Bahan
Bahan Baku dan Bahan Tambahan
Seluruh bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk dan menjadi bagian dari komposisi produk (ingredient).
Bahan Penolong
Bahan yang digunakan untuk membantu pembuatan produk, tetapi bahan tersebut tidak menjadi bagian dari komposisi produk (ingredient).
Kriteria 4. Bahan
Bahan tidak boleh berasal dan mengandung bahan dari :
(a) Babi dan turunannya,
(b) Khamr (minuman beralkohol),
(c) Turunan khamr yang diperoleh hanya dengan pemisahan secara fisik,
(d) Darah, (e) Bangkai,
Bahan
(Lanjutan)Bahan tidak dihasilkan dari fasilitas produksi yang juga digunakan untuk membuat produk yang menggunakan babi atau turunannya.
Bahan tidak bercampur dengan bahan haram atau najis.
Bahan
(lanjutan)Bahan hewani harus berasal dari jenis hewan halal. Jenis Hewan yang harus disembelih harus dibuktikan penyembelihan sesuai dengan syariah Islam.
Semua hewan laut adalah halal, baik hidup maupun bangkainya.
Cara pembuktian kehalalan bahan jenis hewan yang harus disembelih :
(a) Sertifikat Halal MUI, atau
(b) Sertifikat dari lembaga yang sertifikat halalnya dapat diterima. atau
Bahan
(Lanjutan)Persyaratan Alkohol/Ethanol
a. Alkohol tidak berasal dari industri khamr (minuman beralkohol), b. Penggunaan alkohol :
Kadar alkohol pada produk akhir tidak terdeteksi.
Kadar alkohol pada produk intermediet (produk yang tidak dikonsumsi langsung) tidak lebih dari 1%.
Flavor dengan ethanol lebih dari 1% (Flavour tidak bisa disertifikasi) dapat digunakan pada produk akhir,
Jika tidak mengandung bahan haram dan diproduksi di produsen yang sudah memiliki sertifikat halal.
Bahan
(Lanjutan)Persyaratan Alkohol/Ethanol (Lanjutan)
c. Hasil samping industri khamr (minuman beralkohol) yang berbentuk cair dan hanya diperoleh secara fisik tidak
boleh digunakan.
d. Hasil samping industri khamr (minuman beralkohol) atau turunannya yang berbentuk padat, misalnya brewer yeast, boleh digunakan setelah dicuci sesuai syar’i (tathhir
Bahan
(Lanjutan)Persyaratan Alkohol/Ethanol (Lanjutan)
Hasil Samping Industri Khamr (Minuman Beralkohol) atau Turunannya (Fusel Oil) :
Dapat digunakan jika bahan/produk telah direaksikan lebih lanjut sehingga menghasilkan senyawa baru.
Reaksi yang dapat dilakukan secara kimiawi atau biotransformasi.
Bahan
(Lanjutan)Persyaratan Produk Mikrobial :
a) Produk tidak menyebabkan infeksi dan intoksikasi pada manusia.
b) Media pertumbuhan, bahan aditif dan bahan penolong tidak mengandung bahan yang berasal dari babi atau turunannya.
c) Untuk produk mikrobial yang diperoleh tanpa pemisahan dari media pertumbuhannya, maka media pertumbuhan harus menggunakan bahan yang suci dan halal.
Bahan
(Lanjutan)Persyaratan Produk Mikrobial (Lanjutan) :
Produk mikrobial yang diperoleh dengan pemisahan dari media pertumbuhan yang menggunakan bahan haram dan najis selain babi dan turunannya
harus dilakukan pencucian sesuai kaidah syar’i (tathhir syar’an).
Produk mikrobial yang menggunakan mikroba rekombinan
Bahan
dan
Catatan Penting
Suatu bahan
tidak selalu
harus dilengkapi dengan
sertifikat halal sebagai
standar persetujuannya
Perusahaan harus menyiapkan
dokumen pendukung yang valid
untuk semua bahan.
Jenis dokumen pendukung :
Sertifikat Halal
Non Sertifikat Halal
Jenis Dokumen Bahan
untuk Sertifikasi Halal
Sertifikat Halal
Fatwa tertulis tentang status kehalalan suatu produk dari MUI atau lembaga sertifikasi halal yang diakui MUI dan masih
berlaku.
Spesifikasi
Informasi produk yang menyatakan deskripsi produk/proses, komposisi, kandungan atau sumber suatu bahan.
Diagram Alur Proses Produksi
Tahapan proses produksi yang menyebutkan seluruh bahan yang digunakan, termasuk bahan tambahan dan bahan
Jenis Dokumen Bahan
(lanjutan)Certificate of Analysis (CoA)
Dokumen ttg kandungan fisika, kimia,dan mikrobial yang dikeluarkan oleh produsen.
Pernyataan fasilitas bebas kandungan babi
Penting untuk beberapa produk import yang dienkapsulasi, minyak sayur, shortening dll.
Dokumen pendukung keterkaitan bahan yang digunakan pada produk
Kuesioner pada bahan yang yang diisi oleh pejabat yang berwenang dari produsen
Sertifikat halal yang valid :
Sertifikat Halal MUI
Sertifikat Halal non MUI
SH sebagai dokumen pendukung
Sertifikasi Halal
•
Website LPPOM MUI:
www.halalmui.org
•
Kategori Sertifikat Halal :
Slaughtering/Penyembelihan
Food Processing/Pengolahan pangan
Flavour
Catatan akhir
LIST OF APPROVED FOREIGN HALAL CERTIFICATION BODIES
1. LPPOM MUI mengakui SH yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Halal yang disetujui untuk produk yang diproduksi di negara dimana lembaga sertifikasi halal tersebut berada.
2. LPPOM MUI masih memungkinkan meminta dokumen pendukung lainnya untuk mengklarifikasi titik kritis produk tertentu, meskipun telah memiliki SH
3. Masa efektif berlakunya persetujuan Lembaga Sertifikasi adalah 2 tahun dan lembaga tersebut dimonitoring/dievaluasi sekali per tahun
4. Ada 46 Lembaga Sertifikasi dari 25 negara yang disetujui oleh LPPOM MUI :
Slaughtering /Penyembelihan (38)
Food Processing/Pengolahan pangan (37)
Flavour (14)
• Bahan yang berasal dari hewan/turunannya
Contoh : daging, gelatin, arang tulang, enzim hewan, dll
• Bahan yang umumnya diproduksi dengan proses/bahan yang kompleks
Contoh : vitamin dan flavor / seasoning / fragrance
• Bahan yang sulit ditelusuri kehalalannya
Contoh : whey dan lactose
• Bahan yang prosesnya menggunakan bahan dari hewan
Contoh : kasein yang dihidrolisa oleh pancreatic enzyme
Bahan yang Harus Dilengkapi
Sertifikat Halal
Contoh Sertifikat Halal Non MUI valid
Nomor Sertifikat Halal
Nama Produk Lokasi perusahaan
CONTOH SH per
shipment
Informasi pada dokumen harus sesuai dengan informasi pada label :
– Negara dimana pabrik berada
– Logo Halal
– Plant number
– Tanggal produksi / Lot number / Tanggal penyembelihan (daging)
Persyaratan logo halal
Catatan khusus Sertifikat Halal per pengapalan (per shipment)
• Bahan dapat digunakan selama informasi pada kemasan bahan (kode produk/lokasi pabrik/logo halal, dll) sesuai dengan informasi pada sertifikat halal.
• Bahan dapat digunakan, namun masih memerlukan surat pernyataan pork/animal free facility dari produsen sebagai dokumen pendukung sertifikat halal tersebut.
Kategori Bahan :
•
Bahan Positive List
Bahan tidak memerlukan dokumen apapun,
cukup up load dokumen kosong di CEROL.
•
Bahan Non Positive List
Bahan harus dilengkapi dengan dokumen.
Dokumen yang diperlukan dapat berupa SH
atau non SH.
SH valid, ada catatan khusus
Daging Impor
harus didukung dokumen/kondisi :
• Sertifikat Halal
• Dokumen lain (dokumen pengapalan,
dokumen kesehatan dll).
• Sertifikat Halal cocok dengan dokumen lain • Dokumen memiliki
lot number
,plant
number
,date of slaughtering
, dll yang sesuai.Informasi yang diperlukan
SPECIFICATION sebagai dokumen pendukung
SPEC belum jelas
a. Sumber enzim dari produsen enzim ,
b. Pernyataan dari produsen
maltodekstrin tentang penggunaan enzim
yang hanya berasal dari produsen tersebut.
Hydrolysis Agent
FPC sebagai dokumen pendukung Sertifikasi Halal
FPC belum jelas
Informasi yang diperlukan a. Agent hidrolisis dan
sumber
b. Pernyataan dari
produsen HVP tentang penggunaan bahan penghidrolisis yang hanya berasal dari produsen tersebut.
Standar Dokumen Bahan Mikrobial
• Sertifikat Halal
untuk penggunaan media yang berasal dari hewan / turunan hewan
• Komposisi lengkap dan sumber media :
o media penyegaran
o pengembangan inokulum,
o media produksi
o bahan penolong dalam media
o Pencucian (purifikasi) produk
Bahan kompleks perlu sertifikat halal
FPC jelas
Bahan dapat digunakan
Bahan Haram
Dan
Jenis Bahan Haram
(dalam sertifikasi Halal)
Dikelompokan menjadi dua :
Babi dan turunannya
Bahan dari babi dan turunannya
sama sekali
tidak boleh
Bahan haram yang bukan babi dan turunannya
masih dapat digunakan dalam produksi halal
Misal : penggunaan darah sebagai media
pertumbuhan pada produksi mikrobial.
Syarat :
Proses pencucian yang memadai (thathir
syar’an)
Bahan
dan
Kategori bahan dalam Persetujuan
Penggunaan Bahan :
Bahan Positive List
Tidak perlu approval sebelum digunakan , baik
untuk produk yang disertifikasi maupun yang lain.
Bahan Non Positive List
Harus dimintakan approval melalui bidang
pengkajian sebelum digunakan sebagai bahan baru
untuk produk yang disertifikasi.
Persetujuan Bahan untuk pengembangan
produk baru :
•
Approval bahan baru melalui audit (bukan
melalui bagian pengkajian).
•
Melalui aplikasi pengembangan di CEROL.
Jika material baru tsb akan digunakan
sharing
facility
maka :
Ada prosedur yang menjamin material tersebut
bebas babi (misalnya : Checklist atau kuesioner
untuk supplier, dll)
Persetujuan Bahan
i. Bahan diproduksi pada masa berlakunya SH ii. Bahan dilengkapi dengan Surat SKPP
(Khusus SH MUI dan bahan diproduksi di luar masa berlaku SH)
Ketentuan khusus Sertifikat Halal
Bahan yang memiliki Sertifikat Halal sudah kadaluarsa:
Bahan Baru
Bahan boleh digunakan jika diproduksi pada masa berlakunya Sertifikat halal.
Bahan yang disertifikasi oleh lembaga sertifikasi halal yang Delisted / Suspend :
Kebijakan Persetujuan Bahan
Ketentuan khusus Sertifikat Halal
Bahan Baru
Bahan tidak boleh digunakan, kecuali jika terdapat dokumen lain yang dapat membuktikan kehalalan bahan.
Bahan Lama / Existing
Boleh digunakan jika diproduksi pada masa berlakunya SH dan tanggal terbit SH sebelum tanggal delisted / suspend.
Flavor yang tidak bisa disertifikasi (karena kandungan ethanol lebih dari 1%) namun diproduksi di produsen yang sudah memiliki Sertifikat Halal dan dapat dibuktikan tidak mengandung bahan haram.
Flavor/seasoning/fragrance dengan formula sederhana dan terdiri dari bahan-bahan yang tidak kritis.
Persetujuan Bahan
Bahan flavor/seasoning/fragrance wajib dilengkapi dengan Sertifikat Halal, kecuali untuk bahan berikut :
a. Dokumen yang menjelaskan rincian bahan, dapat berupa flow process chart (diagram alir proses), spesifikasi teknik, dan pernyataan rincian bahan.
b. Jika dalam dokumen a ditemukan terdapat bahan kritis, maka bahan kritis tersebut harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yang valid serta surat pernyataan dari produsen bahan tentang konsistensi penggunaan bahan kritis tersebut dan jika ada perubahan bahan akan menginformasikan kepada perusahaan pengguna.
c. Seluruh dokumen bahan harus dipastikan selalu
Persyaratan Dokumen Bahan
Persyaratan dokumen bahan yang tidak dilengkapi dengan Sertifikat Halal :
PROSEDUR PERSETUJUAN PENGGUNAAN BAHAN
BARU
Perhatikan Klausul pada :
PROSEDUR PERSETUJUAN
PENGGUNAAN BAHAN BARU
Setiap penggunaan bahan baru harus melalui persetujuan LPPOM MUI
Melalui aplikasi CEROL SS-23000 (inquiry Material Approval)
Perubahan
Bahan
Perubahan
Jenis Bahan
Perubahan
Pabrikan
Note :•Status halal belum tentu sama
•Bentuk jaminan halal dari perusahaan
Produk
Produk merupakan produk yang didaftarkan untuk sertifikasi
Halal, baik berupa produk akhir maupun produk antara
PRODUK
Produk pada Restoran
Semua menu yang disajikan, baik dibuat sendiri oleh perusahaan maupun menu yang dibeli dari pihak lain atau menu konsinyasi (titipan).
Kriteria Produk
(Lanjutan)Nama produk tidak menggunakan nama yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.
Karakteristik / Profil Sensori Produk tidak memiliki
kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram atau yang telah dinyatakan haram
Kriteria Produk
(Lanjutan)Khusus untuk produk retail
Jika suatu merk tertentu didaftarkan, maka semua varian produk dengan merk yang sama juga harus didaftarkan. Jika produk mempunyai formula, maka formula baku
harus dibuat dan didokumentasikan.
Formula baku adalah formula yang menjadi rujukan dalam proses produksi.
Khusus untuk restoran, semua menu harus didaftarkan. Restoran harus membuat aturan khusus yang melarang pengunjungnya menkonsumsi produk dari luar.
PRODUK
(Lanjutan)Jika ada acara ulang tahun di dalam restoran, maka kue tart yang digunakan harus bersertifikat halal. Jika tidak ada
sertifikat halalnya, maka kue tart hanya boleh dipotong dan difoto tetapi tidak boleh dikonsumsi di dalam restoran.
Demikian juga dengan hadiah berupa makanan atau
minuman yang dibagikan kepada peserta acara sebagai hadiah
Penulisan Nama Produk
dan Bentuk Produk
Produk Flavor / Seasoning / Fragrance
Semua nama dagang (fantasy name) harus
didaftarkan untuk disertifikasi walaupun memiliki formula yang sama.
Produk Non Retail yang memiliki banyak Nama/ Kode / Varian Khusus
Produk ditulis rinci untuk semua nama/kode/varian produk.
Produk Intermediet Disertifikasi
Semua registrasi produk akhir hanya mencantumkan produk intermediet sebagai bahan.
Produk Intermediet tidak Disertifikasi
Semua registrasi produk akhir mencantumkan seluruh bahan dari produk intermediet beserta seluruh dokumen pendukungnya.
Kebijakan Penulisan Nama Produk
dan Bentuk Produk
Sertifikasi Produk Intermediet untuk beberapa kelompok
Kebijakan Penulisan Nama
dan Bentuk Produk
Nama Produk Yang Tidak Dapat Disertifikasi :
a. Nama produk yang mengandung nama minuman keras
b. Nama produk yang mengandung nama babi dan anjing serta turunannya
c. Nama produk yang mengandung nama setan
d. Nama produk yang mengarah kepada hal-hal yang menimbulkan kekufuran dan kebatilan
e. Nama produk yang mengandung kata-kata yang berkonotasi erotis, vulgar dan/atau porno
Bentuk Produk Yang Tidak Dapat Disertifikasi :
a. Bentuk hewan babi dan anjing.
Fasilitas Produksi
Fasilitas Produksi adalah :
Semua lini produksi dan peralatan pembantu yang digunakan untuk menghasilkan produk, baik milik sendiri atau menyewa dari pihak lain.
Kriteria Fasilitas Produksi
(Lanjutan)Seluruh nama (jika ada) dan alamat fasilitas produksi harus didaftarkan.
Fasilitas produksi tidak boleh digunakan bergantian
untuk menghasilkan produk yang disertifikasi halal dan produk yang tidak disertifikasi yang mengandung bahan dari babi atau turunannya.
Fasilitas dan peralatan yang pernah digunakan untuk menghasilkan produk yang mengandung babi atau turunannya.
Jika akan digunakan untuk menghasilkan produk yang
disertifikasi harus dicuci tujuh kali dengan air dan salah satunya dengan tanah atau bahan lain yang mempunyai kemampuan menghilangkan rasa, bau dan warna.
Setelah pencucian dilakukan validasi dan fasilitas tersebut hanya boleh digunakan untuk produksi halal atau sebagai sharing facility yang memenuhi syarat.
Fasilitas penyimpanan bahan dan produk, termasuk gudang antara, harus mampu mencegah terjadinya kontaminasi najis.
Prosedur sampling bahan dan produk harus mampu mencegah terjadinya kontaminasi najis.
Fasilitas pencucian peralatan tidak boleh digunakan bersama / bergantian dengan peralatan yang kontak dengan bahan yang berasal dari babi atau turunannya.
Produksi halal hanya dibolehkan di fasilitas produksi yang memenuhi kriteria.
Sharing Facility
(Penggunaan Fasilitas Bersama)Fasilitas digunakan bersamaan untuk menangani
produk yang disertifikasi dengan produk yang tidak
disertifikasi halal.
Syarat :
•
Tidak ada penggunaan bahan babi dan
turunanannya,
•
Aplikasi prosedur pencucian yang memadai
(sesuai syariah).
Pencucian Fasilitas yang tidak
mengandung Babi dan turunannya :
Pencucian dilakukan dengan :
Air
Non Air
Misalnya : dekstrin, maltodekstrin, disikat, dengan lap basah, menggunakan minyak, dll.
Fasilitas yang HARUS
pork free :
(harus dedicated/memenuhi criteria sharing)