• Tidak ada hasil yang ditemukan

BASE ISOLATION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BASE ISOLATION"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PEREDAN GEMPA TUGAS 2

SPESIAL TOPIK

Dosen :

Dr.Eng. FAUZAN

BY : ZAKPAR SIREGAR

(2)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, dapat menggunakan alat-alat peredam gempa (damper), mulai dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) hingga alat-alat berteknologi tinggi.

Gempa yang terjadi di Indonesia saat ini sangat memperihatinkan, banyak korban jiwa akibat tertimbun runtuhan gedung-gedungnya. Salah satu pilihan yang kini banyak digunakan untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, adalah dengan alat-alat peredam gempa (damper). Adapun alat peredam gempa tersebut, cukup banyak jenisnya,

1.TMD

2.Bantalan karet tahan gempa (seismic bearing) 3. Lock Up Device (LUD)

(3)

TMD

TMD adalah sebuah alat kontrol yang terdiri

dari sebuah massa, pegas dan peredam yang

terhubung dengan struktur utama yang

bertujuan untuk mengurangi getaran dinamik

yang disebabkan oleh beban Agin dan Beban

Gempa.

(4)

PRINSIP DASAR PENGGUNAAN

Suatu sistem massa pegas menerima gaya harmonis,

lalu kepada sistem itu ditambahkan sistim getaran

lain (isolator) dengan massa md dan konstatnt pegas

kd yang relatif kecil dibandingkan dengan sistem

utamanya .

(5)
(6)
(7)

Bantalan Karet

Bantalan karet sering dikenal sebagai base isolaton, tampaknya penggunaannya akan semakin berkembang luas di masa datang. Berbagai daerah di Indonesia yang dikategorikan rawan gempa, menjadikan bantalan karet peredam gempa ini sangat diperlukan untuk melindungi struktur bangunan. Bantalan karet ini tergolong murah, dan bukan merupakan alat berteknlogi tinggi.

(8)

Aplikasi bantalan karet

Dalam aplikasinya, bantalan karet tersebut dipasang pada setiap kolom, yaitu diantara pondasi dan bangunan. Bantalan karet alam ini, berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa. Sedangkan lempengan baja, digunakan untuk menambah kekakuan bantalan karet, sehingga penurunan bangunan saat bertumpu di atas bantalan karet tidak terlalu besar.

(9)

Gambar 3 Perletakan bantalan karet pada tiap kolom

(10)

PENGUJIAN TERHADAP GESER

(11)

PENGUJIAN GAYA VERTICAL

(12)

LUD (Lock Up Devices)

 

Selain bantalan karet, kini beberapa bangunan publik yang berlokasi di daerah rawan gempa, juga sudah mulai mengaplikasikan teknologi peredam gempa berteknologi tinggi dari mancanegara. Salah satunya adalah jalan layang (flyover) Pasupati, Bandung. Konon, bangunan publik ini, merupakan jalan layang pertama di indonesiayang mengaplikasikan perangkat teknologi peredam gempa shock transmission unit, dipilih jenis Lock Up Devices (LUD) yang didatangkan dari Prancis. Teknik yang umumnya dipakai di Tank atau pesawat angkasa, sekarang ada di jalan Pasupati ini.

(13)

Salah satu alasan pemasangan LUD pada jalan layang Pasupati ini, karena

Bandung termasuk kota rawan gempa. Kekuatan gempa di Indonesia, terutama Jawa, tercatat masuk region 3 – 4 atau sekitar 8 Ritcher. Karenanya, di sepanjang jalan laying Pasupati, setidaknya dipasang sekitar 76 unit LUD. Seluruh unit tersebut, dipasang pada tiang-tiang (pier) jalan layang. Pada setiap tiang yang ditentukan, dipasang dua unit LUD yang akan bekerja meredam guncangan pada konstruksi jalan layang ketika terjadi gempa.

Seperti pada produk peredam gempa LUD yang konon harga per-unitnya lebih dari

100 juta tersebut, jika dilihat dari dekat pada konstruksi jembatan layang Pasupati ini ada semacam dongkrak atau shockbreaker pada pertemuan antara tiang dan segmen jalan layang. Benda itulah yang dinamakan LUD, sebagai alat untuk meredam guncangan jika terjadi gempa.

(14)

Prinsip kerja LUD

Prinsip kerja LUD sangat sangat sederhana, jika diibaratkan tiang dan badan jalan layang sebagai huruf T. Dimana garis melintang sebagai badan jalan.  

Gerak redam LUD pada saat terjadi gempa, akan berlangsung dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Dengan penggunaan cairan khusus (gel silikon) yang menjadi bantalan pada LUD, guncangan ekstrem akibat gempa, pada saat tertentu mengakibatkan LUD terkunci, dan mengakibatkan seluruh badan jalan dan tiang akan bergerak serentak ke arah yang sama seperti huruf T, ke kanan dan ke kiri. Sistem ini, juga bisa meredam gerakan liar, akibat guncangan yang disebabkan oleh getaran lainnya. Kekuatan LUD dengan gaya horizontal, adalah 3.400 kN/unit.

(15)

Gambar 9 Perlatakan LUD pada jembatan tampak atas

(16)

FVD (Fluid Viscous Damper)

Peralatan peredam gempa lain yang cukup terkenal dan

banyak diaplikasikan pada struktur bangunan, adalah

 

fuid

viscous damper

 

(FVD). Fungsi utama dari peralatan ini,

adalah menyerap energi gempa dan mengurangi gaya

gempa rencana yang dipikul elemen-elemen struktur.

Sehingga, struktur bangunan menjadi lebih elastis dan

mampu

meredam

guncangan

gempa.

Dengan

(17)

Gambar 11 Pemasangan FVD pada

struktur gedung Gambar 12

(18)

FVD merupakan alat peredam gempa yang berfungsi sebagai disipator energi, dengan cara memberikan perlawanan gaya melalui pergerakan yang dibatasi. Gaya yang diberikan oleh FVD timbul, akibat adanya gaya luar yang berlawanan arah, bekerja pada alat tersebut. Peralatan ini bekerja, dengan menggunakan konsep mekanika fluida dalam mendispasikan energi.

(19)
(20)
(21)

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN FVD

Adapun kelebihan FVD, yaitu

Dapat mereduksi tegangan, gaya geser dan

defleksi pada struktur, dapat bekerja secara

pasif (tidak membutuhkan peralatan atau

sumber daya dalam penggunaannya).

Dapat bekerja dengan tekanan fluida lebih

(22)

HIDAM

  

(High Damping Device)

Jepang adalah salah satu negara yang sering dilanda

gempa, sehingga para engineer di jepang dituntut

untuk dapat mengatasi kerusakan bangunan akibat

guncangan gempa sehingga mengurangi korban

jiwa dan materi. Alat peredam gempa ini adalah

hasil

penelitian

dan

pengembangan

laboraturium Kobori, afiliasi perusahaan kontraktor

 

(23)

Untuk HiDAM pada bagian struktur atas sebagai respon pasif

juga mulai banyak diaplikasikan. Hal ini penting, karena

berdasarkan simulasi, jika gempa berkekuatan 7-8 magnitude

mengguncang Tokyo, maka lebih dari sepertiga areanya akan

luluh lantah, dengan banyak korban jiwa.

(24)
(25)
(26)

KONSEP BASE ISOLATION

bangunan diletakkan di atas dengan menggunakan base

isolator yang bisa bergerak tanpa gesekan' ketika tanah

 

bergetar, maka base isolator akan bergerak dengan

sendirinya dan bangunan diatasnya tidak ikut bergerak,

dan tidak terjadi penyaluran energi dari getaran gempa ke

bangunan' singkat kata,bangunan tidak akan merasakan

getaranketika ada gempa bumi‘

 

(27)

JENIS JENIS BASE ISOLATION

1. Sliding System

Sliding System secara konsep sangat sederhana dan dapat didekati secara teoritis. Suatu lapisan didefinisikan sebagai koefisien gesek yang akan membatasi percepatan-percepatan pada nilai tertentu dan gaya yang dapat dipancarkan juga akan dibatasi pada koefisien gesek dikalikan berat.

Sistem sliding murni akan menimbulkan perpindahan (displacement) tak terhingga, dengan batas atas sepadan dengan pemindahan maksimum untuk suatu koefisien gesek mendekati nol. Suatu struktur dengan sistim sliding tanpa gaya pemulih, akan mungkin berakhir di suatu posisi yang dipindahkan setelah satu gempa bumi dan boleh melanjutkan untuk memindahkan dengan aftershocks.

2.Elastomeric Bearings

Elastomeric bearings terbuat dari lapisan-lapisan horisontal karet alami atau karet sintetis berupa lapisan tipis merekat diantara pelat baja. Pelat baja mencegah lapisan-lapisan karet menggelembung, dengan demikian bearing itu mampu mendukung beban vertikal yang besar dengan hanya mengalami deformasi yang kecil. Terhadap beban lateral bearing itu flexibel.

(28)

3. Springs

Ada beberapa peranti-peranti dengan bahan dasar dari pegas-baja (steel springs) tetapi umumnya pemanfaatannya hampir bisa dipastikan adalah untuk isolati permesinan. Kelemahan utama dari pegas-pegas adalah karena bersifat fleksibel pada kedua arah (vertical dan horizontal). Pegas sendiri memiliki redaman yang kecil dan akan bergerak terlalu sering pada beban layan.

4.Rollers and Ball Bearings

Seperti pada pegas, umumnya dipakai pada permesinan. Tergantung pada bahan dari peluncur atau bantalan bola, ketahanan terhadap gerakan dapat cukup untuk menahan beban dan dapat menghasilkan redaman.

5.Soft Story, Including Sleeved Piles

(29)

Kelebihan dan Kekurangan

1.Kelebihan base isolation 3     

•  Base isolation merupakan sebuah aplikasi pendekatan kendali pasif yang sangat baik digunakan. 

•  Sebuah bangunan dipasangkan dengan sebuah bahan dengan kekakuan

lateralyang rendah +misal3 karet untuk mendapatkan dukungan yang ! 

leksibel.

Saat gempa terjadi, dukungan yang Fleksibel tersebut mampu untuk menyaring Frekuensi)!rekuensi yang tinggi dari gerakan gempa dan mampu menanggulangi bangunan tersebut agar tidak rusak atau runtuh. 

Base isolation dengan demikian merupakan sebuah piranti yang efektiF       

untuk memberikan proteksi bagi struktur bangunan rendah dan

   

menengah sebab tipe bangunan tersebut dikarakteristikkan memiliki  

(30)

2. Kekurangan

(31)

TUJUAN PENGGUNAAN

(32)
(33)

CONTOH PENERAPAN

KOMBINASI TMD, BETON MUTU

TINGGI DAN BAJA PADA

STRUKTUR GEDUNG TAIPE 101

UNTUK MENAHAN GAYA GEMPA

DAN ANGIN

CONTOH PENERAPAN

KOMBINASI TMD, BETON MUTU

TINGGI DAN BAJA PADA

STRUKTUR GEDUNG TAIPE 101

UNTUK MENAHAN GAYA GEMPA

(34)

PROFILE GEDUNG

(35)

PROFILE GEDUNG

PROFILE GEDUNG

Luas Area : 30.277 m²

Luas Lantai : 373.831 m²

Tinggi : 508 m

Luas Lantai : 373.831 m²

Tinggi : 508 m

Lantai :

(36)

FAKTOR YANG MEMBUAT

PEMBANGUNAN MENJADI SULIT

FAKTOR YANG MEMBUAT

(37)

ANALYSIS DAN DESIGN

BUILDING

1. DESIGN TERHADAP AGIN

2. DESIGN TERHADAP GEMPA

3. DESIGN TERHADAP SPESIAL MEASURE

1. DESIGN TERHADAP AGIN

2. DESIGN TERHADAP GEMPA

(38)

KRITERIA DESIGN

(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

Flexible Joint Pipa

Flexible joint berfungsi untuk

melindungi sambungan pipa plumbing

dari kerusakan saat saat gedung

berdeformasi akibat gempa

(55)

PRINSIP DESAIN BASE ISOLATOR

-Menentukan berat struktur untuk masing-masing kolom (w) dan berat struktur total (Wt).

 

- Menentukan kekakuan efektif (Kef) dari Base Isolator

- Menentukan perioda alami (T) - Menentukan kekakuan elastis (Ku)

- Menentukan nilai redaman kritis (βef

(56)

Gambar

Gambar prinsip penggunaan TMD pada bangunan Gedung
Gambar 2 Bantalan karet
Gambar 3 Perletakan bantalan karet pada tiap kolom
Gambar 4 Uji geser
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pada bangunan tinggi tahan gempa umumnya gaya – gaya pada kolom cukup besar untuk menahan beban gempa yang terjadi sehingga umumnya perlu menggunakan elemen – elemen struktur

Momen lentur balok arah sumbu y akibat beban gempa X. Momen lentur kolom akibat beban

Struktur yang menggunakan koefisien gesek yang kecil dapat mengalami slip sehingga saat terjadi slip terjadi pengurangan gaya dalam baik pada kolom, balok, sloof, maupun

Struktur yang menggunakan koefisien gesek yang kecil dapat mengalami slip sehingga saat terjadi slip terjadi pengurangan gaya dalam baik pada kolom, balok, sloof, maupun

Analisis perancangan struktur bangunan terhadap pengaruh beban gempa secara statis, pada prinsipnya adalah menggantikan gaya-gaya horizontal yang bekerja pada struktur

Analisis perancangan struktur bangunan terhadap pengaruh beban gempa secara statis, pada prinsipnya adalah menggantikan gaya-gaya horizontal yang bekerja pada struktur

Sistem struktur frame murni (balok – kolom) sebagai penahan gempa tidak efisien untuk membatasi defleksi lateral akibat gaya gempa, karena dimensi frame mirni

Analisis perancangan struktur bangunan terhadap pengaruh beban gempa secara statis, pada prinsipnya adalah menggantikan gaya-gaya horizontal yang bekerja pada struktur