• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METEDOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

METEDOLOGI PENELITIAN

1.1 Kerangka Pemikiran dan Fokus kajian serta lokasi penelitian

Kepuasan pelanggan saat ini menjadi hal yang paling utama yang perlu menjadi prioritas perusahaan, begitu pula dengan perusahaan manufaktur seperti PLN PUSHARLIS , sehingga perusahaan memutuskan untuk membentuk divisi supply chain management yang secara tidak langsung akan berperan penting untuk mengatasi hal tersebut untuk memastikan perusahaan berproduksi lebih efektif dan efisisen serta mampu memenuhi pesanan pelanggan dengan tepat waktu, tepat jumlah dan kualitas yang memuaskan sehingga diperlukan pula suatu bentuk pengukuran kinerja untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan pada supply chain management .

Penelitian ini berfokus pada pengukuran kinerja supply chain management metode SCOR 12.0. Penelitian ini dilakukan di PLN PUSHARLIS yang terletak di daerah Kebon Waru, Bandung. PLN PUSHARLIS merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi dan jasa maintenance mesin dan atau alat-alat pembangkit yang memiliki beberapa supplier dalam memenuhi kebutuhan material yang dibutuhan. Pada penelitian ini berfokus pada core bisnis perusahaan

dibidang produksi bukan pada maintenance.

(2)

1.2 Flowchart Penelitian

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

(3)

Berdasarkan flowchart diatas dapat difahami bahwa, langkah pertama yang dilakukan pada penelitian ini adalah menetukan topik penelitian atau permasalahan yang akan diselesaikan diperusahaan dengan cara observasi dilapangan atau wawancara dengan manajer atau staff di perusahaan. Kemudian langkah kedua adalah menentukan rumusan masalah serta tujuan dari penelitian agar mendapatkan manfaat yang dinginkan. Selanjutnya menentukan metode yang akan digunakan yang sesusai untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan, dalam penentuan metode dilakukan dengan membaca studi litelatur yang berkaitan dengan penelitian. Setelah metode telah ditentukan selanjutnya akan dilakukan pengumpulan data yang dibutuhkan pada penelitian ini, mulai dari data primer maupun data sekunder. Setelah semua data terkumpul selanjutnya dilakukan pengolahan data, pengolahan data dilakukan dengan menghitung metrik untuk mendapatkan hasil penilaian kinerja perusahaan.

Selanjutnya akan dilakukan benchmarking antara hasil perhitungan metrik dengan target yang telah ditentukan perusahaan. Setelah itu hasil pengolahan data dilakukan analisa untuk menentukan divisi yang harus melakukan perbaikan kinerja pada perusahaan, kemudia langkah terakhir pada penelitian ini ialah memberi kesimpulan dan rekomendasi atau saran bagi perusahaan.

1.3 Identifikasi Masalah

Pada tahap identifikasi masalah dilakukan dengan mengamati kinerja supply chain pada perusahaan dan koordinasi dengan dengan pihak perusahaan sehingga diperoleh latar belakang terjadinya permasalahan yang akan diselesaikan.

Penelitian dilakukan di PLN PUSHARLIS yang terletak di Kota bandung, Jawa Barat yang dilakukan pada tanggal 22 Septemeber 2019 – 30 Desember 2019.

(4)

1.4 Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Padatahap ini permasalahan yang ada pada perusahaan akan dirumuskan dan ditentukan tujuannya dengan mempertimbangkan kajian induktif atau penelitian terdahulu dan kajian deduktif atau studi litelatur tentang supply chain management dan pengukuran kinerja baik dari jurnal, buku-buku ataupun situs web yang jelas.

1.5 Penentuan Metode

Dalam menentukan metode yang digunakan pada penelitian ini dilihat dari beberapa metode yang ada dan serupa yaitu metode Good Corporate Governance, Balanced Scorecard, Sink and Tuttle, Integrated Performance Measurement Analysis, Malcom Baldrige, SMART dan SCOR Model kemudian dibandingkan dan ditentukan metode yang sesuai dengan permasalahan perusahaan sehingga metode yang terpilih ialah SCOR Model karena dirasa paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

1.6 Pengumpulan Data

Terdapat dua jenis pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ialah dengan pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Data primer adalah merupakan data yang diperoleh secara langsung dengan observasi atau pengamatan dan wawancara langsung diperusahaan. Metode observasi merupakan metode yang dilakukan langsung di PLN PUSHARLIS, yaitu dengan melakukan pencatatan yang diperlukan untuk memenuhi data yang dibutuhkan pada penelitian ini.

Metode wawancara juga dilakukan pada penelitian yaitu dengan bertanya kepada responden dalam hal ini manajer Supply Chain Management , Bagian Manajemen Organisasi dan beberapa staf bagian produksi dan Workshop . Dalam wawancara tersebut digunakan untuk memenuhi data seputar sejarah, visi-misi dan harapan atau tujuan perusahaan kedepan.

(5)

Data penelitian berupa data sekunder diperoleh dari studi pustaka, internet, jurnal, buku atau e-book serta dokumen-dokumen pendukung lain yang menunjang tujuan dari penelitian ini. Data yang diperlukan meliputi:

1) Data gambaran umum perusahaan seperti sejarah dan perkembangan perusahaan sampai saat ini, struktur organisasi serta bidang usaha yang merupakan data sekunder dari dokumen-dokumen perusahaan.

2) Data tentang struktur rantai pasokan perusahaan yang berupa data sekunder maupun data primer yang diperoleh dari dokumen- dokumen perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok dan secara langsung melalui wawancara dengan pihak perusahaan serta survey ke lapangan.

3) Data yang diperlukan untuk menganalisis kinerja Supply Chain Management perusahaan adalah data produk termasuk data permintaan dan pemenuhan barang, data pengeluaran dan pemasukan perusahaan, data pemasok/prinsipal perusahaan dan data hasil survey SCOR dari SCC dan/ APICS.

1.7 Pengolahan Data

Penelitian ini menggunakan model SCOR karena dinilai dapat mengidentifikasi proses rantai pasokan untuk mendukung pemenuhan pesanan pelanggan. Banyak metrik disediakan oleh SCOR, namun tidak semua digunakan pada penelitian ini karena menyesuaikan dengan data yang ada diperusahaan serta tujuan perusahaan kedepan.

1.7.1 Perancangan sistem pengukuran kinerja perusahaan

Dalam merancang sistem pengukuran kinerja perusahaan dilakukan dengan mengklasifikasikan proses supply chain yang terjadi di perusahaan kemudian disesuaikan dengan proses yang telah ada pada SCOR 12.0 yaitu sources, plan, make, deliver return and enable. Hasil dari pengklasifikasian tersebut ialah hierarki perancangan pengukuran kinerja supply chain management PLN PUSHARLIS Bandung.

(6)

1.7.2 Pemetaan atau menentukan indikator kinerja

Pada pedoman SCOR versi 12.0 yang telah dikeluaran oleh APICS telah disediakan indikator-indikator kinerja yang akan digunakan dalam melakukan pengukuran kinerja perusahaan, sehingga dalam menentukan indikator kinerja yang akan digunakan pada penelitian ini peneliti dan pihak perusahaan menganalisa faktor-faktor yang berpegaruh terhadap penentuan indikator yang akan digunakan pada penelitian ini yang tentunya disesuaikan dengan data yang ada di perusahaan dan kondisi perusahaan.

Faktor – faktor indikator kinerja supply chain pada perusahaan ialah yang berkaitan dengan informasi mengenai pasokan bahan baku yang dipesan oleh perusahaan dimulai dari mengidentifikasi supplier baik bahan baku maupun bahan pendukung, kemudian pengolahan bahan baku hingga menjadi sebuah produk berkaitan dengan atau tidaknya vendor yang bekerjasam sebagai produsen pada proses produksi dan distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen berkaitan dengan saluran distribusi yang dilakukan bagian gudang kepada konsumen. Setelah melakukan pemetaan selanjutnya dapat ditentukan metrik indikator kinerja supply chain management di PLN PUSHARLIS Bandung.

1.7.3 Mengukur penilaian performasi supply chain management

Dalam SCOR terdapat lima atribut kinerja yang diukur, Namun pada penelitian ini hanya ada tiga metrik yang akan dilakukan pengukuran, yaitu supply chain reliability, supply chain responsiveness dan supply chain agility. Adapun parameter dari atribut tersebut yang digunakan sebagai metrik kinerja dimuat pada tabel dibawah ini :

(7)

Tabel 3.1 Atribut dan Metric SCOR Performance

atribut

Level 1 Metrik

Calculation

Reliability Perfect Order Fulfillment (%)

𝑂𝑟𝑑𝑒𝑟 𝐷𝑒𝑙𝑖𝑣𝑒𝑟𝑦 𝑖𝑛 𝑓𝑢𝑙𝑙 (%)

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑛𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑜𝑟𝑑𝑒𝑟 𝑥 100%

Responsivenes s

Order Fulfillment Cycle Time (Hari)

Source cycle time (hari) + Make cycle time (Hari) + Deliver cycle time (hari)

Agility • Upside Supply Chain Adaptabil ity

• Downsid e Supply Chain Adaptabil ity

• Upside Source Adaptability

+ Upside Make

Adaptability + Upside Deliver Adaptability

• Downside Source

Adaptability + Downside Make Adaptability + Downside Deliver Adaptability

Metrik level 1 dari perhitungan tingkat lebih rendah yang merupakan metrik level strategik dan indikator kinerja (KPI) yang berkaitan dengan SCOR Level 1 proses ( Plan, source make, Deliver, Return dan Enable). Metrik level Perhitungan tingkat yang lebih rendah (metrik level 2) umumnya berkaitan dengan proses dan metrik level 3 umumnya mengkaji lebih dalam diperusahaan berkaitan dengan make-to-order, make-to-stock dan enginer-to-order. Namun sebelum menghitung metrik perlu

(8)

dirumuskan atau ditentukan terlebih dahulu indikator yang akan digunakan

1.8 Bechmarking

Setelah menghitung kinerja masing-masing atribut, selanjutnya dilakukan Benchmarking. proses Benchmarking dilakukan dengan membandingkan target yang telah ditentukan oleh perusahaan dan dilakukan gap analisis dengan hasil perhitungan metrik SCOR yang telah dilakukan agar perusahaan mengetahui jarak kinerja aktual dengan kinerja yang diharapkan oleh perusahaan. Dari data tersebut, selanjutnya diperoleh tersebut akan menghasilkan sebuah evaluasi kinerja dari supply chain management perusahaan untuk selanjutnya dapat disimpulkan untuk menentukan rekomendasi terbaik untuk perbaikan perusahaan.

1.9 Analisa Hasil

Setelah diperoleh hasil benchmarking antara target perusahaan dengan hasil perhitungan metrik maka selanjutnya diselaraskan dengan masing-masing tugas dari divisi yang ada di perusahaan dan diberi usulan perbaikan untuk divisi yang yang tugas pokok dan fungsinya berkaitan dengan nilai metrik SCOR yang masih rendah.

1.10 Kesimpulan dan Rekomendasi

Kegiatan terakhir yang dilakukan pada penelitian ini adalah membuat kesimpulan hasil yang telah dicapai dalam penelitian serta memberikan saran atau rekomendasi yang tepat untuk kemudian bisa menjadikan perusahaan lebih baik kedepan.

Referensi

Dokumen terkait

Pada langkah ini dilakukan penentuan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan yang berhubungan dengan tata letak penempatan material di gudang penyimpanan

Pengujian Impact dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik komposit berdasarkan ASTM D265, ukuran spesimen seperti pada gambar 3.9 diatas. Adapun langkah-langkah pengujian

Langkah pertama yang dilakukan untuk pengujian adalah menghidupkan mesin, diamkan beberapa saat agar putaran mesin dalam keadaan stasioner kemudian dilakukan

Analisis data penelitian bersifat berkelanjutan dan dikembangkan sepanjang program. Analisis data dilaksanakan mulai penetapan masalah, pengumpulan data dan setelah

Pada penelitian selanjutnya, dilakukan langkah-langkah berikut: (1) Mengembangkan rancangan perkuliahan berdasarkan hasil yang diperoleh pada langkah-langkah sebelumnya

1) Wisatawan mengetahui tentang Pulau Bawean hanya melalui informasi dari teman atau saudara (mouth to mouth). 2) Media promosi yang diandalkan saat ini hanyalah

Keuntungan menggunakan CFA adalah model dibentuk terlebih dahulu, jumlah variabel laten ditentukan oleh peneliti, pengaruh suatu variabel laten

28 3.3 Langkah-Langkah Penelusuran Literatur 3.3.1 Menentukan Topik Topik yang digunakan dalam penelitian dengan studi literature review ini adalah tentang Pemenuhan Kecukupan