KEGIATAN INVESTASI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
DI INDONESIA
Disusun Oleh:
Borris Nainggolan
E0013071
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis membahas tentang kegiatan investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan multinasional terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pengertian kita mengenai dampak baik maupun buruknya investasi yang dilakukan perusahaan multinasional terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang sangat diperlukan dalam suatu harapan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman, dan juga sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Hukum Dagang”.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya selaku penulis makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
.
Demikian makalah ini penulis buat semoga bermanfaat.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu tempat dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan finansial di kemudian hari dengan jangka waktu yang lama. Pada dasarnya, negara-negara sedang berkembang sangat membutuhkan investasi, khususnya investasi asing. Tujuan investasi adalah mempercepat laju pembangunan di negara tersebut. Di dalam makalah ini akan diulas pengertian tentang penanaman modal asing yang dilakukaan oleh perusahaan-perusahaan multinasional.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi salah satu faktor pembangunan ekonomi yang penting bagi wilayah yang sedang berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pembangunan. Akhir-akhir ini dengan berkembangnya zaman, terlihat kemajuan mencolok ilmu dan teknologi. Negara-negara di seluruh dunia pun mendapatkan pengaruhnya, sehingga berlomba-lomba untuk menjadi Negara maju. Munculnya berbagai perusahaan multinasional menjadi bukti nyata banyaknya Negara menmberikan bentuk partisipasinya dalam membuka peluang bagi globalisasi ekonomi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Perusahaan Multinasional dan dampak yang ditimbulkan dengan adanya investasi yang dilakukan di Indonesia?
BAB II PEMBAHASAN
1. PENGARUH PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM KEGIATAN INVESTASI
Pengertian Penanaman Modal.
Di dalam UUPM sudah dijelaskan secara rinci mengenai penanaman modal itu sendiri. Selain itu pengertian dari PMA dan PMDN juga diterangkan secara jelas oleh UUPM ini. Pasal 1 (1) UUPM menyatakan bahwa pengertian penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.
Kegiatan menanam merupakan kegiatan untuk memasukkan modal atau investasi, dengan tujuan untuk melakukan kegiatan usaha. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kegiatan penanaman modal ini dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun modal yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
Modal asing yang berpatungan merupakan modal asing yang bekerja sama dengan penanam modal Indonesia, di mana saham yang dimiliki oleh pihak asing maksimal 95%, sedangkan pihak penanam modal Indonesia minimal 5%. Modal asing tersebut juga diartikan dalam UUPM, yaitu modal yang dimiliki oleh Negara asing, perseorangan warga Negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.
A. Pengertian Perusahaan Multinasional
berkecukupan untuk relasi masyarakat. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.
Perusahaan multinasional pada dasarnya adalah sebuah perusahaan raksasa yang menjalankan, memiliki serta mengendalikan operasi bisnis atau kegiatan-kegiatan usahanya di lebih dari satu Negara. Perusahaan multinasional ini umumnya berupa perusahaan yang dikelola oleh lebih dari sebuah negara, dan oleh karena kekuatan ekonominya yang besar, ia mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan perekonomian suatu negara dengan sangat luas
Investasi langsung investor mengendalikan manajemen, biasanya dilakukan oleh perusahaan multinasional dan periode waktunya panjang karena menyangkut barang-barang. Modal investasi langsung lebih tertarik pada besar dan tingkat pertumbuhan pasar, tenaga kerja dan biaya produksi serta infrastruktur. Dari beberapa pandangan dan pengertian di atas terlihat bahwa investasi langsung adalah adanya keterlibatan langsung pihak investor terhadap investasi yang dilakukannya, baik dalam permodalan, pengokohan, dan pengawasan. Kebaikan dari investasi langsung salah satunya tidak mendatangkan beban yang harus dibayar dalam bentuk bunga, deviden atau pembayaran kembali, dapat mengkombinasikan keahlian, teknologi dan modal, dapat mengatasi masalah transfer uang, adanya penanaman kembali dari keuntungan investasi yang belum ada dan dapat menciptakan alih teknologi dan keterampilan.
B. Dampak Perusahaan Multinasional
1. Dampak Positif Perusahaan Multinasional
a. Yang paling sering disebut-sebut sebagai sumbangan positif penanaman modal asing ini adalah, peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangan sumber daya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual “tabungan domestik” yang dapat dimobilisasikan.
b. Dengan memungut pajak atas keuntungan perusahaan multinasional dan ikut serta secara finansial dalam kegiatan-kegiatan mereka di dalam negeri, pemerintah Negara-negara berkembang berharap bahwa mereka akan dapat turut memobilisasikan sumber-sumber finansial dalam rangka membiayai proyek-proyek pembangunan secara lebih baik.
c. Perusahaan multinasional tersebut tidak hanya akan menyediakan sumber-sumber finansial dan pabrik-pabrik baru saja kepada Negara-negara miskin yang bertindak sebagai tuan rumah, akan tetapi mereka juga menyediakan suatu “paket” sumber daya yang dibutuhkan bagi proses pembangunan secara keseluruhan, termasuk juga pengalaman dan kecakapan manajerial, kemampuan kewirausahaan, yang pada akhirnya nanti dapat dimanifestasikan dan diajarkan kepada pengusaha-pengusaha domestic. d. Perusahaan multinasional juga berguna untuk mendidik para manajer lokal agar mengetahui strategi dalam rangka membuat relasi dengan bank-bank luar negeri, mencari alternatif pasokan sumber daya, serta memperluas jaringan-jaringan pemasaran sampai ke tingkat internasional.
e. Perusahaan multinasional akan membawa pengetahuan dan teknologi yang tentu saja dinilai sangat maju dan maju oleh Negara berkembang mengenai proses produksi.
2. Dampak Negatif Perusahaan Multinasional
mereka lakukan karena Negara-negara dunia ketiga ini dinilai belum mempunyai perlindungan yang baik atau belum mempunyai “kekuatan” yang cukup untuk menolak “kekuatan” daripada perusahaan-perusahaan raksasa multinasional ini sehingga bukan tidak mungkin mereka bisa melakukan intervensi terhadap pemerintahan yang dilangsungkan oleh Negara yang bersangkutan, atau dengan kata lain Negara-negara ini menghadapi dilema di mana sebagian besar negara terlalu lemah untuk menerapkan prinsip aturan hukum, dan juga perusahaan-perusahaan raksasa ini sangat kuat menjalankan kepentingan ekonomi untuk keuntungan mereka sendiri.
Kemudian kita juga harus menyadari bahwa perusahaan-perusahaan mutinasional ini tidak tertarik untuk menunjang usaha pembangunan suatu Negara. Perhatian mereka hanya tertuju kepada maksimalisasi keuntungan atau tingkat hasil finansial atas setiap besaran modal yang mereka tanamkan. Perusahaan-perusahaan multinasional ini senantiasa mencari peluang ekonomi yang paling menguntungkan, dan mereka tidak bisa diharapkan untuk memberi perhatian kepada soal-soal kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan lonjakan pengangguran di Negara tamu. Pada umumnya, perusahaan-perusahaan multinasional hanya sedikit memperkerjakan tenaga-tenaga setempat. Operasi mereka cenderung terpusat di sektor modern yang mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal yaitu di daerah perkotaan.
Hal-hal tersebut mereka upayakan dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki dalam penguasaan teknologi-teknologi baru yang paling canggih dan efisien, keahlian-keahlian khusus, diferensiasi produk, serta berbagai kegiatan periklanan secara gencar dan besar-besaran untuk mempengaruhi selera dan minat konsumen.
Selain itu perusahaan-perusahaan multinasional berpotensi besar untuk merusak perekonomian tuan rumah dengan cara menekan timbulnya semangat bisnis para usahawan lokal, dan menggunakan tingkat penguasaan pengetahuan teknologi mereka yang superior, jaringan hubungan luar negeri yang luas dan tertata baik, keahlian dan agresivitas di bidang periklanan, serta penguasaan atas berbagai berbagai jenis jasa pelengkap lainnya untuk mendorong keluar setiap perusahaan lokal yang cukup potensial yang dianggap mengganggu atau mengancam dalam kancah persaingan, dan sekaligus untuk menghalangi munculnya perusahaan-perusahaan baru yang berpotensi untuk menjadi saingan mereka. Perusahaan-perusahaan multinasional juga sering menggunakan kekuatan ekonomi mereka untuk mempengaruhi, menyuap, dan memanipulasi berbagai kebijakan pemerintah di Negara tuan rumah ke arah yang tidak menguntungkan bagi pembangunannya.
2. PERANAN PEMERINTAH SERTA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MENGATUR PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA
Investasi Asing di Indonesia
“Dalam sebuah pemerintahan yang baik, diharapkan timbul kebijakan yang tepat
pula guna mencapai keadaan ekonomi yang baik” (Rothstein dan Teorell, 2005).
Penanaman Modal di Indonesia secara yuridis diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam pasal 1 ayat 3 Undang-Undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal menyatakan bahwa:
“Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.”
1. Merupakan kegiatan menanam modal/Investasi
2. Untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia 3. Dilakukan oleh penanam modal asing,
4. Menggunakan modal/Investasi asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
Adapun bentuk penanaman lnvestasi asing ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya;
Mengambil bagian saham pada saat pendirian Perseroan Terbatas; a. Membeli saham,
b. Melakukan cara lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Berbagai strategi untuk mengundang investor asing telah dilakukan. Hal ini didukung oleh arah kebijakan ekonomi dalam TAP MPR RI Nomor IV/MPR/1999
salah satu kebijakan ekonomi tersebut adalah : “mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif yang dilakukan secara transparan dan diatur dengan undang-undang.”
Kebijakan mengundang modal asing adalah untuk meningkatkan potensi ekspor dan subsidi impor, sehingga Indonesia dapat meningkatkan penghasilan devisa dan mampu menghemat devisa, oleh karena itu usaha-usaha di bidang tersebut diberi prioritas dan fasilitas. Alasan kebijakan yang lain yaitu agar terjadi alih teknologi yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia.
Usaha pemerintah untuk selalu memperbaiki ketentuan yang berkaitan dengan penanaman modal asing antara lain dilakukan dengan memperbaiki peraturan dan pemberian paket yang menarik bagi investor asing. Pada akhirnya harus tetap diingat bahwa maksud diadakannya penanaman modal asing hanyalah sebagai pelengkap atau penunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Pada hakekatnya pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan ketentuan swadaya masyarakat, oleh karena itu pemerintah harus bijaksana dan hati-hati dalam memberikan persetujuan dalam penanaman modal asing agar tidak menimbulkan ketergantungan pada pihak asing yang akan menimbulkan dampak buruk bagi negara ini di kemudian hari.
menjadikan investasi nasional, bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Secara umum, peran tersebut dapat dibuat dalam beberapa kelompok.
Peran pengatur adalah peran pemerintah sebagai penyelenggara negara di bidang investasi. Karena strategisnya fungsi pemerintah sebagai penyelenggara negara, pemerintah perlu menetapkan prioritas yang jelas dan konsisten mengenai: investasi yang diperbolehkan, investasi apa yang dianjurkan, investasi yang dilarang dan ,investasi yang dapat dilakukan asing. Tujuan peninjauan ini semata-mata untuk kepentingan nasional, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat di negara tersebut Peran pengarah adalah tugas pemerintah dalam mengalokasikan atau mengarahkan pemanfaatan sumber daya nasional secara efisien dan efektif.
Peran pengarah ini diwujudkan dalam bentuk pengarahan untuk: mengelompokkan investasi apa saja yang perlu dilindungi (protected) oleh negara dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional, investasi mana saja yang perlu dibantu (assisted) oleh negara dalam rangka pemberdayaan kelompok masyarakat tertentu demi keadilan dan pemerataan pembangunan nasional, sehingga negara perlu menyediakan sarana atau prasarananya, investasi mana saja yang perlu didorong (promoted)pengembangannya, karena memberikan dampak (multiplier effect) positif yang besar bagi ekonomi nasional.
Disisi lain, peran Pemerintah untuk mengkondisikan dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya iklim yang mendukung kegiatan usaha yang sehat.:
1. Menciptakan stabilitas iklim politik, sosial dan ekonomi dikarenakan faktor politik merupakan faktor yang selalu signifikan dalam mempengaruhi besarnya investasi.
2. Memperbaiki kondisi/ menyediakan infrastruktur dasar (listrik,telekomunikasi dan prasarana jalan dan pelabuhan)
3. Membuat berfungsinya sektor pembiayaan dan pasar tenaga kerja (termasuk isu-isu perburuhan), regulasi dan perpajakan.
4. Menciptakan good governance termasuk pemberantasan korupsi.
5. Di Sektor Birokrasi, membuat peraturan perizinan investasi yang mudah tidak bertele-tele, transparan dan saling menguntungkan antara Pemerintah Investor. 6. Menciptakan kepastian dalam kebijakan ekonomi pemerintah yang langsung
7. Menyederhanakan perijinan. 8. Transparansi biaya perijinan.
9. Penurunan berbagai pungutan liar yang tumpang tindih.
BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan
Penanaman Modal Asing di Indonesia memberikan beberapa dampak baik meskipun nyatanya saya tidak membantah adanya pula dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Peran pemerintah berikut perihal ketentuan yang menangani penanaman modal asing di Indonesia sudah menjadi kekuatan dari Negara untuk membatasi kekuatan perusahaan-perusahaan multinasional yang hendak melakukan investasi di Indonesia. Hal tersebut tidak lain bertujuan agar penanaman modal yang menjadi bagian dari penyelenggaraan perekonomian nasional dapat ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapang kerja,
meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional, mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu sistem perekonomian yang berdaya saing.
2. Bagi Pemerintah.
Agar pemerintah meningkatkan kualitas pemerintahannya demi memperoleh situasi negara stabil, yang terwujud melalui peningkatan indikator‐indikator seperti tersebut di atas. Dengan demikian, negara‐negara itu dapat menarik perhatian investor asing untuk menanamkan modal mereka.
a. Bagi investor.
DAFTAR PUSTAKA
Ilmar , Aminuddin SH., 2007, Hukum Penanaman Modal di Indonesia, Kencana, Jakarta. Panjaitan, Hulman, 2003, Hukum Penanaman Modal Asing, Ind-Hill C, Jakarta.
ISEI (2006), Rekomendasi Kebijakan Pemerintah. Langkah-Langkah Strategis Pemulihan Ekonomi Indonesia,Jakarta: Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. PP No. 26 Tahun 1998 Tentang Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.
Internet:
https://www.academia.edu