• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Undang-Undang No. 48 Tentang Kekuasaan Kehakiman Dan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Mengenai Kedudukan Hakim Pengadilan Agama Ditinjau Dari Siyasah Qadha’iyah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisa Undang-Undang No. 48 Tentang Kekuasaan Kehakiman Dan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Mengenai Kedudukan Hakim Pengadilan Agama Ditinjau Dari Siyasah Qadha’iyah"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) Selanjutnya disingkat UU Kekuasaan Kehakiman disebutkan bahwa:.. 1) Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan

ANALISIS KEWENANGAN PERBAIKAN AMAR PUTUSAN PENGADILAN TINGGI OLEH MAHKAMAH AGUNG DALAM PUTUSAN KASASI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul, ” EKSISTENSI PELAKSANAAN KEKUASAAN KEHAKIMAN DI NEGARA INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 48 TAHUN 2009

Penyelenggaraan kekuasaan kehakiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan

Kewenangan KPPU Komisi Pengawas Persaingan Usaha dalam Tinjauan Undang-Undang No 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman Kehadiran lembaga KPPU atau Komisi Pengawas Persaingan

A.. peradilan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Melalui aturan tersebut, hakim juga terikat dengan kebutuhan untuk

Mahkamah Agung merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 Pasal 24 ayat (2) dan Pasal 24A ayat (1) dan Undang-Undang

Selain diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman, badan-badan peradilan penyelenggara kekuasaan kehakiman