• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel Wilayah Administrasi Provinsi Papua Barat. Persentase Thd Luas Provinsi 2.812,44 2,82% 0,68%

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tabel Wilayah Administrasi Provinsi Papua Barat. Persentase Thd Luas Provinsi 2.812,44 2,82% 0,68%"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Gambaran Umum Provinsi Papua Barat

Provinsi Papua Barat secara astronomis terletak pada 24°-132° Bujur Timur dan 0°-4° Lintang Selatan, tepat berada di bawah garis khatulistiwa dengan ketinggian 0-100 meter dari permukaan laut. Wilayah Provinsi Papua Barat terdiri dari 7,95% merupakan puncak gunung, 18,73% berada di lembah. Wilayah lain lebih dari separuhnya berada di daerah hamparan. Seluruh wilayah kabupaten/kota di Papua Barat berbatasan dengan laut, namun hanya 37,04% desa yang berada di daerah pesisir. Wilayah desa lainnya tidak berbatasan dengan laut (bukan pesisir), yaitu sebesar 62,96%.

Secara administratif, Provinsi Papua Barat terdiri atas tiga belas daerah otonom kabupaten dan kota. Daerah Otonom dengan luas terbesar adalah Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas wilayah lebih kurang 20.840 km2 dan terkecil adalah Kota Sorong, gambaran luasan masing-masing daerah otonom selengkapnya dapat diikuti pada tabel berikut.

Tabel Wilayah Administrasi Provinsi Papua Barat No Kabupaten/Kota Luas Wilayah (km2) Persentase Thd Luas Provinsi

Persentase Terhadap Luas Pulau Papua 1 Fakfak 11.036,48 11,07% 2,65% 2 Kaimana 16.241,84 16,30% 3,90% 3 Teluk Wondama 3.959,53 3,97% 0,95% 4 Teluk Bintuni 20.840,83 20,91% 5,01% 5 Manokwari 3.186,28 3,20% 0,77% 6 Sorong Selatan 6.594,31 6,62% 1,58% 7 Sorong 6.544,23 6,57% 1,57% 8 Raja Ampat 8.034,44 8,06% 1,93% 9 Tambrauw 11.529,18 11,57% 2,77% 10 Maybrat 5.461,69 5,48% 1,31% 11 Manokwari Selatan 2.812,44 2,82% 0,68% 12 Pegunungan Arfak 2.773,74 2,78% 0,67% 13 Kota Sorong 656,64 0,66% 0,16% Sumber: BPS Papua Barat, 2017

Kondisi topografi Provinsi Papua Barat sangat bervariasi membentang mulai dari dataran rendah, rawa sampai dataran tinggi, dengan tipe tutupan lahan berupa hutan hujan tropis, padang rumput dan padang alang-alang. Ketinggian wilayah di Provinsi Papua Barat bervariasi dari 0 s.d > 1000 m. Kondisi topografi antar wilayah di Provinsi Papua Barat

(2)

cukup bervariasi. Kondisi ini merupakan salah satu elemen yang menjadi barrier transportasi antar wilayah, terutama transportasi darat, serta dasar bagi kebijakan pemanfaatan lahan. Karakter morfologi berdasarkan ekoregion Provinsi Papua Barat didominasi oleh pegunungan lipatan dan perbukitan denusidal. Gambaran lebih rinci dapat diikuti pada tabel berikut.

Tabel Profil Ekoregion Provinsi Papua Barat

No Ekoregion Papua Barat

(Ha) (%)

1 Danau 12.576,48 0,13%

2 Dataran Aluvial 1.235.850,25 12,56%

3 Lahan Gambut (Peat Land) 903.748,92 9,19% 4 Lembah antar perbukitan/Pegunungan Lipatan

(Intermountain Basin) 1.196.239,86 12,16% 5 Pegunungan Glasial 0,00 0,00% 6 Pegunungan Lipatan 2.458.030,57 24,99% 7 Perbukitan Lipatan 1.320.407,17 13,42% 8 Perbukitan Solusional 2.402.276,48 24,42% 9 Pesisir (Coast) 264.308,28 2,69%

10 Rataan Terumbu (Reef flat) 42.622,01 0,43%

9.836.060,02

Sumber: P3E Papua, 2016

Sebagian besar wilayah Provinsi Papua Barat memiliki kelas lereng > 40% dengan bentuk wilayah berupa perbukitan. Kondisi tersebut menjadi kendala utama bagi pemanfaatan lahan baik untuk pengembangan sarana dan prasarana fisik, sistem transportasi darat maupun bagi pengembangan budidaya pertanian terutama untuk tanaman pangan. Sehingga, dominasi pemanfaatan lahan diarahkan pada hutan konservasi disamping untuk mencegah terjadinya bahaya erosi dan longsor.

Karakteristik bencana yang ada di Provinsi Papua Barat yaitu Gempa dan Tsunami. Kawasan rawan bencana alam ini meliputi kawasan rawan gempa dan tsunami yang terletak di daerah pesisir maupun daratan di Provinsi Papua. Umumnya daerah patahan aktif Sesar Sorong merupakan zona yang sangat rawan gempa bumi. Wilayah Manokwari merupakan daerah yang paling rawan gempa. Akan tetapi, secara umum wilayah Papua Barat rawan terhadap gempa bumi.

(3)

POTENSI SUMBER DAYA AIR

Di Provinsi Papua Barat terdapat beberapa sungai yang membentuk beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebagian besar Daerah Aliran Sungai yang terbentuk adalah pada kabupaten-kabupaten di Wilayah Pengembangan Sorong. Sungai-sungai yang termasuk dalam kategori terpanjang adalah Sungai Kamundan (425 km), Sungai Beraur (360 km), dan Sungai Warsamsan (320 km), sedangkan sungai-sungai yang termasuk kategori terlebar adalah Sungai Kaibus (80-2.700 m), Sungai Minika (40-2.200 m), Sungai Karabra (40-1.300 m), Sungai Seramuk (45-1.250 m), dan Sungai Kamundan (140-1.200 m). Sungai-sungai ini sebagian besar terletak di kabupaten-kabupaten di Wilayah Pengembangan Sorong. Berdasarkan datadata pada tabel di atas, beberapa sungai yang memiliki kecepatan arus paling deras antara lain adalah Sungai Seramuk (3,06 km/jam), Sungai Kaibus (3,06 km/jam), Sungai Beraur (2,95 km/jam), Sungai Aifat (2,88 km/jam), dan Sungai Karabra (2,88 km/jam). Sungai-sungai tersebut terletak pada Wilayah Sungai Kamundan Sebyar dan Wilayah Sungai Omba yang merupakan wilayah sungai lintas provinsi. Adapun rincian sungai yang terdapat pada kedua wilayah sungai tersebut selengkapnya dapat diikuti pada tabel berikut.

(4)

Tabel Potensi Hidrologi Pada WS Kamundan Sebyar

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

1 Wagura 45.460 946.900 83.425 117.629 T. BINTUNI B - 50 WAGURA 27

2 Atuwaipa 36.340 852.200 82.121 118.255 T. BINTUNI B - 50 WAGURA 27

3 Arumasa 116.850 2,497.000 127.979 175.331 T. WONDAMA B - 50 ARUMASA 28 4 Muturi 87.200 3,660.100 287.339 393.654 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 MUTURI 29 5 Ingsim 108.785 1,528.100 164.140 224.871 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 MUTURI 29 6 Serdasi 28.380 193.100 24.858 38.282 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 MUTURI 29 7 wasian 116.013 3,220.000 188.161 257.781 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30 8 Tambuni 117.478 1,631.000 176.669 241.669 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

9 Wasian6 31.180 *** *** *** T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

10 Wasian4 22.400 *** *** *** T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

11 Wasian5 6.610 *** *** *** T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

12 Wasian2 6.417 *** *** *** T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

13 Wasian1 4.345 *** *** *** T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 WASIAN 30

(5)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

15 Sebyar 102.800 6,396.800 302.997 415.106 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 16 Timoforo 163.004 3,597.000 228.470 313.004 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 17 Rawarra 122.270 1,923.000 196.817 269.639 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 18 Timo1 38.070 499.200 38.763 57.370 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 19 Jagiro 36.500 351.600 34.151 50.543 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 20 Agra 18.260 213.800 23.834 36.704 T. BINTUNI, MANOKWARI B - 50 SEBYAR 31 21 Wiriagar 73.630 3,872.000 221.358 303.261 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 WARIAGAR 32 22 Aimau 164.688 2,848.000 210.960 289.016 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 WARIAGAR 32 23 Kamundan 340.586 5,865.000 327.416 448.560 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 24 Aifat 37.875 1,712.000 192.938 264.325 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 25 Arapi 33.130 813.700 113.560 163.527 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33

(6)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s) 26 Kamundan1 43.440 592.300 58.534 86.630 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 27 Amiri 37.607 315.600 46.949 69.485 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 28 Isjon 30.200 190.200 29.391 45.262 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 29 Womba 29.264 180.000 20.129 30.999 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33 30 Sowien 12.791 63.450 7.259 11.324 SORONG SELATAN, MANOKWARI B - 50 KAMUNDAN 33

31 Kais 197.449 3,024.000 137.378 188.208 SORONG SELATAN B - 50 KAIS 34 32 Metamani 68.804 632.000 35.923 51.730 SORONG SELATAN B - 50 KAIS 34

33 Sepak 49.610 281.900 20.932 32.235 SORONG SELATAN B - 50 KAIS 34

34 Amano 29.130 213.400 20.369 31.368 SORONG SELATAN B - 50 KAIS 34

35 Inawatan 14.500 81.440 6.952 10.845 SORONG SELATAN B - 50 KAIS 34

(7)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

37 Waromge 57.600 741.800 44.449 64.006 SORONG SELATAN B - 50 WAROMGA 36 38 Auimenru 26.900 68.630 5.833 9.100 SORONG SELATAN B - 50 WAROMGA 36 39 Seremuk 66.652 524.800 32.378 47.919 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 SEREMUK 37 40 Waremi 27.560 359.800 25.804 38.191 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 SEREMUK 37 41 Karabra 132.596 3,986.000 175.080 239.860 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 42 Beraur 95.780 745.700 39.870 57.412 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 43 Klamono 43.685 552.300 35.564 52.634 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 44 Klaga/Klasafet 40.968 412.000 27.746 41.064 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 45 Burnai 23.873 120.400 9.361 14.604 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 46 Sebak 30.147 97.430 8.801 13.729 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38

(8)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s) 47 Hartebun 28.149 49.960 3.883 6.057 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38 48 Bagum 11.060 25.440 2.435 3.799 SORONG SELATAN, SORONG B - 50 KARABRA 38

49 Auk/Sawian 125.975 1,647.000 98.171 134.494 SORONG B - 51 KLADUK 38 a

50 Kladuk 52.415 688.300 46.751 67.321 SORONG B - 51 KLADUK 38 a

51 Sedine/Sadian 68.140 725.900 45.086 64.924 SORONG B - 51 KLADUK 38 a

52 Kara1 11.780 69.950 5.708 8.905 SORONG B - 51 KLADUK 38 a

53 Klasagun 38.274 408.300 26.296 38.917 SORONG B - 50 KLASEGUN 39

54 Klasop 28.130 208.400 15.038 23.159 SORONG B - 50 KLASEGUN 39

55 Sorong4 13.804 130.900 9.410 14.679 SORONG B - 50 KLASEGUN 39

56 Sorong5 13.812 61.890 4.750 7.410 SORONG B - 50 KLASEGUN 39

57 Sorong6 17.946 39.020 3.004 4.686 SORONG B - 50 KLASEGUN 39

58 Misol3 44.800 477.100 28.000 41.441 RAJA AMPAT B - 50 MISOL 40

(9)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

60 Misol1 14.600 104.900 8.282 12.921 RAJA AMPAT B - 50 MISOL 40

61 Misol2 10.200 28.260 2.569 4.008 RAJA AMPAT B - 50 MISOL 40

62

Sapraan/Wai

Gani 10.422 127.100 9.469 14.771 SORONG B - 50 SALAWATI 41

63 Maralo/Wai Gota 24.566 139.000 9.286 14.486 SORONG B - 50 SALAWATI 41

64 Sorong1 11.510 40.330 3.263 5.090 SORONG B - 50 SALAWATI 41

65 Sorong2 15.590 41.040 3.201 4.993 SORONG B - 50 SALAWATI 41

66 Sorong3 9.415 21.440 1.845 2.879 SORONG B - 50 SALAWATI 41

67 Wai Pule *** *** *** *** SORONG B - 50 SALAWATI 41

68 Waryong *** *** *** *** SORONG B - 50 SALAWATI 41

69

Wambani/Wai

Bani 13.190 82.000 6.183 9.646 SORONG B - 50 SAMATE 42

70 Batanta 15.870 69.490 5.338 8.327 SORONG B - 50 BATANTA 43

71 Wai3/Kaabare 33.830 216.500 13.309 20.496 RAJA AMPAT B - 50 WAIGEO 44

(10)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

73 Wai4 23.730 116.900 7.972 12.437 RAJA AMPAT B - 50 WAIGEO 44

74 Wai2 13.150 73.260 5.579 8.703 RAJA AMPAT B - 50 WAIGEO 44

75 Remu 9.360 30.760 3.084 4.812 SORONG B - 50 REMU 45

76 Klawuluk 3.244 15.680 1.636 2.553 SORONG B - 50 REMU 45

77 Warmun *** *** *** *** SORONG B - 50 REMU 45

78 Warsamson 106.520 1,967.000 105.198 144.121 SORONG B - 50 WARSAMSON 46

79 Klasaman 35.470 319.600 20.813 30.803 SORONG B - 50 WARSAMSON 46

80 Kelagale 16.940 145.900 20.608 32.148 SORONG B - 50 WARSAMSON 46

81 Kelabesi 2.644 4.631 0.849 1.325 SORONG B - 50 WARSAMSON 46

82 Klagoma *** *** *** *** SORONG B - 50 WARSAMSON 46

83 Mega/Neja 50.630 353.800 39.896 59.047 SORONG B - 50 MEGA 47

84 Wewe 29.230 267.500 33.113 50.994 SORONG B - 50 MEGA 47

85 Sekowa 20.770 258.740 27.820 42.843 SORONG B - 50 MEGA 47

(11)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

87 Keor/Koor 88.734 1,092.000 119.303 168.218 SORONG B - 50 KOOR 48

88 Medi 16.180 110.800 21.291 33.214 SORONG B - 50 KOOR 48

89 Gagraki *** *** *** *** SORONG B - 50 KOOR 48

90 Mandi *** *** *** *** SORONG B - 50 KOOR 48

91 Soukorem *** *** *** *** SORONG B - 50 KOOR 48

92 Moon 36.233 396.700 57.664 85.343 MANOKWARI B - 50 MAON 49

93 Manggen(ln) 27.800 285.600 46.499 71.608 MANOKWARI B - 50 MAON 49

94 Weipei 20.971 366.300 62.453 92.430 MANOKWARI B - 50 WESAUNI 50

95 Mangen 1 22.790 233.800 39.849 61.367 MANOKWARI B - 50 WESAUNI 50

96 Wekareng 4.788 22.600 5.393 8.413 MANOKWARI B - 50 WESAUNI 50

97 Arupi 2.560 4.233 1.488 1.488 MANOKWARI B - 50 WESAUNI 50

98 Arupi1 *** *** *** *** MANOKWARI B - 50 WESAUNI 50

99 Kasi 36.900 693.200 128.883 128.883 MANOKWARI B - 50 KASI 51

(12)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

101 Anita *** *** *** *** MANOKWARI B - 50 KASI 51

102 Warjori 89.770 1,235.000 185.405 185.405 MANOKWARI B - 50 MANGOPI 52 103 Mangapi 47.683 682.200 126.184 126.184 MANOKWARI B - 50 MANGOPI 52 104 Musuakaning 53.270 842.500 103.935 149.667 MANOKWARI B - 50 PRAFI 53

105 Mariam 24.650 183.200 32.344 49.809 MANOKWARI B - 50 PRAFI 53

106 Prafi 14.322 143.600 25.535 39.834 MANOKWARI B - 50 PRAFI 53

107 Nasi 19.410 104.500 13.549 21.136 MANOKWARI B - 50 MARUNI 54

108 Nuni 20.940 88.820 11.580 18.065 MANOKWARI B - 50 MARUNI 54

109 Musu2 17.890 61.700 10.253 15.994 MANOKWARI B - 50 MASAWUI 55

110 Musu1 12.520 49.410 8.706 13.581 MANOKWARI B - 50 MASAWUI 55

111 Nn4 *** *** *** *** MANOKWARI B - 50 MASAWUI 55

112 Momi *** *** *** *** MANOKWARI B - 50 MASAWUI 55

113 Waren *** *** *** *** MANOKWARI B - 50 MASAWUI 55

(13)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

115 Wendesi 2 13.320 13.320 1.985 3.096 T. WONDAMA B - 50 WINDESI 57

116 Wendesi 1 10.240 10.240 1.590 2.480 T. WONDAMA B - 50 WINDESI 57

117 Wasami 43.911 617.400 45.854 66.029 T. WONDAMA B - 50 WASIMI 58

118 Wasior3 17.310 85.330 8.782 13.701 T. WONDAMA B - 50 WOWORAMA 59

119 Wasior2 11.080 46.240 5.263 8.210 T. WONDAMA B - 50 WOWORAMA 59

120 Wasior1 10.340 41.250 4.771 7.443 T. WONDAMA B - 50 WOWORAMA 59

Ket :

Qn = debit sungai normal (m3/detik)

Q10 = debit banjir sungai 10 tahunan (m3/detik) *** = tidak ada data

(14)

Tabel Potensi Hidrologi Pada WS Omba

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

1 Tea 31.330 593.200 27.170 40.212 MIMIKA B - 51 PARONGGA 15

2 Aoruka 27.648 283.100 14.418 22.204 MIMIKA B - 51 PARONGGA 15

3 Yera 37.670 261.800 12.975 19.981 MIMIKA B - 51 PARONGGA 15

4 Wakia 29.564 230.000 11.897 18.322 MIMIKA B - 51 PARONGGA 15

5 Maparwa *** *** *** *** MIMIKA B - 51 PARONGGA 15

6 Aindua 111.972 1,372.000 44.299 60.690 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

7 Taporamay 52.249 900.700 33.831 47.702 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

8 Tapo1 44.860 422.000 20.844 30.849 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

9 Potawae 28.120 173.300 7.901 12.326 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

10 Aindua2 20.010 148.700 5.936 9.260 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

11 Namarepi/Namaripi 19.578 87.840 4.815 7.512 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

12 Aindua1 10.120 30.660 1.505 2.348 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

13 Ain_b 6.388 23.360 1.019 1.589 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

(15)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

15 Buru1 4.000 8.667 0.417 0.650 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

16 Ain_a 3.474 6.202 0.306 0.477 MIMIKA B - 51 AIDOMA 16

17 Cemara 124.100 1,255.000 39.254 53.777 MIMIKA A1 - 5 CEMARA 08

18 Kasteel Barat 138.220 927.500 29.947 42.225 MIMIKA A1 - 5 CEMARA 08

19 Cemara1 18.080 373.900 14.308 21.177 MIMIKA A1 - 5 CEMARA 08

20 Akimeugah 158.855 1,624.000 45.861 62.830 MIMIKA B - 51 AKIMUGA 09

21 Atimatia 63.300 395.000 12.967 19.192 MIMIKA B - 51 AKIMUGA 09

22 Muras Besar 31.600 270.200 11.746 18.088 MIMIKA B - 51 AKIMUGA 09

23 Ipukwa 35.170 370.900 10.805 15.991 MIMIKA B - 51 AKIMUGA 09

24 Mapia / Edere 41.520 779.600 77.583 111.719 MIMIKA B - 51 KAPIRAYA 14 a 25 Mupuruka 53.000 1,819.000 71.011 97.285 MIMIKA B - 51 KAPIRAYA 14 a

26 Kakau 26.740 262.300 31.527 48.551 MIMIKA B - 51 KAPIRAYA 14 a

27 Omba 120.080 4,965.000 168.122 230.327 KAIMANA, NABIRE B - 49 OMBA 17 28 Urema 135.113 3,286.000 126.021 172.649 KAIMANA, NABIRE B - 49 OMBA 17

(16)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

29 Urama/Umari 22.014 217.600 13.332 20.531 KAIMANA, NABIRE B - 49 OMBA 17

30 Ami1 33.440 279.700 30.974 47.669 T. WONDAMA B - 50 WOWORAMA 60

31 Leng1 22.140 141.600 9.445 14.734 KAIMANA, NABIRE B - 49 OMBA 17

32 Aiwasa 20.148 148.600 15.118 23.584 KAIMANA B - 49 LAENATUM 18

33 Leng2 33.000 230.900 13.968 21.511 KAIMANA B - 49 LAENATUM 18

34 Lengguru 113.940 1,870.000 141.454 193.792 KAIMANA B - 49 LENGGURU 19

35 Berari1 45.530 597.300 50.373 74.552 KAIMANA B - 49 BERARI 20

36 Berari2 25.720 232.700 25.893 39.875 KAIMANA B - 49 BERARI 20

37 Berari 15.140 199.900 20.603 31.728 KAIMANA B - 49 BERARI 20

38 Madefa 38.120 2,669.000 177.540 243.229 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 39 Modemima 93.038 853.300 75.240 108.346 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 40 Baroai 68.420 318.500 34.650 51.282 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 41 Panera 36.240 226.200 26.304 40.509 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 42 Deruwe 26.929 228.800 26.237 40.405 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21

(17)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

43 Gesau 29.396 210.700 22.990 35.405 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 44 Gobo 30.490 99.070 11.770 18.361 KAIMANA, FAK FAK B - 49 MADEFA 21 45 Karufa 39.160 477.400 38.903 57.576 KAIMANA, FAK FAK B - 49 KARUFA 22

46 Kar1 14.878 *** *** *** KAIMANA, FAK FAK B - 49 KARUFA 22

47 Warimur 101.489 1,150.000 83.132 117.216 FAK FAK B - 49 BEDIDI 23

48 Budidi 12.600 205.600 24.836 38.248 FAK FAK B - 49 BEDIDI 23

49 Waya *** *** *** *** FAK FAK B - 49 BEDIDI 23

50 Kayuni 11.600 88.760 11.747 18.326 FAK FAK B - 49 FAK FAK 24

51 Bomberai 115.638 1,613.000 109.064 149.418 FAK FAK, T. BINTUNI B - 49 BOMBERAI 25 52 Otauar 32.900 420.300 37.806 55.953 FAK FAK, T. BINTUNI B - 49 BOMBERAI 25

53 Ohfeh *** *** *** *** FAK FAK, T. BINTUNI B - 49 BOMBERAI 25

54 Suwar *** *** *** *** FAK FAK, T. BINTUNI B - 49 BOMBERAI 25

55 Wasoh *** *** *** *** FAK FAK, T. BINTUNI B - 49 BOMBERAI 25

(18)

No. Nama Sungai / Lokasi

Karakteristik Debit

Kabupaten WS NAMA DAS DAS

Panjang Sungai (Km) Catchments Area (Km2) Qn (m3/s) Q10 (m3/s)

57 Aroba 21.660 352.300 28.912 42.790 T. BINTUNI B - 50 KASUARI 26

58 Bom1 32.990 262.100 20.174 31.069 T. BINTUNI B - 50 KASUARI 26

59 Bom2 10.100 37.450 3.259 5.084 T. BINTUNI B - 50 KASUARI 26

60 Seringga *** *** *** *** T. BINTUNI B - 50 KASUARI 26

Sumber: BWS Papua Barat, 2016 Ket:

Qn = debit sungai normal (m3/detik)

Q10 = debit banjir sungai 10 tahunan (m3/detik)

*** = tidak ada data

(19)

Wilayah Provinsi Papua Barat juga memiliki potensi danau yang tersebar pada beberapa kabupaten. Adapun rincian danau yang terdapat di Provinsi Papua Barat sebagai berikut.

Tabel Sebaran Danau di Provinsi Papua Barat

No. Nama Danau Luas (Ha) Kabupaten

01 Aiwasa 10,240 Kaimana 02 Laamora 16,740 Kaimana 03 Urema 12,600 Kaimana 04 Mbula 6,024 Kaimana 05 Kamakawalor 23,340 Kaimana 06 Berari 6,916 Kaimana

07 Makiri 7,527 Tel. Bintuni

08 Tanemot 17,640 Tel. Bintuni

09 Anggi Gigi 21,370 Manokwari

10 Anggi Gita 22,830 Manokwari

11 Ayamaru 10,850 Sorong Sel.

12 Hain 4,596 Sorong Sel.

Sumber: BWS Papua Barat, 2016

PENGGUNAAN LAHAN

Lahan diartikan sebagai lingkungan fisik yang terdiri atas relief atau topografi, iklim, tanah dan air dan biotik seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap kehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Pengertian penggunaan lahan mempunyai makna yang berbeda dengan liputan lahan. Istilah liputan lahan (penutup lahan) berkaitan dengan jenis kenampakan yang ada di permukaan bumi, sedangkan penggunaan lahan berkaitan dengan kegiatan manusia pada bidang lahan tersebut. Pengetahuan tentang tutupan lahan penting untuk berbagai kegiatan perencanaan dan pengelolahan lahan di permukaan bumi. Menurut Lillesand dan Kiefer (1979).

Pengelompokan penutup lahan berdasarkan batasan pengertian tentang penutup lahan menurut SNI 7645-2010 di Pulau Papua terbagi menjadi 21 bentuk tutupan lahan yang berbeda dari tempat satu ke tempat lain bergantung kondisi fisik/lingkungan setempat. 21 bentuk tutupan lahan tersebut adalah bangunan bukan permukiman, bangunan permukiman/campuran, danau/telaga, herba dan rumput, hutan lahan rendah, hutan lahan tinggi, hutan mangrove, hutan rawa/gambut, hutan tanaman, kebun dan tanaman campuran (tahunan dan semusim), kolam air asin/payau, lahan terbuka, lahan terbuka diusahakan,

(20)

perkebunan, rawa pedalaman, rawa pesisir, sabana, semak dan belukar, sungai, tanaman semusim lahan basah, dan tanaman semusim lahan kering. Gambaran rinci tutupan lahan di Provinsi Papua Barat dapat diikuti pada tabel berikut.

Tabel Tutupan Lahan di Provinsi Papua Barat 2016

Liputan Lahan Luas (Ha) Persentase (%)

Bangunan Bukan Permukiman 246,95 0.00%

Bangunan Permukiman/Campuran 41.114,69 0.42%

Danau/Telaga 27.529,43 0.28%

Herba dan Rumput 1.564,9 0.02%

Hutan Lahan Rendah 4.116.375,39 41.85%

Hutan Lahan Tinggi 3.409.812,07 34.67%

Hutan Mangrove 634.888,31 6.45%

Hutan Rawa/Gambut 742.581,71 7.55%

Hutan Tanaman 0 0.00%

Kebun dan Tanaman Campuran (Tahunan dan Semusim)

12.681,98 0.13%

Kolam Air Asin/Payau 39,27 0.00%

Lahan Terbuka 4.407,48 0.04%

Lahan Terbuka Diusahakan 0 0.00%

Perkebunan 52.303,22 0.53%

Rawa Pedalaman 10.757,42 0.11%

Rawa Pesisir 128,72 0.00%

Sabana 154.381,4 1.57%

Semak dan Belukar 486.026,28 4.94%

Sungai 77.400,31 0.79%

Tanaman Semusim Lahan Basah 1.433,04 0.01% Tanaman Semusim Lahan Kering 62.387,45 0.63%

Jumlah 9.836.060,02

(21)

KEPENDUDUKAN

Perkembangan penduduk di Provinsi Papua Barat dalam 10 tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2005 jumlah penduduk pada Provinsi Papua Barat berjumlah 651 ribu jiwa dan bertambah menjadi 871 ribu jiwa pada 2015. Wilayah kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kota Sorong dengan jumlah penduduk sebesar 225 ribu jiwa dan paling sedikit adalah Kabupaten Tambrauw dengan 13 ribu jiwa. Gambaran rinci perkembangan penduduk dapat diikuti pada tabel berikut.

(22)

Tabel Perkembangan Penduduk Provinsi Papua Barat 2005-2016 Kabupaten/Kota Luas Wilayah (Km2) 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 1 Fakfak 11.036,48 59.773 64.380 66.254 66.864 68.116 66.393 68.194 69.516 70.902 72.189 73.468 74.772 2 Kaimana 16.241,84 37.649 40.550 41.660 41.973 42.810 47.107 47.794 49.198 51.100 52.473 54.165 55.503 3 Teluk Wondama 3.959,53 20.698 22.293 22.936 23.140 23.569 26.425 27.104 27.820 28.534 29.098 29.791 30.490 4 Teluk Bintuni 20.840,83 48.079 51.783 53.664 54.528 55.805 52.619 53.967 55.295 56.597 57.922 59.196 60.400 5 Manokwari 3.186,28 154.421 166.322 171.222 172.855 176.847 138.184 142.128 146.075 150.179 154.296 158.326 162.578 6 Sorong Selatan 6.594,31 55.001 59.240 60.934 61.463 62.583 38.121 39.071 40.110 41.085 42.028 43.036 43.896 7 Sorong 6.544,23 88.259 95.061 97.810 98.691 99.712 70.866 72.816 74.780 76.669 78.698 80.695 82.784 8 Raja Ampat 8.034,44 37.018 39.870 40.912 41.170 41.860 42.076 43.320 43.902 44.568 45.310 45.923 46.613 9 Tambrauw 11.529,18 - - - 12.961 13.163 13.199 13.376 13.497 13.615 13.699 10 Maybrat 5.461,69 - - - 33.332 34.216 35.004 35.798 36.601 37.529 38.377 11 Manokwari Selatan 2.812,44 - - - 19.234 19.806 20.293 20.916 21.282 21.907 22.519 12 Pegunungan Arfak 2.773,74 - - - 24.772 25.410 26.119 26.729 27.616 28.271 28.898 13 Kota Sorong 656,64 151.060 162.703 167.589 169.278 172.558 193.168 198.990 205.684 211.840 218.799 225.588 232.833 Papua Barat 99.671,63 651.958 702.202 722.981 729.962 743.860 765.258 785.979 806.995 828.293 849.809 871.510 893.362

(23)

Kesejahteraan dapat diukur dengan berbagai macam parameter antara lain tingkat pendidikan, angka harapan hidup, pendapatan per kapita dan sebagainya. Salah satu alat ukur yang paling umum digunakan dalam penilaian kesejahteraan masyarakat adalah dengan menggunakan indikator indeks pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir.

Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak1.

Berdasarkan pada hasil perhitungan Papua Barat tahun 2015, IPM di Provinsi Papua Barat dikategorikan dalam IPM rendah karena masih di bawah rata-rata IPM Nasional yaitu 70,18. Pada 2016 terdapat satu peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kabupaten. Peningkatan kesejahteraan ini dapat diindikasikan dengan naiknya nilai IPM hampir pada seluruh wilayah kabupaten/kota di Pulau Papua. Wilayah Kabupaten dengan nilai IPM terendah adalah Kabupaten Tambrauw (IPM 50,35). Gambaran rinci perkembangan IPM di Provinsi Papua Barat dapat diikuti pada tabel berikut.

1 UNDP, 1990 dalam http://papua.bps.go.id/Subjek/view/id/26#subjekViewTab1|accordion-daftar-subjek1

(24)

Tabel Perkembangan IPM Pada Provinsi Papua Barat No Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 1 Fakfak 60,95 61,94 62,56 64,29 64,73 64,92 65,55 2 Kaimana 57,25 57,87 58,99 60,36 61,07 61,33 62,15 3 Teluk Wondama 52,97 53,74 54,69 55,65 56,27 56,64 57,16 4 Teluk Bintuni 56,99 57,87 58,84 59,73 60,40 61,09 61,81 5 Manokwari 66,29 67,28 67,86 68,81 69,35 69,91 70,34 6 Sorong Selatan 54,24 56,01 56,87 57,73 58,24 58,60 59,20 7 Sorong 57,56 58,56 59,18 60,86 61,23 61,86 62,42 8 Raja Ampat 57,36 58,37 59,06 60,36 60,86 61,23 61,95 9 Tambrauw 45,97 47,18 48,69 49,40 49,77 50,35 10 Maybrat 53,29 54,13 54,93 55,36 55,78 56,35 11 Manokwari Selatan 54,95 55,32 56,59 57,12 12 Pegunungan Arfak 53,36 53,69 53,73 53,89 13 Kota Sorong 71,96 72,80 73,89 74,96 75,78 75,91 76,33 Provinsi Papua Barat 59,60 59,90 60,30 60,91 61,28 61,73 62,21 Sumber: BPS, 2017

(25)

PEREKONOMIAN WILAYAH

Berdasarkan pada data BPS Papua dan Papua Barat, angka kemiskinan pada kabupaten/ kota di Provinsi Papua Barat dalam kategori tinggi dan diatas rata-rata angka kemiskinan nasional. Kabupaten dan Kota yang memiliki nilai persentase kemiskinan paling rendah atau sama dengan angka kemiskinan nasional adalah Kota Sorong (Provinsi Papua Barat). Gambaran lebih rinci tingkat kemiskinan di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat dapat diikuti pada tabel.

Tabel Angka Kemiskinan di Provinsi Papua Barat

Nama Wilayah

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota (Persen)

Kategori

2015 2016

PAPUA BARAT 25,82 25,43 Tinggi

Fakfak 27,51 26,66 Tinggi

Kaimana 17,79 17,44 Tinggi

Teluk Wondama 37,44 36,37 Tinggi

Teluk Bintuni 36,66 34,72 Tinggi

Manokwari 25,28 24,93 Tinggi

Sorong Selatan 20,38 19,92 Tinggi

Sorong 33,35 33,25 Tinggi

Raja Ampat 20,94 20,5 Tinggi

Tambrauw 38,11 36,67 Tinggi

Maybrat 35,31 34,65 Tinggi

Manokwari Selatan 34,33 34,15 Tinggi

Pegunungan Arfak 38,53 39,46 Tinggi

Kota Sorong 17,56 17,85 Tinggi

Sumber: BPS Papua, 2017

Perekonomian wilayah menggambarkan kondisi kemajuan pembangunan dari sisi ekonomi yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Profil perekonomian wilayah dapat diukur berdasarkan pada aspek pertumbuhan ekonomi, struktur perekonomian serta komoditas unggulan yang akan mampu menggambarkan secara utuh potensi pengembangan wilayah. Pulau Papua memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi mendekati kinerja perekonomian nasional yaitu pada kisaran 6% per tahun. Kajian perekonoian wilayah dalam pembahasan

(26)

pada bagian ini akan mengacu pada kajian ekonomi yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Bappenas pada tahun 2015 dan awal 2016. Gambaran lebih rinci mengenai karakteristik perekonomian wilayah dan potensi pengembangan wilayah di Provinsi Papua Barat selengkapnya dapat diikuti pada subbab berikut.

(27)

A. Pertumbuhan Ekonomi

Provinsi Papua Barat memiliki pertumbuhan ekonomi relatif stabil, tidak terdapat fluktuasi yang ekstrem pada periode 2011-2016 dengan kisaran pertumbuhan rata-rata dalam lima tahun terakhir adalah 5%. Pertumbuhan ekonomi di Papua Barat cukup sehat dengan nilai yang mendekati pertumbuhan rata-rata perekonomian nasional. Sektor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi pada wilayah Papua Barat masih sama dengan wilayah Provinsi Papua, yaitu sektor pertambangan, khususnya sektor pertambangan minyak dan gas bumi. Gambaran rinci pertumbuhan ekonomi Papua Barat dan dibandingkan dengan Provinsi Papua dan nasional dapat diikuti pada gambar berikut.

Gambar Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Dibandingkan dengan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2011-2016

Sumber: BPS, 2017

Wilayah kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi (diatas dua digit) pada tahun 2011-2016 adalah Kota Sorong (lihat tabel).

(28)

Tabel Perkembangan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat 2011-2015 N o Kabupaten/Kota 2011 2012 2013 2014 2015 2016 1 Fakfak 5,72% 7,84% 8,60% 7,55% 7,29% 5,30% 2 Kaimana 3,14% 9,53% 7,72% 5,53% 4,43% 3,05% 3 Teluk Wondama 3,35% 7,52% 7,22% 5,30% 3,68% 3,69% 4 Teluk Bintuni 6,36% 2,73% 5,41% 2,36% 2,85% 2,72% 5 Manokwari 1,60% 2,65% 11,51% 8,62% 7,53% 7,49% 6 Sorong Selatan 12,34% 12,30% -2,51% 7,17% 6,34% 6,14% 7 Sorong 7,30% 2,10% -0,57% 2,34% 5,54% 5,73% 8 Raja Ampat -5,78% -1,87% 11,40% 6,25% 4,62% 5,27% 9 Tambrauw 4,36% 6,10% 5,93% 6,27% 5,83% 5,01% 10 Maybrat 3,95% 4,41% 5,25% 6,27% 5,52 6,45 11 Manokwari Selatan 5,40% 5,80% 4,64% 4,75% 12 Pegunungan Arfak 4,40% 9,10% 6,66% 3,11% 13 Kota Sorong 11,54% 15,53% 18,95% 21,37% 10,23% 9,30% Papua Barat 3,64% 3,63% 7,39% 5,38% 5,20% 5,52% Sumber: BPS, 2017

Pada wilayah Provinsi Papua Barat perekonomian wilayah ditopang oleh sektor industri pengolahan (migas) yang memberikan kontribusi rata sebesar 32% dalam pembentukan PDRB Provinsi Papua Barat. Sektor ekonomi lain yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan PDRB adalah sektor pertambangan dan penggalian yang memberikan kontribusi lebih dari 21% dalam lima tahun terakhir serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang memberikan kontribusi sebesar 10,6% dalam lima tahun terakhir.

Peranan sektor industri pengolahan migas menunjukkan satu indikasi kemajuan ekonomi di Provinsi Papua Barat dengan mendorong keterkaitan aktivitas ekonomi dari pertambangan migas menjadi bahan olahan dari industri migas. Apabila bentuk keterkaitan ini terus diperkuat maka perekonomian di Provinsi Papua Barat akan memberikan satu multiplier efek yang sangat besar bagi wilayah Provinsi Papua Barat. Gambaran terinci kontribusi sektor ekonomi dalam pembentukan PDRB Provinsi Papua Barat dapat diikuti pada tabel berikut.

(29)

Tabel PDRB Provinsi Papua Barat 2011-20116 (ADHK 2010)

Kategori Lapangan Usaha

NILAI PDRB ADHK 2010

PERANAN SEKTOR TERHADAP PEMBENTUKAN PEREKONOMIAN

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2010

2011

2012

2013

2014

2015

A

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 4,889,557.47 4,583,190.66 4,785,624.22 5,090,319.67 5,346,989.80 5,482,571.90 5,482,571.90 11.82% 10.69% 10.77% 10.67% 10.64% 10.47%

1

Pertanian,

Perburuan dan Jasa Pertanian

Peternakan,

1,405,844.28 1,387,594.26 1,337,765.42 1,374,989.78 1,427,774.97 1,491,066.40 1,523,276.20 3.40%

3.24%

3.01%

2.88%

2.84%

2.85%

a. Tanaman Pangan

194,948.23

182,555.45

168,097.37

170,651.98

170,095.30

171,073.10

154,407.80

0.47%

0.43%

0.38%

0.36%

0.34%

0.33%

b.

Semusim

Tanaman

Hortikultura

388,407.84

347,843.26

354,588.23

365,968.05

383,935.54

400,765.80

403,871.10

0.94%

0.81%

0.80%

0.77%

0.76%

0.77%

c. Perkebunan Semusim

490,457.77

517,126.16

463,175.08

442,863.37

456,779.21

480,872.80

503,057.80

1.19%

1.21%

1.04%

0.93%

0.91%

0.92%

d. Peternakan

300,364.27

307,765.05

319,240.82

362,462.36

383,633.73

403,785.50

426,062.20

0.73%

0.72%

0.72%

0.76%

0.76%

0.77%

e. Jasa Pertanian dan Perburuan 31,666.17

32,304.35

32,663.92

33,044.03

33,331.18

34,569.20

35,877.30

0.08%

0.08%

0.07%

0.07%

0.07%

0.07%

2

Kehutanan dan Penebangan

Kayu

1,128,181.82 1,094,193.41 1,161,952.73 1,200,570.44 1,215,506.09 1,187,180.60 1,119,626.90 2.73%

2.55%

2.62%

2.52%

2.42%

2.27%

3 Perikanan

2,355,531.37 2,101,402.98 2,285,906.06 2,514,759.45 2,703,708.74 2,804,324.90 2,954,775.30 5.69%

4.90%

5.15%

5.27%

5.38%

5.36%

B

Pertambangan dan Penggalian

11,220,366.15 11,247,790.04 10,789,932.06 10,913,070.41 11,009,307.29 11,142,840.90 11,231,379.70 27.13% 26.24% 24.29% 22.88% 21.90% 21.29%

1

Pertambangan Minyak, Gas dan

Panas Bumi

10,703,116.63 10,741,134.69 10,262,932.94 10,380,877.83 10,476,797.14 10,600,677.10 10,672,626.30 25.88% 25.06% 23.10% 21.76% 20.84% 20.25%

2

Pertambangan Batubara dan

Lignit

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

3 Pertambangan Bijih Logam

142,475.56

122,474.87

130,915.65

119,612.81

111,516.22

96,132.80

88,186.50

0.34%

0.29%

0.29%

0.25%

0.22%

0.18%

4

Pertambangan dan Penggalian

Lainnya

374,773.96

384,180.49

396,083.48

412,579.77

420,993.93

446,031.00

470,566.90

0.91%

0.90%

0.89%

0.86%

0.84%

0.85%

C

Industri Pengolahan

13,524,271.16 14,094,138.16 14,501,461.09 15,728,580.96 16,316,664.90 16,695,367.80 17,242,354.20 32.70% 32.88% 32.64% 32.97% 32.46% 31.89%

1

Industri

Pengilangan Migas

Batubara

dan

12,321,489.92 12,858,049.31 13,208,297.44 14,371,083.17 14,887,609.78 15,238,770.40 15,759,928.30 29.79% 30.00% 29.73% 30.12% 29.61% 29.11%

2 Industri Makanan dan Minuman 388,418.57

403,188.42

427,813.80

447,994.55

474,067.83

496,904.50

507,189.40

0.94%

0.94%

0.96%

0.94%

0.94%

0.95%

3 Pengolahan Tembakau

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 5,521.32

5,757.76

5,991.24

6,224.98

6,469.11

6,400.50

6,736.50

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

(30)

Kategori Lapangan Usaha

NILAI PDRB ADHK 2010

PERANAN SEKTOR TERHADAP PEMBENTUKAN PEREKONOMIAN

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2010

2011

2012

2013

2014

2015

6 Industri Kayu, Barang dari Kayu

dan Gabus dan Barang Anyaman

dari Bambu, Rotan dan

Sejenisnya

593,132.15

605,242.55

630,076.42

664,845.77

698,885.87

689,369.30

698,938.40

1.43%

1.41%

1.42%

1.39%

1.39%

1.32%

7 Industri Kertas dan Barang dari

Kertas,

Percetakan

dan

Reproduksi Media Rekaman

20,267.40

20,095.07

21,138.93

22,076.54

22,954.30

24,251.30

25,817.20

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

8

Industri Kimia, Farmasi dan Obat

Tradisional

1,376.96

1,415.41

1,477.89

1,526.67

1,598.42

1,677.00

1,763.20

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

9

Industri Karet, Barang dari Karet

dan Plastik

29.23

30.92

32.11

32.22

32.46

33.30

33.20

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

10

Industri Barang Galian bukan

Logam

68,127.92

71,259.15

73,429.56

73,508.13

76,058.86

80,760.50

81,766.20

0.16%

0.17%

0.17%

0.15%

0.15%

0.15%

11 Industri Logam Dasar

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

12 Industri Barang dari Logam,

Komputer, Barang Elektronik,

Optik dan Peralatan Listrik

9,309.05

9,419.25

9,463.43

10,013.44

11,259.85

11,697.30

12,288.60

0.02%

0.02%

0.02%

0.02%

0.02%

0.02%

13

Industri Mesin dan Perlengkapan

YTDL

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

14 Industri Alat Angkutan

21,095.18

21,046.88

21,625.99

21,753.41

22,794.31

23,777.30

24,733.00

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

0.05%

15 Industri Furnitur

79,346.52

82,397.72

85,736.04

92,122.80

97,069.80

104,216.90

106,412.40

0.19%

0.19%

0.19%

0.19%

0.19%

0.20%

16 Industri pengolahan lainnya, jasa

reparasi dan pemasangan mesin

dan peralatan

5,309.22

5,194.00

5,351.81

5,434.59

5,155.64

4,983.30

4,806.50

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

0.01%

D

Pengadaan Listrik, Gas

13,206.16

14,717.93

16,573.72

18,128.13

18,722.33

18,359.30

19,190.20

0.03%

0.03%

0.04%

0.04%

0.04%

0.04%

1 Ketenagalistrikan

13,157.78

14,665.43

16,519.06

18,066.96

18,655.18

18,288.50

18,854.60

0.03%

0.03%

0.04%

0.04%

0.04%

0.03%

2 Pengadaan Gas dan Produksi Es 48.38

52.50

54.67

61.16

67.15

70.80

335.60

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

E

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang

47,717.00

48,176.23

50,652.83

53,091.41

55,822.97

58,807.30

60,757.40

0.12%

0.11%

0.11%

0.11%

0.11%

0.11%

F

Konstruksi

3,211,472.12 3,717,429.90 4,202,109.35 4,865,448.69 5,491,291.35 5,991,887.30 6,577,587.70 7.76%

8.67%

9.46%

10.20% 10.92% 11.45%

(31)

Kategori Lapangan Usaha

NILAI PDRB ADHK 2010

PERANAN SEKTOR TERHADAP PEMBENTUKAN PEREKONOMIAN

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2010

2011

2012

2013

2014

2015

1

Perdagangan Mobil, Sepeda

Motor dan Reparasinya

391,880.90

406,616.41

441,465.14

478,580.01

519,402.89

531,978.10

569,981.50

0.95%

0.95%

0.99%

1.00%

1.03%

1.02%

2

Perdagangan Besar dan Eceran,

Bukan Mobil dan Sepeda Motor 1,673,831.02 1,928,740.26 2,018,084.47 2,167,223.83 2,339,864.74 2,523,435.60 2,762,278.30 4.05%

4.50%

4.54%

4.54%

4.65%

4.82%

H

Transportasi dan Pergudangan

736,091.21

785,010.31

893,260.76

1,007,574.56 1,138,140.50 1,232,582.80 1,330,984.00 1.78%

1.83%

2.01%

2.11%

2.26%

2.35%

1 Angkutan Rel

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

2 Angkutan Darat

368,294.82

371,624.06

405,523.84

430,394.62

483,530.79

522,981.00

564,228.60

0.89%

0.87%

0.91%

0.90%

0.96%

1.00%

3 Angkutan Laut

124,328.70

142,438.04

177,375.75

228,051.26

260,329.67

280,110.50

298,251.40

0.30%

0.33%

0.40%

0.48%

0.52%

0.54%

4

Angkutan Sungai Danau dan

Penyeberangan

18,536.93

20,106.43

22,195.89

22,865.43

21,783.67

23,570.60

25,260.20

0.04%

0.05%

0.05%

0.05%

0.04%

0.05%

5 Angkutan Udara

159,696.57

185,291.81

213,827.54

243,514.62

279,172.47

304,588.50

333,179.60

0.39%

0.43%

0.48%

0.51%

0.56%

0.58%

6

Pergudangan

dan

Jasa

Penunjang Angkutan, Pos dan

Kurir

65,234.19

65,549.96

74,337.74

82,748.63

93,323.91

101,332.30

110,064.20

0.16%

0.15%

0.17%

0.17%

0.19%

0.19%

I

Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum

208,641.93

213,670.91

224,814.12

235,201.82

248,402.38

265,192.70

285,537.60

0.50%

0.50%

0.51%

0.49%

0.49%

0.51%

1 Penyediaan Akomodasi

58,257.34

61,796.04

67,815.21

69,890.95

72,875.30

77,742.80

83,485.00

0.14%

0.14%

0.15%

0.15%

0.14%

0.15%

2 Penyediaan Makan Minum

150,384.59

151,874.87

156,998.91

165,310.87

175,527.08

187,449.80

202,052.60

0.36%

0.35%

0.35%

0.35%

0.35%

0.36%

J

Informasi dan Komunikasi

582,216.68

587,511.56

684,755.65

748,721.13

834,337.39

896,731.20

984,342.50

1.41%

1.37%

1.54%

1.57%

1.66%

1.71%

K

Jasa Keuangan dan Asuransi

396,049.97

428,365.00

500,247.27

621,359.54

684,859.22

743,893.10

762,300.10

0.96%

1.00%

1.13%

1.30%

1.36%

1.42%

1 Jasa Perantara Keuangan

369,106.88

399,685.58

468,986.87

588,212.33

649,533.42

706,732.00

722,538.30

0.89%

0.93%

1.06%

1.23%

1.29%

1.35%

2 Asuransi dan Dana Pensiun

10,572.66

11,490.02

12,234.97

12,747.06

13,368.10

14,047.50

15,060.70

0.03%

0.03%

0.03%

0.03%

0.03%

0.03%

3 Jasa Keuangan Lainnya

15,512.49

16,272.11

18,052.97

19,379.91

20,884.28

21,994.90

23,506.20

0.04%

0.04%

0.04%

0.04%

0.04%

0.04%

4 Jasa Penunjang Keuangan

857.94

917.29

972.45

1,020.25

1,073.43

1,118.70

1,194.90

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

0.00%

L

Real Estate

377,626.00

404,367.95

455,977.61

483,156.25

528,669.56

566,612.60

614,291.10

0.91%

0.94%

1.03%

1.01%

1.05%

1.08%

M,N

Jasa Perusahaan

41,547.33

42,321.51

44,516.95

47,928.71

51,671.94

55,372.80

58,393.40

0.10%

0.10%

0.10%

0.10%

0.10%

0.11%

O

Administrasi

Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,740,131.71 3,001,623.90 3,381,416.40 3,701,236.32 4,006,013.14 4,340,166.90 4,699,404.40 6.62%

Pemerintahan,

7.00%

7.61%

7.76%

7.97%

8.29%

(32)

Kategori Lapangan Usaha

NILAI PDRB ADHK 2010

PERANAN SEKTOR TERHADAP PEMBENTUKAN PEREKONOMIAN

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Q

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 296,218.95

319,278.91

342,825.28

345,645.95

360,335.90

388,688.60

413,868.40

0.72%

0.74%

0.77%

0.72%

0.72%

0.74%

R,S,T,U Jasa lainnya

102,440.33

106,145.54

109,762.32

119,902.38

128,103.70

136,254.30

146,303.80

0.25%

0.25%

0.25%

0.25%

0.25%

0.26%

Produk Domestik Regional Bruto

41,361,671.92 42,867,187.12 44,423,335.15 47,705,864.97 50,272,011.73 52,346,485.90 54,711,282.20 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00% 100.00%

(33)

Tabel Struktur Perekonomian Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat 2016

Kabupaten/Kota

Kontribusi Sektoral Dalam Pembentukan PDRB

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

K

L

M,N

O

P

Q

R,S,T,U

1 Fakfak

18,47% 1,60%

3,98%

0,05% 0,23% 25,00% 12,06% 5,19% 1,06% 3,10% 1,45% 2,29% 0,18% 18,24% 5,37% 1,40% 0,33%

2 Kaimana

29,34% 1,10%

6,44%

0,06% 0,06% 17,25% 10,08% 4,85% 0,70% 1,88% 1,46% 2,07% 0,08% 21,50% 1,96% 0,73% 0,43%

3 Teluk Wondama

36,47% 1,27%

2,54%

0,02% 0,05% 16,06% 7,49% 2,11% 0,40% 0,53% 1,16% 1,49% 0,06% 25,98% 3,46% 0,71% 0,18%

4 Teluk Bintuni

2,63%

37,46% 55,57% 0,00% 0,00% 1,68% 0,35% 0,14% 0,02% 0,04% 0,13% 0,12% 0,00% 1,56% 0,23% 0,06% 0,00%

5 Manokwari

13,91% 2,82%

3,60%

0,08% 0,32% 23,95% 11,83% 5,48% 1,42% 4,48% 3,90% 3,19% 0,24% 17,50% 4,89% 1,81% 0,57%

6 Sorong Selatan

26,41% 2,64%

1,45%

0,05% 0,10% 27,51% 9,40% 1,73% 0,40% 1,28% 1,00% 0,73% 0,06% 19,91% 5,49% 1,64% 0,19%

7 Sorong

25,68% 1,79%

10,02% 0,06% 0,18% 25,56% 8,11% 1,61% 0,52% 1,06% 1,61% 0,93% 0,16% 16,95% 4,43% 1,12% 0,22%

8 Raja Ampat

26,07% 42,69% 0,72%

0,01% 0,01% 9,57% 3,56% 0,53% 0,49% 0,22% 0,47% 0,55% 0,02% 13,73% 0,95% 0,23% 0,19%

9 Tambrauw

35,01% 1,86%

0,81%

0,10% 0,03% 17,98% 1,10% 0,92% 0,16% 0,16% 0,36% 1,16% 0,01% 34,52% 5,03% 0,76% 0,03%

10 Maybrat

33,64% 0,99%

0,41%

0,03% 0,06% 14,62% 6,25% 1,46% 0,22% 0,26% 1,84% 0,47% 0,04% 35,62% 3,35% 0,70% 0,06%

11 Manokwari Selatan

65,79% 0,53%

1,00%

0,12%

3,08% 1,18% 2,63% 0,31% 0,23% 0,57% 0,31% 0,09% 18,26% 3,49% 1,26% 1,15%

12 Pegunungan Arfak

45,23% 0,28%

0,00%

0,19% 0,00% 7,12% 0,05% 0,04% 0,13% 0,05% 0,07% 0,53% 0,00% 40,65% 3,86% 1,46% 0,36%

13 Kota Sorong

7,82%

1,30%

5,98%

0,09% 0,32% 26,18% 17,41% 6,97% 1,34% 6,29% 4,20% 2,81% 0,32% 9,96% 6,29% 1,84% 0,88%

Papua Barat

10,02% 20,53% 31,52% 0,04% 0,11% 12,02% 6,09% 2,43% 0,52% 1,80% 1,39% 1,12% 0,11% 8,59% 2,48% 0,76% 0,27%

(34)

Struktur ekonomi kabupaten/kota yang memberikan kontribusi yang paling besar dalam pembentukan perekonomian wilayah adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar diatas 20% dalam pembentukan PDRB kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Adapun gambaran ringkas dari struktur perekonomian kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat dapat diikuti pada tabel 2.40. Perkembangan sektor perekonomian pertanian cenderung mengalami penerunan peran terhadap perekonomian wilayah pada masing-masing kabupaten/kota. Kondisi ini tidak terlepas dari nilai tambah sektor pertanian yang rendah. Disatu sisi sektor pertanian memiliki peluang keberlanjutan dalam rangka pengembangan wilayah. Sektor pertanian juga memiliki peran terhadap ketahanan pangan pada masing-masing kabupaten, sehingga apabila tidak ada intervensi untuk memperkuat sektor pertanian maka dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan pada masa mendatang.

Salah satu upaya struktural yang diharapkan akan memperkuat sektor pertanian adalah dengan mengembangkan infrastruktur pendukung pertanian. Dukungan infrastruktur dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dilakukan dalam bentuk pengembangan bendung dan jaringan irigasi. Diharapkan melalui pengembangan infrastruktur pendukung pertanian maka produktivitas pertanian di Papua Barat akan lebih meningkat. Pengembangan pertanian di Provinsi Papua Barat juga harus diikuti dengan upaya meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang ada oleh dinas pertanian ataupun dinas perindustrian di masing-masing kabupaten di Provinsi Papua Barat.

POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH

Sektor unggulan yang ada di Papua Barat adalah pertanian subsektor perikanan dan kehutanan, pertambangan migas, dan bangunan. Untuk sektor pertanian dapat dikembangkan pada daerah datar dengan kondisi keairan yang baik pada daerah tengah kepala burung. Untuk lebih detail mengenai potensi pengembangan wilayah Papua Barat adalah sebagai berikut:

Tabel Komoditas Unggulan Pengembangan Wilayah No Kabupaten/Kota

Luas Wilayah (km2)

Komoditas Unggulan

1 Fakfak 11.036,48 Sapi, Pala, Pertambangan

2 Kaimana 16.241,84 Perikanan, Pariwisata, Pertambangan 3 Teluk Wondama 3.959,53 Perikanan, Pariwisata, Pertambangan

4 Teluk Bintuni 20.840,83 Perkebunan (Kakao), Pertambangan (Migas), Pariwisata (mangrove)

5 Manokwari 3.186,28 Perkebunan (Kelapa Sawit), Perikanan Tangkap, Pertambangan, Industri Pengolahan (Semen) 6 Sorong Selatan 6.594,31 Perikanan (tangkap), Perkebunan (Sagu),

(35)

No Kabupaten/Kota

Luas Wilayah (km2)

Komoditas Unggulan

7 Sorong 6.544,23 Perikanan (tangkap), Pertambangan (Migas) 8 Raja Ampat 8.034,44 Pariwisata (Bahari), Perikanan (tangkap),

Peternakan

9 Tambrauw 11.529,18 Pertambangan, Peternakan (Sapi), Pariwisata 10 Maybrat 5.461,69 Pertambangan (Galian C), Perikanan Darat 11 Manokwari

Selatan 2.812,44

Perkebunan (Kelapa Sawit), Perikanan Tangkap, Pertambangan

12 Pegunungan

Arfak 2.773,74 Pertanian Hortikultura, Pariwisata

13 Kota Sorong 656,64 Pariwisata (Bahari), Perikanan (tangkap) Sumber: Bappeda Papua Barat, 2016

Gambar

Tabel Wilayah Administrasi Provinsi Papua Barat
Tabel Profil Ekoregion Provinsi Papua Barat
Tabel Potensi Hidrologi Pada WS Kamundan Sebyar
Tabel Potensi Hidrologi Pada WS Omba
+7

Referensi

Dokumen terkait