• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbandingan Penatalaksanaan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Kuala Dan Dokter Praktik Swasta Di Kabupaten Langkat Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perbandingan Penatalaksanaan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Kuala Dan Dokter Praktik Swasta Di Kabupaten Langkat Tahun 2015"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1 Efek Samping Ringan OAT
Gambar 2.1. Kerangka Berpikir

Referensi

Dokumen terkait

Kesadaran penderita TB paru di Puskesmas Glugur Darat terhadap pengobatan secara tuntas dengan mengambil dan meminum obat secara rutin berada pada kategori kesadaran tinggi

Kelompok intervensi menunjukan bahwa tingkat kepatuhan responden yang kurang patuh dan tidak patuh terhadap pengobatan fase intensif setelah mendapat intervensi konseling

Dari faktor-faktor tersebut di atas, peranan Pengawas Menelan Obat diduga mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap keberhasilan pengobatan TB paru, karena PMO menentukan apakah

Untuk tahap intensif penderita TB Paru mendapat obat 3 kali seminggu selama 56 hari dan untuk tahap lanjutan mendapat obat setiap hari selama 16 minggu9. Untuk

Pelaporan program TB paru termasuk angka penemuan kasus di Dinas Kesehatan Kabupaten seharusnya meliputi dokter praktik swasta juga yang merupakan salah satu unsur upaya

Kemitraan Dinas Kesehatan-Rumah sakit Daerah (RSD) dalam Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS di Kabupaten Bekasim.. Yogyakarta:

Program pengobatan penyakit tuberkulosis paru antara lain obat diperoleh secara gratis dan prasarana, sarana, petugas Puskesmas Lawang dalam pelayanan pengobatan

Hasil: Tingkat pengetahuan DUPS di Kota Pekanbaru tentang tata laksana TB paru secara keseluruhan adalah baik sebanyak 30 orang (14,5%), cukup 76 orang (36,7%), dan kurang 101