TATA KERJA ORGANISASI
PENGELOLAAN PENGAMANAN
LOKASI SUMUR EKSPLORASI
DI LINGKUNGAN PHE RANDUGUNTING
No.01 /RG1000/2016-S0
REVISI KE- 0
I. TUJUAN
Tujuan TKO ini adalah untuk mengatur pelaksanaan pengelolaan pengamanan lokasi Sumur Eksplorasi di lingkungan PHE Randugunting sebagai Objek Vital Nasional (OBVITNAS) pada saat pelaksanaan pengeboran dan pasca pengeboran Sumur Eksplorasi agar seluruh kegiatan Perusahaan dapat terlaksana dan terkendali secara aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
II. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup TKO ini mengatur tentang III. PENGERTIAN & BATASAN
1. PENGERTIAN
1. Lokasi Pengeboran adalah suatu instalasi peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas bumi, atau deposit mineral bawah tanah
2. Tenaga Pengamanan (Security) atau sering juga disingkat Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.
3. Ring-3 adalah lokasi yang terletak 400 meter dari gerbang utama RGT-2.
4. Ring-2 adalah lokasi yang terletak 100 meter dari gerbang utama RGT-2.
5. Ring-1 adalah lokasi yang digunakan sebagai gerbang utama RGT-2.
6. Tamu adalah Orang yang datang berkunjung ke tempat orang lain, orang yang diundang untuk datang ke perjamuan, orang yang datang untuk menginap.
7. Pekerja Pertamina adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik berupa uang maupun bentuk lainya kepada Pemberi Kerja atau perusahaan (Pertamina)
8. Pekerja Pihak ke III adalah Pekerja yang ditanggung oleh pihak outsourching
9. Area Parkir adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan satu buah kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor).
10. Kendaraan adalah alat transportasi, baik yang digerakkan oleh mesin maupun oleh makhluk hidup. Kendaraan ini biasanya buatan manusia (mobil, motor, kereta, perahu, dan pesawat)
2. BATASAN
Karyawan yang memiliki tugas dan tanggung jawab di lokasi pengeboran, seperti pekerja pertamina, manajemen PHER, Apexindo, Halliburton, Scoomi, Asri, Schlumberger, PT. Mekar Sempurna,
2. Batasan atas angka 3 – 5 di atas IV. REFERENSI :
1. Ketentuan tentang OBVITNAS 2. HSSE officer
V. DOKUMEN TERKAIT
1. Buku Tamu
2. Form keluar masuk barang
3. Surat Keterangan Izin Keluar Barang
VI. FUNGSI/UNIT ORGANISASI/JABATAN TERKAIT 1. Fungsi Manajer Operasi;
• Bertanggung jawab untuk memastikan standar ini berlaku untuk personel di daerah tanggung jawabnya.
• Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa persyaratan standar ini dipenuhi.
2. Company Man
Company Man bertanggung jawab atas
• Pelaksanaan, dan kepatuhan terhadap, persyaratan dari standar ini di tempat kerjanya. Mereka akan berkomitmen untuk, dan meminta partisipasi seluruh karyawan dalam mencapai tujuan standar melakukan semua kegiatan sesuai dengan standar tsb.
• Menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan di atas. • Memastikan bahwa sistem pengelolaan limbah secara konsisten
diberitahukan kepada seluruh karyawan, kontraktor dan pihak lain di bawah tanggung jawab masing-masing.
• Memastikan bahwa karyawan dan kontraktor cukup terlatih dalam sistem pengelolaan Iimbah.
• Memasukkan pengelolaan Iimbah ke Penilaian Kinerja Kerja semua karyawan yang terkait. karyawan diminta untuk aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan Standar ini.
• Memastikan bahwa kegiatan mereka sesuai dengan Standar. 3. Fungsi HSSE;
Bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan tentang berkaitan dengan lingkungan, dan pemeliharaan standar ini. la juga bertanggung jawab untuk hubungan internal dengan departemen legal/bagian lainnya, dan hubungan eksternal dengan pihak terkait untuk memperoleh izin dan / atau sertifikat yang berlaku.
4. Fungsi Security
a. Segala usaha dan kegiatan melindungi dan mengamankan lingkunagn kerja di lokasi sumur pengeboran Randugunting (RGT) – 2 dan sekitarnya dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran hukum b. Membantu perusahaan tempat bertugas dibidang keamanan lingkungan
atau kawasan kerja
c. Membantu POLRI dalam bidang kemanan dan ketertiban dibidang penegak hukum dalam lingkungan kerja
VII. PROSEDUR
A. PENGAMANAN LOKASI PEMBORAN BARU 1. Penanganan Tamu
1.1 Pos masuk/ keluar Ring 1
o Setiap tamu yang berkunjung ke lokasi proyek tanpa terkecuali wajib mencatatkan Identitas di Pos Security dan petugas menanyakan tujuan.
o Petugas Security melaporkan tamu tersebut kepada Petugas HSSE Officer dan apabila tamu tersebut diijinkan, HSSE Officer dan Safety Rig Officer memberikan Safety Induction
o Tamu diantar oleh HSSE Officer ke tempat tujuannya.
o Material yang masuk harus dicatat, begitu juga material yang keluar dari Lokasi Proyek harus di data meliputi jenis barang, jumlah, tujuan, nomor polisi kendaran yang memuatnya beserta sopirnya.
o Apabila ada barang / material yang akan masuk ke area pemboran, setelah sampai di Pos, petugas security meminta laporan pengemudi dan surat jalan yang bersangkutan & mencatatkan identitas serta menanyakan tujuan material tersebut. o Agar meningkatkan pengamanan terhadap orang yang belum
diketahui identitasnya yang datang di lokasi pengeboran, dan menolak khususnya yang mengantar bingkisan atau kado, dll kepada kru atau pekerja yang lain supaya dicatat dibuku tamu biodatanya sesuai identitas diri.
o Satu orang petugas Security melaporkan ke petugas HSSE atau Company Man (bila diperlukan) tentang material yang masuk, setelah itu petugas HSSE atau Company Man mengarahkan ke penerima yang ditujukan, kemudian material baru dibawa masuk ke lokasi proyek, begitu juga setelah selesai membongkar atau menurunkan material melaporkan kembali ke Security (yang sedang berada di Pos) dan Security mencatat waktu kembalinya. o Mengingatkan kepada pekerja yang belum memakai
dan melarang pekerja/ tamu membawa HP, kamera, korek api, dan alat lain yang dapat memicu api ke zona berbahaya.
o Melaksanakan patrol setiap 1 (satu) jam sekali di lokasi proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
o Setiap pergantian jaga/dinas harus dilaksanakan secara tertib dan semua kegiatan Security harus dicatat dalam buku kegiatan termasuk situasi terakhir.
o Petugas Security dilarang memberikan informasi atau keterangan tentang situasi dan kondisi serta kegiatan proyek kepada orang yang tidak ada kaitannya dengan proyek.
o Apabila terjadi suatu hal dalam Pemboran supaya disesuaikan dengan tanda bahaya yang telah yang ditentukan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak HSSE dalam pelaksanaannya.
o Apabila terjadi insiden atau kehilangan material atau peralatan lokasi proyek, Security supaya mengadakan pengecekan barang tersebut dan mengambil tindakan pengamanan untuk mencegah kerugian.
o Laporkan kepada Company Man setiap kejadian pada kesempatan pertama melalui sarana komunikasi yang ada dan ditindaklanjuti dengan tetap membuat laporan kejadian secara tertulis sesuai dengan fakta yang terjadi di Area secara lengkap , berikut cara tindak lanjutnya yang dilakukan :
• Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang-orang yang tidak berkepentingan
• Pertahankan keaslian TKP (status quo) dan selama pemeriksaan pada TKP cegah barang bukti/bekasjangan sampai rusak atau hilang.
• Jangan memegang barang bukti dengan tangan telanjang/terbuka agar sidik jari pelaku tetap asli.
• Hubungi Company Man atau polisi setempat secara langsung melalui telepon.
• Dalam pelaksanaan dinas setiap Personil Security wajib melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
1.2 Pos masuk/ keluar Ring 2
• Hentikan kendaraan, berikan penghormatan.
• Setiap tamu sebelum masuk wajib mengisi/menulis di buku tamu yang termasuk jam masuk dan keluar serta nomor Polisi kenderaan apabila membawa kenderaan.
• Temui pengemudi dan tegur dengan kata - kata yang sopan: “ Selamat...Bapak/Ibu, mohon izin untuk memeriksa kendaraannya“. Setelah selesai lanjutkan, dengan pertanyaan: “
Ada yang bisa saya Bantu?“ berikan pas parkir (apabila ada) dan arahkan
• Kenali pengemudi dan penumpang lainnya.
• Arahkan pemeriksaan ketempat – tempat yang dicurigai.
• Setelah selesai ucapkan “ terima kasih atas bantuannya“ dan arahkan.
• Bila keluar, hentikan kendaraan, tanyakan tentang pas masuk tadi (apabila ada) atau APD yg dipinjamkan .
• Ucapkan “Terima Kasih Bapak/Ibu...Selamat jalan” • Berikan penghormatan.
2.3 Pos masuk/ keluar Ring 3
§ Sapa tamu dengan sopan dan ramah, tanyakan keperluan dan mau bertamu siapa serta apakah sudah ada janji atau belum. § Konfirmasikan dengan yang dituju, bisa ditemui atau tidak.
§ Berikan penjelasan dengan sopan dan ramah jika yang dituju tidak bersedia ditemui
§ Bila ingin bertemu dengan pimpinan proyek, konfirmasi dulu dengan supervisor yang bersangkutan, serta apakah sudah ada janji atau belum dan apakah yang bersangkutan bersedia ditemui.
2. Penanganan Barang
2.1. Disimpan sesuai dengan jenis dan fisik dari barang tersebut
2.2. Penyimpanan menurut jenis dapat disimpan di tepat panas atau dingin
3. Penanganan Patroli
3.1. Penangan patroli dilakukan untuk memantau dan memonitor situasi di areal kerja
3.2. Securtity melakukan patroli dengan jangka waktu yang telah diperintahkan
4. Penanganan Parkir
• Memberikan petunjuk diarea parkir bila area parkir padat.
• Menunjukkan area parkir yang tepat kepada tamu. Bila ada kesalahan parkir tegur dengan kata – kata yang sopan : “ Maaf, Bapak / ibu mohon untuk tidak parkir ditempat ini “, lalu tunjukkan/arahkan ketempat parkir yang terdekat sesuai persetujuan pengawas di proyek.
• Membantu memberikan informasi urutan parkir yang benar. 5. Penanganan Keributan & Perkelahian
• Segera melerai / memisahkan dengan memberikan peringatan untuk mengalihkan perhatiannya
• Mendamaikan dengan cara membawa orang yang berkelahi ke pos penjagaan
• Laporkan hal tersebut kepada hsse officer setempat. 6. Pergantian Shift Jaga
Dilakukan dalam jangka waktu 12 jam kerja 7. Penanganan Kecelakaan
a) Tindakan terhadap lokasi kejadian
• Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang – orang yang tidak berkepentingan
• Pertahankan keaslian TKP (status Quo) dan selama pemeriksaan pada TKP cegah barang bukti / bekas jangan sampai rusak/hilang • Jangan memegang barang bukti dengan tangan telanjang /terbuka
agar sidik jari pelaku tetap asli
• Hubungi polisi setempat secara langsung melalui telepon b) Tindakan terhadap korban
• Memeriksa apabila msih ada tanda – tanda kehidupan pada korban.
• Beri tanda – tanda letak korban di TKP (gunakan kapur tulis). • Bila masih ada tanda – tanda kehidupan segera diberikan
pertolongan dengan (P3K).
• Bila memungkinkan mintai indentitas pelaku. c) Tindakan terhadap pelaku
• Tangkap pelaku bila masih ada di TKP dan melakukan • penggeledahan.
• Catat indentitas pelaku (nama, umur, pekerjaan, alamat).
• Adakan pencarian singkat jika pelaku kiranya berada disekitar TKP.
• Segera menghubungi pihak kepolisian setempat. d) Tindakan terhadap saksi
• Cara keterangan saksi – saksi yang mengetahui dan jaga jangan sampai berhubungan satu dengan yang lainnya.
• Tahan saksi ditempat kejadian sambil menunggu sampai datangnya petugas penyidik cari kepolisian setempat.
• Catat nama, pekerjaan dan alamat pada saksi dan memerintahkan siapapun yang dicurigai untuk meninggalkan TKP.
e) Melakukan pemberitahuan pihak kepolisian terdekat keluarga Korban melalui telepon.
8. Pembuatan Laporan Pengamanan
Setelah penyidik datang, laporkan semua urutan – urutan tindakan yang telah dilikukan dan dibuat laporan secara singkat tentang nama, alamat korban, saksi dan pelaku tindak pidana yang dicurigai serta tindakan yang telah dilaksnakan di TKP, kemudian melaporkan ke pimpinan di proyek dan koodinator setempat.
B. PENGAMANAN LOKASI PASCA PEMBORAN 1. Penanganan Tamu
2.1 Pos masuk/ keluar Ring 1
o Setiap tamu yang berkunjung ke lokasi proyek tanpa terkecuali wajib mencatatkan Identitas di Pos Security dan petugas menanyakan tujuan.
o Petugas Security melaporkan tamu tersebut kepada Petugas HSSE Officer dan apabila tamu tersebut diijinkan, HSSE Officer dan Safety Rig Officer memberikan Safety Induction
o Tamu diantar oleh HSSE Officer ke tempat tujuannya.
o Material yang masuk harus dicatat, begitu juga material yang keluar dari Lokasi Proyek harus di data meliputi jenis barang, jumlah, tujuan, nomor polisi kendaran yang memuatnya beserta sopirnya.
o Apabila ada barang / material yang akan masuk ke area pemboran, setelah sampai di Pos, petugas security meminta laporan pengemudi dan surat jalan yang bersangkutan & mencatatkan identitas serta menanyakan tujuan material tersebut. o Agar meningkatkan pengamanan terhadap orang yang belum
diketahui identitasnya yang datang di lokasi pengeboran, dan menolak khususnya yang mengantar bingkisan atau kado, dll kepada kru atau pekerja yang lain supaya dicatat dibuku tamu biodatanya sesuai identitas diri.
o Satu orang petugas Security melaporkan ke petugas HSSE atau Company Man (bila diperlukan) tentang material yang masuk, setelah itu petugas HSSE atau Company Man mengarahkan ke penerima yang ditujukan, kemudian material baru dibawa masuk ke lokasi proyek, begitu juga setelah selesai membongkar atau
menurunkan material melaporkan kembali ke Security (yang sedang berada di Pos) dan Security mencatat waktu kembalinya. o Mengingatkan kepada pekerja yang belum memakai
perlengkapan sesuai dengan ketentuan Alat Pelindung Diri (APD) dan melarang pekerja/ tamu membawa HP, kamera, korek api, dan alat lain yang dapat memicu api ke zona berbahaya.
o Melaksanakan patrol setiap 1 (satu) jam sekali di lokasi proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
o Setiap pergantian jaga/dinas harus dilaksanakan secara tertib dan semua kegiatan Security harus dicatat dalam buku kegiatan termasuk situasi terakhir.
o Petugas Security dilarang memberikan informasi atau keterangan tentang situasi dan kondisi serta kegiatan proyek kepada orang yang tidak ada kaitannya dengan proyek.
o Apabila terjadi suatu hal dalam Pemboran supaya disesuaikan dengan tanda bahaya yang telah yang ditentukan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak HSSE dalam pelaksanaannya.
o Apabila terjadi insiden atau kehilangan material atau peralatan lokasi proyek, Security supaya mengadakan pengecekan barang tersebut dan mengambil tindakan pengamanan untuk mencegah kerugian.
o Laporkan kepada Company Man setiap kejadian pada kesempatan pertama melalui sarana komunikasi yang ada dan ditindaklanjuti dengan tetap membuat laporan kejadian secara tertulis sesuai dengan fakta yang terjadi di Area secara lengkap , berikut cara tindak lanjutnya yang dilakukan :
• Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang-orang yang tidak berkepentingan
• Pertahankan keaslian TKP (status quo) dan selama pemeriksaan pada TKP cegah barang bukti/bekasjangan sampai rusak atau hilang.
• Jangan memegang barang bukti dengan tangan telanjang/terbuka agar sidik jari pelaku tetap asli.
• Hubungi Company Man atau polisi setempat secara langsung melalui telepon.
• Dalam pelaksanaan dinas setiap Personil Security wajib melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
2.2 Pos masuk/ keluar Ring 2
• Setiap tamu sebelum masuk wajib mengisi/menulis di buku tamu yang termasuk jam masuk dan keluar serta nomor Polisi kenderaan apabila membawa kenderaan.
• Temui pengemudi dan tegur dengan kata - kata yang sopan: “ Selamat...Bapak/Ibu, mohon izin untuk memeriksa kendaraannya“. Setelah selesai lanjutkan, dengan pertanyaan: “ Ada yang bisa saya Bantu?“ berikan pas parkir (apabila ada) dan arahkan
• Kenali pengemudi dan penumpang lainnya.
• Arahkan pemeriksaan ketempat – tempat yang dicurigai.
• Setelah selesai ucapkan “ terima kasih atas bantuannya“ dan arahkan.
• Bila keluar, hentikan kendaraan, tanyakan tentang pas masuk tadi (apabila ada) atau APD yg dipinjamkan .
• Ucapkan “Terima Kasih Bapak/Ibu...Selamat jalan” • Berikan penghormatan.
2.3 Pos masuk/ keluar Ring 3
§ Sapa tamu dengan sopan dan ramah, tanyakan keperluan dan mau bertamu siapa serta apakah sudah ada janji atau belum. § Konfirmasikan dengan yang dituju, bisa ditemui atau tidak.
§ Berikan penjelasan dengan sopan dan ramah jika yang dituju tidak bersedia ditemui
Bila ingin bertemu dengan pimpinan proyek, konfirmasi dulu dengan supervisor yang bersangkutan, serta apakah sudah ada janji atau belum dan apakah yang bersangkutan bersedia ditemui.
2. Penanganan Barang
2.1. Disimpan sesuai dengan jenis dan fisik dari barang tersebut
2.2. Penyimpanan menurut jenis dapat disimpan di tepat panas atau dingin
3. Penanganan Patroli
3.1. Penangan patroli dilakukan untuk memantau dan memonitor situasi di areal kerja
3.2. Securtity melakukan patroli dengan jangka waktu yang telah diperintahkan
4. Penanganan Parkir
• Memberikan petunjuk diarea parkir bila area parkir padat.
• Menunjukkan area parkir yang tepat kepada tamu. Bila ada kesalahan parkir tegur dengan kata – kata yang sopan : “ Maaf, Bapak / ibu
mohon untuk tidak parkir ditempat ini “, lalu tunjukkan/arahkan ketempat parkir yang terdekat sesuai persetujuan pengawas di proyek.
• Membantu memberikan informasi urutan parkir yang benar. 5. Penanganan Keributan & Perkelahian
• Segera melerai / memisahkan dengan memberikan peringatan untuk mengalihkan perhatiannya
• Mendamaikan dengan cara membawa orang yang berkelahi ke pos penjagaan
• Laporkan hal tersebut kepada hsse officer setempat 6. Pergantian Shift Jaga
Dilakukan dalam jangka waktu 12 jam kerja 7. Penanganan Kecelakaan
a) Tindakan terhadap lokasi kejadian
• Tutup dan jaga TKP dari gangguan orang – orang yang tidak berkepentingan
• Pertahankan keaslian TKP (status Quo) dan selama pemeriksaan pada TKP cegah barang bukti / bekas jangan sampai rusak/hilang • Jangan memegang barang bukti dengan tangan telanjang /terbuka
agar sidik jari pelaku tetap asli
• Hubungi polisi setempat secara langsung melalui telepon b) Tindakan terhadap korban
• Memeriksa apabila msih ada tanda – tanda kehidupan pada korban.
• Beri tanda – tanda letak korban di TKP (gunakan kapur tulis). • Bila masih ada tanda – tanda kehidupan segera diberikan
pertolongan dengan (P3K).
• Bila memungkinkan mintai indentitas pelaku. c) Tindakan terhadap pelaku
• Tangkap pelaku bila masih ada di TKP dan melakukan • penggeledahan.
• Catat indentitas pelaku (nama, umur, pekerjaan, alamat).
• Adakan pencarian singkat jika pelaku kiranya berada disekitar TKP.
d) Tindakan terhadap saksi
• Cara keterangan saksi – saksi yang mengetahui dan jaga jangan sampai berhubungan satu dengan yang lainnya.
• Tahan saksi ditempat kejadian sambil menunggu sampai datangnya petugas penyidik cari kepolisian setempat.
• Catat nama, pekerjaan dan alamat pada saksi dan memerintahkan siapapun yang dicurigai untuk meninggalkan TKP.
e) Melakukan pemberitahuan pihak kepolisian terdekat keluarga Korban melalui telepon.
8. Pembuatan Laporan Pengamanan
Setelah penyidik datang, laporkan semua urutan – urutan tindakan yang telah dilikukan dan dibuat laporan secara singkat tentang nama, alamat korban, saksi dan pelaku tindak pidana yang dicurigai serta tindakan yang telah dilaksnakan di TKP, kemudian melaporkan ke pimpinan di proyek dan koodinator setempat.
VIII. INDIKATOR & UKURAN KEBERHASILAN
Pengamanan Lokasi pemboran dapat telaksana dengan aman tanpa gangguan kecelakaan kerja, pencemaran limbah, kebocoran H2S, tindakan criminal, bentrok dan perkelahian sesama dan di luar pekerja serta bencana alam.