• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENELUSURAN PERAWATAN TUBUH YANG DILAKUKAN KEN DEDES DARI KERAJAAN SINGHASARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENELUSURAN PERAWATAN TUBUH YANG DILAKUKAN KEN DEDES DARI KERAJAAN SINGHASARI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENELUSURAN PERAWATAN TUBUH YANG DILAKUKAN KEN DEDES

DARI KERAJAAN SINGHASARI

Mahayu Sukma Insani

S1 Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya

E-mail : [email protected]

Dra. Dewi Lutfiati, M.Kes

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Surabaya

E-mail: [email protected]

Abstrak

Ken Dedes adalah wanita cantik pada jamannya yang merupakan permaisuri dari Raja Kerajaan

Singhasari pertama pada tahun 1222-1227 M yaitu Ken Arok. Ken Dedes memiliki kecantikan yang

paripurna yaitu fisik dan perilaku yang cantik. Penelitian dilakukan untuk menggali informasi mengenai

perawatan tubuh meliputi perawatan badan, rambut dan wajah. Untuk menggali informasi mengenai

bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan Ken Dedes untuk melakukan perawatan tubuh. Jenis penelitian

ini adalah kualitatif dengan hasil penelitian berupa deskripsi. Penelitian ini menggunakan metode

wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakan metode reduksi data.

Hasil penelitian ini merupakan perspektif dari para ahli, dan diungkapkan bahwa Ken Dedes melakukan

perawatan tubuhnya dengan berbagai bahan yang masih dapatdijumpai di lingkungan sekitar. Seperti

yang terlihat terdapat banyak tanaman melati yang berada di sekitar pemandian Watu Gede yang di

percaya merupakan pemandian Ken Dedes. Menurut beberapa ahli Ken Dedes melakukan perawatan

badan dengan menggunakan lulur dan mengkonsumsi aneka jamu untuk perawatan tubuh dari dalam, dan

melakukan perawatan rambut menggunakan Cem-ceman,

Banyu Londo

serta Ratus. Perawatan wajah

dilakukan dengan mengoleskan masker buah-buahan dan bedak dingin beras dan sari kencur. Alat yang

digunakan untuk melakukan perawatan antara lain pipisan, gendik, gendok, bokor dan alat sauna

sederhana yang terbuat dari bambu dan kain.

Kata kunci:Ken Dedes, Perawatan tubuh, Bahan, Alat.

Abstract

Ken Dedes was a beautiful woman in her era who was the empress of the first King Singhasari Kingdom in

1222-1227 M namely Ken Arok. Ken Dedes has complete beauty, which is physical and beautiful behavior.

The research was conducted to explore information about body treatment including body care, hair care

and Facial treatment. To reach information about the ingredients and tools used by Ken Dedes to carry out

body treatments. This type of research is qualitative with the results of the research in the form of

descriptions. This study uses interviews, observation, and documentation studies by analyzing data using

data reduction methods. The results of this study are perspectives from experts, and it was revealed that

Ken Dedes cared for her body with various ingredients that can be found in the surrounding environment.

As seen there are many jasmine plants around Watu Gede which are believed to be bathsite of Ken Dedes.

According to some experts, Ken Dedes carries out body treatments using scrubs and consumes various

herbal drinks for internal body care. Perform hair care using

Cem-ceman,

Banyu Londo and

Ratus. Facial

treatment is done by applying a fruit mask and cold powder rice and kencur juice. The tools used to carry

out treatments include pipisan, gendik,gendok,bokor and a simple sauna device made of bamboo and cloth.

Keywords: Ken Dedes, Body Treatment, Composition, Equipment

(2)

PENDAHULUAN

Kecantikan merupakan suatu hal yang harus

dijaga oleh semua kaum wanita. Menurut Kamus Besar

Bahasa Indonesia kelima (2016) cantik memiliki arti

indah jelita nanelok maksudnya adalah seorang dikatakan

cantik jika memiliki penampilan yang menarik dan

berperilaku baik. Perspektif mengenai kecantikan

berbeda pada setiap individu, misalnya menurut

seseorang dikatakan cantik apabila berkulit putih dan

seorang lain berangggapan bahwa dikatakan cantik

ketika memiliki kulit yang gelap. Perspektif kecantikan

juga dapat berubah seiring berjalannya waktu, misalnya

yang dianggap cantik saat ini bias berubah dikemudian

hari. Penggambaran kecantikan ideal wanita jawa pada

zaman kerajaan Hindu-Budha menurut Atmojo (1978)

dalam Indradjaja (2017:109) yaitu wanita yang memiliki

lekuk tubuh yang melingkar pada bagian dada dan

pinggul, namun saat ini wanita dengan lekuk tubuh yang

melingkar dianggap terlalu gemuk. Sudut pandang

mengenai cantik pun berbeda dari sudut pandang

laki-laki dan sudut pandang perempuan. Jika dalam sudut

pandang umum seorang wanita, cantik adalah yang

bertubuh langsing, berkulit putih dan halus, memiliki

mata yang bulat dan bibir yang indah selayaknya model

papan atas. Namun tidak sedikit laki-laki yang menilai

seorang yang cantik adalah yang memiliki tubuh sedikit

berisi, atau seorang dengan mata yang sipit. namun

dengan perbedaan diatas, tetap tujuan utama seorang

wanita menjaga kecantikannya adalah untuk memiliki

penampilan yang menarik di mata lawan jenisnya.

Semua wanita memiliki dorongan untuk dianggap

cantik. Kecantikan yang dimaksud juga tak hanya paras

tetapi juga kebersihan dan kesehatan seluruh tubuhnya.

Setiap individu mempunyai cara tersendiri untuk

merawat kecantikannya, terutama perawatan tubuhnya.

Perawatan tubuh yang sering dilakukan meliputi

perawatan badan, perawatan rambut dan perawatan

wajah. Perawatan badan adalah serangkaian kegiatan

yang bertujuan untuk merawat kesehatan kulit tubuh dan

merawat kesehatan tubuh. Perawatan badan secara

tradisional menggunakan bahan-bahan alami yang

banyak didapatkan pada lingkungan sekitar. Perawatan

badan umumnya disebut dengan perawatan Spa.

Mardirita (2016:4) mengungkapkan bahwa Spa dapat

menjadi salah satu alternatif untuk rileksasi agar pikiran

menjadi segar. Perawatan badan dilakukan untuk

merawat kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan.

Perawatan rambut adalah serangkaian kegiatan perawatan

yang bertujuan untuk merawat kebersihan dan kesehatan

kulit

kepala

dan

rambut.

Arisandi

(2014:8)

mengungkapkan ciri-ciri rambut sehat adalah tebal dan

lebat, lembut serta mudah ditata, juga terhindar dari

brbagai masalah kulit kepala dan rambut. Perawatan

wajah adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk

membersihkan wajah dari debu dan kotoran menurut

Yulfidhar

(2014:2) merawat

kulit

wajah

dapat,

mempertahankan kesehatan kulit sehingga terhindar dari

masalah kulit seperti jerawat dan komedo.

Perawatan tubuh sudah ada pada zaman dahulu

kala tepatnya sejak zaman kerajaan Ptolemaik Mesir yang

memiliki permaisuri cantik bernama Cleopatra. Di

Indonesia juga telah banyak rangkaian perawatan tubuh

yang digunakan oleh para leluhur untuk merawat

kecantikan, terutama pada tanah Jawa yang memiliki

beberapa sosok permaisuri kerajaan yang terkenal

kecantikannya. Namun sayangnya banyak sejarah dan

budaya yang masih kurang mendapat perhatian oleh

para ahli sejarah dan budayawan. Sejarah dan budaya

sudahmulai dilupakan oleh masyarakat terutama para

generasi penerus yang seharusnya turut melestarikannya

mulai dari sekarang. Karena kurangnya kesadaran betapa

pentingnya menjaga kelestarian suatu sejarah dan budaya,

juga karena masuknya budaya-budaya modern dari luar.

Malang adalah salah satu daerah yang dahulunya

merupakan daerah kekuasaan suatu kerajaan, yaitu

Kerajaan Singosari yang merupakan salah satu kerajaan

terdahulu yang masih mempunyai hubungan erat dengan

kerajaan terbesar di tanah Jawa yaitu Kerajaan Majapahit.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lilik

Krisnawati pada tahun 2014 dengan judul “ Arahan

Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Singosari

Malang sebagai

Heritage Tourism”

mengungkap bahwa

masyarakat sekitar kurang memperhatikan dan ikut serta

merawat tempat bersejarah yang ditinggalkan oleh

Kerajaan Singhasari.

Ken Dedes adalah seorang permaisuri cantik yang

merupakan istri dari raja pertamaKerajaan Singosari yaitu

Ken Arok. Kecantikan Ken Dedes terkenal hinggaseluruh

pelosok nusantara. Ken Dedes juga disebut sebagai

wanita

ideal

jawa

diwujudkan

pada

arca

Prajnaparamitha.

Menurut Kempers (1959:75) bahwa

arca Prajnaparamitha adalah perwujudan dari “Queen

Dedes” permaisuri dari pendiri Kerajaan Singhasari yang

hidup pada awal abad ke-13 Masehi. Menurut Indradjaja

(2017:108) Arca

Prajnaparamitha

yang merupakan

perwujudan dari Ken Dedes menjadi salah satu arca yang

tercantik di Jawa. Dapat disimpulkan bahwa Ken Dedes

memiliki fisik yang begitu cantik. Ditemukan juga situs

pemandian Watu Gede yang dipercaya merupakan tempat

pemandian Ken Dedes sehingga dapat dipastikan Ken

Dedes merawat tubuhnya dengan baik. Hingga sekarang

belum ada kajian tertulis mengenai serangkaian

perawatan kecantikan yang dilakukan Ken Dedes

maupun dari leluhur lainnya sehingga tidak banyak

yang mengetahuinya. Peneliti juga telah melakukan

wawancara dengan ahli sejarah dari Museum Singhasari

(3)

dan juru kunci Candi Singhasari bahwa memang belum

ada penelitian maupun kajian tertulis yang mengungkap

perawatan tubuh yang dilakukan Ken Dedes. Sangat

disayangkan jika perawatan kecantikan yang dilakukan

oleh leluhur belum dapat dilestarikan hingga kini bisa

jadi akan luput dari pengetahuan masyarakat. Karena

sejarah harus dihargai dengan cara selalu diingat dan

dilestarikan.

Dengan latar belakang di atas maka penulis ingin

melakukan “Penelusuran Perawatan Tubuh yang

Dilakukan Ken Dedes pada Masa Kerajaan Singosari”

yang bertujuan untuk menggali perawatan Kecantikan

yang dilakukan oleh Ken Dedes yang mungkin selama ini

belum terungkap sehingga dapat dilestarikan dan dapat

dikenal oleh masyarakat luas. Juga dapat dijadikan

sebagai kajian awal untuk dilakukan penelitian

selanjutnya dengan tujuan melestarikan budaya yang

telah ditinggalkan oleh para leluhur.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif

dengan hasil penelitian berwujud deskripsi. Pendekatan

deskriptif ialah data yang dikumpulkan berupa kata-kata,

gambar dan bukan angka-angka sehingga penelitian ini

dilakukan penelusuran, mengumpulkan data-data dari

narasumber berbentuk kata-kata dan gambar. Penelitian

kualitatif ialah dilakukan pada kondisi sebenarnya di

lapangan.

Penelitian kualitatif yang mengungkap suatu

sejarah memerlukan sebuah rancangan penelitian

sejarah memiliki sedikit perbedaan yang bertujuan

untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan

fakta-fakta yang ada pada masa lampau. Rancangan

dalam penelitian sejarah meliputi Heuristik (pencarian

sumber tertulis), Kritik (mengkaji sumber), Interpretasi

(pendekatan), dan Historiografi (penulisan).

Obyek pada penelitian ini adalah perawatan tubuh

yang dilakukan meliputi perawatan wajah, rambut dan

badan yang dilakukan Ken dedes, bahan-bahan serta

alat-alat yang digunakan Ken Dedes untuk melakukan

perawatan kecantikan sehingga ia dapat menjadi wanita

yang terkenal dengan kecantikannya pada zaman

itu.Salah satu bagian terpenting dalam suatu penelitian

adalah

pengumpulan

data

yang

berguna

untuk

memperoleh informasi atau data mengenai apa yang

diteliti. Menentukan teknik pengumpulan data harus

disesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih, karena

kualitas data yang diperoleh akan berpengaruh pada

kualitas penelitian tersebut. Teknik pengumpulan data

yang digunakan pada penelitian ini meliputi:

1.

Wawancara : Merupakan teknik untuk mendapatkan

informasi mengenai perawatan kecantikan yang

dilakukan Ken Dedes di masa lampau. Wawancara

pada penelitian ini dilakukan dengan 2 orang

Arkeolog dari BPCB Jatim, pustakawan BPCB Jatim,

Ahli Penafsir Serat Kuno dari BPNB Yogykarta,

Kepala Bidang Sejarah dan Budaya Disparbud Kab.

Malang dan Ahli Sejarah Singhasari.

2.

Observasi : Merupakan teknik pengamatan langsung

guna melihat secara langsung obyek yang ingin di

teliti.

Obyek

yang

diamati

antara

lain

peninggalansejarahdariKerajaansinghasariseperticandi

, pemandianmaupunbenda purbakala yang ada di

museum.

3.

Studi Dokumentasi : merupakan salah satu teknik

pengumpulan data yang bertujuan memperoleh data

langsung dari sumber-sumber tertulis, arsip maupun

dokumen lainnya yang berkaitan seperti pada

penelitian ini mengkaji kitab kuno yang berisi

keterangan makanan yang ada di Kerajaan

Hindu-Budha dan Terjemahan Serat Jampi Jawi.

Sebelum melakukan wawancara terlebih dahulu

dilakukan validasi instrumen kepada dosen pembimbing,

dosen pembahas, dosen yang memiliki keterkaitan

dengan penelitian ini seperti dosen sejarah dan dosen

perawatan tubuh. Padatahap validasi instrumen juga

didapatkan arahan dari Dosen Sejarah untuk langkah

selanjutnya seperti mendapatkan masukan mengenai

tempat penelitian dan narasumber yang sesuai untuk

penelitianini. Setelah mendapatkan arahan mengenai

tempat penelitian dan narasumbe rmaka dilakukan

wawancara dengan narasumber tersebut, jika dirasa perlu

dilakukan penelitian selanjutnya, maka narasumber akan

memberikan arahan yang ditujukan pada narasumber

lain yang sesuai hingga tercapainya tujuan penelitian atau

hingga data

menjadi

jenuh.

Setelah melakukan

wawancara peneliti dapat melakukan observasi atau

pengamatan tempat-tempat maupun benda-benda yang

telah dipaparkan yang berkaitan dengan obyek yang

diteliti oleh narasumber pada saat wawancara untuk

mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Analisis data pada penelitian ini digunakan untuk

mencari dan menyusun data dan fakta tentang perawatan

kecantikan yang dilakukan oleh Ken Dedes yang didapat

dari narasumber terpercaya hingga tercapainya tujuan

penelitian. Berikut analisis data yang digunakan pada

penelitian kali ini adalah:

1.

Reduksi Data : Merupakan kegiatan merangkum,

memilih dan mengelopokkan data yang pokok dan

penting, kemudian mencari tema dan pola dari data

tersebut untuk mempermudah peneliti melakukan

tahapan penelitian selanjutnya.

2.

Penyajian Data: Penyajiandata dalam penelitian

kualitatif dapat dibuat dalam bentuk uraian singkat,

bagan, hubungan antar kategori,

flowchart

dan

sejenisnya. Yang paling sering digunakan dalam

(4)

menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah

dengan teks yang bersifat naratif.

3.

Penarikan Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian

kualitatif bisa saja menjawab rumusan masalah yang

telah ditetapkan sejak awal namun juga bisa tidak.

Kesimpulan tersebut merupakan sebuah temuan

berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang

sebelumnya belum jelas atau samar-samar dan setelah

diteliti obyek tersebut menjadi jelas.

Untuk menguji keabsahan data menggunakan beberapa

teknik meliputi :

1.

Triangulasi

a.

Triangulasi Sumber : Digunakan untuk menguji

kredibilitas dengan cara mengecek data yang

diperoleh dari beberapa sumber.

b.

Triangulasi Teknik : Digunakan untuk menguji

kredibilitas data dengan dilakukan pengecekan

data

yang

diperoleh

dari

ketiga

teknik

pengumpulan data yakniwawancara, observasi, dan

dokumentasi.

2.

Membercheck : proses pengecekan data yang

diperoleh dari narasumber yang bertujuan untuk

mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai

dengan apa yang diberikan oleh narasumber.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini merupakan perspektif dari para

ahli yang dianggap memiliki pengetahuan yang cukup

untuk menjadi narasumber. Berdasarkan hasil wawancara

dari 5 narasumber yaitu Arkeolog BPCB Jatim,

Pustakawan BPCB Jatim, Arkeolog Museum Majapahit,

Ahli Penafsir Serat Kuno, Kepala Bagian Sejarah dan

Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten

Malang dan Ahli Sejarah Singhasari diungkapkan bahwa

perawatan yang dilakukan Ken Dedes merupakan

perawatan yang sama seperti dilakukan masyarakat di era

70 sampai 90 an. Mengapa disebut pada era tersebut

karena pada saat itu hampir semua penduduk tanah Jawa

masih melakukan semua rangkaian perawatan tubuh

secara tradisional. Berbeda dengan sekarang sudah sangat

sedikit yang dijumpai masih menggunakan perawatan

tubuh secara tradisional. Perawatan tubuh tradisional

yang masih dilakukan hingga sekarang adalah di Bali dan

di Yogyakarta. Bali merupakan daerah tujuan ketika

majapahit runtuh. Jadi ketika majapahit runtuh semua

masyarakat dan anggota penting kerajaannya berpindah

dan menetap di Bali. Jika ingin melihat kehidupan

Majapahit bisa dilihat padakehidupan di Bali saat ini.

Perawatan tubuh yang terkenal di Bali tersebut bisa jadi

merupakan peninggalan dari Majapahit. Majapahit

masih berkaitan erat dengan Singhasari, jadi jika benar

perawatan yang di Bali merupakan peninggalan dari

Majapahit, maka perawatan tubuh yang di bali

bersumber dari Kerajaan Singhasari yang memiliki

permaisuri Ken Dedes. Yogyakarta merupakan daerah

yang juga terkenal dengan perawatan tubuhnya, Keraton

Yogyakarta juga masih ada kemungkinan berkaitan erat

dengan Kerajaan Singhasari sehingga dapat diperkirakan

bahwa perawatan tubuh yang ada di Jogja juga

diturunkan dari Kerajaan Singhasari.

Perawatan

tubuh

yang

dimaksud

antara

lainmenghaluskan dan membersihkan kulit dengan lulur

yang dibuat dari aneka macam tumbuhan dan rempah

yang ada di lingkungan sekitar seperti beras, kunyit dan

temugiring. Melulur kulit badan dapat membuat kulit

menjadi lebih cerah dan kencang. Setelah dilulur dapat

dilakukan mandi dengan air yang dicampur berbagai

macam bunga, dilakukan juga sauna sederhana agar

terhindar dari bau badan. Rangkaian perawatan badan

tersebut diterapkan pada perawatan tubuh saat ini dan

disebut dengan SPA. Perawatan tubuh dapat dilakukan

dari luar maupun dari dalam, selain perawatan tubuh dari

luar seperti yang sudah disebutkan, perawatan tubuh dari

dalam dilakukan dengan meminum berbagai macam jamu

yang terbuat dari macam-macam rempah seperti kunyit,

kencur, kunci, lempuyang, sirih dan daun beluntas.

Menurut Mumfangati dan Endah (2017) bahan-bahan

tersebut sejak zaman kerajaan telah digunakan sebagai

bahan membuat jamu dan disebutkan pada Serat Primbon

Jampi Jawi. Khasiatnya antara lain untuk menjaga

kecantikan kulit, mempertahankan bentuk tubuh yang

ideal, menambah stamina dan memelihara kesehatan.

Perawatan rambut yang dilakukan dengan mencuci

rambut menggunakan merang atau batang padi yang

dibakar dicampur dengan klerak supaya berbuih dan

ramuan tersebut biasa disebut dengan

banyu londo.

Mencuci rambut dengan bahan tersebut terbukti dapat

menyuburkan rambut hingga usia yang tak muda lagi.

Ditambah dengan melakukan ratus setelah dicuci dengan

menggunakan Banyu Londo tadi akan menambah khasiat

untuk kesehatan rambut yaitu menghambat

pengurangan pigmentasi pada rambut atau uban.

Banyu

Londo

jika diaplikasikan pada perawatan rambut saat ini

dikembangkan menjadi Shampo. Sebelum mencuci

rambut

biasa

digunakan

Cem-ceman

untuk

mempertahankan kesehatan dan ketebalan rambut.

Cem-ceman terbuat dari minyak kelapa, sari daun mangkokan,

sari daun waru dan air jeruk nipis.

Cem-ceman jika

diaplikasikan

pada

perawatan

rambut

saat

ini

dikembangkan menjadi

Hair Tonic.

Menggunakan ratus

rambut juga dapat menyehatkan rambut karena di asap

menggunakan aneka rempah yang dibakar seperti kayu

secang, akar wangi, klabet dan kayu manis sehingga

memiliki

banyak

manfaat

untuk

rambut.

Jika

diaplikasikan pada perawatan rambut saat ini meratus

rambut dikembangkan menjadi

Hair Steamer. Perawatan

(5)

wajah dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan

untuk disapukan pada wajah yang sekarang disebut

dengan masker wajah. Pada zaman dahulu masker wajah

terbuat dari sari pati umbi seperti kentang dan bengkoang

maupun daging buah-buahan yang berwarna kemerahan

seperti tomat dan stroberi. Tujuan menggunakan masker

wajah adalah untuk menutrisi kulit wajah, menjaga

kekencangan wajah serta menghindari masalah-masalah

yang timbul pada wajah. Perawatan wajah juga

menggunakan bedak dingin yang terbuat dari tepung

beras dan sari kencur yang mampu meringankan iritasi

dan efek dari paparan sinar matahari. Perawatan tubuh

selanjutnya adalah merawat bagian organ kewanitaan.

Perawatan ini dianggap penting bagi wanita jawa

terutama wanita-wanita kerajaan. Pada zaman kerajaan,

seorang wanita merasa bangga jika dapat melahirkan

turunan seoramg raja. Maka wanita tersebut sedemikian

merawat tubuhnya terutama daerah kewanitaannya yang

masing-masing memiliki ramuan rahasiadibuat khusus

untuk dirinya sendiri supaya menjadi wanita pilihan Raja.

Perawatan daerah kewanitaan biasa dilakukan dengan

ratus dan mengkonsumsi jamu serta makanan yang

dipercaya

dapat

menjaga

kekencangan

daerah

kewanitaan.

Alat-alat yang digunakan untuk mengolah bahan

maupun melakukan perawatan tubuh sebagian masih

digunakan hingga sekarang. Alat-alat tersebut antara lain

pipisan dan gendik untuk menghaluskan bahan, bokor

perunggu atau bokor kuningan dan gendok dari tanah liat

untuk merebus bahan. Ada juga alat untuk meratus yang

terbuat juga dari kuningan. Menurut Mumfangati dan

Endah (2017) alat-alat tersebut pada zaman kerajaan telah

digunakan untuk mengolah bahan-bahan untuk membuat

jamu yang disebutkan pada

Serat Primbon Jampi Jawi

.Selain ditemukan macam-macam alatnya juga ditemukan

cara untuk membersihkan alat tersebut. Jika alat yang

terbuat dari kuningan dibersihkan menggunakan air

perasan jeruk nipis dan garam. Sedangkan alat yang

terbuat dari perunggu dicuci menggunkaan cuka yang

dicampurkan dengan sedikit garam dan untuk alat yang

terbuat dari tanah liat cukup menggunakan air panas.

Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa pada zaman

dahulu juga telah dilakukan sauna dengan menggunakan

kurungan yang ditutup dengan kain dan dalamnya diberi

wadah yang berisi air panas dan macam-macam bunga

seperti kenanga, mawar dan melati.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan

sebagai berikut:

1.

Perawatan tubuh yang dilakukan oleh Ken Dedes:

a.

Perawatan badan yang dilakukan Ken Dedes

dengan menggunakan lulur. Cara penggunaanya

ialah dioleskan pada badan lalu digosok ketika

sudah cukup mengering. Setelah melulur kulit

badan dilakukan berendam dengan air yang

dicampur dengan Mawar, Melati dan Kenanga.

menggunakan ratus untuk daerah kewanitaan dan

sauna untuk menghilangkan bau badan.

b.

Perawatan rambut yang dilakukan Ken Dedes

adalah diusapkan cem-ceman sebelum pencucian

rambut kemudian rambut dicuci dengan merang

yang dibakar lalu ditambahkan klerek supaya

berbusa setelah itu menggunakan ratus yang

khusus untuk rambut.

c.

Perawatan wajah yang dilakukan Ken Dedes

menggunakan masker wajah dari sari umbi dan

daging buah-buahan yang berwarna kemerahan,

dan menggunakan bedak dingin.

2.

Perawatan untuk dalam tubuh dilakukan Ken Dedes

dengan meminum jamu, seperti jamu paitan untuk

menambah stamina, jamu cabe puyang dan kencur

untuk menghangatkan tubuh, kunyit asam untuk

menjaga kecerahan kulit dan mempertahankan berat

badan ideal, kunyit luntas untuk menjaga aroma tubuh

tetap sedap.

3.

Bahan yang digunakan oleh Ken Dedes dalam

melakukan perawatan kecantikannya:

a.

Bahan untuk membuat cem-cemanantara lain

minyak kelapa, sari daun mangkokan, sari daun

waru, dan air jeruk nipis.

b.

Bahan untuk membuat ratus antara lain kayu

secang, akar wangi, klabet, dan kayu manis.

c.

Bahan untuk membuat luluradalahkunyit, tepung

beras, temu giring, dan daun kemuning.

d.

Bahan untuk jamu antara lain kunyit, kencur, daun

beluntas, lempuyang, kunci dan daun sirih.

e.

Bahan untuk perawatan wajah antara lain daging

buah-buahan yang berwarna kemerahan, sari dari

kentang dan bengkoang yang dioleskan pada

wajah.

4.

Alat yang digunakan oleh Ken Dedes dalam

melakukan perawatan kecantikannya:

a.

Pipisan dan gendik untuk menghaluskan bahan.

b.

Alat meratus terbuat dari kuningan.

c.

Kurungan dari bambu yang ditutup kain untuk

sauna.

Saran

Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh

dari sempurna, maka dari itu peneliti mengharapkan

kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun

demi kesempurnaan hasil dari penelitian ini. Penulis juga

menyarankan beberapa hal yang perlu di perhatikan

(6)

dalam proses meneliti perawatan tubuh yang dilakukan

Ken Dedes pada masa kerajaan Singhasari:

a.

Untuk

selanjutnya

dapat

dilakukan

penelitian

mengenai pembuatan kosmetik yang bahannya

menggunakan bahan-bahan yang telah ditemukan

dalam penelitian ini yang dipercaya digunakan oleh

Ken Dedes pada zaman dahulu.

b.

Jika melakukan penelitian serupa dengan ini

disarankan untuk menggali segala bentuk data secara

detail dan mendokumentasi setiap data yang

diperoleh.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian.

Jakarta:

Rineka Cipta

Arisandi, Dessy.2014.

Hubungan Perawatan dan

Kesehatan Rambu tMahasiswi di Jurusan

Kesejahteraan Keluarga Universitas Negeri

Padang.

E-journal UNP. Vol. 3: hal 8

Badan

Pengembangan

dan

Pembinaan

Bahasa,

Kementrian

pendidikan

dan

Kebudayaan

Republik Indonesia. 2016. KBBI V di

http://www.kbbi.kemendikbud.go.id(diakses 10

Januari 2019)

Indradjaja, Agustijanto. 2005.

Penggambaran ideal

Perempuan Jawa Pada Masa Hindu-Budha.

Purbawidya. Vol. 6: hal 108-112.

Kempers, A.J. Bernet. 1959.

Ancient Indonesian Art.

Cambridge: Harvard University Press.

Mardirita, Lia. 2016.

LayananJasa Body SpA dan

Kepuasan Konsumen Tentang Mandi Rempah

Pada Keyla Salon dan SpA Muslimah Surabaya.

E-Journal Unesa: Surabaya. Vol. 5: hal. 4.

Moleong, Lexy J. 2017.

Metode Penelitian Kualitatif.

Bandung: Remaja Rosdakarya

Mumfangati, Titi, dan Endah Susilantini. 2017.

Sistem

Pengobatan Tradisional dalam Serat Primbon

Jampi Jawi. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai

Budaya.

Nasution, Ramadhani. 2008.

Warisan Masa Lampau

Indonesia: Kerajaan Singhasari (1222-1292

Masehi). Jakarta: DuniaIlmu

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif

dan R&D. Bandung: Alfabeta

Yulfidhar, Nuresa Gengki. 2014.

Minat Konsumen

Untuk Perawatan Kulit Wajah Dengan

Menggunakan Peralatan Facial Elektrik di

Kecamatan Kamal KabupatenBangkalan.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi istilah asing bidang perkomputeran yang paling dikenal oleh kalangan mahasiswa di Kota Surakarta, (2)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pakan konsentrat yang disusun dari olahan bahan pakan lokal dan limbah pertanian terhadap produktivitas ternak sapi

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta di bagian perawatan Lantai VA, Lantai VC, Lantai IVA, Lantai IVC dan Emergency dilakukan pada bulan

a. rencana penyaluran pemberian Jasa Pembiayaan; dan b. rencana penyaluran pemberian Jasa Manajemen. Rencana kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada angka 8 disusun sesuai

Saat ini yang umum digunakan adalah PLTS dengan menggunakan Accu (AKI) baik yang basah maupun yang kering/gel sebagai sumber daya dan sebuah Unit

Hal ini berarti PAI secara optimal harus mampu mendidik anak didiknya agar memiliki kedewasaan dan kematangan dalam beriman dan bertakwa serta mengamalkan hasil pendidikan

Ada dua pekerjaan penting dalam penyambungan, yaitu penyambungan serat optik dan penyambungan kabel serat optik dengan menggunakan sarana sambung kabel.. Dalam modul ini hanya

Permasalahan utama yang ditemukan dalam manajemen layanan konvensional yaitu pendataan donatur, pendataan penghuni dan transaksi administrasi masih dilakukan dengan catatan