• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pt Pjb Up Gresik Fix

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pt Pjb Up Gresik Fix"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGESAHAN KAMPUS LEMBAR PENGESAHAN KAMPUS LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

Di Di

PT PJB UNIT PEMBANGKIT GRESIK PT PJB UNIT PEMBANGKIT GRESIK

Jl. Harun Tohir No.1 Gresik

Jl. Harun Tohir No.1 Gresik 6111261112

Disusun Oleh : Disusun Oleh :  Nama

 Nama : : Buntoro Nawa MahendraBuntoro Nawa Mahendra

 Nim

 Nim : : 14.11.05814.11.058

Fakultas

Fakultas : : TekTeknologi nologi IndustriIndustri

Jurusan

Jurusan : : Teknik Teknik Mesin Mesin S-1S-1

 Nilai

 Nilai ::

Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh : Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh :

Mengetahui Mengetahui

Ketua Jurusan Teknik Mesin S-1 Ketua Jurusan Teknik Mesin S-1

ITN Malang ITN Malang Sibut, ST., MT Sibut, ST., MT NIP. P 1030300379 NIP. P 1030300379

Memeriksa dan Menyetujui Memeriksa dan Menyetujui

Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing

Ir. Basuki Widodo, MT Ir. Basuki Widodo, MT

NIP Y. 1018100037 NIP Y. 1018100037

(2)
(3)

LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

Di Di

PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK

Jl. Harun Tohir No. Gresik

Jl. Harun Tohir No. Gresik 6111261112

Disusun

Disusun Oleh Oleh ::

 Nama

 Nama : Buntoro Nawa Mahendra: Buntoro Nawa Mahendra  Nim

 Nim : 14.11.058: 14.11.058 Fakultas

Fakultas : : Teknologi Teknologi IndustriIndustri Jurusan

Jurusan : : Teknik Teknik Mesin Mesin S-1S-1

Telah diperiksa dan disetujui oleh: Telah diperiksa dan disetujui oleh:

Mengetahui, Mengetahui,

Supervisor Senior Pemeliharaan Supervisor Senior Pemeliharaan

Mesin Mesin

Rudi Dwi Prasetio Rudi Dwi Prasetio NID. 7193226JA NID. 7193226JA Manager Administrasi Manager Administrasi Muhammad Faisol Muhammad Faisol NID. 6385026JA NID. 6385026JA

(4)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kepada Tuhan YME, yang telah melimpahkan Segala puji kami panjatkan kepada Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan rahmat, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Ny

Praktik Kerja Nyata ata ini sesuai dengan ini sesuai dengan prosedur yang prosedur yang berlaku.berlaku.

Laporan Praktik Kerja Nyata (PKN) ini kami susun berdasarkan data-data Laporan Praktik Kerja Nyata (PKN) ini kami susun berdasarkan data-data dan informasi yang berhasil kami himpun saat kami melaksanakan PKN di PT dan informasi yang berhasil kami himpun saat kami melaksanakan PKN di PT PJB UP Gresik yang dilaksanakan pada tanggal 3 April

PJB UP Gresik yang dilaksanakan pada tanggal 3 April –  –  28 April 2017. 28 April 2017.

Adapun tujuan PKN ini adalah untuk mengetahui dan memahami sistem Adapun tujuan PKN ini adalah untuk mengetahui dan memahami sistem kerja

kerja  HRSG HRSG dandan turbinturbin  yang berlangsung dalam skala industri dengan segala  yang berlangsung dalam skala industri dengan segala  perlengkapan

 perlengkapan yang yang ada ada di di pabrik pabrik dan dan manajemen manajemen yang yang diterapkan diterapkan dalam dalam suatusuatu  perusahaan.

 perusahaan. Selain Selain itu itu juga juga merupakan merupakan salah salah satu satu syarat syarat dalam dalam menyelesaikanmenyelesaikan studi kuliah di Jurusan Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknik Industri, Institut studi kuliah di Jurusan Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Malang.

Teknologi Nasional Malang.

Adapun dalam penyelesaian penyusunan laporan PKN ini kami sadar Adapun dalam penyelesaian penyusunan laporan PKN ini kami sadar sepenuhnya tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung sepenuhnya tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga dalam kesempatan ini kami tidak lupa maupun tidak langsung, sehingga dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas bantuan baik moril maupun mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas bantuan baik moril maupun materil kepada:

materil kepada: 1.

1. Bapak Muhammad Faisol, selaku Manajer Administrasi PT PJB UPBapak Muhammad Faisol, selaku Manajer Administrasi PT PJB UP Gresik.

Gresik. 2.

2. Ibu Johan Puspita Rini selaku bagian Supervisor Senior SDM PT PJB UPIbu Johan Puspita Rini selaku bagian Supervisor Senior SDM PT PJB UP Gresik

Gresik 3.

3. Bapak Sibut ST.MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin S-1 InstitutBapak Sibut ST.MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin S-1 Institut Teknologi Nasional Malang.

Teknologi Nasional Malang. 4.

4. Bapak Ir. Mochtar Asroni, Bapak Ir. Mochtar Asroni, MSME, selaku Dosen Pembimbing PKN.MSME, selaku Dosen Pembimbing PKN. 5.

5. Bapak Rudi Dwi Presetio, selaku Supervisor Senior Pemeliharaan MesinBapak Rudi Dwi Presetio, selaku Supervisor Senior Pemeliharaan Mesin PT PJB UP Gresik

PT PJB UP Gresik 6.

6. Bapak Juri Wibowo, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasiBapak Juri Wibowo, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasi PT PJB UP Gresik

PT PJB UP Gresik 7.

7. Bapak Fria Sutami Rawan, selaku Pembimbing Lapangan bidang prosesBapak Fria Sutami Rawan, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasi PT PJB UP Gresik

(5)

8. Bapak Ferry Irianto, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasi PT PJB UP Gresik

9. Bapak Agus Istari, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasi PT PJB UP Gresik

10. Bapak Abdul Kholiq, selaku Pembimbing Lapangan bidang proses operasi PT PJB UP Gresik

11. Bapak Rudi Dwi Prasetio, selaku Pembimbing Lapangan bidang HAR MESIN PT PJB UP Gresik

12. Seluruh Karyawan Pemeliharaan Mesin PLTGU PT PJB UP Gresik

13. Kedua Orang Tua, Keluarga yang selalu mendukung dan membantu dengan segala doa dan restu.

14. Rekan-rekan yang selalu memberikan saran, kritik, dan dorongan dalam mengerjakan Praktik Kerja Nyata.

15. Serta semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu kelancaran dalam menyelesaikan laporan PKN.

Penulis menyadari bahwa laporan perencanaan ini jauh dari sempurna, oleh karena itu, penulis mengharapkan saran, petunjuk, bimbingan, dan kritik dari  pembaca yang bersifat membangun. Akhirnya, besar harapan penulis semoga

tugas ini berkenan di hati pembaca pada umumnya.

Malang, April 2017

(6)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN KAMPUS ... i

LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud dan Tujuan ... 1

1.3. Manfaat dan Kegunaan ... 2

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 2

1.5. Metode Kerja Praktek ... 3

1.6. Batasan Masalah ... 3

1.7. Sistematika Penulusan ... 4

BAB II ... 5

PROFIL PT PJB UNIT PEMBANGKIT GRESIK ... 5

2.1. Sejarah Berdirinya Pabrik ... 5

2.2. Filosofi, Visi, dan Misi Perusahaan ... 7

2.3. Lokasi Perusahaan ... 8

2.4. Struktur Organisasi Perusahaan ... 8

2.5. Tujuan PT PJB Unit Pembangkitan Gresik ... 9

2.6. Prestasi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik ... 10

2.7. Budaya Perusahaan ... 11

2.8. Kepedulian Lingkungan serta K3 ... 11

2.8.1. Kepedulian Kerja ... 11

2.8.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)... 12

2.9. Lingkungan Kompetitif ... 13

2.10. Ketenagakerjaan ... 14

(7)

2.10.2. Jam Kerja ... 15

2.11. Fasilitas Teknologi dan Perangkat Utama ... 16

BAB III ... 17

LANDASAN TEORI ... 17

3.1. Pengertian Pembangkit Listrik ... 17

3.2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) ... 18

3.2.1. Proses Produksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) 18 3.2.2. Gambar Diagram Alir PLTGU ... 21

3.3. Peralatan Utama ... 21

3.3.1. Turbin Gas ... 21

3.2.2. Heat Recovery Steam Generator (HRSG) ... 23

3.3.3. Turbin Uap ... 27 3.3.4. Kondensor ... 31 3.3.5. Deaerator ... 31 3.3.6. Generator ... 32 3.3.7. Transformator ... 34 3.4. Peralatan Pendukung ... 35

3.4.1. Desalination Plant dan Water Treatment Plant ... 35

BAB IV ... 37

MAINTENANCE SAFETY VALVE DI LANE SUPERHEATER ... 37

4.1. Deskripsi Umum ... 37

4.2. Spesifikasi dan Cara Kerja Safety Valve... 39

4.2.1. Valve type 1511 & 1811 ... 41

4.2.2. Valve type 2700 ... 45

4.2.3. Valve type 2533 VX ... 49

4.3. Perawatan Safety Valve ... 54

4.4. Aspek Penting Dalam Perawatan ... 55

4.4.1. Pembersihan ... 55

4.4.2. Perencanaan ... 55

4.4.3. Pemeriksaan ... 55

(8)

4.4. Proses Perbaikan dan Pemeriksaan pada Safety Valve ... 57

4.5. Proses Pengujian Valve ... 57

BAB V ... 59

KESIMPULAN DAN SARAN ... 59

5.1. Kesimpulan ... 59

5.2. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Interkoneksi Jawa-Bali ... 7 Tabel 2 Jumlah Karyawan Th. 2009 ... 15 Tabel 3 Fasilitas dan Perangkat Utama ... 16

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi PT PJB UP Gresik ... 9

Gambar 2 Kompetitor Internal PT PJB ... 14

Gambar 4 Siklus PLTGU Gresik ... 18

Gambar 5 Instalasi Power Plant ... 20

Gambar 6 Diagram Alir PLTGU... 21

Gambar 7 HRSG Gas Flow ... 25

Gambar 8 HRSG Flow ... 26

Gambar 9 Pompa Air Kondensor ... 28

Gambar 10 Turbin ... 28

Gambar 11 Generator ... 34

Gambar 12 Transformator ... 35

Gambar 13 Letak Safety Valve pada HRSG ... 41

Gambar 14 Valve type 1511 ... 43

Gambar 15 Bagian-bagian valve type 1511 ... 44

Gambar 16 Valve Type 2700 ... 49

Gambar 17 Valve Type 2533 VX ... 53

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan tinggi dewasa ini telah menuntut mahasiswa agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kemajuan teknologi serta  perindustrian yang ada. Maka dari itu diharapkan agar mahasiswa mempunyai keterampilan dan kemampuan aplikasi terhadap disiplin ilmu yang ditekuninya.

Program Pendidikan S1 diharapkan untuk dibekali kemampuan teori dan praktek yang mencukupi kepada mahasiswa, namu kurang dalam  pelaksanaan aplikasi dan praktek khususnya dilapangan sehingga timbul kesenjangan antara teori dan praktek yang didapatkan dibangku kuliah dan  praktek kerja lapangan.

PT PJB UP GRESIK Jawa Timur yang bergerak dalam bidang  pembangkit Jawa Bali unit pembangkit Gresik banyak memliki peralatan

dengan teknologi yang sesuai untuk dijadikan sebagai tempat kerja praktek  bagi mahasiswa agar dapat mengetahui penerapan teori tentang alat instrumentasi dalam industri dan sistem kontrol, sehingga diharapkan juga selain mahasiswa mendapatkan tujuannya, mahasiswa juga dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan sebagai bahan masukan untuk  pembanahan dimasa yang akan datang.

1.2. Maksud dan Tujuan

Kegiatan Kerja Praktek yang saya laksanakan di PT PJB UP GRESIK Jawa Timur yang bergerak dalam bidang pembangkit Jawa Bali unit pembangkit Gresik mempunyai tujuan ganda. Bagi mahasiswa, institusi Pendidikan (Institute Teknologi Nasional Malang) dan bagi instansi tempat mahasiswa melakukan kerja praktek.

a. Tujuan Mahasiswa

(12)

2. Memberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya yang telah diperoleh di Institute Teknologi  Nasional Malang

3. Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru melalui kegiatan kerjasama dengan para praktisi industry yang telah berpengalaman.

 b. Tujuan Institute

1. Mendapatkan umpan balik dilapangan mengenai isi materi yang telah diberikan dibangku kuliah.

2. Memperoleh masukan tentang masalah masalah di tempat kerja  praktek.

3. Dapat menjembatani kerja sama dibidang penelitian dengan Lembaga Penelitian Institute Teknologi Nasional Malang.

1.3. Manfaat dan Kegunaan

Adapun manfaat dan kegunaan yang diharapkan dari pelaksanaan  program ini adalah :

1. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan metode yang selama ini telah diterima dibangku kuliah pada dunia kerja.

2. Menguji kemampuan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diperoleh.

3. Memberikan informasi kepada mahasiswa keadaan dunia kerja. 4. Menjembatani hubungan kerjasama antara perusahaan dengan

fakultas teknologi industri jurusan Teknik Mesin Institute Teknologi Nasional Malang.

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Program kerja praktek ini dilaksanakan mulai tanggal 3 April sampai dengan 28 April 2017, dimana pelaksanaan dilaksanakan oleh 4 orang anggota. Kerja praktek dilaksanakan di PT PJB UP Gresik Jawa Timur.

(13)

1.5. Metode Kerja Praktek

Dalam pelaksanaan kerja praktek ini di gunakan dua metode dalam  pengumpulan data. Adapun metode praktek yang digunakan ini adalah

sebagai berikut :

1. Metode penelitian perpustakaan

Adalah suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan bertanya secara langsung pada saat perusahaan mengadakan kegiatan sehari-hari terhadap masalah yang dianggap  penting. Kemudian juga dengan membaca sumber-sumber data informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan, sehingga dengan penelitian kepustakaan ini diperoleh secara teori mengenai  permasalahan yang dibahas.

2. Metode penelitian lapangan

Metode ini gunakan untuk pengumpulan data, dimana cara lain dipakai: a. Interview yaitu sebuah metode yang digunakan dalam

mendapatkan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung pada saat perusaan mengadakan suatu kegiatan.

 b. Observasi yaitu metode dalam memperoleh data, dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap keadaan sebenarnya dalam perusahaan.

1.6. Batasan Masalah

1. Mengetahui tentang Safety Valve 2. Mengetahui cara kerja Safety Valve

(14)

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika dalam pembahasan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara garis besar tentang apa yang dikemukakan dalam pokok  pembahasan. Adapun susunan sistematika laporan ini sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisikan antara lain tentang latar belakang, maksud dan tujuan kegiatan, manfaatkan kegunaan kegiatan, waktu dan pelaksanaan kegiatan, metode kerja praktek, Batasan masalah dan sistematika penulisan.

BAB II : PROFIL PT PJB UNIT PEMBANGKIT GRESIK

Bab ini berisikan tentang profil perusahaan dan sejarah singat mengenai berdirinya perusahaan.

BAB III : SISTEM PRODUKSI PLTGU

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai proses produksi dari PLTGU dimana akan dijabarkan bagaimana proses dari awal sampai menghasilkan listrik.

BAB IV : MAINTENANCE SAFETY VALVE DI  LANE SUPERHEATER Pada bab ini akan dijelaskan tentang fungsi-fungsi Safety Valve serta  pengertian.

BAB VI : PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dari hasil pelaksaan Kerja Pratek di PT PJB UP GRESIK Jawa Timur, serta saran-saran bagi pihak perusahaan

(15)

BAB II

PROFIL PT PJB UNIT PEMBANGKIT GRESIK

2.1. Sejarah Berdirinya Pabrik

Unit pembangkit gresik terbentuk berdasarkan surat keputusan Direksi PLN No.030.K/023/DIR/1980, tanggal 15 Maret 1980. UP Gresik merupakan unit kerja yang dikelola oleh PT PLN (persero) PLN Pembangkit dan Penyalur Jawa bagian Timur dan Bali (PLN Kitlur JBT) yang dikenal dengan sebutan Sektor Gresik dengan kapasitas 700 MW (PLTU dan PLTG).

Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN Pusat  No.006.K/023/DIR/1992 tanggal 4 Februari 1992 terbentuk lagi Sektor Gresik Baru dengan kapasitas 1578 MW (PLTGU) dengan lokasi di dalam area Sektor Gresik.

Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN PJB II  No.023.K/023/DIR/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang penggabungan unit  pelaksana Pembangkit Sektor Gresik dan Sektor Gresik Baru, maka UP

Gresik di ubah strukturnya menjadi PT PLN PJB II Sektor Gresik.

Pada tanggal 30 Mei 1997 Dirut PT PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan NO.021.K/023/DIR/1997 tentang perubahan sebutan Sektor menjadi Unit Pembangkit.

Pada tanggal 24 Juni 1997 Dirut PT PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan No.024A.K/023/DIR/1997 tentang pemisahan fungsi  pemeliharaan dan fungsi operasi pada PT. PLN PJB II Unit Pembangkit

Gresik

Sampai saat ini Unit Pembangkit Gresik bertanggung jawab atas 3 macam mesin pembangkit tenaga listrik, yaitu :

1. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) kapasitas ± 80,4 MW 2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas ± 600 MW

(16)

Total kapasitas daya yang mampu dibangkitkan PT PJB UP Gresik mencapai ± 2255 MW dan diperoleh dari 21 generator thermal yang dimiliki PT PJB UP Gresik mampu memproduksi energi listrik sebesar 12.814 GWh per tahun yang kemudian disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa-Bali. No Jenis Bahan Bakar Kapasitas Pabrik Pembuat Mulai Operasi 1 PLTG 1 HSD/NG 20.10 MW ALSTHOM (FRANCE) 7/6/1978 2 PLTG 2 HSD/NG 20.10 MW ALSTHOM (FRANCE) 9/6/1978 3 PLTG 3 HSD/NG 21.35 MW ALSTHOM (FRANCE) 20/8/1984 4 PLTG 4 HSD/NG 20.00 MW GE (USA) 2/9/1984 5 PLTG 5 HSD/NG 21.00 MW GE (USA) 24/2/1994 6 PLTU 1 RO/NG 100.00 MW TOSHIBA

(JAPAN) 31/8/1981 7 PLTU 2 RO/NG 100.00 MW TOSHIBA

(JAPAN) 14/9/1981 8 PLTU 3 RO/NG 200.00 MW TOSHIBA

(JAPAN) 15/3/1988 9 PLTU 5 RO/NG 200.00 MW TOSHIBA

(JAPAN) 1/7/1988 PLTGU BLOK I 10 GT 1.1 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 30/3/1992 11 GT 1.2 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 1/5/1992 12 GT 1.3 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 2/6/1992 13 ST 1.0 188.91 MW MITSUBISHI (JAPAN) 10/4/1993 PLTGU BLOK II 14 GT 2.1 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 20/7/1992 15 GT 2.2 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 14/8/1992 16 GT 2.3 HSD/NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 18/9/1992

(17)

17 ST 2.0 188.91 MW MITSUBISHI

(JAPAN) 5/8/1993 PLTGU BLOK III

18 GT 3.1 NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 14/1/1993 19 GT 3.2 NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 19/1/1993 20 GT 3.3 NG 112.45 MW MITSUBISHI (JAPAN) 13/1/1993 21 ST 3.0 188.91 MW MITSUBISHI (JAPAN) 30/9/1993 TOTAL 2281.33 MW

Tabel 1 Interkoneksi Jawa-Bali

2.2. Filosofi, Visi, dan Misi Perusahaan

Dalam melaksanakan usahanya PT PJB UP Gresik Mengusung filosofi ”Mempunyai komitmen yang tinggi terhadap sasaran yang hendak dicapai dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai aset penting bagi  perusahaan”. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal delam mengelola  perusahaan, komitmen tersebut merupakan aspek yang harus selalu dijaga.

MOTTO :

 Produsen Listrik Terpercaya Kini dan Mendatang VISI :

 Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang termuka dengan standar kelas dunia

MISI :

 Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing

 Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan mulai implementasi tata kelola pembangkit dan sinergi business dengan metode best practice dan ramah lingkungan

 Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi teknik dan material yang unggul serta berwawasan bisnis.

(18)

2.3. Lokasi Perusahaan

Unit pembangkit Gresik merupakan salah satu unit pembangkit tenaga listrik PT PJB yang terletak di provinsi Jawa Timur. Pembangkit ini  berlokasi di kota Gresik kira-kira 20km arah barat laut kota Surabaya,

tepatnya di Desa Sidorukun, Jl. Harun Tohir No.1 Gresik, Jawa Timur. Total luas wilayah dimana PT PJB UP Gresik berada mencapai ±78 Ha, termasuk wilayah pembuangan lumpur dan luas bangunan.

PT PJB Unit Pembangkit Gresik

Batas area yang menjadi lokasi PT PJB UP Gresik adalah :  Utara : Kantor PT Pertamina Persero

 Timur : Selat Madura

 Selatan : Bengkel Swabina Graha, Selat Madura  Barat : Jl. Harun Tohir

2.4. Struktur Organisasi Perusahaan

Sejak Januari 1998 struktur organisasi PT PJB UP Gresik telah mengikuti perkembangan organisasi, yaitu perubahan PJB II menjadi PT PJB yang fleksibel dan dinamis sehingga mampu menghadapi dan menyesuaikan situasi bisnis yang selalu berubah. Perubahan mendasar dari PT PJB UP Gresik adalah dipisahkannya unit pemeliharaan dan unit operasi. Pemisahan ini membuat unit pembangkit menjadi organisasi yang  Lean and Clean  dan hanya mengoperasikan pembangkit untuk menghasilkan energi listrik. Secara garis besar struktur yang berlalu pada unit-unit kerja yang terdapat di PT PJB unit Gresik dapat dilihat pada ilustrasi berikut :

(19)

Gambar 1 Struktur Organisasi PT PJB UP Gresik

2.5. Tujuan PT PJB Unit Pembangkitan Gresik

Tujuan Unit Pembangkitan Gresik adalah menyelenggarakan usaha ketenagalistrikan dengan mengoperasikan dan memelihara unit-unit  pembangkit secara handal dan efisien sesuai motto PT. PJB UP. Gresik

(20)

2.6. Prestasi PT PJB Unit Pembangkitan Gresik a. Penghargaan energi pertama tahun 2013

 b. Perolehan The Best Indonesia Green Award IGA 2015 dan  penghargaan lima kategori yakni:

1. Penyelamatan Sumber Daya Air (Sambut Musim Hujan dengan Seribu Biopori)

2. Mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (dari yang Terbuang Menjadi Penerang)

3. Mengembangkan Keanekaragaman Hayati (Serumpun Bamboo Untuk Gresik)

4. Mempelopori Pencegahan Polusi (ELVI, Mobil Listrik, ber-STNK Pertama)

5. Mengembangkan Pengolahan Sampah Terpadu (Hidupkan PAUD dari Bank Sampah)

c. Perolehan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

d. Perolehan Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 e. Perolehan Sertifikat Emas Sistem Manajemen K3 ISO

18001:2007 sesuai dengan Permenaker No. 5 Tahun 1996

f. Perolehan Sertifikat Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2011

g. Perolehan Sertifikasi Emas SMP sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 24 Tahun 2007

h. PJB- Integrated Management System (IMS) 99:2012 i. Peningkatan Juara Risk Competititon PT PJB :

1. Juara III pada tahun 2011 2. Juara II pada tahun 2012 3. Juara I pada tahun 2014

 j. Peningkatan perolehan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER)

1. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2004 2. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2005 3. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2006 4. Perolehan peringkat PROPER Merah pada tahun 2007

(21)

5. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2008 6. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2009 7. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2010 8. Perolehan peringkat PROPER Hijau pada tahun 2011 9. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2012 10. Perolehan peringkat PROPER Biru pada tahun 2013 11. Perolehan peringkat PROPER Hijau pada tahun 2014 12. Perolehan peringkat PROPER Hijau pada tahun 2015

2.7. Budaya Perusahaan

 Integritas

Adalah kepribadian yang selalu memperjuangkan kebenaran melalui kejujuran dan tanggung jawab.

 Keunggulan

Adalah kondisi dimana kualitas kerja melampaui standar yang ditetapkan.

 Kerjasama

Adalah menyatukan kemampuan dan bakat tiap orang untuk mencapai tujuan bersama.

 Pelayanan

Adalah sikap dan perilaku mementingkan kepuasan pelanggan,  pemegang saham, masyarakat dan bangsa.

 Sadar Lingkungan

Adalah kesadaran untuk selalu memelihara alam dan lingkungan kerjanya sebagai sumber daya demi kelestarian perusahaan.

2.8. Kepedulian Lingkungan serta K3 2.8.1. Kepedulian Kerja

PT PJB UP Gresik selalu berusaha menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Untuk itu PT PJB UP Gresik melakukan upaya

(22)

 pencegahan, pengendalian, dan pengolahan lingkungan dengan baik. Pencegahan dan pengendalian terutama dilakukan pada  pengendalianpolusi udara dan air di sekitar pabrik. PT PJB UP Gresik dilengkapi dengan alat pengendali emisi udara dan air yang meliputi:

a. Cerobong Asap ( stack ) yang cukup tinggi pada semua unit  pembangkit untuk mendapatkan distribusi penyebaran gas buang

secara luas.

 b.  Netralisasi limbah cair, untuk mentralkan air buangan unit sebelum dibuang ke laut, diolah terlebih dahulu pada Waste Water Treatment Plant (WWT Plant).

c. Oil Sparator,  untuk memisahkan minyak pada air buangn yang  berasal dari bunker area bahan bakar minyak.

d. Saluran inlet dan outlet  pendingin kondensor yang panjangnya mencapai 1 km untuk menurunkan temperature air setelah proses  pendinginan

e. Pengolahan lingkungan dengan 3 cara yaitu :

1. Mengoptimalkan pemakaian bahan bakar gas alam pada semua unit.

2. Pembersihan / perawatan tanaman dilokasi unit .

3. Melaksanakan program penghijauan pada tanah-tanah yang kosong untuk mendapatkan suasana lingkungan yang indah dan hijau.

2.8.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Setiap kegiatan produksi di PT PJB UP Unit Pembangkitan Gresik merupakan kegiatan yang beresiko dan berbahaya sehingga perlu adanya  pencegahan terhadap kecelakaan kerja. Oleh karena itu penceghan

terhadap kecelakaan perlu adanya usaha keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Usaha Keselamatan Kerja merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengendalikan terjadinya kecelakaan yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kecelakaan merupakan suatu kejadian yang tidak di

(23)

inginkan yang mengakibatkan terjadinya cidera terhadap manusia atau kerusakan terhadap alat produksi. Umumnys hal ini diakibatkan Karena  berhubungan dengan sumber tenaga misalnya tenaga gerak, listrik, reaksi

kimia, dan panas yang di atas ambang tubuh atau suatu bangunan.

Kecelakaan kerja merupakan suatu keadaan yang terjadi pada seseorang Karena hubungan kerja dan kemungkinan besar di sebabkan  bahaya yang ada kaitannya dengan pekerja. Kecelakaan kerja ini dapat  berpengaruh terhadap kualitas kerja dan hasil produuksi yang tidak maksimal. Kualitas kerja akan semakin baik jika angka-angka kecelakaan kerja dapat ditekan sekecil mungkin atau sangat baik jika tidak ada factor kecelakaan sama sekali ( zero accident ).

Tujuan dari penerapan K3 di dunia kerja antara lain :

1. Agar setiap tenaga kerja dan setiap orang yang berada dilingkungan kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat

2. Melindungi sumber-sumber produksi agar dapat digunakan secara aman, efektif dan efisien.

2.9. Lingkungan Kompetitif

Dilihat dari produk energi listrik dan kesiapan operasional unit  pembangkit, PT PJB UP Gresik memiliki karakteristik situasi kompetitif yang khusu yaitu pasar yang dilayani hanya PLN (Sistem Jawa Bali). PT PJB UP Gresik pembangkit terbesar di Jawa Timur dan memiliki tiga jenis  pembangkit thermal , memiliki ramping rate  tinggi (25 MW/menit). Pembangkit yang dimiliki PT PJB UP Gresik 50% daya terpasang (1100 MW) adalah bertegangan 150 kV yang mensupport pelanggan Jawa Timur sehingga losses (kehilangan daya) rendah Karena dekat dengan pelanggan.

Kompetitor eksternal PT PJB UP Gresik adalah kelompok IPP yaitu : 1. Paiton Energy Company (PEC)

2. Jawa Power

3. Sumber Segara Primadaya (S2P) 4. Indonesia Power

(24)

6.

6. Kompetitor di internal PT PJB UP Gresik adalah unit pembangkitKompetitor di internal PT PJB UP Gresik adalah unit pembangkit Thermal yang dimiliki PT PJB yaitu :

Thermal yang dimiliki PT PJB yaitu : a.

a. UP PaitonUP Paiton  b.

 b. UP Muara KarangUP Muara Karang c.

c. UP Muara TawarUP Muara Tawar

Gambar 2 Kompetitor Internal PT PJB Gambar 2 Kompetitor Internal PT PJB

2.10.

2.10. KetenagakerjaanKetenagakerjaan 2.10.1.

2.10.1. Jumlah Tenaga KerjaJumlah Tenaga Kerja

Tenaga kerja berjumlah 477 orang di segmentasikan Tenaga kerja berjumlah 477 orang di segmentasikan menjadi karyawan tetap,

menjadi karyawan tetap,  Pre-Employement  Pre-Employement Training Training   (PET) dan  (PET) dan Outsourcing

Outsourcing dengan persyaratan dan ekspetasi sebagai manadengan persyaratan dan ekspetasi sebagai mana terlihat pada table berikut :

(25)

Tabel 2 Jumlah Karyawan Th. 2009 Tabel 2 Jumlah Karyawan Th. 2009

Data ketenagakerjaan diatas adalah data tenaga kerja PT Data ketenagakerjaan diatas adalah data tenaga kerja PT PJB UP Gresik hingga bulan Agustus 2009.

PJB UP Gresik hingga bulan Agustus 2009.

2.10.2.

2.10.2. Jam KerjaJam Kerja

Jam kerja karyawan yang berlaku di PT PJB UP Gresik Jam kerja karyawan yang berlaku di PT PJB UP Gresik terdiri dari 2 macam kinerja yaitu :

terdiri dari 2 macam kinerja yaitu : 1.

1. Jam kerja yang berlaku untuk karyawan yang bekerjaJam kerja yang berlaku untuk karyawan yang bekerja dibagian produksi, diperlakukan jam kerja shift. Dalam satu dibagian produksi, diperlakukan jam kerja shift. Dalam satu hari dibagi menjadi 3 shift.

hari dibagi menjadi 3 shift. a.

a. Shift I mulai pukul 07.30 s/d Shift I mulai pukul 07.30 s/d 15.3015.30  b.

 b. Shift II mulai pukul 15.30 s/d Shift II mulai pukul 15.30 s/d 22.3022.30 c.

c. Shift III mulai pukul 22.30 s/d Shift III mulai pukul 22.30 s/d 07.3007.30 2.

2. Jam kerja yang berlaku untuk karyawan yang bekerjaJam kerja yang berlaku untuk karyawan yang bekerja dibagian non produksi diperlakukan jam kerja biasa yaitu dibagian non produksi diperlakukan jam kerja biasa yaitu  bekerja mulai

 bekerja mulai jam 7.30 jam 7.30 s/d 16.00 s/d 16.00 setiap hari setiap hari kecuali hari kecuali hari sabtusabtu dan minggu libur.

(26)

2.11.

2.11. Fasilitas Teknologi dan Perangkat UtamaFasilitas Teknologi dan Perangkat Utama

Fasilitas, Teknologi, dan Perangkat Utama yang dimilik PT PJB UP Fasilitas, Teknologi, dan Perangkat Utama yang dimilik PT PJB UP Gresik dapat dijelaskan pada table berikut :

Gresik dapat dijelaskan pada table berikut :

Tabel 3 Fasilitas dan Perangkat Utama Tabel 3 Fasilitas dan Perangkat Utama

(27)

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1. Pengertian Pembangkit Listrik

Pembangkit Listrik adalah suatu rangkaian alat atau mesin yang merubah energi mekanikmenjadi energi listrik,  biasanya rangkaian alat itu terdiri dari Turbin dan Generator Listrik. Fungsi dari Turbin adalah untuk memutarRotor dari Generator Listrik, sehingga dari putaran Rotor itu dihasilkanlah energi listrik. Listrik yang dihasilkan dinaikkan dulu voltasenya menjadi 150 KV s/d 500 KV melalui Trafo Step Up.  Penaikan tegangan ini berfungsi untuk mengurangi kerugian akibat hambatan pada kawat penghantar pada saat proses transmisi. Dengan tegangan yang ekstra tinggi maka arus yang mengalir pada kawat penghantar menjadi kecil. Tegangan yang sudah dinaikkan kemudian ditransmisikan melalui jaringan Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) ke Gardu Induk/GI,  untuk diturunkan voltasenya menjadi tegangan menengah 20 KV, kemudian tegangan menengah disalurkan melalui Jaringan Tegangan Menengah (JTM), ke Trafo-trafo Distribusi.  Di trafo-trafo distribusi voltasenya diturunkan dari 20 KV menjadi 220 volt dari trafo-trafo distribusi disalurkan melalui Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ke Pelanggan Listrik.

Ada beberapa jenis dari Pusat Pembangkit Tenaga Listrik yang ada dan dioperasikan secara komersil yaitu sebagai berikut:

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 2. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 3. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

(28)

3.2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU)

3.2.1. Proses Produksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU)

Pada dasarnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap merupakan gabungan antara Turbin Gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU) yang disebut siklus ganda (combined circle). Tujuan utama dari pembangkit kombinasi tersebut yaitu untuk meningkatkan efisiensi thermal yang cukup tinggi mencapai 50%. Hal ini dikarenakan pertumbuhan akan energi lisrik (PLTG) mempunyai efisiensi thermal rendah yaitu 30%. Sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik dengan siklus kombinasi yang menghasilkan energi lebih besar.

Pembangkit energi listrik pada sebuah pembangkit siklus ganda type unfired , dalam hal ini PLTGU Gresik memiliki alur kerja seperti gambar dibawah ini.

(29)

Proses Produksi dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Compressor menghisap udara bebas yang masuk melalui filter, kemudian menekannya kedalam ruang bakar.

2. Udara bertekanan dalam gas alam dibakar didalam ruang bakar dan menghasilkan gas panas bertekanan tinggi yang diarahkan ke sudu-sudu turbin oleh nozzle.

3. Turbin berputar akibat pancaran gas panas terarah pada sudu-sudunya, daya putaran turbin menggerakkan generator.

4. Generator yang digerakkan oleh turbin gas menghasilkan energi listrik. 5. Gas panas yang keluar dari turbin gas (exhaust gas) masuk ke HRSG

guna memanaskan air.

6. LP BFP ( Low Pressure Boiler Feed Pump) memompa air dari daerator ke LP Economizer dan HP BFP ( High Pressure Boiler Feed Pump) ke LP Evaporator selanjutnya uap yang dihasilkan LP Evaporator dialirkan kembali ke LP Drum.

7. Air dalam Economizer dialirkan ke LP Drum untuk kemudian di pompa oleh LP BCP ( Low Pressure Boiler Circulating Pump) ke LP Evaporator selanjutnya uap yang dihasilkan LP Evaporator dialirkan kembali ke LP Drum.

8. Air dalam HP Economizer dialirkan ke HP Drum untuk kemudian dipompa oleh HP BCP ( High Pressure Boiler Circulating Pump) ke HP Evaporator selanjutnya uap yang dihasilkan HP Evaporator dialirkan ke HP Drum.

9. Uap dari LP Drum dialirkan ke LP Steam Turbin guna menggerakkan sudu-sudu Turbin LP.

10. Uap dari HP Drum dialirkan ke Superheater untuk mendapatkan uap kering. Kemudian uap tersebut dialirkan ke HP Steam Turbin guna menggerakkan sudu-sudu turbin HP. Selanjutnya uap dari HP dialirkan ke turbin LP guna menggerakkan sudu-sudu turbin LP.

11. Generator yang digerakkan oleh turbin uap (HP dan LP) menghasilkan energi listrik.

(30)

12. Dalam kondensor uap dari turbin mengalami pengembunan air, hasil dari pengembunan dipompa oleh CEP ( Condensate Extraction Pump) ke Preheater.

13. Setelah dipanaskan ke dalam Preheater, air tersebut dialirkan ke deaerator.

Penggabunagn turbin gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU) memanfaatkan gas sisa hasil pembakaran yang masih bersuhu cukup tinggi (1000 ºF atau 500ºC) yang keluar dari  Exhaust turbin gas guna memanaskan HRSG atau ketel uap, akan dapat dicapai efisiensi thermal yang keseluruhan relative tinggi dari suatu instalasi Power Plant .

(31)

Berikut ini adalah bagan proses secara umum, dimana tiap blok  pada unit PT PJB UP Gresik ini memiliki 3 buah gas turbin, 3 buat HRSG

(Boiler), dan satu buat steam turbin. 3.2.2. Gambar Diagram Alir PLTGU

Gambar 6 Diagram Alir PLTGU

Pada bahasan berikut dijelaskan lagi masing-masing komponen utama dan komponen pembantu PLTGU.

3.3. Peralatan Utama 3.3.1. Turbin Gas

Turbin gas merupakan peralatan pembangkit tenaga yang memanfaatkan langsung tenaga panas yang mengembang akibat  pembakaran dari bahan bakar dan udara yang dikompreskan. Adapun system turbin gas yang paling sederhana terdiri dari 3 komponen utama, yaitu : Kompressor, ruang bakar, dan turbin.

(32)

Bagian utama dari turbin gas : 1. Kompressor Udara

Compressor udara digerakkan langsung oleh turbin gas lewat  poros compressor udara yang mampu menghisap dan mengoperasikan udara sehingga mencapai 12 sampai 16 atm. Ini berfungsi untuk menekan udara kedalam ruang bakar untuk mempercepat proses  pembakaran bahan bakar.

2. Ruang Bakar (

Combuster 

)

Ruang bakar merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan  bakar dan udara. Dari proses ini menghasilkan gas panas dengan tekanan yang sangat tinggi dan keluar melalui nozzle yang mengarah ke sudu-sudu turbin dan akhirnya turbin menekan sudu-sudu tersebut. 3. Turbin

Turbin merupakan peralatan utama yang menggerakkan  peralatan lain (Generator dan Kompressor). Putaran turbin ini

merupakan akibat dari pancaran gas dengan tekanan tinggi yang mengarah ke sudu-sudu turbin.

Proses pembangkitan diawali dengan menjalankan motor starter sebagai penggerak mula sampai udara masuk kedalam ruang compressor dan mengalami proses pemampatan udara, pada ruang  bakar (Combuster ) di injeksikan bahan bakar.

Setelah udara bertekanan dan bahan bakar masuk, kemudian dinyalakan dengan igniter yang fungsinya sebagai busi sehingga terjadilah pembakaran yang mengakibatkan kenaikan temperature dan tekanan dalam ruang bakar. Tekanan ini kemudian akan menekan sudu-sudu turbin dan memutar turbin. Lalu energi mekanik ini di couple ke generator, menimbulkan fluks listrik, sehingga mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sedangkan motor starter secara otomatis akan mati pada putaran 2100 rpm, setelah gas hasil  pembakaran mampu memutar turbin, compressor, dan generator.

Sementara itu putaran compressor dan turbin terus naik sampai 3000 rpm ( Full Speed Nowload ), selanjutnya energi listrik dari

(33)

generator dinaikkan dari 10,15 Kv menjadi 150 Kv untuk blok 1 dan 500 Kv untuk blok 2 dan blok 3 melalui transformator utama kemudian diparalelkan dengan jaringan interkoneksi Jawa-Bali.

 Spesifikasi Turbin Gas :

 Merk : Mitsubishi Heavy Industry Co.  Type : MX 701 D, Axial Flow Reaction

Type

 Putaran : 3000 rpm, pada keadaan maksimum 3750 rpm  Jumlah Tingkat : 4

 Spesifikasi Ruang Bakar :

 Type : Canular Type

 Jumlah Ruang Bakar : 18

 Spesifikasi Kompressor :

 Type : Axial Flow Type

3.2.2. Heat Recovery Steam Generator (HRSG)

Gas sisa pembakaran dari turbin gas dilewatkan dalam HRSG untuk menghasilkan uap tekanan tinggi ( High Pressure/HP) dan tekanan rendah ( Low Pressure/LP). Ketel ini menggunakan gas sisa pembakaran dari turbin gas. Karena suhu dari sisa pembakaran turbin masih tinggi yaitu kurang lebih 500 ºC jadi masih bisa digunakan untuk menghasilkan uap.

Peralatan utama HRSG adalah sebagai berikut : Superheater, HP Evaporator, HP Economizer, LP Evaporator, LP Economizer, Preheater, LP Drum, dan HP Drum.

1. Superheater

Superheater berfungsi untuk memanaskan uap jenuh yang keluar dari HP Steam Drum dengan gas buang PLTGU (GT). Sebelum masuk turbin, agar uap tersebut benar-benar kering dan bebas dari

(34)

kandungan air. Tujuan mendapatkan uap kering ini adalah untuk mencegah kerusakan turbin yang disebabkan oleh pukulan air pada sudu-sudu turbin.

Pada PLTGU Gresik, superheater yang digunakan mempunyai 2 tingkat yaitu :

a. Tingkat pertama merupakan Primer Superheater   b. Tingkat kedua merupakan Secondary Superheater 

2. Economizer

 Economizer   terdiri dari beberapa pipa bengkok dalam lengkung horizontal air masuk unit pembangkit uap melalui economizer inlet header dan mengalir kearah atas menghalangi aliran gas melalui pipa-pipa economizer. Air panas dari economizer keluar mengalir langsung ke  steam drum melalui pipa pengisi tidak  panas.

 Economizer  berfungsi sebagai pemanas awal setelah  preheater dari daerator dimana air mencapai titik didihnya masuk ke

HP dan LP Evaporator.  LP Evaporator

LP Evaporator berfungsi sebagai peralatan penguat yang mengubah air dalam LP Steam Drum  menjadi uap basah, yang kemudian ditampung kembali pada LP Steam Drum untuk dialirkan ke LP Steam turbin dan sebagian ke daerator.

 HP Evaporator

Mengubah wujud air dari HP  Drum  menjadi uap kering yang selanjutnya dengan melalui HP Superheater  masuk ke HP turbin. 3. Preheater

Compressor (IAC), Service Air Compressor (SAC), Bypass Damper dan Atmosfer Damper ( Exhaust Damper ).

 Boiler Feed Pump (BFP) berfungsi untuk mempompa air dari daerator ke economizer

(35)

 Boiler Circulating Pump (BCP) berfungsi untuk mempompa air dari steam drum ke evaporator.

 Chemical Injection adalah alat untuk menginjeksi bahan- bahan kimia guna menjaga kualitas air dalam HRSG.

 Instrument Air Compressor (IAC) dan Service Air Compressor (SAC) merupakan alat untuk memproduksi udara bertekanan guna keperluan pengaturan dan control  pneumatic.

 Bypass Damper berfungsi untuk mengalirkan gas panas dari exhaust   gas turbin ke udara bebas dan Atmosfer Damper (exhaust damper ) berfungsi untuk megalirkan gas panas dari exhaust  gas turbin ke HRSG.

(36)

Keterangan :

 Posisi damper menutup pada saat terjadi overhaul pada HRSG atau turbin gas, sehingga gas buang dari gas turbin langsung di bypass keluar untuk dibuang.

 Sudut bukaan damper dapat disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain 0º, 20º, 45º, 70º, dan 90º.

Gambar 8 HRSG Flow Keterangan :

 Desuperheater adalah alat pendukung untuk menjaga temperature uap

kering agar tetap konstan sebelum masuk ke HP steam.

 Properties pada HP  steam, LP  steam, HP  drum, LP drum  dapat

(37)

Spesifikasi HRSG :

 Merk : CMI, Belgium

 Type : Vertical Gas Flow Up World Circulation Dual Press

 Kemampuan penguapan : HP = 18,1 ton/h ; LP = 48,5 ton/h  Limit Tek. Uap : HP = 77kg/cm2 ; LP = 5,5 kg/cm2

 Limit Suhu Uap : HP = 5070ºC ; LP = saturation  Jumlah Gas : 1500 ton/h

 Suhu Gas : Input = 532ºC ; output = 99ºC

3.3.3. Turbin Uap

Turbin uap merupakan peralatan pembangkit tenaga yang memanfaatkan uap kering hasil pemanasan air dalam boiler ( Heat

(38)

 Recovery Steam Generator ) oleh gas panas yang keluar dari turbin gas, sehingga mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Peralatan utama dari turbin uap antara lain : 1. Pompa Air Condensor

Pompa pada system ini digunakan untuk mengalirkan air dari kondensor ke pemanas awal.

Gambar 9 Pompa Air Kondensor

2. Turbin

Merupakan peralatan utama yang diputar oleh uap dari HRSG untuk menghasilkan power yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan generator.

(39)

 Bagian-bagian dari turbin gas : a. Sudu Turbin

Sudu yang digunakan adalah sudu reaksi aliran tunggal untuk HP turbin dan sudu aliran ganda untuk LP turbin. Sudu reaksi digunakan untuk turbin dalam kapasitas besar karena sudu tersebut mempunyai efisiensi yang tinggi. Pada sudu reaksi, kecepatan uap relative rendah akibat tekanan turun dan pengaruh efisiensi aerodinamika. Sudu jenis reaksi mempunyai Clearance. b. Rotor

Rotor turbin tekanan tinggi dibuat dari  solid alloy steel  forging   yang mempunyai sifat creep nature strength yang baik.

Rotor ini mempunyai

Trust balance piston, alat ini sangat baik untuk melawan  gaya reaksi dari sudu-sudu tekanan tinggi. Demikian juga halnya

dengan rotor tekanan rendah dibuat dari bahan yang sama sehingga kekuatan tariknya cukup tinggi. Geometri rotor dirancang dengan cermat hingga konsentrasi tegangannya sekecil mungkin agar tegangan thermail transient  sama dengan tegangan  bending. Perlu diketahui bahwa sifat dari rotor mempunyai karakter yang stabil karena tidak ada tegangan sisa pada poses  pembuatan rotor.

Suatu flens kopling tipe rigid digunakan diantara rotor tekanan tinggi dan tekanan rendah, dimana kedua rotor tersebut diletakkan secara aksial terhadap trust bearing HP turbin. Rotor tekanan rendah dihubungkan dengan generator melalui rigid kopling dan elemen-elemen putar utama didukung dengan enam  bearing.

c. Casing

Casing adalah bejana dimana rotor ditempatkan dan juga  berfungsi sebagai pembatas pada suhu turbin. Casing mempunyai sebuah lubang pada rotor keluar seolah-olah menembus casing

(40)

sehingga memungkinkan penempatan bantalan pengunjung rotor diluar casing.

Casing biasanya terdiri dari dua bagian yang terpisah yaitu casing atas (Cover) dan casing bawah (Base). Keduanya digabungkan menjadi satu kemudian diikat dengan baut-baut  pengikat. Bentuk ini memudahkan pemasangan awal serta  pembongkaran untuk pemeliharaan. HP turbin terbuat dari logam  baja, untuk mengimbangi adanya masalah yang timbul karena  perubahan temperature dan getaran yang ditimbulkan mesin.

d. Bantalan (Bearing)

Turbin memiliki dua buah bantalan pada masing-masing rotor dan satu buah trust bearing , dengan tipe pelumas paksa. Bantalan ini berfungsi sebagai penyangga rotor agar tetap stabil  pada posisinya sehingga rotor dapat berputar dengan aman.

e. Turning Gear

Saat turbin berhenti beroperasi, uap dengan temperature rendah cenderung berkumpul didalam silinder bagian bawah dan membuat rotor bagian bawah lebih cepat dingin di banding bagian atas sehingga dapat menyebabkan ditorsi. Untuk menghindari hal ini, turning gear   diputar pelan-pelan sampai bagian atas rotor dingin.

f. Pompa Minyak Pelumas Terdiri dari :

 Pompa-pompa oil (Main Oil Pump)  Auxillary oil pump

 Turnimg gear oil pump  Emergency oil pump g. Seal Oil Unit

Media pendingin oil pelumas adalah cooling water   (sama seperti gas turbin) dan terjadi perbedaan temperature yang signifikan antara sebelum dan sesudah oil cooler.

(41)

Spesifikasi Turbin Uap :

 Merk : Mitsubishi Heavy Industry Corp.

 Type : TC 2F-33,5

 Kapasitas : 188,91 KW  Putaran : 3000 rpm  Hampa Kondensor : 697 mmHg

 Tek. Uap Masuk : HP = 74 kg/cmG ; LP = 4,1 kg/cmG  Limit Suhu Masuk : HP = 505ºC ; LP = 175,9ºC

3.3.4. Kondensor

Merupakan peralatan untuk merubah fase uap yang telah dimanfaatkan untuk memutar turbin menjadi air kondensate. Hal ini untuk menghemat penggunaan air serta menjaga kemurnian air yang digunakan dalam system HRSG. Untuk pendingin kondensor tersebut menggunakan air laut.

Spesifikasi Kondensor :

 Type : Radial Flow Cooling Surface  Luas Perm. Pendingin : 14,15 m2

 Aliran Air Pendingin : 46,07 m3/h

 Tin Air Pendingin : 30ºC

 Vacuum : 697 mmHg

 Kec. Air Pendingin : 2,1 m/s (dalam tube)

 Dissolved O2Content : Kurang dari 0,01 cm3/liter

3.3.5. Deaerator

Merupakan alat untuk menyingkirkan gas-gas yang tidak larut dalam air. Gas-gas ini timbul karena adanya kebocoran dari atmosfer atau gas-gas yang terbentuk dari dekomposisi air menjadi oksigen dan hydrogen akibat reaksi thermal.

Alat yang dipakai untuk mengontrol kualitas air pada proses deaerator adalah :

(42)

 pH Meter

Alat ini digunakan untuk mengetahui pH dari air proses deaerator, sehingga dapat ditentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasinya apabila terjadi penyimpangan. Batas harga pH air proses pada deaerator adalah 8,50-9,30.

 Conductivity Meter

Alat ini selain sebagai control dari conductivitas air proses dalam deaerator juga sebagai sinyal pengontrol injeksi N2H4  dalam

air proses. Batas conductivitas tertinggi air proses deaerator adalah 5,5 µs/cm.

 DO Meter

Alat ini untuk mengontrol kandungan oksigen dalam air  proses, sehingga bisa diketahui secara dini apabila dalam air proses

terikat oksigen. Oksigen dalam air proses tidak dikehendaki karena sangat berbahaya terhadap alat-alat yang digunakan. Kandungan oksigen dalam air proses tertinggi disyaratkan adalah 5 ppb.

Spesifikasi Deaerator :

 Merk : Mitsubishi Heavy Industry Co.  Type : Spray Try dengan Direct Contact

Interval Vent Condense  Kapasitas : 700.000 kg/day

 Volume St. Tank : 120 m3

 Dissolver O2di Feed Water : Kurang lebihnya 0,005 cc/lt

3.3.6. Generator

Bagian-bagian utama Generator : a. Stator

 Berbentuk kumparan yang terdiri dari 2 lapisan.  Terbuat dari tembaga berlapis rangkap dan tipis.

 Kumparan terletak dalam alur dengan posisi ujung yang

(43)

b. Rotor

 Berbentuk silinder dan memiliki sepasang katup.  Terbuat dari baja dengan kualitas tinggi.

 Mempunyai kumparan sebagai pembangkit medan utama.

c. Bearing

 Terletak dibagian atas dan bagian bawah dengan system

 pelumasan dan pendinginan oleh turbin.

 Kedua bearing dilengkapi hydraulic shaft oil system  untuk

mencegah terjadinya gesekan saat start up.

Spesifikasi generator yang digunakan

 Spesifikasi generator turbin gas :

 Merk : Siemens.

 Type : TLRI 108/36/SIEMENS  Output : 153,75 MW  Tegangan : 10,5 + 5% KV  Arus : 2454

 – 

 SI  Factor Daya : 0,8  Sambungan : YY  Phase : 3 Phase

 Spesifikasi generator Turbin Uap :

 Merk : Siemens.

 Type : M 127534 SIEMENS THRI 100/42  Output : 251,75 MW  Tegangan : 15,75 + 5% KV  Arus : 9228

 – 

 SI  Faktor Daya : 0,8  Sambungan : YY  Phase : 3 Phase

(44)

Gambar 11 Generator

3.3.7. Transformator

Adalah peralatan listrik yang dapat memindahkan dan dapat mengubah energi listrik dari salah satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandingan magnet dan  berdasarkan prinsip induksi electromagnet.

Alat ini berfungsi untuk pemilihan tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk tiap-tiap keperluan, misalnya kebutuhan akan tegangan transmisi daya listrik jarak jauh.

Beberapa jenis transformator di PLTGU berdasarkan  penggunaanya :

1. Generator step up transformator 2. On load tap charger

3. Unit auxiliary transformator 4. Exitation transformator Spesifikasi Transformator :

 Spesifikasi Transformator Turbin Gas :

Type : 3 Windings ; 2 Windings

Daya : 246/123/307,5/15,75/15/3,5 MVA

 – 

 3 Windings

: 92,25/123/153,75 MVA - 2 Windings

Tegangan : 157,5/10,5,10,5 KV - 3 Windings

(45)

Pendinginan : ONAN/ONAF/ODAF - 3 & 2 Windings

 Spesifikasi Transformator Turbin Uap :

 Type : 2 Windings  Daya : 150/200/250 MVA  Tegangan : 157,5/15,5 KV  Pendinginan : ONAN/ONAF/ODAF Gambar 12 Transformator 3.4. Peralatan Pendukung

3.4.1. Desalination Plant dan Water Treatment Plant  Desalination Plant

Fungsi dari desalination plant adalah mengolah air laut menjadi air tawar dengan cara penguapan. Tetapi ada proses desalination yang baru dengan cara Reverse Osmosis yang telah ada di unit-unit pembangkit Listrik Thermal yang baru.

Kualitas air Destilste dipertahankan :

CL- = <1000 ppb Conductivity = < 20 us/cm Condensate :

CL- = <1000 ppb Conductivity = <20 us/cm  Water Treatment Plant

Fungsi dari water treatment plant adalah untuk mngolah air raw water menjadi air murni, dengan pemfilteran dan mengkita ion-ion menggunakan anion dan kation.

(46)

Kualitas air yang dihasilkan :

Conductivity : <10 us/cm2 at 25ºC PH : 6-8 CL- : <100 ppb Capacity : 300 m3/day/unit

 Silica Analiser

Alat ini berfungsi untuk menjaga agar air bebas mineral tidak mengandung unsur silika yang apabila ikut dalam air bebas mineral maka akan berbahaya bagi proses selanjutnya. Batasan tertinggi kandungan silika dalam air bebas mineral adalah 20  ppb.

Spesifikasi Unit :

 Jumlah : 3 unit (2 operasi, 1 standby)  Type :

 Mixed Bad E xchanger 

 Kapasitas : 300 m2/hari/unit  Pembuat : SALCON PTE LTD.

(47)

BAB IV

MAINTENANCE SAFETY VALVE DI LANE SUPERHEATER

4.1. Deskripsi Umum

System uap atau bolier atau HRSG adalah sebuah alat yang digunakan untuk memproduksi  steam. Temperature pada boiler/HRSG sangat tinggi sehingga tekanannya juga tinggi. Oleh sebab itu, system uap  perlu dijaga keamananny. Salah satu jenis perangkat keamanan otomatis

yang sangat dibutuhkan pada system uap adalah  safety valve. Safety valve akan melindungi alat dan perangkat dari bahaya yang diakibatkan oleh temperature temperature dan gaya karena tekanan uap berlebih dalam system. Jadi,  safety valve  akan membuka dan membuang  steam  yang  berlebih apabila tekanan dan temperature didalam system uap melampaui  batas set point (kondisi yang telah diatur) selain itu  safety valve  juga  berfungsi membuang uap yang telah menjadi kondensate agar tidak masuk ke turbin dan menyebabkan korosi pada turbin. Safety valve  harus sesuai dengan perkembangan system uap terbaru. Safety valve harus ditinjau ulang secara periodic tergantung standar unit, rekomendasi jaminan perusahaan dan hukum pemerintah. EN ISO 4126-1:2004 ( International Organization  for Standaridzation) merupakan department yang mengatur mengenai safety

valve.

Hal yang menjadi pertimbangan besar untuk  safety valve  adalah memilih ukuran tepat yang diikuti dengan instalasi yang benar. Berikut adalah ukuran yang tepat dalam safety valve :

 Set point dari  safety valve disarankan agar delta yang terbentuk antara tekanan operasi uap dan yang diatur adalah minimal 20%.  Ketika mempertimbangkan aliran bawah (downstream) pada

 safety valve  pada set point harus melampaui kapasitas aliran masuk control valve tekanan uap. Tekanan  steam masuk ke valve harus dihitung pada settingan maksimum safety valve dari sumber suplai steam.

(48)

 Ukuran  safety valve  tidak melebihi desain perhitungan. Safety valve yang berlebihan dapat menyebabkan suara yang tidak enak didengar.

 Single safety valve  tidak dapat dilakukan karena kapasitasnya yang besar, kondisi fisik  safety valve  yang terbatas dan  pertimbangan ekonomi.

 Tekanan yang diatur pada  safety valve sebaiknya diatur berbeda  pada atau dibawah titik maksimum Allowable Working Pressure (MAWP) dari kompenan dengan set point terendah pada system yang sama dengan tekanan yang berbeda, akan dilindungi oleh  perangkat keamanan.

Berikut ini adalah tahapan instalasi safety valve pada system boiler/HRSG : 1. Sistem uap harus dikondisikan dalam keadaan bersih dan bebas

dari kotoran atau sudimentasi sebelum menginstalasi system uap dengan safety valve.

2. Safety valve dipasang menjulang secara vertical dengan spindle  pada valve dalam keadaan vertical.

3. Pipa uap yang masuk menuju  safety valve  harus sama dengan atau lebih besar dibandingkan dengan sambungan ke  safety valve.

4. Tidak hubungan pada lokasi valve antara safety valve masuk dan komponen steam mengisolasi system.

5. Saluran atau lubang terbuka pada  safety valve  dipastikan tidak terisi angin.

6. Safety valve  diatur dan dijamin untuk mencegah meningkatnya temperature. Jika kabel terbuka maka valve tidak aman dan tidak dapat digunakan.

7. Untuk instalasi multi  safety valve  menggunakan hubungan  single, the inter-nal cross-sectional  area yang masuk sebaiknya

(49)

4.2. Spesifikasi dan Cara Kerja

 Safety Valve

Alat ini berfungsi untuk membuang uap apabila tekanan uap telah melebihi batas yang telah ditentukan. Ketika tekanan berlebih disc  akan terdorong keatas oleh  steam dan membuang uap melalui outlet. Pada saat tekanan mulai normal disc  akan kembali menutup. Di PLTGU UP Gresik terdapat 3 blok, dimana setiap 1 blok terdapat 1 HRSG. Didalam 1 HRSG terdapat 6 safety valve, yaitu pada LP drum terdapat 2 safety valve, HP drum terdapat 2 safety valve, dan di lane steam terdapat 2 safety valve. Terdapat 3 tipe Safety valve :

(50)
(51)

Gambar 13 Letak Safety Valve pada HRSG 4.2.1. Valve type 1511 & 1811

Tindakan pengamanan :

1. Jangan berada dekat sisi debit dari katup pengaman.

2.  Body drain  harus berada di daerah yang aman, jika dibiarkan terbuka, uap akan keluar dan menimbulkan bahaya luka bakar untuk personil dekat katup

(52)

4. Ketika menarik tuas tangan untuk keperluan pemeriksaan, tali harus melekat pada pegangan yang cukup panjang (minimal 20’ {6,1 m} panjang) untuk melindungi operator dari uap yang keluar, debu,  flash, dll

5. Hati-hati saat memeriksa  safety valve  untuk kebocoran terdengar. Uap superheated  tidak terlihat.

6. Safety valve harus dipasang untuk menyediakan akses yang memadai, 360º sekitar valve  ditambah overhead clearance, untuk pembongkaran dan pemeliharaan.

7. Keselamatan Anda adalah bisnis kami !!!

 Dresser   industri valve  & divisi kontrol telah resmi tidak ada  perusahaan atau individu untuk memproduksi suku cadang untuk  produk valve kami.

Instalasi

Katup pengaman harus dihubungkan ke boiler dalam posisi independen vertikal dari koneksi uap lainnya, dan melekat sedekat mungkin dengan boiler intervensi pipa atau fitting tidak boleh lebih dari dimensi tatap muka yang sesuai tee pas dari diameter yang sama dan tekanan di bawah standar Amerika yang sesuai yang diatur oleh ASME.

Bersihkan dengan seksama inlet katup sebelum instalasi dan pastikan  bahwa gasket yang digunakan tepat untuk mengencangkan baut merata.

Valve setiap saat harus bebas dari tekanan eksternal yang dikeluarkan dari  pipa discharge. Slip joint harus diletakkan di antara katup pengaman dan debit  pipa dengan jarak yang cukup untuk menjaga thermal gerakan katup ekspansi. Pipa riser harus cukup untuk menampung kapasitas penuh dari valve  tanpa menyebabkan uap untuk keluar dengan dialirkan mundur melalui  drip pan. Dalam hal ini pipa tidak harus terhubung ke valve  ukuran yang lebih kecil dari valve outlet .

(53)

Gambar 14 Valve type 1511

Instalasi

Outdoor 

Ketika  safety valve yang terpasang pada unit outdoor , disarankan untuk melindungi  body valve. Termasuk flens inlet sampai ke bagian bawah  yoke. Isolasi akan menstabilkan suhu body valve mencegah variasi dalam tekanan yang ditetapkan. Valve harus diatur ulang jika isolasi diinstal.

Pengujian

Untuk memastikan bahwa keselamatan valve diselenn dalam rangka kerja yang baik atau muncul secara berkala. Disarankan valve  akan muncul sesaat sebelum pemadaman boiler sebagai penanda untuk menentukan apakah pekerjaan  perbaikan yang diperlukan. Valve tidak harus diangkat dengan tangan kecuali ada tekanan uap yang cukup dalam boiler untuk meledakkan benda asing dari dalam valve.

(54)

Gambar 15 Bagian-bagian valve type 1511 Factory Setting vs Field Setting

Setiap safety valve consolidated  diatur dan disesuaikan pada uap sebelum  pengiriman dari pabrik. Penyesuaian blowdown  dibuat dengan hati-hati dan seakurat mungkin pada boiler uji pabrik. Namun, harus diakui bahwa kondisi operasi lapangan yang sebenarnya mungkin sangat jauh dari kondisi pengujian  pabrik.

Kondisi di luar kendali produsen yang mempengaruhi katup keselamatan operasi adalah :

a. Sebuah kuantitas uap dibuang melalui valve, kapasitas instalasi yang sebenarnya melebihi dari boiler, sehingga memungkinkan valve  mengalir dinilai dari kapasitas penuh.

 b. Kualitas uap dibuang. c. Suhu lingkungan.

(55)

e. Improper yang tidak tepat.

f. Perbautan yang tidak tepat flensa. g. Kerusakan karena bahan asing di uap.

Akhir penyesuaian  safety valve yang dibuat pada instalasi yang sebenarnya adalah cara terbaik untuk menjamin bahwa katup bekerja sesuai dengan Kode ASME Boiler dan / atau persyaratan kode lainnya yang berlaku.

4.2.2. Valve type 2700

Ikuti semua peraturan keselamatan tanaman, tetapi pastikan untuk mengamati berikut :

1. Selalu menurunkan tekanan kerja sebelum membuat  penyesuaian valve. Ketika membuat penyesuaian cincin, selalu membuat valve gag  sebelum penyesuaian. Ini akan menghindari cedera mungkin.

2. Jangan berdiri di depan sisi debit dari safety valve saat pengujian atau operasi.

3. Perlindungan pendengaran (earplug ) harus digunakan saat  pengujian atau operasi valve.

4. Kenakan pakaian pelindung. Air panas dapat membakar dan superheated steam tidak terlihat.

5. Saat melepas  safety valve selama pembongkaran, harus memakai pakaian pelindung untuk mencegah paparan, atau  proses korosif menengah, yang mungkin telah terperangkap di dalam valve, memastikan valve  terisolasi dari tekanan sistem sebelum valve dihapus.

6. Sangat hati-hati memeriksa safety valve untuk kebocoran.

7. Setiap aktuasi, memastikan bahwa tidak ada orang di dekat valve. Sejumlah kecil uap keluar dari valve  selama actuations mungkin dapat menyebabkan cedera pribadi.

8. Ketika muncul pengaman untuk pertama kalinya, atau setelah  perbaikan, selalu siap untuk menjalankan valve  dengan tuas sambil berdiri di tempat yang aman jauh dari valve. Hal ini

(56)

dapat dilakukan dengan memperbaiki tali untuk tuas penggerak valve dari kejauhan.

9. Valve  yang berada di bawah tekanan di bawah tekanan dapat menyebabkan actuations  dini. Jangan pernah menaikkan valve ketika tekanan sistem dekat dengan valve tekanan ditetapkan. 10. Sebelum melakukan pemesinan apapun pada bagian valve,

konsultasikan DVCD atau wakil yang ditunjuk.

Introduction

The “safety valve” adalah perlindungan terakhir antara HRSG dikendalikan dan bencana ledakan . Dalam situasi diatas tekanan, tekanan dalam meningkatkan valve masuk sampai gaya pada disc diberikan menjadi tekanan sistem sama dengan memaksa diberikan . Hal ini menyebabkan katup pengaman untuk valve to pop, atau angkat, menghilangkan kelebihan uap sampai tekanan sistem berkurang ke tingkat yang diinginkan.

Type 2700 safety valve mewakili keadaan dalam produk pelepas tekanan. Type 2700 Valve menggabungkan tekanan dibantu suhu untuk menstabilkan Thermodisc, dan desain Thermodics ini telah terbukti di ratusan instala si dunia. Type 2700 Keselamatan Valve dijual dengan inlet bergelang dan outlet bergelang. Ia juga memiliki bantalan dorong sekrup kompresi dibantu untuk valve tekanan tinggi. Sebuah penutup spring dan gigi penutup mengangkat untuk instalasi outdoor. Semua bagian ekspor valve dan untuk menyediakan sarana bagi  pengguna akhir untuk hidrostatik menguji sistem tanpa merusak disc atau nozzle. Informasi yang terkandung adalah panduan ini menyediakan pelanggan dengan konsep dasar yang dibutuhkan di maintenace dari Type 2700 safety valve, Tapi tidak ada cara yang ini dimaksudkan untuk mengambil tempat pengalaman dan  pengetahuan teknis yang diperlukan untuk melakukan memadai pekerjaan  perbaikan valve dan pemeliharaan.

(57)

Design Features

 Blowdown

Type Konsolidasi 2700  safety valve adalah katup dengan 4% blowdown dicapai disertifikasi oleh Dewan nasional Boiler dan Pressure Inspektur Vessel. Menyesuaikan cincin diatur di pabrik untuk memberikan blowdown sedikit lebih panjang. Jika nilai diverifikasi dari 4% blowdown diperlukan, ini dapat diperoleh dengan penggerak valve pada instalasi di mana kapasitas yang cukup tersedia, dan di mana parameter sistem operasi akan mengizinkan blowdown tersebut.

 Desain Hidup

Untuk kondisi layanan yang paling, bagian tekanan mempertahankan bagian tunduk pada tekanan mekanis, seperti leher katup, belenggu, dll, dirancang untuk setara dengan desain, seperti katup selama pengujian hidrostatik untuk mencegah kerusakan pada disc, disc kekuasaan HRSG Kode.

 Hydroplug

Sebuah plug dimasukkan ke dalam bushing , yang menyediakan tempat duduk alternatif berarti untuk valve  selama pengujian hidrostatik untuk mencegah dari disk, Kode Tenaga HRSG.

 Gap operasi

Kesenjangan operasi didefinisikan sebagai perbedaan antara tekanan operasi dan valve  mengatur tekanan. Jenis konsolidasi 2700  safety valve  diuji dan terbukti ketat untuk kesenjangan operasi dari 6%. Meskipun sesak adalah fungsi dari desain, harus disadari bahwa dengan kesenjangan operasi yang lebih kecil juga perlu untuk meningkatkan perawatan dengan celah operasi kecil. Karena ada kurang penyisihan tekanan sistem transien dan variabel tak dikenal lainnya.

 Thermodisc

The Thermodisc  desain, dengan memungkinkan untuk pemerataan cepat suhu sekitar   valve, memberikan tingkat sesak jauh di atas tawaran bahwa dengan katup kompetitif. Pemilihan bahan menyediakan yang diinginkan “Thermal Flexibillity” dan ” Mechanical Flexibillity”. Thermodisc yang sekarang memberikan hasil yang sangat baik jauh di atas 1500 psi (103,43 Bar) dan 1050 F (566 C).

(58)

 Kursi Bushing

Semua Jenis 2700 bushing valve yang terbuat dari bahan baja stabil.

Operating principles

Type 2700  safety valve  beroperasi pada prinsip bahwa bila tekanan uap  pada inlet valve, bertindak atas daerah disk (C) dan bushing (A), memaksa menghasilkan yang mendekati yang dihasilkan oleh lebih rendah menyesuaikan cincin (B) menyebabkan paksa tambahan atas area yang lebih besar yang bekerja  pada cincin penyesuaian atas memungkinkan disk untuk mengangkat penuh diatas tekanan. Ketika angkat penuh dicapai, angkat stop (H) terletak terhadap  yoke untuk mencegah perburuan, sehingga menambah stabilitas.

Ketika tekanan inlet   turun menjadi tekanan yang diinginkan, disk (C)  bergerak ke bawah,  caushing valve  menutup. Susunan disk dan pelengkap dari  bagian, yaitu pemegang disc (E), spindle (G), disc collar (F), dan angkat berhenti (H), memungkinkan disk untuk mencari posisi alami untuk penutupan ketat. Desain thermodisc, dengan memungkinkan untuk pemerataan cepat suhu di sekitar valve, memberikan tingkat sesak jauh di atas yang ditawarkan oleh   valve kompetitif.

(59)

Gambar 16 Valve Type 2700 4.2.3. Valve type 2533 VX

Tindakan pengamanan :

1. Selalu bersihkan  safety valve  sebelum mensetting valve  atau memperbaiki. Ini akan menghindari seseorang dari cidera kematian. 2. Jangan berdiri didepan pembuangan utama atau  pilot valve  ketika di

operasikan.

3. Proteksi valve harus digunakan ketika di operasikan.

4. Gunakan alat pelindung diri (K3). Air panas bisa membakar dan  superheated steam tidak terlihat.

5. Ketika memindahkan operasi  safety relief valve  dari system, gunakan  perlengkapan alat pelindung diri untuk mencegah paparan balik,atau  juga proses korosif yang mungkin masih terjebak di dalam  valve.

(60)

6. Perawatan ketika memeriksa  safety relief valve untuk didengar atau terlihat kebocoran agar tidak terjadi luka.

7. Sebelum actuation,  pastikan tidak ada seseorang yang berada di tempat pembuangan.

8. Memberhentikan valve yang berada dibawah tekanan dapat menjeda actuation sebelum waktunya. Jangan sekali-kali mengotak- ngatik valve saat tekanan system mendekati tekanan yang ditentukan.

9. Sebelum melakukan pemesinan pada bagian valve,  konsultasikan degan DVCD atau perwakilan resminya.

10. Semua valve memerlukan pemeriksaan dan pengujian berkala oleh orang yang memenuhi syarat untuk memastikan bahwa valve  berada  pada kondisi yang benar dan akan berfungsi seperti yang dirancang

oleh DVCD.

11. Operator atau pemilik valve harus mnegetahui kondisi pemakaian, dan harus menanggung tanggung jawab untuk menentukan frekuensi  pemeriksaan valve yang sesuai.

Pengenalan

The CONSOLIDATED Electromatic relief valve adalah alat pengatur tekanan yang digerakkan secara elektrik, yang dapat dioperasik an “sesuka hati” dengan menutup saklar atau dapat dipasang bersama dengan elemen tekanan relief otomatis, dan secara akurat, dalam jarak sangat dekat. Penerapan valve memberikan operator pabrik dengan menutup dan membuka relief valve dilokasi yang jauh.

Bila elemen tekanan diatur untuk membuka valve electromatic. Pada tekanan sedikit dibawah safety valve  yang ditetapkan, ini akan mencegah safety valve terlepas kecuali terkena tekanan tinggi.

System Design Features

Tipe pengontrol 2539 terdiri dari elemen tekanan yng menggerakkan kontak listrik, dan stasiun control tipe 2537 yang dilengkapi dengan sakelar 3  posisi (manual, off, automatic) dan 2 lampu penunjuk (merah dan amber) elemen tekanan yang mengoprasikan relay pada gilirannya mengalihkan voltase ke

Referensi

Dokumen terkait

Survey ini menginventarisasi jenis–jenis ikan air tawar di sistem sungai di daerah selatan Papua, yang termasuk dalam Sistem Sungai Siret dan Sistem

I Komang Suka Wibawa, S.Kom., selaku Guru Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan Teknik Komputer dan Jaringan SMK TI Bali Global Singaraja yang telah dengan

Sementara penelitian lainnya dengan bahasan, obyek dan hasil yang berbeda dilakukan oleh Yunus dan Ibrahim (2015), Shurbagi (2014), Feizi et.. Beragam hasil yang berbeda

dari ziarah batin manusia yang berada jauh dari Tuhan kepada Dia yang bersemayam dalam hati kita.. Kita berlangkah maju mencari

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah- Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun Skripsi dengan judul “Analisis Zonasi Harga

John Titaley, selaku Rektor, Dosen, dan bahkan menjadi tokoh yang memberikan teladan kepada para Mahasiswa/I dapat memberikan kesempatan bagi kami untuk menggeluti kuliah

Hasil ini menunjukkan bahwa adanya penurunan pada blues postpartum dan kecemasan orang tua dari kelompok bayi prematur yang mendapatkan intervensi terapi relaksasi

Hubungan yang nyata dapat diperoleh apabila nilai P&lt;0.10 (selang kepercayaan 90%), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel yang diuji di Resort Cikaniki tidak berpengaruh