• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Dasar Teori Perkembangan Pengeluaran Pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Dasar Teori Perkembangan Pengeluaran Pemerintah"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar Latar Belakang Belakang MasalahMasalah

Kewajiban negara dalam rangka menjaga kelangsngan kedalatan negara !"emerintah# dan Kewajiban negara dalam rangka menjaga kelangsngan kedalatan negara !"emerintah# dan men

meningingkatkatkan kan kemkemakmakmraran n mas$mas$arakarakat% at% menmen&ak&ak"' "' memmem"ers"ersia"ia"kankan% % memmemelihelihara% ara% dandan melaksanakan keamanan negara% men$ediakan dan memelihara (asilitas ntk kesejahteraan melaksanakan keamanan negara% men$ediakan dan memelihara (asilitas ntk kesejahteraan s)si

s)sial al dan dan "er"erlinlindndngan gan s)ss)sialial% % termtermasask k (ak(akir ir mimiskinskin% % j)mj)m")% ")% $at$atim im "iat"iat% % mas$mas$arakarakatat miskin% "enganggran% men$ediakan dan memelihara (asilitas kesehatan% men$ediakan dan miskin% "enganggran% men$ediakan dan memelihara (asilitas kesehatan% men$ediakan dan memelihara (asilitas "endidikan.

memelihara (asilitas "endidikan. *ebag

*ebagai ai k)nsk)nsekenekensi si "elaksa"elaksanaan naan kewajikewajibann$bann$a% a% "emeri"emerintah ntah "erl dana "erl dana $ang memadai%$ang memadai% dia

dianggnggarkarkan an melmelalali i APAPBN+BN+APBAPBD% D% dan dan "ad"ada a saatsaatn$n$a a harhars s dikdikelelarkarkan an melmelali ali KasKas  Negara+Kas

 Negara+Kas Daerah. Daerah. Dalam Dalam APBN% APBN% "engelaran "engelaran Pemerintah Pemerintah Psat Psat dibedakan dibedakan menjadimenjadi Pengelaran ntk Belanja dan Pengelaran ntk Pembia$aan. Pengelaran ntk belanja Pengelaran ntk Belanja dan Pengelaran ntk Pembia$aan. Pengelaran ntk belanja terdiri dari' Belanja Pemerintah Psat se"erti Belanja Pegawai% Belanja Barang% Belanja terdiri dari' Belanja Pemerintah Psat se"erti Belanja Pegawai% Belanja Barang% Belanja M)dal% Pemba$aran Bnga Utang% *bsidi% Belanja Hibah% Bantan *)sial% Belanja Lain,lain% M)dal% Pemba$aran Bnga Utang% *bsidi% Belanja Hibah% Bantan *)sial% Belanja Lain,lain% dan Dana $ang dial)kasikan ke Daerah se"erti Dana Perimbangan% Dana -t)n)mi Khss dan Dana $ang dial)kasikan ke Daerah se"erti Dana Perimbangan% Dana -t)n)mi Khss dan Pen$esaian. *edangkan Pengelaran nt Pembia$aan tediri dari Pengelaran ntk  dan Pen$esaian. *edangkan Pengelaran nt Pembia$aan tediri dari Pengelaran ntk  -bligasi Pemerintah% Pemba$aran P)k)k Pinjaman Lar Negeri% dan Pembia$aan lain,lain. -bligasi Pemerintah% Pemba$aran P)k)k Pinjaman Lar Negeri% dan Pembia$aan lain,lain. Ada"

Ada"n n jenis,jjenis,jenis enis PengePengelaran Negara laran Negara menrmenrt t si(atn$si(atn$a a terdiri dari terdiri dari PengelPengelaran Inestasi%aran Inestasi% Penge

Pengelaran Pen&i"taan laran Pen&i"taan La"anLa"angan gan Kerja% Pengelaran KesejahteraanKerja% Pengelaran Kesejahteraan% % PengePengelaran laran ntntk k  Pen

Pengheghematmatan an Masa Masa De"De"an% an% dan dan PenPenglglaran aran LainLainn$n$a. a. PenPengelgelaraaran n InInestaestasi si mermer"a"akankan  "engelaran

 "engelaran $ang $ang ditjkan ditjkan ntk ntk menambah menambah kekatan kekatan dan dan ketahanan ketahanan ek)n)mi ek)n)mi di di masamasa datang% misaln$a% "engelaran ntk "embangnan jalan t)l% "elabhan% bandara% satelit% datang% misaln$a% "engelaran ntk "embangnan jalan t)l% "elabhan% bandara% satelit%  "eningkatan

 "eningkatan ka"asitas ka"asitas *DM% *DM% dll. dll. Pengelaran Pengelaran Pen&i"taan Pen&i"taan La"angan La"angan Kerja Kerja mer"akanmer"akan  "engelaran

 "engelaran ntk ntk men&i"takan men&i"takan la"angan la"angan kerja% kerja% serta serta memi& memi& "eningkatan "eningkatan kegiatankegiatan  "erek)n)mian

 "erek)n)mian mas$arakat. mas$arakat. Pengelaran Pengelaran Kesejahteraan Kesejahteraan /ak$at /ak$at mer"akan mer"akan "engelaran "engelaran $ang$ang mem"n$ai "engarh langsng terhada" kesejahteraan mas$arakat% ata "engelaran $ang mem"n$ai "engarh langsng terhada" kesejahteraan mas$arakat% ata "engelaran $ang dan membat mas$arakat menjadi bergembira% misaln$a "engelaran ntk "embangnan dan membat mas$arakat menjadi bergembira% misaln$a "engelaran ntk "embangnan tem

tem"at "at rekrekreasreasi% i% sbsbsidsidi% i% banbantatan n lanlangsgsng ng tntnai% ai% banbantatan n k)rk)rban ban benben&an&ana. a. *ed*edangangkankan Pengelaran Untk Masa De"an mer"akan "engelaran $ang tidak memberikan man(aat Pengelaran Untk Masa De"an mer"akan "engelaran $ang tidak memberikan man(aat lan

langsgsng ng bagbagi i negnegaraara% % namnamn n bila bila dikdikelaelarkarkan n saat saat ini ini akaakan n menmengrgrangangi i "en"engelgelararanan  "emerintah

 "emerintah $ang $ang lebih lebih besar besar di di masa masa $ang $ang akan akan datang% datang% "engelaran "engelaran ntk ntk kesehatan kesehatan dandan  "endidikan

 "endidikan mas$arakat% mas$arakat% dan dan "engelaran "engelaran ntk ntk anak,anak anak,anak $atim. $atim. *edangkan *edangkan PengelaranPengelaran Lain,lain mer"akan "engelaran tidak "r)dkti( $ang tidak memberikan man(aat se&ara Lain,lain mer"akan "engelaran tidak "r)dkti( $ang tidak memberikan man(aat se&ara langs

langsng ng ke"adke"ada a mas$amas$arakat% rakat% namnamn n di"erldi"erlkan )leh kan )leh "emeri"emerintah% misaln$a ntah% misaln$a "eng"engelaranelaran ntk bia$a "erang.

ntk bia$a "erang.

1.0

1.0 /msan /msan MasalahMasalah 1.0.1

(2)

1.0

1.0.0 .0 BagBagaimaimanaanakah "ekah "engangarh "erh "engengelalaran "emran "emerinerintah tertah terhadhada" )ta" )t"t na"t nasi)si)nal dinal di  bebera"a negara

 bebera"a negara 1.0

1.0.2 .2 BagBagaimaimanaanakah tekah te)ri m)ri mengengenaenai "eni "engelgelaraaran "emn "emerinerintah dtah dari beari beberbera"a eka"a ek)n))n)mm ata"n "emikir s)sial lainn$a

ata"n "emikir s)sial lainn$a

1.2

1.2 3jan 3jan dan dan Man(aat Man(aat PenlisanPenlisan 3

3jajan n "en"enlilisan san ini ini ntntk k melmelakakkan kan ekseks"l)"l)rasi rasi ataata  memmemahamahami i leblebih ih lanlanjt jt tententantangg  "engelran "emerintah. Man(aat "enlisan ini memberikan "emahaman $

 "engelran "emerintah. Man(aat "enlisan ini memberikan "emahaman $ang lebih mendalamang lebih mendalam tentang "engelaran "emerintah.

tentang "engelaran "emerintah.

BAB II BAB II PEMBAHA*AN PEMBAHA*AN 0.1

0.1 3e)ri 3e)ri Makr)Makr) 0.1.1

0.1.1 Pengelaran Pengelaran PemerintahPemerintah a.

a. Penelitian Penelitian Arthr Arthr 4)ldsmith 4)ldsmith !0556#!0556# Art

Arthr hr 4)4)ldsmldsmith ith !05!0556#56#% % men$men$atakatakan an bahbahwa wa "en"eningingkatkatan an belbelanjanja a "em"emerinerintah tah da"da"atat mem"erlas "ermintaan agregat dalam jangka "endek teta"i jga da"at meningkatkan tingkat mem"erlas "ermintaan agregat dalam jangka "endek teta"i jga da"at meningkatkan tingkat

(3)

sk bnga sehingga akan menrnkan inestasi swasta dalam jangka "anjang. Belanja  "emerintah dibagi menjadi da k)m")nen' k)nsmsi mas$arakat dan inestasi "blik. E(ek   jangka "endek dari "eningkatan belanja "emerintah adalah sama ntk keda k)m")nen

teta"i berbeda ntk e(ek jangka "anjang.

Belanja sekt)r "blik da"at diklasi(ikasikan berdasar "r)dktiitas. Membedakan antara  "engelaran "emerintah $ang mem"engarhi "r)dktiitas dan ntk k)nsmsi "enting ntk di"ahami sebagai k)nsekensi interensi (iskal melali "erbahan dalam "engelaran  "emerintah. Dam"ak "engelaran "emerintah dalam jangka "anjang terhada" kinerja agregat ek)n)mi tergantng "ada kinerja "emerintah. Dalam jangka "endek belanja "emerintah akan mem"erlas "ermintaan agregat teta"i "eningkatan belanja "emerintah atas bia$a dana  "injaman% akan men$em"itkan bebera"a inestasi swasta dan menghambat "ertmbhan  "ermintaan agregat.

7r)wding -t akhirn$a da"at menrnkan st)k m)dal swasta% dan "ada gilirann$a% dalam  jangka "anjang akan menrnkan "r)dktiitas sehingga akan mengrangi )t"t dan

ka"asitas "r)dksi. -leh karena it di"erlkan treatment ketidakseimbangan kebijakan (iskal dalam bentk "engelaran "emerintah $ang memisahkan kedalam "engelaran ntk  k)nsmsi dan inestasi.

Pemerintah da"at meningkatkan "ertmbhan dengan mengbah k)m")sisi "engelaran kedalam kegiatan berbasis "r)dktiitas% tan"a mengbah tingkat "engelaran ata "ajak   "enghasilan. Pendekatan "asar m)dal dan )bligasi dignakan ntk menggambarkan  "engelaran "emerintah !kebijakan m)neter#% selain dengan kebijakan (iskal !"ada "asar   barang#.

Di "asar m)dal% terda"at )rang $ang memiliki dana dan )rang meminjam ntk inestasi. Eks"ektasi kentngan !8e# akan meningkatkan inestasi sekt)r swasta !IP#. Pr)dktiitas tergantng "ada m)dal swasta !KP# dan m)dal "blik ata "emerintah !K4#. 3abngan )leh rmah tangga dan "ersahaan !*P#% tabngan )leh "emerintah !*4# sehingga * 9 *P : *4% *4 9 3 ; 4% dengan 3 9 Penda"atan "ajak dan 4 9 belanja "emerintah.

M)del "enawaran dan "ermintaan Agregat dignakan ntk menentkan )t"t riil !<# dan harga !P#. Dengan memahami AD 9 AD!7%IP% 47% 4I#% tingkat "ermintaan agregat ditentkan )leh belanja k)nsmsi rmah tangga !7#% belanja inestasi sekt)r swasta !IP#% dan belanja  "emerintah !4# $ang di"isah menjadi belanja k)nsmsi !47# dan belanja inestasi !4I#.

Kra "enawaran barang agregat jangka "anjang !A*# mennjkkan hbngan antara tingkat harga agregat dan )t"t agregat $ang didkng )leh sema (akt)r !KP# dan !K4#. Pengelaran inestasi "emerintah ntk m)dal "blik jga akan meningkatkan "enawaran agregat% dengan dengan kata lain= >I4>?K4>?8e>?IP>?KP>?A* dan A* 9 A*!KP% K4% dimana KP 9 KP !IP#% dan IP 9 IP@8e!K4#% serta K49 K4!4I#.

Pertmbhan "r)dktiitas mer"akan kn&i "enent "eningkatan standar hid". ika  "engambil kebijakan ingin mend)r)ng "ertmbhan standar hid"% maka hars bertjan meningkatkan kemam"an "r)dksi nasi)nal dengan mend)r)ng lebih &e"at akmlasi

(4)

(akt)r "r)dksi. Dalam jangka "anjang% im"likasi belanja "blik sebagai salah sat bentk  kebijakan (iskal da"at mem"engarhi kinerja "erek)n)mian jangka "anjang.

 b. Penelitian Erdal Karag) and Kerim -Cdemir !055#

Erdal Karag) and Kerim -Cdemir !055# men$atakan bahwa ban$ak inestigasi dan  "enelitian tentang hbngan "engelaran "emerintah dan inestasi swasta telah dilakkan dan di "blikasikan. Ada bebera"a hasil "enelitian $ang da"at dikel)m")kkan menjadi tiga. Pertama $ang men$atakan bahwa tinggin$a "engelaran "emerintah akan men$ingkirkan inestasi swasta !e(ek dari &r)wding )t#. Keda menjelaskan hbngan antara kran disaggregate "engelaran "emerintah dan inestasi swasta menggnakan analisis disagregate. Ketiga men$atakan "eningkatan "engelaran "emerintah akan menarik kelar inestasi swasta.

Erdal Karag) and Kerim -Cdemir !055# menggnakan met)de estimasi maksimm !)hansen  selis% 1FF5# ntk mengji &)integrati)n. Mem"ertimbangkan GA/ dan &)rres")nding GE7M% dimana  9 inestasi swasta !PI#% 4E 9 "engelaran "emerintah% dan < 9 4DP /iil. Berdasarkan data di 3rki "eri)de 1F,0551% sema ariabel ditrans()rmasi ke l)g se"erti LPIJ L4E dan L<. Data 4DP di"er)leh dari *tate Planning -rganisati)n% E&)n)mi& and *)&ial Indi&at)rs' 1F5,0555. De(lat)r 4NP !1F69155# dignakan ntk  mende(lasi ariabel. Im"lse res")nse anal$sis jga dignakan ntk mengji interrelati)nshi" antar ariabel dan menilai "en$esaian keseimbangan jangka "anjang. ngsi ini mennjkkan e(ek dinamis dari g)ernment e"enditre sh)&k terhada" ariabel lain.

Hasil "enelitian mengindikasikan' Ada sat "ersamaan &)integrasi LPI 9 ,00%OOO ,5%010L4E :0%25L<. Disam"ing it jga ditemkan ada hbngan negati( jangka "anjang antara  "engelaran "emerintah dan inestasi swasta di 3rki. i"erkirakan "engelaran "emerintah men,7r)wding,)t inestasi swasta. Pengelaran "emerintah adalah sat (akt)r "embatas terhada" inestasi swasta di 3rke$. Kejtan !sh)&k# dari "engelaran "emerintah akan mem"n$ai e(ek negati( "ada inestasi swasta. Pengelaran "emerintah memiliki e(ek negati(   "ada inest)r swasta dan "engembangan ek)n)mi 3rke$. ngsi im"lse res")n%

mennjkkan res")n negati( "ada inestasi swasta ntk )ne standard deiati)n sh)&k   "engelaran "emerintah. Pengelaran "emerintah mer"akan sbstitsi inestasi swasta.

&. Penelitian *ajkmar 3lsidharan !055#

*ajkmar 3lsidharan !055# men$atakan bahwa "ada ek)n)mi transisi terda"at "erdebatan $ang mn&l mengenai kengglan "riatisasi dibanding "ersahaan milik "emerintah. Pemerintah men$ediakan barang,barang ke"erlan "blik di mana tidak ada k)m"etisi dari sekt)r swasta agar da"at dengan "asti mengarah ke"ada "ertmbhan ek)n)mi $ang lebih &e"at.

(5)

3eta"i "r)ses reglasi% sbsidi dan "ajak% keterlambatan di dalam menera"kan "r)$ek% bia$a $ang tinggi adalah sat (akt)r "enghambat dalam "ertmbhan ek)n)mi. Penelitian ini mengji data tahnan "ada 4)ernment inal 7)nsm"ti)n E"enditre !termask  k)m"ensasi bagi brh% "embelian bersih barang dan jasa dan k)nsmsi dari m)dal teta" dalam administrasi "emerintah dikr dari kran "emerintah% dan 4NP "ada harga "asar  n)minal dan riil !tahn dasari 1FF2+FO9155# di India "eri)de 1F5+1 sam"ai 1FFF+55. data ini dila")rkan di Nati)nal In&)me *tatisti&s !7MIE# anari 0552.

Penelitian ini mengji data tahnan di 4)ernment inal 7)nsm"ti)n E"enditre dan Pr)dk Nasi)nal Brt) "ada harga "asar n)minal dan riil di India ntk "eri)de 1F5,1F1 sam"ai 1FFF,0555. Hbngan antara ariabel diteliti% dengan menggnakan ji integrasi% &)integrasi% dan err)r &)rre&ti)n me&hanism.

Hasil tama dari stdi ini adalah bahwa "ada harga n)minal% semakin tinggi "ertmbhan ek)n)mi "asti akan diikti kenaikan g)ernment (inal &)nsm"ti)n e"enditre. Dalam ek)n)mi di masa transisi ada sat "erdebatan $ang mn&l ber"ihak "ada ek)n)mi berbasis  "asar dibanding "emerintah $ang mengel)la dan mengendalikan "ersahaan. Im"resi tentang kata re()rmasi ek)n)miQ di India men$atakan bahwa ada ke"entingan di dalam "enrnan  besar besaran "engendalian $ang dilakkan )leh "emerintah.

Di India% Pemerintah% baik 7entral ma"n *tate% telah memainkan sat "eran $ang "enting di dalam "embangnan ek)n)mi melali se&ara langsng men$ertakan diri mereka ke dalam mem"r)dksi aktiitas melali reglasi. Kekatan keterlibatan langsng di dalam aktiitas  "en$ediaan "r)dk dan jasa da"at dibktikan dari smbangan sekt)r "blik ke 4DP. <ait sekitar 22 di tahn 1FF5,F1 dan menrn menjadi 06% di tahn 1FF,F6. Pada awal 1F5s% smbangan it sekitar 1O.

Di bebera"a negara barat $ang maj% "engelaran "blik men$ebabkan kenaikan 4DP se&ara  "r)")rsi)nal. Karenan$a rasi) "engelaran "blik ke"ada 4DP bisa tidak stabil. Di India%  "erlasan intensie dan ekstensi( aktiitas "emerintah selama "eri)de "eren&anaan sdah mennjkkan kenaikan $ang s"ektakler di dalam "engelaran "blik. $ait naik dari /s 0%21 &r)re "ada 1F5,1 menjadi /s. O%2%100 &r)re "ada 1FF,F6. Pada harga $ang teta"%  "eningkatan "engelaran "emerintah sekitar da "lh em"at kali lebih "ada em"at "lh

enam tahn terakhir.

Mas$arakat di negara maj memiliki "enda"atan "er ka"ita $ang tinggi sehingga da"at dengan mdah men&k"i kebthan indiid mereka. Mas$arakat India dengan "ersentasi  ")"lasi $ang besar hid" di bawah garis kemiskinan% ban$ak )rang tidak mam" memenhi

ke"erlan,ke"erlan dasar minimal.

Keban$akan dari "engelaran $ang tidak ntk "engembangan $ait "emba$aran bnga%  "ertahanan% sbsidi% ")lisi% administrasi dan "endidikan mm% man(aat jarang men$aring

ke"ada bagian mas$arakat $ang miskin. Man(aat dari "engelaran "engembangan telah di"akai sebagian besar )leh $ang kel)m")k rban dan elit "edesaan.

(6)

Peran "engelaran "blik negara maj akan lebih besar ntk stabilisasi ek)n)mi% simlasi aktiitas inestasi dan lain lain. Di negara berkembang% "engelaran "blik mem"n$ai "eran ntk mengrangi dis"aritas regi)nal% "engembangan bia$a s)sial% "embatan in(rastrktr   "ertmbhan ek)n)mi dalam bentk (asilitas trans")rtasi dan k)mnikasi% "endidikan dan  "elatihan% "ertmbhan indstri barang m)dal% indstri dasar dan kn&i% "enelitian dan  "engembangan% stimlasi tabngan% "embentkan m)dal dan lain lain.

*e&ara te)ritis di"er&a$a bahwa "emerintah adalah krang e(isien dibanding sekt)r swasta dan karenan$a "eran $ang lebih besar dari "emerintah akan mem"erlambat laj "ertmbhan ek)n)mi. Namn demikian% "emerintah men$ediakan barang,barang "blik $ang tidak ada k)m"etisi dari sekt)r swasta da"at dengan "asti mem"er&e"at laj "ertmbhan ek)n)mi !/am% 1F6= 7arr% 1F6F#.

Law )( in&reasing state a&tiities dari Ragner mendasarkan "ada "engalaman,"engalaman hist)ris mengemkakan bahwa ek)n)mi di negara indstri mengembangkan sekt)r "blik  mereka berkembang dalam relati( signi(ikan. Ragner mennjkkan tiga (akt)r $ang akan men$ebabkan sekt)r "blik tmbh "r)")rsi)nal lebih &e"at dari tingkat "embangnan ek)n)mi. Pertama% "ada ek)n)mi negara maj% maka "eran "emerintah dalam bidang administrati( dan "r)te&tie bertambah. Keda% dengan eks"ansi ek)n)mi% "engelaran  "emerintah di bidang bda$a dan kesejahteraan akan naik% khssn$a% "endidikan dan kesehatan. Ketiga% kemajan tekn)l)gi dari negara indstri memerlkan "emerintah ntk  melakkan jasa ek)n)mi tertent ketika dana dari sekt)r swasta tidak di"er)leh. $ang negati(  signi(ikan antara "engelaran "emerintah dalam 4DP dan tingkat "ertmbhan "erka"ita 4DP.

d. 3e)ri Pengelaran Negara

Msgrae dan /)st)w men$atakan "erkembangan "engelaran negara sejalan dengan taha"  "erkembangan ek)n)mi dari sat negara. Pada taha" awal "erkembangan ek)n)mi di"erlkan "engelaran negara $ang besar ntk inestasi "emerintah% taman$a ntk  men$ediakan in(rastrktr se"erti sarana jalan% kesehatan% "endidikan% dll. Pada taha" menengah "embangnan ek)n)mi% inestasi teta" di"erlkan ntk "ertmbhan ek)n)mi% namn dihara"kan inestasi sekt)r swasta sdah mlai berkembang. Pada taha" lanjt  "embangnan ek)n)mi% "engelaran "emerintah teta" di"erlkan% taman$a ntk 

meningkatkan kesejahteraan mas$arakat% misaln$a "eningkatan "endidikan% kesehatan%  jaminan s)sial dsb.

Ragner men$atakan berdasarkan "engamatan dari negara,negara maj% disim"lkan bahwa dalam "erek)n)mian sat negara% "engelaran "emerintah akan meningkat sejalan dengan  "eningkatan "enda"atan "erka"ita negara tersebt. Di negara,negara maj% kegagalan "asar   bisa saja terjadi% menim"a indstri,indstri tertent dari negara tersebt. Kegagalan dari sat

indstri da"at saja merembet ke indstri lain $ang saling terkait. Di sini di"erlkan "eran  "emerintah ntk mengatr hbngan antara mas$arakat% indstri% hkm% "endidikan% dll.

(7)

Pea&)&k dan Riseman men$atakan bahwa kebijakan "emerintah ntk menaikkan  "engelaran negara tidak diskai )leh mas$arakat% karena hal it berarti mas$arakat hars memba$ar "ajak lebih besar. Mas$arakat mem"n$ai sika" t)leran ntk memba$ar "ajak  sam"ai "ada sat tingkat tertent. A"abila "emerintah meneta"kan jmlah "ajak di atas  batas t)leransi mas$arakat% ada ke&enderngan mas$arakat ntk menghindar dari kewajiban

memba$ar "ajak. *ika" ini mengakibatkan "emerintah tidak bisa semena,mena menaikkan  "ajak $ang hars diba$ar mas$arakat. Dalam k)ndisi n)rmal% dengan berkembangn$a  "erek)n)mian sat negara akan semakin berkembang "la "enerimaan negara tersebt% wala"n "emerintah tidak menaikkan tari( "ajak. Peningkatan "enerimaan negara akan memi& "eningkatan "engelaran dari negara tersebt.

e. Pengelaran Pemerintah dan 7r)wding -t

Bebera"a te)ri ek)n)mi men$atakan "engelaran "emerintah da"at mem"engarhi tingkat )t"t nasi)nal. Pengelaran "emerintah $ang lebih tinggi akan meningkatkan )"t agregat !D)rnbs&h% 0551#.

De(isit anggaran "emerintah mer"akan hal $ang n)rmal $ang "enting adalah sebara"a lama angaran "emerintah akan menjadi sr"ls kembali. *e&ara mm sedikit sr"ls akan di&a"ai  "ada tahn,tahn b))m dan sedikit de(isit da"at terjadi "ada tahn,tahn resesi. Ketika  "erek)n)mian mengalami resesi ata tmbh lambat% mngkin "ajak da"at dikrangi dan  "engelaran "emerintah ditambah agar da"at meningktkan )t"t. !D)rnbs&h et al% 0551#.  Namn di sisi lain% kenaikan "engelaran "emerintah da"at menghambat laj inetasi. 7r)wding -t terjadi ketika kebijakan (iskal eks"ansi)ner men$ebabkan sk bnga naik  sehingga mengrangi "engelaran swasta tertama inestasi swasta !D)rnbs&h et al% 0551#.. *ebera"a seris kita menghada"i &r)wding )t D)rnbsh% et al% !0551# mengajkan tiga  ")int "enting dalam menghada"i &r)wding )t ini. Pertama% "ada k)ndisi eks"ansi (iskal $ang meningkatkan "ermintaan% maka "ersahaan da"at diminta merekrt lebih ban$ak   "ekerja ntk meningkatkan )t"t mereka. Keda kenaikan "ermintaan aggregate akan

menaikkan "enda"atan dan selanjtn$a da"at meningkatkan tabngan. Eks"ansi tabngan ini da"at membia$ai de(isit anggaran tan"a men$enth "engelaran swasta. Ketiga selama eks"ansi (iskal% "enawaran ang dinaikkan )leh )t)ritas m)neter !m)nnetar$ a&)m)dati)n# agar men&egah kenaikan sk bnga.

0.1.0 3e)ri Perkembangan Pengelaran Pemerintah

a. M)del Pembangnan 3entang Perkembangan Pengelaran Pemerintah.

M)del ini dikembangkan )leh /)st)w dan Msgrae $ang menghbngkan "erkembangan  "engelaran "emerintah dengan taha",taha" "embangnan ek)n)mi $ait taha" awal% taha" menengah dan taha" lanjt. Pada taha" awal "erkembangan ek)n)mi% "r)sentase inestasi  "emerintah terhada" t)tal inestasi besar sebab "ada taha" ini "emerintah hars men$ediakan

(8)

 "rasarana se"erti "endidikan% kesehatan% "rasarana trans")rtasi. Pada taha" menengah  "embangnan ek)n)mi% inestasi "emerintah teta" di"erlkan ntk meningkatkan  "ertmbhan ek)n)mi agar da"at tinggal landas% namn "ada taha" ini "eranan inestasi swasta sdah semakin besar. Peranan "emerintah teta" besar "ada taha" menengah% )leh karena "eranan swasta semakin besar akan menimblkan ban$ak kegagalan "asar dan jga men$ebabkan "emerintah hars men$ediakan barang dan jasa "blik dalam jmlah $ang lebih ban$ak. *elain it "ada taha" ini "erkembangan ek)n)mi men$ebabkan terjadin$a hbngan antarsekt)r $ang makin k)m"lek. Misaln$a "ertmbhan ek)n)mi $ang ditimblkan )leh "erkembangan sekt)r indstri akan menimblkan semakin tinggin$a  "en&emaran ata ")lsi. Pemerintah hars trn tangan mengatr dan mengrangi dam"ak 

negati( dari ")lsi. Pemerintah jga hars melindngi brh dalam meningkatkan kesejahteraann$a.

Msgrae!1F65#!1# ber"enda"at bahwa dalam sat "r)ses "embangnan% inestasi swasta dalam "r)sentase terhada" PDB semakin besar dan "r)sentase inestasi "emerintah terhada" PDB akan semakin ke&il. Pada tingkat ek)n)mi lebih lanjt% /)st)w mengatakan bahwa aktiitas "emerintah dalam "embangnan ek)n)mi beralih dari "en$ediaan "rasarana ke  "engelaran,"engelaran ntk aktiitas s)sial se"erti "r)gram kesejahteraan hari ta dan  "ela$anan kesehatan mas$arakat.

 b. Hkm Ragner 

Ragner mengemkakan sat te)ri mengenai "erkembangan "enge,laran "emerintah $ang semakin besar dalam "r)sentase terhada" PDB. Ragner mengemkakan "enda"atn$a bahwa dalam sat "erek)n)mian a"abila "enda"atan "er ka"ita meningkat maka se&ara relati(   "engelaran "emerintah "n akan meningkat. Hkm Ragner dikenal dengan 3he Law )(  E"anding *tate E"enditreQ. Dasar dari hkm tersebt adalah "engamatan em"iris dari negara,negara maj !Amerika *erikat% erman% e"ang#. Dalam hal ini Ragner menerangkan menga"a "eranan "emerintah menjadi semakin besar% tertama disebabkan karena  "emerintah hars mengatr hbngan $ang timbl dalam mas$arakat. Kelemahan hkm

Ragner adalah karena hkm tersebt tidak didasarkan "ada sat te)ri mengenai "emilihan  barang,barang "blik. Ragner mendasarkan "andangann$a dengan sat te)ri $ang disebt

te)ri )rganis mengenai "emerintah !)rgani& the)r$ )( the stat e# $ang mengangga" "emerintah sebagai indiid $ang bebas bertindak% terle"as dari angg)ta mas$arakat lainn$a. Hkm Ragner di()rmlasikan sebagai berikt'

PkPP ' Pengelaran "emerintah "er ka"ita PPK ' Penda"atan "er ka"ita

1%0%S%n ' angka wakt !tahn#

Hkm Ragner ditnjkkan dalam 4ambar dimana kenaikan "engelaran "emerintah mem"n$ai bentk ek")nential $ang ditnjkkan )leh kra 1 dan bkan kra 0.

(9)

&. 3e)ri Pea&)&k dan Riseman

Pea&)&k dan Riseman adalah da )rang $ang mengemkakan te)ri mengenai "erkembangan  "engelaran "emerintah $ang terbaik. 3e)ri mereka didasarkan "ada sat "andangan bahwa  "emerintah senantiasa bersaha ntk mem"erbesar "engelaran sedang,kan mas$arakat tidak ska memba$ar "ajak $ang semakin besar ntk membia$ai "engelaran "emerintah $ang semakin besar tersebt. 3e)ri Pea&)&k dan Riseman mer"akan dasar te)ri "emngtan sara. Pea&)&k dan Riseman mendasarkan te)ri mereka "ada sat te)ri bahwa mas$arakat mem"n$ai sat tingkat t)leransi "ajak% $ait sat tingkat dimana mas$arakat da"at memahami besarn$a "ngtan "ajak $ang dibthkan )leh "emerintah ntk membia$ai  "engelaran "emerintah. adi mas$arakat men$adari bahwa "emerintah membthkan dana

ntk membia$ai aktiitas "emerintah sehingga mereka mem"n$ai tingkat kesediaan mas$arakat ntk memba$ar "ajak. 3ingkat t)leransi ini mer"akan kendala bagi  "emerintah ntk menaikkan "emngtan "ajak se&ara semena,mena. 3e)ri Pea&)&k dan Riseman adalah sebagai berikt' Pertmbhan ek)n)mi men$ebabkan "emngtan "ajak  semakin meningkat wala"n tari( "ajak tidak berbah= dan meningkatn$a "enerimaan "ajak  men$ebabkan "engelaran "emerintah jga semakin meningkat.

-leh karena it% dalam keadaan n)rmal% meningkatn$a PDB men$ebabkan "enerimaan  "emerintah $ang semakin besar% begit jga dengan "engelaran "emerintah menjadi semakin besar. A"abila keadaan n)rmal tersebt tergangg% misaln$a karena adan$a "erang% maka "emerintah hars mem"erbesar "engelarann$a ntk membia$ai "erang. Karena it  "enerimaan "emerintah dari "ajak jga meningkat dan "emerintah meningkat,kan  "enerimaann$a tersebt dengan &ara menaikkan tari( "ajak sehingga dana swasta ntk 

inestasi dan k)nsmsi menjadi berkrang. Keadaan ini disebt e(ek "engalihan !dis"la&ement e((e&t# $ait adan$a ganggan s)sial men$ebabkan aktiitas swasta dialihkan  "ada aktiitas "emerintah. Perang tidak han$a dibia$ai dengan "ajak% akan teta"i "emerintah  jga melakkan "injaman ke negara lain. Akibatn$a setelah "erang sebetln$a "emerintah da"at kembali menrnkan tari( "ajak% namn tidak dilakkan karena "emerintah masih mem"n$ai kewajiban ntk mengembalikan "injaman tersebt.

(10)

*ehingga "engelaran "emerintah meningkat karena PDB $ang mlai meningkat %  "engembalian "injaman dan aktiitas bar setelah "erang. Ini $ang disebt e(ek ins"eksi !ins"e&ti)n e((e&t#. Adan$a ganggan s)sial jga akan men$ebabkan terjadin$a k)nsentrasi kegiatan ke tangan "emerintah dimana kegiatan ek)n)mi tersebt semla dilaksanakan ntk  swasta. Ini disebt e(ek k)nsentrasi !&)n&entrati)n e((e&t#. Adan$a ketiga e(ek tersebt men$ebabkan aktiitas "emerintah bertambah. *etelah "erang selesai dan keadaan kembali n)rmal maka tingkat "ajak akan trn kembali. adi berbeda dengan "andangan Ragner%  "erkembangan "engelaran "emerintah ersi Pea&)&k dan Riseman tidaklah berbentk sat

garis%teta"i se"erti tangga.

Bird mengkritik hi")tesa $ang dikemkakan )leh Pea&)&k dan Riseman . Bird men$atakan  bahwa selama terjadin$a ganggan s)sial memang terjadi "engalihan aktiitas "emerintah

dari "engelaran sebelm ganggan ke "engelaran $ang berhbngan dengan ganggan tersebt. Hal ini akan diikti )leh "eningkatan "r)sentase "engelaran "emerintah terhada" PDB. Akan teta"i setelah terjadin$a ganggan% "r)sentase "engelaran "emerintah terhada" PDB akan menrn se&ara "erlahan,lahan kembali ke keadaan semla. adi menrt Bird %e(ek "engalihan mer"akan gejala dalam jangka "endek% teta"i tidak terjadi dalam jangka  "anjang.

*at hal $ang "erl di&a&at dari te)ri Pea&)&k dan Riseman adalah bahwa mereka mengemkakan adan$a t)leransi "ajak% $ait sat limit "er"ajakan% akan teta"i mereka tidak  men$atakan "ada tingkat bera"a t)leransi "ajak tersebt. 7larke men$atakan bahwa limit  "er"ajakan adalah sebesar 0 "ersen dari "enda"atan nasi)nal . A"abila limit dilam"ai maka

akan terjadi in(lasi dan ganggan lainn$a.

d. Menrt Dr. 4ritn) Mangk)es)e,br)t)% M.E&

Perkembangan "engelaran "emerintah ditentkan )leh bebera"a (akt)r $ait ' a. Perbahan "ermintaan akan barang "blik.

 b. Perbahan aktiitas "emerintah dalam menghasilkan barang "blik% dan jga "erbahan dari k)mbinasi (akt)r "r)dksi $ang dignakan dalam "r)ses "r)dksi.

&. Perbahan kalitas barang "bli&.

d. Perbahan harga,harga (akt)r,(akt)r "r)dksi.

0.1.2 Hbngan Kasalitas Pengelaran Pemerintah dan Pr)dk D)mestik Brt) a. Pengertian Pr)dk D)mestik Brt)

Pr)dk d)mestik brt) "ada dasarn$a mer"akan jmlah nilai tambah $ang dihasilkan )leh selrh nit saha dalam sat negara tertent ata mer"akan jmlah nilai barang dan jasa

(11)

akhir $ang dihasilkan )leh selrh nit ek)n)mi. PDB atas dasar harga berlak menggambarkan nilai tambah barang dan jasa $ang dihitng menggnakan harga $ang  berlak setia" tahn% sedang PDB atas dasar harga k)nstan mennjkkan nilai tambah barang dan jasa tersebt $ang dihitng menggnakan harga $ang berlak "ada sat tahn tertent sebagai dasar.

Untk menghitng angka PDB dignakan tiga "endekatan $ait ' 1. Pendekatan Pr)dksi

PDB adalah jmlah nilai tambah atas barang dan jasa $ang dihasilkan )leh berbagai nit  "r)dksi di wila$ah sat negara dalam jangka wakt tertent !biasan$a sat tahn#. Unit,

nit "r)dksi tersebt dalam "en$ajiann$a dikel)m")kkan men,jadi F la"angan saha !sekt)r# $ait' "ertanian% "ertambangan% indstri "eng)lahan% listrik%gas dan air bersih%  bangnan% "engangktan% keangan dan jasa.

0. Pendekatan Penda"atan

PDB mer"akan jmlah balas jasa $ang diterima )leh (akt)r,(akt)r "r)dksi $ang ikt serta dalam "r)ses "r)dksi di sat negara dalam jangka wakt tertent. Balas jasa (akt)r   "r)dksi $ang dimaksd adalah "ah dan gaji% sewa tanah% bnga m)dal dan kentngan=

seman$a sebelm di")t)ng "ajak "enghasilan dan "ajak langsng lainn$a. Dalam de(inisi PDB men&ak" jga "en$stan dan "ajak tidak langsng nett) !"ajak tak langsng dikrangi sbsidi#.

2. Pendekatan Pengelaran

PDB adalah sema k)m")nen "ermintaan akhir $ang terdiri dari' "engelaran k)nsmsi rmah tangga dan lembaga swasta nirlaba% k)nsmsi "emerintah% "embentkan m)dal teta" d)mestik brt)% "erbahan st)k dan eks")r nett) !eks")r dikrangi im")r#. *e&ara k)nse" ketiga "endekatan akan menghasilkan angka $ang sama. adi jmlah "engelaran akan sama dengan jmlah barang dan jasa akhir dan hars sama "la dengan jmlah "enda"atan ntk  (akt)r,(akt)r "r)dksi.

Hasil *tdi Em"iris Hbngan ata Pengarh Pengelaran Pemerintah terhada" Pr)dk  D)mestik Brt) !Pertmbhan Ek)n)mi# *tdi $ang mennjkkan hbngan negati( antara  "engelaran "emerintah dan "ertmbhan diantaran$a' Barr) dan *alla,i,Martin !1FF0# $ang membagi "engelaran "emerintah menjadi "engelaran "r)dkti( dan tidak "r)dkti(. Pengelaran "r)dkti( a"abila "engelaran tersebt mem"n$ai e(ek langsng terhada"  "ertmbhan ek)n)mi. Keban$akan stdi mengenai hbngan antara "engelaran  "emerintah dengan "ertmbhan ek)n)mi mengasmsikan sema "engelaran "emerintah  bersi(at "r)dkti( !Barr)%1FF5#. Landa !1F62# meneliti 0 negara berkembang men$im"lkan bahwa "engelaran "emerintah $ang besar tertama "engelaran k)nsmsi

(12)

 jstr akan menrnkan "ertmbhan "enda"atan "er ka"ita. Hasil $ang sama ditemkan )leh Landa !1F6# terhada"  negara berkembang. Dearajan dan Gina$a !1FF2# menemkan hbngan negati( dan tidak signi(ikan hbngan antara "engelaran "r)dkti(  dengan "ertmbhan.

*ementara it Lin !1FFO# men$atakan "engelaran n)n,"r)dkti( mem"n$ai hbngan negati( dan tidak signi(ikan terhada" "ertmbhan di negara indstri teta"i ")siti( dan signi(ikan di negara berkembang. Hal ini terjadi karena "ela$anan "emerintah $ang bersi(at n)n "r)dkti( di negara berkembang sebagian besar dignakan ntk k)nsmsi. )sa"hat P Kweka dan -lier M)rrise$ !1FFF# meneliti hbngan kedan$a terhada" negara 3anCania  "eri)de 1F,1FF. Hasil $ang di"er)leh bahwa "engelaran "emerintah berdam"ak negati( 

terhada" "ertmbhan. Dam"ak negati( disebabkan karena tidak e(isienn$a "engelaran  "emerintah di 3anCania. Penelitian lain mennjkkan bahwa "engelaran k)nsmsi  "emerintah mem"n$ai dam"ak negati( terhada" "ertmbhan !4rier dan 3ll)&k%1F6F% Barr)%1FF1#. *tdi terhada" negara,negara maj jga me$im"lkan hasil $ang sama se"erti Hanns)n dan Henreks)n !1FFO#. Pada ma$)ritas stdi% "engelaran "emerintah t)tal mem"n$ai e(ek negati( terhada" "ertmbhan !/)mer%1FF5=)lster dan Henreks)n%0551#. )lster dan Henreks)n mengatakan bahwa "ada tingkat "engelaran "emerintah $ang rendah di negara miskin tertama ntk "engelaran "r)dkti( dan rendah "la "ajakn$a% biasan$a tidak e(isien dalam "engm"lan "ajak dan "engelaran "emerintahn$a.

*tdi $ang mennjkkan hbngan ")siti( antara "engelaran "emerintah dan "ertmbhan diantaran$a' /am !1F6# dan 4r)ssman!1F66# menemkan hbngan ")siti( antara  "engelaran "emerintah dengan "ertmbhan ek)n)mi. Diam)nd !1F6F# men$atakan bahwa  "engelaran s)sial mem"n$ai hbngan ")siti( $ang signi(ikan dan "engelaran inestasi mem"n$ai e(ek negati( terhada" "ertmbhan ek)n)mi. Dam"ak tersebt sangat di"engarhi )leh e(isiensi "enggnaan dana.

 b. Pengelaran Pemerintah *ebagai Gariabel De"enden

Artin$a "r)dk d)mestik brt) mem"engarhi "engelaran "emerintah. 3e)ri "erkembangan  "engelaran "emerintah $ang telah diraikan diatas mennjkkan bahwa "r)dk d)mestik   brt) !PDB# akan mem"engarhi besarn$a "engelaran "emerintah.

&. Pengelaran Pemerintah *ebagai Gariabel Inde"enden

Artin$a "engelaran "emerintah mem"engarhi "r)dk d)mestik brt) !PDB#. )hn De!1F6# mengemkakan bahwa "emerintah da"at mem"engarhi tingkat PDB n$ata dengan mengbah "ersediaan berbagai (akt)r $ang da"at di"akai dalam "r)dksi melali  "r)gram,"r)gram "engelaran "emerintah se"erti "endidikan.

*ementara Ate" Ad$a Barata!055O# mengatakan bahwa kegiatan $ang dilakkan "emerintah $ang mend)r)ng besaran jmlah "engelaran negara mem"n$ai "engarh terhada"

(13)

 "erek)n)mian mas$arakat. Landa !1F6# membktikan bahwa "engelaran "emerintah di  bidang militer dan "endidikan berk)relasi negati( terhada" "ertmbhan ek)n)mi% sementara ntk "endidikan sendiri berk)relasi kat dan inestasi "emerintah berk)relasi ")siti( teta"i tidak signi(ikan. *teen A.<.Lin !1FFO# mengatakan bahwa "engelaran "emerintah akan meningkatkan "ertmbhan ek)n)mi !PDB# dengan laj $ang semakin menge&il. Lin jga men$atakan bahwa Hkm Ragner han$a berlak ntk negara maj.

0.0 3e)ri Mikr)

3jan dari te)ri mikr) mengenai "erkembangan "engelaran "emerintah adalah ntk  menganalisis (a&t)r,(akt)r $ang menimblkan "ermintaan akan barang "bli& dan (a&t)r, (akt)r $ang mem"engarhi tersedian$a barang "bli&. Interaksi antara "ermintaan dan  "enawaran ntk barang "blik menentkan jmlah barang "bli& $ang akan disediakan

melali anggaran belanja. mlah barang "bli& $ang akan disediakan tersebt selanjtn$a akan menimblkan "ermintaan akan barang lain. 3e)ri mikr) mengenai "engelaran  "emerintah da"at dirmskan sebagai berikt '

0.0.1 Penentan Permintaan Ui 9 ( ! 4%  #

4 9 Gekt)r dari barang "bli&  9 Gekt)r barang swasta i 9 indiid = i 9 1% . . . % m U 9 (ngsi tilitas

*e)rang indiid mem"n$ai "ermintaan akan barang,barang "bli& dan barang,  barang swasta% akan teta"i "ermintaan e(ekti( akan barang,barang tersebt !"emerintah dan swasta# tergantng "ada kendala anggaran. Kita angga" bahwa se)rang indiid !i# membthkan barang "bli& !K# seban$ak 4ik.

Untk menghasilkan barang K seban$ak 4k "emerintah hars mengatr sejmlah kegiatan,kegiatan. Misaln$a "emerintah bersaha ntk menngkatkan "enjagaan keamanan. Dalam "elaksanaan saha meningkatkan keamanan tersebt tidak mngkin bagi "emerintah ntk mengha"s sama sekali angka kejahatan. Karena it "emerintah dan mas$arakat hars meneta"kan sat tigkat keamanan $ang da"at dit)lerir )leh mas$arakat. 3ingkat keamanan $ang telah disetji it da"at dilaksanakan dengan bebera"a kegiatan% misaln$a dengan &ara mem"erban$ak jmlah ")lisi% menambah jmlah jalan $ang di"atr)li% "eningkatan (rekensi  "atr)l dan sebagain$a. adi% sat tingkat keamanan tertent da"at di&a"ai dengan berbagai k)mbinasi aktiitas% ata dengan kata lain tingkat keamanan tertent da"at di&a"ai dengan

(14)

menggnakan berbagai (ngsi "r)dksi. Perkembangan "engelaran "emerintah da"at dijelaskan dengan bebera"a (a&t)r dibawah ini '

a. Perbahan "ermintaan akan barang "bli&

 b. Perbahan dari aktiitas "emerintah dalam menghasilkan barang "blik% dan jga  "erbahan dari k)mbinasi dari (a&t)r "r)dksi $ang dignakan dalam "r)ses "r)dksi

&. Perbahan kalitas barang "bli&

d. Perbahan harga,harga (a&t)r,(akt)r "r)dksi

0.0.0 Penentan 3ingkat -t"t

Barang dan jasa "bli& $ang disediakan )leh "emerintah ditentkan )leh ")litisi $ang memilih jmlah barang+jasa $ang dihasilkan. *elain it% "ara ")litisi jga menentkan jmlah  "ajak $ang akan dikenakan ke"ada mas$arakat ntk membia$ai barang+jasa "bli& tersebt

dalam menentkan jmlah barang dan jasa "bli& $ang akan disediakan% "ara ")litisi mem"erhatikan selera ata keinginan mas$arakat agar mas$arakat merasa "as dan teta" memilih mereka sebagai wakil mas$arakat. ngsi tilitas "ara ")litisi adalah sebagai  berikt'

U" 9 g ! % 4% * #

U" 9 (ngsi tilitas

* 9 kentngan $ang di"er)leh ")litisi dalam bentk materi ata "angkat 4 9 Gekt)r barang "bli&

 9 Gekt)r barabg swasta

*elanjtn$a% kita asmsikan bahwa (ngsi tilitas mas$arakat diwakili )leh se)rang "emilih $ang memaksimmkan tilitas '

ma Ui 9 ( ! % 4 #

dengan batasan dibatasi )leh kendala anggaran ' P  : t B J Mi

P 9 Gekt)r harga barang swasta Mi 9 mlah "enda"atan indiid i t 9 tari( "ajak 

(15)

Bi 9 Basis "ajak dari indiid i Bi 9 t)tal basis "ajak 

Dengan melali "r)ses iteratie antara ")litisi dan "emilih tersebt akhirn$a akan men$ebabkan terjadin$a ke"asan maksimm dari "emilih dengan batasan,batasan $ang telah disebt diatas% dan "ermintaan akan barang "bli& ! DTi # adalah '

DTi 9 T ! "% Bi% Mi% t% Bi #

Kra "ermintaan atas barang,barang "bli& $ang dijabarkan dalam (ngsi diatas mem"n$ai kengglan karena (ngsi tersebt tergantng dari ariable,ariabel $ang &k" relean. Rala"n demikian% akan lebih baik lagi a"abila kra "ermintaan diatas diangga" sebagai kra "emintaan akan sat jenis barang "bli& tertent% bkan mer"akan kra "ermintaan akan t)tal barang "bli&. Dalam hal ini% sat (ngsi "ermintaan di"er)leh dari (ngsi ke"asan se)rang indiid dengan menggnakan dasar &eteris "aribsQ% termask jga asmsi bahwa hargaQ dari barang "bli& adalah k)nstan.

0.0.2 3e)ri Permintaan dan Kra Permintaan a. Bebera"a Penent Permintaan '

1. Harga barang

0. Harga barang lain $ang berkaitan erat dengan barang tersebt 2. Penda"atan /3 dan "enda"atan rata,rata mas$arakat

O. 7)rak distribsi "enda"atan dalam mas$arakat . 7ita rasa mas$arakat

. mlah "enddk 

. /amalan keadaan di masa datang

 b. Hkm Permintaan

Harga dan "ermintaan bahwa makin rendah harga sat barang maka makin ban$ak  "ermintaan terhada" barang tersebt. *ebalikn$a makin tinggi harga sat barang maka

(16)

0.0.O 3e)ri Penawaran dan Kra Penawaran a. De(inisi Penawaran

Penawaran adalah berbagai jmlah barang $ang ditawarkan "ada berbagai tingkat harga tertent.

 b. akt)r,(akt)r $ang mem"engarhi "enawaran' 1. Harga barang it sendiri%

0. Harga barang lain% 2. Bia$a "r)dksi% O. 3jan "ersahaan%

. 3ingkat tekn)l)gi $ang dignakan.

&. Hkm Penawaran

Hbngan antara harga dan jmlah barang $ang ditawarkan menggambarkan hkm  "enawaran $ait makin tinggi harga sat barang maka semakin ban$ak jmlah barang tersebt akan ditawarkan )leh "enjal begit jga sebalikn$a dengan asmsi 7ateris Paribs ini jga bisa digambarkan dalam kra sebagai berikt'

(17)

d. Pengarh akt)r *elain Harga 3erhada" Penawaran 1. Harga barang lain

Bahwa barang,barang ada $ang saling bersaingan ata bersbtitsi dan ada barang,barang $ang k)m"lementer !"elengka"# se"erti $ang telah dijelaskan di "ermintaan.

0. Bia$a Pr)dksi

Dibebera"a "ersahaan kenaikan "engelaran ntk mem"er)leh (akt)r,(akt)r "r)dksi akan men$ebabkan bia$a "r)dksi melebihi hasil "enjalann$a dan mereka mengalami kergian. Ini da"at menimblkan "ent"an "ersahaan tersebt dan jmlah "enawaran barang akan  berkrang begit jga sebalikn$a.

2. 3jan "ersahaan

3jan $ang berbeda,beda tersebt menimblkan e(ek $ang berbeda,beda terhada"  "enentan tingkat "r)dksi. Dengan demikian "enawaran ja akan berbeda sesai tjan

$ang ingin di&a"ai.

O. 3ekn)l)gi

Kemajan tekn)l)gi da"at mengrangi bia$a "r)dksi mem"ertinggi "r)dkti(itas% mt dan men&i"takan barang,barang bar. Ini akan mend)r)ng kenaikan "enawaran.

(18)

0.0. Keseimbangan Penawaran Dan Permintaan

3erjadin$a transaksi antara "embeli dan "enjal dinamakan keseimbangan harga.

0.0. Elastisitas Permintaan Dan Penawaran a. Elastisitas "ermintaan

kran kantitati( $ang mennjkkan besarn$a "engarh "erbahan harga terhada" "engarh  "erbahan "ermintaan.

 b. Elastisitas Penawaran

Ukran kantitati( $ang mennjkkan besarn$a "engarh "erbahan harga terhada"  "erbahan jmlah barang $ang ditawarkan.

&. Man(aat Elastisitas adalah da"at menjadi indikat)r ntk meramalkan kesksesan dari kebijakan ek)n)mi $ang dilaksanakan.

(19)

d. enis,enis Elastisitas Permintaan' 1. Elastisitas "ermintaan harga%

0. Elastisitas "ermintaan "enda"atan% 2. Elastisitas "ermintaan silang.

(20)

BAB III PENU3UP 2.1 Kesim"lan

Berdasarkan "embahasan da"at diambil bebera"a kesim"lan sebagai berikt. Pengelaran  "emerintah memiliki "engarh terhada" )t"t nasi)nal di bebera"a negara% namn terda"at  "erbedaan hasil "enelitian $ang da"at dikel)m")kkan dalam tiga kateg)ri' Pertama $ang men$atakan bahwa tinggin$a "engelaran "emerintah akan men$ingkirkan inestasi swasta !e(ek dari &r)wding )t#. Keda menjelaskan hbngan antara kran disaggregate  "engelaran "emerintah dan inestasi swasta menggnakan analisis disagregate. Ketiga

men$atakan "eningkatan "engelaran "emerintah akan menarik kelar inestasi swasta.

Pengelaran "embangnan "emerintah mer"akan "engelaran inestasi dan lebih "r)dkti(. Hasil estimasi GA/ dari ketiga sekt)r "engelaran "embangnan $ang di"ilih% men$im"lkan  bahwa al)kasi ke ketiga sekt)r tersebt memberikan "engarh ")siti( dan signi(ikan terhada"  "r)dk d)mestik brt). *ementara it "r)dk d)mestik brt) lebih ban$ak memberikan

dam"ak terhada" "engelaran "emerintah di sekt)r in(rastrktr dan trans")rtasi.

2.0 *aran

Pemerintah hars mengal)kasikan anggaran dengan e(ekti( ke ")s,")s "engelaran $ang da"at meningkatkan "r)dk d)mestik brt) sebagai salah sat indikat)r "ertmbhan ek)n)mi. Hal ini da"at dilakkan dengan mengrangi laj "ertmbhan jmlah "egawai sehingga da"at mengrangi belanja "egawai. Hal lain $ang da"at dilakkan adalah "erln$a di"ikirkan "erln$a "engrangan sbsidi BBM $ang memberatkan APBN. *kala "ri)ritas ini memang membawa dam"ak terhada" kemiskinan dan "enganggran.

Bila sdt "andangn$a dari "ertmbhan ek)n)mi !e(isien# maka eTalit$ akan berkrang. Hal ini da"at dikrangi dengan mengal)kasikan ke "r)$ek,"r)$ek "embangnan $ang  bersi(at "adat kar$a. 3eta"i hal ini jga menimblkan dam"ak ketidake(isienan dibanding menggnakan "adat m)dal. Memang "ada akhirn$a "emerintah hars bijaksana ntk  mengambil kebijakan dengan mem"ertimbangkan dam"ak terda"at e(isiensi dan eTalit$.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Probio_Fm juga sudah digunakan oleh peternak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terbukti mampu mengatasi permasalahan pen- cemaran bau kandang, menjaga

Namun bila kemacetan tersebut akibat kelalaian, pelanggaran atau kecurangan dari nasabah, maka BPRS memusyawarahkan baik-baik antara nasabah dan BPRS, kalo seumpama

game online itu sendiri bagi pelajar adalah siswa akan malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game online, siswa akan mencuri

Perusahaan perlu melakukan perubahan pada beberapa dimensi: (1) perlu dikenali, bahwa jika pelanggan telah mampu menentukan harga dan penawaran, maka produk dan jasa perusahaan

Modal  Non  Fisik  Lainnya  pada  masing‐masing  K/L  yang  mengelola dana bergulir.  Pada Laporan Keuangan tahun  2009,  BA  999.03  telah  menyajikan 

Pada tahun 1888 di Bogor didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang

ESD dimodelkan menggunakan Ansys Fluent dengan menggunakan metode Moving Mesh kemudian dianalisis efisiensi dari ESD dan gaya dorong pada kapal sebelum dan setelah

Hal ini dikare- nakan tanaman-tanaman yang dibudidaya- kan pada musim penghujan memiliki kebutuhan air yang cukup besar sehingga pemanfaatan pengairan untuk lahan