• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Umur Beton terhadap Komposisi Semen, Agregat Kasar, dan Agregat Halus Menggunakan One-Way MANOVA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Pengaruh Umur Beton terhadap Komposisi Semen, Agregat Kasar, dan Agregat Halus Menggunakan One-Way MANOVA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Tabel MANOVA
Tabel 2. Statistik Uji dan Distribusi SamplingNo. ofSampling distribution for multivariate
Gambar 1. Boxplot untuk Variabel Komposisi SemenBerdasarkan  Gambar  1,  terlihat  bahwa  rata-rata  pada
Gambar 2. Boxplot untuk Variabel Komposisi Agregat KasarSama  seperti  Gambar  1,  pada  Gambar  2  ini  juga

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi keramik halus dalam campuran beton terhadap kuat tarik lentur, Keramik yang digunakan dalam pengujian ini adalah

Pada penelitian tentang kuat lentur beton menggunakan blended cement pada variasi umur, komposisi semen dan fly ash menggunakan metode packing density dan SNI mengacu

Pembuatan beton ringan perlu memperhatikan bahan yang digunakan yaitu memiliki berat jenis lebih rendah dengan kinerja lebih tinggi, menambahkan udara ke dalam campuran, atau

Serat baja menunjukkan beberapa potensi yang menguntungkan bila digunakan untuk menggantikan sebagian atau seluruh sengkang sebagai tulangan geser pada balok beton

1) Untuk pengujian kuat tekan beton tanpa campuran abu sekam padi pada umur 14 hari yaitu dengan hasil rata- rata 17,25 MPa ternyata tidak dapat mencapai

Pada grafik kuat lentur rata-rata silinder beton umur 28 hari , terdapat penurunan kekuatan tekan rata – rata pada variasi ke IV , dimana penurunan kekuatan

Hasil pengujian kuat tarik belah beton dari enam varian semen pada umur 28 hari untuk semen PCC didominasi oleh semen SP dengan nilai 4.243 Mpa sedangkan nilai terendah diperoleh

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul “Pengaruh Faktor Air