ANALISIS KEBIJAKAN EKONOMI JILID I
DEPARTEMEN ILMU EKONOMI UNEJ Mata Kuliah : Ekonomi Publik II (EKP1616)
Anggota Kelompok:
Noval Agra Smastama 130810101021 Muhammad Ilyas 130810101046
Muhammad Munif 130810101157 Fatchur Rozi 130810101173
OUTLINE
BACKGROU ND
IDENTIFIYIN G
POLICIES FRAMEWORK
SOLUTIONS
BACKGROUND
Paket Kebijakan Ekonomi Jilid I ini disampaikan pada 9 September 2015. Fokusnya terletak pada tiga hal, yakni
meningkatkan daya saing
industri,mempercepat proyek-proyek
strategis nasional, dan mendorong
investasi di sektor properti.
IDENTIFIYING
Meningkatkan Daya
Saing Industri
Mempercepat Proyek
Strategis Nasional
Mendorong Investasi
Sektor Properti
SEKTOR INDUSTRI
SEKTOR
INDUSTRI SEKTOR RIIL
PERTUMBUH AN
EKONOMI
Sektor industri
merupakan salah satu sektor yang sangat
penting dalam
menggerakkan
pertumbuhan ekonomi sektor riil.
PROBLEMS
5
TINGKAT SDM RENDAH
PENGUSAAN TEKNOLGI
YANG RENDAH
PRODUKTIVIT AS RENDAH OUTPUT
YANG DIHASILKAN
TIDAK MAKSIMAL (QUANTIY OR
PERCEPATAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL
Terkait percepatan proyek strategis nasional, Presiden Jokowi dan pemerintah perlu menghilangkan berbagai hal yang selama ini menyumbat pelaksanaannya. Hal yang dilakukan salah satunya melalui kebijakan kemudahan birokrasi.
Langkah lainnya melalui:
1. Penyerderhanaan perijinan
2. Penyelesaian tata ruang dan lahan
3. Percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah 4. Mendukung kepala daerah melaksanakan
INVESTASI SEKTOR
PROPERTI
7
Untuk mendorong
peningkatan investasi tersebut pemerintah perlu menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif. Perlu juga
didukung oleh investasi di sektor publik berupa penyediaan sarana dan prasarana publik
PENJABARAN KEBIJAKAN
Sebenarnya kami melihat inti dari tujuan dari pemberlakuannya kebijakan ekonomi jilid 1 dapat diproksi menjadi beberapa pont penting yaitu :
1. Menggerakan kembali sektor riil perekonomian Indonesia
sperti peningkatan investasi di sektor konstruksi dan properti sebagi bagian dari proyek strategi nasional.
2. Meningkatkan daya saing industri nasional untuk menghadapi
dinamika ekonomi global.
3. Mengembangkan koperasi dan usaha kecil menengah 4. Memperlancar distribusi dan perdagangan barang antar
daerah dengan menerapkan rantai pasokan yang efisien.
5. Menggairahkan sektor pariwisata sebagai salah satu kebijakan
MENGGERAKKAN
capital flow
reversal menurunInvestasi
Perlambata n ekonomi
domestik
Adapun solusi yang perlu dilakukan
pemerintah dalam mengatasi ancaman perlambatan ekonomi adalah:
1. Stabilisasi ekonomi makro
2. Menggerakan ekonomi riil dengan
langkah deregulasi dan debitokratisasi. 3. Peningkatan porsi belanja untuk investasi
DATA
10
Sumber: APBNP 2015, Departemen
Jika dibandingkan dengan total komposisi belanja negara, yang mencapai 1.984,1 Triliun rupiah
MENINGKATKAN DAYA SAING
INDUSTRI NASIONAL DALAM
MENGHADAPI DINAMIKAEKONOMI
GLOBAL
11
Problem:
SOLUTIONS
Solusi yang dapat dilakukan atau respon kebijakanya berupa,
1. Penguatan sektor industri nasional agar tidak
menimbulkan PHK yang banyak melalui insentif dari pemerintah seperti pajak dan subsidi.
2. meningkatkan daya saing industri yang sejajar
dengan industri yang efisien di negara-negara lain, (Bauran produk industri dan penggunaan teknologi).
PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM
13
Maslah utama dibidang Koperasi dan UMKM adalah pengembangan yang sangat
lambat untuk meningkatkan skala
usahanya karena berbagai masalah
konvensional yang tidak terselesaikan secara tuntas seperti masalah kapasitas
SDM. Kepemilikan, pembiayaan,
POTENSI UMKM
UMKM berperan penting pada ekonomi Indonesia:
Jumlah unit usaha UMKM 56,5 juta, 99,9% dari total pelaku usaha. UMKM menyerap 97,2% total tenaga kerja 107,7 juta.
UMKM memberi porsi sekitar 59,1% dari total GDP.
Sumber: kemenkop dan UMKM 2012
20%
Sumbangan UMKM thd PDB (harga berlaku)
Usaha Besar Usaha Menengah
Penyerapan tenaga kerja
Usaha Besar Usaha Menengah Usaha Kecil Usaha Mikro
SOLUTIONS
15 Untuk mengatasi masalah dibidang Koperasi dan
UMKM tersebut pemerintah perlu melakukan
1. Memangkas beban regulasi dan birokrasi terkait
kemudahan ijin.
2. memperluas akses keuangn dan permodalan
3. Insentif berupa subsidi dan keringanan pajak atau
melalu pemberian kredit yang kompetitif
4. Peningkatan SDM melalui pelatihan untuk
AKSES DISTRIBUSI DAN PERDAGANGAN
• AKSES TRANSPORTASI DAN
KOMUNIKASI MINIM
• KONDISI GEOGRAFIS
• BIROKRASI YANG BERBELIT
Sedangkan permasalahan perdagangan Indonesia yang dihadapi terkait dengan perdagangan luar negeri adalah:
1. Porsi peranan perdagangan negara kita yang rendah terhadap dunia.
2. Komposisi produk ekspor kita masih berkisar pada produk primer
SOLUTIONS
17
1. Pembenahan terhadap akses transportasi darat,
laut dan udara demi kelancaran perdagangan melalui investasi.
2. Memangkas peraturan yang menghambat
peradangan melalui kebijakan deregulasi.
3. Meningkatkan efisiensi birokrasi dalam pelayanan
SEKTOR PARIWISATA
Kelompok sektor pariwisata sulit
berkembang mungkin karena anggaran
pemerintah untuk sektor ini juga sangat kecil.
Nampaknya pemerintah masih abai dalam
membangun dan
SOLUTIONS
19 Salah satu kebijakan strategis yang
dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan peraturan yang menambah negara bebas visa, serta menghilangkan persyaratan yang menghambat dan memperlambat kunjungan wisata tertama wisatawan mancanegara. Promosi wisata melalui berbagai media dan ajang pameran intenasional juga sangat perlu dilakukan
Manfaat :
1.Jika kebijakan tersebut dapat dijalankan secara konsekuen target kunjungan wisata mancanegara yang mencapai 20 juta pada tahun 2019 seperti yang dicanangkan pemerintah bukan tidak mungkin akan tercapai 2. Penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung akan meningkat di sektor wisata.