86
BAB V
PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG KONVENSI DAN PAMERAN
5.1 Program Perencanaan Proyek 5.1.1 Perhitungan Program Ruang
a. Kelompok Ruang Utama
Pre Function Lobby ( 25% dari kebutuhan ruang pengunjung auditorium) 25 % pengunjung = 25% x 3000 = 750 orang
Standart kebutuhan = 0,8 m2/orang
Luas = 600 m2
Back Stage ( 5% dari kebutuhan ruang bagi pengunjung auditorium) 5 % luas auditorium = 5% x 2400
Kebutuhan lavatory pada auditorium, diasumsikan setiap 50 pengunjung
memerlukan 1 buah wc, maka kebutuhan lavatory pada auditorium: =
60 buah. Untuk pesebarannya, berdasarkan Neufert Data Arsitek,
perbandingan pria : wanita = 1 : 2, jadi kebutuhan wc untuk pria = � =
20 buah, wanita = � = 40 buah, disebar menjadi 4 unit toilet agar
mudah pencapaiannya.
Tabel 5.1 Studi Besaran Ruang Auditorium Ruang Auditorium
87
sirkulasi 30% 1419,84
Total 6152,64
Sumber : Analisa Penyusun, 2015
Tabel 5.2 Studi Besaran Ruang Ballroom
Ruang Ballroom
88
sirkulasi 30% 767,04
Total 3.323,84
Sumber : Analisa Penyusun, 2015
Tabel 5.3 Studi Besaran Ruang Pertemuan
Ruang Pertemuan
Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas (m2) Sumber Keterangan R. Meeting A 1 unit 50 orang 0,8 m2 / orang 40 CCE
sirkulasi 30% 135,06
total 585,26
Sumber: analisa penyusun, 2015
Tabel 5.4 Studi Besaran Ruang Pameran Ruang Pameran
89
Exshibition 1 unit 150 stand 7,5m
2 /stand 1.125 CCE
Ruang
informasi 1 unit 2 orang 2 m
2 / orang 4 DA
Ruang
penyelenggara 1 unit 13 m
2 13 CCE
sirkulasi 50% 2.099,95
total 6.299,85
Sumber: analisa penyusun, 2015
R. Ekshibisi (100 stand)
1 stand = 2,5 m x 3m = 7,5 m2
Luas = 7,5 m2 x 200 stand = 1500 m2
Pre Function Lobby ( 25% dari kebutuhan ruang pengunjung ekshibisi) Luas = 25% x 750 m2 = 375 m2
Loading Dock ( 5% dari kebutuhan ruang pengunjung ekshibisi)
Berdasarkan hasil analisa studi banding, ruang ekshibisi memiliki 2 unit loading dock pada dua sisi, untuk mempermudah sirkulasi barang.
Luas = 2 unit x 5% x 750 m2 = 75 m2
Gudang
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 40 m2
Lavatory
Kebutuhan lavatory diasumsikan setiap 50 pengunjung memerlukan 1
buah wc, maka kebutuhan lavatory ruang ekshibisi: = 10 buah
Untuk pesebarannya, berdasarkan Neufert Data Arsitek, perbandingan
pria : wanita = 1 : 2, jadi kebutuhan wc untuk pria = � = 5 buah,
90
b. Kelompok Ruang Penunjang1) Aktivitas Penerima
Main Lobby ( 50% pengunjung )
50 % pengunjung = 50% x 3000 = 1500 orang Standart kebutuhan = 0,3 m2/orang
Luas = 450 m2
Resepsionis
Kapasitas = 3 orang Luas Standar = 9 m2 2) Aktivitas Penunjang Lain
Toko Souvenir (1 unit)
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 25 m2
ATM Center (10 unit)
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 2.25 m2 tiap unitnya Luas total = 2.25 x 10 = 22.5 m2
Smoking Area (1 unit)
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 20 m2
Ruang Ibu dan Anak (1 unit)
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 20 m2
Restoran
- Kasir
Kapasitas 2 orang, standart kebutuhan ruang + 3 m2 per orang, maka luas kasir adalah ± 6 m2
- Area makan (150 orang)
Kapasitas 1 meja untuk 4- ora g, aka aka dibutuhka ≈ 35meja
Luasan 1 meja 6,25 m2, aka luas total adalah ≈ 218,75 m2
Gambar 5.1 Standar ruang makan
Sumber: Architect’s Data 3rd Editon, Neufert, 2000
- Dapur
Asumsi luas dapur30 m²
- Gudang dan ruang pendingin (storage) Asumsi luas ruang pendingin 15 m²
Tabel 5.5 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Penunjang Kelompok Ruang Penunjang
91
sirkulasi 20% 211,14
Total 1266,84
Sumber: analisa penyusun, 2015 c. Kelompok Ruang Pengelola
General Maganer
Luas minimal untuk 1 ruang manager dengan dua tamu dan lemari arsip = 7 m2 Sirkulasi 30 %, maka luas ruang adalah 7 + . ≈ 9 m2
Gambar 5.2 - Studi ruang manager Ruang Seketaris
92
Ruang rapat (kapasitas 10 orang)Gambar 5.4 Studi ruang rapat
luas = 3 x 5,7 m = 17.1 m2 ~ 20m2
Ruang arsip
dimensi loker arsip 50 cm x 70 cm, sebanyak 2 unit. Maka luas keseluruhan lemari arsip 0.7 m2. Jarak bebas depan lemari arsip adalah 1m, maka luas untuk area depan loker sebesar 1.4m2. Dengan sirkulasi 30 %, maka luas r. arsip ~ 3m2
Ruang Wartawan dan Pers
Berdasarkan studi banding memiliki luas + 40 m2
Tabel 5.6 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Pengelola
Kelompok Ruang Pengelola
Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas (m2) Sumber Keterangan Ruang
General Manager
1 unit 1 GM
2 tamu 9 m
2 / orang 9 SR
Ruang
sekretaris 1 unit
1 sekretaris 2 tamu 6 m
2 / orang 6 SR
Ruang
sekretariat 7 unit 7,5 m
2 / orang 52,5 AJM
Ruang divisi 3 unit 1 ketua
3 staf 7,5 m
2 / orang 30 AJM
Ruang rapat 1 unit 10 orang 2 m2 / orang 20 DA 1/3 jumlah
pegawai
Ruang arsip 2 unit 1,4 m2 / unit 3 SR
Ruang tamu 1 unit 5 orang 20 SB
Ruang
karyawan 1 unit 20 orang 50 SB
Ruang Teknisi 1 unit 1 ketua
6 staf 7,5 m
2 / orang 52,5 AJM
Ruang wartawan dan pers
1 unit 40 SB
Ruang 1 unit 2 orang 20 SB
93
sirkulasi 20% 64,12
total 384,72
Sumber: analisa penyusun, 2015
d. Kelompok Ruang Servis
Lemari loker 4 rak @ 0,64 m2, jumlah lemari = 20 buah, maka luas lemari loker = 12.8 m2 Pantry/dapur kecil dengan asumsi luas 15 m2
Tabel 5.7 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Servis
Kelompok Ruang Servis
Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas
94
sirkulasi 30% 295,02
Total 1278,42
Sumber: analisa penyusun, 2015
e. Kelompok Parkir
Berdasarkan hasil studi banding, asumsi jumlah pengunjung yang membawa kendaraan sebagai berikut: Diasumsikan 1 mobil untuk 4 orang, maka:
Jumlah mobil = = 187.5 mobil ~ 190 mobil
Asumsi pembawa motor = � 3 = 1500 orang Diasumsikan 1 motor untuk 2 orang, maka:
Jumlah mobil = = 750 motor
Asumsi penumpang bus = � 3 = 300 orang Diasumsikan 1 bus untuk 48 orang, maka:
Jumlah bus = = 6.25 bus ~ 7 bus
Tabel 5.8 Studi Besaran Ruang Kelompok Parkir Parkir
sirkulasi 100% 4707
Total 9414
95
f. RekapitulasiTabel 5.9 Rekapitulasi Hasil Studi Besaran Ruang
No. Jenis Kelompok Ruang Luas
1. Kelompok Ruang Kegiatan Utama 16361,59 m2
2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2
3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2
4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2
Jumlah 19.291,57 m²
5. Kelompok Ruang Parkir 9414m2
Total 28.705,57 m²
Sumber: analisa penyusun, 2015
5.1.2. Program Ruang
Berikut merupakan tabel program ruang yang telah direncanakan untuk menjadi acuan dalam perancangan Gedung Konvensi dan Pameran
a. Kelompok Ruang Kegiatan Utama
Tabel 5.10 Besaran Ruang Kelompok Ruang Auditorium
Ruang Jumlah Luas
Ruang Auditorium
Auditorium 1 unit 2400 m2
Pre function lobby 1 unit 600 m2
Stage 1 unit 80 m2
Backstage Equipment 120 m2
Information center 2 unit 12,8 m2
Ticket counter 4 unit 36 m2
Ruang VIP 1 unit 90 m2
Lavatory VIP 1 unit 20,4 m2
Dressing & make up room 2 unit 54 m2
Ruang proyektor 1 unit 28 m2
Ruang kamera TV 3 unit 18 m2
Ruang tata lampu 1 unit 12 m2
Ruang sound system 1 unit 12 m2
Ruang penerjemah 1 unit 24 m2
Gudang alat 1 unit 40 m2
Gudang perabot 1 unit 960 m2
Janitor 3 unit 30 m2
Lavatory pria 4 unit 84,8 m2
Lavatory wanita 4 unit 110,8 m2
Jumlah 4732,8 m2
sirkulasi 30% 1419,84 m2
Total 6152,64 m2
Sumber: Analisa Penyusun, 2015
Tabel 5.11 Besaran Ruang Kelompok Ruang Ballroom
Ruang Jumlah Luas (m2)
96
Ballroom Ballroom A1/2Pre function lobby A 1 unit 200 m2
sirkulasi 30% 767,04 m2
Total 3.323,84 m2
Sumber: Analisa Penyusun, 2015
Tabel 5.12 Besaran Ruang Kelompok Ruang Pertemuan
Ruang Jumlah Luas (m2)
sirkulasi 30% 135,06 m2
total 585,26 m2
Sumber: Analisa Penyusun, 2015
Tabel 5.13 Besaran Ruang Kelompok Pameran
Ruang Jumlah Luas (m2)
Outdoor Ekshibisi 1 unit 1.125 m2
Ruang informasi 1 unit 4 m2
Ruang penyelenggara 1 unit 13 m2
97
Gudang 1 unit 100 m2
Lavatory pria 2 unit 35 m2
Lavatory wanita 2 unit 35,4 m2
Jumlah 4.199,9
sirkulasi 50% 2.099,95
total 6.299,85
Sumber: Analisa Penyusun, 2015
b. Kelompok Ruang Penunjang
Tabel 5.14 Besaran Ruang Kelompok Ruang Penunjang
Ruang Jumlah Luas (m2)
sirkulasi 20% 211,14
Total 1266,84
Sumber: analisa penyusun, 2015
c. Kelompok Ruang Pengelola
Tabel 5.15 Besaran Ruang Kelompok Ruang Pengelola
98
Ruang wartawan dan pers 1 unit 40 m2Ruang Pengawasan
Barang 1 unit 20 m
2
Lavatory pria 1 unit 8,3 m2
Lavatory wanita 1 unit 9,3 m2
jumlah 320,6 m2
sirkulasi 20% 64,12 m2
total 384,72 m2
Sumber: analisa penyusun, 2015
d. Kelompok Ruang Servis
Tabel 5.16 Besaran Ruang Kelompok Ruang Servis
Ruang Jumlah Luas (m2)
Ruang Servis
Loker karyawan 8 unit 25.6 m2
Pantry 2 unit 60 m2
Gudang 1 unit 20 m2
Mushola 1 unit 50 m2
Tempat wudu 1 unit 10 m2
Lavatory pria 1 unit 5,9 m2
Lavatory wanita 1 unit 5,9 m2
Ruang Keamanan 1 unit 30 m2
Pos Jaga 2 unit 16 m2
Ruang genset 1 unit 50 m2
Ruang pompa air 1 unit 30 m2
Ruang panel listrik 4 unit 120 m2
Ruang AHU 8 unit 240 m2
Water tank 2 unit 60 m2
IPAL 1 unit 20 m2
Ruang PABX 1 unit 24 m2
Ruang CCTV 1 unit 24 m2
Trafo 1 unit 20 m2
Ruang MDP 1 unit 20 m2
Chiller 1 unit 40 m2
Cooling Tower 1 unit 20 m2
Lighting Equipment 1 unit 20 m2
Tangga Darurat 2 unit @lantai 72 m2
jumlah 983,4 m2
sirkulasi 30% 295,02 m2
Total 1278,42 m2
Sumber: analisa penyusun, 2015
e. Kelompok Ruang Parkir
Tabel 5.17 Besaran Ruang Kelompok Ruang Parkor
Ruang Jumlah Luas (m2)
parkir pengunjung
99
mobilmotor
312 1250
2375 m2 1500 m2
parkir pengelola mobil
motor
15 55
187,5 m2 110 m2
Parkir Servis
Truk Barang 4 180 m2
Ruang Tunggu Sopir 2 @10 36 m2
Jumlah 7414 m2
sirkulasi 100% 7414 m2
Total 14.828 m2
Sumber: analisa penyusun, 2015 f. Rekapitulasi
Tabel 5.18Kelompok Ruang
No. Jenis Kelompok Ruang Luas
1. Klompo Ruang Utama 16361,59 m2
2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2
3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2
4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2
5. Kelompok Ruang Parkir 9414 m2
Jumlah 28.705,57 m²
Sumber: analisa penyusun, 2015
5.1.3. Tapak Terpilih
100
Gambar 5.6 Lokasi TapakSumber : Dokumen Pribadi
Gambar bangunan diatas merupakan letak tapak pada Kecamatan Banjarsari yang
dekat dengan Bandara International Adi Sumarno dan hotel berbintang 5 lorin.
Tapak yang direncanakan untuk Konvensi dan Pameran terletak pada kota Surakarta ini memiliki luas kurang lebih 51.084 m2.
Gambar 5.7 Eksiting Tapak 1 Gambar 5.8 Eksiting Tapak 2
101
Gambar 5.9 Depan Tapak Gambar 5.10 Batas Tapak
Sumber : Dokumen PribadI Sumber : Dokumen Pribadi
Tapak
Konvensi dan Pameran
terletak pada kawasan Solo Baru yaitu di sekitar
area yang termasuk dalam (BWK) III dimana lokasi tapak berbatasan dengan :
Sebelah Utara berbatasan dengan Bandara Adi Sumarmo
Sebelah Barat berbatasan dengan Lorin Solo Hotel
Sebelah Selatan berbatasan dengan Jl.Yogyakarta-Solo
Sebelah Timur berbatasan dengan Fave Hotel
Besaran tapak diperhitungkan berdasarkan peraturan bangunan daerah setempat, dalam hal ini mengacu pada RDTRK Kota Surakarta dan RTRW Kota Semarang Tahun 2011 – 2014 dengan peraturan-peraturan bangunan sebagai berikut :
KDB = 60% KLB = 1,8
Ketinggian Bangunan = 3 lantai GSB = 18 meter
Berdasarkan peraturan bangunan tersebut, maka perhitungan yang berkaitan dengan perencanaan tapak adalah sebagai berikut :
Dasar bangunan terdiri atas kelompok ruang utama, kelompok ruang penunjang, pengelola, dan servis
Ruang duduk penonton pada auditorium terletak dilantai dua, sedangkan stage dan ruangan lainnya pada lantai satu, jadi luasnya 5955.82 m2– 3120 m2 = 2835,82 m2
Tabel 5.19 Perhitungan luas dasar bangunan
No. Jenis Kelompok Ruang Luas
1. Kelompok Ruang Utama 16361,59 m2
2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2
3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2
4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2
5. Kelompok Ruang Parkir 9414 m2
Jumlah 28.705,57 m²
102
KDB = Luas lantai dasarLuas tapak Total
0,6 = 28.705,57 m² Luas tapak total
= 47.842,61 m²
= ± 47.842,61 Ha (Luas tapak yang dibutuhkan)
Sehingga dapat disimpulkan tapak terpilih sesuai dengan kebutuhan luas bangunan. Karena 47.842,61 m² lebih kecil dari 51.084 m2
Persyaratan Ketinggian Bangunan
= Luas program ruang total (dengan parkir) / Luas lahan yang boleh dibangun = 28.705,57 m²/ 19.291,57 m2
= 1,49 ~ 2 lantai (memenuhi persyaratan)
Persyaratan KLB
Luas Total Bangunan < KLB x Luas Tapak
19.291,57 m
2 < (1,8 x 51.084) m219.491,01 m2 < 91.951,2 m2 (memenuhi persyaratan)
5.2 Program Perancangan Proyek
5.2.1 Sistem Pencahayaan (Lighting)
Untuk gedung Konvensi dan Pameran pencahayaan yang akan digunakan adalah pencahayaan buatan dikarenakan luas pada ruang auditorium dan besar nya bangunan. Tata cahaya panggung pun dapat diatur dengan kebutuhan ada pada acara tersebut
Gambar 5.11 Pencahayaan Pada JCC
103
5.2.2 Sistem PenghawaanGedung Konvensi dan Pameran dikarena kan bangunan tersebut cukup luas dan apabila ada acara pada gedung konvensi dan pameran maka sangat dibutuhkanya penghawaan buatan agar temperatur tetap terjaga. Untuk penghawaan yang digunakan adalah
AC Sentral pada penghawaan dalam gedung
Exhaust Fan pada dapur dan ruang servis-servis lainya Blower pada ruang generator
Stand AC untuk Pameran Outdoor
Gambar 5.12 AC Sentral Ruang Eksebisi JCC Gambar 5.13 Stand AC Outdoor JCC
Sumber : Dokumen Pribadi Sumber : Dokumen Priba
5.2.3 Sistem Jaringan Air Bersih
Down Feed Distribution cukup baik dikarenakan apabila listrik padam dan pengaliran air disetiap lantai beralir sama rata. Gedung Konvensi dan Pameran cukup memerlukan pengaliran air yang cukup baik karena luasan pada gedung konvensi dan pameran cukup besar
5.2.4 Sistem Pengolahan Air Kotor
a. Sistem pembuangan air bekas
Air bekas yang dimaksud adalah air bekas cucian. Pipa pembuangan digunakan pipa-pipa PVC atau pipa beton dengan diameter yang diperhitungkan ukurannya. Pembuangan air bekas ini dapat dialirkan ke saluran lingkungan atau saluran kota.
b. Sistem pembuangan air limbah
Air limbah adalah air bekas buangan yang bercampur kotoran atau air yang berasal dari lavatory. Saluran air limbah di dasar bangunan dialirkan sependek mungkin dan dialirkan ke dalam septictank.
104
5.2.5 Sistem ListrikDistribusi listrik berasal dari PLN yang disalurkan ke gardu utama. Setelah melalui transformator (trafo), aliran tersebut didistribusikan ke tiap-tiap unit kantor dan fasilitas, melalui meteran yang letaknya jadi satu ruang dengan ruang panel. Untuk keadaan darurat disediakan generator set yang dilengkapi dengan automatic switch system yang secara otomatis (dalam waktu kurang dari 5 detik) akan langsung menggantikan daya listrik dari sumber utama PLN yang terputus.
5.2.6 Sistem Pembuangan Sampah
Pembuangan sampah pada Gedung Konvensi dan Pameran pada umumnya adalah dengan menggunakan tempat sampah pada masing-masing ruangan maupun bangunan, dikumpulkan dan dibuang melalui shaft sampah yang langsung sampai ke penampungan sampah, setelah itu sampah tersebut dialihkan ke luar tapak oleh Dinas Kebersihan Kota yang selanjutnya dibuang ke TPA.
5.2.7 Sistem Pencegah Kebakaran
Untuk alat pendeteksi kebakaran yang digunakan pada bangunan konvensi dan pameran adalah smoke detector dan manual alarm dikarenakan gedung konvensi dan pameran bukan daerah rawan kebakaran, maka smoke detector akan digunakan dan manual alarm digunakan apabila smoke detector tidak menyala ataupun hal yang cukup penting dan harus menyalakan alarm apabila ada tanda bahaya.
Alat pemadam kebakaran semua digunakan adalah Sprinkler, Hydrant Box, Fire Extinguisher, dan Hydrant Pile, dikarenakan gedung konvensi dan pameran merupakan gedung yang cukup luas dan perlu alat pemadaman yang cukup lengkap apabila terjadinya kebakaran.
5.2.8 Sistem Komunikasi
Sistem Komunikasi yang digunakan adalah komunikasi internal maupun eksternal dikarenakan apabila terjadi sebuah acara yang berskala international dan butuh kordinasi lebih maka komunikasi internal sangatlah dibutuhkan dan komunikasi eksternal juga dibutuhkan untuk kordinasi dari pihak penyewa dan pengelola.
5.2.9 Sistem Penangkal Petir
Sistem penangkal petir yang digunakan merupakan sistem penangkal petir Faraday, yang biasa digunakan di Indonesia. Bentuknya berupa tiang setinggi 30cm, kemudian dihubungkan dengan kawat menuju ke ground. Memiliki jangkauan yang luas.
5.2.10 Sistem Transportasi Vertikal
105
.5.2.11 Sistem Audio Visual
Perlengkapan sound system dan audio visual yang digunakan pada gedung konvensi dan pameran adalah sebagai berikut:
1) Public Address sebagai sarana untuk mengumumkan informasi ke seluruh penjuru bangunan
2) Microphone dan speaker, yaitu alat pengeras suara yang digunakan pada ruang utama
3) Film Projector, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan visualisasi pada suatu layar, biasanya digunakan pada auditorium
4) OHP, sebagai alat perlengkapan untuk menampilkan presentasi pada suatu layar pada ruang konvensi
5) Simultaneous Interpreting System (SIS) merupakan alat untuk menerjemahkan bahasa yang dibutuhkan pada ruang konvensi, terutama pada ruang konvensi skala besar
6) Audio High fidelity, yaitu alat untuk memberikan suara dan music pada ruang konvensi
7) CCTV, digunakan untuk memantau keamanan pada bangunan
5.2.12 Sistem Akustik
Akustik ruangan pada gedung konvensi dan pameran hanya digunakan pada beberapa ruangan yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan saja. Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1) Menjauhkan pada ruangan yang memiliki suber kebisingan, seperti ruang mekanikal elektrikal, ruang luar atau parkir dan jalan raya.
2) Menggunakan material peredam suara pada ruang. Alat peredam tersebut dapat dipasang pada lantai, dinding, dan langit – langit. Material pelapisnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, seperti karpet atau kain, sound reflecting disk, dan plafond bergerigi sehingga suara dapat tersebar kepada semua sudut ruangan secara lebih optimal.
5.3 Aspek Visual Arsitektural
Gedung Konvensi dan Pameran ini menggunakan konsep Batik dan Wayang,dimana pembuatan disurakarta yang memiliki budaya yang sangat kental yang dicampur oleh penekanan design post-modern yang bangunan tersebut yang memiliki bentuk lebih bebas.