BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1Kajian Terdahulu
Sebelum peneliti menyusun skripsi ini lebih lanjut maka terlebih dahulu peneliti menelusuri skripsi yang ada di Kantor Departemen Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan perpustakaan digital universitas-universitas di Indonesia. Maksud pengkajian ini adalah bahwa data yang akan diteliti tidak sama dengan skripsi sebelumnya.
Adapun penelitian tentang bahasa Arab bagi jamaah haji belum pernah dilakukan di Departemen Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Akan tetapi, sudah pernah dilakukan di Universitas yang lain, yakni:
a. Khoirul Muttaqin (2008) dengan judul Strategi Komunikasi Dalam
Bimbingan Ibadah Haji di KBIH Bina Umat Kota Yogyakarta, UIN
Sunan Kalijaga: Yogyakarta. Penelitian tersebut membahas tentang
strategi komunikasi yang digunakan KBIH Bina Umat kota Yogyakarta dalam bimbingan ibadah haji. Hasil dari penelitian tersebut adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh KBIH Bina Umat kota Yogyakarta dalam bimbingan ibadah haji, metode yang digunakan oleh KBIH Bina Umat kota Yogyakarta, media komunikasi dan effek komunikasi dalam bimbingan ibadah haji di KBIH Bina Umat kota Yogyakarta.
Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian saya adalah:
- Kedua peneliti sama-sama meneliti tentang bahasa komunikasi.
- Teori yang digunakan kedua peneliti mengenai komunikasi.
Perbedaannya adalah:
- Lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di kota Medan sedangkan penelitian sebelumnya dilaksanakan di kota Yogyakarta.
b. Sakhiyah Marhamah (2010) dengan judul Pemakaian Bahasa pada
Siswa SMA Garut 1. Penelitian tersebut mengenai pemakaian bahasa
pada siswa SMA Garut 1 yang merupakan bilingual. Hasil penelitian tersebut menunjukkan pemakaian bahasa siswa SMA Garut 1 dipengaruhi oleh situasi, partisipan, dan topik pembicaraan. Selain itu, perbedaan gender, tingkat kelas di sekolah, dan pemerolehan bahasa pertama juga mempengaruhi pemakaian bahasa mereka.
1) Hukum Ibadah Haji
Ibadah haji diwajibkan Allah kepada kaum Muslimin yang telah mencukupi syarat-syaratnya. Menunaikan ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Selanjutnya yang kedua kali dan seterusnya hukumnya sunat.
2) Syarat, Rukun, dan Wajib Haji
Syarat supaya dapat melakukan ibadah haji adalah: a) Islam
b) Baligh (dewasa) c) Aqil (berakal sehat) d) Merdeka (bukan budak)
e) Istita’ah (mampu), maksud mampu disini yakni mampu dalam segala hal, seperti dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan, yakni sebagai berikut:
c) Tawaf Ifadah
d) Sa’i (lari antara Safa dan Marwah) e) Cukur
f) Tertib
Jika salah satu rukunnya ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.
Wajib haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam melaksanakan ibadah haji, yakni sebagai berikut:
a) Ihram dari Miqat
b) Melontar jamrah Ula, Wusta, dan Aqabah c) Mabit di Muzdalifah
d) Mabit di Mina
e) Tawaf Wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah.
Jika salah satu wajib haji ditinggalkan, maka hajinya tetap sah tetapi harus membayar dam (denda).
3) Macam-Macam Haji
Ibadah haji terdiri dari tiga macam, yakni:
a) Haji Ifrād, yaitu membedakan haji dan umrah; ibadah haji dan umrah masing-masing dikerjakan tersendiri. Cara pelaksanaan haji ifrad adalah:
• Ihram dari miqat untuk haji
• Ihram lagi dari miqat untuk umrah serta melaksanakan seluruh pekerjaan umrah.
Semua ini dikerjakan setelah menyelesaikan semua pekerjaan haji dan masih dalam bulan haji.
b) Haji Tamattu’ (bersenang-senang), yaitu melakukan umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji dan setelah selesai baru melakukan haji. Cara pelaksanaannya adalah:
• Melaksanakan haji setelah menyelesaikan semua pekerjaan umrah, keduanya dikerjakan pada musim haji tahun yang bersangkutan juga.
Orang yang mengerjakan haji dengan cara tamattu’ wajib membayar hadyu atau dam (denda), yakni dengan menyembelih seekor kambing.
c) Haji Qirān (bersama-sama), yaitu melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersamaan. Cara pelaksanaannya adalah:
• Melakukan ihram dari miqat dengan niat untuk haji serta umrah sekaligus
• Melakukan semua pekerjaan haji.
Dengan cara ini, berarti seluruh pekerjaan umrahnya sudah tercakup dalam pekerjaan haji.
2.2Landasan Teori
Pada dasarnya dalam melakukan sebuah penelitian, peneliti harus memiliki teori yang digunakan sebagai alat dalam menyelesaikan suatu penelitian. Menurut Hedriksen (1992), teori adalah suatu susunan hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umum referensi untuk suatu bidang yang dipertanyakan. Menurut Kerlinger (1973), teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena. Jadi, menurut saya teori adalah suatu konsep yang membentuk kerangka umum dari suatu fenomena. Teori yang akan menentukan hasil dari suatu penelitian dan memudahkan dalam menyelesaikannya sehingga hasil penelitian sesuai dengan yang diharapkan.
ditunjukkan melalui isyarat paralinguistis, penanda social dalam wicara, etnisitas, kedwibahasaan dan pemerolehan bahasa ke dua, dan banyak lagi.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Arab bagi jamaah haji Indonesia sampai saat ini,bahasa Arab mempunyai dua kedudukan, yaitu sebagai bahasa agama untuk bahasa ibadah, dan sebagai bahasa komunikasi bagi jamaah haji.
Fungsi utama bahasa, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi :
1) untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
2) untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
3) sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
4) untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
Berikut ini adalah contoh percakapan bahasa Arab: a) Bandara
Tabel 2.1
Contoh percakapan bahasa Arab di bandara
Saya dari Indonesia. anā min indūnisiyā
ﺎﻴﺴﻧﻭﺪﻧﺇ ﻦﻣ ﺎﻧﺃ
ﺏ
Mana paspor anda? ayna jawāzus safarik?
؟ﻙﺮﻔﺳ ﺯﺍﻮﺟ ﻦﻳﺃ
ﺍ
Ini paspor saya. hażā jawazus safarī
ﻱﺮﻔﺳ ﺯﺍﻮﺟ ﺍﺬﻫ
ﺏ
Mana visanya? ayna ta’syīrah ad
-dukhūl?
ﺓﺮﻴﺷﺄﺗ ﻦﻳﺃ
؟ﻝﻮﺧﺪﻟﺍ
ﺍ
Ini visanya. hażā jawazus safarī
ﻝﻮﺧﺪﻟﺍ ﺓﺮﻴﺷﺄﺗ ﻩﺬﻫ
ﺏ
Apakah anda membawa surat kesehatan?
hal ma’aka syahādatun
ṣiḥḥiyyah?
ﺓﺩﺎﻬﺷ ﻚﻌﻣ ﻞﻫ
؟ﺔﻴﺤﺻ
ﺍ
Ya. na’am
ﻢﻌﻧ
ﺏ
Mana? ayna hiya?
؟ﻲﻫ ﻦﻳﺃ
ﺍ
Ini surat kesehatannya. hażihi syahādatun ṣiḥḥiyyah
ﺔﻴﺤﺻ ﺓﺩﺎﻬﺷ ﻩﺬﻫ
ﺏ
Silakan kesana untuk pemeriksaan koper.
iżhab hunāka litaftīsyi
al-ḥaqā’ib
ﺶﻴﺘﻔﺘﻟ ﻙﺎﻨﻫ ﺐﻫﺫﺇ
ﺐﺋﺎﻘﺤﻟﺍ
ﺍ
Silakan ke ruang tunggu. iżhab ilā gurfatul -intiẓār?
ﺔﻓﺮﻏ ﻰﻟﺇ ﺐﻫﺫﺇ
؟ﺭﺎﻈﺘﻧﻹﺍ
ﺍ
Dimana ruang tunggu? ayna gurfatul-intiẓār
ﺭﺎﻈﺘﻧﻹﺍ ﺔﻓﺮﻏ ﻦﻳﺃ
ﺏ
Di sana, di pojok. hunāka fī az-zāwiyyah
ﺔﻳﻭﺍﺰﻟﺍ ﻲﻓ ﻙﺎﻨﻫ
ﺍ
b) Hotel
Tabel 2.2
Contoh percakapan bahasa Arab di hotel
Saya ketua rombongan. anā ra’īsul-majmū’ah
ﺲﻴﺋﺭ ﺎﻧﺃ
ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟﺍ
ﺍ
Selamat datang, saya pemilik hotel
ahlān wa sahlān, anā
ṣāḥibul-funduq
ﺎﻧﺃ ،ﻼﻬﺳ ﻭ ﻼﻫﺃ
ﻕﺪﻨﻔﻟﺍ ﺐﺣﺎﺻ
ﺏ
Permisi, dimanakah kamar rombongan kloter 20?
lau samaḥta, ayna
al-gurafu limajmu’ah
ar-rihlati raqmi al-‘isyrīn?
ﻦﻳﺃ ،ﺖﺤﻤﺳﻮﻟ
ﺔﻋﻮﻤﺠﻤﻟ ﻑﺮﻐﻟﺍ
ﻢﻗﺭ ﺔﻠﺣﺮﻟﺍ
؟ﻦﻳﺮﺸﻌﻟﺍ
ﺍ
Di lantai tiga dan empat. fī aṭ-ṭābiqiṡ-ṡāliṡi waṭ
-ṭābiqi ar-rābi’i
ﺚﻟﺎﺜﻟﺍ ﻖﺑ ﺎﻄﻟﺍ ﻲﻓ
Berapa kamar? kam gurfah?
؟ﺔﻓﺮﻏ ﻢﻛ
ﺍ
10 kamar, setiap kamar untuk lima orang.
‘asyru guraf, likulli
gurfatin khamsah
asykhāṣ
ﻞﻜﻟ ،ﻑﺮﻏ ﺮﺸﻋ
ﺔﺴﻤﺧ ﺔﻓﺮﻏ
ﺹﺎﺨﺷﺃ
ﺏ
Apa kamarnya ber AC? hal fī al-gurfati mukayyifu al-hawā’?
ﺔﻓﺮﻐﻟﺍ ﻲﻓ ﻞﻫ
؟ءﺍﻮﻬﻟﺍ ﻒﻴﻜﻣ
ﺍ
Ya. na’am
ﻢﻌﻧ
ﺏ
Mana kunci-kunci kamarnya?
ayna mafātīḥul-guraf?
؟ﻑﺮﻐﻟﺍ ﺢﻴﺗﺎﻔﻣ ﻦﻳﺃ
ﺍ
Ini dia. hażihi hiya
ﻲﻫ ﻩﺬﻫ
ﺏ
Di mana kamar mandi? ayna al-ḥamām?
؟ﻡﺎﻤﺤﻟﺍ ﻦﻳﺃ
ﺍ
Di samping lift. Di setiap lantai ada dua kamar mandi, didalamnya ada air hangat dan dingin.
huwa jāniba al-miṣ’adi.
Fī kulli ṭābiqin
ḥammāmāni, fīhā
mā’un bāridun
.
ﺪﻌﺼﻤﻟﺍ ﺐﻧﺎﺟ ﻮﻫ
ﻖﺑﺎﻁ ﻞﻛ ﻲﻓ
ءﺎﻣ ﺎﻬﻴﻓ ،ﻥﺎﻣﺎﻤﺣ
ﺩﺭﺎﺑ ءﺎﻣ ﻭ ﻦﺧﺎﺳ
ﺏ
Berhadapan dengan kamar mandi.
huwa muqābilal
-ḥammām
ﻡﺎﻤﺤﻟﺍ ﻞﺑﺎﻘﻣ ﻮﻫ
ﺏ
Apakah masjidil haram jauh dari sini?
hal masjidil-ḥaramu
ba’īdun min hunā?
ﻡﺮﺤﻟﺍ ﺪﺠﺴﻣ ﻞﻫ
؟ﺎﻨﻫ ﻦﻣ ﺪﻴﻌﺑ
ﺍ
Ya, akan tetapi tidak terlalu jauh.
Apakah ada jalan yang terdekat ke Masjidil Haram?
Ya, ambil jalan ini dengan lurus, dan di samping jalan beloklah ke kanan.
na’am, khuż hażā aṭ
-Contoh percakapan bahasa Arab di masjid Apakah waktu shalat telah
tiba?
؟ﺓﻼﺼﻟﺍ
Ya, waktu shalat telah tiba. na’am, ḥāna waqtuṣ
-ṣalāh
ﺖﻗﻭ ﻥﺎﺣ ،ﻢﻌﻧ
ﺓﻼﺼﻟﺍ
ﺏ
Apakah anda sudah shalat? hal ṣalayta?
؟ﺖﻴﻠﺻ ﻞﻫ
ﺍ
Belum, saya belum shalat. lā, lam uṣalli
ﻞﺻﺃ ﻢﻟ ،ﻻ
ﺏ
Apakah anda akan shalat berjamaah di masjid?
hal satuṣalli jama’atan
fīl-masjid?
ﺔﻋﺎﻤﺟ ﻲﻠﺼﺘﺳ ﻞﻫ
؟ﺪﺠﺴﻤﻟﺍ ﻲﻓ
ﺍ
Ya, saya akan shalat berjamaah.
na’am, sauṣallī
jama’atan
ﻲﻠﺻﺄﺳ ،ﻢﻌﻧ
ﺔﻋﺎﻤﺟ
ﺏ
Apakah shalat telah dimulai?
hal budiatiṣ-ṣalāh?
؟ﺓﻼﺼﻟﺍ ﺖﺋﺪﺑ ﻞﻫ
ﺍ
Belum, shalat belum dimulai.
lā, lam tubda’ aṣ-ṣalah
ﺓﻼﺼﻟﺍ ﺃﺪﺒﺗ ﻢﻟ ،ﻻ
ﺏ
Apakah anda telah berwudhu?
hal tawaḍḍa’ta?
؟ﺕﺄﺿﻮﺗ ﻞﻫ
ﺍ
Ya, saya telah berwudhu. na’am, tawaḍḍa’tu
ﺕﺄﺿﻮﺗ ،ﻢﻌﻧ
ﺏ
Di manakah tempat wudhu? ainal-maiḍa’?
؟ءﺎﻀﻴﻤﻟﺍ ﻦﻳﺃ
ﺍ
Apakah ada kamar
Contoh percakapan bahasa Arab di pasar Apa yang dapat saya bantu,
bu?
Apakah anda punya deterjen?
Apakah anda ingin yang lain?
Ya, berikan saya sabun dan pasta gigi.
na’am, a’ṭinī ṣābūnun
wa ma’jūnal-asnān
ﻲﻨﻄﻋﺃ ،ﻢﻌﻧ
ﻥﺎﻨﺳﻷﺍ
Apakah anda ingin sikat gigi?
Apakah anda ingin yang lainnya?
Ya, berikan saya garam, sekaleng sarden, dan sekilo gula.
Ya, berikan saya satu kaleng, dan berikan juga sekaleng kecil kopi dan sekaleng sedang teh. Berapa harga seluruhnya?
na’am, a’ṭinī ‘ulbatan
wāḥidatan, a’ṭinī ayḍān
‘ulbatan ṣagīratan
minal-qahwati wa
ulbatan mutawasiṭatan
minasy-syāyi. Bikam al
؟ﻊﻴﻤﺠﻟﺍ ﻢﻜﺑ
.
ﻱﺎﺸﻟﺍ
7 real. sab’ah riyālātin
ﺕﻻﺎﻳﺭ ﺔﻌﺒﺳ
ﺍ
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori Elemen Komunikasi atau unsur-unsur yang membentuk komunikasi yang diasaskan oleh Joseph Dominick. Menurut Joseph Dominick (2002), setiap peristiwa komunikasi akan melibatkan elemen komunikasi, yang meliputi: sumber, enkoding, pesan, dekoding, penerima.
Komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa latin
Communicate dengan kata dasar Communis yang berarti sama maksudnya
adalah bahwa orang yang menyampaikan dan orang yang menerima mempunyai persepsi yang sama tentang apa yang disampaikan. (Djamalul Abidin, 1996:16).
Pengertian komunikasi secara terminologis, adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. (Onong Uchjana Effendy, 1993:4)
Berikut ini adalah elemen-elemen komunikasi menurut Joseph Dominick(2002):
a. Sumber atau pengirim pesan sering pula disebut dengan komunikator. Komunikator bisa jadi adalah individu, kelompok atau bahkan organisasi. Fungsi komunikator ialah pengutaraan pikiran dan perasaannya dalam bentuk pesan untuk membuat komuikan menjadi tahu atau berubah sikap, pendapat, atau perilakunya.
b. Enkoding adalah proses yang tejadi di otak untuk menghasilkan pesan. Enkoding juga dapat diatikan sebagai kegiatan yang dilakukan sumber untuk menerjemahkan pikiran dan ide-idenya ke dalam suatu bentuk yang dapat diterima oleh indra pihak penerima. Enkoding dalm proses komunikasi dapat berlangsung satu kali, namun dapat terjadi beberapa kali.
c. Pesan adalah hasil dari proses enkoding yang dapat dirasakan atau diterima oleh indra. Pesan yang disampaikan manusia dapat berbentuk sederhana, namun bisa memberikan pengaruh yang cukup efektif. Pesan merupakan simbol verbal dan atau non verbal yang mewakili perasaaan, nilai, gagasan, atau maksud sumber.
d. Dekoding adalah kegiatan untuk menerjemahkan atau menafsirkan seperangkat simbol verbal dan atau nonverbal yang ia terima menjadi gagasan yang dapat dipahami.
e. Penerima atau receiver adalah sasaran atau target dari pesan. Penerima juga disebut dengan komunikan. Penerima dapat berupa satu individu, satu kelompok, lembaga, atau bahkan suatu kumpulan besar. Penerima pesan dapat ditentukan oleh sumber, atau juga tidak dapat ditentukan oleh sumber.
Dalam melakukan komunikasi, ada proses komunikasi. Proses komunikasi terbagi menjadi dua, yaitu:
a) Proses komunikasi secara primer, yaitu proses penyampaian pesan pada orang lain dengan memakai lambang (simbol) sebagai media. Contohnya: bahasa, isyarat, gambar, dan warna yang secara langsung dapat “menerjemahkan” pikiran komunikator kepada komunikan. b) Proses komunikasi secara sekunder, yaitu proses penyampaian pesan
Berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain. Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain.
Bahasa dapat dimaknai sebagai suatu sistem tanda, baik lisan maupun tulisan dan merupakan sistem komunikasi antar manusia. Bahasa mencakup komunikasi non verbal dan komunikasi verbal serta dapat dipelajari secara teratur tergantung pada kematangan serta kesempatan belajar yang dimiliki seseorang, demikian juga bahasa merupakan landasan seseorang untuk mempelajari hal-hal lain.
Sifat-sifat komunikasi, antara lain:
a) Verbal, kegiatan komunikasi yang menggunakan lambang bahasa sebagai media komunikasi. Lambang bahasa dibagi menjadi dua, yaitu: bahasa lisan dan bahasa tulisan.
b) Nonverbal, yaitu komunikator menggunakan isyarat badan atau gambar sebagai media komunikasi.
Bentuk-bentuk komunikasi, antara lain:
a. Komunikasi antarpribadi, adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal.
Komunikasi antarpribadi melibatkan sejumlah orang yang relatif kecil, berlangsung dengan jarak fisik yang dekat, bertatap muka, memungkinkan jumlah maksimum daluran indrawi, dam memungkinkan umpan balik segera.
Sebagai komunikasi yang paling dan sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap muka ini membuat manusia lebih akrab dengan sesamanya.
b. Komunikasi kelompok, adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
Komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil. Komunikasi kelompok dengan sendirinya juga melibatkan komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
c. Komunikasi publik, adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang, yang tidak bisa dikenal satu per satu. Komunikasi demikian juga disebut pidato, ceramah, kuliah(umum).
Ciri-ciri komunikasi publik adalah:
1) Terjadi di tempat umum, misalnya di auditorium, kelas, tempat ibadah, atau tempat lainnya yang dihadiri sejumlah orang besar. 2) Merupakan peristiwa sosial yang talah direncanakan alih-alih
peristiwa relatif informal. 3) Terdapat agenda
4) Beberapa orang ditunjuk untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus.
Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan meghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
lebih banyak komunikator daripada kominikasi publik namun lebih sedikit komunikator daripada komunikasi massa.
e. Komunikasi lisan dan tertulis, adalah komunikasi bisa disampaikan melalui alat-alat seperti memo, surat, laporan, catatan, dan surat kabar. Komunikasi tulisan mempunyai manfaat dalam hal penyediaan laporan atau dokumen untuk kepentingan di waktu mendatang.
Penyampaian pesan melalui komunikasi lisan dan tertulis dirasa cukup efisien dengan maksud dan alasan tertentu. Banyak faktor yang menentukan pada saat melancarakan komunikasi, yaitu: perkembangan waktu, biaya, kecepatan preferansi pribadi, keterampilan berkomunikasi individual sumber-sumber daya yang tersedia dan pertimbangan lain menjadi kriteria pengambilan keputusan.
Jamaah haji juga menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa agama dan bahasa perdagangan. Bahasa agama adalah ungkapan serta perilaku keagamaan dari seseorang atau sebuah kelmpok sosial. Para jamaah haji menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa agama disaat mereka melakukan tata cara haji, sholat, dan berdo’a.
Bahasa perdagangan adalah ragam bahasa yang lazim digunakan dalam dunia perdagangan. Jamaah haji juga menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa perdagangan ketika mereka di tanah suci. Ketika jamaah haji berbelanja, maka tidak sedikit dari mereka yang menggunakan bahasa Arab untuk berbicara dengan penjual di sana.
Faktor-faktor yang mempengaruhi untuk mempelajari bahasa: a. Faktor budaya
Bahasa merupakan sarana komunikasi budaya yang penting karena menggambarkan kebudayaan pemakai bahasa tersebut dan membudayakannya melalui penggunaannya. (Kurniawan, 2003)
Budaya adalah pikiran, akal budi, yang didalamnya juga termasuk adat istiadat(KBBI,2005:169). Budaya dapat diartikan sebagai sesuatu yang dihasilkan dari pikiran atau pemikiran. Oleh karena itu, bahasa dan pikiran memiliki hubungan timbal balik yang dapat dipahami bahwa pikiran disini dimaksudkan sebagai sebuah perwujudan kebudayaan.
Dalam interaksi antara penutur dan lawan tutur timbullah beberapa perilaku berdasarkan pemikiran masing-masing sehingga lahirlah kebiasaan atau budaya. Budaya dan kebiasaan akan berbeda tergantung siapa dan dimana bahasa atau pengguna bahasa itu berada.
Orang-orang Arab memiliki pola komunikasi pada umumnya termasuk salah satu tipe komunikasi yang amat ekspresif yang memadukan bahasa verbal dengan non-verbal lainnya guna meyakinkan lawan bicaranya. Meskipun warga di Arab umumnya beragama Islam, ini tidak berarti bahwa cara dan etika mereka dalam berkomunikasi selali santun seperti diajarkan Al-qur’an dan Sunnah. Sebagian dari cara mereka berkomunikasi bersifat kultural semata-mata. Jadi, ini sangat penting untuk dipahami oleh orang-orang yang akan berkunjung ke Mekkah baik untuk menunaikan ibadah umrah maupun haji.
Gaya komunikasi orang Arab, seperti gaya komunikasi orang-orang timur tengah lainnya yang berbicara langsung dan lugas. Umumnya orang Arab suka berbicara berlebihan dan banyak basa-basi.
b. Faktor sosial
Bangsa Arab mempunyai kekuasaan perekonomian dengan melakukan perniagaan dan perdagangan baik lewat daratan maupun perairan. Perdagangan yang bangsa Arab lakukan tidak lepas dari bahasa sebagai alat untuk menyatakan maksud mereka sehingga terjadilah komunikasi antar bangsa.
c. Faktor agama
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang paling sering digunakan. Dengan bahasa kita bisa mempelajari sesuatu. Demikian pula dalam mempelajari agama. Diketahui apa itu agama, seluk beluk agama, aturan agama dan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama dapat kita pelajari dengan menggunakan bahasa. Hubungan antara agama dan bahasa adalah dengan bahasa kita dapat memahami agama, atau agama tidak dapat dipahami tanpa adanya bahasa.
Bahasa Arab merupakan bahasa persatuan umat Islam, sebagai bahasa Al-qur’an telah dapat membuktikan berbagai macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan manusia. Bahasa Arab juga mempunyai kedudukan dan kepentingan untuk mengembangkan dan menyiarkan agama melalui bahasa.
d. Faktor politik
Bahasa merupakan kekuasaan dan sangat berperan dalam mencapai tujuan nasional maupun internasional suatu bangsa (Kurniawan,2003). Dalam perpolitikan, tokoh-tokoh politik mempergunakan dan mendayagunakan bahasa bukan saja untuk menyatakan ide, pendapat, atau pikirannya, tetapi juga menyembunyikan pikirannya yang mengandung kepentingan-kepentingan yang harus dipertahankan.