PROSIDINGTEKNOLOGIPANGAN ISBN :978-979-19061-0-4
ISBN:
978-979-19061-0-4
PROSIDING
SEMINARNASIONAL
2008PENGEMBANGAN
PRODUK
BERBASIS
SUMBER
PANGAN
LOKAL
UNTUK
MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN
YOGYAKARTA, 18 DESEMBER 2008KELOMPOK
:
TEKNOLOGI
PANGAN
Penyunting : WisnuAdi Yulianto Umar Santosa AstutiSetyowati SriLuwihana,D Penyuntingpelaksana: Siti Tamaroh
Ch. LitisSuryani SriHardjanti Agus Slamet Dm Wara Prastuti AgungWazyka Bayu Kanetro
Diselenggarakan
olehProgram Studi Teknologi Hasil Pertanian
FakultasAgroindustri
Universitas Mercu
BuanaYogyakarta
dalamRangka Pelaksanaan
Program Hibah Kompetisi A-2
Tahun2008
SeminarNasional Pengembangan Agroindustri Yogyakarta, 18Desember2008
OPTIMASIAKTIVITAS LIPASE INDEGENOUS
EKSTRAK KECAMBAHBIJIADAS (Foeniculum vulgareMill)
UNTUK PRODUKSI ESTERMETILASAM LEMAK
Oleh:
Lutfi
Suhendra*',
ID.G.MayunPermana**',
SriMulyani*'
dan A.AMadeDewiAnggreni*'
JurusanTeknologi IndustriPertanian,FakultasTeknologi PertanianUNUD
)
JurusanTeknologiHasil Pertanian, FakultasTeknologi Pertanian UNUD ABSTRACT
Target of researchisobtaining the optimation reactthe activity of lipase
indigenousfromextractofsproutof fennel seed(Foeniculum VulgareMill).This
Researchcoverthe germinationof fennel seed(Foeniculum Vulgare Mill),result ofsproutof fennel seed done by extractionandcentrifugationgetthesupernatant
ofis so-called by lipase isharshofextract ofsprout of fennel seed(Foeniculum Vulgare Mill). Analyses the antecedentcoversthewater content,proteincontent, content ofdissolve protein and fat from dry seed, seed germinate and obtained
raw lipase. Lipase extract of sprout fennel seed done by optimation condition
reactby using method ofresponsesurface methodology(RSM)andby the central composite design (CCD).Condition Parameter react to cover four factor that is time reacted the (XI), temperature react the (X2), pH react the (X3) And
concentration lipase (X4). Analyses at this research cover the activity of esterification.
Result of optimationreactthe activity and produce thelipase ofextractof
sproutof fennel seedusethe D-optimallyobtained.Activity of esterificationhave
maximum 0,64362 U/ml reachedattime react2 hour,temperature 31,43
°C,
pH 4,5 and concentration lipase 0,5%; production of lipase esterification have maximum6,32 U/g(drybasis the seed) reachedattimereact2 hour,temperature29,50C,pH 4,5andconcentrationlipase0,5%;
Keyword: Foeniculum Vulgare Mill, Hydrolysis, alcoholysis, esterification and
responsesurfacemethodology PENDAHULUAN
Lipase,ester asil triasilgliserol hidrolisis (EC 3.1.1.3) merupakanproses enzim sebagai katalis intrinsik hinggapemecahankatalisikatanesterkarboksil
PROSIDINGTEKNOLOGIPANGAN ISBN:978-979-19061-0-4
dan mikroba) (Paiva dkk., 2000). Asam lemak dan gliserol digunakan sebagai pembentuk glukosa dan digunakan sebagai bahan bakar pada poses repirasi
(soetopo, 2002). Pada saat yang sama biji juga memerlukan energi karbon skeleton yang sangat penting untuk pertumbuhan embrio dengan mensintesa lemak. Lipase mengatur kecepatan pemecahan lemak (hidrolisis) dan sintesa
lemak(esterifikasi)pada tahap perkecambahandanpertumbuhan embrio (Huang
dkk., 1988). Suhendra, dkk.(2007)melakukanscreeningterhadapaktivitas lipase dari beberapa biji-bijian diperoleh lipase dari ekstrak kecambah biji adas
(Foeniculum vulgare Mill) mempunyai aktivitas alkoholisis dan esterifikasi tertinggi.
Penggunaan lipase sebagai katalis reaksi biotransformasi komersial meningkat antara lain untuk produksi lemak pada makanan bayi dengan kandungansn-2palmitatyangtinggi, danisopropyl mirisat yaitu minyak pelumas
yang dapatdirombak alam/biodegradable (Quinlan dan Moore,2001; Rozendaal dan Macrae,1977).
EMALmempunyai peranan yang besar dalam industri oleokimia. EMAL
menggantikan asam lemak sebagai bahan dasar oleokimia. EMAL mempunyai potensial sebagai substitusi minyak dieselyang terbakarhabistanpamenghasilkan emisi sulfur dioksida. Meskipunpanaspembakarancukup rendah, tidak ada mesin tambahanyangdiperlukan dantanpakehilangan efisiensi(Hui, 1996).
EMAL mempunyai tiga sifat sangat menguntungkan dalam pembuatan
skala besar, yaitu mudah difrakasinasi, lebih stabil dan tidak korosif. Secara umumEMALsangatmudah difraksinasi karena titik didihnya rendah,rata-rata30
°C
dibandingkan denganasamlemaknya pada tekanan 10mmHg (Farris,1979). Kondisiinisangat aman untukdilakukan karena energi yangdikonsumsi rendah dandekomposisiestermetildapat dihindari.Response
Surface
Methodology (RSM) merupakan kumpulan teknik matematik dan statistik yang digunakan untuk modeling dan analisis permasalahan padarespon yangdipengaruhi oleh beberapa variabel dan bertujuan memperoleh optimasi respon (Montgomery,2001). Kecocokan model orde duaSeminar Nasionai PengembanganAgroindustri Yogyakarta,18 Desember2008 TP197
Central Composite Design (CCD) banyak digunakan. Secara umum, CCD mempunyai faktorial
2k
dengan banyakdata(nf),sumbu(2k),danpusat(ric).CCDsangat efisien untuk kecocokan model orde dua. Duaparameter dalam spesifik design adalah jarak sumbua yangdijalankandaripusat designdan jumlah titik
pusat
n«
(Montgomery,2001).Tujuan penelitian ini untuk memperoleh optimasi aktivitas lipase dari ekstrak kecambahasamlemak bijiadas(FoeniculumvulgareMill)untukproduksi
estermetilasamlemak(EMAL)secaraenzimatis menggunakandengan Response
Surface
Methodology (RSM). RSM menggunakan kecocokan model CCD. Kondisi optimasi menggunakan D-optimaly.METODA PENELITIAN
Bahan danAiat
Biji adas (Foeniculum vulgare Mill) diperoleh di pasar tradisional
Denpasar, Bali. Bahan kimia yang digunakan diperoleh dari agen-agen bahan
kimia di Denpasar yang semuanya "analytical grade". Bahan kimia standar
dengan kemurnian sangat tinggi yang digunakan dalam penelitian yang tidak
tersedia di pasaran dalam negeri, akan dipesan dari SigmaCo., St. Louis,MO, USA.Alatyangdigunakan dalampenelitian ini adalah Waring blender(National),
pH meter (TOA HM 605),magnetic stirrer, sentrifiige, waterbath, vortex, kain katuntipis,neracaanalitik(Sartorius),spektrofotometerdan nampan.
JalanPenelitian
Perkecambahanbiji dilakukan dengan metode Abigor dkk.(2002) yang telahdimodifikasi. Biji direndam dalam larutan dengan variasi pH danwaktu 12 jam, dilanjutkan dengan perendamandalamlarutan fungisida(1ml/1airdestilasi) selama 10menit. Bijidihamparkan diatas lembaran kertas dalamnampan yang
PROSIDING TEKNOLOGIPANGAN ISBN:978-979-19061-0-4
berisi pasir steril pada suhu kamar (30 °C). Lamawaktu perkecambahan8 hari, haripertamaperkecambahan dianggap sebagai haripertamaperkecambahan.
Preparasi enzim lipase ekstrak kecambah biji adas (Foeniculum vulgare Mill) D dengan metode Lin, dkk. (1983), dalam Abigor, dkk., (2002),
enzim diisolasipadasuhu 4
°C
untuksemuapercobaanyangdilakukan. Bijihasilperkecambahanyangberkecambah digunakan untukpreparasi enzim. Biji dicuci dengan air destilatdandihomogenisasiselama 10menit dalam 0,2Msitrat buffer
yang terdiri dari 0,6 Msukrosa, 1 mM EDTA 10 mM KC1dan 1mM MgCL
Derajat keasaman (pH) diatur sesuai dengan perlakuan (CCD) dengan menggunakan KOH/HCL. Homogenat dilakukan sentrifugasi selama 30 menit pada 5500 rpm, hasil lapisan lemak, lapisan supernatan dan pellet. Lapisan
supernatan yang digunakan untuk pengujian produksi ester metal asam.
Supernatan dimasukkan dalam botol dan disimpan pada suhu -15
°C
dan di keluarkan padasaatdilakukan pengujian.EsterifikasiMetilAsamLemakLipaseenzimlipaseekstrak kecambah
biji adas (.Foeniculum vulgare Mill) Termodifikasi (Watanabe dkk., 2003),
konsentrasi lipase kasar sesuai dengan perlakuan CCD ditambah dengan 6 pmol/mlasamoleat, divortexdengankecepatan bertahap dari 125rpmhingga450 rpm selama 10 menit. Metanol 6 pmol/ml dimasukkan ke dalam campuran
secepatnyadan diinkubasi pada suhusesuai denganperlakuan CCDdengan lama
waktuinkubasisesuaidenganperlakuanCCD.
Penentuan asam oleat menggunakan metode Marsena, dkk. (1999)
selesai inkubasi segera dimasukkan ke dalam es untuk beberapa saat. Sampel diambil 300 pLdanditambahkan 2,7mL isooktan dan 0,6 mLCuasetatpiridin pH 6, gojok larutan tersebut selama 90 detik dengan tangan. Setelah itu disentrifugasi larutan tersebut dengan kecepatan 2000 rpm selama 5 menit, kemudian ditera absorbansinya pada panjang gelombang715 nm.
Unit(U)adalah jumlahasamlemak yangdibebaskan(pmol ) permenit
Seminar Nasional PengembanganAgroindustri Yogyakarta, 18 Desember 2008 TP199
Analisa protein terlarut denganmetodeLowry-Folin,kadar protein dengan
metode Mikro Kjeldahl (Sudarmadji dkk., 1984) dan Kadar air dengan cara
pemanasan(Sudarmadjidkk.,1984) Rancangan Percobaan
Optimasi aktivitas lipase kecambah biji terpilih dengan menggunakan metode response
surface
methodology (RSM) dengankecocokan model centralcomposite design (CCD). Parameter kondisi reaksi meliputi waktu reaksi (Xi),
suhu reaksi (X2),pH reaksi(X3) dan konsentrasi lipase(X4) (Tabel 1).Analisa
pada penelitian ini meliputi aktivitas esterifikasi, kadar air, Ntotal dan protein terlarut.
Tabel 1.Response
surface
methodology(RSM)dengan kecocokan model central_
compositedesaign (CCD)padakondisiperkecambahanbiji_
Perlakuan Satuan
-
;---:--a -1 0 1 a
Waktureaksi(Xi) Jam/m 2 7 1 1 2
enit 2 * 7 3 Suhureaksi(X2)
°C
20 3 4 5 6 5 5 5 5 pH(X3)-
4,5 6 7, 5 9 1 0,5 Konsentrasi % 0,5 4 7, 1 1 substrat 5 1 4,5 Rancangan percobaan menggunakan kecocokan model CCD dengan 4faktor, masing-masing faktor terdiri dari6level, dan7 titikpusat(Montgomery, 2001). Percobaan dilakukan dengan dua kali ulangan. Tabel 1 menunjukkan rancangan percobaan penelitian dengan pengkodean dan tanpa pengkodean menggunakan kecocokan model CCD.
PersamaanRSMmenggunakanordedua yaitu
Y-Po+
J>|X,+
|>aX,2
+22>8ijXiXj+
si=1 M i<j
DimanaYadalahrespon (aktivitasesterifikasi lipase).
Po
adalahkonstanta.Pi,Pii,
Pyadalah koefesien dari variabel bebas(X).PROSIDINGTEKNOLOGIPANGAN ISBN:978-979-19061-0-4
HASIL DANPEMBAHASAN
Aktivitas EsteriflkasiLipaseEkstrakKecambahBijiAdas
Aktivitas esteriflkasi lipase dari ekstrak kecambah bijiadasmenunjukkan
bentuk saddle(Gambar 1),hal ini menunjukkan bahwa aktivitas alkoholisiekstrak kecambah biji adas tidak mempunyai maksimum atau minimum. Persamaan
aktivitas esteriflkasi lipase dari ekstrak kecambahbijiadas berdasarkan analisis
statistik adalahsebagaiberikut:
Y = 0,745131
-
0,042472 X, + 0,001601X2
+
0,000686X3
-
0,077922X4
+0,000888X!2
-
0,000008X22
+0,000246X32
+0,001831X42
-
0,000034XiX2
-0,000153 X,X3+
0,001603 X,X4-
0,000241X2X3
+
0,000138X2X4
+
0,000950X3X4 (1)
SurfacePlots of AktivitasAlkoholisis(U/ml)
Hold Values Waktu 12 Suhu 45 pH 7,5 Konsentrasi 7,5
Gambar 1.Surface aktivitas esteriflkasi lipase ekstrak kecambah biji adaspada
variasi waktu, suhu, pH dan konsentrasilipaseuntuk produksiester
asamlemak
Hasil analisa sidik ragam menunjukkan Persamaan 1 merupakan
persamaan orde dua. Konsentrasilipase linier(-0,077922)mempunyaipengaruh
SeminarNasionalPengembangan Agroindustri Yogyakarta, 18Desember2008
terbesar, diikutiwaktu reaksi linier (-0,042472). Hal ini menunjukkan aktivitas esterifikasi ekstrak kecambah biji adas lebih banyak dipengaruhi oleh adanya
konsentrasi lipase dan waktu reaksi. Pengaruh konsentrasi lipase yang
berpengaruh negatif secara linier ini kemungkinan disebabkan pada proses
esterifikasi antara methanoldanasam oleat tidak memerlukan air untuk reaksi, lipasekasar yang digunakan lebih sedikit akanmengurangiair yang ada dalam
reaksi. Waktu reaksi yang berpengaruh negatif secara linier ini, kemungkinan disebabkanmethanol yangdigunakan menyebabkanlipase tidak aktif,sehingga semakin lama waktu reaksi menyebabkan lipase kontak dengan methanol
semakinlama. Optimal n Hl D Cur 0.90885 Lc Waktu 22,0 [2,0] 2,0 Suhu 65,0 [31,4267] 25,0 PH 10,50 [4,50] 4,50 Konsentr 14.50 [0,50] 0,50 Akiivita Targ: 0,6480 y=0,6436 d=0,90885
V
! «Gambar 2. D-optimali aktivitas esterifikasi lipase ekstrak kecambah biji adas
pada variasi waktu, suhu,pH dan konsentrasilipase untuk produksi
esterasamlemak
Gambar 2 menunjukkan pengujian menggunakan D-optimal, aktivitas esterifikasi lipase ekstrak kecambah biji adas mempunyai maksimum 0,64362 U/ml/menityangdicapai pada lamawaktu reaksi2jam, suhu31,43
°C,
pH 4,5 dankonsentrasi0,5%.Pada beberapa penelitian yang dilaporkan biji mempunyai pH yang
PROSIDINGTEKNOLOGIPANGAN ISBN:978-979-19061-0-4
Benth (Enujiugha dkk., 2004); biji Umbellularia
California
(Hass dkk., 2001);mempunyai optimum aktivitas hidrolisis pada pH8,5. Kecambahbiji Jatropha
curcas L mempunyai optimum aktivitas hidrolisis pada pH 7,5 (Abigor dkk.,
2002). Kecambah biji Avena
fatua
mempunyai optimum aktivitas esterifikasi pada pH 9 (Mohamed dkk., 2000). Pada biji castor mempunyai optimumesterifikasi pada pH4 (Tuter, 1998).Aktivitas spesifik hidrolisis kecambah biji wijen pada kondisi perkecambahan optimum pH 3,3 (Suhendra,2005).
Aktivitas spesifik hidrolisis ini tidak berbeda dengan ekstrak biji dorman kacang
African
yaitu suhu optimum aktivitas lipase padakacangAfrican
adalah30
°C.
Lipolisis substansial masih ada pada suhu 80°C,
mengindikasikan thermostabilitasnya cukup tinggi (Enujiaugha dkk.,2004).Kondisi optimal reaksi enzimatis lipase terimmobilisasi Candida antartica diperoleh pada konsentrsi substrat 0,04 M,konsentrasi enzim 7% dan suhu 34°C
selama 96jam. Hasil esterifikasiyangdi peroleh pada kondisi ini sebesar 72,9%(Nogales dkk.,2005).Maksimal aktivitas lipase ekstrak kecambah California-laurel (Umbellulari
californica
)teijadi pada pH 8,5. Aktivitas lipase ini stabil hingga kisaran pH6-9dantidakstabil pada suhu >40
°C
(Haasdkk.,2001).Produksi Lipase Esterifikasi BijiAdas
Produksi lipase esterifikasi bijiadasmenunjukkanbentuk saddle(Gambar 3), hal ini menunjukkan bahwa produksi lipase esterifikasi biji adas tidak
mempunyai maksimum atau minimum. Persamaan produksi lipase esterifikasi biji adas berdasarkan analisis statistik adalah sebagai berikut:
Y=7,31376 -0,41691
Xi +
0,01578X2
+
0,00688X3
-
0,76504X4 +
0,00872Xj2
-
0,00008X22
+
0,00241X32
+0,01798X42
-
0,00033XiX2
-
0,00152XiX3
+
0,01574X1X4
-
0,00236X2X3
+
0,00136 X2X,+
0,00933X3X4
(2)
Seminar Nasional PengembanganAgroindustri Yogyakarta, 18 Desember 2008 TP203
Surface Plotsof Produksi LipaseAlkoholisis(U/g) HoldValues Waktu >2 Suhu 45 PH 7,5 Konsentrasi 7,5
Gambar 3. Surface produksi esterifikasi lipase ekstrak kecambahbiji adas pada variasi waktu, suhu, pHdankonsentrasi lipase untuk produksiester
asamlemak
Hasil analisa sidik ragam menunjukkan Persamaan 2 merupakan
persamaan orde dua. Konsentrasi lipase kuadratik (-0,76504) mempunyai
pengaruh terbesar, diikuti dan waktu reaksi linier (- 0,41691). Hal ini menunjukkan produksi lipase esterifikasi biji adas lebih banyak dipengaruhi oleh adanyakonsentrasilipase dan waktu reaksi.
Gambar 4. Menunjukkan pengujian menggunakan D-optimal, produksi lipase esterifikasi ekstrak kecambah bijiadas mempunyai maksimum6,32 U/g
(beratkering biji)yangdicapai pada lama waktu reaksi 2 jam, suhu 29,5
°C,
pH 4,5 dan konsentrasi0,5%.PROSIDINGTEKNOLOGI PANGAN ISBN:978-979-19061-0-4 Waktu 22,0 [2.0] 2.0 Suhu 65,0 [29.5255] 25,0 PH 10,50 [4,50] 4.50 14,50 [0,50] 0.50
.
Gambar 4. D-optmaly produksi esterifikasi lipase ekstrak kecambah biji adas pada variasi waktu, suhu, pHdankonsentrasi lipaseuntuk produksiesterasamlemak
KESIMPIJLAN
1. Pengujian menggunakan D-optimal, aktivitas esterifikasi lipase ekstrak kecambah biji adas mempunyai maksimum 0,64362 U/ml/menityangdicapai padalama waktu reaksi 2 jam, suhu 31,43
°C,
pH4,5 dan konsentrasi lipase0,5%.
2. Pengujian menggunakan D-optimal, produksi lipase esterifikasi ekstrak kecambah biji adas mempunyai maksimum 6,32 U/g(beratkering biji)yang
dicapai pada lama waktu reaksi2 jam, suhu29,5
°C,
pH 4,5 dankonsentrasi lipase 0,5%.DAFTARPUSTAKA
Abigor, R.D., Uadia, P.O., Foglia, T.A., Hass, M.J., Scott, K. dan Savary,
B.J.2002. Partial and Properties of Lipase from Germaning Seeds of JatrophacurcasL.JAOC.79:1123-1126.
Enujiugha, V.N., Thani, F.A.Sanni,T.M., dan Abigor,R.D.2004.LipaseActivity
in Dormant Seeds of the African Oil Bean(Pentaclethra macrophylla
Benth).Food Chemistry,ELSIVIER.88:405-410.
Farris, R.D.1979.MethylEsterinThe FattyAcidIndustry, J. Am.OilChem.Soc. (JAOCS).56:770A-773A.
Seminar Nasional Pengembangan Agroindustri Yogyakarta, 18Desember2008 TP205