• Tidak ada hasil yang ditemukan

6) Dewantoro Respati Santoso 21020110120073 BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "6) Dewantoro Respati Santoso 21020110120073 BAB V"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

86

BAB V

PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG KONVENSI DAN PAMERAN

5.1 Program Perencanaan Proyek 5.1.1 Perhitungan Program Ruang

a. Kelompok Ruang Utama

 Pre Function Lobby ( 25% dari kebutuhan ruang pengunjung auditorium) 25 % pengunjung = 25% x 3000 = 750 orang

Standart kebutuhan = 0,8 m2/orang

Luas = 600 m2

 Back Stage ( 5% dari kebutuhan ruang bagi pengunjung auditorium) 5 % luas auditorium = 5% x 2400

Kebutuhan lavatory pada auditorium, diasumsikan setiap 50 pengunjung

memerlukan 1 buah wc, maka kebutuhan lavatory pada auditorium: =

60 buah. Untuk pesebarannya, berdasarkan Neufert Data Arsitek,

perbandingan pria : wanita = 1 : 2, jadi kebutuhan wc untuk pria = � =

20 buah, wanita = � = 40 buah, disebar menjadi 4 unit toilet agar

mudah pencapaiannya.

Tabel 5.1 Studi Besaran Ruang Auditorium Ruang Auditorium

(2)

87

sirkulasi 30% 1419,84

Total 6152,64

Sumber : Analisa Penyusun, 2015

Tabel 5.2 Studi Besaran Ruang Ballroom

Ruang Ballroom

(3)

88

sirkulasi 30% 767,04

Total 3.323,84

Sumber : Analisa Penyusun, 2015

Tabel 5.3 Studi Besaran Ruang Pertemuan

Ruang Pertemuan

Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas (m2) Sumber Keterangan R. Meeting A 1 unit 50 orang 0,8 m2 / orang 40 CCE

sirkulasi 30% 135,06

total 585,26

Sumber: analisa penyusun, 2015

Tabel 5.4 Studi Besaran Ruang Pameran Ruang Pameran

(4)

89

Exshibition 1 unit 150 stand 7,5m

2 /stand 1.125 CCE

Ruang

informasi 1 unit 2 orang 2 m

2 / orang 4 DA

Ruang

penyelenggara 1 unit 13 m

2 13 CCE

sirkulasi 50% 2.099,95

total 6.299,85

Sumber: analisa penyusun, 2015

 R. Ekshibisi (100 stand)

1 stand = 2,5 m x 3m = 7,5 m2

Luas = 7,5 m2 x 200 stand = 1500 m2

 Pre Function Lobby ( 25% dari kebutuhan ruang pengunjung ekshibisi) Luas = 25% x 750 m2 = 375 m2

Loading Dock ( 5% dari kebutuhan ruang pengunjung ekshibisi)

Berdasarkan hasil analisa studi banding, ruang ekshibisi memiliki 2 unit loading dock pada dua sisi, untuk mempermudah sirkulasi barang.

Luas = 2 unit x 5% x 750 m2 = 75 m2

 Gudang

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 40 m2

 Lavatory

Kebutuhan lavatory diasumsikan setiap 50 pengunjung memerlukan 1

buah wc, maka kebutuhan lavatory ruang ekshibisi: = 10 buah

Untuk pesebarannya, berdasarkan Neufert Data Arsitek, perbandingan

pria : wanita = 1 : 2, jadi kebutuhan wc untuk pria = � = 5 buah,

(5)

90

b. Kelompok Ruang Penunjang

1) Aktivitas Penerima

 Main Lobby ( 50% pengunjung )

50 % pengunjung = 50% x 3000 = 1500 orang Standart kebutuhan = 0,3 m2/orang

Luas = 450 m2

 Resepsionis

Kapasitas = 3 orang Luas Standar = 9 m2 2) Aktivitas Penunjang Lain

 Toko Souvenir (1 unit)

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 25 m2

 ATM Center (10 unit)

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 2.25 m2 tiap unitnya Luas total = 2.25 x 10 = 22.5 m2

 Smoking Area (1 unit)

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 20 m2

 Ruang Ibu dan Anak (1 unit)

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 20 m2

 Restoran

- Kasir

Kapasitas 2 orang, standart kebutuhan ruang + 3 m2 per orang, maka luas kasir adalah ± 6 m2

- Area makan (150 orang)

Kapasitas 1 meja untuk 4- ora g, aka aka dibutuhka ≈ 35meja

Luasan 1 meja 6,25 m2, aka luas total adalah ≈ 218,75 m2

Gambar 5.1 Standar ruang makan

Sumber: Architect’s Data 3rd Editon, Neufert, 2000

- Dapur

Asumsi luas dapur30 m²

- Gudang dan ruang pendingin (storage) Asumsi luas ruang pendingin 15 m²

Tabel 5.5 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Penunjang Kelompok Ruang Penunjang

(6)

91

sirkulasi 20% 211,14

Total 1266,84

Sumber: analisa penyusun, 2015 c. Kelompok Ruang Pengelola

 General Maganer

Luas minimal untuk 1 ruang manager dengan dua tamu dan lemari arsip = 7 m2 Sirkulasi 30 %, maka luas ruang adalah 7 + . ≈ 9 m2

Gambar 5.2 - Studi ruang manager  Ruang Seketaris

(7)

92

 Ruang rapat (kapasitas 10 orang)

Gambar 5.4 Studi ruang rapat

luas = 3 x 5,7 m = 17.1 m2 ~ 20m2

 Ruang arsip

dimensi loker arsip 50 cm x 70 cm, sebanyak 2 unit. Maka luas keseluruhan lemari arsip 0.7 m2. Jarak bebas depan lemari arsip adalah 1m, maka luas untuk area depan loker sebesar 1.4m2. Dengan sirkulasi 30 %, maka luas r. arsip ~ 3m2

 Ruang Wartawan dan Pers

Berdasarkan studi banding memiliki luas + 40 m2

Tabel 5.6 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Pengelola

Kelompok Ruang Pengelola

Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas (m2) Sumber Keterangan Ruang

General Manager

1 unit 1 GM

2 tamu 9 m

2 / orang 9 SR

Ruang

sekretaris 1 unit

1 sekretaris 2 tamu 6 m

2 / orang 6 SR

Ruang

sekretariat 7 unit 7,5 m

2 / orang 52,5 AJM

Ruang divisi 3 unit 1 ketua

3 staf 7,5 m

2 / orang 30 AJM

Ruang rapat 1 unit 10 orang 2 m2 / orang 20 DA 1/3 jumlah

pegawai

Ruang arsip 2 unit 1,4 m2 / unit 3 SR

Ruang tamu 1 unit 5 orang 20 SB

Ruang

karyawan 1 unit 20 orang 50 SB

Ruang Teknisi 1 unit 1 ketua

6 staf 7,5 m

2 / orang 52,5 AJM

Ruang wartawan dan pers

1 unit 40 SB

Ruang 1 unit 2 orang 20 SB

(8)

93

sirkulasi 20% 64,12

total 384,72

Sumber: analisa penyusun, 2015

d. Kelompok Ruang Servis

 Lemari loker 4 rak @ 0,64 m2, jumlah lemari = 20 buah, maka luas lemari loker = 12.8 m2  Pantry/dapur kecil dengan asumsi luas 15 m2

Tabel 5.7 Studi Besaran Ruang Kelompok Ruang Servis

Kelompok Ruang Servis

Ruang Jumlah Kapasitas Standar Luas

(9)

94

sirkulasi 30% 295,02

Total 1278,42

Sumber: analisa penyusun, 2015

e. Kelompok Parkir

Berdasarkan hasil studi banding, asumsi jumlah pengunjung yang membawa kendaraan sebagai berikut: Diasumsikan 1 mobil untuk 4 orang, maka:

Jumlah mobil = = 187.5 mobil ~ 190 mobil

 Asumsi pembawa motor = � 3 = 1500 orang Diasumsikan 1 motor untuk 2 orang, maka:

Jumlah mobil = = 750 motor

 Asumsi penumpang bus = � 3 = 300 orang Diasumsikan 1 bus untuk 48 orang, maka:

Jumlah bus = = 6.25 bus ~ 7 bus

Tabel 5.8 Studi Besaran Ruang Kelompok Parkir Parkir

sirkulasi 100% 4707

Total 9414

(10)

95

f. Rekapitulasi

Tabel 5.9 Rekapitulasi Hasil Studi Besaran Ruang

No. Jenis Kelompok Ruang Luas

1. Kelompok Ruang Kegiatan Utama 16361,59 m2

2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2

3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2

4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2

Jumlah 19.291,57 m²

5. Kelompok Ruang Parkir 9414m2

Total 28.705,57 m²

Sumber: analisa penyusun, 2015

5.1.2. Program Ruang

Berikut merupakan tabel program ruang yang telah direncanakan untuk menjadi acuan dalam perancangan Gedung Konvensi dan Pameran

a. Kelompok Ruang Kegiatan Utama

Tabel 5.10 Besaran Ruang Kelompok Ruang Auditorium

Ruang Jumlah Luas

Ruang Auditorium

Auditorium 1 unit 2400 m2

Pre function lobby 1 unit 600 m2

Stage 1 unit 80 m2

Backstage Equipment 120 m2

Information center 2 unit 12,8 m2

Ticket counter 4 unit 36 m2

Ruang VIP 1 unit 90 m2

Lavatory VIP 1 unit 20,4 m2

Dressing & make up room 2 unit 54 m2

Ruang proyektor 1 unit 28 m2

Ruang kamera TV 3 unit 18 m2

Ruang tata lampu 1 unit 12 m2

Ruang sound system 1 unit 12 m2

Ruang penerjemah 1 unit 24 m2

Gudang alat 1 unit 40 m2

Gudang perabot 1 unit 960 m2

Janitor 3 unit 30 m2

Lavatory pria 4 unit 84,8 m2

Lavatory wanita 4 unit 110,8 m2

Jumlah 4732,8 m2

sirkulasi 30% 1419,84 m2

Total 6152,64 m2

Sumber: Analisa Penyusun, 2015

Tabel 5.11 Besaran Ruang Kelompok Ruang Ballroom

Ruang Jumlah Luas (m2)

(11)

96

Ballroom Ballroom A1/2

Pre function lobby A 1 unit 200 m2

sirkulasi 30% 767,04 m2

Total 3.323,84 m2

Sumber: Analisa Penyusun, 2015

Tabel 5.12 Besaran Ruang Kelompok Ruang Pertemuan

Ruang Jumlah Luas (m2)

sirkulasi 30% 135,06 m2

total 585,26 m2

Sumber: Analisa Penyusun, 2015

Tabel 5.13 Besaran Ruang Kelompok Pameran

Ruang Jumlah Luas (m2)

Outdoor Ekshibisi 1 unit 1.125 m2

Ruang informasi 1 unit 4 m2

Ruang penyelenggara 1 unit 13 m2

(12)

97

Gudang 1 unit 100 m2

Lavatory pria 2 unit 35 m2

Lavatory wanita 2 unit 35,4 m2

Jumlah 4.199,9

sirkulasi 50% 2.099,95

total 6.299,85

Sumber: Analisa Penyusun, 2015

b. Kelompok Ruang Penunjang

Tabel 5.14 Besaran Ruang Kelompok Ruang Penunjang

Ruang Jumlah Luas (m2)

sirkulasi 20% 211,14

Total 1266,84

Sumber: analisa penyusun, 2015

c. Kelompok Ruang Pengelola

Tabel 5.15 Besaran Ruang Kelompok Ruang Pengelola

(13)

98

Ruang wartawan dan pers 1 unit 40 m2

Ruang Pengawasan

Barang 1 unit 20 m

2

Lavatory pria 1 unit 8,3 m2

Lavatory wanita 1 unit 9,3 m2

jumlah 320,6 m2

sirkulasi 20% 64,12 m2

total 384,72 m2

Sumber: analisa penyusun, 2015

d. Kelompok Ruang Servis

Tabel 5.16 Besaran Ruang Kelompok Ruang Servis

Ruang Jumlah Luas (m2)

Ruang Servis

Loker karyawan 8 unit 25.6 m2

Pantry 2 unit 60 m2

Gudang 1 unit 20 m2

Mushola 1 unit 50 m2

Tempat wudu 1 unit 10 m2

Lavatory pria 1 unit 5,9 m2

Lavatory wanita 1 unit 5,9 m2

Ruang Keamanan 1 unit 30 m2

Pos Jaga 2 unit 16 m2

Ruang genset 1 unit 50 m2

Ruang pompa air 1 unit 30 m2

Ruang panel listrik 4 unit 120 m2

Ruang AHU 8 unit 240 m2

Water tank 2 unit 60 m2

IPAL 1 unit 20 m2

Ruang PABX 1 unit 24 m2

Ruang CCTV 1 unit 24 m2

Trafo 1 unit 20 m2

Ruang MDP 1 unit 20 m2

Chiller 1 unit 40 m2

Cooling Tower 1 unit 20 m2

Lighting Equipment 1 unit 20 m2

Tangga Darurat 2 unit @lantai 72 m2

jumlah 983,4 m2

sirkulasi 30% 295,02 m2

Total 1278,42 m2

Sumber: analisa penyusun, 2015

e. Kelompok Ruang Parkir

Tabel 5.17 Besaran Ruang Kelompok Ruang Parkor

Ruang Jumlah Luas (m2)

parkir pengunjung

(14)

99

mobil

motor

312 1250

2375 m2 1500 m2

parkir pengelola mobil

motor

15 55

187,5 m2 110 m2

Parkir Servis

Truk Barang 4 180 m2

Ruang Tunggu Sopir 2 @10 36 m2

Jumlah 7414 m2

sirkulasi 100% 7414 m2

Total 14.828 m2

Sumber: analisa penyusun, 2015 f. Rekapitulasi

Tabel 5.18Kelompok Ruang

No. Jenis Kelompok Ruang Luas

1. Klompo Ruang Utama 16361,59 m2

2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2

3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2

4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2

5. Kelompok Ruang Parkir 9414 m2

Jumlah 28.705,57 m²

Sumber: analisa penyusun, 2015

5.1.3. Tapak Terpilih

(15)

100

Gambar 5.6 Lokasi Tapak

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar bangunan diatas merupakan letak tapak pada Kecamatan Banjarsari yang

dekat dengan Bandara International Adi Sumarno dan hotel berbintang 5 lorin.

Tapak yang direncanakan untuk Konvensi dan Pameran terletak pada kota Surakarta ini memiliki luas kurang lebih 51.084 m2.

Gambar 5.7 Eksiting Tapak 1 Gambar 5.8 Eksiting Tapak 2

(16)

101

Gambar 5.9 Depan Tapak Gambar 5.10 Batas Tapak

Sumber : Dokumen PribadI Sumber : Dokumen Pribadi

Tapak

Konvensi dan Pameran

terletak pada kawasan Solo Baru yaitu di sekitar

area yang termasuk dalam (BWK) III dimana lokasi tapak berbatasan dengan :

Sebelah Utara berbatasan dengan Bandara Adi Sumarmo

Sebelah Barat berbatasan dengan Lorin Solo Hotel

Sebelah Selatan berbatasan dengan Jl.Yogyakarta-Solo

Sebelah Timur berbatasan dengan Fave Hotel

Besaran tapak diperhitungkan berdasarkan peraturan bangunan daerah setempat, dalam hal ini mengacu pada RDTRK Kota Surakarta dan RTRW Kota Semarang Tahun 2011 – 2014 dengan peraturan-peraturan bangunan sebagai berikut :

KDB = 60% KLB = 1,8

Ketinggian Bangunan = 3 lantai GSB = 18 meter

Berdasarkan peraturan bangunan tersebut, maka perhitungan yang berkaitan dengan perencanaan tapak adalah sebagai berikut :

 Dasar bangunan terdiri atas kelompok ruang utama, kelompok ruang penunjang, pengelola, dan servis

 Ruang duduk penonton pada auditorium terletak dilantai dua, sedangkan stage dan ruangan lainnya pada lantai satu, jadi luasnya 5955.82 m2 3120 m2 = 2835,82 m2

Tabel 5.19 Perhitungan luas dasar bangunan

No. Jenis Kelompok Ruang Luas

1. Kelompok Ruang Utama 16361,59 m2

2 Kelompok Ruang Kegiatan Pendukung 1266,84 m2

3. Kelompok Ruang Pengelola 384,72 m2

4. Kelompok Ruang Servis 1278,42 m2

5. Kelompok Ruang Parkir 9414 m2

Jumlah 28.705,57 m²

(17)

102

KDB = Luas lantai dasar

Luas tapak Total

0,6 = 28.705,57 m² Luas tapak total

= 47.842,61 m²

= ± 47.842,61 Ha (Luas tapak yang dibutuhkan)

Sehingga dapat disimpulkan tapak terpilih sesuai dengan kebutuhan luas bangunan. Karena 47.842,61 m² lebih kecil dari 51.084 m2

Persyaratan Ketinggian Bangunan

= Luas program ruang total (dengan parkir) / Luas lahan yang boleh dibangun = 28.705,57 m²/ 19.291,57 m2

= 1,49 ~ 2 lantai  (memenuhi persyaratan)

Persyaratan KLB

Luas Total Bangunan < KLB x Luas Tapak

19.291,57 m

2 < (1,8 x 51.084) m2

19.491,01 m2 < 91.951,2 m2 (memenuhi persyaratan)

5.2 Program Perancangan Proyek

5.2.1 Sistem Pencahayaan (Lighting)

Untuk gedung Konvensi dan Pameran pencahayaan yang akan digunakan adalah pencahayaan buatan dikarenakan luas pada ruang auditorium dan besar nya bangunan. Tata cahaya panggung pun dapat diatur dengan kebutuhan ada pada acara tersebut

Gambar 5.11 Pencahayaan Pada JCC

(18)

103

5.2.2 Sistem Penghawaan

Gedung Konvensi dan Pameran dikarena kan bangunan tersebut cukup luas dan apabila ada acara pada gedung konvensi dan pameran maka sangat dibutuhkanya penghawaan buatan agar temperatur tetap terjaga. Untuk penghawaan yang digunakan adalah

 AC Sentral pada penghawaan dalam gedung

 Exhaust Fan pada dapur dan ruang servis-servis lainya  Blower pada ruang generator

 Stand AC untuk Pameran Outdoor

Gambar 5.12 AC Sentral Ruang Eksebisi JCC Gambar 5.13 Stand AC Outdoor JCC

Sumber : Dokumen Pribadi Sumber : Dokumen Priba

5.2.3 Sistem Jaringan Air Bersih

Down Feed Distribution cukup baik dikarenakan apabila listrik padam dan pengaliran air disetiap lantai beralir sama rata. Gedung Konvensi dan Pameran cukup memerlukan pengaliran air yang cukup baik karena luasan pada gedung konvensi dan pameran cukup besar

5.2.4 Sistem Pengolahan Air Kotor

a. Sistem pembuangan air bekas

Air bekas yang dimaksud adalah air bekas cucian. Pipa pembuangan digunakan pipa-pipa PVC atau pipa beton dengan diameter yang diperhitungkan ukurannya. Pembuangan air bekas ini dapat dialirkan ke saluran lingkungan atau saluran kota.

b. Sistem pembuangan air limbah

Air limbah adalah air bekas buangan yang bercampur kotoran atau air yang berasal dari lavatory. Saluran air limbah di dasar bangunan dialirkan sependek mungkin dan dialirkan ke dalam septictank.

(19)

104

5.2.5 Sistem Listrik

Distribusi listrik berasal dari PLN yang disalurkan ke gardu utama. Setelah melalui transformator (trafo), aliran tersebut didistribusikan ke tiap-tiap unit kantor dan fasilitas, melalui meteran yang letaknya jadi satu ruang dengan ruang panel. Untuk keadaan darurat disediakan generator set yang dilengkapi dengan automatic switch system yang secara otomatis (dalam waktu kurang dari 5 detik) akan langsung menggantikan daya listrik dari sumber utama PLN yang terputus.

5.2.6 Sistem Pembuangan Sampah

Pembuangan sampah pada Gedung Konvensi dan Pameran pada umumnya adalah dengan menggunakan tempat sampah pada masing-masing ruangan maupun bangunan, dikumpulkan dan dibuang melalui shaft sampah yang langsung sampai ke penampungan sampah, setelah itu sampah tersebut dialihkan ke luar tapak oleh Dinas Kebersihan Kota yang selanjutnya dibuang ke TPA.

5.2.7 Sistem Pencegah Kebakaran

Untuk alat pendeteksi kebakaran yang digunakan pada bangunan konvensi dan pameran adalah smoke detector dan manual alarm dikarenakan gedung konvensi dan pameran bukan daerah rawan kebakaran, maka smoke detector akan digunakan dan manual alarm digunakan apabila smoke detector tidak menyala ataupun hal yang cukup penting dan harus menyalakan alarm apabila ada tanda bahaya.

Alat pemadam kebakaran semua digunakan adalah Sprinkler, Hydrant Box, Fire Extinguisher, dan Hydrant Pile, dikarenakan gedung konvensi dan pameran merupakan gedung yang cukup luas dan perlu alat pemadaman yang cukup lengkap apabila terjadinya kebakaran.

5.2.8 Sistem Komunikasi

Sistem Komunikasi yang digunakan adalah komunikasi internal maupun eksternal dikarenakan apabila terjadi sebuah acara yang berskala international dan butuh kordinasi lebih maka komunikasi internal sangatlah dibutuhkan dan komunikasi eksternal juga dibutuhkan untuk kordinasi dari pihak penyewa dan pengelola.

5.2.9 Sistem Penangkal Petir

Sistem penangkal petir yang digunakan merupakan sistem penangkal petir Faraday, yang biasa digunakan di Indonesia. Bentuknya berupa tiang setinggi 30cm, kemudian dihubungkan dengan kawat menuju ke ground. Memiliki jangkauan yang luas.

5.2.10 Sistem Transportasi Vertikal

(20)

105

.

5.2.11 Sistem Audio Visual

Perlengkapan sound system dan audio visual yang digunakan pada gedung konvensi dan pameran adalah sebagai berikut:

1) Public Address sebagai sarana untuk mengumumkan informasi ke seluruh penjuru bangunan

2) Microphone dan speaker, yaitu alat pengeras suara yang digunakan pada ruang utama

3) Film Projector, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan visualisasi pada suatu layar, biasanya digunakan pada auditorium

4) OHP, sebagai alat perlengkapan untuk menampilkan presentasi pada suatu layar pada ruang konvensi

5) Simultaneous Interpreting System (SIS) merupakan alat untuk menerjemahkan bahasa yang dibutuhkan pada ruang konvensi, terutama pada ruang konvensi skala besar

6) Audio High fidelity, yaitu alat untuk memberikan suara dan music pada ruang konvensi

7) CCTV, digunakan untuk memantau keamanan pada bangunan

5.2.12 Sistem Akustik

Akustik ruangan pada gedung konvensi dan pameran hanya digunakan pada beberapa ruangan yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan saja. Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

1) Menjauhkan pada ruangan yang memiliki suber kebisingan, seperti ruang mekanikal elektrikal, ruang luar atau parkir dan jalan raya.

2) Menggunakan material peredam suara pada ruang. Alat peredam tersebut dapat dipasang pada lantai, dinding, dan langit – langit. Material pelapisnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, seperti karpet atau kain, sound reflecting disk, dan plafond bergerigi sehingga suara dapat tersebar kepada semua sudut ruangan secara lebih optimal.

5.3 Aspek Visual Arsitektural

Gedung Konvensi dan Pameran ini menggunakan konsep Batik dan Wayang,dimana pembuatan disurakarta yang memiliki budaya yang sangat kental yang dicampur oleh penekanan design post-modern yang bangunan tersebut yang memiliki bentuk lebih bebas.

Gambar

Tabel 5.1 Studi Besaran Ruang Auditorium
Tabel 5.2 Studi Besaran Ruang Ballroom
Tabel 5.3 Studi Besaran Ruang Pertemuan
Gambar 5.1 Standar ruang makan
+7

Referensi

Dokumen terkait

(1) Bangunan gedung parkir harus dilindungi dari ancaman bahaya kebakaran dengan alat pemadam apinya, alarm kebakaran, hidran kebakaran dan pemercik

Pemeriksaan dan pemeliharaan sarana kebakaran dilakukan dengan tujuan untuk memastikan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terdapat di suatu bangunan gedung atau

Jaringan pengamanan bangunan terhadap kebakaran terdiri dari sistem detektor yang. dilengkapi dengan alarm dan sistem pemadaman

Sistem alarm yang terdapat di gedung Rumah Sakit menyatu pada hidran box yang dilengkapi dengan bunyi suara (audible), titik panggil manual (manual pull station) dan

Jaringan pengamanan bangunan terhadap kebakaran terdiri dari sistem detektor yang dilengkapi dengan alarm dan sistem pemadaman api. Sistem pemadaman yang diterapkan

 SNI 03-3985-2000 Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung  SNI 03-6571-2001

Chiller, dan R Panel 6 Sistem Pencegahan Kebakaran  Hydrant Outdoor  Smoke Detector  Sprinkler  Fire Extenguisher Hydrant outdoor diletakan diluar bangunan, dan sisanya

Dan data dalam penelitian ini berkaitan dengan terjadinya gangguan pada smoke detector alarm kebakaran maupun tentang perawatan yang dilakukan dengan baik dan benar , data diperoleh