• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSPEK SEKTOR INFORMAL PERDAGANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROSPEK SEKTOR INFORMAL PERDAGANGAN"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PROSPEK SEKTOR INFORMAL PERDAGANGAN

(Studi Kasus Perempuan Pedagang Pasara Johar Semarang) Sri Puji Astuti, Suyanto, M. Muzakka, Catur Kepirianto

Fakultas Sastra Universitas Diponegoro

Sektor informal perdagangan terbukti kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sektor informal dipandang sebagai sektor penyangga meluapnya tenaga kerja yang tidak dapat ditampung oleh sektor formal. Penelitian ini dilakukan di pasar Johar dan para pedagang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Responden penelitian ini melibatkan 23 orang dan 10 orang terseleksi diwawancarai secara mendalam. Dalam pengumpulan data digunakan metode observasi, wawancara terstruktur dan wawancara mendalam. Adapun analisis data menggunakan metodetriangulasi kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan menggunakan metode statistik deskriptif distribusi frekuensi tunggal, sedangkan analisis kualitatif dengan menggunakan analisis kategoris.

Faktor penyebab perempuan memasuki sektor informal perdagangan adalah a) ketidaksempurnaan pasar yang disebabkan oleh ketatnya persyaratan yang ditentukan untuk dapat memasuki sektor formal, seperti pendidikan dan ketrampilan yang memadai, b) paradigma industrialisasi dalam pembangunan yang memicu pertumbuhan penduduk dan angka kemiskinan di desa tinggi dan pendapatan di kota yang lebih tinggi dari pada di desa, c) kondisi alam yang tandus, krisis air, dan berbukit-bukit. Sementara itu, kontribusi pendapatan perempuan pedagang pasar dalam rumah tangga meliputi: pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan dan untuk membeli rumah atau membuat rumah. Sedangkan sektor informal perdagangan mempunyai keterkaitan yang erat dengan sektor formal dalam menyuplai bahanbaku dan layanan jasa bagi tenaga kerja sektor formal. Namun, mereka sulit mendapatkan fasilitas kredit, perlindungan, perserikatan dan pelatihan dan pembinaan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan intervensinya dalam pengembangan usaha perdagangan mereka.

Kata kunci: sektor informal, ketidaksempurnaan pasar, industrialisasi, kemiskinan, kondisi alam,

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah unit, tenaga kerja, investasi dan nilai produksi sektor industri informal terhadap Penapatan Asli Daerah

Tingkat rata-rata pengeluaran perkapita rumah tangga pekerja sektor informal memiliki hubungan yang signifikan dengan curahan waktu mencari nafkah istri di Kelurahan Sei

Penyerapan tenaga kerja sektor informal pada masyarakat pemukiman kumuh lebih tinggi dibandingkan sektor informal secara umum, yakni 94 persen berbanding 72.5 persen (Apsari

Karakteristik berdasar Lama Usaha yang dilakukan Responden Berdasarkan hasil penelitian, lama waktu yang digunakan untuk berusaha bagi pelaku sektor informal adalah sebagai

Skripsi yang berjudul “Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata (Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran) di Kota Batu” disusun untuk memenuhi serta melengkapi

Jumlah jam kerja menunjukkan banyaknya jam kerja yang dialokasikan oleh tenaga kerja wanita di Kota Manado khususnya pada sektor informal. Peningkatan jam kerja tenaga

Aspek Sektor Informal Sektor Formal Pendidikan Formal Tidak begitu diperdulikan Sangat diperdulikan Keterampilaan Lebih banyak bukan dari lembaga formal Dididik oleh lembaga formal

Memahami konsep perdagangan sempadan, perdagangan tukar barang & perdagangan informal rentas sempadan: Kajian kes Pulau Sebatik Malaysia – Indonesia ABSTRAK Perkembangan ekonomi