• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW PERHITUNGAN JURNAL Pengaruh Pengg

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REVIEW PERHITUNGAN JURNAL Pengaruh Pengg"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PERHITUNGAN BERDASARKAN JURNAL PENELITIAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Rancangan Percobaan yang diampu oleh Dr. Yatti Sugiarti, M.P dan Irna Dwi Destiana, S.Pd., M.Tp

Disusun oleh:

Nadya Nanda Mutiara 1405514 Septi Yuliana 1401520 Siti Nurmilah 1406929 Zhafira Annisa Nur 1404046

Kelompok 8

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI FAKULTAS PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI KEJURUAN

(2)

Judul: Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea dan Aplikasi Herbisida Pratumbuh Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Heven brasillnsis Muell.Arg.) dan Gulma di Pembibitan

Analisis:

a. Respon: Efektifitas jenis herbisida pratumbuh, dosis pupuk urea, dan dosis herbisida pratumbuh yang mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit karet stum mata tidur di pembibitan b. Faktor: Petak Utama: Herbisida Pratumbuh

H0: Tanpa perlakuan herbisida pratumbuh (kontrol) H1: Herbisida pratumbuh metil metsulfuron

H2: Herbisida pratumbuh ametrin Anak Petak: Dosisi Pupuk Urea

U0: tana perlakuan pupuk urea (kontrol) U1: 2gr pupuk urea per tanaman

U2: 4gr pupuk urea per tanaman

Anak-anak Petak: Dosis Herbisida Pratumbuh D0: 0 liter formulasi per ha

D1: 1,5 liter formulasi per ha D2: 3,0 liter formulasi per ha c. Taraf: Petak Utama 3 taraf

Anak Petak 3 taraf Anak-anak Petak 3 taraf

d. Perlakuan: Perlakuan herbisida pra-tumbuh terdiri dari 3 macam : H0 = tanpa perlakuan herbisida pratubuh (kontrol), H1 = Herbisida pratumbuh metil metsulfuron, dan H2 = Herbisida pratumbuh ametrin. Diulang 3 kali.

e. Unit

Percobaan: 81 sampel f. Unit

Pengamatan:

Diameter stum mata tidur Waktu tumbuh tunas Tinggi tunas

Jumlah daun

Persentase bibit tumbuh Gulma yang tumbuh

(3)

g. Model

Linear: U : nilai rata-rata yang sesungguhnya Kl : pengaruh aditif dari kelompok ke l Ai : pengaruh aditif dari taraf ke I faktor A

il : pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke l yang memperoleh taraf ke I dari faktor A

Bj : pegaruh aditif dari taraf ke j faktor B

ijl : pengaruh galat yang timbul pada kelompok ke l yg mendpt taraf ke I dari faktor A, dan taraf ke j dari faktor B disebut pula galat anak petak / galat b

ijkl : pengaruh galat yg timbul pd kelompok ke l yg memperoleh taraf ke I dari A, taraf ke j dari B, taraf ke k dari C, sering disebut galat anak-anak petak /galat C.

h. Hipotesis H0: Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida tidak berbeda nyata terhadap bobot kering gulma diameter batang bibit stum H1 : Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida berbeda nyata terhadap bobot kering gulma diameter batang bibit stum

H0: Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida tidak berbeda nyata terhadap bobot kering gulma bulan pertama

H1 : Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida berbeda nyata terhadap bobot kering gulma bulan pertama

H0: Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida tidak berbeda nyata terhadap bobot kering gulma

H1 : Diameter bibit, dosis pupuk urea, dosis pupuk herbisida berbeda nyata terhadap bobot kering gulma

Perhitungan Terlampir Kesimpulan Terlampir Uji Lanjut Terlampir

HASIL PERHITUNGAN MANUAL

Penelitian tentang Pengaruh penggunaan pupuk urea dan aplikasi herbisida pratumbuh terhadap pertumbuhan bibit karet (heven brasillnsis muell.arg.) dan gulma di pembibitan ini menggunakan metode eksperimental rancangan petak-petak terbagi ( split-split plot design). Perhitungan ulang yang dilakukan secara manual menggunakan Excel

(4)

dianalisis dengan metode eksperimental rancangan petak-petak terbagi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 faktor, yaitu herbisida pratumbuh (petak utama), dosisi pupuk urea (anak petak) , dan dosis herbisida pratumbuh (anak-anak petak). Data hasil pengamatan yang tercantum dalam jurnal merupakan data keseluruhan dan kesimpulan yang berbentuk deskriptif. Terdapa, t 3 tabel awal yang diperoleh yaitu Tabel 1 Diameter Batang Stum Mata Tidur (cm), Tabel 2. Data bobot kering gulma bulan pertama (gram), Tabel 3. Data bobot kering gulma bulan kedua (gram) dengan 3 kali ulangan.

Prakira Tata Letak Pengacakan

U 1 U 2 U 3

Tabel 1. Diameter Batang Stum Mata Tidur (cm)

Herbisida Urea Dosis Ulangan Jumlah Rata-rata

I II III

Ho

U0

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D2 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460

U1

(5)

D1 1.394 1.451 1.287 4.131 1.377 D2 1.394 1.451 1.287 4.131 1.377

H1

U0

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.378 1.648 1.641 4.666 1.555 D2 1.643 1.369 1.419 4.431 1.477

U1

D0 1.651 1.286 1.443 4.379 1.460 D1 1.282 1.423 1.549 4.254 1.418 D2 2.091 1.376 1.204 4.671 1.557

U2

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.101 1.558 1.199 3.858 1.286 D2 1.474 1.424 1.217 4.115 1.372

H2

U0

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.698 1.261 1.461 4.420 1.473 D2 1.448 1.556 1.387 4.390 1.463

U1

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.573 1.448 1.380 4.400 1.467 D2 1.152 1.390 1.428 3.970 1.323

U2

D0 1.651 1.285 1.443 4.379 1.460 D1 1.428 1.485 1.419 4.331 1.444 D2 1.357 1.171 1.801 4.329 1.443

Jumlah 41.136 36.818 38.416

116.37

Tengah F Hitung F Tabel KK Petak Utama Galat a 4 0.04399 0.010997

Anak Petak

B 2 0.07530

2 0.037651 0.5 tn 0.94 6.93

12 %

AB 4 0.04804

7 0.012012

0.393397

(6)

7

AC 4 0.02439

2 0.006098

0.201195

7 tn 2.63 3.89

BC 4 0.02254

2 0.005636

0.185941

6 tn 2.63 3.89

ABC 8 0.08117

8 0.010147

0.334799

7 tn 2.21 3.05 Galat C 36 1.09 0.030308

Total 78

Berdasarkan tabel anova diatas, dinyatakan bahwa pengaruh interaksi tidak signifikan yaitu lebih kecil daripada ftabel 5%, baik interaksi antara ketiga faktor (ABC) maupun interaksi antara dua faktor (AB, AC, BC) oleh karena itu tidak perlu dilakukan pengujian lanjut.

Tabel 2. Data bobot kering gulma bulan pertama (gram) Herbisid

a Urea Dosis

(7)

D2 0.12 0.2 0.2 0.52 0.17333 D2 0.07 0.2 0.1 0.37 0.12333

3 Jumlah 5.91 5 11.4 22.31 0.27543

2

Tengah F Hitung F Tabel Petak Utama

(8)

A 2 0.926002 0.46300 1

1.94628

2 tn 6.94 18 Galat a 4 0.95156 0.23789

Anak Petak B 2 0.130062 0.06503

1 0.5 tn 0.94 6.93 AB 4 1.394568 0.34864

2 1.49874 tn 3.89 5.41 Galat B 12 2.791481 0.23262

3 Anak-anak Petak C 2 1.990299 0.99514

9

3.40283

8 * 3.26 5.25 AC 4 1.398375 0.34959

4 1.19541 tn 2.63 3.89 BC 4 1.109383 0.27734

6

0.94836

2 tn 2.63 3.89 ABC 8 2.320988 0.29012

3

0.99205

5 tn 2.21 3.05 Galat C 36 10.53 0.29244

7 Total 78

Dari tabel anova diatas, dapat dilihat bahwa terdapat nilai yang berbeda nyata pada faktor anak-anak petak C yaitu 3,40 yang lebih besar dari pada ftabel 3,26. Sehingga perlu dilakukan pengujian lanjut.

Uji Lanjut LSD Faktor C

db c = 2 db galat c = 36

tabel t

(0.05/2;36) 2.0281

sy = 0.147183 LSD = 0.298501

Perbandi

ngan Sy LSD5%

(9)

V 183 501

Faktor

C Rataan

D0 0.496296 A

D1 0.181481 B

D2 0.148519 C

0.1485

19 0.181481 0.496296 Notasi

D0 0.148519 0 a

D1 0.181481 0.032963 0 b

D2 0.496296 0.347778 0.314815 0 c

Berdasakan hasil uji lanjut diatas, faktor dosis herbisida (C) yang paling berpengaruh terhadap data bobot kering gulma bulan pertama adalah 3,0 liter dosis herbisida (D2)

Signifikan Tidak Nyata

Tabel 3. Data bobot kering gulma bulan kedua (gram) Herbisid

a Urea Dosis

Ulangan

Jumlah Rata-rata

I II III

Ho

U0

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333

3 D2 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333

3 U1 D0 0.23 0.46 0.42 1.11 0.37

(10)

U2

D0 0.42 0.39 0.32 1.13 0.37666 7 D1 0.42 0.39 0.32 1.13 0.37666

7 D2 0.42 0.39 0.32 1.13 0.37666

7

H1

U0

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.08 0.05 0.06 0.19 0.06333

3 D2 0.06 0.227 0.012 0.299 0.09966

7

U1

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 1.21 1.2 0.01 2.42 0.80666

7 D2 0.12 0.9 0.015 1.035 0.345

U2

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.39 0.07 0.13 0.59 0.19666

7 D2 0.07 0.175 0.115 0.36 0.12 H2

U0

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.02 0.07 0.04 0.13 0.04333

3 D2 0.1 0.12 0.17 0.39 0.13

U1

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.23 0.1 0.04 0.37 0.12333

3 D2 0.1 0.2 0.23 0.53 0.17666

7 U2

D0 0.32 0.44 0.84 1.6 0.53333 3 D1 0.1 0.225 0.06 0.385 0.12833

(11)

D2 0 0.1 0.07 0.17 0.05666 7 Jumlah 7.31 9.947 10.732 27.989 0.34554

3

Tabel Anova

Sumber Keragaman

Deraja t Bebas

Jumlah Kuadrat

Kuadrat

Tengah F Hitung F Tabel KK Petak Utama

Kelompok 0.238026 0.05

A 2 0.424319 0.21216 4.695678 tn 6.94 18 35% Galat a 4 0.180728 0.045182

Anak Petak

B 2 0.149863 0.074931 0.5 tn 0.94 6.93 44% AB 4 0.579839 0.14496 2.121033 tn 3.89 5.41

Galat B 12 0.820128 0.068344 Anak-anak Petak

C 2 0.969947 0.484973 9.903169 ** 3.26 5.25 37% AC 4 0.645187 0.161297 3.293686 * 2.63 3.89

BC 4 0.191356 0.047839 0.976875 tn 2.63 3.89 ABC 8 0.321996 0.04025 0.821897 tn 2.21 3.05 Galat C 36 1.76 0.048972

Total 78

(12)

Uji Lanjut LSD (Interaksi AC) db ac = 4

db galat c = 36 tabel t

(0.05/4;36) 2.028 sy = 0.181 LSD = 0.366

Perbandingan Sy LSD 5% 2-rataan V 0.1807 0.366

Tabel bantu A X C X Ulangan

A C 1 2 3 Total Rataan

Ho D0 0.97 1.29 1.58 3.84 1.28 D1 0.97 1.29 1.58 3.84 1.28 D2 0.97 1.29 1.58 3.84 1.28 H1 D0 0.96 1.32 2.52 4.8 1.6

D1 1.68 1.32 0.2 3.2 1.06666 7 D2 0.25 1.302 0.142 1.694 0.56466

7 H2 D0 0.96 1.32 2.52 4.8 1.6

D1 0.35 0.395 0.14 0.885 0.295 D2 0.2 0.42 0.47 1.09 0.36333

3

Tabel Dwi-Arah Interaksi AC

Fakto

r AC Rataan 0.30 0.36 0.56 1.07 1.60 1.60 1.28

1.2 8

1.2 8

Notas i

H2D1 0.30 0.00 a

H2D2 0.36 0.07 0.00 ab

(13)

H1D1 1.07 0.77 0.70 0.50 0.00 abcd

H2D0 1.60 1.31 1.24 1.04 0.53 0.00 d

H1D0 1.60 1.31 1.24 1.04 0.53 0.00 0.00 d H0D0 1.28 0.99 0.92 0.72 0.21 0.32 0.32 0.00 d H0D1 1.28 0.99 0.92 0.72 0.21 0.32 0.32 0.00 0.0

0 d

H0D2 1.28 0.99 0.92 0.72 0.21 0.32 0.32 0.00 0.0 0

0.0

0 d

Signifikan Tidak Nyata

Gambar

Tabel 1. Diameter Batang Stum Mata Tidur (cm)
Tabel Anova
Tabel 2. Data bobot kering gulma bulan pertama (gram)
Tabel Anova
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dosis 4 gram per tanaman yang baik bagi pertumbuhan bibit panili Terhadap kadar klorofil daun pemberian pupuk urea briket tidak memberikan pengaruh peningkatan kadar klorofil

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi dosis pupuk N dan konsentrasi Larutan Multinutrisi yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit

Pemberian pupuk dengan dosis ini dapat meningkatkan respon pertumbuhan tinggi, diameter batang, berat kering akar, berat kering pucuk, dan indeks mutu bibit

Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) akar bambu dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit

Pemberian pupuk NPK dengan dosis 5 gr/polybag dan dolomit dengan dosis 10 g/polybag (P2D2) menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik pada pembibitan pre nursery

Waktu fermentasi terbaik 28 hari urin sapi sebagai pupuk organik cair dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit karet pada pengamatan tinggi tanaman, diameter batang,

Dosis mikroorganisme selulolitik yang terbaik adalah 10 ml/plot sedangkan pupuk urea, TSP, KCl yang terbaik adalah 1/3 dosis anjuran Saran Untuk meningkatkan pertumbuhan dan

Pada bobot basah tajuk, pemberian tanpa auksin memberikan respon terbaik pada dosis pupuk NPK 5 g per bibit, pemberian auksin 0.5 ml per liter air memberikan respon