• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. Gambaran Umum Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III. Gambaran Umum Perusahaan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Gambaran Umum Perusahaan

3 . 1 . RIWAYAT SINGKAT BADAN USAHA.

PT. INTAFIN adalah badan usaha PMA (Penanaman Modal Asing) yang bergerak dalam industri sepatu olah raga dan komponennya (Rubber sole). PT. INTAFIN ini didirikan pada bulan Januari 1991, atas kerja sama dari YING TAI ENTERPRISE CO.LTD yang berada di 58, Lane 799, Sanfeng Rd., Fenguan City, Taichung Country, Taiwan, Republic Of China dengan Bapak SATRIA SUGIONO SALIM, sebagai pemilik PT. INTAFIN di Waru Si- doarjo dengan proporsi saham 50% - 50%.

PT. INTAFIN telah mempunyai surat ijin pendirian, yang disahkan oleh Notaris SOETJIPTO S.H dengan persetujuan Presiden No. 63 / I / PMA / 1991 dengan No. Proyek : 3241 / 3242 - 05 - 3360. Dan mulai beroperasi pada tanggal 21 Januari 1991.

Produk yang dihasilkan adalah sepatu olah raga. Daerah pemasaran sepatu tersebut adalah di dalam negeri dan di luar negeri (Jerman, Belanda, Vietnam, Taiwan),

(2)

42

Susunan kepemimpinan pada PT. INTAF1N terbagi menjadi Dewan Komisaris dan Direksi. Pada Dewan Komisaris terdiri dari 2 Warga Negara Asing dan 40 Warga Negara Indonesia, sedangkan pada Dewan Direksi terdiri dari 2 Warga Negara Asing dan 1 Warga Negara Indonesia. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh PT. INTAFIN adalah sebesar 525 orang, di mana SO orang di antaranya adalah tenaga kerja pria.

3.2. LOKASI BADAN USAHA

Lokasi PT. INTAFIN berada di jalan TS di Sidoarjo. Pemilihan lokasi ini cukup strategis bagi perusahaan tersebut untuk melakukan operasinya dengan berbagai pertimbangan sebagai berikut:

1. Kebutuhan Bahan Baku

Kebutuhan perusahaan akan bahan baku, sebagian diperoleh dari Surabaya dan sebagian lagi masih harus diimpor dari Taiwan, dengan komposisi perbandingan sebesar 25 % lokal - 75 % impor.

2. Kebutuhan Tenaga kerja

Dalam melaksanakan aktivitas produksinya perusahaan banyak menyerap tenaga kerja, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari masyarakat sekitar lokasi pabrik. Daerah Sidoarjo dan sekitarnya merupakan daerah perindustrian, di mana ongkos tenaga kerja di sana terkenal cukup murah.

(3)

3. Masalah Transportasi

Dalam hal transportasi, perusahaan juga tidak mempunyai banyak hambatan karena lokasi perusahaan terletak di sisi jalan yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh mobil maupun truk.

4. Fasilitas lain.

Fasilitas fasilitas penunjang lainnya pun telah tersedia seperti kebutuhan akan sumber energi dan penerangan dari PLN, serta sarana komunikasi berupa telepon, faximile untuk memperlancar jalannya usaha.

5. Peluang ekspansi

Apabila perusahaan ingin memperluas lagi areanya, kesempatan untuk melakukan masih terbuka karena wilayah tersebut merupakan daerah industri. Jadi penentuan lokasi di sini merupakan hal yang sangat pen ting bagi kelangsungan hidup badan usaha karena lokasi yang tepat akan memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

3.3. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi yang telah disusun, harus mampu membantu perusahaan dalam mencapai sasaran jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam Pendelegasian wewenang, PT. INTAFIN menerapkan sentralisasi dalam setiap pengambilan keputusan yang dipimpin oleh seorang Drektur dan Wakil Direktur.

(4)

44

Gambar 3 . 1 : Bagan Organisasi PT. INTAFIN

Direktur

I Wakil Direktur I

Manager Keuangan

Manager Femasoran

Manager Produksi

Manager Pembelian

Manager Personalia

Kabag Tekhnik

Kabag Produksi

Kabag Gudang

Wakabag KoU

T

Wakabag Flong

Wakabag Jahit

Wakabag Serabutan

Wakabag Perakitan

Wakabag Packing

I Pekerja I Pekerja I | P e k e r j a | I Pekerj Pekerja I I Pekerja | Pekerja |

Sumber: Intern Perusahaan

Tugas dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut:

1. Direktur

• Memimpin perusahaan dan sekaligus bertindak sebagai pemilik perusahaan.

• Menentukan kebijaksanaan perusahaan baik secara intern maupun ekstern.

• Menetapkan rencana kerja perusahaan.

• Mengawasi jalannya perusahaan dan sebagai koordinator seluruh kegiatan perusahaan.

(5)

2. Wakil Direktur

• Membantu di dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan perusahaan, khususnya bidang intern.

• Menjalankan tugas rutin apabila direktur sedang tidak ada di tempat.

• Mengendalikan pelaksanaan kebijakan perusahaan.

3. Manajer Keuangan

• Mengatur dan rnengawasi keuangan perusahaan.

• Bertanggungjawab atas penerimaan dan pembayaran yang terjadi.

• Membantu direktur dalam menyelesaikan masalah keuangan perusahaan.

4. Manajer Pemasaran

• Mengadakan pengamatan terhadap situasi pasar

• Merencanakan dan mengatur strategi pemasaran.

• Mengadakan hubungan dengan pembeh.

• Memasarkan hasil produksi.

• Mengusahakan kelancaran pengiriman barang.

5. Manajer Pembelian

• Mengidentifikasi kebutuhan setiap sub bagian produksi.

• Menjamin pengadaan bahan baku agar perusahaan dapat berproduksi secara terus-menerus.

• Mengadakan pemeriksaan dan pengaturan penempatan bahan baku dalam gudang.

(6)

46

6. Manajer Produksi

• Mengatur jadwal produksi untuk memenuhi pesanan.

• Membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan pelaksanaan jadwal produksi.

• Bertanggungjawab atas tersedianya pesanan pada waktu yang ditentukan.

• Menerima laporan dari bawahan yang berhubungan dengan kelancaran jadwal produksi.

7. Manajer Personalia

• Bertanggungjawab pada direktur atau wakil direktur.

• Bertugas dalam mengurus segala sesuatu yang menyangkut kepegawaian, yaitu:

- Menerima tenaga kerja sesuai syarat yang ditentukan.

- Melaksanakan administrasi gaji dan jaminan sosial karyawan.

• Mengadakan training untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

8. Kepala Bagian Produksi

• Bertanggung jawab kepada manajer produksi.

• Menjaga kontinuitas produksi agar selesai tepat waktu.

• Mengkoordinir seluruh kegiatan produksi agar dapat mencapai target produksi yang ditetapkan.

• Mengadakan pengawasan terhadap barang yang diproduksi.

(7)

9. Kepala Bagian Teknik

• Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan mesin atau peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

• Mengatur rencana kerja dan menentukan waktu pemeliharaan, pemeriksaan, dan perbaikan mesin-mesin.

10. Kepala Bagian Gudang

• Bertanggung jawab atas segala urusan gudang bahan baku, gudang hasil produksi.

• Mengadakari pemeriksaan dan pengaturan tempat dalam gudang.

11. WakabagRoll

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.

• Menentukan campuran bahan kimia dan zat pewama dalam pengolahan bahan baku karet.

• Memeriksa lembaran-lembaran karet yang dihasilkan.

12. WakabagPlong

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.

• Mengawasi bahan baku yang diplong sesuai pola.

13. Wakabagjahit

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.

• Melakukan pemeriksaan terhadap 'CUP' sepatu yang dijahit dan dipasang 'mata ayam'.

14. Wakabag Serabutan

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.

(8)

4&

• Melakukan pemeriksaan terhadap insole dan texon yang dilekatkan pada alas sepatu.

15. Wakabag Perakitan

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Froduksi.

• Melakukan pemeriksaan terhadap proses produksi yang dilakukan pada ban berjalan.

• Memeriksa hasil sepatu yang telah melewati tahap mesin oven.

16. Wakabag Pengepakan

• Bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.

• Melakukan inspeksi dan memasang tali sepatu pada 'mata ayam'.

• Mencatat hasil produksi harian.

• Mencatat jumlah dan jenis serta penyebab cacat sepatu.

3.4. KARAKTERISTIK PRODUK DAN PROSES PRODUKSI

Sebuah sepatu olah raga secara garis besar terbuat dari bahan kain / kanvas, spon / eva dan dengan tambahan tah sepatu serta bahan alumunium untuk lubang tah sepatu. Proses pembuatan sepatu mulai dari bahan baku sampai menjadi sepatu jadi, sebagian dilakukan dengan cara manual dan sebagian dikeriakan dengan semi automatik (menggunakan mesin-mesin yang dikontrol oleh operator).

3.4.1. Komponen-komponcn pembentuk sepatu

Komponen-komponen yang digunakan daam proses pembuatan sepatu adalah sebagai berikut:

(9)

a) "Badan" Sepatu.

Bagian ini terbuat dari bahan kain/kanvas, yang berjumlah 2 buah, masing-masing untuk sepatu kiri dan kanan.

Badan sepatu ini merupakan hasil pengeplongan dari gulungan kanvas.

b) "Lidah" Sepatu.

Bagian "lidah" sepatu terbuat dari kain/kanvas berjumlah 2 buah, seperti juga badan sepatu, "lidah" sepatu juga merupakan hasil pengeplongan dari gulungan kanvas.

c) Letter U.

Terbuat dari kain/kanvas dan untuk sepasang sepatu dibutuhkan 4 letter U.

d) "Tempongan" Dalam dan Luar.

Untuk sepasang sepatu dibutuhkan dua buah "tempongan"

dalam dan dua buah "tempongan" luar, "tempongan" ini juga terbuat dari kain/kanvas.

e) Bisban "Badan", Bisban "Lidah", dan Bisban "Tempongan".

Ketiga bisban ini terbuat dari kain/kanvas dan merupakan pelapis tepi dari badan, "lidah", dan "tempongan".

t) Tali Sepatu.

Tali sepatu dapat berwarna putih atau tergantung pada waraa sepatu yang dibuat.

(10)

g) "Mata Ayam"

Diperlukan 20 "mata ayam" untuk sepasang sepatu.

Masing-masing sepatu mempunyai 2 baris "mata ayam" dan tiap baris terdapat 5 "mata ayam".

h) Benang.

Benang digunakan untuk menjahit bagian-bagian yang terbuat dari kain.

i) Bordir

Bordir adalah bentuk hiasan atau merk untuk menghiasi sepatu.

j) Kepala.

Kepala terbuat dari karet yang berfungsi untuk menutup ujung sepatu, sepasang sepatu memerlukan sepasang kepala.

k) Foxing.

Foxing adalah lapisan karet yang berfungsi menutup sekeliling sepatu.

1) Outsole.

Outsole adalah sol sepatu bagian luar, terbuat dari karet.

m) Label Insole.

Label insole adalah label merk yang ditempel pada insole, n) Label Tekstil.

Label tekstil adalah potongan kain yang berisi keterangan bahan, labrikasi, yang ditempel di balik "lidah".

50

(11)

Bahan baku

Departemen Roll

Bahan baku

karet diroll

ahanbaku spon / eva

Bahan baku H kain/kanvas

tj lembaran karet

Departemen Pengeplongan dip long

4 texon i outsole

Departemen Khusus: Departemen Ferakitan

->j kepala sepatu

dilem & diberi label insole &

size insole

rtplong TTTTTT

diplong Departemen Peniahitan b^idan sepatu

bjisbanlidah

1

• CUP

t bjisban tempongan

dipasang mata ayam distaples pada lis besi diberi tiner

t| dilem & dilekatkan pada alas bersama dengan outsole

Sepatu

dioven selama 1 jam

dipasang tali & dibung kus dalam dos Departemen Pengepakan

Sumber: Intern. Pwusahaan

(12)

51

o) Label size.

Label size merupakan petunjuk ukuran dari sepatu.

p) Insole

Insole adalah bagian alas sebelah dalam dari sepatu, yang terbuat dari spon eva.

q) Texon

Texon adalah lapisan karton yang dibentuk sama dengan insole,

r) Box

Sebagai tempat penyimpanan sepatu yang sudah jadi maka dipakai box yang terbuat dari karton.

3.4.2. Proses Produksi

Proses pembuatan / produksi ini melibatkan 6 departemen, yaitu : Departemen Roll, Departemen Pengeplongan, Departemen Penjahitan dan Pembuatan "mata ayam", Departemen Khusus / Serabutan, Departemen Assembling.

Jalannya proses produksi dapat dilihat pada gambar berikut ini.

(13)

Proses dari masing masing departemen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Departemen Roll

Bahan baku karet mula mula diolah dan diberi bahan kimia serta pewama lalu dipanaskan, kemudian diroll untuk menghasilkan lembaran lembaran karet.

2. Departemen Pengeplongan

Bahan bahan dari departemen roll yang berupa lembaran lembaran karet mulai diplong sesuai dengan pola pola yang sudah ada. Dari lembaran karet ini dihasilkan outsole, texon, kepala. Bahan baku kain / kanvas juga diplong di sini dan akan menghasilkan badan, bisban "lidah" dan bisban

"tempongan". Sedangkan bahan baku spon / eva diplong untuk menghasilkan insole.

3. Departemen Penjahitan dan Pembuatan "Mata ayam"

Mula mula badan, "lidah", dan "tempongan" diberi bisban lalu dijahit, khusus pada "lidah" dijahit label tekstil. Sesudah itu badan, "lidah", dan "tempongan" dijahit menjadi satu.

Bagian yang sudah disatukan ini dinamakan CUP. Cup dibawa ke mesin untuk dilubangi dan dipasang "mata ayam".

4. Departemen Khusus / Serabutan

Insole dan texon dilekatkan dengan lem khusus kemudian diberi label insole dan label size.

(14)

5-1

5. Departemen Assembling / perakitan

Proses pada departemen ini dilakukan pada ban berialan.

• Insole dan texon yang sudah dilekatkan distaples pada lis besi (cetakan dari sepatu besi)

• CUP diberi lem dan dipasangkan pada lis

• Lis dijalankan pada mesin pemanas, agar lem cepat kering.

• Proses tarik depan dilakukan oleh operator dengan dibantu oleh mesin penarik, bagian yang ditarik adalah CUP bagian ujung depan sepatu.

• Proses tarik samping untuk merapikan CUP bagian samping. Proses ini juga dibantu oleh mesin penarik.

• Proses tarik belakang untuk merapikan CLIP bagian belakang

• Staples yang melekat pada Us dicabut dan dibuang

• Bagian alas texon dan bagian samping CUP diberi lem

• Texon yang sudah diberi lem dilekatkan pada alas

• outsole diberi lem dan dilekatkan pada alas

• Sepatu dipres agar lem menempel lebih kuat

• Outsole yang melebihi batas dipotong

• Bagian samping dari sepatu diberi tiner

• Foxing dipasang pada bagian samping

• Press segitiga agar foxing lebih menempel

(15)

• Bagian tepi dari alas diberi tiner

• Blender manual agar tepi alas menjadi lebih kuat menempel

• Sepatu dislep untuk membersihkan sisa-sisa lem yang kelihatan

• Inspeksi atau pengecekan apakah lem sudah melekat dengan baik

• Sepatu dipasang pada kereta untuk dimasukkan ke dalam oven selama •$ satu jam

• Lis besi pada sepatu diambil

• Sepatu dipasang - pasangkan sesuai dengan nomer

• Pasangan - pasangan sepatu yang sudah dioven dipindahkan ke departemen pengepakan

6. Departemen Pengepakan

Tugas dari departemen ini adalah melakukan inspeksi, tah sepatu dipasang pada "mata ayam", dan pasangan sepatu yang sudah lengkap dibungkus dengan plastik dan akhirnya dimasukkan ke dalam dos yang terbuat dari karton tebal.

3.5. PERSONALIA

3.3.1. Jumlah Karyawan

Sampai saat ini jumlah karyawan yang ada dalam perusahaan sebanyak 525 orang, yang terdiri dari 80 tenaga

(16)

56

kerja pria dan 445 tenaga kerja wanita. Dari 80 tenaga kerja pria tersebut terdapat 2 orang asing yang berasal dari Taiwan.

3.5.2. Tinykat Kesejahteraan Karyawan

Untuk memotivasi karyawan agar memiliki loyalitas dan semangat kerja yang tinggi maka perusahaan perlu memperhatikan tingkat kesejahteraan karyawan, yaitu dengan cara memberikan tunjangan-tunjangan di luar gaji. Tunjangan yang diberikan oleh perusahaan meliputi tunjangan hari raya, tunjangan biaya pengobatan, pemberian cuti melahirkan bagi karyawati.

3.5.3. Sistem Penxgajian dan bonus

Sistem gaji yang berlaku didalam perusahaan adalah:

• Gaji bulanan

Gaji yang dibayarkan setiap tanggal 1 awal bulan.

• Fremi mingguan

Fremi yang dibayarkan kepada karyawan dan karyawati yang tidak pernah absen dalam seminggu.

• Fremi produksi

Fremi yang diberikan kepada karyawan dan karyawati yang dapat melebihi target produksi yang telah ditetapkan.

(17)

3.5.4. Jam Keria

Hari kerja perusahaan dalam seminggu adalah 6 hari mulai hari Senin sampai dengan Sabtu, dengan pembagian jam kerja sebagai berikut:

• Senin - Kamis : jam kerja mulai 07.00-16.00 dengan waktu istirahat mulai 12.00 - 13.00

• Hari Jum'at : jam kerja mulai 07.00 - 16.00 dengan waktu istirahat padajam 11.00-13.00.

• Hari Sabtu : jam kerja mulai 07.00-15.00 dengan waktu isti- rahat mulai 11.30- 12.00

PENGELOLAAN KAS PERUSAHAAN

Dalam menjaga kelangsungan hidupnya, FT. INTAFIN membu- tuhkan dana yang cukup besar. Sumber dana yang diperoleh perusahaan adalah :

=> hutang jangka pendek yang berupa hutang dagang.

=> hutang jangka panjang yang berupa kredit bank serta modal sendiri atau pemilik.

Sumber dana tersebut digunakan untuk:

x> membelanjai aktiva lancar antara lain yang berupa : kas dan bank, piutang dagang, persediaan bahan mentah dan barangjadi.

=> membelanjai aktiva tetap berupa : bangunan kantor, gedung, pabrik, mesin oven, mesin press, kendaraan.

(18)

58

Hal ini berarti ada arus dana masuk (sumber kas) dan ada arus dana keluar (pengeluaran kas). Aliran kas PT. INTAFIN ini terdiri dari ali- ran kas masuk dan aliran kas keluar. Aliran kas masuk berasal dari pener- imaan penjualan baik itu penjualan tunai maupun penjualan secara kredit (piutang dagang).

Sedangkan aliran kas keluar adalah untuk membeli bahan baku dan ba- han pembantu, juga untuk membiayai proses produksi dan operasi pe- rusahaan.

3 . 6 . 1 D a t a K e u a n y a n PT. INTAFIN

Berikut ini adalah data, keuangan yang penulis dapatkan dari PT. INTAFIN, yang kiranya dapat membantu dalam proses penyusunan anggaran kas.

1. Data Penerimaan

Berupa data penjualan sepatu olah raga di dalam negeri dan luar negeri PT. INTAFIN yang diperlukan dalam penyusunan estimasi penerimaan mulai triwulan I sampai triwulan IV tahun

1993 - 1995 dan triwulan I, II dan III tahun 199G Tabel 3-1

Data Penjualan Sepatu Olah Raga PT. INTAFIN

wulan I II III

rv

Penjualan Dalam Negeri 199S

941 337 939 378

1994 364 389 393 614

1993 392 394 399 641

1996 622 693 697

Penjualan Luar Negeri 1993

13239 147S1 13734 9031

1994 18223 17819 16393 10413

1993 24941 2 3 1 3 9 21817 13278

1996 30627 20261 19130

Sumber : Intern Perusahaan

(19)

2. Data Pengeluaran

Berupa semua data pengeluaran yang dipakai sebagai dasar dalam menyusun estimasi pengeluaran kas.

a. Pembelian Bahan baku dan bahan pembantu

Yang termasuk di dalam biaya bahan baku dan bahan pem- bantu ialah biaya pembelian dan biaya angkut barang.

Selama tahun 1996, dari data yang dimiliki perusahaan, biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku dan bahan pembantu per pasang sepatu adalah sebesar Rp. 8000,00. Tetapi untuk tahun 1997, berdasarkan dari pengalaman dan faktor lain seperti tingkat inflasi diperkirakan mengalami kenaikan menjadi Rp.

9000,00.

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Yang termasuk di dalam biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang langsung ikut serta dalam proses pro- duksi tersebut.

Biaya yang dikeluarkan oleh FT. INTAFIN per bulannya tahun 1996 untuk menggaji tenaga kerja bagian produksinya adalah sebesar Rp. 160.000,00 / orang.

Pada tahun 1997, pihak manajemen perusahaan menetapkan kenaikan gaji tenaga kerja menjadi Rp. 200.000,00 / bulan / orang.

(20)

60

c. Biaya FOH

Yang termasuk di dalam biaya overhead adalah gaji bagian gu- dang, listrik, telepon, air, pemeliharaan pabrik, dan pemeli- haraan mesin.

Biaya FOH yang dikeluarkan FT. INTAFIN pada tahun 1996 adalah sebagai berikut;

Triwulan I = Rp. 24.829.602,00 Triwulan II = Rp. 23.287.438,00 Triwulan III = Rp. 23.164.582,00

Data biaya overhead pabrik untuk triwulan IV tahun 1996 diperoleh dari biaya overhead tahun 1995 sebesar Rp.

19.208.452,00. Dan diasumsikan adanya kenaikan biaya over- head pabrik per tahun sebesar 10%.

d. Biaya Penjualan

Yang termasuk dalam biaya penjualan adalah biaya iklan, gaji bagian penjualan, biaya pengiriman, biaya pemeliharaan ken- daraan, BBM, freight, bea masuk Gmport), biaya export, biaya bank (wesel export), biaya perjalanan dinas, dan lain sebagai- nya.

Biaya penjualan yang dikeluarkan FT. INTAFIN selama tahun 1996 adalah sebagai berikut;

Triwulan I = Rp. 104.276.846,00 Triwulan II = Rp. 54.481.200,00 Triwulan HI = Rp. 105.188.615,00

(21)

Data biaya penjualan triwulan IV 1996 diperoleh dari biaya penjualan tahun 1995 sebesar Rp. 30.691.467,00.

Dan diasumsikan adanya kenaikan biaya penjualan per tahun sebesar 10 %.

e. Biaya Administrasi dan umum

Yang termasuk dalam biaya administrasi dan umum adalah biaya bank, gaji bagian administrasi, listrik, telepon, supplai kantor, fotocopydan lain sebagainya.

Biaya Administrasi dan umum yang dikeluarkan PT. INTAFIN selama tahun 1996 adalah sebagai berikut;

Triwulan I = Rp. 11.070.411,00 Triwulan II = Rp. 11.769.676,00 Triwulan III = Rp. 12.573.999,00

Data biaya administrasi dan umum untuk triwulan IV tahun 1996 diperoleh dari biaya administrasi dan umum tahun 1995 sebesar Rp. 11.576.270,00. Dan diasumsikan adanya kenaikan biaya administrasi dan umum per tahun sebesar 10 %.

3. Data lainnya

• Saldo awal hutang dagang triwulan IV tahun 1996 = Rp.

76.237.410,00

• Pembayaran pembelian bahan baku dan bahan pembantu adalah 3 bulan setelah pembelian.

(22)

62

• Persediaan awal bahan baku dan bahan pembantu pada tnwulan IV tahun 1996 = Rp. 91.125.000,00

• Persediaan awal barang jadi tnwulan IV 1996 = 15.798 pasang

• Saldo awal kas tnwulan IV tahun 1996 = Rp.

15.345.171,00

• Saldo kas minimal = Rp. 15.000.000,00

• Tlngkat suku bunga pinjaman = 22 % / tahun

Gambar

Gambar  3 . 1 : Bagan Organisasi PT. INTAFIN

Referensi

Dokumen terkait

Kata berantonim dalam paragraf tersebut adalah kata

Berdasarkan hasil penelitian untuk pengujian hipotesis dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut. 1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri

Transcript levels for all three genes were positively correlated with degree of pungency in placental tissue; haban˜ero, the most pungent chile fruit, had the highest transcript

Anak usia 4 tahun seharusnya berada pada tingkat pencapaian perkembangan tertentu yaitu mengenal benda berdasarkan fungsi, menggunakan benda-benda sebagai permainan

Pada varietas NC 297, ukuran daun tengah dan atas terluas dihasilkan oleh tembakau yang dipupuk dengan dosis N tertinggi 100 kg N/ha dari sumber pupuk majemuk

Untuk' rnenganalisis masalah GADR yang abstrak maka dapat dilakukan pengkajian dengan membuat sketsa dari hal- hal yang diketahui dalam masalah. Dengan demikian dapat

Dengan menggunakan CFD, kita dapat mensimulasikan aliran batu bara pada saat melewati V Flow, sehingga kita dapat mengetahui bentuk konstruksi yang paling optimal

Penelitian ini dilaksanakan dengan fokus pada proses pendeskripsian strategi yang ditempuh PT PAL Indonesia (Persero) untuk mencapaian kesiapan yang dibutuhkan dalam membangun