• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Teori-teori Dasar Umum Perancangan Sistem Informasi

2.1.1 Pengertian Perancangan

Menurut John W. Satsinger, Robert Jackson, dan [2010] perancangan sistem adalah proses menentukan secara rinci bagaimana komponen-komponen dari sistem informasi harus diimplementasikan secara baik.

Sedangkan menurut Whitten dan Bentley [2010] perancangan sistem adalah pengembangan atau spesifikasi dari solusi teknikal. Berbasis komputer untuk persyaratan bisnis yang diidentifikasi dalam analisis sistem.

Bedasarkan pendapat para ahli di atas penulis menyimpulkan, perancangan sistem adalah suatu tahapan dimana kita harus menentukan bagaimana membangun dan menyusun sebuah sistem informasi yang baik sesuai dengan kebutuhan pemakai informasi.

2.1.2 Pengertian Sistem

Menurut O’Brien & Marakas [2010] Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan dengan batasan yang jelas, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.

Menurut Satzinger et al [2010] Sistem adalah kumpulan dari beberapa komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu hasil.

Berdasarkan pendapat dari ahli di atas penulis menyimpulkan, sistem adalah sekelompok komponen yang kompleks dan saling berinteraksi dimana sistem tersebut memproses input yang diterima dan menghasilkan

(2)

2.1.3 Pengertian Informasi

Menurut O’Brien & Marakas [2010] informasi adalah data yang telah diubah menjadi konteks yang berarti dan berguna bagi pemakai akhir tertentu.

Menurut Malá, Jana; Cerná, L'ubica; Rusková, Dagmar [2013] menyatakan bahwa “Five basic criteria that are needed to be addressed in

order to present information that can be identified as reliable include authority, accuracy, currency, coverage, and objectivity.”yang dimaksud

dengan bahwa ada lima criteria untuk mendukung pengumpulan informasi yaitu dengan authority, accuracy, currency, coverage, dan objectivity yang berguna bagi pemakainya.

Berdasarkan pendapat dari ahli di atas penulis menyimpulkan, informasi adalah hasil dari pengolahan lebih lanjut dari data yang disimpan. Jika perusahaan telah menyimpan data mentah dari kejadian terdahulu, perusahaan bisa menggunakan data mengolahnya kembali, sehingga mendapat informasi yang terdahulu dan terbaru.

2.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Satzinger et al [2010] Sistem Informasi adalah kumpulan dari beberapa komponen yang saling berhubungan yang berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menghasilkan output informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas bisnis.

Menurut Satzinger et al [2010] Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen penting, antara lain sebagai berikut :

a. Hardware (perangkat keras)

Adalah sekumpulan perangkat keras yang digunakan untuk menerima data dan informasi, memprosesnya, dan menampilkannya kembali.

(3)

b. Software (perangkat lunak)

Adalah koleksi atau sekumpulan program yang dapat memerintah hardware-hardware yang ada untuk memproses data.

c. Database (basis data)

Adalah basis data yang berisikan dari sekumpulan file atau table yang berkaitan dan berhubungan antara satu sama lain, dan di dalam file atau table tersebut berisikan data.

d. Network (jaringan computer)

Adalah sebuah sistem jembatan perhubungan, baik menggunakan kabel (wireline) maupun tanpa menggunakan kabel (wireless) yang memiliki peranan penting dalam menghubungkan beberapa computer yang berbeda untuk berbagi sumber daya yang mereka miliki.

e. Procedures (prosedur)

Adalah sebuah instruksi, aturan, dan prosedur yang berisikan cara bagaimana menggabungkan komponen-komponen diatas dalam rangka memproses informasi dan menghasilkan apa yang diinginkan.

f. People (orang)

Adalah sumber daya manusia yang akan mengoperasikan hardware dan software, berhubungan dengan mereka dan menggunakan hasil dari pemrosesan tersebut.

(4)

2.1.5 Fungsi Sistem Informasi

Fungsi Sistem Informasi menurut James A. O’Brien [2010] adalah : a. Area fungsional utama dari bisnis yang penting dalam keberhasilan

bisnis, seperti fungsi akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran, dan manajemen sumberdaya manusia.

b. Kontributor penting dalam efisiensi operasional, produktivitas dan moral pegawai, serta layanan dan kepuasan pelanggan.

c. Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer dan praktisi bisnis.

d. Bahan yang sangat penting dalam mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif, yang memberikan organisasi kelebihan strategis dalam pasar global.

e. Peluang berkarir yang dinamis, memuaskan, serta menantang bagi jutaan pria dan wanita.

f. Komponen penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan toko bisnis yang membentuk jaringan.

2.1.6 Komponen Sistem Informasi

Menurut James A. O’Brien [2010] empat konsep utama yang dapat diaplikasikan ke semua jenis Sistem Informasi, yakni :

a. Manusia, hardware, software, data, dan jaringan adalah lima sumber daya dasar sistem informasi

b. Sumber daya manusia meliputi pemakai akhir dan pakar SI, sumber daya hardware terdiri dari mesin dan media, sumber daya software meliputi baik program maupun prosedur, sumber daya data dapat meliputi dasar data dan pengetahuan, serta sumber daya jaringan yang meliputi media komunikasi dan jaringan.

c. Sumber daya data diubah melalui aktivitas pemrosesan informasi menjadi berbagai produk informasi bagi pemakaiakhir

(5)

d. Pemrosesan informasi terdiri dari aktivitas input dalam sistem, pemrosesan, output, penyimpanan, dan pengendalian.

2.1.7 Jenis-jenis Sistem Informasi

Menurut James A. O’Brien [2010] katagori sistem informasi terbagi atas beberapa, yaitu :

a. Sistem pemrosesan transaksi mencatat serta memporses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis.

b. Sistem pengendalian proses mengawasi dan mengendalikan proses fisik.

c. Sistem kerjasama toko meningkatkan komunikasi dan produktivitas tim serta kelompok kerja, dan meliputi aplikasi yang kadang kala disebut sebagai sistem otomatisasikantor.

d. Sistem pendukung manajemen memberikan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan semua jenis manajer serta semua praktisi bisnis.

e. Sistem Informasi manajemen memberikan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan pada para manajer dan banyak praktisi bisnis. f. Sistem pendukung keputusan memberikan dukungan interaktif

khusus untuk proses pengambilan keputusan para manajer dan praktisi bisnis.

g. Sistem Informasi eksekutif memberikan informasi penting dari SIM, DSS dan sumber lainnya yang dibentuk sesuai kebutuhan informasi para eksekutif.

2.2 Pengertian TV Satelit Berlangganan

Perkembangan layanan televisi satelit berlangganan dapat dikatakan cukup pesat. Di Indonesia sendiri pay tv merupakan hal yang tidak asing lagi. Tentu saja hal ini tidak lepas dari kemunculan pertama kali televisi satelit berlangganan. Dimulai saat Zenith meneliti kemungkinan adanya televisi berlangganan ketika televisi sendiri masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Pada tahun

(6)

1940-an, Zenith memperkenalkan sebuah sistem televisi berlangganan yang diberi nama Phonevision (mdr 0815) yang melayani pemutaran film-film dengan pemesanan melalui pesawat telepon. Awalnya televisi berlangganan sering diidentikkan dengan TV kabel, karena bermula pada tahun 1948 ketika warga Pennsylvania, Amerika Serikat kesulitan menerima siaran televisi karena terhalang perbukitan.

Untuk mengatasi masalah ini, warga setempat memasang antenna untuk menangkap sinyal UHF yang dipakai dalam penyiaran program kemudian menarik kabel dari antena tersebut dan memasangnya ke rumah - rumah. Pada tahun 1972, HBO (Home Box Office) muncul dan memikat hati banyak kalangan, dan tentu saja dengan kemunculannya ini mata rantai televisi berlangganan makin kuat. Belum lagi tuntutan dan kebutuhan akan hiburan yang makin besar, membuat satelit pada era 1980- an menjadi primadona bagi perkembangan televisi berlangganan selanjutnya, sebut saja sistem DBS (Direct Broadcast Satellite) yang banyak diaplikasikan di berbagai negara. Sejarah dan perkembangan televisi berlangganan di Amerika memberikan peluang bagi terbukanya lahan komersial ini di wilayah lain seperti Eropa, Asia, dan Australia. Untuk kawasan regional Asia, Jepang pada tahun 1984 memperkenalkan sistem DBS (Direct Broadcast Satellite) yang pada akhirnya dipakai dalam industri televisi berlangganan.

TV satelit adalah broadcasting sinyal televisi melalui satelit kepada pemirsa dengan perangkat yang dapat menerima sinyal satelit. Perangkat tersebut dapat berbentuk mulai dari pesawat televisi yang terhubung ke penerima satelit sampai telepon bergerak yang telah memiliki penerima satelit di dalamnya (built

in).

Direct Broadcast Satellite adalah satelit yang memiliki jangkauan dan

daya yang cukup sehingga dapat diterima oleh antena piringan kecil atau parabola untuk penggunaan dirumahan. DBS dapat digunakan di rumah-rumah, atau suatu komunitas dengan menggunakan transmisi ulang oleh sistem stasiun TV kecil atau sistem TV kabel. Sistem DBS ini menyediakan gambar dengan kualitas digital dan menawarkan layanan interaktif kecepatan tinggi. Dengan menggunakan

(7)

teknologi kompresi digital, sistem DBS dapat menawarkan jumlah kanal yang lebih banyak daripada sistem kabel analog. Sistem DBS dapat juga diatur untuk menyediakan layanan unik untuk video on demand (VOD), near video-on-demand (NVOD) dan kanal pay-per-view interaktif.

Gambar 2. 2 Sistem distribusi TV Satelit

Bisa dilihat dari Gambar 2.1 diatas bahwa TV Satelit menggunakan system distribusi yang sangat luas. Semua kanal TV dan program media dikirim pada kanal radio uplink ke satelit dan mengirimkan ulang kembali ke bumi. Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit ditempatkan kurang lebih 22.300 mil di atas bumi yang memungkinkannya berputar pada kecepatan rotasi yang sama dengan bumi sehingga akan terlihat stasioner terhadap antena yang menerima sinyalnya. Satelit adalah alat elektronik yang mengorbit di atas bumi yang mampu bertahan sendiri. Bisa diartikan sebagai

repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari

stasiun bumi ditranslasikan frekuensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coverage - nya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO (merupakan sistem

(8)

komunikasi satellite yang paling banyak) posisi satelit adalah sekitar 36.000 km diatas bumi.

Fungsi satelit adalah untuk menerima dan memancarkan kembali sinyal siaran keseluruh tempat yang dapat dijangkaunya. Hal ini memungkinkan siaran radio dan televisi dapat diterima di mana saja sepanjang dapat ditangkap oleh antena stasiun bumi. Dengan kata lain, manfaat yang utama dari adanya teknologi satelit adalah untuk keperluan penyiaran baik radio maupun televisi secara luas. Suatu orbit adalah lintasan yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya tertentu. Orbit pertama kali dianalisa secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam hukum gerakan Planet Kepler. Dia menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya kita adalah berbentuk elips dan bukan lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya. Orbital slot adalah lokasi spesifik dari suatu satelit pada titik yang tepat, diukur dalam satuan derajat, timur dan barat.

Direct Broadcast Satellite (DBS) adalah suatu layanan yang menggunakan

satelit untuk memancarkan (broadcast) bermacam-macam channel dari program televisi agar langsung diterima melalui sebuah antena dish kecil di bumi.

Fixed satellite service (FSS) menyediakan link untuk jaringan telepon dan

juga untuk pentransmisian sinyal televisi ke perusahaan TV kabel, untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan kabel. Contoh FSS : DTH (Direct To

Home), akses internet, Video Conferencing, Sattelite New Gathering (SNG), frame relay, Digital Audio Broadcasting (DAB). Keunggulannya yaitu, tidak

tergantung pada jarak, dapat menyediakan layanan untuk cakupan semua wilayah.

Satellite Direct to Home (DTH) menggunakan teknologi Direct To Home

sebagai infrastruktur TV link untuk mengirimkan beratus-ratus program langsung kerumah-rumah melalui satelit.

Satelite News Gathering (SNG) merupakan perangkat berteknologi canggih

yang digunakan beberapa stasiun televisi Indonesia untuk proses siaran langsung televisi. DVB(Digital Video Broadcasting) merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV digital hingga ke end-user. VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, merupakan terminal yang digunakan dalam komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk

(9)

broadcast televisi.

VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (outdoors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan didalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna PC misalnya transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit, membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain. Transmisi satelit memiliki dua keunggulan dibandingkan transmisi terestrial yang umumnya banyak dipakai, yaitu:

Biayanya sama, baik itu dua ataupun dua juta sambungan (downlink) yang menerima informasi yang disiarkan.

 Tidak memerlukan investasi prasarana kabel yang banyak.

2.2.1 SMATV (Satellite Master Antenna Television)

Satellite Master Antenna Television (SMATV) dikenal pula dengan istilah Single Master Antenna Television, digunakan untuk menangkap sinyal-sinyal

saluran televisi dan FM DBS untuk tempat-tempat seperti hotel, sekolah, kampus, rumah sakit, dan berbagai tempat umum lainnya. Sebuah SMATV digunakan untuk menerima dan menyiarkan kembali saluran televisi satelit disepanjang tempat-tempat berfasilitas umum tersebut. Ada beberapa metode distribusi sinyal yang sering digunakan dalam SMATV.

(10)

Gambar 2. 3 Arsitektur System TV Satelit

2.3 Konsep Umum Aktivasi

Pengertian aktivasi secara digital adalah proses mendapatkan kode verifikasi maupun account yang syah untuk mendapatkan hak akses maupun produk digital tertentu. Dalam status full versi premium bukan demo maupun

trial.

2.4 Waterfall

Dalam pembuatan suatu aplikasi terdapat beberapa model proses, salah satu dari model proses yang digunakan adalah Waterfall Model. Menurut Pressman [2010] model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun perangkat lunak. Menurut Sommerville [2011] waterfall model adalah sebuah contoh dari proses perencanaan, dimana semua proses kegiatan harus terlebih dahulu direncanakan dan dijadwalkan sebelum dikerjakan.

(11)

Dalam tahapan proses pada waterfall model menurut Pressman terdapat 5 Tahapan, yaitu:

1. Communication (Project Initiation, Requirements Gathering) Pada tahap awal ini sebelum memulai pekerjaan teknis, diperlukan komunikasi terlebih dahulu untuk memahami dan mencapai tujuan yang hendak dicapai. Pada tahapan ini mencakup tahapan Project

Initiation seperti analisa permasalahaan yang ada serta tujuan yang

diinginkan, dan requirement gathering yaitu mengumpulkan data-data yang akan dibutuhkan.

2. Planning(Estimating, Scheduling, Tracking)

Pada tahapan ini adalah tahap perencanaan untuk melakukan estimasi mengenai kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan sistem, penjadwalan, dan tracking proses pengerjaan sistem.

3. Modeling (Analysis, Design)

Tahap ini merupakan tahap perancangan dan pemodelan arsitektur sistem dengan tujuan menerjemahkan kebutuhan elemen sistem ke dalam sebuah model-model diagram.

4. Construction (Code, Test)

Pada tahapan ini merupakan tahap pengkodean sesuai dengan rancangan aplikasi yang telah dibuat. Setelah pengkodean selesai maka selanjutnya dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat untuk menemukan kesalahan-kesalahan pada sistem tersebut kemudian dapat diperbaiki.

5. Deployment (Delivery, Support, Feedback)

Pada tahap Deployment sistem yang telah dibuat diimplementasikan oleh user. Selain implementasi, pada tahap ini juga mencakup tahap pemeliharaan, perbaikan, evaluasi dan pengembangan agar sistem dapat berjalan dengan baik dan dapat berkembang sesuai dengan fungsinya.

(12)

Gambar 2. 4 Model Waterfall Pressman (2010:p39)

2.5 Konsep Dasar Berorientasi Objek

Menurut Stendy (2010:178), “ pemograman berorientasi objek berarti sebuah teknik pemograman yang didalam proses pengembangannya menggunakan terminologi objek, dimana setiap objek memiliki atribut beserta fungsi yang saling berinteraksi satu dengan yang lain seperti halnya objek”.

Konsep OOAD mencakup analisis dan desain sebuah sistem dengan pendekatan sebuah objek, yaitu Object Oriented Analysis (OOA) dan Object

Oriented Design (OOD). Analisa berorientasi objek atau Object Oriented Analysis (OOA) adalah tahapan untuk menganalisis spesifikasi atau kebutuhan

akan sistem yang akan dibangun dengan konsep berorientasi objek. Desain berorientasi objek atau Object Oriented Design (OOD) adalah tahapan perantara untuk memetakan spesifikasi atau kebutuhan sistem yang akan dibangun dengan konsep berorientasi objek ke desain pemodelan agar lebih mudah diimplementasikan dengan pemrograman berorientasi objek.

Metode OOAD ( Object Oriented Analysis) melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif objek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada pemrograman tersrtuktur. Pendekatan ini memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek-objek dunia nyata. Terdapat beberapa cara untuk mengabstraksikan dan memodelkan objek- objek tersebut, yaitu abstraksi objek, kelas, hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat mengabstraksikan dan memodelkan objek, data dan proses - proses yang dipunyai oleh objek akan di enkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan.

(13)

Pemograman berorientasi objek memiliki tujuan untuk pemahaman sistem kepada user atau client. Hal ini karena user/client dapat dengan mudah memahami alur pemograman dengan kasus yang dihadapi. Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis, perancangan, pemrograman, dan pengujian perangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.

Pemodelan berorientasi objek biasanya dituangkan dalam dokumentasi perangkat lunak dengan menggunakan perangkat pemodelan berorientasi objek diantaranya UML (Unified Modeling Language) .

2.5.1 Karakteristik atau sifat Pendekatan Berorientasi Objek

1. Kelas (class), adalah kumpulan objek – objek dengan karakteristik yang sama. Kelas merupakan definisi statik dan himpunan objek yang sama yang mungkin lahir atau diciptakan dan kelas tersebut.

2. Objek (object), adalah abstraksi dan sesuatu yang mewakili dunia nyata seperti benda, manusia, satuan organisasi, tempat, kejadian,struktur, status, atau hal – hal lain yang bersifat abstrak. Objek merupakan suatu entitas yang mampu menyimpan informasi ( status) dan mempunyai operasi (kelakuan) yang dapat diterapkan atau berpengaruh pada status objek nya. Objek mempunyai siklus yaitu dapat diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan.

3. Metode (method), operasi atau metode merupakan fungsi atau transformasi yang dapat dilakukan terhadap objek atau dilakukan oleh objek. Metode atau operasi dapat berasal dari event, aktivitas atau aksi keadaan, fungsi, atau kelakuan dunia nyata. Contoh metode atau operasi misalnya read,

write, move, copy,dsb.

4. Atribut (attribute), atribut dari sebuah kelas variabel global yang dimiliki sebuah kelas. Atribut dapat berupa nilai atau elemen-elemen data yang dimiliki oleh objek dalam kelas objek. Atribut sebaiknya bersifat privat untuk menjaga konsep enkapsulapsi.

(14)

5. Abstraksi (abstraction), yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan. 6. Enkapsulasi (encapsulation), yaitu pembungkusan atribut data dan

layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerjanya.

7. Pewarisan (inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

8. Antarmuka (interface), antarmuka atau interface sangat mirip dengan kelas,tapi tanpa atribut kelas dan memiliki metode yang dideklarasikan tanpa isi. Deklarasi metode pada sebuah interface dapat diimplementasikan oleh kelas lain. Metode pada antarmuka yang diimplementasikan pada suatu kelas harus sama persis dengan yang ada pada antarmuka. Antarmuka atau interface biasanya digunakan agar kelas yang lain tidak mengakses langsung ke suatu kelas, mengakses antarmukanya.

9. Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.

10. Komunikasi antar objek, komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dari suatu objek ke objek lainnya.

11. Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

12. Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.

13. Package, adalah sebuah kontainer atau kemasan yang dapat digunakan untuk mengelompokkan kelas - kelas sehingga memungkinkan beberapa kelas yang bernama sama disimpan dalam package yang berbeda.

(15)

2.6 Perangkat Pemodelan Sistem 2.6.1 UML (Unifield Modeling Language)

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah

menjadi standard dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.

Menurut ( Adi Nugroho, 2010 : 6), “UML adalah ‘bahasa’ pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasi objek’”. Pemodelan ( modelling ) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan – permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Menurut Rosa A.S.-M.Shalahuddin (2011:118), “UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”. UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan.

Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan syntax / semantik. Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented

Software Engineering).

UML diaplikasikan untuk masuk tertentu, diantaranya :  Merancang perangkat lunak

 Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis  Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa

yang diperlukan sistem.

 Mendokumentasikan sistem yang ada, proses – proses dan organisasinya.

(16)

2.6.2 Diagram UML

Pada UML 2.3 terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Pembagian kategori dan macam-macam diagram tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah.

UML 2.3 Diagram

Structure Diagrams Behaviour Diagrams Intraction Diagrams

Class Diagram

Object Diagram

Component Diagram

Composite Structure Diagram

Package Diagram

Deployment Diagram

Use Case Diagram

State machine Diagram

Sequence Diagram Communication Diagram Timing Diagram Interaction Diagram Activity Diagram

Gambar 2. 5 Diagram UML

(Sumber:Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2011:121 )

Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut :

Structure Diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan

untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan.

Behaviour Diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan

untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.

Interaction Diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan

untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.

(17)

2.6.3 Use Case Diagram

Use case atau diagram use case merupakan pemodelan kelakuan

(behaviour) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi – fungsi itu. (Rosa A.S.- M.Shalahuddin, 2013:155)

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan semudah mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut actor dan use case.

• Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat sendiri, jadi walaupun symbol actor adalah gambar orang. tapi actor belum tentu merupakan orang.

Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai

unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau actor

(18)

Tabel 2. 1 Simbol Use Case Diagram

(Sumber: Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2011:131-133)

Simbol Deskripsi

Use Case Fungsionalitas yang disediakan

sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor. Biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use case

Aktor / Actor Orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri. Jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.

Asosiasi / Association Komunikasi antara actor dengan use

case yang berpartisipasi pada use

case atau use case memiliki

interaksi dengan actor Ekstensi / extend

<extends>

Relasi use case tambahan ke sebuah

uses case dimana use case yang

ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu, mirip dengan prinsip inheritance pada pemrogaman berorientasi objek, biasanya use case tambahan Nama Use

(19)

memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan Generalisasi / Generalization Hubungan generalisasi dan

spesialisai (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

Include / uses Ada dua sudut pandang yang cukup

besar mengenai include di use case

:

Include berarti uses case

yang ditambahkan akan selalu dipanggil saat use

case tambahan dijalakan.

Include bearti uses case yang

tambahan akan selalu melakukan pengecekan apakah use case yang ditambhkan telah dijalankan sebelum use case tambahan dijalankan.

(20)

Gambar 2. 6 Contoh Use Case Diagram

(Sumber: Munawar, 2011:69)

2.6.4 Use Case Description ( Deskripsi Use Case )

Deskripsi yang berisi daftar rincian untuk use case. Setiap use case harus dijelaskan alur prosesnya melalui sebuah deskripsi use case (use case description) atau scenario use case. Deskripsi use case berisi:

• Nama use case yaitu penamaan use case yang menggunakan kata kerja • Deskripsi yaitu penjelasan mengenai tujuan use case dan nilai yang

akan didapatkan oleh aktor

• Kondisi sebelum (pre-condition) yaitu kondisi-kondisi yang perlu ada sebelum use case dilakukan.

• Kondisi sesudah (post-condition) yaitu kondisi-kondisi yang sudah dipenuhi ketika use case sudah dilaksanakan

• Alur dasar (basic flow) yaitu alur yang menceritakan jika semua aksi yang dilakukan adalah benar atau proses yang harusnya terjadi

• Alur alternatif (alternatif flow) yaitu alur yang menceritakan aksi alternatif, yang berbeda dari alur dasar.

staf pelayan catat booking batalkan booking tampilkan booking transfer meja catat kedatangan

catat yg datang langsung

resepsionis <<include>> <<include>>

<<include>> <<include>>

(21)

Tabel 2. 2 Contoh Use Case Description

(Sumber: Evi Triandhini dan I Gede Suardika, 2012:20)

2.6.5 Activity Diagram

Diagram aktifitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem, bukan apa yang dilakukan actor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan sistem ( Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2011:134).

Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:

 Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.  Urutan atau pengelompokkan tampilan dari sistem / user interface

dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.

(22)

 Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.

Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram aktivitas : Tabel 2. 3 Simbol Activity Diagram

(Sumber: Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2011:134)

Simbol Deskripsi

Status awal Status awal diagram aktivitas sistem

Aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem, biasanya diawali dengan kata kerja.

Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu

Penggabungan / join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu.

Status akhir Status akhir yang dilakukan system

(23)

Nama swinlane jawab terhadap aktivitas yang terjadi.

Gambar 2. 7 Contoh Activity Diagram ( Sumber : Verdi Yasin, 2013:272)

Nama swinlane jawab terhadap aktivitas yang terjadi.

Gambar 2. 7 Contoh Activity Diagram ( Sumber : Verdi Yasin, 2013:272)

Nama swinlane jawab terhadap aktivitas yang terjadi.

Gambar 2. 7 Contoh Activity Diagram ( Sumber : Verdi Yasin, 2013:272)

(24)

2.6.6 Class Diagram

“Class Diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi”.( Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2011:122 )

 Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.

 Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

Class Diagram digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta

paket-paket yang ada dalam sistem / perangkat lunak yang sedang dikembangkan. Diagram kelas (Class Diagram) memberi gambaran (diagram statis ) tentang sistem / perangkat lunak dan relasi-relasi yang ada di dalamnya.

Class memiliki tiga area pokok : 1. Nama (dan stereotype)

2. Atribut 3. Metoda

Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :

• Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan

• Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya

• Public, dapat dipanggil oleh siapa saja.

Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut :

• Kelas main

Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan. • Kelas yang menangani tampilan sistem

(25)

Kelas yang mendefinisikan dan mengeatur tampilan ke pemakai. • Kelas yang diambil dari pendefinisian use case

Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada, diambil dari pendefinisian use case.

• Kelas yang diambil dari pendefinisian data

Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data.

Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram kelas : Tabel 2. 4 Simbol Class Diagram

(Sumber: Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2013:146-147)

Simbol Deskripsi

Kelas Kelas pada struktur system

Antarmuka / interface

Nama_interface

Sama dengan konsep interface dalam pemrogaman berorientasi objek

Asosiasi / association Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai multiplicity.

(26)

association digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya juga disertai dengan multicplicity.

Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna generalisasi-spesialisasi (umum-khusus)

Kebergantungan /

dependency

Relasi antar kelas dengan makna kebergantungan antar kelas.

Agregasi / aggregation Realsi antar kelas dengan makna semua bagian (whole-part).

Gambar 2. 8 Contoh Class diagram ( Sumber : Adi Nugroho, 2010)

pelanggan +nama +no_telp +tambah(nama, no_telp) Reservasi +tanggal: Date Reservasi Langganan +jumlah Reservasi Mandiri Pertunjukan +nama Tiket +Ketersediaan +penjualan Penampilan +tanggal +jam +jumlah_kursi * 1 1..* 1 1 0..1 1 0..1 1 1

(27)

2.6.7 Sequence Diagram

Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antarobjek. Oleh karena itu, untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diintansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).

Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use

case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.

Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram sequence : Tabel 2. 5 Simbol Sequence Diagram

(Sumber: Rosa A.S.-M.Shalahuddin, 2013:165-167)

Simbol Deskripsi

Actor Orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi

dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri. Jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya

(28)

menggunakan kata benda.

Garis hidup / lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek

Objek Menyatakan objek yang berinteraksi pesan

Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi pesan

Pesan tipe create Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat

Pesan tipe call Menyatakan suatu objek memanggil operasi / metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri, arah panah mengarah pada objek yang memiliki operasi/metode, karena ini memanggil operasi/metode maka operasi/metode yang dipanggil harus ada pada diagram kelas sesuai dengan objek yang berinterksi

Pesan tipe send Menyatakan bahwa suatu objek mengirim data/masukan/ informasi ke objek lainnya, arah

(29)

1 : masukan panah mengarah pada objek yang menerima

kembalian. Pesan tipe return

1 : keluaran

Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian.

Pesan tipe destroy

<<destroy>>

X

Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada destroy.

Gambar 2. 9 Contoh Sequence Diagram

(Sumber:http://informatika.web.id/sequence-diagram.htm)

1 : masukan panah mengarah pada objek yang menerima

kembalian. Pesan tipe return

1 : keluaran

Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian.

Pesan tipe destroy

<<destroy>>

X

Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada destroy.

Gambar 2. 9 Contoh Sequence Diagram

(Sumber:http://informatika.web.id/sequence-diagram.htm)

1 : masukan panah mengarah pada objek yang menerima

kembalian. Pesan tipe return

1 : keluaran

Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian.

Pesan tipe destroy

<<destroy>>

X

Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada destroy.

Gambar 2. 9 Contoh Sequence Diagram

(30)

2.6.8 Navigation Diagram

Menurut Satzinger et al. (2012,p504), navigation adalah proses mengakses objek dengan penggalian pengenalan suatu objek dari objek lain yang saling berkaitan. Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa navigation diagram adalah proses mengakses objek dari suatu interface yang saling berkaitan yang dibentuk dengan diagram.

Gambar 2. 10 Contoh Navigation Diagram

(Sumber:http://www.rocketface.com/organize_website/hierarchical_navaga tion.html)

2.7 Konsep Web Based

Web based adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan

basis teknologi web atau browser. Web based application adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan basis teknologi web atau browser. Aplikasi ini dapat diakses dimana saja asalkan ada koneksi internet yang mendukung, tanpa perlu melakukan penginstallan di computer masing-masing seperti pada aplikasi desktop, cukup dengan membuka browser dan menuju tempat server aplikasi tersebut dipasang. Contohnya: Google spreadsheet, Google

Word Processor, webmessenger.yahoo.com, meebo.com, dan game flash yang

dijalankan secara online, dan yang lain. 2.6.8 Navigation Diagram

Menurut Satzinger et al. (2012,p504), navigation adalah proses mengakses objek dengan penggalian pengenalan suatu objek dari objek lain yang saling berkaitan. Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa navigation diagram adalah proses mengakses objek dari suatu interface yang saling berkaitan yang dibentuk dengan diagram.

Gambar 2. 10 Contoh Navigation Diagram

(Sumber:http://www.rocketface.com/organize_website/hierarchical_navaga tion.html)

2.7 Konsep Web Based

Web based adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan

basis teknologi web atau browser. Web based application adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan basis teknologi web atau browser. Aplikasi ini dapat diakses dimana saja asalkan ada koneksi internet yang mendukung, tanpa perlu melakukan penginstallan di computer masing-masing seperti pada aplikasi desktop, cukup dengan membuka browser dan menuju tempat server aplikasi tersebut dipasang. Contohnya: Google spreadsheet, Google

Word Processor, webmessenger.yahoo.com, meebo.com, dan game flash yang

dijalankan secara online, dan yang lain. 2.6.8 Navigation Diagram

Menurut Satzinger et al. (2012,p504), navigation adalah proses mengakses objek dengan penggalian pengenalan suatu objek dari objek lain yang saling berkaitan. Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa navigation diagram adalah proses mengakses objek dari suatu interface yang saling berkaitan yang dibentuk dengan diagram.

Gambar 2. 10 Contoh Navigation Diagram

(Sumber:http://www.rocketface.com/organize_website/hierarchical_navaga tion.html)

2.7 Konsep Web Based

Web based adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan

basis teknologi web atau browser. Web based application adalah suatu aplikasi yang dapat berjalan dengan menggunakan basis teknologi web atau browser. Aplikasi ini dapat diakses dimana saja asalkan ada koneksi internet yang mendukung, tanpa perlu melakukan penginstallan di computer masing-masing seperti pada aplikasi desktop, cukup dengan membuka browser dan menuju tempat server aplikasi tersebut dipasang. Contohnya: Google spreadsheet, Google

Word Processor, webmessenger.yahoo.com, meebo.com, dan game flash yang

(31)

Aplikasi ini dapat diakses dimana saja asalkan ada koneksi internet yang mendukung, tanpa perlu melakukan penginstallan di komputer masing-masing seperti pada aplikasi desktop, cukup dengan membuka browser dan menuju tempat server aplikasi tersebut dipasang. Keunggulan web based application dibanding desktop based application adalah, terkait dengan keunggulan-keunggulan dari Internet itu sendiri, misalnya :

1. Kita dapat menjalankan aplikasi berbasis web di manapun kapan pun tanpa harus melakukan penginstalan.

2. Terkait dengan isu lisensi (hak cipta), kita tidak memerlukan lisensi ketika menggunakan web based application, sebab lisensi itu telah menjadi tanggung jawab dari web penyedia aplikasi. (seperti misalnya saat menggunakan MS-Office versi Google).

3. Ketersediaan. Mirip dengan poin satu. Bayangkan ketika kita disuruh untuk mengedit sebuah foto, namun kita tidak memiliki satu pun aplikasi pengedit foto yang tersedia di PC kita. Yah, tidak perlu bersusah payah untuk mencarinya, tinggal akses saja sebuah alamat di Internet, maka kita dapat mengedit poto tanpa harus memiliki aplikasi pengeditnya

4. Dapat dijalankan di sistem operasi mana pun. Apakah kita menggunakan Linux, Windows, aplikasi berbasis web dapat dijalankan asalkan kita memiliki browser dan akses Internet.

5. Dapat diakses lewat banyak media seperti : komputer, handheld dan

handphone yang sudah sesuai dengan standar WAP.

6. Tidak perlu spesifikasi komputer yang tinggi untuk menggunakan aplikasi berbasis web ini, sebab di beberapa kasus, sebagian besar proses dilakukan di web server penyedia aplikasi berbasis web ini.

Kekurangan web based application harus adanya ketersediaan koneksi Internet.

Gambar

Gambar 2. 1 Information Systems and Component Parts
Gambar 2. 2 Sistem distribusi TV Satelit
Gambar 2. 3 Arsitektur System TV Satelit
Gambar 2. 4 Model Waterfall Pressman (2010:p39)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ketidakmampuan menangkal atau mencegahnya akan menyebabkan dirinya memiliki kebiasaan dan perilaku yang buruk (menyimpang) dari norma sosial. Oleh karena itu,

All that parcel of land together with the building thereon and appurtenances thereof situate at Sungai Tengah Kuching, containing an area of 263.40000 square metres, more or less,

“Dulu kan waktu SMA namanya Geng-geng gitu, dulu kami ada sembilan orang, sama semuanya kakak dekat tapi sekarang tinggal lima orang kami, karena yang empat lagi, dua kerja

Melalui pengelolaan yang baik, maka uang yang terbataspun dapat dikendalikan penggunaannya, sehingga akan membawa kesejahteraan bagi leluarga., Bagi

Penilaian tingkat teknologi dilakukan dengan menghitung nilai TCC (technology contribution coefficient) dari komponen teknologi technoware (perangkat keras),

Perempuan dengan Kecerdasan Linguistik dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa siswa laki-laki dan perempuan melakukan proses

status sosial juga merupakan faktor lain yang memberikan konstribusi terhadap angka fertilitas, selain itu perbedaan budaya memiliki pengaruh pada nilai anak

Pada Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengontrol residual alpha dengan menggunakan pendekatan fungsi penalti pada pembentukan portofolio saham yang selanjutnya akan