• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN UMUM"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1 Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Wilayah IUP Operasi Produksi Andesit PT Desira Guna Utama memiliki koordinat (Lihat Tabel 2.1) dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat . IUP Operasi Produksi tanggal 27 September 2010 sesuai SK Dinas ESDM No. 541.3/032/kpts/ESDM/2010 semua wilayah IUP Operasi Produksi andesit PT Desira Guna Utama termasuk Area Penggunaan Lain (APL).

2.2 Lokasi Kesampaian Daerah

Lokasi IUP PT Desira Guna Utama terletak di Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan luas IUP yang diberikan kepada PT Desira Guna Utama adalah 28 ha. Lokasi cukup ideal yakni hanya sekitar 100 m dari jalan aspal kelas IV. Jalan menuju batas lokasi di bagian barat ini berupa jalan tanah yang sedikit diperkeras oleh sirtu. Sedangkan dari jalan provinsi berjarak 5 km berupa jalan aspal kelas II yang menghubungkan Kabupaten Bogor (Jawa Barat) dan Kabupaten Rangkas Bitung (Banten).

Untuk mencapai lokasi tambang PT. Desira Guna Utama dapat digunakan sarana perhubungan darat. Dari arah Bogor rute yang ditempuh adalah Bogor – Leuwiliang – Leuwi Sudeng – Cigudeg dengan jarak tempuh ± 50 km (lihat Gambar 2.1).

(2)

Tabel 2.1

Koordinat Wilayah IUP PT Desira Guna Utama No. meter Timur (mE) meter Utara (mN)

1 666909.502 9283895.811 2 666909.461 9284129.523 3 667050.465 9284129.523 4 667050.465 9284026.974 5 667218.837 9284027.074 6 667219.076 9284068.386 7 667387.695 9284068.386 8 667387.728 9284020.646 9 667523.768 9284021.055 10 667523.579 9284097.750 11 667594.254 9284097.750 12 667593.998 9284015.996 13 667659.421 9284016.056 14 667659.841 9283907.659 15 667749.573 9283907.659 16 667749.573 9283948.090 17 667876.047 9283948.130 18 667875.792 9283853.430 19 667913.681 9283853.590 20 667913.261 9283720.317 21 667979.813 9283720.807 22 667979.813 9283664.598 23 667860.446 9283664.498 24 667860.446 9283621.357 25 667738.721 9283621.707 26 667738.366 9283680.105 27 667577.012 9283679.885 28 667576.814 9283772.816 2.3 Keadaan Morfologi

Wilayah IUP PT Desira Guna Utama sebelah timur memiliki fisiografi dataran – perbukitan dengan kelerengan 14 – 25% dan ketinggian berkisar antara 75 – 200 m di atas permukaan laut, sebelah barat memiliki morfologi berelief datar – sedang (15 – 20%) dengan luas hampir 65% dan sebelah selatan memiliki morfologi berelief bergelombang lemah – sedang (5 – 15%).

(3)
(4)

2.4 Keadaan Iklim

Iklim wilayah Kecamatan Cigudeg seperti keadaan umumnya wilayah Kabupaten Bogor yang beriklim tropis, terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Iklim di Kabupaten Bogor menurut Schmidt dan Ferguson termasuk iklim tipe A (sangat basah) di bagian Selatan dan tipe B (basah) di bagian Utara. Curah hujan rata – rata 3841 mm/th, dengan curah hujan minimum 2325 mm/thn dan maksimum 5279 mm/thn . Bulan – bulan basah terjadi pada bulan Oktober sampai Mei. Jumlah hari hujan rata-rata tahunan 245 hari. Suhu udara maksimum 31,24°C dan minimum 22,7°C, suhu udara rat a-rata tahunan 25,7°C. Kelembaban nisbi rata-rata tahunan sebesar 84,1%, persentase penyinaran matahari rata – rata tahunan 60,11%, kecepatan angin sepanjang tahun rata – rata 2,1 km/jam, dan penguapan rata – rata tahunan sebesar 3,7 mm.

Kegiatan penambangan selain merubah bentuk bentang alam dampak lain yang kemungkinan terjadi sebagai akibat dari penambangan andesit ini adalah perubahan iklim mikro. Unsur yang diperkirakan akan mengalami perubahan antara lain adalah temperatur dan kelembaban udara. Hal ini di karenakan sebagai akibat dari pengupasan lahan yang semula bervegetasi menjadi hilang sehingga akan menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur dan penurunan kelembaban udara di sekitar daerah penambangan.

2.5 Kondisi Geologi Lokasi Kegiatan

Kondisi geologi regional (lihat Gambar 2.2) daerah sekitar pengamatan termasuk kedalam 4 formasi geologi di antaranya :

1. Qv adalah batuan gunung api muda, breksi, lahar, tuff breksi, tuff batu apung;

(5)

2. Qvas adalah andesit Gunung Sudamanik, andesit hornblenda – piroksen – porfiritik;

3. Tmb adalah Formasi Bojongmanik, perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan batugamping;

Berdasarkan pengamatan hasil eksplorasi dan mengacu pada ciri stratigrafi regional, maka daerah penyelidikan termasuk dalam Formasi Gunungapi Muda (Qv) yang terdiri atas batuan breksi, aliran lahar, tuff breksi dan tuff batu apung. Umur Formasi Gunungapi Muda ini adalah tersier. Terdiri dari :

1. Top soil : warna kuning keabuan, sebagian lepas, berbutir halus sampai kasar, terpisah baik, membulat sampai membulat tanggung, porositas baik, ketebalan lapisan 0,6 m sampai 1,4 m;

2. Batulempung : kelabu, coklat – kelabu kebiruan, lunak, tebal perlapisan lebih dari 1 meter sampai lebih dari 6 m;

3. Batupasir : warna kuning, agak keras, berbutir halus sampai kasar, terpilah baik, membulat sampai membulat tanggung, porositas baik, padat, ketebalan lapisan hingga lebih dari 4 m;

4. Breksi : warna kemerahan dan kekuningan, kompaksitas baik, membulat sampai membulat tanggung;

5. Andesit : Warna abu – abu sampai abu – abu kehitaman, dengan rekahan relatif banyak dan kekerasan yang tinggi.

(6)
(7)

2.6 Ruang, Tanah dan Lahan 2.6.1 Peruntukan Lahan.

Berdasarkan Perda Kabupaten Bogor No. 19 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata ruang Wilayah Kabupaten Bogor, bahwa wilayah ini merupakan Area penggunaan Lain. Keberadaan lokasi yang berada di atas permukaan air yang menyebabkan para pemilik lahan berkeinginan agar lahan mereka menjadi lebih produktif, sebab selama ini areal lahan mereka kurang produktif, di mana area perkebunan dan pesawahannya hanya dapat ditanami pada musim penghujan saja. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka rencana kegiatan penambangan Andesit di areal tersebut juga telah sesuai dengan RTRW Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.

2.6.2 Jenis Tanah

Jenis tanah yang tersebar di wilayah Kecamatan Cigudeg, yang termasuk di dalamnya wilayah Desa Argapura merupakan jenis tanah asosiasi mediteran coklat dan grumusol kekuningan, grumusol coklat keabuan dengan sifat kedalaman solumnya 0,25 – 0,50 m, berat untuk diolah dan keras serta pecah – pecah bila kering. Tanah pada lapisan atas (Top Soil) di lokasi penambangan termasuk jenis tanah lateritik yang berwarna coklat kekuningan hingga kehitaman merupakan lapukan dari batuan dasarnya. Pada profil tanah hasil penggalian terlihat bahwa kolom solum miskin kandungan bahan organik. Tekstur tanah di sini adalah lempung liat berandesit bahkan kerakal, dengan perkiraan perbandingan fraksi liat 40%, andesit – kerikil 50% dan humus 10%. Konsistensi atau daya tahan tanah terhadap pengaruh luar cukup baik, karena tanah tersebut memiliki sifat kohesif yang cukup besar.

(8)
(9)

2.6.3 Kestabilan Tanah/Lahan

Jenis tanah di sini termasuk tanah yang memiliki konsistensi cukup baik, karena cukup kohesif. Oleh karena itu di sekitar lokasi tambang tidak dijumpai adanya kelongsoran tanah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa daerah sekitar rencana reklamasi merupakan daerah yang cukup stabil terhadap kemungkinan terjadinya longsor.

2.6.4 Sifat Erodibilitas Tanah

Lahan di Desa Argapura memiliki kemiringan lereng bervariasi dari 8 – 15% untuk dataran sedang, 25 – 40% untuk dataran perbukitan bergelombang sedang. Oleh karena itu tingkat erosi yang cukup tinggi akan dialami oleh daerah yang memiliki kemiringan cukup besar yaitu sekitar perbukitan bergelombang sedang. Sedangkan daerah pedataran sedang tingkat erosinya relatif agak rendah. Kualitas tanah dalam hal ini diukur dari tingkat erosi. Erosi pada lahan yang terbuka di daerah perbukitan dapat dihitung dengan menggunakan rumus dari Universal Soil Loss Equation (USLE) (Wischmeier dan Smith,1978 dalam Arsyad, 1989) dan rumusnya adalah sebagai berikut :

E = R x K x L x S x CP

Di mana : E = Dampak hilangnya vegetasi terhadap laju erosi (ton/ha/tahun).

R = Indeks erosivitas hujan, 2072,71 K = Faktor erodibilitas tanah, 0,012 L = Faktor panjang lereng, 1,17 S = Faktor kemiringan, 7,36 CP = (0,10 – 0,02) = 0,08

(10)

Jadi E = 2072,71 x 0,12 x 1,17 x 7,36 x 0,08 = 17,13 ton/ha/tahun.

Terlihat dengan dibukanya lapisan tanah penutup berikut vegetasinya akan dapat meningkatkan laju erosi sebesar 17,13 ton/ha/tahun. Apabila lahan yang terkupas untuk kawasan penambangan adalah 5 ha, maka pertambahan laju erosi dapat mencapai 34,26 ton/tahun. Jika Density tanah adalah 0,8 ton/m3 maka besaran ini setara dengan 42,825 m3/tahun. Di mana dengan pembuatan jenjang yang baik dan saluran drainase yang memadai dan dilengkapi saluran pengelak atau tanggul dengan pengelolaan yang baik, maka tingkat erosi ini akan dapat diminimalkan dan dapat dikontrol melalui saluran drainase tersebut. Sehingga tanah yang tererosi dapat terendapkan dalam saluran drainase, untuk kemudian secara berkala tanah erosi yang terendapkan di saluran drainase dibersihkan dan disimpan di dekat penimbunan tanah penutup.

2.6.5 Kerawanan Terhadap Bencana Alam

Berdasarkan kajian geologis terhadap lokasi rencana kegiatan reklamasi tidak dilalui sesar aktif serta kemiringan lokasi yang hanya berkisar antara 8 – 400 dan cukup rentan terhadap pergerakan tanah. Akan tetapi dengan kondisi batuan atau tanah yang lebih stabil maka kemungkinan terjadinya bencana gerakan tanah atau longsoran tanah sangat kecil.

2.7 Komponen Biologi

2.7.1 Flora

Jenis tanaman yang ada di sekitar lokasi kegiatan sangat bervariasi tergantung kepada tata lahan.

(11)

1. Di perkampungan terdapat berbagai jenis tanaman diantaranya adalah jenis perdu, pisang – pisangan dan tumbuhan buah tahunan;

2. Di perkebunan terdapat buah – buahan, tanaman sengon dan belukar; 3. Di pesawahan terdapat padi dan palawija;

4. Di hutan terdapat tanaman pinus dan lain – lain. Tabel 2.2

Ragam Flora Di Sekitar Lokasi Rencana Kegiatan Penambangan

No Jenis Flora Nama Latin

Jenis Tanaman Keras / Tahunan

1 Bambu (Bambusaa sp),

2 Kelapa (Cocos nucipera),

3 Selong atau Petai Cina (Lencalna glauca),

4 Mangga (Mangifera indica),

5 Jambu Batu (Psidium guajara),

6 Rambutan (Nephilium loppacum).

7 Durian (Bombacaceae) Durio zibethinus

8 Jati (Tectona grandis)

9 Melinjo (Gnetum gnemon).

10 Lamtoro (Leucaena)

Jenis Perdu / Bulanan

11 Babadotan (Ageratum cungzodies),

12 Laja (Alpinia galanya),

13 Cengek (Capsicum frutesclus),

14 Talas (Colocasia antiquarum),

15 Harendong (Clidemia herta),

16 Pepaya (Carica papaya),

17 Jukut riut (Mimosa pudica),

18 Jarak (Ricinus cusmenis)

19 Pisang (Musa brachicarpa).

20 Padi (Oryza sativa)

21 Tebu (Sacharum officinarum)

Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2015

2.7.2 Fauna

Fauna di daerah ini dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu binatang ternak (budidaya) dan binatang liar. Jenis binatang yang dibudidayakan oleh masyarakat di sekitar lokasi penambangan adalah ayam kampong, ayam ras, angsa, itik atau bebek, domba, kambing dan kerbau. Adapun binatang liar yang dijumpai di daerah ini adalah tikus (Ratus sp), musang atau bajing (Scuridae), ular sawah (Phyiton malucus), kelelawar (Kerivoula spp) dan beberapa jenis burung,

(12)

seperti pipit (Autus sp), puyuh (Turnix suscicator), kapinis (Hirundo spp), burung gereja (Ardea spp).

Hewan liar ini dapat dijumpai umumnya di daerah yang masih lebat vegetasinya. Akan tetapi di lokasi rencana penambangan hewan liar ini hampir tidak dijumpai, karena lahannya telah terbuka, sehingga kemungkinan sebagian satwa telah bermigrasi ketempat lain. Dengan demikian dampak kegiatan penambangan terhadap punahnya fauna setempat sangat kecil.

2.8 Keadaan Sosial 2.8.1 Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Desa Argapura Kecamatan Cigudeg berdasarkan profil Desa Argapura tahun 2008 adalah sebanyak 2.772 jiwa, laki – laki 1.440 jiwa dan perempuan 1332 jiwa (Tabel 2.3).

Tabel 2.3

Komposisi Penduduk Desa Argapura – Kecamatan Cigudeg Usia Laki - laki Perempuan Usia Laki - laki Perempuan (Tahun) (Orang) (Orang) (Tahun) (Orang) (Orang)

<1 24 20 39 18 17 1 55 67 40 17 15 2 20 16 41 18 15 3 24 72 42 20 17 4 18 25 43 18 18 5 27 30 44 20 18 6 26 25 45 17 14 7 21 20 46 19 19 8 29 20 47 27 14 9 19 19 48 18 15 10 19 18 49 20 17 11 35 18 50 14 20 12 29 12 51 14 14 13 32 32 52 19 12 14 29 30 53 22 10 15 31 20 54 16 16 16 17 17 55 24 15 17 20 24 56 18 18 18 23 22 57 20 18

repository.unisba.ac.id

(13)

19 30 29 58 18 15 20 24 22 59 10 7 21 34 25 60 9 8 22 14 15 61 8 7 23 26 29 62 6 6 24 23 23 63 9 4 25 26 18 64 6 8 26 34 25 65 6 4 27 25 24 66 6 4 28 20 20 67 2 6 29 21 21 68 6 4 30 32 29 69 4 0 31 24 10 70 3 3 32 24 24 71 5 5 33 18 20 72 6 3 34 23 20 73 3 2 35 18 17 74 4 1 36 27 16 75 2 2 37 16 16 >75 22 14 38 10 21 Total 1440 1332

Sumber: Profil Potensi Desa Argapura Tahun 2015

2.8.2 Tingkat Pendidikan

Kondisi tingkat pendidikan masyarakat Desa Argapura dapat dilihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4

Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Argapura – Kecamatan Cigudeg

Tingkat Pendidikan Laki - laki (Orang) Perempuan (Orang) Usia 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 30 24 Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK / Playgroup 32 39 Usia 7 - 18 tahun yang tidak pernah sekolah 6 7 Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 200 177 Usia 18 - 56 yang tahun tidak pernah sekolah 6 5 Usia 18 - 56 tahun pernah SD tapi tidak tamat 20

Tamat SD / sederajat 888 878

Tamat SMP / sederajat 150 123

Tamat SMA / sederajat 100 80

Tamat D1 / sederajat - - Tamat D2 / sederajat 3 2 Tamat D3 / sederajat 1 1 Tamat S1 / sederajat 5 2 Tamat S2 / sederajat 1 - Tamat S3 / sederajat - - Tamat SLB A 1 - Tamat SLB B - - Tamat SLB C - - Jumlah 1440 1332 Total 2772

(14)

2.8.3 Mata Pencaharian Penduduk

Kondisi matapencaharian penduduk Desa Argapura cukup beragam hal ini dapat dilihat pada Tabel 2.5

Tabel 2.5

Mata pencaharian Penduduk Desa Argapura – Kecamatan Cigudeg Jenis pekerjaan Laki - laki (Orang) Prempuan (Orang)

Petani 158 -

Buruh tani 139 136

Buruh migran 5 4

Pegawai negeri sipil 8 5

Pengrajin rumah tangga 2 -

Pedagang keliling 3 7 Peternak 60 - Nelayan - - Montir 2 - Dokter swasta - - Bidan swasta - 1 Perawat swasta - -

Pembantu rumah tangga - 35

TNI 1 -

POLRI - -

Pensiunan PNS/TNI/POLRI 6 7

Pengusaha kecil dan menengah - -

Pengacara - -

Notaris - -

Dukun kampung terlatih 7 -

Jasa Pengobatan alternatif - -

Dosen swasta - -

Pengusaha besar - -

Arsitek - -

Guru Swasta 7 7

Seniman/artis - -

Karyawan perusahaan swasta 11 14

Karyawan pemerintah - -

Jasa konsultasi manajemen - -

Wirausaha lainnya 23 10

Jumlah 658

Sumber: Profil Potensi Desa Argapura Tahun 2015

(15)

2.8.4 Kehidupan Beragama

Keseluruhan penduduk Desa Argapura beragama Islam (Tabel 2.6). Rumah peribadatan yang tersedia di sebanyak 15 buah, terdiri dari 2 buah Masjid dan 13 buah Musholla. Dalam menjalankan kehidupan beragama dan adat istiadat masyarakat sehari – hari, mereka sangat menjunjung tinggi nilai – nilai keagamaan. Sehingga terlihat bahwa kerukunan dan sikap toleransi umat sangat terjaga akibat komposisi masyarakatnya yang homogen.

Tabel 2.6

Komposisi Pemeluk Agama Penduduk Desa Argapura – Kecamatan Cigudeg Agama Laki - laki (Orang) Perempuan (Orang)

Islam 1440 1332 Kristen - - Khatolik - - Hindu - - Budha - - Khonghucu - - Kepercayaan lain - - Jumlah 1440 1332

Sumber: Profil Potensi Desa Argapura Tahun 2015

2.8.5 Sosial Ekonomi

1. Potensi Sumberdaya Alam

Desa Argapura secara administratif termasuk kedalam wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Untuk wilayah Desa Argapura ini terdapat potensi sumberdaya alam berupa andesit yang dapat dikelola sebagai potensi pendapatan masyarakat dan daerah. Sumberdaya bahan galian batuan (andesit) tersebar cukup merata pada beberapa wilayah di Desa Argapura. Sebagian besar menempati areal perkebunan dan semak belukar yang merupakan lahan yang kurang produktif. Sedangkan sebagian lainnya berada pada wilayah pesawahan dan areal perkebunan rakyat. Pada saat

(16)

selesai penambangan area ini dapat kembali difungsikan sebagai areal perkebunan produktif.

2. Hasil Pertanian

Tanaman pertanian yang terdapat di sekitar lokasi rencana penambangan berupa padi, tebu dan tanaman palawija. Adanya kegiatan ini memungkinkan penduduk untuk ikut serta dalam kegiatan penambangan sebagai pekerja atau juga dapat memasarkan hasil pertanian terutama bahan pangan untuk mendukung kegiatan pekerja penambangan.

3. Kesempatan Bekerja dan Berusaha

Rencana kegiatan penambangan yang akan dilaksanakan oleh pemrakarsa secara keseluruhan memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak. Hal ini lah sebagai suatu bentuk kesempatan bekerja bagi masyarakat sekitar lokasi penambangan. Dalam hal ini pihak pemrakarsa akan memberikan prioritas bagi penduduk sekitar lokasi penambangan untuk dijadikan karyawan, baik untuk tenaga terampil maupun tenaga tidak terampil. Jika di sekitar daerah tersebut tidak ada yang memiliki keahlian untuk posisi tertentu, maka dengan terpaksa tenaga terampil (tenaga ahli) akan diambil dari luar daerah Desa Argapura.

Dengan adanya kegiatan penambangan ini secara otomatis di lokasi kerja tambang akan banyak pekerja, sehingga hal ini akan menyebabkan meningkatnya kebutuhan pokok sehari – hari seperti makanan, minuman, rokok, kopi dan lain sebagainya. Peluang bagi masyarakat sekitar untuk membuka warung yang menjual makanan, minuman dan sembako sangat besar.

(17)

2.8.6 Sosial Budaya (Sikap dan Pandangan Masyarakat)

Masyarakat Desa Argapura pada umumnya sangat menyambut dengan baik akan diadakannya kegiatan penambangan ini. Sebab selain menyediakan lapangan kerja, juga diharapkan akan timbul kegiatan lain yang nantinya akan lebih bermanfaat bagi masyarakat (misalnya adanya warung di sekitar lokasi tambang). Hal ini juga memang sangat diinginkan oleh pihak pemilik lahan karena lokasi rencana kegiatan penambangan berada di atas permukaan air serta kondisi sekarang yang tidak produktif. Hal ini didasarkan pada kondisi batuan atau tanah dilokasi serta keadaan permuakaan air yang relatif berada di bawah permukaan tanah setempat.

2.8.7 Norma Budaya

Kondisi masyarakat Desa Argapura memiliki norma dan budaya yang hampir sama dengan wilayah Kabupaten Bogor secara umum. Bahasa sehari – hari yang mereka gunakan sebagian besar menggunakan bahasa sunda. Masyarakat di Desa Argapura ini masih tetap memegang teguh warisan kebudayaan atau adat istiadat nenek moyangnya, di mana hal ini dapat terlihat dari keseharian masyarakat yang hidup dalam keadaan sederhana, ramah, serta masih memegang teguh sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

2.8.8 Kesehatan

Kondisi masyarakat Desa Argapura sudah cukup modern di mana hampir di setiap rumah telah memiliki mandi cuci kakus (MCK) sendiri dan mereka memahami akan pentingnya kesehatan. Masyarakat selalu menggerakan kegiatan jumat bersih secara bersama – sama dan memelihara fasilitas umum dengan baik. Sarana kesehatan yang tersedia berupa posyandu yang terdapat di hampir semua wilayah RW di lingkungan Desa Argapura. Sedangkan untuk sarana kesehatan terdapat Puskemas yang berlokasi di Kecamatan Cigudeg.

(18)

2.9 Cadangan dan Umur Tambang 2.9.1 Cadangan

Hasil estimasi perhitungan perkiraan volume bahan galian di lokasi rencana kegiatan seluas 280.000 m² (28 Ha) adalah sebagai berikut ini :

Volume tanah pucuk; Lapisan tanah penutup memiliki ketebalan berkisar antara 10 m – 20 m. Jika ketebalan rata-ratanya adalah 14 meter, maka volume lapisan tanah penutup untuk luas area 280.000 m² (28 Ha) adalah 3.920.000 m3 (insitu).

• Volume Bahan Galian Andesit; jumlah cadangan tereka pada lokasi rencana penambangan pada lahan seluas 280.000 m² (28Ha) sebanyak 3.793.150 BCM (m3 insitu).

2.9.2 Umur Tambang

Alat muat dan alat angkut yang digunakan adalah Excavator CAT 320D dan Dump Truck Hino FM 260Ti . Untuk itu jumlah cadangan tertambang yang tersedia di lokasi perlu dikoreksi terhadap beberapa faktor. Dengan memperhatikan kapasitas produksi sebagai berikut:

• Kapasitas Produksi = 120 TPH = 50 m3 / Jam

• Kapasitas Mesin = 2 ( dua ) Unit Stone Crusher + Jaw Crusher = 100 m3 / Jam x 8 Jam x 25 hari Kerja

= 20.000 m3/ Bulan

Kapasitas Produksi adalah 80% dari kapasitas mesin sebagai berikut :

• 20.000 m3 / Bulan x 80% = 16000 m3 / bulan

• 16.000 m3 / Bulan x 12 Bln = 192.000 / Tahun

• Umur Tambang = 3.793.000 m3 / 192.000 m3 /tahun = 20 Tahun

Referensi

Dokumen terkait

Khadiq Muakrom (063311042) Pola Kepemimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Formal Di Pondok Pesantren Darul Amanah Kabunan Sukorejo

Berdasarkan tabel 4.7 hasil dari pengolahan data, variabel growth opportunities memiliki koefisien regresi sebesar 0,054 dan nilai t hitung sebesar 1,553 lalu,

Simpulan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan komunikasi antar pribadi siswa setelah diberi layanan penguasaan konten teknik bermain peran pada siswa kelas A kecil

3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 03/Men/1999 Tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Lift untuk Pengangkutan Orang dan Barang 4 Peraturan

Hasil penelitian pada tikus jantan yang diturunkan kinerja reproduksinya menunjukan bahwa ekstrak rumput kebar dapat mengembalikan berat testis mulai perlakuan hari ke-7.. Untuk

Hasil yang dicapai pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Peningkatan Kapasitas Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Randegan – Sidoarjo secara

Lembaga pendidikan Islam bukanlah lembaga pendidikan yang beku, Islam justru memperkenalkan lembaga pendidikannya dengan cara yang fleksibel,

Kegiatan tersebut misalnya dengan membuka stan di acara car free day yang berlangsung setiap hari Minggu di alun-alun Klaten (Neiny, 31/03/2015). Bentuk promosi yang