90
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian yang dilakukan dalam penyusunan tesis ini difokuskan pada analisis keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk jasa pergudangan pada PT Universal Broker Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi kasus. Penelitian yang dilakukan lebih bersifat pengumpulan data historik yang berobyek tunggal (kausa tunggal) yaitu perusahaan, dalam hal ini adalah PT Universal Broker Indonesia.
Metode penelitian yang dilakukan lebih bersifat pengumpulan data historik yang berobyek tunggal (kausa tunggal) yaitu perusahaan, dalam hal ini adalah PT Universal Broker Indonesia Sampel pada penelitian ini merupakan homogen.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dan dikaji adalah data primer dan sekunder. Dalam pengumpulan data primer, dilakukan cara survey langsung ke perusahaan dan melakukan wawancara dengan manajerial level, supervisor, dan karyawan pada perusahaan sasaran, serta sekaligus melakukan observasi mengenai pelaksanaan/kegiatan operasi perusahaan. Penelitian dilakukan di perusahaan
Universal Broker Indonesia, Menara BCA Lantai 49 Jakarta Selatan, pada bulan Agustus 2009 sampai dengan bulan Oktober 2009.
Disamping data primer yang dikumpulkan untuk menjadi bahan kajian, juga dilakukan pengumpulan data sekunder yang berkaitan dan berhubungan dengan masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Data sekunder tersebut meliputi informasi mengenai perkembangan industri jasa khususnya jasa pialang saham di Indonesia dari Bursa Efek Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Departemen Keuangan Republik Indonesia, konsep/landasan teori yang diperoleh dari berbagai literatur yang berkaitan dengan strategi pemasaran/bisnis, perkembangan konsep strategi pemasaran/bisnis dari berbagai jurnal ilmiah, annual report dan company profile perusahaan, media massa serta hasil-hasil kajian pada even seminar/simposium.
3.3 Metode Analisis Data
Secara etimologi, sebuah analisis harus memiliki dua faktor penentu yaitu pertama, harus dimilikinya konstanta atau hal yang konstan sebagai dasar (base) bagi pengukuran data dan informasi yang akan di analisis. Kedua, tersedianya perkembangan atau perubahan data guna pengkajian dalam analisis. Kedua faktor penentu tersebut akan meniscaya bagi validitas sebuah analisis. 3.3.1 Variabel dan Pengukurannya
Seluruh data dan informasi yang diperoleh dapat dijadikan alat analisis untuk mengukur keunggulan bersaing dengan pendekatan kualitatif dan
pendekatan kuantitatif. Analisis rantai nilai (value chain analysis) merupakan pengukuran dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan, analisis rasio radar merupakan pengukuran dengan pendekatan kuantitatif.
Diferensiasi tidak dapat dipahami hanya dengan memandang perusahaan bersangkutan secara keseluruhan, melainkan melalui sejumlah kegiatan spesifik yang dilakukan perusahaan dan pengaruh kegiatan tersebut terhadap pembeli. Diferensiasi tumbuh dari rantai nilai perusahaan dan kinerja yang diciptakannya. Setiap aktivitas rantai nilai merupakan potensial bagi keunikan. Telah mengenai rantai nilai perusahaan untuk melihat nilai dan kinerja yang diciptakan dari setiap aktivitas (mata rantai) primer dan aktivitas pendukung sampai menciptakan margin.
Kinerja yang dihasilkan dalam aktivitas rantai nilai terepresentatif dalam marjin yang dihasilkan dan potensi pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang.
Variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini diuraikan dalam dua pendekatan, yaitu kualitatif dan kuantitatif.
a. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis rantai nilai (value
chain analysis).
Dari lima faktor utama dan empat faktor pendukung dalam rantai nilai, dapat diketahui bahwa perusahaan memiliki diferensiasi sebagai kekuatan atau keunggulan dalam bersaing yang berkelanjutan.
Pada aktivitas primer, perusahaan membangun diferensiasi pada setiap tahap operasi, yaitu :
1) Sistem informasi pemesanan, transportasi dan jaminan sebagai nilai yang diciptakan atas kegiatan logistik ke dalam (inbound logistic). 2) Heterogenitas produk perusahaan sebagai nilai yang diciptakan atas
kegiatan proses.
3) Lokasi yang tersebar secara geografik dan strategis sebagai nilai yang diciptakan atas kegiatan pemasaran dan penjualan.
4) Sistem informasi manajemen pergudangan sebagai nilai yang diciptakan atas kegiatan logistik keluar (outbound logistic).
5) Jaminan, pemeliharaan dan perawatan sebagai nilai yang diciptakan atas kegiatan layanan kepada konsumen.
Pada aktivitas pendukung, perusahaan membangun diferensiasi pada setiap tahap pendukung, yaitu :
1) Menciptakan spesialisasi dengan adanya produk jasa yang heterogen melalui program pelatihan dan pendidikan, kompensasi dan insentif, dan program pewujud motivasi sebagai nilai yang diciptakan atas kegiatan manajemen sumberdaya manusia.
2) Teknologi sebagai sarana pendukung aktivitas dengan orientasi pada kecepatan, ketepatan dan peningkatan kinerja.
b. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metoda analisis rasio radar.
Indikasi pengukuran berdasarkan data data atau kinerja komparatif hasil analisis. Indikator analisis dari penelitian ini lebih ditekankan pada pengukuran berdasarkan standar historik.
Dalam penelitian ini, penentuan konstanta diperoleh dari tiga pendekatan yaitu pertama, penilaian trend dari kinerja yang telah dihasilkan selama periode yang diteliti bulan Januari sampai-dengan Mei 2009. Kedua, menstandarisasikan kinerja yang telah dihasilkan pada bulan ke-1 sampai-dengan bulan ke-4 guna penilaian kinerja bulan terakhir. Ketiga, membuat rata-rata kinerja dari periode yang diteliti guna dijadikan standar untuk menilai kinerja setiap bulan pada periode yang diteliti.
Sedangkan perkembangan atau perubahan data dalam penelitian ini diperoleh dari perusahaan, dalam hal ini sebagai obyek penelitian. 1) Pengukuran Produktivitas
Produktivitas tenaga kerja memiliki pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu. Produktivitas sumberdaya manusia, dapat dihitung dengan menggunakan rasio sebagai berikut :
a) Penjualan bersih per-karyawan (sales per employee)
S a l e s 100
= x
Total employee JHK*
*) JHK = jumlah hari kerja per-karyawan + jam hari kerja per-karyawan
Rasio ini digunakan untuk mengukur rata-rata penjualan jasa perusahaan yang dihasilkan oleh setiap karyawan perusahaan tersebut, dengan menggunakan variabel penjualan dan jumlah karyawan. Karyawan perusahaan mencakup karyawan operasi dan administrasi. Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya produktivitas karyawan semakin meningkat (karyawan semakin produktif). Diasumsikan Sales
per Employee per tahun x adalah SpEx. Apabila :
SpEx=5
>
SpEx=4>
SpEx=3>
SpEx=2>
SpEx=1>
SpEx=0 , maka Pr (produktifitas) meningkat.
b) Nilai tambah bersih per karyawan (net added value per
employee)
Biaya Karyawan + Laba Operasi
NTB per Karyawan = X (100/JHK)
Rasio ini digunakan untuk mengukur rata-rata nilai yang diciptakan oleh setiap karyawan, dengan menggunakan variabel biaya karyawan, laba operasi dan jumlah jenjang gaji tertinggi dan terendah karyawan. Karyawan perusahaan mencakup karyawan operasi dan administrasi. Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya produktifitas karyawan semakin meningkat (karyawan semakin produktif). Diasumsikan net added value per employee per tahun x adalah NTBx. Apabila :
NTBx=5
>
NTBx=4>
NTBx=3>
NTBx=2>
NTBx=1>
NTBx=0 , maka Pr (produktifitas) meningkat. c) Rasio distribusi upah/gaji (wages distribution ratio)Gaji tertinggi - Gaji terendah
Rasio distribusi upah/gaji =
Jumlah Jenjang gaji
Rasio ini digunakan untuk mengukur distribusi upah/gaji karyawan, dengan menggunakan variabel upah/gaji tertinggi, upah/gaji terendah dan jumlah jenjang karyawan. Karyawan
perusahaan mencakup karyawan operasi dan administrasi. Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya produktifitas karyawan semakin meningkat. Diasumsikan wages distribution ratio per tahun x adalah WDRx. Apabila:
WDRx=5 >WDRx=4 >WDRx=3 >WDRx=2 >WDRx=1 > WDRx=0 , maka Pr (produktifitas) meningkat.
2) Pengukuran Profitabilitas
a) Tingkat pengembalian modal investasi (return on invesment) ROI = Laba Bersih / Total Aktiva
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya profitabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan return on invesment per tahun x adalah ROIx. Apabila :
ROIx=5
>
ROIx=4>
ROIx=3>
ROIx=2>
ROIx=1>
ROIx=0, maka Pf (profitabilitas) meningkat.b) Rasio marjin operasi (operating margin ratio)
Laba Operasi Marjin Operasi =
Penjualan
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya profitabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan operating margin ratio per tahun x adalah OMRx. Apabila :
OMRx=5
>
OMRx=4>
OMRx=3>
OMRx=2>
OMRx=1>
OMRx=0, maka Pf (profitabilitas) meningkat. c) Rasio marjin usaha (net profit margin)Laba Bersih
Net profit margin =
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya profitabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan net profit margin per tahun x adalah NPMx. Apabila :
NPMx=5
>
NPMx=4>
NPMx=3>
NPMx=2>
NPMx=1>
NPMx=0, maka Pf (profitabilitas) meningkat.d) Rasio penjualan bersih terhadap biaya-biaya penjualan (sales to
sales administration and selling expenses)
Penjualan Sales to selling expenses =
Biaya Penjualan
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari tahun ke tahun (minimal 5 tahun) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya profitabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan sales to sales administration and
SSEx=5
>
SSEx=4>
SSEx=3>
SSEx=2>
SSEx=1>
SSEx=0, maka Pf (profitabilitas) meningkat. 3) Pengukuran Stabilitasa) Pinjaman terhadap modal sendiri (long-term debt to equity)
Pinjaman Jangka Panjang Rasio pinjaman terhadap modal =
Modal Sendiri
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya stabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan debt to equity per tahun x adalah DtEx. Apabila :
DtEx =5
>
DtEx =4>
DtEx =3>
DtEx =2>
DtEx =1>
DtEx =0, maka St (stabilitas) meningkat.
b) Rasio lancar (current ratio)
Aktiva Lancar Rasio Lancar =
Pasiva Lancar
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari bulan ke bulan (minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang
semakin besar, artinya stabilitas perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan current ratio per tahun x adalah CRx. Apabila :
CRx =5
>
CRx =4>
CRx =3>
CRx =2>
CRx =1>
DtEx =0, maka St (stabilitas) meningkat.4) Pengukuran Potensi Pertumbuhan
a) Pertumbuhan penjualan bersih (sales growth)
Penjualan (n)
Pertumbuhan Penjualan = - 1
Penjualan (n- 1)
Rumus rasio pertumbuhan penjualan bersih (sales growth ratio) diatas dikembangkan oleh peneliti guna memudahkan pengertian dan nalaran analisis yaitu sebagai berikut :
Sn – S (n-1)
Sales Growth = x 100%
S (n-1)
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari dari bulan ke bulan(minimal 5 bulan) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya potensi pertumbuhan/perkembangan
perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan sales growth per tahun x adalah SGx. Apabila :
SGx =5
>
SGx =4>
SGx =3>
SGx =2>
SGx =1>
SGx =0, maka PP (potensi pertumbuhan) meningkat. b) Tingkat kenaikan laba bersih (net profit increaseratio)
Modal Sendiri
Tingkat kenaikan laba bersih =
Laba Bersih
Perhitungan rasio ini dibandingkan dari tahun ke tahun (minimal 5 tahun) perkembangannya. Apabila hasil perhitungan rasio ini menunjukkan trend perkembangan yang semakin besar, artinya potensi pertumbuhan/perkembangan perusahaan semakin meningkat. Diasumsikan net profit
increase ratio per tahun x adalah NPIx. Apabila :
NPIx=5
>
NPIx=4>
NPIx=3>
NPIx=2>
NPIx=1
>
NPIx=0, maka PP (potensi pertumbuhan) meningkat.
3.3.2 Analisis Data
Analisis terhadap data primer, data sekunder, dan acuan teori diaplikasikan terutama untuk menganalisis tingkat keberhasilan perusahaan mengimplementasikan strategi diferensiasi (salah satu generic strategy) dalam meraih keunggulan bersaing
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data terdiri dari beberapa tahap yang diuraikan sebagai berikut: pertama, penggunaan analisis rantai nilai untuk mengetahui besarnya pengaruh aktivitas-aktivitas utama perusahaan dan aktivitas-aktivitas pendukung terhadap nilai yang diciptakannya yang “unik” bagi konsumen sebagai bentuk keunggulan perusahaan dibandingkan pesaingnya.
Kedua, menganalisis data dengan menggunakan analisis rasio radar
yang terdiri dari empat kelompok rasio yaitu rasio profitabilitas, rasio produktivitas, rasio stabilitas, dan rasio potensi pertumbuhan. Analisis rasio radar merupakan pengukuran kuantitatif dari strategi diferensiasi. Kinerja yang diciptakan dari aktivitas-aktivitas aktual perusahaan terepresentatif dalam analisis rasio radar. Hasil rumusan analisis rasio radar dikomparasikan (cross) dengan hasil rumusan analisis rantai nilai untuk mengetahui kinerja dan potensi perusahaan secara komprehensif.
Ketiga, Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan perusahaan dalam
pergudangan. Kelemahan-kelemahan yang teridentifikasi guna pemberian alternatif pemecahan bagi perusahaan didalam mengimplementasikan potensi keunggulan bersaing melalui diferensiasi.