• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

5.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Seluma

Kabupaten Seluma merupakan salah satu daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 dibentuk Kabupaten Seluma bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Muko-Muko dan Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu tanggal 25 Februari 2003. Luas wilayah Kabupaten Seluma adalah 240.044 Km2 yang secara administratif terbagi menjadi 14 kecamatan dengan 198 Desa dan tiga kelurahan. Nama dan luas wilayah masing-masing kecamatan disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3 Luas wilayah kecamatan di Kabupaten Seluma tahun 2011

No. Kecamatan Luas Wilayah

(Ha) Persentase (%) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Semidang Alas Maras Semidang Alas Talo Ilir Talo Talo Kecil Ulu Talo Seluma Kota Seluma Selatan Seluma Barat Seluma Timur Seluma Utara Sukaraja Air Periukan Lubuk Sandi 10.375 55.475 11.120 13.138 5.977 22.716 2.183 7.446 10.245 6.450 41.089 24.078 12.233 17.519 4.32 23.11 4.63 5.47 2.49 9.46 0.91 3.10 4.27 2.69 17.12 10.03 5.10 7.30 Luas Wilayah 240.044 100

Sumber: BPS Kabupaten Seluma, 2010

Secara Geografis Kabupaten Seluma terletak di Pantai Barat Sumatera Bagian Selatan yang berada pada Koordinat garis lintang dan bujur, yaitu 03°49’55,66” LS - 04°21’40,22” LS dan 101°17’27,57” BT - 102°59’40,54” BT. Batas-batas Wilayah Kabupaten Seluma adalah, sebelah Utara dengan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, sebelah Selatan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, sebelah Timur dengan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, dan sebelah Barat dengan Samudera Indonesia (Gambar 4).

Bentangan wilayah menurut panjang garis pantai adalah sekitar 70 km dan lebar dari pantai ke punggung pegunungan berkisar antara 31 sampai 44 km. berdasarkan bentangan ini sebagian besar wilayah Kabupaten Seluma merupakan dataran rendah seluas 157.529 Ha ( 65,63%) dengan ketinggian di

(2)

42

bawah 500 meter diatas permukaan laut. Berdasarkan kemiringan, 72% dari luas wilayah Kabupaten Seluma berada di bawah 40o yaitu seluas 171.712 hektar. Arahan alokasi pola ruang di Kabupaten Seluma berdasarkan pada RTRW Provinsi Bengkulu tahun 2004, terdiri dari Kawasan Lindung seluas 68.356,42 Ha (28,48%) dan Kawasan Budidaya 171.686,58 Ha (71,52%).

Gambar 4. Peta wilayah Kabupaten Seluma

5.2. Kependudukan

Jumlah penduduk Kabupaten Seluma tahun 2010 sebanyak 165.564 jiwa, yang terdiri dari 83.635 jiwa laki-laki dan 81.929 jiwa perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten seluma tahun 2010 adalah 1,24%, lebih rendah darai laju pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu, yaitu 1,62%. Kecamatan Sukaraja memiliki jumlah penduduk terbesar sebanyak 29.723 jiwa atau 17,20%, diikuti oleh kecamatan Semidang Alas Maras sebanyak 20.738 jiwa atau 12,00%. Sedangkan Kecamatan Ulu Talo merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling kecil , yaitu 4.750 jiwa (2,74%). Data monografi Kabupaten Seluma dapat dilihat pada Tabel 4.

(3)

43 Tabel 4 Data Monografi Kabupaten Seluma dirinci menurut kecamatan

Kecamatan Penduduk Jumlah (Jiwa) Kepadatan penduduk (Jiwa/Km2) Persentase penduduk (%) Semidang Alas Maras

Semidang Alas Talo Ilir Talo Talo Kecil Ulu Talo Seluma Kota Seluma Selatan Seluma Barat Seluma Timur Seluma Utara Sukaraja Air Periukan Lubuk Sandi 20.326 13.150 10.022 13.552 7.734 5.148 6.865 9.982 7.501 8.665 7.804 27.281 19.073 8.461 195,91 23,70 90,13 103,15 129,40 22,66 314,48 134,06 73,22 134,34 18,99 113,30 155,91 48,30 0,12 0,08 0,06 0,08 0,05 0,03 0,04 0,06 0,05 0,05 0,05 0,16 0,12 0,05 Jumlah 165.564 - -

Sumber: BPS Kabupaten Seluma 2010

Kebupaten Seluma memiliki luas wilayah 240.044 ha dan jumlah penduduk sebanyak 165.564 jiwa, dengan demikian diperoleh kepadatan rata-rata penduduk sebanyak 68,97 jiwa/km2. Kecamatan Seluma Kota merupakan yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Seluma Kota yaitu dengan 314 jiwa/km2, hal ini tidak lepas dari status Kecamatan Seluma Kota sebagai ibukota kabupaten dan luas wilayah yang paling kecil dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Kecamatan Seluma Utara memiliki kepadatan penduduk terendah dengan 19 jiwa/km2, namun berdasarkan jumlah penduduk, kecamatan Sukaraja memiliki penduduk terbanyak. Hal ini berhubungan dengan faktor geografis Kecamatan Sukaraja yang berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Bengkulu, sehingga tingkat pertumbuhan penduduknya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lain.

Penduduk Kabupaten Seluma terdiri dari berbagai etnis seperti Serawai, Rejang, Jawa, Sunda, Padang, dan Batak. Etnis Serawai dan Rejang merupakan etnis asli Provinsi Bengkulu, etnis Jawa dan Sunda merupakan peserta transmigrasi yang ditempatkan di Kecamatan Seluma Selatan pada tahun 1970/1971 sebanyak 100 kepala keluarga atau 469 jiwa dan penempatan tahun 1975/1976 sebanyak 541 KK (2.716 jiwa). Etnis Jawa dan Sunda pada awal penempatanya bekerja disektor pertanian, terutama tanaman pangan. Berdasarkan data profil Kecamatan Seluma Selatan komposisi penduduk

(4)

44

berdasarkan etnis, terbesar adalah Serawai (60%) kemudian Jawa (30%) dan Sunda (10%).

5.3. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Seluma tergolong rendah, sekitar 63,84% atau 105.862 jiwa hanya tamat Sekolah Dasar (SD) dan belum pernah sekolah. Jumlah penduduk yang tingkat pendidikannya mencapai perguruan tinggi hanya 4.073 jiwa atau sekitar 2,46%, sisanya berpendidikan hingga tingkat menengah pertama (SLTP) dan menengah atas (SLTA). Data mengenai tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Seluma pada Tabel 5.

Tabel 5 Tingkat Pendidikan penduduk Kabupaten Seluma

Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

Tidak/belum pernah sekolah Sekolah Dasar

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Pendidikan Tinggi 56.093 49.769 34.305 21.325 4.073 33,88 30,06 20,72 12,88 2,46 Jumlah 165.564 -

Sumber: BPS Kabupaten Seluma 2010

5.4. Struktur Ekonomi Wilayah Kabupaten Seluma

Perekonomian Kabupaten Seluma ditopang oleh sektor pertanian, hal ini terlihat dari relatif besarnya kontribusi sektor pertanian dalam PDRB Kabupaten Seluma dibandingkan sektor lainnya. Tabel 6 menunjukkan sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Seluma tahun 2010 sebesar Rp 374,05 milyar, sedangkan kontribusinya dalam PDRB sebesar 53,57%. Penyumbang terbesar dalam sektor pertanian adalah sub sektor tanaman bahan makanan sebesar Rp 199,19 milyar (28,53%), diikuti sub sektor perkebunan sebesar Rp 99,08 milyar (14,19%).

Sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Seluma mengalami penurunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tahun 2005 share PDRB sebesar 54,57%, kemudian tahun 2006 turun sebesar 0,17% menjadi 54,40%, tahun 2007 turun menjadi 54,33%, dan tahun 2008 kembali mengalami penurunan menjadi 54,20%. Penurunan terutama terjadi pada sub-sektor tanaman bahan makanan dan sub-sektor perkebunan. Sedangkan sub-sektor

(5)

45 peternakan dan perikanan mengalami peningkatan masing-masing 0,08% dan 0,15% per tahun.

Tabel. 6 Distribusi PDRB Kabupaten Seluma atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha tahun 2010

Sektor Harga Berlaku

(Juta Rupiah)

Persentase (%) Pertanian

Pertambangan dan pengalian Industri pengolahan

Listrik, gas, dan air bersih Bangunan

Perdagangan, Hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi

Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Jasa-jasa 374,05 33,83 12,68 1,33 28,36 98,13 50,97 15,03 83,87 53,57 4,85 1,82 0,19 4,06 14,05 7,30 2,15 12,01 Sumber: BPS Kabupaten Seluma 2010

Pendapatan perkapita Kabupaten Seluma tahun 2003 sebesar Rp 2.026.493 sampai dengan tahun 2009 pendapatan perkapita penduduk terus naik menjadi Rp 4.217.425. Semenjak pemekaran wilayah tahun 2003 terjadi pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar Rp 2.190.932 dengan rata-rata pertumbuhan Rp 365.155,30 (18,02%) per tahun. Berdasarkan pendapatan perkapita dapat dikatakan proses pembangunan Kabupaten Seluma mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini tercermin dari berkurangnya jumlah pengangguran, bila dibandingkan dengan kondisi pada saat pemekaran tahun 2003 jumlah pengangguran mencapai 15,75% kemudian turun menjadi 11,75 % pada tahun 2009 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 62,90 tahun 2004 naik menjadi 66,48 pada tahun 2009 (BPS 2010a).

5.5. Penggunaan Lahan

Luas wilayah Kabupaten Seluma adalah 240.044 hektar, terdiri dari 82.566,63 hektar atau 34,40% kawasan konservasi dan hutan Negara dan 157,477.37 hektar atau 65,60% kawsan budidaya. Penggunaan lahan terbesar adalah untuk sub-sektor perkebunan dengan luas mencapai 79.714,86 hektar atau 33%, diikuti sub-sektor tanaman pangan seluas 23.711 hektar (10%) dari luas wilayah Kabupaten Seluma. Distribusi luas wilayah Kabupaten Seluma disajikan pada Tabel 7.

(6)

46

Tabel 7 Luas lahan yang sudah diusahakan di Kabupaten Seluma tahun 2010

Jenis Penggunaan Lahan Luas Lahan

(Ha) Persentase (%) Pekarangan Sawah Tegalan / Kebun Ladang / Huma Perkebunan Padang Rumput Tambak, Kolam Rawa-Rawa/ Lain-lain

Kawasan Konservasi & Hutan Negara SementaraTidak Diusahakan 9.972,00 23.784,00 4.933,00 2.858,00 79.714,86 2.405,00 303,00 5.129,00 82.566,63 28.378,51 0,04 0,10 0,02 0,01 0,33 0,01 0,00 0,02 0,34 0,12 Jumlah 240.044 -

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Seluma 2010

5.6. Sub-sektor Tanaman Pangan

Kabupaten Seluma merupakan salah satu sentra produksi padi dan memiliki luas areal persawahan paling luas di Provinsi Bengkulu, yaitu 23.784 hektar (22,59%). Produktivitas padi Kabupaten Seluma mencapai 3,95 ton/hektar, yang merupakan produktivitas rata-rata padi sawah dan padi ladang (lihat Tabel 8). Lahan sawah yang dapat ditanami dua kali dalam satu tahun seluas 4.851 ha (20%), dan yang ditanami satu kali dalam satu tahun seluas 13.290 ha (56%), sedangkan sisanya tidak diusahakan.

Tabel 8 Luas sawah Provinsi Bengkulu Dirinci Menurut Kabupaten

Kabupaten Luas lahan

(Ha) Luas panen (Ha) Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/ha) Bengkulu Selatan Rejang Lebong Bengkulu Utara Kaur Seluma Mukomuko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Kota Bengkulu 10,996 9,286 15,382 8,219 23,784 14,166 10,368 4,099 6,447 2,524 15,028 16,418 21,620 12,207 19,722 12,934 13,294 9,300 10,190 2,262 58,843 63,730 83,064 43,834 77,805 49,559 52,537 36,805 34,884 9,099 3.92 3.88 3.84 3.59 3.95 3.83 3.95 3.96 3.42 4.02 Jumlah 105,271 132,975 510,160 -

Sumber: BPS Provinsi Bengkulu 2010

Berdasarkan sumber irigasi yang digunakan, luas lahan sawah irigasi

Kabupaten Seluma mencapai 10.866 hektar (45,69%), dan 12.918 hektar

(7)

47

merupakan sawah non-irigasi. Kecamatan Seluma Selatan memiliki sawah

irigasi terluas kedua setelah Kecamatan Ilir Talo (Tabel 9). kondisi ini

didukung oleh topografi yang relatif landai. Selain itu juga daerah ini

mendapat suplai air irigasi yang cukup dari Bendung Seluma, irigasi ini

memanfaatkan air dari sungai Air Seluma. Bendung Seluma mulai

digunakan tahun 1985, menurut perhitungan luas areal persawahan yang

dapat diairi mencapai 8.000 hektar. Air irigasi ini di distribusikan melalui

tiga jalur, yaitu Seluma Kanan, mengairi areal persawahan di Kecamatan

Seluma Barat. Seluma Kiri, mengairi areal persawahan di Kecamatan

Seluma Timur, dan jalur Rimbo Kedui yang mengairi persawahan di

Kecamatan Seluma Selatan.

Tabel 9 Luas lahan sawah di kabupaten seluma berdasarkan irigasi

Kecamatan Irigasi (Ha) Non Irigasi (Ha) Jumlah (Ha) Semidang A Maras Semidang Alas Talo Ilir Talo Talo Kecil Ulu Talo Seluma Seluma Selatan Seluma Barat Seluma Timur Seluma Utara Sukaraja Air Periukan Lubuk Sandi 126 831 300 2.200 338 1.155 451 1.780 493 605 783 1.074 225 505 2.510 508 526 1.777 187 322 500 1.411 625 321 110 2.796 1120 205 2.636 1,339 826 3.977 525 1.477 951 3.191 1.118 926 893 3.870 1.345 710 Total 10.866 12.918 23.784

Sumber: BPS Provinsi Bengkulu 2010 5.7. Sub-sektor Perkebunan

Usaha perkebunan di Kabupaten Seluma tahun 2010 sebagian besar dilakukan oleh rumah tangga perkebunan rakyat sebesar 85,24 persen dan sisanya (14,76%) dikelola oleh perusahaan perkebunan. Tanaman perkebunan yang dominan adalah kelapa sawit dan karet, dengan luas tanam mencapai 55.483,50 hektar (73,50%). Komoditas perkebunan lainnya adalah cengkeh, lada, kakao, kayu manis, kemiri, aren, kapuk, pinang, dan nilam. Luas tanam masing-masing komoditas tahun 2005 mencapai 25.119 hektar, 19.110 hektar, dan 15.312 hektar (Tabel 10).

(8)

48

Tabel 10 Luas tanam komoditas perkebunan rakyat Kabupaten Seluma

Jenis Komoditas Luas tanam (Ha)

2006 2007 2008 2009 2010 Cengkeh Kopi Kelapa Lada Karet Kayu manis Aren Kapuk Kemiri Nilam Kelapa Sawit Kakao Pinang 102 19.110 3.249 284 25.226 443 92 80 131 377 15.312 927 446 102 15,770 1,297 284 26.182 460 106 88 140 377 18.726 936 447 91 15,470 1,384 276 26,385 - 104 86 138 - 19.726 130 493 66 10,553 1,383 129 26,482 251 85 83 73 - 29.002 615 453 66 9,553 8,628 129 26,482 251 85 83 73 - 29.002 615 453 Jumlah 65.779 64.915 64.283 69.175 75.419 Sumber: BPS Provinsi Bengkulu 2010

Perkembangan komoditas kelapa sawit merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun, pada tahun 2010 luas tanam mencapai 29.002 hektar atau meningkat sebesar 13.690 hektar dibanding tahun 2006, diikuti komoditas kelapa seluas 5.378,30 hektar, dan karet seluas 1.255,50 hektar. Sedangkan komoditas lainnya cenderung mengalami penurunan luas tanam. Penambahan luas tanaman komoditas kelapa sawit dan karet dipicu oleh kenaikan harga kedua komoditas. Secara keseluruhan, dalam lima tahun terakhir terjadi penambahan luas lahan perkebunan sebesar 9.640 hektar.

Selain perkebunan rakyat di Kabupaten Seluma juga terdapat lima perusahaan perkebunan, yaitu PT. Perkebunan Nusantara VII Padang Pelawi, PT. Perkebunan Nusantara VII Talo Pino, PT. Agri Andalas, PT. Way Sebayur, dan PT Haramay. Luas lahan perkebunan dan jenis komoditas yang diusahakan dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Luas areal perkebunan besar swasta/negara di Kabupaten Seluma Nama Perusahaan Komoditas Luas Lahan Kebun Inti

(Ha) PTPN VII Talo – Pino

PTPN VII Padang Pelawi PT. Agri Andalas PT. Wai Sebayur PT. Haramay Sawit Karet Sawit Sawit Sawit 587,10 5.804,00 6.071,00 551,00 50,00 Jumlah 13.063,10

Gambar

Tabel 3 Luas wilayah kecamatan di Kabupaten Seluma tahun 2011
Gambar 4. Peta wilayah Kabupaten Seluma
Tabel 5 Tingkat Pendidikan penduduk Kabupaten Seluma
Tabel 7 Luas lahan yang sudah diusahakan di Kabupaten Seluma tahun 2010
+3

Referensi

Dokumen terkait

Ajaran yang dibawa oleh Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam dengan menggunakan cara tidak bekerja dengan sendirinya beliau selalu mengikuti

Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari obyek penelitian primer terdiri dari data observasi dengan mengamati kondisi ikan hasil tangkapan untuk di

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana penerimaan teknologi e- commerce pada UMKM kain tenun songket Kota Palembang dengan menggunakan model TAM dan

urin dalam jumlah lebih banyak dibandingkan bila keadaan normal bersama dengan air, yang mengangkut secara pasif untuk mempertahankan keseimbangan osmotik.. Diuretic sangat

yang terfokus kepada kelembagaan modern, teknologi tinggi dan ekspor, yang ujungnya bisa saja mengekspor sagu ke luar negeri dan dan cukup memberi makan penduduk

Untuk dapat mengemban tugas sebagai sarana pelayanan kesehatan, memperbaiki kondisi internal dan merespon perubahan lingkungan lainnya diperlukan strategi bisnis

Nema razvoja turizma na nekom području, pa makar i ograničenog značenja, ako to područje ne posjeduje neki prirodni ili anatropogeni resurs visokog stupnja