• Tidak ada hasil yang ditemukan

B1J010034 15.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "B1J010034 15."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

38

Lampiran 2. Prosedur pembuatan sediaan histologis sirip dengan metode paraffin

Tahapan pembuatan sediaan histologi sirip ikan hasil regenerasi sebagai

berikut :

1. Fiksasi

Proses fiksasi dilakukan dengan cara sampel dimasukan ke dalam larutan

Normal Buffered Formalin(NBF) selama 24 jam. 2. Washing

Proses Pencucian atau washing dilakukan dengan mengganti larutan

Normal Buffered Formalin (NBF) dengan larutan alkohol 70% I (24 jam) dan larutan alkohol 70% II (30 menit).

3. Dehidrasi

Proses dehidrasi dilakukan dengan merendam sampel ke dalam alkohol

bertingkat berfungsi untuk menghilangkan atau menarik kandungan air di dalam

jaringan. Proses ini dilakukan secara bergantian dari alkohol 80%, 90%, absolut I

dan II masing-masing selam 45 menit.

4. Clearing

Proses clearing dilakukan untuk menarik alkohol dari dalam jaringan

(dealkoholisasi), Clearing dilakukan dengan cara memasukan sampel secara

bertahap ke dalam alkohol :xylol= 3:1, alkohol :xylol= 1:1, alkohol :xylol= 1:3,

xylolmurni I danxylolmurni II masing-masing selama 40 menit. 5. Infiltrasi

Proses infiltrasi dilakukan dengan cara sampel dimasukan ke dalam xylol : parafin = 3:1, xylol : parafin = 1:1, xylol : parafin = 1:3, parafin murni I dan parafin murni II masing-masing 40 menit. Proses ini dilakukan di dalam inkubator

dengan suhu 60oC, titik leleh parafin yang digunakan adalah 56-58oC.

6. Embedding

Proses embedding atau penanaman organ pada parafin dilakukan dengan

cara organ dimasukan ke dalam cetakan yang sudah berisi parafin dengan posisi

organ diatur sesuai posisi pengirisan, kemudian diberi tanda posisi penanaman

organ dan salah satu sisi blok parafin dipasang kayu pemegang (holder). Setelah blok parafin memadat kemudian disimpan pada suhu yang rendah.

(2)

39 7. Sectioning

Proses sectioning dilakukan dengan cara holder dipasang pada rotary microtomekemudian diatur ketebalan irisan 4 µm, setelahholderterpasang proses pengirisan dapat dilakukan dengan memutar tuas pada mikrotom.

8. Affixing

Proses affixing dilakukan dengan cara pita irisan dimasukan ke dalam air hangat, kemudian ditempelkan pada object glass yang sudah dilapisi gelatin 1%. Pita yang sudah menempel kemudian dikering anginkan.

9. Staining

Proses staining untuk struktur seluler, proses ini diawali dengan

deparafinisasi (penghilangan parafin yang terdapat dalam jaringan) dengan cara

preparat hasil affixing dicelupkan ke dalam xylol sebanyak 2 kali masing-masing selama 5 menit. Proses selanjutnya adalah rehidrasi, dilakukan dalam larutan

alkohol bertingkat terdiri dari alkohol absolute I dan II, alkohol 90%, alkohol

80%, alkohol 70% dan akuades masing-masing 30 celupan. Selanjutnya preparat

dimasukan ke dalam larutan hematoxylin selama 5 menit kemudian dicuci menggunakan akuades. Preparat kemudian dimasukan ke dalam larutan eosin

selam 2 menit kemudian dicuci dengan akuades. Setelah dicuci menggunakan

akuades, preparat didehidrasi dalam larutan alkohol bertingkat dari alkohol 70%,

alkohol 80%, alkohol 90%, alkohol absoluteI dan II masing-masing sebanyak 30 celupan. Selanjutnya dijernihkan dalam larutan xylol sebanyak 2 kali masing-masing 3 menit dan ditutup menggunakan cover glass dengan perekat enthelan new. Proses staining untuk melihat proses kalsifikasi dilakukan dengan deparafinisasi dicelupkan ke dalam xylol selama 3 menit, lalu rehidrasi dalam larutan alkohol bertingkat terdiri dari alkohol absolute I dan II, alkohol 90%,

alkohol 80%, alkohol 70% masing-masing sebanyak 30 celupan. Kemudian

dibilas menggunakan akuades, selanjutnya dimasukan kedalam larutan acetone

dan acetone xylol masing-masing 20 celupan. Selanjutnya dijernihkan dalam larutanxylolselama 3 menit dan ditutup menggunakancover glassdengan perekat

enthelan new. 10. Labelling

Preparat histologis yang sudah diwarnai dan ditutup dengan enthelan

kemudian diberi label berisi nama organ, irisan, dan kode sampel.

(3)

40 11. Pengamatan

Preparat histologis tersebut kemudian diamati menggunakan mikroskop

cahaya dan didokumentasikan menggunakan kamera.

Referensi

Dokumen terkait

a. Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan Gedung FISIP-UIN Syarif Hidayatullah yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak besar yang penting

Periodontitis kronis dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yakni tipe  generalized dan localized   berdasarkan banyaknya gigi yang terjadi kehilangan perlekatan dan resorbsi

Limbah pemanenan kayu adalah pohon atau bagian pohon yang tertinggal dan belum dimanfaatkan di areal tebangan yang berasal dari pohon yang ditebang dan pohon-pohon lain

Ruudusta otettiin sattumanvaraisesti 20 tainta (ei korjuuriveistä), jotka tarkastettiin laboratoriossa... Zw.mehk-ehrääjäko-in (HYP onomeuta evonymellus) torjuntakokeet

Jum‟at 23 Desember 2016, Atas nama Aiptu Dalijan, Sebagai Kasat Humas di. Kapolsek Garung,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijabers community berpengaruh signifikan terhadap gaya hidup, gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian hijab

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Tayangan Berita Bom Bunuh Diri Hotel JW Marriot di TV One.. Variabel terikat (Y) atau dependent variabel adalah sejumlah atau

Dimensi konasi yang merupakan kecenderungan tindakan terhadap penerapan pengolahan lahan tanpa bakar sejumlah besar 58,95 persen responden sudah tinggi dan sangat tinggi,