• Tidak ada hasil yang ditemukan

1DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAII KABUPATEN BUNGO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAII KABUPATEN BUNGO"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

KABUI'ATEN_BLJNGO

L

1DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAII

KABUPATEN BUNGO

Jalan R.M Thaher Teip. (0747) 21245

MUARA BUNGO

RISALAH RESMI

Tahun 2018

Jenis Rapat : Rapat Paripurna

Sifat Rapat Terbuka

Han / Tanggal Selasa, 17 Juli 2018 Pukul : 10.00 Wib s/d Selesai

Tempat Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kabupaten Bungo Pimpinan Rapat : Ria Mayang Sari, SH, MH/ Ketua DPRD

Didampingi:

1. H. Kamal HG! Wakil Ketua DPRD

Acara : Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Perda tentang Perubahan RPJMD 2016-2021 serta Rancangan Perda lainnya.

Sekretaris Rapat : Dra. Ulfa Novriza, M.Si/ Sekretaris DPRD

Hadir : A. 24 dari 35 orang Anggota DPRD, dengan rincian:

1. Fraksi Demokrat

1 dari 6 orang Anggota

2. Fraksi Golkar

3 dari 5 orang Anggota 3 Fraksi Had Nurani

4 dari 4 orang Anggota 4. Fraksi PDI-Perjuangan

3 dari 4 orang Anggota 5. Fraksi PAN

1 darl 3 orang Anggota 6. Fraksi Gerinda

2 darl 3 orang Anggota 7. Fraksi PKS

3 dari 3 orang Anggota

8. Fraksi Restorasi Kebangkitan Bangsa 4 dari 4 orang Anggota

9. Fraksi Bintang Pembangunan 3 dari 3 orang Anggota

B. Sekretariat DPRD:

1.Agus Kusnandar, SH / Kabag Persidangan dan Per-UU 2. Indra Yani, S.Pd. MM ! Kabag Umum dan Keuangan 3. Usman, S.Pd ! Kabag Fasilitasi, Penganggaran dan Pengawasan 4. Irayana, SH / Kasubbag Persidangan dan Risalah

5. Rizamsir, SH / Humas Protokol dan Publikasi Turut Hadir : 1 .Wakil Bupati Bungo

(2)

3.Sekretaris Daerah, para StafAhli Bupati Bungo, Para Asisten Sekda, dan Kepala Bagian dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo;

4.Kepala OPD dan Pimpinan BUMD/BUMN dalam Kab. Bungo; 5.Pimpinan Perguruan Tinggi dalam Kabupaten Bungo

6.Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bungo dan Ketua Lembaga Adat Melayu kabupaten Bungo;

7.Para Camat dan Lurah dalam kabupaten Bungo; 8 .Rekan-rekan Wartawan

9.Bapak / Ibu Undangan Lainnya.

Pembawa Acara : Fitri Verawati / Staf Sekretariat DPRD

Jalannya Rapat : Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hadirin dimohon berdiri / hadirin dipersilahkan duduk kembali.

Rapat hari

mi dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Bungo.

Kepada Ibu Ria Mayang Sari, SH. MH disilahkan dengan segala hormat

Pimpinan Rapat : Rig- Mayang Sari, SH, MH / Ketua DPRD Kab. Bungo (Rapat di buka pukul 12.00 wib)

Assalamuaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Sebelum rapat paripurna

mi

saya buka, diminta kepada Sekretaris Dewan untuk membacakan daftar hadir Anggota DPRD.

Kepada Sekretaris Dewan dipersilahkan.

Sekretaris DPRD Dra. Ulfa Novriza, M.Si/ Sekretaris DPRD

Jurnlah hadir Anggota DPRD Kabupaten Bungo

Dari 35 orang Anggota DPRD Kab. Bungo hadir dun telah

mendatangani daftar hadir sebanyak 24 orang dan tidak hadir sebanyak 11 orang.

Keterangan

MIN 11 Orang

1 Syarkoni Syam ( Fraksi Golkar)

2. Waaki Mussolah, A.Md (Fraksi Demokrat) 3. Syaiful Acik Bilal, S.Pd.i (Fraksi Demokrat) 4. Leni Elvira, Z. SE (Fraksi Demokrat)

5. H. Martunis, S.Pd (Fraksi Demokrat) 6. M. Mahilli HM. SH, MH (Fraksi PAN 7. Hendri Novriza, S.Sos (Fraksi PAN 8. Karwati (Fraksi Demokrat)

9. Gusriyandi Rifa'i (Fraksi PDI-P) 10.Sumaryono (Fraksi Golkar)

(3)

11. Alex Cander (Fraksi Gerindra) Demikian,

Pimpinan Rapat : Terima kasih kepada Sekretaris DPRD yang telah membacakan daftar

hadir Anggota DPRD.

Sesuai dengan laporan sekretaris DPRD, bahwa dari jumlah Anggota Dewan 35 orang, yang hadir secara fisik dan telah menandatangani daftar hadir berjumlah 24 orang, maka untuk pelaksananaan Paripurna tentang Rancangan Perda berlaku ketentuan Pasal 91 ayat (1) huruf (b) Peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2015, yaitu dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota DPRD. Dengan demikian kuorum telah tercapai dan rapat paripurna hari

mi dapat dilanjutkan.

Dengan mengucapkan "BISMILAHIRRAHMAN-NIRROH1M" Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Perda tentang Perubahan RPIMD Tahun 2016-2021 serta Rancangan Perda Lainnya secara resmi dibuka dan terbuka untuk umum.

Ketukan Pain 3 x---

- Yth. Wakil Bupati Bungo.

- Pimpinan dan Serta Anggota Dewan yang terhormat.

- Yth. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bungo atau yang mewakili.

- Yth. Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, dan Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah;

- Yth. Para Kepala OPD dan Pimpinan BUMD/BUMN dalam Kabupaten Bungo;

- Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi dalam Kabupaten Bungo;

- Yth. Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bungo dan Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo atau yang mewakili. - Yth. Para Camat dan Lurah dalam Kabupaten Bungo;

- Rekan - Rekan wartawan serta hadirin yang berbahagia.

Pada kesempatan yang baik

mi

marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuna-Nya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan, untuk hadir bersama di ruangan

mi,

melaksanakan Rapat Paripuma DPRD Tingkat Pertama dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perda (Ranperda) yaitu:

1. Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2017.

(4)

2. Ranperda tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Bungo Tahun 2016-2021; dan 3. Ranperda lainnya.

Semoga aktivitas yang kita laksanakan hari

mi

akan membawa berkah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bungo, amin...

Sholawat dan salam kita haturkan kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, dengan sening membaca sholawat semoga kita mendapat syafaat di yaumil mahsyar.

Sdr. Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat serta hadirin yang berbahagia...

Untuk Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, hal

mi

sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 320 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Kepala Daerah menyampaikan Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD kepada DPRD dengan dilainpiri laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Merujuk pada Peraturan di atas, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah

mi

sesuai dengan surat Bupati Bungo nomor 900/04-100.1 1/BPKAD tanggal 6 Juni 2018, tentunya masih memasuki dari jadwal yang diamanatkan. Kendati jatuh dibulan ke -6 namun demikian DPRD sangat memahami, karena hams menunggu hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK.

Berikutnya, untuk Rancangan Perda tentang Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021, hal

mi

sama diatur juga dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemenintahan Daerah, ketentuan Pasal 264 ayat (5) menyatakan: RPJPD, RPJMD, dan RKPD dapat diubah apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan atau penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Secara teknis mengenai perubahan RPJMD

mi,

diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai pengganti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, yaitu pengaturan tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD serta Tata Cam Perubahan RPJPD, RPIMD, dan RKPD. Menurut ketentuan Pasal 342 ayat (2)

(5)

huruf b Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, bahwa dalam rangka efektivitas, perubahan RPJMD tidak dapat dilakukan apabila sisa masa berlaku RPJMD kurang dan 3 (tiga) tahun.

Selanjuthya menurut ketentuan Pasal 69 ayat (3) Permendagri tersebut, bahwa Penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD, paling lambat 90 (Sembilan puluh) han setelah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilantik. Lebih lanjut dinyatakan dalam Pasal 70, bahwa Bupati/Wali Kota menetapkan Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD paling lambat 6 (enam) bulan setelah bupati/wali kota dan wakil bupati/wali kota dilantik.

Dengan merujuk pada ketentuan di atas, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan RPJMD

mi

sesuai dengan surat Bupati Bungo nomor: 050/10.44/2.3/Bappeda, tanggal 8 Juni 2018, tentunya masih cukup waktu, karena sebagaimana diketahui bersama bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bungo saat itu dilantik yaitu tanggal

14 Juni 2016.

Hadirin Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat...

Selanjutnya untuk mendapat gambaran yang jelas terhadap Penyampaian Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tentang RPJMD Tahun 2016-2021 serta Ranperda lainnya Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Perda, akan dipaparkan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo, untuk itu kepada saudara Wakil Bupati Bungo dipersilahkan untuk menyampaian Nota Pengantarnya.

Wakil Bupati Bungo : H. Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd

Terima kasih kepada Pimpinan Bismillahiromannirohim

Salam sejahtera bagi kita semua

Yth. Sdr. Ketua, Wakil Ketua dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bungo;

Yth. Segenap Anggota Unsur FORKOMPIMDA, Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo dan Ketua Pengadilan Agama Muara Bungo;

Yth. Sdr. Sekretanis Daerah, Para StafAhli Bupati Bungo serta Para Asisten Sekretanis Daerah Kabupaten Bungo;

Yth, Seluruh Kepala OPD, Camat dan Lurah dalam Kabupaten Bungo;

Yth. Segenap Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan Bank beserta pimpinan BUMN/BUMD dalam Kabupaten Bungo;

(6)

Mengawali nota pengantar Ranperda

mi,

marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita masih diberikekuatan clan kesehatan untuk dapat hadir Bersama di ruangan

mi,

dalam rangka Rapat Paripuma DPRD Kabupaten Bungo dengan agenda pembahahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017, Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang RPJMD serta beberapa Ranperda lainnya.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati

Sebagaimana diketahui Bersama, bahwa penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA. 2017

mi

merupakan bagian dari rangkaian sikius pengelolaan keuangan daerah. Menurut ketentuan Pasal 31 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dimaksud yakni berupa Laporan Keuangan Daerah yang telah diperiksa oleh BPK-R1, yang selanjutnya disusun dalam bentuk rancangan Peraturan Daerah.

Dalam kaitan itu, beberapa waktu yang lalu telah dilakukan pemeriksaan oleh BPK-RI Perwakilan Provinsi Jambi terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bungo TA. 2017. Hasil pemriksaan dimaksud yakni berupa Laporan Hasil Pemeriksaan, yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bungo dan juga Pimpinan DPRD Kabupaten Bungo pada tanggal 28 Mci 2018, Opini yang diberikan atas pemeriksaan Laporan Keuangan tersebut masih tetap seperti tahun sebelumnya yakni Wajar Dengan Pengecualian

(WDP).

Terkait dengan opini WDP tersebut, terdapat 4 (empat) poin yang menjadi penyebab yakni;

1. Penyajian Si1PA per 31 Desember 2017 sebesar RP. 302,73 Juta tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan;

2. Dalam nilai Aset Tetap Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2017 sejumlah Rp.376,15 Milyar, ddicatat lebih besar dari LBMD sebesar Rp. 79,39 Milyar, dan sebesar Rp79,65 Milyar dicatat lebih kecil dari LBMD;

3. Dalam nilai Aset Tetap Bangunan dan Gedung per 31 Desember 2017 sebesar Rp 618,11 Milyar, dicatat lebih besar dari LBMD sebesar Rp. 61,06 Milyar, dan sebesar Rp. 65,39 Milyar dicatat

lebih kecil dari LBML).

4. Dalani nilai Aset Tetap Jalan, Irigasi, dan Janingan per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 1,14 Triliun, dicatat lebih besar dan

(7)

LBMD sebesar Rp. 137,10 Milyar dan sebesar Rp. 174,98 Milyar dicatat lebih kecil dari LBMD.

Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penyebab opini WDP

mi

masih sama, yang didominasi permasalahan aset tetap. Berbagai upaya telah kita lakukan selama

mi

temyata masih belum memhuahkan hasil untuk meraih opini WTP. Oleh karena itu, pada hari yang sama beberapa saat setelah acara penyerahan LHP tersebut, kami langsung mendatangi Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jambi agar dapat memberikan bantuan dalam menye!esaikan permasalahan asset tetap, yang selalu menjadi pengganjal dalam meroleh opini WTP. Syukur Alhamdulillah, ternyata Kepala BPKP memberikan respon yang positif dan akan memberikan pendampingan sepanjang tahun 2018

mi

hingga permaslahan aset tetap tuntas.

Dalam kaitan itu, berbagai langkah taktis telah kita ambil diantaranya pengumpulan dan pemilahan dokuinen pengadaan aset tetap di bawah tahun 2007 di seluruh OPD, Pembukuan Posko Aset pada Wisma Ali Sudin, serta penelusuran selisih data asset antara Neraca dan LBMD dengan melibatkan berbagai komponen yakni Pengurus Barang OPD, BPKAD dan Inspektorat, untuk selanjutnya verifikasi faktual kondisi aset di lapangan. Selain itu, Pemerintah Daerah Bersama Tim BPKP secara intens akan terus berkoordinasi pada BPK Perwailan Provinsi Jambi guna memastikan bahwa langkah yang diambil tetap sasaran, serta berkonsultasi lebih lanjut terhadap permasalahan yang ditemui di lapangan secara berkala.

Oleh karena itu, kami tegaskan kembali kepada seluruh Kepada OPD agar sungguh-sungguh menuntaskan permasalahan aset

mi

lingkungan kerja masing-masing, serta berkolaborasi Bersama BPKAD Kabupaten Bungo dan Inspektorat Kabupaten Bungo di bawah fasilitas Tim BPKP.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta

hadirin yang kami hormati

Berkenaan dengan LKPD TA 2017 yang telah diperiksa oleh BPK-RI Perwakilan Provinsi Jambi, dapat kami informasi sebagai berikut:

Dalam Laporan Realisasi Anggaran dapat dilihat, bahwa pencapaian target pendapatan daerah sebesar 99,32 % dan anggaran pendapatan sebesar Rp. 1,29 Triliun, dengan realisasi sebesar Rp. 1,28 Triliun. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan Realisasi pendapatan sebesan Rp 120,76 Milyar. Selanjutnya, apabila ditinjau dari sisi kontribusi, maka

(8)

realisasi penerimaan dana perimbangan masih sangat dominan dengan kontribusi sebesar 70,96%, kemudian disusul Pendapatan Ash Daerah sebesar 14,30%, selanjutnya penerimaan transfer berupa dana penyesuaian sebesar 8,58%, dan disusul penerimaan dari Pemerintah Provinsi Jambi sebesar 6,01%, terakhir lain-lain pendapatan yang sah berupa hibah sebesar 0,14%.

Pada sisi belanja, secara keseluruhan realisasi belanja masih berada di bawah pagu dana yang ditetapkan, dengan prosentase penyerapan anggaran belanja sebesar 90,67% dengan realisasi sebesar Rp. 1,19 Triliun dan anggaran sebesar Rp. 1,31 Triliun. Dibanding dengan tahun sebeiumnya, maka terdapat kçnaikan realisasi belanja sebesar Rp. 100,94 Milyar.

Selanjutnya, melalui berbagai kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Daerah berupa optimal isasi pendapatan daerah serta kebijakan pengandalian belanja daerah, maka defisit anggaran yang tercantum dalam Perubahan APBD TA 2017 sebesar Rp

23,09 Milyar, ternyata direalisasikan surplus sebesar Rp90,60 Milyar.

Sementara itu, pada sisi pembiayaan daerah terdapat 2 (dua) komponen yakni penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dalam Laporan Realisasi Anggaran dapat dilihat, bahwa realisasi penerimaan pembiayaan berupa SiIPA TA 2016 sebesar Rp34,03 Milyar. Selanjutnya pengeluaran pembiayaan dapat direalisasikan sebesar Rp10,94 Milyar atau 100% berupa Penyertaan Modal pada Bank Jambi sebesar RplO Milyar clan

pada PDAM Pancuran Telago sebesar Rp943,61 Juta.

Berdasarkan akumulasi realisasi pendapatan dikurangi dengan realisasi belanja, kemudian ditambah dengan realisasi penerimaan pernbiayaan serta dikurangi dengan reahisasi pengeluaran pembiayaan, maka SiLPA TA 2017 sesuai basil pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Provinsi Jambi adalah sebesar Rp113,69 Milyar, meliputi:

1. Kas di Kas Daerah sebesar Rp. 90,77 Milyar;

2. Kas di BLUD RSUD H. Hanafie sebesar Rp. 11,21 Milyar;

3. Kas di Bendahara Dana Kapitasi JKN Puskesmas sebesar Rp. 2,27 Milyar;dan

4. Kas DI Bendahara Dana BOS sebesar Rp9,13 Milyar.

Angka SILPA tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam Penyusunan Rancangan Perubahan APBD TA 2018.

(9)

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati

Dalam Laporan Arus Kas tergambar pergerakan kas masuk dan kas keluar. Saldo awal kas per 1 Januari 2017 tercatat sebesar Rp21,35 Milyar, dan pada akhir periode per 31 Desember 2017

menjadi Rp90,77 Milyar, sehingga terdapat kenaikan kas bersth

selama tahun 2017 sebesar Rp69,42 Milyar yang berasal dan

transaksi penerimaan clan pengeluaran kas dalam tahun 2017. Saldo akhir kas sebesar Rp90,77 Milyar tersebut merupakan saldo kas daerah di Bendahara Umum Daerah pada Bank Jambi.

Berikutnya, dalam Neraca Daerah secara keseluruhan terdapat kenaikan nilai aset daerah selama tahun 2017 sebesar Rp109,77

Milyar. Dengan kenaikan tersebut, maka saldo asset daerah kondisi per 31 Desember 2016 sebesar RpI,48 Triliun, menjadi

Rpl,59 Triliun per tanggal 31 Desember 2017. Kenaikan

mi

merupakan akumulasi clan seluruh komponen aset yaitu aset lancar naik sebesar Rp93,82 Milyar, investasi jangka Panjang naik

sebesar Rp9,35 Milyar, asset tetap naik sebesar Rpl,62 Milyar,

clan aset lainnya naik sebesar Rp4,97 Milyar.

Kemudian, untuk posisi utangi1ewajiban Pemenintah Daerah per 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp8,81 Milyar yang seluruhnya merupakan kewajiban jangka pendek. Dibandingkan dengan nilai kewajiban per 31 Desember 2017 menjadi Rpl,58

Triliun.

Sdr. Pimpinanan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami horinati.

Laporan berikutnya adalah Laporan Perubahan Ekuitas, tercatat nilai ekuitas awal Pernerintah Daerah keadaan per 1 Januari 2017 sebesar Rpl,47 Triliun, selanjutnya ditambah

dengan surplus LO sebesar Rp180,90 Milyar, clan dikurangi

dengan dampak kurnulatif perubahan kebijakan akuntansi diantaranya adalah pengurangan nilai aset tetap sebesar Rp91,14

Milyar karena diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka ekuitas akhir Pemerintah Daerah keadaan per 31 Desember 2017 adalah sebesar Rpl,58

(10)

Komponen Laporan Keuangan yang terakhir adalah Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih. SiLPA awal tercatat sebesar

Rp34,03 Milyar, dan itu telah digunakan dalam rangka pelaksanaan APBD TA 2017. Posisi per 31 Desember 2017, SiLPA akhir tercatat Rp113,69 Milyar.

Demikianlah gambaran umum mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2017. Penjelasan secara rinci untuk setiap komponen Laporan Keuangan dapat dilihat dalam CaLK yang termuat dalam Lampiran VII Rancangan Perda tersebut.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati

Sehubungan dengan telah terbitnya Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI sebagaimana telah kami kemukakan pada bagian awal, perlu kami informasikan juga bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut mencakup 4 (empat) hal yakni:

• Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang di dalamnya mernuat opini;

• Laporan Hasil Pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan;

• Laporan Hasil Pemeriksaan atas sistem pengendalian intern;

• Termasuk Laporan Hasil Pemeriksaan atas pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan keuangan kepada Partai Politik.

Dengan telah diterimanya Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut, maka kami akan menjadikan itu sebagai pedoman untuk memperbaiki diri sehingga menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Sdr. Pirnpinan dan Anggota Dewan yang terhorinat, serta hadirin yang kami hormati

(11)

Dalam kesempatan

mi,

karni juga menyampaikan Ranperda tentang Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bungo Tahun 2016-2021, serta beberapa Ranperda lainnya untuk ditelaah, dibahas dan mendapat persetujuan bersama.

Perubahan terhadap Perda Nomor 8 Tahun 2016 tersebut, dapat kami sampaikan terkait dengan hal-hal yang mendasarinya yaltu:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. Bahwa penyusunan pereneanaan dan penggangaran yang semula berbasis kinerja (money follows function) merigalami perubahan, yaitu pendekatan penganggaran berbasis program (money follows program).

Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan di daerah bertuj uan untuk meningkatkan keterpaduan perencanaan dan penganggaran yang lebih berkualitas dan efektif dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan daerah sesuai visi dan misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD dan dijabarkan dalam RKPD dengan rnenggunakan

pendekatan HITS (Holistik, Integratf Tematik dan Spasial).

2.. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

3. Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri Nomor

050/4936/SJ dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional Nomor 0430/M.PPN/1 2/2016 tanggal 23 Desember 2016 tentang

(12)

Petunjuk Pelaksanaan Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014 - 2019, menegaskan bahwa Bupati/Walikota agar memberi dukungan pencapaian tujuan pembangunan nasional Tahun 2014 - 2019 sebagai sinergi pembangunan antara pusat dan daerah serta antar wilayah, dengan mengacu kepada pembagian urusan pemerintahan rnelalui penyelarasan RPJMD dengan RPJMN 2014 - 2019. Bagi daerah yang melaksanakan perubahan RPJMD agar sekaligus melakukan penyel arasan RPJMD dengan RPJMN 2014 - 2019 yang dilaksanakan dengan penyelarasan isu strategis pem ban gunar daerah, penyelarasan visi, mi si, tuj uan dan sasaran pembangunan daerah, penyelarasan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah, penyelarasan program prioritas pembangunan daerah, penyelarasan kerangka pendanaan program pembangunan daerah, dan penyelarasan indikasi lokasi peiaksanaan kegiatan strategis nasional di daerah.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati._

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas Perubahan RPJMD Kabupaten Bungo Tahun 2016-2021 mengakomodasi beberapa hat antara lain:

1. Adanya peleburan, pernisahan dan penggabungan perangkat daerah scbagai akibat darl ditetapkannya UU Nomor 23 Tahun 2014;

2 Penting dan perlunya penajaman permasalahan dan isu strategis yang sesuai dengan kondisi internasional, nasional, regional dan lokal (khas Kabupaten Bungo);

3. Penyesuaian program dan kegiatan yang mendukung prioritas nasional, prioritas daerah dan capaian pembangunan Daerah sehingga perlu dilakukan perubahan indikator kinerja utama yang lebih berorientasi pada hasil

(13)

4. Pentingnya upaya terus-menerus untuk meningkatkan kualitas pereneanaan pembangunan Kabupaten Bungo yang berdasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati

Dalain kesempatan yang berbahagia

mi

juga disampaikan beberapa Ranperda lainnya yakni Ranperda tentang Pencabutan atas Perda Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Retribusi Izin Gangguan, Ranperda Tentang Kerja Sama Daerah, clan Ranperda Tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mernpekerjakan Tenaga Kerja Asing.

Ranperda ten tang Pen cabutan atas Perda Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Retribusi Izin Gangguan merupakan tindak lanjut darl Surat Edaran Nomor 50013231/SJ tanggal 19 Juli 2017 yang mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah agar melakukan pencabutan Perda terkait izin gangguan. Diharapkan dengan pencabutan Perda tersebut iklim usaha di Kabupaten Bungo akan semakin berkembang dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bungo juga meningkat karena kernudahan

Ranperda tentang Kerja Sama Daerah, inerupakan salah satu amanat darl Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang Pernenintahan Daerah, dimana dalam Pasal 363 ayat (1) disebutkan bahwa "Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, Daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi clan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan". Kerja Sama Daerah juga bertujuan untuk rnengupayakan alternatif pembiayaan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan di luar APBD guna percepatan pencapaian visi Bungo Maju clan Sejahtera. Maka darl itu, dengan adanya perda

mi

diharapkan semua bentuk kerja sama daerah, balk dengan daerah lain, pihak ketiga maupun dengan lembaga atau pemerintah daerah di luar negeri

(14)

hasil yang optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bungo.

Sementara itu terkait Ranperda Tentang Retribusi Perpanjangan kin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) merupakan implementasi dari UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta PP Nomor 97 Tahun 2012 tentang Retnibusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. Perlu diketahui bersama bahwa sampai dengan saat

mi,

pengurusan perpanjangan IMTA masih dilakukan di luar Kabupaten Bungo, karena kita belum memiliki perangkat hukumnya. Jika perangkat hukum kita sudah ada, maka potensi PAD Kabupaten Bungo dan retribusi perpanjangan IMTA berdasarkan data TKA yang bekerja di Kabupaten Bungo pada tahun 2017 sebanyak 29 orang adalah sebesar Rp470 Juta dengan tarif $1.200,00 per orang per tahun. Pada tahun-tahun mendatang PAD dari retribusi perpanjangan [MTA diharapkan juga akan semakin meningkat karena telah ditetapkannya Asean Free Trade Area (AFTA) di tahun 2013, dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016 serta berlakunya bebas visa terhadap 160 negara asing.

Sdr. Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang kami hormati

Selanjutnya, pada kesempatan yang berbahagia

mi,

perlu disampaikan pula kepada Anggota Dewan Yang Terhormat, sekiranya dibutuhkan penjelasan dan tambahan informasi berkenaan dengan penyampaian rancangan peraturan daerah

mi,

dipersilakan untuk mengundang OPD terkait. Seluruh Kepala OPD telah kami instruksikan agar senantiasa siap untuk memberikan penjelasan sehingga pembahasan rancangan Peraturan Daerah

mi

dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Untuk itu, kesamaan pandangan serta kerja sama antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah merupakan suatu

(15)

keharusan, untuk melangkah ke depan membangun Kabupaten Bungo yang Maju dan Sejahtera.

Demikianlah beberapa hal yang dapat kami sampaikan. Atas segala kekurangannya kami mohon maaf, serta atas segala perhatiannya tidak lupa kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT meridhoi usaha dan kerja keras kita bersama.

Wabillahi taufik walhidayah, Wassalamualaikum Wr Wb.

Pimpinan Rapat : Terima kasih kepada Wakil Bupati Bungo yang telah meyampaikan

Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan PRJMD Tahun 2016 -2021 serta Rancangan Perda Lainnya.

Hadirin Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat.

Mencermati Nota Pengantar atas Ranperda tersebut, diketahui bahwa Badan Pemeriksa Keuangan telah memberikan Opini wajar dengan pengencualian (WDP) atas laporan keuangan yang disampaikan oleh pemerintah Kabupaten Bungo. Kami terus mengharapkan agar kedepannya Kabupaten Bungo dapat memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan dari badan pemeriksa keuangan.

Had inn Ra pat Parip u ma Dewan yang Terhormat....

Dokumen Rancangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan Rancangan Perda tentang perubahan RPJMD Tahun 2016-2021 telah disampaikan kepada masing-masing Anggota DPRD untuk dicermati dan dianalisa atau dikaji, guna membenkan masukan kepada pemerintah Kabupaten Bungo agar pelaksanaan APBD dan Program lainnya pada tahun berjalan maupun dimasa yang akan datang di harapkan semakin lebih baik.

Hasil pengamatan dan kajian Anggota Dewan nantinya akan dirumuskan dan dituangkan sebagai hasil kerja masing-masing fraksi DPRD berupa catatan, pendapat, dan saran serta

(16)

kritik sebagai wujud perhatian dan kepedulian fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo dan pada langkah selanjutnya sesuai dengan tahapan dan mekanisme terhadap Pembentukan Perda maka pada akhirnya akan ditentukan dalam Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Kata Akhir Fraksi-fraksi di DPRD yaitu ditolak atau disetujui. Untuk itu Saya minta melalui Komisi DPRD untuk dapat rnelaksanakan hearing /dialog dengan OPD terkait sebelum dilaksanakannya Paripuma Penyampaian Kata Akhir Fraksi tersebut.

Dan seluruh fraksi DPRD, setelah selesai Paripurna nanti agar melakukan Rapat Internal Fraksi, didampingi para tenaga ahli fraksi masing-masing guna membahas hal-hal pokok, tanggapan yang akan dirumuskan dan diputuskan terhadap 5 (lima) Raneangan Perda tersebut, yakni:

1. Ranperda tentang Pertanggungjawab Pelaksanaan APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2017.

2. Ranperda tentang Perubahan Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bungo Tahun 2016-2021.

3. Ranperda tentang Pencabutan atas Perda Nomor 14 Tahun 2009 tentang Retribusi Izin Gangguan.

4. Ranperda tentang Kerjasama Daerah.

5. Ranperda tentang Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Keria Asing.

Demikian beberapa hal penting yang dapat saya sampaikan, untuk acara selanjutnya dikembalikan kepada pembawa acara.

Pembawa Aca ra : Penyerahan Nota Pengantar darl Bupati Bungo kepada Pimpinan DPRD.

Kepada Yang terhormat Wakil Bupati Bungo dan Pimpinan DPRD dimohon menuju tempat yang telah ditentukan.

Kepada Yang terhormat Wakil Bupati Bungo dan Pimpinan DPRD dimohon kembali ketempat semula.

Pimpinari Rapat : Saudara Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat serta hadirin yang berbahagia..

Demikian Acara Rapat Paaripurna DPRD hari i, sebelum acara diskor, atas nama Pimpinan saya mengundang Anggota Dewan serta hadirin untuk hadir kembali diruangan

mi

pada Rapat Paripuma Tingkat ke II dengan Agenda Penyampaian

(17)

Kata Akhir Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2017 dan Rancangan Perda tentang Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021 serta Ranperda lainnya, pada hari senin, tanggal 30 Juli 2018.

Selanjutnya saya menyampaiakn ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah bersedia hadir serta kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, sekiranya terdapat kekurangan di dalam jalannya Rapat Paripurna Dewan

mi.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuknya kepda kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sebelum saya akhiri sambutan

mi

perkenankan saya menyampaikan satu buah pantun sebagai berikut.

Sudah lama tidak punya KTP KTP yang ado untuk sementara Sudah lamo merindukan WTP Semoga 2019 kita raih Bersama.

Akhirnya dengan Mengucapkan "Alhamdulillah hirobbil'alamin Rapat Paripurna DPRD hari

mi

secara resmi saya Skor, semoga Allah SWT meridhoi semua fiat dan usaha baik Bersama.

Ketukan Pain 1X... Sekian dan Terima Kasih

Wabillahitaufiq walhidayah Wassalamu 'alaikum Wr.Wb

Pembawa Acara : Hadirin yang berbahagia demikian seluruh rangkaian acara pada han

mi, terimakasih Wabillahitaufiq walhidayah

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Muara Bungo, 17 Juli 2018. DPRD KABUPATEN BUNGO

Referensi

Dokumen terkait

Pertama-tama dan yang utama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga pada kesempatan yang

Mengawali sambutan ini, marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya, pada hari ini, kita masih

Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia

vi KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

viii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis yang berjudul

v Institut Teknologi Nasional KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya, akhirnya Penyusun dapat

vii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan berkat, rahmat, dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: