Informasi Dokumen
- Penulis:
- dr. Erna Mulati, M.Sc. CMFM
- dr. Eni Gustina, MPH
- dr. Lovely Daisy, MKM
- dr. Ilyas Angsar, SpOG(K)
- Prof. dr. Ova Emilia, M.med, SpOG(K), Ph.D
- dr. Detty Nurdiati, MPH, PhD, SpOG(K)
- dr. Sarsanto Wibisono Sp,OG
- dr. dr. Riyan Hari Kurniawan, SpOG
- dr. Cepi Teguh Pramayadi, SpOG
- dr. M. Dwi Priangga SpOG
- dr. Nurhadi Rahman, SpOG
- Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH
- dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG(K)
- dr. Yudianto Budi Saroyo, SpOG(K)
- dr. Marie Chaesarini, SpOG
- dr. Achmad Zani Agusfar, SpOG
- dr. Tuti
- Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes
- Dr. Ade Jubaedah, SSIT, MM, MKM
- Bintang Petralina, SST, M.Keb
- dr. Wira Hartiti, M.Epid
- dr. Yenni Yuliana
- dr. Wisnu Trianggono, MPH
- dr. Wita Nursanthi Nasution, MARS
- dr. Marcia Soumokil, MPH
- dr. Alia Puji Hartanti
- dr. Samuel Josafat Olam, MPH
- Mitra Kadarsih, Mkeb
- dr. Fajar Firdawati
- dr. Nia Reviani MAPS
- dr. Iska Rachmawati
- dr. Elvira Liyanto
- Maylan Wulandari, SST
- dr. Ratna Sari Junita
- Indah N. Mardhika, SKM, MSc.PH
- Henny Fatmawati, SKM
- Nabila Salsabila, SKM
- Imroatul Aflah, SKM
- Evasari Br Ginting, SKM
- Pengajar:
- dr. Erna Mulati, M.Sc. CMFM
- dr. Kirana Pritasari, MQIH
- Sekolah: Kementerian Kesehatan RI
- Mata Pelajaran: Kesehatan Reproduksi
- Topik: Pedoman Nasional Asuhan Pasca Keguguran yang Komprehensif
- Tipe: pedoman
- Tahun: 2020
- Kota: Jakarta
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Pedoman Nasional Asuhan Pasca Keguguran yang Komprehensif memberikan panduan penting bagi tenaga kesehatan dalam menangani kasus keguguran. Dengan tingginya angka kematian ibu akibat keguguran, dokumen ini berfungsi untuk menyusun langkah-langkah asuhan yang tepat dan berbasis bukti, yang tidak hanya mencakup tatalaksana medis tetapi juga dukungan psikososial dan layanan kontrasepsi. Hal ini sangat relevan dalam konteks kesehatan reproduksi dan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
1.1. Latar belakang
Keguguran merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, dengan data menunjukkan bahwa 4% kematian ibu disebabkan oleh keguguran. Pedoman ini disusun untuk menjamin akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas dan komprehensif. Dengan mengacu pada bukti ilmiah terkini, dokumen ini bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kesehatan mental perempuan pasca keguguran.
1.2. Tujuan
Tujuan dari pedoman ini adalah untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dengan menyediakan layanan asuhan pasca keguguran yang komprehensif. Ini mencakup identifikasi peran berbagai pihak dalam layanan kesehatan serta penyediaan acuan yang jelas bagi tenaga kesehatan dalam menangani kasus keguguran.
1.3. Ruang lingkup
Ruang lingkup pedoman ini mencakup prinsip-prinsip asuhan pasca keguguran, konseling, tatalaksana medis, layanan kontrasepsi, serta rujukan ke layanan kesehatan yang lebih lanjut. Pedoman ini juga menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi dalam pelaksanaan layanan kesehatan untuk memastikan kualitas dan aksesibilitas bagi semua perempuan.
II. ASUHAN PASCA KEGUGURAN YANG KOMPREHENSIF
Asuhan pasca keguguran yang komprehensif melibatkan pendekatan multidisiplin yang memperhatikan aspek fisik, emosional, dan sosial perempuan. Pedoman ini menjelaskan tentang pentingnya layanan yang berorientasi pada pasien, di mana perempuan memiliki hak untuk memilih dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai prosedur yang akan dijalani. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kepuasan dan hasil kesehatan bagi perempuan yang mengalami keguguran.
2.1. Definisi dan klasifikasi keguguran
Keguguran didefinisikan sebagai berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup, yang dapat terjadi secara spontan atau diinduksi. Klasifikasi keguguran mencakup keguguran iminens, insipiens, inkomplit, komplit, serta keguguran yang disertai infeksi. Memahami klasifikasi ini penting untuk menentukan tatalaksana yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi bagi perempuan.
2.2. Prinsip Layanan Asuhan Pasca Keguguran
Prinsip layanan asuhan pasca keguguran berfokus pada pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien. Layanan ini mencakup konseling, tatalaksana medis, layanan kontrasepsi, dan kemitraan dengan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk memenuhi hak seksual dan reproduksi perempuan serta memastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan setelah mengalami keguguran.
2.3. Kolaborasi interprofesi dalam asuhan pasca keguguran
Kolaborasi antar profesi kesehatan sangat penting dalam memberikan asuhan pasca keguguran yang komprehensif. Tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dokter, bidan, dan psikolog, perlu bekerja sama untuk memberikan layanan yang terintegrasi. Hal ini memastikan bahwa semua aspek kesehatan perempuan diperhatikan, baik fisik maupun mental.
Referensi Dokumen
- Buku saku pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan ( Kementerian Kesehatan RI )