• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber: BAPPEDA KAB. JENEPONTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sumber: BAPPEDA KAB. JENEPONTO"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Sumber:

(2)

• 91 Km arah selatan Jarak Dari Ibukota Provinsi • 74.979 ha atau • 749,79 km2 (1,65% dari luas SULSEL) Luas Wilayah • 5o16’13”–5o39’35” LS dan antara 12o40’19”– 12o7’31” BT. Letak Astronomis

• Kabupaten Gowa dan Takalar di sebelah utara, • Laut Flores di sebelah

selatan • Kabupaten Takalar di sebelah barat, • Kabupaten Bantaeng di sebelah timur. Batas- Batas Administrasi

2

Tarowang Kab. Gowa Bantaeng

(3)

3

Bentang Wilayah Kab. Jeneponto bervariasi

Bagian utara terdiri dari dataran tinggi dan bukit-bukit yang membentang dari barat ke timur dengan ketinggian 500 sampai dengan 1.400 meter diatas permukaan laut .(Potensi :

Hortikultura, Perkebunan dan Kehutanan )

bagian tengah meliputi wilayah-wilayah dataran dengan ketinggian 100 sampai dengan 500 meter diatas permukaan laut.

(Potensi : Padi, Jagung, Palawija dan Peternakan)

bagian selatan meliputi wilayah-wilayah dataran rendah & Pesisir dengan ketinggian 0 sampai dengan 100 meter di atas permukan laut (Potensi :

Perikanan, Tambak, Garam Rakyat, Padi, Jagung, Palawija)

(4)
(5)
(6)

6

Uraian

2013

Jumlah Penduduk

( Jiwa )

351.100

Jumlah Perempuan

( Jiwa )

181.200

%

51.61

Jumlah Laki-laki

( Jiwa )

169.900

%

48.39

Jumlah Rumah Tangga

KK

80,209

Rata-rata jml anggota RT

Orang

4

Kepadatan Penduduk

Jiwa/Km2

468

Rata-rata Pertumbuhan Penduduk

pertahun

(7)

7

Potensi Lahan Sawah Irigasi 23.408 Ha (29,28%) Potensi Lahan Tadah Hujan 2.862 Ha (3,58%) Potensi Lahan Kering 40.701 Ha (50,91%) Potensi Lahan Kebun 1.243 Ha (1,55%)

(8)

8

Potensi Lahan Hutan 1.974 Ha (2,47%) Potensi Lahan Hutan Bakau 1.605 Ha (2,01%) Potensi Lahan Pemukiman 2.674 Ha (3,34%) Potensi Lahan Lain-lain 5.483 Ha (6,75%)

(9)

9

Jenis Potensi Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha) 1. Padi Sawah 23.030 22.842 134.048 5,70 2. Padi Ladang 2.125 2.125 9.993 4,70 3. Jagung 53.466 53.439 277.646 5,20 4. Ubi Kayu 6.918 6.918 151.231 21,86 5. Kacang Tanah 624 615 654 1,06 6. Kacang Hijau 3.096 3.096 4.010 1,30 7. Ubi Jalar 287 287 3.347 11,66 8. Kedelai 2.070 2.070 2.877 1,39

(10)

10

Budidaya 2022

(11)

11

Jenis Potensi (Sayuran) Luas Panen (Ha) Produksi (Ton) 1. Bawang Merah 178 901,10 2. Kubis 500 342,70 3. Wortel 53.439 277.65 4. Kentang 54.62 241.6 5. Cabe Kecil 6.918 151.231 6. Cebe Besar 615 654 7. Kacang Panjang 3.096 4.010

(12)

12

Jenis Potensi (Buah-Buahan) Produksi (Ton) 1. Mangga 10.163,70 2. Alpokat 90,20 3. Jeruk Siam/Keprok 1,70 4. Pepaya 174,60 5. Pisang 2.235 6. Nangka 8.075

(13)

13

Jenis Tanaman Luas (Ha) Produksi (Ton) Sentra Tanaman

1. Kelapa Dalam 5.512,50 3.631,469 Bangkala

2. Kopi 2.437,75 1.965,017 Rumbia

3. Jambu Mente 2.574,75 1.076,784 Bontoramba, Kelara, Rumbia

4. Kalapa Hibrida 228,50 143,609 Arungkeke

5. Kapok 1.598 525,148 Kelara, Tarowang

(14)

14

Jenis Tanaman Luas (Ha) Produksi (Ton) Sentra Tanaman

7. Kapas 111,25 33,946 Kelara

8. Kakao 102,75 31,817 Kelara, Rumbia

9. Kemiri 185,50 67,628 Rumbia

10. Lada 31,10 2.202 Kelara, Rumbia, Bangkala

Barat

(15)

15

Gambar: Buah Lontar dijajakan oleh ibu sebagai buah khas Jeneponto

Pohon Lontar (Siwalan)yang merupakan tanaman khas Kabupaten Jeneponto yang memiliki potensi yang sangat besar dan tersebar pada semua kecamatan sehingga sangat potensial untuk pengembangan sentra industri gula merah. Gula merah, saat ini masih

diolah secara tradisional sehingga kualitas dan produksinya belum memadai, oleh karena itu sangat diharapkan adanya sentuhan teknologi untuk lebih meningkatkan kualitas

(16)

16

PADANG

PENGGEMBALAAN

TERNAK BESAR & KECIL

1. Kuda 61.816 Ekor 2. Sapi 20.743 Ekor 3. Kerbau 3.287 Ekor 4. Kambing 137.441 Ekor 5. Domba 507 Ekor TERNAK UNGGAS

1. Ayam Ras 737.750 Ekor 2. Ayam Buras 1.505.457 Ekor 3. Itik 478.403 Ekor

(17)

17

Produksi perikanan budidaya, meliputi budidaya tambak sebesar 2.748,88 ton, sementara budidaya kolam air tawar sebesar 93,7 ton.

Nelayan sebayak 2.240 orang, Petani Tambak 1.425 RTP (Rumah Tangga

Perikanan),dan Petani Kolam Air Tawar sebanyak 201 RTP.

Produksi Rumput laut : 136.172 Ton Rumah tangga = 7.251 KK (21.753 Orang)

(18)

18

Budidaya

Industri

(19)

19

Garam rakyat di Kabupaten Jeneponto merupakan komoditi andalan dan boleh dikatakan terbesar di kawasan Timur Indonesia, dengan

Luas areal penggaraman 556,55 Ha

 Produksi rata-rata pertahun 29.647,50 Ton Jumlah tenaga kerja sebanyak 2.162 orang

(20)

20

No. Jenis Sumberdaya

Mineral Potensi (Hipotetik) Lokasi

1 Pasir Besi 2.504.928 ton (alluvial

Deposite) Binamu dan Arungkeke

2 Bentonit 45.600.000 m3 Bangkala

3 Lempung 27.000.000 m3 Binamu, Bangkala, Tamalatea 4 Batu Gamping 1.500.000.000 m3 Bangkala Barat, Bangkala,

Tamalatea 5 Batu Gamping

Dolomitan 57.800.000 ton Tamalatea (Kel. Bontotangga)

6 Oker 500.000 m3 Rumbia (Desa Kassi-kassi)

7 Mika 70.000 m3 Bangkala Barat

Jenis Bahan Galian (Pertambangan) di Kabupaten Jeneponto

(21)

21

No.

Jenis Sumberdaya

Mineral

Potensi (Hipotetik) Lokasi

8 Andesit 1.500.000.000 m3 Batang

9 Basal 13.400.000.000 m3 Bangkala, Tamalatea, Rumbia, Bontoramba

10 Breksi 2.800.000.000 m3 Bangkala Barat, Kelara, Turatea, Batang

11 Tufa 1.800.000.000 m3 Bontoramba, Bangkala

12 Sirtu 23.000.000 m3 Turatea, Binamu, Bontoramba, Tamalatea, Bangkala

13 Kaldeson 9.040.000 m3 Tamalatea dan Bangkala

14 Zelolit 23.000.000 m3 Turatea, Binamu, Bontoramba, Tamalatea, Bangkala

(22)
(23)

23

No. Nama Lokasi

1 Pantai Bira Ria

Kassi Kelurahan Tonrokassi, Kec. Tamalatea 2 Pantai Balangloe

Tarowang Desa Tarowang Kec. Tarowang 3 Tanjung Mallasoro' Kec. Bangkala berhadapan dengan

Pantai Harapan

4 Pulau Libukang Desa Bontorannu, Kecamatan Bangkala 5 Air Terjun Je'ne

Ariba Desa Kapita, Kec. Bangkala 6 Air Terjun Boro Kec. Rumbia

7 Kawasan Mangrove Kassi

Kampung Kassi-kassi, Desa Tarowang Kec. Tarowang

8 Bungung Salapang Desa Bontorappo, Kec. Batang 9 Agrowisata dan

Pesanggrahan Loka Kec. Rumbia

10 Pantai Karsut Desa Kampala Kec. Arungkeke 11 Lembah Hijau

Rumbia Desa Tompo Bulu Kec. Rumbia

Lembah Hijau Rumbia

Birtaria Kassi

Air Terjun Boro

(24)

24

Sebaran Pariwisata Buatan di Kab. Jeneponto

No.

Nama

Lokasi

1

Bintang Karaeng Resort

Kecamatan Binamu

2

Pembuatan Garam Tradisional

Desa Nassara, Kec.Bangkala

3

Lokasi Pacuan Kuda

Kec. Bangkala & Kec. Binamu

4

Dermaga Tanrusampe

Kel. Biringkassi Kec. Binamu

(25)

25

Sebaran Pariwisata Budaya di Kab. Jeneponto

No Nama Lokasi

1 Rumah Adat (Balla Kambara) dan

Masjid Tua Tolo Desa Tolo Kecamatan Kelara

2 Rumah Adat Kampala Desa Kampala, Kecamatan Arung Keke 3 Rumah Adat Binamu Kelurahan Pabbiringa, Kec.Binamu

4 Rumah Adat Kalimporo Kelurahan Kalimporo, Kecamatan Bangkala

5 Artefak Serpih Bilah Dusun Palengu, Kelurahan Palengu, Kecamatan Bangkala 6 Situs Serpih Bilah Karama Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat

7 Bungung Lompoa Kampung Bungung Lompoa, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara

8 Benteng Karampuang Berada di Lingkungan Karampuang dan Balai Pasui, Kel. Tolo Toa, Kecamatan Kelara

9 Kompleks Makam Raja-Raja Binamu Kec. Bontoramba 10 Makam Manjang Loe Kec. Bontoramba 11 Kompleks Makam Joko Kec. Bontoramba

(26)

26

No Nama Lokasi

12 Kompleks Makam Kalimporo Kelurahan Kalimporo, Kecamatan Bangkala 13 Makam Pasiri Dg Mangasa Karaeng

Labbua Talibannanna Desa Tuu, Kelurahan Tuju, Kecamatan Bangkala Barat 14 Makam I Maddi Dg Ri Makka Kelurahan Tonrokassi, Lingkungan Cinong, Kecamatan

Tamalatea

15 Makam Pattima Dg Ti'no Kelurahan Pabbiringa, Kecamatan Binamu 16 Makam Karampuang Butung Kelurahan Biringkasi, Kecamatan Binamu 17 Makam Sapanang (Kr. Babang) kecamatan Binamu

18 Kompleks Makam Nong Kampung Bungung Lompoa, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara

19 Makam Dampang Tolo Desa Tolo Toa, Kecamatan Kelara 20 Makam Karaeng Sapaloe Desa Tolo Toa, Kecamatan Kelara

21 Makam Ta'baka Kelurahan Arung Keke Pallantikang, Kecamatan Arung Keke

22 Makam Karaeng Sengge Desa Balang Loe Tarowang Kecamatan Batang 23 Makam Karaeng Bisea Desa Balang Loe Tarowang Kecamatan Batang

(27)

27

Potensi Solar Energi

Kabupaten Jeneponto

memiliki potensi radiasi

sinar matahari yang

potensial yaitu 4,5 -4,8

Kwh/m

2

/hari, hal ini

sangat baik untuk

dimanfaatkan/dikonversi

menjadi energi listrik.

Tenaga Matahari

Gambar : Peta Penyinaran Radiasi Sinar Matahari di Indonesia, dalam Kwh/m2/hari

Sumber : World Design Insolation, Solarex

(28)

28

Potensi Aero Energi

Frekuensi kejadian angin pada tiap arah mata angin dan kelas kecepatan angin

pada lokasi dan waktu tertentu di Kabupaten Jeneponto

menunjukkan bahwa kecepatan angin harian di Kabupaten

Jeneponto berada pada kisaran 5,5-8 m/s, terutama pada

daerah Pesisir . hal ini sangat baik untuk

dimanfaatkan/dikonversi menjadi energi listrik.

Tenaga Angin

Gambar : Peta Potensi Energi Tenaga Angin-Kecepatan Angin (m/s)

(29)

29

Potensi Tenaga Uap

Saat ini beberapa investasi swasta (PT. Bosowa) dan Pemerintah (PLN) telah membangun PLTU. Hal ini di

mungkinkan karena Jeneponto

memiliki Pantai yang relatif dalam 0 – 2000m potensial untuk pengembangan Pelabuhan serta letak Jeneponto relatif dekat dengan Kalimantan sebagai

daerah pengahasil Batubara (bahan bakar UAP)

Tenaga Uap

Gambar : Karakteristik kedalaman perairan laut Sulawesi Selatan bagian Selatan (Sumber Musbir, 2007).

(30)

30

Potensi BLOK MIGAS KARAENGTA Berdasarkan hasil studi seismik yang dilakukan oleh Perusahaan Eksplorasi Minyak Bumi, maka di temukan

cekungan sedimen Minyak Bumi yang berada di Kawasan Kabupaten

Jeneponto, Takalar dan Bantaeng yang disebut oleh BLOK MIGAS KARAENGTA.

(31)

Gambar

Gambar : Peta Penyinaran Radiasi Sinar Matahari di Indonesia, dalam  Kwh/m 2 /hari
Gambar : Peta Potensi Energi Tenaga Angin-Kecepatan Angin (m/s)JENEPONTO
Gambar : Karakteristik kedalaman perairan laut Sulawesi  Selatan bagian Selatan (Sumber Musbir, 2007).

Referensi

Dokumen terkait

 Siswa dapat mengelmpokkan karakteristik dari bahan serat,  Siswa dapat menjelaskan keragaman karya kerajinan dari bahan serat ,  Siswa dapat menyebutkan

Adaptasi penglihatan pada hewan nokturnal khususnya terjadi di retina matanya, karena retina merupakan bagian dari mata yang berperan dalam melihat warna.. Dari

Bentuk gerak yang sesuai dengan karakteristik tari anak – anak, pada umumnya. gerak – gerak yang dilakukannya tidaklah sulit dan

Pada kombinasi tanah dengan pasir tidak berbeda jauh dengan control dimana pada media ini tinggi bibit mencapai 10.3 cm pertumbuhan bibit juga kurang seragam

Lebih dari 90% penyebab hipertensi pada anak diketahui, dan sebagian besar penyebab hipertensi sekunder adalah kelainan jaringan ginjal berupa kelainan sel juksta glomerular

Kelas VII.1 merupakan objek penelitian, alasan dipilihnya kelas VII.1 karena antusias siswa di kelas ini dalam bidang seni tari cukup tinggi, dapat dilihat dari jumlah siswa

Ruang terbuka yang berada di Kampoeng Batik Laweyan terbagi menjadi ruang terbuka privat dan publik, ruang terbuka privat ini merupakan area ruang terbuka yang berada di dalam

Wawancara dilakukan dalam bentuk tanya jawab dan diskusi yang mengarah pada pemanfaatan hasil program pemberdayaan melalui pendidikan kecakapan hidup (life skills)