Telah disetujui preseptor klinik
Telah disetujui preseptor klinik
Hari/tanggal:
Hari/tanggal:
Tanda Tangan:
Tanda Tangan:
Telah disetujui preseptor akademik
Telah disetujui preseptor akademik
Hari/tanggal :
Hari/tanggal :
Tanda tangan:
Tanda tangan:
STASE KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)
STASE KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)
PROGRAM STUDI NERS (PROFESI)
PROGRAM STUDI NERS (PROFESI)
LAPORAN PENDAHULUAN
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA KLIEN
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA KLIEN
DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG
DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG
KELAS I RSUD KEPAHIANG
KELAS I RSUD KEPAHIANG
OLEH : JOHAN WAHYUDI
OLEH : JOHAN WAHYUDI
1.
1.
Kasus.
Kasus.
Diabetes Melitus tipe II
Diabetes Melitus tipe II
2.
2.
Proses terjadinya masalah
Proses terjadinya masalah
A. DEFINISI
A. DEFINISI
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan
gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang
gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang
disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner
disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner
Disebabkan karena kurangnya produksi insulin dari sel beta
Disebabkan karena kurangnya produksi insulin dari sel beta
pancreas,
pancreas, tetapi
tetapi biasanya
biasanya resistensi
resistensi aksi
aksi insulin
insulin pada
pada jaringan
jaringan
perifer.Biasanya
perifer.Biasanya terjadi
terjadi pada
pada orang
orang tua
tua (umur
(umur lebih
lebih 40
40 tahun)
tahun) atau
atau
anak dengan obesitas.
anak dengan obesitas.
c. Diabetes Mellitus type lain
c. Diabetes Mellitus type lain
1.)
1.) Diabetes oleh
Diabetes oleh beberapa sebab
beberapa sebab seperti kelaina
seperti kelainan pancreas, kelai
n pancreas, kelainan
nan
hormonal, diabetes karena obat/zat kimia, kelainan reseptor insulin,
hormonal, diabetes karena obat/zat kimia, kelainan reseptor insulin,
kelainan genetik dan lain-lain.
kelainan genetik dan lain-lain.
2.) Obat-obat yang dapat menyebabkan huperglikemia antara lain :
2.) Obat-obat yang dapat menyebabkan huperglikemia antara lain :
Furasemid, thyasida diuretic glukortikoid, dilanting dan asam
Furasemid, thyasida diuretic glukortikoid, dilanting dan asam
hidotinik
Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab
Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab
yaitu:
yaitu:
1.
1.
Dibetes
Dibetes melitus tipe I
melitus tipe I
Diabetes melitus tipe I ditandai oleh penghancuran sel-sel beta
Diabetes melitus tipe I ditandai oleh penghancuran sel-sel beta
pankreas yang merupakan kombinasi d
pankreas yang merupakan kombinasi dari beberapa faktor:
ari beberapa faktor:
a.
a.
Faktor genetik
Faktor genetik
Penderita tidak mewarisi diabetas tipe I sendiri tetapi mewarisi
Penderita tidak mewarisi diabetas tipe I sendiri tetapi mewarisi
suatu predisposisi kearah terjadinya diabetas tipe I yaitu dengan
suatu predisposisi kearah terjadinya diabetas tipe I yaitu dengan
ditmukannya tipe antigen HLA (Human Leucolyte antoge)
ditmukannya tipe antigen HLA (Human Leucolyte antoge)
teertentu pada individu tertentu.
teertentu pada individu tertentu.
b.
2. Diabetas Melitus Tipe II
2. Diabetas Melitus Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin
dan gangguan sekresi insulin pada diabetas melitus tipe II masih belum
dan gangguan sekresi insulin pada diabetas melitus tipe II masih belum
diketahui. Faktor genetik diperkirakan memegang peranan dalam
diketahui. Faktor genetik diperkirakan memegang peranan dalam proses
proses
terjadinya resistensi insulin dan juga terspat beberap faktor resiko
terjadinya resistensi insulin dan juga terspat beberap faktor resiko
teetentu yang berhubngan dengan proses terjadinya diabetea tipe II
teetentu yang berhubngan dengan proses terjadinya diabetea tipe II
yaitu:
yaitu:
a.
a. Usia ( resistensi insulin cenderung meningkat usia diatas 65 tahun
Usia ( resistensi insulin cenderung meningkat usia diatas 65 tahun
b.
b. Obesitas
Obesitas
c.
c. Riwayat keluarga
Riwayat keluarga
d.
d.
d. Hormonal
Hormonal
Sindrom cushing karena konsentrasi hidrokortison dalam darah
Sindrom cushing karena konsentrasi hidrokortison dalam darah
tinggi, akromegali karena jumlah somatotropin meninggi,
tinggi, akromegali karena jumlah somatotropin meninggi,
feokromositoma karena konsentrasi glukagon dalam darah tinggi,
feokromositoma karena konsentrasi glukagon dalam darah tinggi,
feokromositoma karena kadar katekolamin meningkat.
feokromositoma karena kadar katekolamin meningkat.
C. MANIFESTASI KLINIK
C. MANIFESTASI KLINIK
Yang lazim terjadi, pada Diabetes Mellitus sebagai berikut :
Yang lazim terjadi, pada Diabetes Mellitus sebagai berikut :
Pada tahap awal sering ditemukan :
Pada tahap awal sering ditemukan :
1.
1.
Poliuri (banyak kencing)
Poliuri (banyak kencing)
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat
sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga
sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga
maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh
maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh
yang lain yaitu lemak dan protein.
yang lain yaitu lemak dan protein.
5.
5.
Mata kabur
Mata kabur
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa
–
–
sarbitol
sarbitol
fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat
fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat
terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan
terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan
pembentukan katarak.
pembentukan katarak.
D. P
D. PA
ATOFISIOLOGI
TOFISIOLOGI
Sebagian besar patologi Diabetes Mellitus dapat dikaitkan dengan
Sebagian besar patologi Diabetes Mellitus dapat dikaitkan dengan
satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1)
satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1)
Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat
Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat
Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke
Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke
metabolisme telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua
metabolisme telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua
energinya pada
energinya pada
lemak
lemak
, kadar asam aseto
, kadar asam aseto
–
–
asetat dan asam
asetat dan asam
Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter
Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter
sampai setinggi 10 Meq/Liter.
sampai setinggi 10 Meq/Liter.
E.
E. PENATALAKSAN
PENATALAKSANAAN
AAN
Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan Diabetes Mellitus
Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan Diabetes Mellitus
adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi
adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi
acut dan kronik. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia
acut dan kronik. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia
akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Penatalaksanaan
akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Penatalaksanaan
diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik,
diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik,
Beberapa cara menentukan
Beberapa cara menentukan jumalah kelori uantuk
jumalah kelori uantuk pasien DM
pasien DM melalui
melalui
perhitungan
perhitungan menurut
menurut Bocca:
Bocca: Berat
Berat badan
badan (BB)
(BB) Ideal:
Ideal: (TB
(TB
–
–
100)
100)
–
–
10% kg
10% kg
1.
1.
BB ideal x 30% untuk laki-laki
BB ideal x 30% untuk laki-laki
2.
2.
BB ideal x25% untuk Wanita
BB ideal x25% untuk Wanita
Kebutuan kalori dapat ditambah lagi dengan kegiatan
Kebutuan kalori dapat ditambah lagi dengan kegiatan
sehari-hari:
hari:
Ringan : 100
Ringan : 100
–
–
200 Kkal/jam
200 Kkal/jam
Sedang : 200
Sedang : 200
–
–
250 Kkal/jam
250 Kkal/jam
Berat
Berat :
: 400
400
–
–
900 Kkal/jam
900 Kkal/jam
2). Kebutuhhan basal dihituung seperti 1), tetapi ditambah kalori
2). Kebutuhhan basal dihituung seperti 1), tetapi ditambah kalori
2. Latihan jasmani
2. Latihan jasmani
Dianjurkan latihian jasmani secara teratur (3
Dianjurkan latihian jasmani secara teratur (3
–
–
4 x seminggu) selama
4 x seminggu) selama
kurang lebih 30 menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi
kurang lebih 30 menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi
penyakit
penyakit penyerta.
penyerta. Latihian
Latihian yang dapat
yang dapat dijadikan
dijadikan pilihan
pilihan adalah
adalah jalan
jalan kaki,
kaki,
jogging,
jogging, lari,
lari, renang,
renang, bersepeda
bersepeda dan
dan mendayung.
mendayung. Sespat
Sespat muingkain
muingkain zona
zona
sasaran yaitu 75
sasaran yaitu 75
–
–
85 % denyut nadi maksimal : DNM = 220-umur (dalam
85 % denyut nadi maksimal : DNM = 220-umur (dalam
tahun)
tahun)
3. Pengelolaan farmakologi
3. Pengelolaan farmakologi
a)
a) Obat hipoglikemik oral (OHO)
Obat hipoglikemik oral (OHO)
Golongansulfoniluresbekerjadengan cara:
Golongansulfoniluresbekerjadengan cara:
nasalah resistensi insulin dan berbagai masalah akibat resistensi insulin
nasalah resistensi insulin dan berbagai masalah akibat resistensi insulin
tanpa menyebabkan hipoglikemia.
tanpa menyebabkan hipoglikemia.
F. KOMPLIKASI
F. KOMPLIKASI
1.
1. Akut
Akut
a.
a.
Hypoglikemia
Hypoglikemia
b.
b.
Ketoasidosis
Ketoasidosis
c.
c.
Diabetik
Diabetik
2.
2. Kronik
Kronik
a.
a.
Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah
Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah
jantung pembuluh d
jantung pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.
arah tepi, pembuluh darah otak.
b.
Bukan
Bukan DM
DM
Belum
Belum Pasti
Pasti DM
DM
DM
DM
Kadar GD Sewaktu:
Kadar GD Sewaktu:
I.
I.
Plasma
Plasma vena
vena
II.
II. Darah
Darah kapiler
kapiler
Kadar GD Puasa:
Kadar GD Puasa:
III.
III. Plasma
Plasma vena
vena
IV.
IV. Darah
Darah kapiler
kapiler
<110
<110
< 90
< 90
<110
<110
< 90
< 90
110
110
–
–
199
199
90
90
–
–
199
199
110
110
–
–
125
125
90
90
–
–
109
109
> 200
> 200
> 200
> 200
> 226
> 226
> 110
> 110
H. ASUHAN
3.
3. Eliminasi
Eliminasi
Poliuri,nocturi, nyeri, rasa terbakar, diare, perut kembung dan pucat.
Poliuri,nocturi, nyeri, rasa terbakar, diare, perut kembung dan pucat.
4.
4. Nutrisi
Nutrisi
Nausea,
Nausea, vomitus,
vomitus, berat
berat badan
badan menurun,
menurun, turgor
turgor kulit
kulit jelek,
jelek,
mual/muntah.
mual/muntah.
5.
5. Neurosensori
Neurosensori
Sakit kepala, menyatakan seperti mau muntah, kesemutan, lemah
Sakit kepala, menyatakan seperti mau muntah, kesemutan, lemah
otot, disorientasi, letargi, koma dan bingung.
otot, disorientasi, letargi, koma dan bingung.
6.
6. Nyeri
Nyeri
Pembengkakan
Pembengkakan perut,
perut, meringis.
meringis.
7.
b.
b. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan adanya luka
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan adanya luka
c.
c. Defisit volume cairan t
Defisit volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
ubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
d.
d. Ketidakseimbangan
Ketidakseimbangan nutrisi
nutrisi kurang dari
kurang dari kebutuhan
kebutuhan tubuhberhubung
tubuhberhubungan
an
dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
e.
e. Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
f.
f. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
g.
g. Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan
Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan
pengobatan
pengobatan berhubungan
berhubungan dengan
dengan kurangnya
kurangnya pemajanan/mengingat,
pemajanan/mengingat,
kesalahan interpretasi informasi.
.
. ANALISA DATAANALISA DATA
Penulis menganalisa data dan diagnosa sesuai dengan temuan di lapangan Penulis menganalisa data dan diagnosa sesuai dengan temuan di lapangan
NO DATA
NO DATA ETIOLOGIETIOLOGI MASALAHMASALAH
1.
1. Data Subyektif :Data Subyektif :Klien merasa lemahKlien merasa lemah
Klien mengatakan sebagi-an aktifitasnya
Klien mengatakan sebagi-an aktifitasnya
dilakukan sendiri.
dilakukan sendiri.
Data Obyektif :
Data Obyektif :
Klien nampak lemah
Klien nampak lemah
Aktifitasnya sebagian dila-kukan sendiri.
Aktifitasnya sebagian dila-kukan sendiri.
Penurunan insulin tubuh
Penurunan insulin tubuh
Glukosa darah tidak dapat ditransfer kejaringan
Glukosa darah tidak dapat ditransfer kejaringan
Glukagon otot menurun
Glukagon otot menurun
Metabolisme karbohidrat menurun
Metabolisme karbohidrat menurun
ATP tidak terbentuk
ATP tidak terbentuk Energi berkurang Energi berkurang Kelemahan Kelemahan Kelelahan Kelelahan berhubungan berhubungan dengan penurunan dengan penurunan produksi
produksi energienergi metabolik.
NO DATA
NO DATA ETIOLOGIETIOLOGI MASALAHMASALAH
2. 2. 3. 3. Data subyektif : Data subyektif :
Klien mengeluh lemah Klien mengeluh lemah
Klien mengeluh berat badan menurun. Klien mengeluh berat badan menurun. Klien mengatakan nafsu makan menurun. Klien mengatakan nafsu makan menurun. Data obyektif :
Data obyektif :
Porsi makan tidak dihabiskan ( ½
Porsi makan tidak dihabiskan ( ½ – – ¼ porsi) ¼ porsi) Konjungtiva nampak pucat
Konjungtiva nampak pucat
Data subyektif : Data subyektif : -Data obyektif : Data obyektif :
Klien nampak lemah Klien nampak lemah Ada riwayat DM Ada riwayat DM Therapi insulin 25-10-10 Therapi insulin 25-10-10 GDS : 397 mg/dl GDS : 397 mg/dl
Penurunan insulin dalam tubuh Penurunan insulin dalam tubuh
Glukosa darah tidak dapat ditransfer ke jaringan Glukosa darah tidak dapat ditransfer ke jaringan
Starvasi (kelaparan sel) Starvasi (kelaparan sel)
Pemecahan lemak dan protein di hati Pemecahan lemak dan protein di hati
Penurunan BB Penurunan BB
Menunjukkan nutrisi tubuh tidak adekuat Menunjukkan nutrisi tubuh tidak adekuat
Peningkatan gula darah Peningkatan gula darah
Pembatasan diet dan therapi Insulin Pembatasan diet dan therapi Insulin
Gula darah tidak terkontrol Gula darah tidak terkontrol
Nutrisi
Nutrisi kurang kurang daridari kebutuhan tubuh kebutuhan tubuh Resikoterjadi Resikoterjadi hypoglikemia hypoglikemia
NO DATA
NO DATA ETIOLOGIETIOLOGI MASALAHMASALAH
4 4 Data subyektif : Data subyektif : -Data obyektif : Data obyektif :
Nampak luka pada kaki kiri (ibu jari)
Nampak luka pada kaki kiri (ibu jari)
GDS 397 mg/dl
GDS 397 mg/dl
Penurunan insulin tubuh
Penurunan insulin tubuh
Glukosa tidak dapat ditransfer ke jaringan
Glukosa tidak dapat ditransfer ke jaringan
Peningkatan glukosa darah
Peningkatan glukosa darah Osmolaritas meningkat Osmolaritas meningkat Nutrisi dan O
Nutrisi dan O22 tidak dapat disuplai ke jaringan perifer tidak dapat disuplai ke jaringan perifer terutama ekstremitas kaki kiri
terutama ekstremitas kaki kiri
Luka dapat menyebabkan nekrose pada luka yang
Luka dapat menyebabkan nekrose pada luka yang
tidak dirawat tidak dirawat Resiko perluasan Resiko perluasan infeksi infeksi
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN NAMA KLIEN
NAMA KLIEN : Ny. Z: Ny. Z RUANG
RUANG RAWAT RAWAT : : kelas kelas 11 DIAGNOSA
DIAGNOSA MEDIS MEDIS : : diabetes diabetes melitus melitus tipe tipe 22
NO DIAGNOSA NO DIAGNOSA KEPERAWATAN KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA TUJUAN KRITERIA HASIL HASIL INTERVENSI RASIONALISASI INTERVENSI RASIONALISASI 1
1 Data Subyektif :Data Subyektif :
Klien merasa Klien merasa lemah lemah Klien mengatakan Klien mengatakan sebagi-an sebagi-an aktifitasnya aktifitasnya dilakukan sendiri. dilakukan sendiri. Data Obyektif : Data Obyektif : Klien nampak Klien nampak lemah lemah Aktifitasnya Aktifitasnya sebagian dila-sebagian dila-kukan sendiri. kukan sendiri. Aktifitas Aktifitas klien klien terpenu-hi d hi d en tidak lemah en tidak lemah lagi lagi Semua Semua aktifitasnya aktifitasnya dapat dapat dilakukan dilakukan sendiri seperti sendiri seperti bia-sanya bia-sanya misalnya misalnya mandi, makan, mandi, makan, berjalan dll. berjalan dll. 1.
1. Kaji Kaji tingkattingkat
kemampuan klien kemampuan klien dalam melakukan dalam melakukan aktifitas. aktifitas. 2.
2. Bantu/latih Bantu/latih klienklien
berak-tifitas
berak-tifitas secarasecara
bertahap.
bertahap.
3.
3. Libatkan Libatkan keluargakeluarga
dalam tindakan
dalam tindakan
keperawatan
keperawatan
1. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan
1. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan
klien dan menentu-kan.
klien dan menentu-kan.
2. ntervensi selanjutnya.
2. ntervensi selanjutnya.
3.Untuk mencegah terjadinya atropi
3.Untuk mencegah terjadinya atropi
otot/kelemahan otot.
2
2 Data subyektif :Data subyektif :
lien mengeluh lien mengeluh emah emah Klien mengeluh Klien mengeluh berat
berat badanbadan
menurun. menurun. Klien mengatakan Klien mengatakan nafsu makan nafsu makan menurun. menurun. Data obyektif : Data obyektif :
Porsi makan tidak
Porsi makan tidak
dihabiskan ( ½ dihabiskan ( ½ – – ¼ ¼ porsi) porsi) Konjungtiva Konjungtiva nampak pucat nampak pucat Kebutuhan Kebutuhan nutrisi ter-nutrisi ter- penuhi penuhi Nafsu Nafsu makan baik makan baik Porsi Porsi makan yang makan yang disediakan disediakan dihabis-kan dihabis-kan Klien tidak Klien tidak lemah lemah 1. HE tentang personal 1. HE tentang personal hygiene hygiene
2. Kaji kebiasaan makan
2. Kaji kebiasaan makan
klien.
klien.
3. Timbang berat badan
3. Timbang berat badan
setiap hari atau sesuai
setiap hari atau sesuai
indikasi.
indikasi.
4.
4. Sajikan makanan yangSajikan makanan yang
hangat sesuai dengan
hangat sesuai dengan
program diet.
program diet.
5.
5. Beri Beri makan makan porsiporsi
kecil tapi sering,
kecil tapi sering,
libatkan keluarga klien
libatkan keluarga klien
pada
pada perencanaanperencanaan
makanan ini sesuai
makanan ini sesuai
indikasi.
indikasi.
6.
6. Kontrol gula darahKontrol gula darah
7.
7. Beri Beri diet diet sesuaisesuai
dengan kebutuhan
dengan kebutuhan
1.
1. Klien tidak merasa terabaikan olehKlien tidak merasa terabaikan oleh
keluarga dan semua kebutuhan klien
keluarga dan semua kebutuhan klien
dapat terpenuhi.Agar klien dan keluarga
dapat terpenuhi.Agar klien dan keluarga
dapat mengerti dan memahami tentang
dapat mengerti dan memahami tentang
pentingnya personal
pentingnya personal hygiene (kebersihanhygiene (kebersihan
badan).
badan).
2.
2. Untuk mengetahui seberapa banyakUntuk mengetahui seberapa banyak
makanan yang dikonsumsi.
makanan yang dikonsumsi.
3.
3. Untuk mengetahui adanya peningkatanUntuk mengetahui adanya peningkatan
atau penurunan sehingga mengetahui
atau penurunan sehingga mengetahui
tindakan selanjutnya.
tindakan selanjutnya.
4.
4. Makan yang hangat dapat meningkatkanMakan yang hangat dapat meningkatkan
selera makan klien
selera makan klien
5.
5. Agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisiAgar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi
yang diperlukan klien memberi informasi
yang diperlukan klien memberi informasi
pada
pada pasien pasien pada pada perencanaan perencanaan makanmakan
keluarga dapat memenuhi kebutuhan
keluarga dapat memenuhi kebutuhan
nutrisi klien.
nutrisi klien.
6.
6. Kadar gula darah merupakan parametereKadar gula darah merupakan parametere
tentang adanya resiko hypoglikemia.
tentang adanya resiko hypoglikemia.
7.
7. Untuk mempertahankan kadar gula darahUntuk mempertahankan kadar gula darah
dalam batas normal setelah pemberian
dalam batas normal setelah pemberian
insulin.
3 3 4 4 data subyektif : data subyektif : -Data obyektif : Data obyektif : Klien nampak Klien nampak lemah lemah Ada riwayat DM Ada riwayat DM Therapi insulin Therapi insulin 25-10-10 10-10 GDS : 397 mg/dl GDS : 397 mg/dl data subyektif : data subyektif : -Data obyektif : Data obyektif : Nampak
Nampak luka luka padapada
kaki kiri (ibu jari)
kaki kiri (ibu jari)
GDS 397 mg/dl GDS 397 mg/dl Hypoglikemia Hypoglikemia tidak terjadi tidak terjadi Perluasan Perluasan infeksi tidak infeksi tidak terjadi terjadi dengan dengan kriteria: kriteria: Klien tidak Klien tidak merasa lemah merasa lemah Tidak ada Tidak ada tanda-tanda tanda-tanda hypoglike-mia hypoglike-mia seperti pucat, seperti pucat, tachicardi, tachicardi, kulit teraba kulit teraba dingin, mual, dingin, mual, muntah dan muntah dan tremor. tremor. dengan dengan kriteria: kriteria: Luka Luka sembuh sembuh dengan baik dengan baik Tidak ada Tidak ada nanah (pus) nanah (pus) Luka tidak Luka tidak melebar melebar Luka Luka nampak nampak kering. kering. 1.
1. Observasi tanda-Observasi
tanda-tanda
tanda
hypoglikemia
hypoglikemia
2.
2. Beri Beri makan makan 1515
menit setelah
menit setelah
pemberian insulin
pemberian insulin
3.
3. Ukur tanda-tandaUkur tanda-tanda
vital
vital
1. Observasi tanda-tanda
1. Observasi tanda-tanda
perluasan radang /infeksi.
perluasan radang /infeksi.
2. Lakukan/ganti verband
2. Lakukan/ganti verband
dengan tehnik aseptik dan
dengan tehnik aseptik dan
antiseptik
antiseptik
3. Kompres luka dengan
3. Kompres luka dengan
cairan NaCl 0,9 % tiap
cairan NaCl 0,9 % tiap
ganti verband
ganti verband
4. Ukur tanda-tanda vital
4. Ukur tanda-tanda vital
(TD, S, N, P).
(TD, S, N, P).
5.
5. Penatalaksanaan Penatalaksanaan pem-
pem- berian antibiotik
berian antibiotik
1.
1. Agar dapat mendeteksi sedini mungkinAgar dapat mendeteksi sedini mungkin
adanya tanda-tanda hypoglikemia.
adanya tanda-tanda hypoglikemia.
2.
2. Dengan pemberian makan 15 menitDengan pemberian makan 15 menit
setelah pemberian insulin diharapkan
setelah pemberian insulin diharapkan
untuk mencegah terjadinya
untuk mencegah terjadinya
hypoglikemia.
hypoglikemia.
3.
3. Sebagai indikator untuk menen-tukanSebagai indikator untuk menen-tukan
intervensi yang tepat untuk tindakan
intervensi yang tepat untuk tindakan
perawatan selanjutnya
perawatan selanjutnya..
1.
1. Untuk Untuk mengetahui/mengidenti-fikasimengetahui/mengidenti-fikasi
tanda-tanda infeksi secara dini dengan
tanda-tanda infeksi secara dini dengan
membantu menentu-kan intervensi
membantu menentu-kan intervensi
selanjutnya.
selanjutnya.
2.
2. Tekhnik aseptik dan antiseptik merupakanTekhnik aseptik dan antiseptik merupakan
salah satu metode pencegahan masuknya
salah satu metode pencegahan masuknya
kuman ke dalam luka.
kuman ke dalam luka.
3.
3. Cairan Cairan NaCl NaCl 0,9 0,9 % % dapatdapat
mengisap/menyerap nanah (pus) sehingga
mengisap/menyerap nanah (pus) sehingga
luka cepat kering.
luka cepat kering.
4.
4. Untuk Untuk tanda-tanda tanda-tanda infeksi infeksi bisabisa
dimanifestasikan dengan pening-katan
dimanifestasikan dengan pening-katan
tanda
tanda – – tanda vital. tanda vital.
5.
5. Antibiotik Antibiotik dapat dapat menghambat menghambat atauatau
membunuh kuman.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Doenges E, Marilynn, dkk. (2002).
Doenges E, Marilynn, dkk. (2002). Rencana Rencana Asuhan Asuhan Keperawatan Keperawatan : : Pedoman Pedoman Untuk Untuk Perancanaan Perancanaan dan dan PendokumentasianPendokumentasian Perawatan Pasien.
Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC Edisi 3. Jakarta : EGC Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2002).
Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2002). Buku Buku Ajar Ajar Keperawatan Keperawatan Medikal Medikal Bedah Bedah Brunner Brunner & & SuddarthSuddarth. Edisi 8. Jakarta. Edisi 8. Jakarta :EGC.
:EGC. NANDA.(2012-2014).