12
BAB 3
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Dalam pelaksanaan proses kerja magang di Skystar Ventures ini berkedudukan sebagai CEO atau Chief Executive Officer pada salah satu startup inkubasi Skystar Ventures yakni Totally Bizarre Game Studio, dengan supervisi Bapak Renaldo Sutjiady, selaku Program Coordinator Skystar Ventures. Bapak Renaldo berperan dalam memberikan bimbingan pengembangan bisnis, dan melakukan supervisi hasil pekerjaan dan pengembangan bisnis Totally Bizarre Game Studio selama proses pengerjaan magang. Pelaporan yang dilakukan kepada Bapak Reynaldo dilakukan setiap jumat jam 11.30 dengan Google Meet, dan dalam basis harian WhatsApp.
3.2 Tugas yang dilakukan
Selama proses kerja magang, tugas dan tanggung jawab yang diberikan adalah sebagai berikut:
Membangun sistem save offline maupun online pada visual novel Diversity.
Mengimplementasi Google Play Service pada game visual novel Diversity teruntuk fitur Ads, In-App Purchase, dan Analytics.
Membantu debugging dan testing sistem visual novel.
Bertanggung jawab atas growth startup dalam segi teknik maupun bisnis, dan pelaporan kepada pihak Skystar Ventures.
13 Mengawasi perkembangan web maupun game secara internal, dan memastikan bahwa segala proses pengembangan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Proses kerja magang dilaksanakan selama 9 minggu di Totally Bizarre Game Studio pada program inkubasi Skystar Ventures, dengan detail dan rincian pekerjaan sebagai berikut pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Tabel rekap Mingguan
Minggu Deskripsi Pekerjaan
1 Repivoting Concepting Game.
Rebuild from Scratch to Match out Vision and Concept
2 Learn the Basic flow Unity
connection to Google play services (Google Developer, and Unity
Manual)
3 Last Phase of Learning and Started Prototyping and Setup Google Dev
Account.
4 Implementation Google Play Service to Original Master Repository or
Projects
5 Last phase of implementation Google Play Service Learn Unity Save
Function
6 Unity Save Function (Game File and File Manager)
7 Unity Save Function (Tweaking File Manager and Implementation to
Master Project)
8 Encrypt Save Data and Revised UI
9 Un-started Online Save and Final
Debugging
14
3.3 Uraian Tugas
Proses kerja magang diawali dengan kegiatan repivoting game design yang bertujuan untuk melakukan revisi terhadap character design, user interface, dan mekanik gameplay. Peninjauan ulang dilakukan bersama dengan pembimbing lapangan dengan tujuan untuk memperbaiki sistematika bagaimana game berjalan, dan perancangan system pendapatan yang lebih efektif untuk mencapai product market fit. Proses repivoting dilakukan selama seminggu secara internal dengan beberapa saran yang diberikan oleh supervisi melalui media WhatsApp, dimana saran tersebut akan diimplementasikan menjadi fondasi dasar pembaharuan mekanisme game. Minggu pertama proses kerja magang diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan tentang hasil repivoting, dan kegiatan atau progres yang akan dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu kedua proses kerja magang digunakan untuk melakukan research terhadap hubungan antar Google Play Service dan Unity. Research ini dilakukan untuk mengimplementasikan Google Play Service yang dapat memberikan support berkalan terhadap Ads, Saved Games API, dan In-app Purchase yang digunakan dalam mekanisme Diversity. Integrasi Google dilakukan sesuai saran pendapatan yang diberikan oleh supervisi tentang advertisement dan penjualan, agar game tersebut bisa memberikan pemasukan secara maksimal. Minggu kedua proses kerja magang diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan tentang hasil ataupun progress yang akan dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu ketiga proses kerja magang digunakan untuk membuat Google dev account, dimana dev account ini akan diatur untuk menjadi media penghubung play
15 service dengan Unity dan medium release Diversity. Setup Google dev account dilakukan dengan bantuan divisi art dengan cara memberikan aset-aset yang dibutuhkan, untuk melengkapi persyaratan App release. Setelah setup dilakukan proses prototyping dimulai teruntuk Ads, In-App Purchase, dan Online Save. Proses prototyping ini dilakukan untuk mencoba membangun koneksi Unity dengan Google, tanpa harus mengganggu flow pembangunan game pada master repository Unity. Minggu ketiga proses kerja magang diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang hasil ataupun progres yang akan dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu keempat proses kerja magang digunakan untuk mengimplementasikan Google service terhadap master repository. Proses implementasi dimulai dengan play service dimana terdiri dari fase basic scripting dan setup account agar Unity dapat menyesuaikan proses yang dijalankan tanpa adanya gangguan. Setelah play service telah berjalan, fitur ads ditambahkan untuk memberikan sistem Free-to- Play pada game Diversity. In-App Purchase diimplementasikan untuk menambahkan opsi terhadap player untuk menghilangkan ads secara keseluruhan, dan memberikan sumber pemasukan profit selain keberadaan ads dalam game.
Minggu keempat diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang hasil ataupun progres yang akan dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu kelima proses kerja magang digunakan untuk melakukan debugging terakhir dan implementasi kecil Google terhadap Unity, agar berjalan dengan lancar. Selain debugging, telah dilakukan kegiatan pembelajaran fitur save untuk menyimpan data secara local. Fitur save akan digunakan dalam penyimpanan
16 progres pengguna dalam Diversity, tanpa harus ada pengulangan proses yang sama setiap membuka aplikasi. Minggu kelima diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang hasil ataupun progres yang akan dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu keenam proses kerja magang digunakan untuk merangkai dan membuat fungsi save yang dimplementasikan pada master repository. Perangkaian fungsi save dimulai dari game file yang berguna untuk menampung data, dilanjutkan dengan file manager. Implementasi file manager memakan waktu lama sehingga progres save dilanjutkan pada minggu berikutnya. Minggu keenam diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang hasil ataupun progres yang dilakukan pada minggu berikutnya.
Minggu ketujuh proses kerja magang digunakan untuk menyelesaikan file manager, dan mengintegrasikan fungsi save pada novel controller. Dalam kondisi selesai implementasi dilakukan full debugging terhadap master repository, agar fungsi save yang ditambahkan tidak memiliki masalah yang akan merusak mekanisme game secara menyeluruh. Minggu ketujuh diakhiri dengan melakukan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang dana investasi dan hasil yang telah dilakukan pada minggu ini.
Minggu kedelapan proses kerja magang digunakan untuk melakukan enkripsi data save dan revisi UI bersama dengan satu divisi game development Totally Bizarre Game Studio. Revisi UI dilakukan atas saran supervisi lapangan untuk memberikan kesan lebih menarik, dan updated dibandingkan iterasi awal yang telah dibentuk pada game Diversity. Minggu kedelapan diakhiri dengan meeting dengan supervisi lapangan tentang progres, dan meeting internal untuk melakukan evaluasi
17 pekerjaan masing-masing divisi.
Minggu kesembilan proses kerja magang digunakan untuk melakukan Mock- up online save, debugging dengan seluruh divisi game Totally Bizarre Game Studio, dan pertanggungjawaban dana hibah pemerintah Jawa Barat. Minggu kesembilan diakhiri dengan meeting pertanggungjawaban terhadap supervisi lapangan, tentang hasil ataupun progres yang dilakukan pada minggu berikutnya.
3.3.1 Proses Pelaksanaan
Berikut ini adalah timeline berupa gantt chart yang dilaksanakan dalam pembuatan game visual novel startup Totally Bizarre pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Gantt chart penyelesaian progress magang Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pivoting Game Unity to
Google Relationship
Prototyping Unity and Set
Dev Account Implementation
Google play service to master project Learning unity save function
Implement Unity Save Function Encrypt Save
data and revised UI
18 Unfinished
Save data and Revised UI Debugging
3.3.2 Aplikasi dan Alur Kerja yang Digunakan
Pada 9 minggu proses kerja magang, segala bentuk koordinasi pekerjaan dan penentuan aplikasi yang akan dipakai sudah ditentukan sejak awal pembentukan startup. Supervisi lapangan melakukan pemeriksaan mingguan terhadap progres bisnis dan memberikan saran dalam mata seorang awam.
Dalam perancangan dan pembangunan game Diversity, divisi game development sepakat untuk menggunakan game engine Unity.
3.3.3 Flowchart
Flowchart mekanisme game Diversity dibagi menjadi 4 flowchart yang terdiri dari Main menu, Gameplay, setting, dan display case yang ditampilkan pada gameplay.
19 Gambar 3.1 Flowchart Main menu
Pada gambar 3.1 adalah gambaran flowchart dari main menu yang digunakan pada Diversity. Proses akan dimulai dengan pemain masuk kedalam game dan play service berjalan secara otomatis pada background process. Setelah masuk pemain akan diminta login dengan Google account apabila belum, namun jika sudah pemain akan langsung diarahkan pada scene main menu.
Pada main menu pemain memiliki beberapa opsi yang dapat dipilih seperti start game, load game, settings, credits, In-App Purchase, dan exit game. Jika pemain ingin bermain dan belum memiliki progres penyimpanan data, pemain dapat memilih start game untuk memulai game secara new atau baru. Jika pemain sudah memiliki save progress, atau penyimpanan data, maka pemain dapat memilih
20 opsi load game untuk memulai game dari checkpoint yang sudah disimpan.
Jika pemain sudah selesai bermain game dan ingin keluar, pemain dapat memilih opsi untuk mengganti settings yang diinginkan. Credits bisa diakses dengan menyelesaikan gameplay atau dengan memilih opsi credits pada main menu. In-app Purchase dapat diakses dengan pemain memilih opsi pada proses ads, maupun pada main menu sebelum dimulainya gameplay. Exit game menjadi opsi terakhir yang tersedia dan memperbolehkan user untuk keluar dari game tersebut.
Flow dari main menu akan berjalan sesuai dengan bagaimana pemain berinteraksi dengan aplikasi.
Gambar 3.2 Flowchart gameplay
Pada gambar 3.2 adalah gambar dari proses flowchart gameplay yang
21 digunakan pada game Diversity. Proses dimulai dengan player memilih start game ataupun load game yang disediakan pada menu utama, dimana setelah memilih opsi tersebut pemain akan diperiksa status pembelian game sebelum masuk kedalam gameplay. Setelah proses pemeriksaan selesai, pemain akan langsung dimasukan kedalam scene gameplay. Gameplay akan memiliki sidebar berupa menu yang memperbolehkan pemain untuk save game, load game, settings, dan exit game.
Selama gameplay berjalan user dapat melakukan proses save game atau menyimpan progres dengan memilih antara save atau quick save, yang memiliki fitur serupa. Bilamana pemain tidak sengaja masuk kedalam proses start game tanpa melakukan proses load, pemain dapat memilih opsi untuk load game yang dapat menempatkan pemain dalam checkpoint yang sesuai. Dalam sidemenu tersebut pemain dapat melakukan perubahan settings sesuai keinginan, layaknya pemain berada pada menu utama sebelum masuk dalam proses gameplay. Setelah settings, load, dan save pemain dapat memilih exit game untuk keluar menuju menu utama.
22 Gambar 3.3 Flowchart Settings
Pada gambar 3.3 adalah gambar proses penggantian settings yang digunakan pada game Diversity. Proses dimulai apabila user memilih untuk mengganti settings yang dapat memberikan faktor kenyamanan selama proses bermain. SFX dan musik dapat dikeraskan maupun dikecilkan bergantung terhadap preferensi pemain tersebut, setelah diatur bilamana pemain keluar settings akan disimpan.
23 Gambar 3.4 Flowchart Gameplay dengan Implementasi In-App purchase
Pada gambar 3.4 merupakan gambar flowchart proses berjalan sistem In- App purchase dan ads, dimana story akan berjalan secara terus menerus sampai selesai atau dikeluarkan oleh pemain. Ads akan muncul selama pemain tidak memiliki status purchase atau tidak ingin melakukan pembelian game, dan kemunculan ads akan dilakukan secara berkala. In-App purchase akan muncul bersama pop-up ads, dimana In-App purchase akan menawarkan untuk membeli fitur yang dapat menghilangkan pop-up ads.
24
3.3.4 Use Case Diagram
Gambar 3.5 Use Case Diagram Diversity
Pada gambar 3.5 merupakan use case diagram Diversity, dimana memiliki 6 function yang dapat dipilih oleh user dan memiliki fungsi masing-masing.
Gameplay merupakan opsi dasar dimana pemain dapat memainkan game Diversity
25 dengan mekanisme-mekanisme yang sudah diimplementasi, dan tambahan cerita yang menarik. In-App Purchase merupakan opsi singkat dimana pemain dapat melakukan pembelian fitur untuk menghilangkan ads dalam game. Menu merupakan scene dimana pemain akan ditempatkan jika baru masuk applikasi ataupun keluar dari scene gameplay, selain itu pemain dapat mengakses beberapa fitur melalui menu. Save and load merupakan fitur yang dapat digunakan oleh pemain untuk menyimpan progres dan melanjutkan progres, tanpa harus memulai dari cerita dari awal setiap masuk dalam gameplay. Setting merupakan fitur dimana pemain dapat merubah pengaturan bermain Diversity sesuai keinginan dan kenyamanan pemain. Credits merupakan fitur dimana pemain dapat melihat semua nama yang berkontribusi dalam perancangan game Diversity.
3.3.5 Mockup dan Prototype
Berikut merupakan progres hasil dari rancang bangun dan implementasi, seperti beberapa mockup awal yang digunakan oleh Totally Bizarre.
26 Gambar 3.6 Konsep Pre-Pivoting Main menu
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.7 Konsep Pre-Pivoting Settings (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
27 Gambar 3.8 Konsep Pre-Pivoting Gameplay (1)
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.9 Konsep Pre-Pivoting Gameplay (2) (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
28 Gambar 3.10 Konsep Pre-Pivoting Gameplay (3)
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.11 UI Pre-Pivoting
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
29 Gambar 3.12 Character Design Pre-Pivoting
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Setelah melakukan proses Pre-pivoting dan perombakan mekanisme dalam game Diversity, dibuatnya sebuah update mockup yang baru atau dinamakan version 2. Berikut merupakan beberapa mockup yang diciptakan.
30 Gambar 3.13 Post-Pivoting Splash Screen
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.14 Post Pivoting Main menu (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
31 Gambar 3.15 Post-Pivoting Settings
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.16 Post-Pivoting Side menu and Gameplay (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
32 Gambar 3.17 Post Pivoting Choices
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.18 Post-Pivoting Load UI (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
33 Gambar 3.19 Post-Pivoting Character lineup
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.20 Prototyping Simple Ads and Service (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
34
3.3.6 Hasil Implementation Program
Berikut merupakan hasil dari implementasi game Diversity dan integrasi Google service yang telah dibuat dengan menggunakan game engine Unity, dimulai dari basis main menu hingga Load game.
Gambar 3. 21 Splash Screen
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada gambar 3.21 adalah tampilan splash screen sebelum player masuk kedalam main menu. Pada bagian scene ini pemain hanya bisa memencet tombol mulai untuk masuk kedalam main menu.
35 Gambar 3.22 Splash Screen with Google Notification
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada gambar 3.22 adalah tampilan splash screen dengan notifikasi Google play service. Notifikasi tersebut menandakan bahwa play service telah berjalan pada background, dan siap digunakan untuk menjalankan segala service Google, yang akan dipakai pada game Diversity.
Gambar 3.23 Main Menu
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
36 Pada gambar 3.23 merupakan gambar tampilan main menu yang dapat diakses oleh pemain setelah melewati splash screen. Seperti yang dijelaskan pada gambar 3.1, main menu terdiri dari beberapa opsi atau pilihan yang dapat dipilih oleh pemain dan setiap pilihan memberikan aksi atau feedback lain. Permainan baru merupakan pilihan yang akan langsung mengarahkan pemain kepada gameplay scene, dengan progres baru atau new. Lanjutkan pemainan merupakan opsi yang akan mengarahkan player pada tampilan load dimana player akan memilih checkpoint story yang diinginkan. Settings adalah opsi yang akan mengarahkan pemain menuju tampilan settings. Opsi credits akan mengarahkan pemain menuju tampilan credits dan opsi keluar game akan mengeluarkan pemain dari game.
Gambar 3.24 Load Game dan Save Game (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
37 Gambar 3.25 Contoh data yang sudah di save
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada gambar 3.25 merupakan contoh menu load yang memiliki data atau checkpoint. Data atau checkpoint ini dapat digunakan untuk melanjutkan progres pemain dalam gameplay dari saat pemain terakhir menyimpan data. Fitur load ini tidak dapat digunakan apabila pemain tidak memiliki simpanan progres yang dihasilkan oleh fitur simpan atau save.
Gambar 3.26 Tampilan Settings
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
38 Pada gambar 3.26 merupakan tampilan pengaturan atau settings yang digunakan untuk melakukan perubahan terhadap volume SFX dan musik. Fitur yang disediakan untuk pemain adalah slider yang dapat digeser ke kanan untuk memperbesar suara, dan ke kiri untuk mengecilkan suara.
Gambar 3.27 Credits
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada gambar 3.27 merupakan tampilan yang diberikan kepada user bilamana memilih opsi credit. Credit memberikan tampilan dengan nama-nama yang telah berkontribusi untuk membangun game Diversity.
39 Gambar 3.28 Contoh Gameplay dengan Revamp UI
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Gambar 3.29 Contoh Gameplay dengan Revamp UI (2) (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
40 Gambar 3. 30 Contoh Gameplay dengan Revamp UI (3)
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada gambar 3.28, 3.29, 3.30 adalah contoh proses gameplay dengan UI yang telah di update oleh seluruh tim divisi game untuk menyeseuaikan dengan update pivoting yang telah dilakukan pada week 1 proses kerja magang.
Gambar 3.31 Sidebar yang diimplementasikan pada gameplay (Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
41 Pada gambar 3.31 merupakan gambar implementasi sidebar yang digunakan untuk mengakses beberapa pilihan yang sama, maupun yang berbeda dari main menu. Fitur yang di highlight adalah simpan, memuat, simpan cepat, dan memuat cepat. Simpan dan memuat merupakan fitur yang sama dengan yang berada pada main menu, sedangkan simpan cepat merupakan proses penyimpanan data yang bersifat instant dan mudah tertindih oleh data lain. Proses penyimpanan cepat tidak akan tampil pada halaman memuat, namun hanya dapat diakses dengan fitur memuat cepat yang akan memuat langsung dari saat dimana pemain melakukan simpan cepat.
Gambar 3.32 Pop-Up and IAP
(Sumber: Dokumentasi Internal Totally Bizarre)
Pada Gambar 3.32 merupakan tampilan pop-up yang memblokir pemain dalam melanjutkan permainan, dan untuk menghilangkannya adalah dengan cara menonton ads atau melakukan In-App Purchase untuk menghilangkan ads.
42 Fitur ini muncul secara random tanpa adanya peringatan, namun diberikan interval yang lumayan Panjang agar memanusiakan kemunculan Pop-up ini dalam experience pemain.
3.4 Kendala yang ditemukan
Selama proses rancang bangun dan implementasi Google pada visual novel Diversity dengan menggunakan game engine Unity, telah ditemukan beberapa hambatan yang menghambat proses perancangan game. Secara umum kendala dan hambatan yang ditemukan adalah sebagai berikut:
a) Pivoting yang dilakukan secara mendadak.
b) Interkoneksi Google yang membutuhkan manual configuration, karena automatic configuration harus menunggu verifikasi pihak google selama 6 minggu.
c) Debugging yang harus dilakukan dengan build and run pada handphone maupun emulator, karena proses debugging berupa save maupun Google harus dijalankan pada platform yang sesuai.
d) Self-learning yang memperlambat proses pengerjaan dan produksi, tanpa adanya mentor khusus yang membimbing dalam bidang tersebut.
e) Access save file data yang berbeda antar desktop version dan mobile Android.
f) Beberapa hasil build APK yang tidak sesuai dengan editor view pada Unity.
Hal ini merupakan beberapa dari kekurangan Unity dalam melakukan Game designing.
g) Kekurangan anggota dalam Divisi kreatif untuk menghasilkan konten dan assets yang orisinil, atau sesuai dengan brand Totally Bizarre.
43
3.5 Solusi atas Kendala yang Ditemukan
Beberapa hambatan yang ditemukan, merupakan hambatan yang bersifat general, dan dapat menemukan solusi tepat dengan cukup cepat. Salah satunya mencoba untuk menghindari pivoting yang dapat mengganggu progress game, dan menfinalisasi suatu produk dengan benar. Self-learning dapat dijadikan pengalaman untuk pengembangan game selanjutnya, dan membuat perancangan menjadi lebih cepat.
Segala kendala yang berbentuk teknis yang meliputi, build Unity, Access save file, integrasi Google dan debugging, perlu dilakukan pencobaan dan penelitian lebih lanjut. Dengan penelitian tersebut dapat digunakan menjadi fondasi dalam pembangunan game berikutnya, memotong waktu yang diperlukan dari perancangan sebelumnya.
Untuk kekurangan tenaga kerja yang dapat berkontribusi dalam pengembangan game berikutnya dapat diselesaikan dengan penjadwalan yang lebih matang. Dengan penjadwalan yang matang proses outsource maupun hiring tidak akan mengganggu flow perancangan game tersebut, dan memberikan keluasan untuk bekerja yang lebih nyaman.