• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor yang Memengaruhi Aglomerasi Industri Unggulan Daerah dan Hubungannya dengan Daya Saing Industri Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Faktor yang Memengaruhi Aglomerasi Industri Unggulan Daerah dan Hubungannya dengan Daya Saing Industri Daerah"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1  Distribusi  Persentase  Produk  Domestik  Bruto  (PDB)  Atas  Dasar  Harga  Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2009-2012
Tabel  2    Laju  Pertumbuhan  Ekonomi  pada  Daerah  Pusat  Pertumbuhan  Industri  di Indonesia Tahun 2009-2012 (%)    Provinsi  2009  2010  2011  2012  DKI Jakarta  Jawa Barat  Jawa Tengah  DI Yogyakarta  Jawa Timur  Banten  5,02 4,19 5,14 4,43 5,01 4,71
Tabel 4 Jenis Industri Unggulan pada Provinsi dengan Dua Industri Unggulan
Gambar  1  Nilai  LQ  dan  HBI  Industri  Unggulan  Provinsi  Tahun  2011  pada  Provinsi  dengan Satu Industri Unggulan
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tahap efektif atau tahap ke tiga merupakan tahap dimana komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pengasuh dan santri terkait dengan diri pribadi yang mana pada tahap ini

Object: dalam scene terdapat dua orang yang berbeda kebudayaan sedang duduk bersama yang ditandai dari cara makan seorang wanita berkulit putih dan bermata

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan yang menggunakan fixed appliance di Jurusan Analis Kesehatan (11 orang), Farmasi (14 orang),

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil rancangan dan realisasi Pengembangan E -Modul Berbasis Model Pembelajaran Projet Based Learning pada Mata Pelajaran

Pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programing) adalah suatu pendekatan yang memungkinkan suatu kode yang digunakan untuk menyusun program menjadi lebih

Siswa dengan kategori kecerdasan rendah belum dapat menentukan nilai pecahan dengan benar, belum mampu menerapkan konsep-konsep pecahan dalam bentuk soal cerita, dan

Berdasarkan hasil pengujian toksisitas subakut tepung glukomanan selama 28 hari, didapatkan bahwa pada pemberian dosis 250 mg/kg BB tikus (setara dengan 2.43 g/60kg