• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN mat (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN mat (1)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SDN 1 Nusantara Kelas/Semester : III (Tiga) / 2 (DUA) Hari/Tanggal : Rabu/ 06 Mei 2015 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

I. STANDAR KOMPETENSI

3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaan dalam pemecahan masalah

II. KOMPETENSI DASAR

3.2. Membandingkan pecahan sederhana

III. INDIKATOR

3.2.1 mengenalkan lambang lebih besar, lebih kecil, dan sama dengan untuk membandingkan nilai dua pecahan.

3.2.2 membandingkan nilai dua pecahan dengan garis bilangan 3.2.3 membandingkan nilai dua pecahan dengan perkalian silang IV. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan memperhatikan penjelasan dari guru tentang pecahan, siswa dapat menyebutkan memahami pengertian pecahan

2. Dengan melakukan kegiatan diskusi di dalam kelompok siswa dapat membandingkan nilai dua pecahan dengan benar.

3. Melalui Tanya jawab siswa dapat membandingkan nilai dua pecahan.

4. Dengan penugasan siswa dapat membandingkan nilai pecahan dengan perkalian silang

V. MATERI POKOK Pecahan sederhana

(2)

No

. Kegiatan Pembelajaran Metode

Alokas i waktu 1. Kegiatan Awal

 Guru mengucapkan salam sebagai pembuka pertemuan.  Siswa berdo’a sesuai agama masing-masing sebelum

dimulai pelajaran, berdo’a dipimpin oleh ketua kelas.  Guru melakukan presensi dan penertiban siswa (cek

absen, kelengkapan belajarnya serta mengkondisikan tempat duduk).

 Apersepsi:

Tanya jawab seputar kehidupan sehari-hari.

 Guru menyampaikan informasi materi yang akan dipelajari pada saat itu yakni bilangan pecahan.

 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses maupun setelah belajar.

 Yaitu siswa diharapkan mampu membandingkan nilai dua pecahan.

 Menyampaikan langkah-langkah kegiatan yang akan ditempuh dengan waktu yang telah ditetapkan.

 Yaitu melakukan kajian literatur dan berdiskusi.

Tanya

2. Kegiatan Inti Eksplorasi:

1. Membangkitkan skemata peserta didik dengan memberikan paragaan mengenai materi yang menyangkut tentang pecahan sederhana

Elaborasi:

2. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok (4-5 anak ) secara heterogen

3. Guru memberikan pengarahan untuk tugas kelompok. 4. Guru membagikan Tahu kepada setiap kelompok.

(3)

bagian yang sama besar, dan 4 bagian yang sama besar. 6. Setiap kelompok menampilkan Tahu yang dibagi

menjadi 2 bagian yang sama besar dan 4 bagian yang sama besar.

7. Guru mengajak siswa mengamati besarnya potongan Tahu.

8. Guru mengajak siswa bertanya jawab.

9. Guru menjelaskan pecahan dalam garis bilangan.

10. Guru menunjuk salah satu siswa untuk melengkapi garis bilangan.

11. Guru memberikan reward kepada siswa yang menjawab benar.

12. Guru menjelaskan lebih besar, kurang dari dan pecahan senilai atau sama besar.

13. Guru meminta siswa untuk mengurutkan pecahan dan memberikan reward kepada siswa yang menjawab benar.

14. Guru menjelaskan pecahan senilai dengan menggunakan perkalian.

15. Guru menjelaskan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama dan dengan penyebut yang berbeda.

16. Guru membagikan LKS.

17. Guru memberikan arahan agar siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing.

18. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawaban.

Konfirmasi:

19. Guru dan siswa bertanya jawab tentang pecahan. 20. Guru memberikan penguatan

kelompok

(4)

 Siswa dan guru membuat kesimpulan hasil belajar  Penilaian: siswa mengerjakan soal evaluasi untuk

mengukur kemampuannya.  Refleksi :

Siswa bersama guru mengungkapkan kesan belajar saat itu dan saran untuk pembelajaran berikutnya.

 Tindak Lanjut :

Siswa diberi tugas rumah secara individu

 Doa bersama dan guru mengucapkan salam penutup

jawab

VII. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN

METODE PEMBELAJARAN

(Ceramah variasi, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan)

MODEL PEMBELAJARAN

“Student Teams Achievement Divisions (STAD)”

VIII. MEDIA/ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN

MEDIA

Tahu dan Garis bilangan  ALAT

Papan tulis, alat tulis, buku tulis, kertas manil, penggaris, cutter

SUMBER

Sulhan, Najib dkk. 2008. Mari Belajar Matematika : untuk SD/MI kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

PENILAIAN a. Proses:

- Prosedur penilaian : Dilaksanakan selama proses pembelajaran - Jenis penilaian : Perbuatan/sikap

(5)

b. Hasil :

- Prosedur Penilaian : Dilaksanakan pada akhir pembelajaran - Jenis Penilaian : Tulis dan produk

- Alat Penilaian : Soal Evaluasi dan rubrik penilaian produk

Lampiran:

1. Lembar Materi Ajar (Handout) 2. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) 3. Media pembelajaran

4. Lembar pedoman penilaian sikap 5. Lembar pedoman penilaian kinerja

6. Lembar pedoman penilaian hasil pelaksanaan tugas- produk 7. Lembar Soal Evaluasi, Kunci Jawaban & Pedoman Penskoran

Kediri, 06 Mei 2015 Mengetahui,

Kepala sekolah

Dian Puspita, S.Pd.

Guru kelas

(6)

Lampiran : 1

HAND OUT

PECAHAN SEDERHANA Mengenal Pecahan Sederhana

Pecahan

1. 1/2 dibaca setengah atau satu perdua 2. 1/3 dibaca sepertiga atau satu pertiga 3. 1/4 dibaca seperempat atau satu perempat

Contoh :

Satu bagian kalau dibagi dua sama besar (1:2 akan ditulis 1/2). Jadi yang diarsir nilainya 1/2 (satu perdua)

Satu bagian kalau dibagi tiga sama besar (1:3 akan ditulis 1/3). Jadi yang diarsir nilainya 1/3 (satu pertiga)

Satu bagian kalau dibagi empat sama besar (1:4 akan ditulis 1/4). jadi yang diarsir nilainya

1/4 (satu perempat)

Membaca, Membilang, dan Menulis Pecahan

(7)

MembacaPecahan

1/2 dibaca satu perdua, 1/3 dibaca satu pertiga, 1/4 dibaca satu perempat, 1/8 dibaca satu perdelapan.

MenulisPecahan

Satu perdelapan ditulis kedalam lambang bilangan adalah 1/8. 1/8 jika digambar adalah sebagai berikut:

Pecahan 1/8

Dua pertiga ditulis kedalam lambang bilangan adalah 2/3 2/3 jika digambar adalah sebagai berikut:

Pecahan 2/3 atau

(8)
(9)
(10)

Lampiran: 2

LEMBARAN KERJA SISWA

Nama kelompok :

Kelas/semester :

Tanggal :

Standart Kompetensi

1. Memahami pecahan sederhana dan penggunaan dalam pemecahan masalah.

Kompetensi Dasar

3.2. Membandingkan pecahan sederhana

Petunjuk

1. Ambillah 2 tahu untuk setiap kelompok

2. Potonglah tahu pertama tersebut menjadi 2 bagian sama besar. 3. Kemudian perhatikan gambar di LKS dan arsir salah satu bagian. 4. Ambillah tahu kedua menjadi 3 bagian sama besar

5. Kemudian perhatikan gambarnya dan arsir dua bagian.

Arsirlah Gambar dibawah ini. 1. Potongan Tahu (1)

=...

2. Potongan Tahu (2)

=...

Isilah titik-titik dibawah ini dengan < (lebih kecil), = (sama dengan), atau > (lebih besar) 3. 1

2 ... 2 3

(11)

5. 34 ... 32

Kunci Jawaban LKS

1. potongan tahu (1)

=... 12 ...

2. Potongan tahu (2)

=... 32 ...

1

2 ...< ... 2 3

1

2 ...<.... 3 4

3

(12)

Lampiran: 3

media pembelajaran

Alasan pemilihan media :

- Gambar mudah didapat

- Proses pembuatan tidak terlalu sulit

- Mudah digunakan.

- Dapat digunakan berkali-kali.

Tujuan Pemilihan media :

- Agar pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif

- Memberikan penjelasan konkret pada siswa

- Menarik minat siswa pada materi pembelajaran

- Memudahkan memberikan penjelasan pada siswa

Bahan dan alat pembuatan media -kertas manila

-spidol -selotip

Prosedur pengembangan media -membuat konsep garis bilangan

-menggambar garis bilangan dengan menggunakan spidol

Langkah-langkah penggunaan media pembelajaran.

(13)

- Guru menjelaskan kepada siswa tentang konsep garis bilangan.

(14)
(15)

Lampiran: 4

INSTRUMEN PENILAIAN

Satuan Pendidikan : SDN 1 Nusantara Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : 3 / 2 (dua) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

1. Pedoman Penilaian Sikap  Sikap yang dinilai

1. Menampilakan sikap mampu memecahkan masalah dalam pecahan 2. Menampilkan sikap disiplin

3. menampilkan sikap kerjasama Rubrik 1

Sko r

Aspek yang dinilai

Memecahkan masalah dalam pecahan

Disiplin

Kerjasama

1 Tidak mau membaca materi Tidak disiplin Tidak ada kerjasama 2 Tidak sungguh-sungguh dalam

konsep pecahan

Kurang disiplin

Kurang kerjasama

3 Membaca konsep dengan sungguh-sungguh

Disiplin Kerjasama dengan baik

Nilai = skor perolehanskor maksimal x 100

(16)

Kelas : V (Lima)

No Nama Siswa Sikap yang dinilai Skor Nilai

1 2 3

2. Pedoman Penilaian Kinerja

Format penilaian kinerja siswa – diskusi kelompok (unjuk kerja) Tugas :

1. Kerjakan/ diskusikan dengan teman kelompok yang sudah dibentuk ! 2. Diskusikan mengenai tujuan suatu organisasi di sekolah dan di masyarakat! Aspek yang dinilai :

1. Keberanian

2. Ketepatan jawaban 3. Keaktifan

Rubrik 2

Skor

Aspek yang dinilai

keberanian Ketepatan

jawaban Keaktifan

1 Berani setelah dipaksa

Jawaban salah Siswa pasif

2 Berani karena di perintah

Jawaban kurang tepat

Siswa kurang aktif

3 Berani tanpa diminta

Jawaban benar Siswa aktif

Nilai = skor perolehan

skor maksimal x 100

Format Penilaian Siswa Kelas : V (lima)

No Nama Siswa Aspek yang dinilai Jumla

h Skor Nilai

(17)

SOAL EVALUASI

Isilah titik-titik dibawah ini dengan < (lebih kecil), = (sama dengan), atau > (lebih besar) !

No Pecahan Tanda dibaca

1 1

3 ………

(18)

2 4

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Yakkum hospitals has shown increasing capacity to face the COVID 19 pandemic in terms of : services, fund raising, reduce impact to the hospitals’ staffs as well as patient.

Sementara itu, dalam KUHD Pasal 246 menyatakan bahwa: Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada

Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisa dan menelaah penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai hubungan koordinasi terhadap keterampilan menggiring

RINCIAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN..

Oleh karena itu, untuk membandingkan kedua bilangan tersebut kita dapat menentukan dengan mudah, yaitu 47654 lebih besar dari 8699 karena angka penyusunnya lebih banyak.. Angka 4

Dengan menggunakan sifat-sifat refleksi yang sebelumnya telah kalian pelajari, maka kalain pasti akan dengan gampang menentukan bayangan sebuah titik yang dicerminkan

Namun di tengah kefanatikan masyarakat Maroko dan Indonesia, ternyata kekuasaan Perancis, Belanda, dan globalisasi yang hanya berjalan beberapa tahun telah meninggalkan pengaruh

Patologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tumbuhan menjadi sakit, sedangkan patogenesis adalah merupakan urutan peristiwa menjadi sakitnya