakan in i

■faerlantai banyak, maka sistim in i dianggap paling e ffis ie n . Di samping itu , d ip ilih pula tangga yang digunakan sebagai sistim sirk u lasi v e r tik a l tambahan.

Selain untuk sirk u lasi, tangga tersebut dapat pula digunakan untuk keadaan darurat, yaitu sebagai tangga kebakarani

Lebar tsmgga minimal 1,20 M, dengan kapasitae ^*.500 orang/jam (A ,J ,M e tric ), Jarak antara tangga / radius pelayanannya mak- simum 25 - 30 M,

- Sirkulasi Horizontal, terdapat 2 kemungkinan : , Corridor di tengah :

Keuntungan dan kerugiannya :

* Pengaturan masa lebih mudah,

* masa bangunan leb ih pendek,

* menguntungkan untuk pencahayaan alami,

* Privacy lebih baik,

* ekonomis,

* crossing v e n tila s i tidak optimum, , Corridor di tep i ;

Keuntungan dan kerugiannya ;

* menguntungkan untuk pencahayaan alam.

(10)

*

b ila ruangan tidak ganda, masa bangunan akan lebih panjang,

* pengaturan masa leb ih s u lit ,

* tidak ekonomis.

- CORRIDOR D1 16NGAH

-CORRIDOR DUEPI

(11)

Untuk menghindari masa bangunan yang te rla lu pan- jang, maka d ip ilih sistim corridor di tengah, dengan lebar corridor yang dapat menampung 2 pasang orang pada saat ber- simpangan, yaitu ; i f x 0 , 6 0 M = 2 , l i - M ^ .

Sedangkan cara menanggulangi sistim ventilasinya dapat d ila -

kukan sebagai berikut :

(12)

4. 4-. 0, Analisa Sistim Masa Bangunan 4-. 4» 1. Analisa Masa dan Ruang Luar

Bentiik masa bangunan dltentukan dengan menglngat : - Bangunan harus b e rs lfa t form ll

- Mempunyal kesan menerlma

- Bentuk masa harus utuh / menyatu - Mempunyal kesan yang Intlm

Untuk memperoleh bentuk masa dengan kesan menerlma yang balk, haruslah mempunyal space penangkap yang je la s , yaltu dengan menggunakan antara la in :

- Pengolahan landscape - Pengolahan entrance

- Memundurkan masa bangunan darl garls sempadan

bangunan dengan jarak antaxa d/h = 2-3•

(13)

Sedangkan untuk memperoleh "bangunan yang mempunyai kesan berwibawa, dapat dicapai dengan masa bangunan yang ting- g i, yaitu jumlah la n ta i yang banyak.

Penentuan jumlah la n ta i berdasarksin k r ite r ia - k r lt e r ia :

- F ilo s o fis ; dapat menunjukkan s ifa t form il, serta mempunyai kesan utuh/menyatu,

- Paktor lingkungan ; terhadap perkembangan sekelilingnya leb ih dominan,

- Penggunaan tanah sed ik it.

- Kebutuhan luas la n ta i pertama diusahakan leb ih k e c il dari Building Coverage.

- Hubungan eiktivitas tia p -tia p bagian dekat,

- Pencapaian dapat secara horizontal dan v e r tik a l.

Dengan pertimbangan k r ite r ia - k r it e r ia d i atas, maka

ditentuksin bangunan berlantai lima.

(14)

2, Analisa Slstim Lay out Bentuk Masa Bangunan

K r ite ria A lt , I A lt. I I A lt , I I I A lt, IV Open

Campus Type

Monolight Type

S e lf Enclose

Monumental kurang tin g gi tin g gi Pengelompok-

an a k tiv ita s

bisa dicapai Hubungan

a k tiv ita s

bisa dauh

kurang tegas

kurang tegas r e l a t i f

dekat

r e l a t i f dekat

cukup bisa dicapai bisa jauh F le k s ib ili­

tas ruang

kurang tercapai

bisa dicapai

bisa dicapai

kurang tercapai Kesan Ruang bebas,

kurang kompak

kompak, bisa bersatu

kompak, bisa bersatu Penerangan

Alam

memungkin- kan

diusahakan tercapai

kurang tercapai

kurang kompak

memungkin- kan

Sirkulasi Penghawaan

s u lit dicapai

mudah dicapai

kurang tercapai

s u lit dicapai Luas Tanah dibutuh-

kan besar

cukup k e c il

cukup k e c il

dibutuhkan besar

Kesimpulan : D ip ilih a lt e m a t if I I & perkembangannya, dengan

pertimbangan : b e rs ifa t monumental, penghawaan 8e penerangan

alam memungkinkan.

(15)

4. 5. 0. Analisa Slstim Strukirur Bangunan 4. 5. 1, Analisa Penentuan Bahan Struktur

Bahan struktur yang umumnya digunakan untuk bangunan b e r tin ^ a t adalah beton dan baja,

Keuntungan serta kerugianidari masing-masing bahan tersebut adalah sebagai berikut :

- Beton : , Bahan mudah didapat

• Harga bahan r e l a t i f murah , Bentuk dapat lebih bebas

. Tidak memerlukan pemeliharaan khusus

, Bila pelaksanaannya balk, dapat tahan lama , Tahap terhadap api

• Tidak membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaan , Pelaksanaan leb ih lama

, Beban keseluruhan lebih berat

• Dimensi leb ih besar

• Kurang e la s tis terhadap beban horizontal - Baja ; • Bahan mudah didapat

• Harga bahan r e l a t i f leb ih mahal

« Bentuk leb ih terbatas

, Perlu pemeliharaan khusus dan menerus , Kurang tahan lama

, Tidak tahan api

• Membutuhkan keahlian khusus , Pelaksanaan leb ih cepat

, Beban keseluruhan leb ih ringan , Dimensi dapat lebih k e c il

, Lebih e la s tis terhadap beban Horizontal

Kesimpulan ; Bahan struktur yang d ip ilih adalah Beton,

(16)

4. 5 . 2 , Analisa Penfentuan Sistim Struktur Utama Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : - Kekakuan, kestabilan, dan kekuatan

- Daya tahan terhadap kebakaran, angin dan gempa - Dapat menciptakan fle k s ib ilit a s ruang yang tin g g i - Penyesuaian terhadap tin g g i bangunan

- Mempunyai n ila i e s te tis - Ekonomis

Terdapat 5 a lte r n a tif sistim struktur utama, yaitu:

I . struktur dinding pemikul I I , struktur rangka

I I I , sl^ruktur gan'tung

No, K rite ria A lt, I A lt . I I A lt , I I I 1 F le k s ib ilita s

Ruang

s u lit , sebab dinding telah tersedia

baik baik

2 Kecepatan Membangun

cepat,tidak s u lit

cepat dan mudah

kurang cepat, leb ih s u lit , dan perlu tenaga a h li 3 Persediaan

bahan

iaudah didapat mudah di dapat

kabel dan d eta il-2 s u lit didapat

k

Pemeliharaan mudah mudah leb ih s u lit

3

Pengembangan agak s u lit mudah s u lit

Kesimpulan ; d ip ilih sistim struktur utama ; Struktur Ran^a,

dengan pertimbangan : Untuk bangunan di bawah 20 la n ta i, di

mana beton digunakan sebagai bahan struktur, maka sistim

struktur utama yang dipakai sebaiknya adalah struktur Rangka

(O ffic e Building Design)

(17)

Selain struktur utama, perlu diperhatikan pula e le - men struktur yang digunakan, yaitu :

- Kolom : Digunakan sistim 'Wide-Gidd', dengan jarak an tar kolom 4-.80 dengan pertimbangan :

• Modul dasar horizontal yang dipakai : 0,20

m

• Modul perencanaan yang dipakai : 1,20 M , Rongga-2 J'ang te rja d i dapat digunakan untuk

saluran u t ilit a s .

- Balok : Balok dibedakan menurut arah perletakannya : , Balok transversal, merupakan balok Portal

, Balok longitudinal, merupakan balok penghubung / balok anak,

- Lantai: Digunakan sistim lan tai plat (slab flo o r ), dengan balok Portal pada ke dua sisinya, dan balok anak pada s i s i - s i s i yang la in ,

- Fondasi:Mengingat lokasi adalah tanah bekas sawah, dengan kedalaman tanah keras sekitar 15 -20 M, maka lebih

e ffis ie n b ila menggunakan fondasi tiang pancang.

(18)

Struktur Atap :

Bahan Struktur Atap :

Jenis bahan yang mungkin digunakan : * Beton

* Baja

* Kayu K rite ria

Dapat memenuhi fungsi

BETON

dapat tapi

“berat

BAJA

dapat daji ringan

KAYU terbatas

Dapat memenuhi benttik ruang

dapat dapat terbatas

Mudah dibangun r e l a t i f mudah r e l a t i f mudah Qudah Paktor kekuatan /

ketahanan

cukup Fcuat cukup kuat cukup kuat

Penyesuaian dengan tin g g i bangunan

dapat kurang terbatas

Kesimpulan : D ip ilih bahan struktur atap dari beton.

. Bentuk Atap :

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bentuk atap adalah ;

* Penyesuaian dengan lingkungan ; Hal in i sangat berpengaruh terhadap perencanaan bangunan secara keseluruhan, karena

itu perlu diperhatikan agar bangunan yang didirikan tidak terasa asing, dan dapat diterima oleh masyarakat d i seki- tarnya.

Bentuk atap d i sekitar lok asi yang ada berdasarkan penga- matan adalah : bentuk atap Pelana / P e ris a i, dengan bahan penutup atap dari genteng.

* Dapat memenuhi fungsi (bentangan dapat lebar)

* N ila i ekonomis

(19)

* Pengadaan bahan

* Penyesuaian dengan tin g g i ‘bangunan

Berdasarkan k r ite r ia di atas, bentuk atap yang mungkin dapat digunakan adalah : , atap datar

. atap p erisai / pelana

K r ite ria DATAR PERISAI/PELANA

Penyesuaian dengan lingkungan

kurang sesuai lingkungan

sesuai lingkungan

Dapat memenuhi fungsi dapat dapat

N ila i ekonomis r e l a t i f leb ih mahal r e l a t i f lebih mu- rah

Pengadaan bahan mudah di dapat (d a ri semen)

mudah d i dapat (d a ri genteng) Penyesuaian dengan

tin g g i bangunan

dapat kurang

Keaimpulan : D ip ilih bentuk atap : datar.

Bahan Penutup Atap :

Jenis bahan yang mungkin digunakan : * Beton

* Asbes

K rite ria BETON ASBES

Dapat memenuhi fungsi dapat dapat

Dapat memenuhi bentiik ruang

dapat r e l a t i f dapat

Mudah dibangun r e l a t i f s u lit mudah

Faktor kekuatan/ketahanan kuat kurang kuat

Mudah didapat mudah mudah

Penyesuaian dengaui lingkungan

kursing sesuai kurang sesuai

Kesimpulan ; D ip ilih bahan penutup atap dari Beton*

(20)

4-. 6. 0, Anallsa Sistlm U t ilita s dan Mekanikal Sistim -sistim yang diperlukan :

- Siatim telekomunikasi

- Sistim l i s t r i k / penerangan

- Sistim pencegahan dan peraadam kebakaran - Sistim a ir bersih

- Sistim pembuangan : , a ir kotor / kotoran . a ir hujan

. sampah - Sistim penangksG. p e tir

- Sistim penghawaan

- Sistim penahan sinar matahari - Sistim Telekomunikasi ;

Yang dimaksud dalam sistim in i antara la in sistim te le x dan telepon, Untuk keperluan a k tiv ita s tersebut, dibu- tuhkan ruang operator dan ruang telex ,

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sistim telepon adalah : , diperlukan berapa banyak pesawat / external

. dapat berhubungan antar ruang (dalam kompleks) . dapat berhubungan ke luar kompleks

, diperlukan s ifa t privacy yang tin g g i untuk ruang- ruang Pimpinan, Kontrin dan Deputy*

Terdapat 3 macam sistim telepon yang mungkin dapat digunakan, yaitu ; . sistim biasa

. sistim P.B.X.

, sistim P.A.B.X.

(21)

K r ite ria BIASA P.B.X. P.A.B.X.

Jumlah nomor telkom setiap pesawat 1 nomor

1 nomor bisa untuk beberapa pesawat

1 nomor bisa untuk beberapa pesawat S ifa t pembicaraan /

privacy

tin g g i kurang, karena harus melalui

operator

kurang, karena harus melalui ,operator Hubungan antar ruang diperlukan

pesawat in te r­

com atau harua melalui telkom

pesawat juga ber- fungsi sebagai intercom

pesawat juga ber- fungsi sebagai intercom Hubungan ke luar /

ke dalam

bebas hubungan ke

luar dan ke dalam harus melalui operator

hubungan ke d a l^

harus melalui operator, hubungan ke lusLC bebas Jumlah pembicaraan

pada saat yang sama untuk 1 ext.

1 (satu) saja

bisa leb ih d ari 1 hu­

bungan, tergantung jumlah salxiran

bisa leb ih dari 1 hu­

bungan

tergantung

jmnlah

saluran

(22)

Kesimpulan :

, Digunakan sistim P.A.B .X ., dengan pertimbangan 1 no- mor telkom untuk beberapa pesawat / saluran,

, Untuk mencapai s ifa t pembicaraan yang diinginkan da- pat dibedakan melalui sistim penerimaannya, yaitu ;

* Authorized (bebas), hubungan ke luar bisa langsung tanpa melalui operator, digunakan untuk ruang-ruang yang membutuhkan privacy tin g g i,

* Semi R estricted bebas), bisa berhubungan ke luar, tetap i harus melalui operator, digunakan untuk ruang- ruang ysuig s ifa t privacynya sedang,

* R estricted (te rb a ta s ), tidak bisa berhubungan ke luar kompleks, digunakan untuk ruang-ruang yang umum

( s i f a t privacy rendah), - Sistim L is tr ik

Tenaga l i s t r i k disediakan untuk beban penerangan dan beban daya, Beban penerangan yang akan dicapai untuk kegiatan kantor i 150 - 250 lux •

Untuk kebutuhan emergency genset diperkirakan 30

%

dari ke-

butuhan l i s t r i k .

(23)

Skema Sistim L is tr ik :

- Sistim Pencegahan 8e Pemadam Kebakaran ;

Untuk pencegahan kebakaran digunakan detektor, yang akan memberi tanda / signal pada R,kontrol b ila te rja d i ke­

bakaran di salah satu ruang, melalui announciator (papan petunjuk),

Cara kerja detektor : , secara manual

• secara otomatis, berdasarkan

asap atau panas

Kesimpulan ; d ip ilih detektor yang beker;ja secara otomatis berdasarkan asap, mengingat material yang ada dalam bangunan berupa surat / dokumen,

Untuk pemadam kebakaran, terdapat beberapa jen is yang

mungkin dapat digunakan :

(24)

, Fire hose ; perlu persediaan a ir 5.000 gallon, dengan pertimbangan a ir akan habis selama

25

menit, dan mobil P.M.K, telah tib a , Radius pelayanannya 25 - 50 M,

, Sprinkler ; bekerja secara otomatis, perlu persediaan a ir (b ila b e ris i a i r ) , radius pelayanannya 200 s q ft, dan ada kemun^d.nan macet,

• Fire extinguisher : dikerjakan secara manual, dan da- pat diletakkan d i segala tempat,

, Hydrant : bekerja di luar bangunan.

Kesimpulan : • secara \mum untuk seluruh bangunan digunakan f i r e hose.

• untuk ruang-ruang khusus dan mudah terbakar digunakan f i r e extinguisher, yang diletakkan dalam ruangan, sehiagg* jangkauannya mudah, , untuk keseluruhan bangunan dipakai hydrant,

- Sistim A ir Bersih ;

A ir bersih dari P,.A,M, tekanannya sangat kurang, se- hingga tidak dapat mencapai ketinggian if M (terutama pada siang h a r i), Apabila bangunan leb ih dari 1 la n ta i, maka memerlukan penyelesaian khusus, yaitu dengan menyediakan tandoH a ir di bawah, kemudian dipompakan ke atas,

Kebutuhan a ir bersih untuk 1 orang berdasarkan Enviro- mental Science Handbook adalah 27 1, Jadi kebutuhan untuk

i+00 orang adalah ;

LyOO

x 2? 1 = 10,800 1 = 10,8

Mengingat debit a ir dari P.A.M, k e c il, sedangkan kebu­

tuhan a ir cukup banyak, maka dibuat sumur a rte s is dengan ke-

dalaman i "lO

m

, Untuk mencapai syarat kebersihan / kesehatan,

a ir dari sumur setelah dipompa ke tandon a ir di bawah perlu

(25)

d isterilk a n dahulu dengan menggunakan f i l t e r *

Sistim d istrib u si a ir bersih ada 2 macam yang mungkin digunakan, yaitu ; • down feed system

• up feed system

K rite ria

1 h

->

->

4

^

^ 1. J C»-t 1

DOWN FEED SISTEM UP FEED SYSTEM Penggunaan d istrib u si dari atas

(tanki a ir di atas)

a ir dari tandon di bawah dipompa ke atas Cara kerja

pompa

pompa hanya bekerja untuk mengisi tanki di atas saja.

pompa bekerja terus menerus, b ila kran dibuka.

Kebutuhan ruang

perlu tempat untuk pompa, tandon a ir dan tanki a ir di atas

perlu tempat untuk pompa dan tandon a ir di bawah

Tekanan a ir dapat diatur dengan perletakan tanki atas

makin ke atas, makin lemah

Fipa a ir 2 k a li Jalan (le b ih panjang)

1 k ^ i jalan (le b ih pendek)

Kesimpulan ; d ip ilih ’ Down Feed System', mengingat : , bangunan cukup tin ^ g i (sek ita r 5 la n ta i) , menghindari pompa yang bekerja terus

Ukuran tandon a ir diperkirakan 34 untuk tsmdon atas

50 M untuk tandon bawah

(26)

• Sistim Pembuangan : .A ir kotor dan kotoran ;

Sistim yang mungkin digunakan :

. secara langsung : a ir kotor / kotoran disalurkan langsung ke septic tank dan sumur peresap,

• diolah dahulu : a ir kotor / kotoran diolah dalam mesin, kemudian disalurkan ke saluran kota*

Kesimpulan : d ip ilih secara langsung, mengingat belum terse- dia saluran pembuangan kotoran kota,

,A ir hujan :

Sistim yang mungkin digunakan :

, ke saluran kota : dari a ir talang ke saluran v e r tik a l, d i- teruskan ke bak kontrol, kemudian ke sa­

luran kota.

• diresapkan : ; dari a ir talang ke saluran v e r tik a l, d i- tesuskan ke bak kontrol, kemudian ke su­

mur peresap,

Kesimpulan : d ip ilih ke saluran kota, mengingat telah terse- dia saluran a ir hujan kota, dan menghindari b an jir, akibat daya resap tanah akan berkurang terutama pada musim penghujan,

•Sampah :

Sistim yang mungkin digunakan :

, Pengangkutan biasa ; perlu tempat sampah sen d iri-sen d iri, dan dibuang ke pembuangan sampah kota, sistim kerjanya berdasarkan tenaga manusia.

. Garbage chute : perlu saluran vei?tikal, a la t pengang-

kut khusus dan bak penampungan, kemudi-

(27)

an ke pembuangan kota.

Kesimpulan : D ip ilih sistim garbage chute, mengingat bangunan mencapai 5 la n ta i, dan sampah umumnya hanya bem - pa kertas,

- Sistim Penangkal P e tir :

Untuk melindimgi bangunan-bangunan d i seluruh kompleks dari bahaya k ila t / p e tir , digunakan sistim penangkal p etir yang mempunyai radius pengamanan bagi seluruh bangunan,

- Sistim Penghawaan :

Masalah penghawaan d i dalam gedung perlu mendapatkan perhatian yang seksama, sebab menyangkut masalah kesehatan dan gairah kerja,

Panas yang ditimbulkan oleh tubuh manuaia maupun asap rokok harus dapat dikeluarkan dari dalam gedung,

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sistim pengha­

waan antara la in masalah n ila i ekonomis dan dapat memenuhi fungsi.

Pada dasarnya ada 2 jeh is penghawaan, yaitu penghawa­

an g,lam dan buatan, Untuk gedung Kantor PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur yang direncanakan in i diusahakan penghawaan secara alami, tetap i cukup memberi kenyamanan kerja, Khusus untuk ruang komputer digunakan penghawaan buatan, sebab peralatan yang ada di dalamnya menuntut pemeliharaan dalam temperatur yang tetap / s ta b il, yang tidak dapat dicapai dengan penghawaan alam.

Penggunaan penghawaan alam dapat dilakukan dengan

mengadakan pembukaan untuk sirku lasi udara yang cukup, pada

bagian atas jendela dan pintu. Pada waktu ruang an dipergu-

(28)

nakan untuk kegiatan, jendela dapat dibuka, sehingga sirku lasi udara dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan.

- Sistim Penahan Sinar Matahari :

Lokasi terletak pada p o sisi ; 6 ° L . U. - 11° L.S.

dan 95° B.T. - U 1 ° B.T.

Berdasarkan perhitungan sudut "bayauigan sinar matahari didapat : untuk pemtukaan terbanyak Timur - Barat :

. S.B.V. = 25 ° . S.B.H. = 78 °

Dengam pedoman in i ditentukan ukuran penahan sinar matahari.

(29)

jUNi 06.00 oessMBeR oe.oo

SBH = 78»

SUDUT BAYANGAN SINAR MAWIARI

NO 15 S K A LA

(30)

s

t-10

1.10

1.50

1.20

-3 .6 0

- 3 2 0 - X O

2.50

. ?.20

■100

0.35

• 0-15 0.00

PENAI-AN SINAR MATAHARI

w o S K A LA

16

1-50

(31)
(32)

Dibangun Terhadap Building Coverage (B .C .) dan Floor Area Ratio (F .A .R .) yang Dii,1inkan

- Luas to ta l ruang ; 6.200

m

2

- Luas psirkir tertutup ; 630

m

2 - Luas parkir terbxika : 1.700

m

2 - Luas lapangan upacara + olah raga : 816

m

2

- Building Coverage ( B.C., ) yang diijin k an :

30 % - ^0

- F.A.R. yang diijin kan : 1 - 1,5

- Perhitungan luas tapak "berdasarkan B.C. ; . Luas lan tai dasar : 2.281 M

2

. Luas parkir tertu tup ; 630 M 2 . Total Building Coverage:2.911

. Luas tapak sesuai B.C. : x 2.911 = 7.277,5

m2

= 7.300

m2 .

Kontrol terhadap r^J-ang terbuka :

. C.M.A.

I

40 9^

X

2.911 = 1.164,4

m2

. B.C. : 2.911

m2

. Parkir terbuka : 1.700

m2

. Lapangan upacara + olah raga : 816

m2

. Pertamanan : 50 x 2.911 = 1.455.5

m2

. Total luas tapak i 8.046,9

m

2

= 8 .1 0 0 M^.

- Luas tapak yang ada (d i dalam garis sempadan “bangunan ) :

76 X UO = 10.640 > 8.100 > 7.300 M^.

(33)
(34)

4. 8, 2, Rencana Entrance

Dari keadaan tapak terdapat 3 kemungkinan letak Entrance, yaitu : 1, d i rencana jalan

2. d i J l. A. Yani

3. di J l. Ketintang Baru

K r ite ria A lte rn a tif 1 A lte rn a tif 2 A lte rn a tif 3 Daya tangkap je la s , tapi

berada d i rencana jalan

je la s je la s

Keamanan te r- hadap la lu lin ta s

aman kurang aman am^

Pencapaian ke dalam s ite

kurang merata merata kxirang merata

Kesimpulan : D ip ilih letak Main Entrance d i J l. A. Yani,

sedangkan untuk Side Entrance d ip ilih d i J l,

Ketintang Baru,

(35)

ANALISA ENTRANCE

S K A L A

1:2000

(36)

8. 3, Pertamanan

Tujuan pertamanan adalah untuk mencapai keindahan iing- kungan di sekitar bangunan, selain itu untuk mencapai fungsi

teknis dan arsitektur, yaitu sebagai penghalang sinar / panas matahari, sehingga akan tercip ta suasana yang alamiah, serta

dapat menambah semangat dan gairah k erja ,

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan per­

tamanan, adalah :

- elemen pertamanan yang digunakan harus sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian skala).

- elemen pertamanan yang tumbuh berdekatan dengan bangun an-bangunan d ip ilih dari jen is yang akarnya masuk ke dalam tanah, dan hams dihindarkan pemakaian jenis pohon yang tumbuhnya melebar ke samping,

- Pembatas antara taman dan Jalan kendaraan, maupun ja - lan setapak perlu diadakan, untuk melindungi pertaman­

an dari gangguan,

Jenis tanaman yang dapat digunakan, yang dapat turnbuh di daerah beriklim trop is, di dataran rendah sampai dengan ke- tinggian 700 M dari permukaan laut antara la in :

FUNGSI Nama Tanaman Dimensi (Cm)

Tanaman penutup tanah

Tinggi maksimum ifO Cm

Rumput Manila (Zoysea M atrella) Negara asal ; Ph ilipin a

-

Krokot Merah

(Altemanthera

Ficoidea)

(37)

Tanaman Penutup tanah

Pakis / Paku /Fe r n (Osmunda Cinnamonea) Sudah ada hampir di seluruh dunia sejak jaman purba ( fo s il- 2 )

O

'sT

Tanaman Penghias dan Pembatas Tinggi antara 160 - 200 Cm

Bougenvile (Bougainvillea S p ectab ilis) Negara asal : B razilia

Kemuning dan Penitian

(Murraya Paniculata) Berasal dari :

Asia Selatan M elati

(Jasminum Sambac) Negara Asal : Indonesia

Kenanga Cebol (Cginanga Odorata) Negara Asal ; India

Kol Banda

(Pisonia Alba) Negara Asal : Indonesia

Alalypha Merah dan Hijau Kuning

(Acalypha Wilkesiana) Daerah Asal :

Kepulauan F i j i , Lautan Teduh

160

160

s

§

oo

cv»

oo

(38)

Tanaman Peneduh Tinggi minimum 500 Cm

Tan Jung

(Mimusops E lengi) Negara Asal : Indonesia India

Cempaka / K an til (M ichelia Champaca) Negara Asal :

India

Tiara Payrnig / Kere Payung

(Filiciu m Decipiens) Negara Asal ;

India

Sawo Manila / Kecik (Manilkara Kaviki Dub) Negara Asal :

Philipina

70 0

H --- &flO---

jaoiL

8

(N

Tanaman Pengarah Tinggi minimum

500 Cm

Cemara ( Casuarina E q u is e tifo lia ) Negara Asal : Australia

O

o

«/>

(39)

RENCANA ZONING

S K A L A

1:2,000

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk melaksanakan dan menindaklanjuti ketentuan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan ketentuan Pasal 50 ayat (17)

Pada sore hari ditemukan beberapa pejalan kaki yang memanfaatkan lapangan Pancasila sebagai ruang untuk bergerak dari satu bangunan menuju ke bangunan lain di

INDONESIA POWER merupakan perusahaan pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia dengan delapan Unit Bisnis Pembangkitan utama dibeberapa lokasi strategis di

Pada tahap pertama pekerjaan smart operation untuk PLTU CFB Kalimantan terfokus pada standarisasi batubara sebelum masuk ke boiler.. Standarisasi boiler tersebut

Pemulsaan Organik Terhadap Tingkat Serangan Bercak Ungu Pada Bawang Putih (Allium sativum) Pengamatan dilakukan dengan skor 0-6 menunjukkan bahwa tingkat serangan (%) pada

Berdasarkan beberapa pemaparan dari konteks zaman Revolusi Industri di Inggris dan juga zaman Pencerahan yang terjadi juga di Inggris, membuat penulis berpendapat bahwa

Gejala The Agony of Modernization yang merupakan permasalahan psikososial itu dapat disaksikan di masyarakat, yaitu semakin meningkatnya angka-angka penyalahgunaan NAZA

Stres memang kerap terjadi pada setiap orang, salah satunya yang dialami oleh RF dalam menjalani kehidupan sebagai PSK dan berbagai tekanan yang terjadi menjadikan ia