• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY. “M” DI PMB NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG

N/A
N/A
b-com printz

Academic year: 2024

Membagikan "ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY. “M” DI PMB NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG"

Copied!
255
0
0

Teks penuh

(1)

i

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY. “M” DI PMB

NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO KECAMATAN PETERONGAN

KABUPATEN JOMBANG

LAPORAN TUGAS AKHIR

Oleh:

ERLIN KOA NIM. 2021010018

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEBIDANAN

2024

(2)

ii

NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO KECAMATAN PETERONGAN

KABUPATEN JOMBANG

LAPORAN TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Program Studi Diploma-III Kebidanan pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Husada Jombang

Oleh:

ERLIN KOA NIM. 2021010018

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUSADA JOMBANG PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEBIDANAN

2024

(3)

iii

LAPORAN TUGAS AKHIR INI TELAH DISETUJUI UNTUK DIPRESENTASIKAN PADA UJIAN SIDANG LAPORAN TUGAS AKHIR

TANGGAL : Mei 2024

Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

Bd., Rista Dian Anggraini, S.Tr.Keb. M.H.

NPP. 011205009

Bd., Siti Nur Farida, SST. M.Kes.

NPP. 011105094

(4)

iv

LAPORAN TUGAS AKHIR INI TELAH DIPRESENTASIKAN DAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN PADA UJIAN SIDANG

LAPORAN TUGAS AKHIR TANGGAL : Mei 2024

Mengesahkan, TIM PENGUJI TANDA TANGAN

Ketua Penguji : Bd, Ardiyanti Hidayah, SST., M.Kes.

NPP. 011105090

(………)

Penguji I : Bd., Rista Dian Anggraini, S.Tr.Keb. M.H.

NPP. 011205009

(………)

Penguji II : Bd., Siti Nur Farida, SST. M.Kes.

NPP. 011105094

(………)

Mengetahui,

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang

Dra. Hj. Soelijah Hadi, M.Kes., MM NPP. 010201001

(5)

v Penulis menyatakan dengan sebenarnya bahwa :

1. Laporan Tugas Akhir yang berjudul Asuhan Kebidanan Komperhensif dengan Komplementer Pada Ny ”M” Di Bidan Praktik Mandiri “N” Desa Tugu Sumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang ini karya penelitian penulisan sendiri, dan bebas plagiat serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis ataupun diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan dalam naskah ini dan disebutkan dalam narasumber acuan serta daftar pustaka, apabila kemudian hari terbukti terdapat dalam karya tulis ilmiah ini, maka penulis bersedia menerima saksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku sesuai dengan pemendiknas No.17 tahun 2010.

2. Publikasi sebagaian atau keseluruhan isi LTA pada jurnal atau forum ilmiah lain harus seijin dan menyertakan tim pembimbing sabagai autor dan PPsa dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh perpustakaan ini, maka penulisan bersedia mendapatkan saksi akademik yang berlaku

Jombang, Mei 2024 Mahasiswa

ERLIN KOA NIM. 2021010018

(6)

vi BIODATA

Nama : Erlin Koa

Tempat,Tanggal Lahir : Oebelo , 13 Mei 2001 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Desa Oebelo, RT/RW 013/006, Kecamatan Amanuban Selatan

PENDIDIKAN

1. SD Negeri Oebelo (2007-2013)

2. SMP Negeri Satu Atap Fatuelak (2014-2017) 3. SMA Negeri 1 Amanuban Selatan (2018-2021)

(7)

vii Laporan Tugas Akhir ini saya persembahkan :

1. Tuhan Yesus Kristus. Yang telah memberikan hikmat, akal budi, pengertian, kesehatan, dan semua yang saya butuhkan terpenuhi. Tuhan Yesus adalah Penolong dan sahabat yang setia.

2. Kedua orangtua saya Bpk.Zeth Koa dan Ibu Maria Ton yang selalu memperjuangkan yang terbaik dan selalu memanjatkan do’a di setiap syafaatnya untuk ketiga Putra dan ketiga Putrinya.

3. Kakak dan adik saya serta Ipar dan ponakan saya, Omry, Sinta, Apner, Arden, Nino, Hery Ardjun Terimakasih yang selalu men-Doakan dan Mensupport saya dalam segala Hal.Terkhususnya Kedua Abang Saya , Omry & Apner Yang Selalu Menjadi Orang pertama untuk membantu, perhatian dan menjadi bodyguard terbaik.

4. Dosen-dosen pembimbing yang selalu sabar, memberi masukan dan menyempatkan waktunya dalam membantu menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

5. Sahabat saya Nur Aini Ali Syafitri terimakasih sudah menjadi sosok teman,sahabat yang Baik dan terimakasih sudah hadir dihidupku dan menjadi seperti saudara kandungku sendiri,terimakasih kamu selalu memberikan bantuan, motivasi dan dukungan tiada hentinya kepada saya, harapan saya setelah kita Lulus jangan menjadi asing ya.

6. Teman-teman Stikes Husada Jombang,terkhususnya teman seangakatan saya D-III Kebidanan.

7. Semua pihak yang telah membantu saya dalam proses penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

(8)

viii

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat ”

(Ibrani 11:1)

“Karena Masa Depan Sungguh Ada,Dan Harapan-Mu Tidak Akan Hilang”

(AMSAL 23:18)

“Rencana Tuhan itu pasti selalu yang terbaik, Percayalah lemahmu, sabarmu, sakitmu akan diganti kebahagiaan.”

(Itslfniiiiiiii)

“Sesulit apapun keadaanmu, ajarilah hatimu agar bisa menerima keadaan tanpa membenci.”

(By Erlin)

(9)

ix

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan Anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Dengan Komplementer Pada Ny.

“M” Di PMB Ny. “N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang”.

Penulis menyadari telah mendapatkan bantuan, bimbingan, dorongan serta dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Noranita K. Z, Amd.Keb, selaku Pemilik PMB Tugusumberjo Peterongan Jombang atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada saya untuk penelitian.

2. Dra. Hj. Soelijah Hadi, M.Kes. MM, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada saya untuk menjadi Mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Kebidanan.

3. Bd., Ardiyanti Hidayah, SST. M.Kes., selaku Ketua Prodi Diploma Tiga Kebidanan di STIKES Husada Jombang dan Ketua Penguji yang telah banyak menghabiskan waktu, pemikiran dan perhatian dalam membimbing serta mengarahkan saya dalam menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

(10)

x

membimbing serta mengarahkan saya menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

5. Bd., Rista Dian Anggraini, S.Tr.Keb. M.H., selaku Penguji I STIKES Husada Jombang yang dengan penuh kesabaran dan ketekunan memberi dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan, serta saran-saran dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir ini.

6. Bd., Siti Nur Farida, SST. M.Kes., selaku Penguji II STIKES Husada Jombang, yang telah penuh kesabaran dan ketekunan memberikan dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan serta saran-saran dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir ini mulai dari awal sampai akhir.

7. Semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa penyusunan Laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat dibutuhkan demi kesempurnaan Laporan Tugas Akhir ini.

Harapan penulis semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan mahasiswa Kebidanan pada khususnya.

Jombang, Mei 2024

Penulis,

(11)

xi

HALAMAN JUDUL LUAR ... i

HALAMAN JUDUL DALAM ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

LEMBAR ORISINALITAS DAN HAK PUBLIKASI ... v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN... vii

MOTTO ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

ABSTRAK ... xvi

ABSTRACT ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN ... xix

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan ... 6

1.3.1 Tujuan umum ... 6

1.3.2 Tujuan khusus ... 6

1.4 Manfaat ... 7

1.4.1 Manfaat teoritis ... 7

1.4.2 Manfaat praktis ... 7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Konsep Dasar Kehamilan ... 9

2.1.1 Teori Tentang Kehamilan Trimester I ... 9

2.1.2 Teori Tentang Kehamilan Trimester II ... 10

2.1.3 Teori Tentang Kehamilan Trimester III ... 14

2.2 Konsep Dasar Persalinan ... 38

2.2.1 Pengertian ... 38

2.2.2 Tanda persalinan sudah dekat ... 39

2.2.3 Tanda Masuk Dalam Persalinan ... 40

2.2.4 Perubahan Fisiologis pada persalinan ... 41

2.2.5 Kebutuhan Dasar Ibu Dalam Proses Persalinan ... 43

2.2.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan ... 45

2.2.7 Tahapan Persalinan ... 48

2.2.8 Proses Persalinan dengan 60 langkah APN ... 51

2.2.9 Manfaat pemberian ... 61

2.2.10 SOP Memberikan Komplementer pada Ny. ”M” Tentang Teknik Conter Presur ... 62

2.3 Konsep Dasar Nifas ... 64

2.3.1 Pengertian Masa Nifas ... 64

2.3.2 Tujuan Asuhan Masa Nifas ... 65

2.3.3 Tahapan Masa Nifas... 66

2.3.4 Kebijakan Program Nasional Nifas ... 66

(12)

xii

2.3.8 Memberikan komplementer Senam nifas pada Ny. “M” ... 76

2.3.9 SOP memberikan terapi komplementer pada Ny. “M” dengan senam nifas ... 77

2.4 Konsep Dasar Bayi Baru Lahir ... 81

2.4.1 Pengertian ... 81

2.4.2 Ciri-ciri Bayi Baru Lahir Normal ... 81

2.4.3 Tahapan Bayi Baru Lahir ... 82

2.4.4 Penanganan Bayi Baru Lahir... 83

2.4.5 Kelainan-kelainan pada bayi baru lahir ... 85

2.5 Konsep Dasar Neonatus ... 85

2.5.1 Pengertian ... 85

2.5.2 Perubahan Fisiologi Neonatus ... 86

2.5.3 Refleks ... 89

2.5.4 Kebutuhan Kesehatan Pada Neonatus ... 91

2.5.5 Kunjungan Neonatus ... 93

2.5.6 Memberikan Komplementer Pada By. Ny “M” Dengan Pijat bayi (baby massage)... 94

2.5.7 SOP Memberikan Komplementer Pada Ny “M” Tentang Pijat Bayi ... 95

2.6 Konsep Dasar KB ... 100

2.6.1 Definisi KB ... 100

2.6.2 Macam-macam Metode KB ... 100

2.7 Konsep Dasar Kebidanan Komplementer ... 108

2.7.1 Definisi kebidanan komplementer. ... 108

2.7.2 Macam-Macam Terapi Komplementer ... 108

2.7.3 Ruang Lingkup Pelayanan Kebidanan Komplementer ... 109

2.7.4 Prinsip-Prinsip Pemberian Pelayanan Kebidanan Komplementer ... 109

2.7.5 Asuhan komplementer pada ibu hamil ... 110

2.7.6 Asuhan komplementer pada ibu bersalin... 111

2.7.7 Asuhan komplementer pada ibu nifas ... 111

2.7.8 Asuhan komplementer pada bayi ... 112

2.8 Standar Asuhan Kebidanan ... 112

2.8.1 Standar I : Pengkajian ... 112

2.8.2 Standar II : perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan ... 113

2.8.3 Standar III : perencanaan ... 113

2.8.4 Standar IV : implementasi ... 114

2.8.5 Standar V : Evaluasi ... 114

2.8.6 Standar VI : Pencatatan asuhan kebidanan ... 115

2.9 Kewenangan Bidan ... 116

2.10Kerangka Pikir ... 119

2.11Konsep Dasar Manajemen Kebidanan Menurut SOAP ... 121

BAB III METODE PENELITIAN... 129

3.1 Jenis Laporan Kasus ... 129

3.2 Lokasi dan Waktu ... 129

3.3 Subjek Laporan Kasus ... 129

3.4 Instrumen Laporan Kasus ... 130

(13)

xiii

3.5.3 Dokumentasi ... 130

3.6 Triangulasi Data ... 130

3.7 Alat dan Bahan ... 131

BAB IV TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN ... 132

4.1 Gambaran Lokasi Penelitian ... 132

4.2 Tinjauan Kasus ... 132

4.2.1 Asuhan kebidanan kehamilan... 132

4.2.2 Asuhan Kebidanan Pada Persalinan ... 148

4.2.3 Asuhan Kebidanan Nifas... 166

4.2.4 Asuhan Kebidanan Neonatus ... 189

4.2.5 Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana ... 204

4.3 Pembahasan ... 207

4.3.1 Asuhan kebidanan Kehamilan ... 207

4.3.2 Asuhan kebidanan Pada Persalinan ... 211

4.3.3 Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas ... 217

4.3.4 Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir ... 219

4.3.5 Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana ... 221

BAB V PENUTUP ... 224

5.1 Kesimpulan ... 224

5.2 Saran ... 225

5.2.1 Bagi Institusi Pendidikan ... 225

5.2.2 Bagi Tempat Penelitian ... 225

5.2.3 Bagi Klien ... 225

5.2.4 Bagi Penulis ... 225

5.2.5 Bagi Peneliti Selanjutnya ... 226

DAFTAR PUSTAKA ... 227

LAMPIRAN ... 229

(14)

xiv

Tabel 2.1 Ketidaknyamanan masa hamil dan cara mengatasinya ... 22

Tabel 2.2 Pemberian Suntik TT ... 30

Tabel 2.3 SOP Prenatal Gentle Yoga ... 35

Tabel 2.4 SOP Teknik Counterpressure ... 62

Tabel 2.5 SOP Senam Hamil ... 77

Tabel 2.6 Tabel Penilaian Apgar Skor ... 84

Tabel 2.7 SOP Pijat Bayi ... 95

(15)

xv

Gambar 2.1 Prenatal Gentle Yoga ... 35

Gambar 2.2 Counterpressure ... 62

Gambar 2.3 Senam Hamil ... 77

Gambar 2.4 Baby Massage ... 94

Gambar 2.5 Pijat Counterpressure ... 107

Gambar 2.6 Kerangka Pikir... 120

(16)

xvi

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY. “M” DI PMB NY. “N” DESA TUGUSUMBERJO

KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG Erlin Koa1, Rista Dian Anggraini2, Siti Nur Farida3.

Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang

Email : [email protected]

Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dalam setiap prosesnya jika kurang maksimal ditinjau dengan baik dapat tumbuh menjadi masalah yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi, AKI secara langsung diakibatkan oleh perdarahan, gangguan akibat tekanan darah tinggi serta komplikasi dan infeksi pada masa kehamilan.

Laporan tugas akhir ini dengan menggunakan pendekatan Continuity of Care dan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBL, nifas, dan KB dengan menggunakan metode SOAP. Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. ”M” G2P10001 UK 38/39 minggu, selama kehamilan trimester III tidak ada keluhan dan tidak ditemukan adanya komplikasi, pada saat persalinan, BBL, nifas, dan KB semuannya normal. Dan ibu memilih menggunakan KB IUD.

Tidak ada kelainan selama proses asuhan komprehensif tersebut mulai dari masa kehamilan, pada saat persalinan ibu tidak cemas serta proses persalinan berjalan dengan baik dan lancar, pada masa nifas berjalan dengan baik dan nyaman, pada bayi baru lahir tidak rewel dan tidur nyenyak. Semua proses asuhan sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar asuhan. diharapkan pemilik lahan dapat selalu mempertahankan dan meningkatkan Asuhan Kebidanan khususnya Asuhan Komprehensif guna untuk mengatasi setiap keluhan pada kliennya serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar mutu pelayanan bertambah baik

Kata kunci : Asuhan komprehensif kehamilan, persalinan, nifas, BBL, KB.

(17)

xvii

COMPREHENSIVE MIDWIFERY CARE WITH COMPLEMENTARY IN NY. “M” IN PMB NY. “N” TUGUSUMBERJO VILLAGE, PETERONGAN

DISTRICT, JOMBANG REGENCY Erlin Koa1, Rista Dian Anggraini2, Siti Nur Farida3.

Midwifery Diploma Three Study Program Husada Jombang College of Health Sciences

Email : [email protected]

Pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning in every process if not maximally reviewed properly can grow into problems that can endanger the health of mothers and babies, AKI is directly caused by bleeding, disorders due to high blood pressure and complications and infections during pregnancy.

This final project report uses the Continuity of Care approach and uses the format of obstetric care for pregnant women, maternity, BBL, postpartum, and family planning using the SOAP method. Comprehensive obstetric care for Mrs.

"M" G2P10001 UK 38/39 weeks, during the third trimester of pregnancy there were no complaints and no complications were found, at the time of delivery, BBL, puerperium, and birth control were all normal. And the mother chose to use IUD birth control.

There are no abnormalities during the comprehensive care process starting from pregnancy, at the time of delivery the mother is not anxious and the delivery process goes well and smoothly, during the puerperium goes well and comfortably, in newborns not fussy and sleeps well. All care processes have run well and in accordance with care standards. It is expected that landowners can always maintain and improve Midwifery Care, especially Comprehensive Care in order to overcome every complaint to their clients and provide adequate facilities and infrastructure so that the quality of service improves.

Keywords : Comprehensive care of pregnancy, childbirth, puerperium, BBL, birth control.

(18)

xviii Lampiran 1 Lembar Pengajuan Judul LTA Lampiran 2 Dokumentasi

Lampiran 3 Lembar Konsultasi Lampiran 4 Buku KIA

(19)

xix ARTI LAMBANG

– : Negatif

% : Persen

 : Kurang Lebih

/ : Per

: : Bagian atau Banding

+ : Tambah

< : Kurang dari

= : Sama Dengan

> : Lebih dari

. : Titik

, : Koma

” : Tanda Petik

 : Derajat

( : Buka Kurung

) : Tutup Kurung

? : Tanda Tanya

! : Tanda Seru

(20)

xx

AKI : Angka Kematian Ibu

ANC : Antenatal Care

APGAR : Appearance Pulse Grimace Activity Respiration

APN : Asuhan Persalinan Normal

BAB : Buang Air Besar

BAK : Buang Air Kecil

BB : Berat Badan

CPD : Chepalo Pelvic Disproportion

DJJ : Denyut Jantung Janin

DTT : Desinfeksi Tingkat Tinggi

HELLP : Hemolisis Elevated Liver Low Platele

HIV : Human Immunodeficiency Virus

HPHT : Haid Pertama Haid Terakhir

HPL : Hari Penafsiran Lahir

IM : Intramuscular

IMS : Infeksi Menular Seksual IUFD : Intra Uterin Fetal Death

IUGR : Intra Uterin Growth Retardation

IV : Intravena

KIA : Kartu Ibu dan Anak

KMS : Kartu Menuju Sehat

LILA : Lingkar Lengan Atas

MAP : Mean Arterial Pressure

(21)

xxi

PAP : Pintu Atas Panggul

PCH : Pernafasan Cuping Hidung

PEB : Pre Eklampsia Berat

PUKI : Punggung Kiri

RAAS : Renin Angiotesin Aldosteron System

RSUD : Rumah Sakit Umum Daerah

SC : Sectio Caesarea

SLE : System Lupus Erytematosus

SM : Sulfat Magnesium

SOAP : Subyektif Obyektif Analisa Penatalaksanaan SUPAS : Survey Penduduk Antar Sensus

TB : Tinggi Badan

TBJ : Taksiran Berat Janin

TFU : Tinggi Fundus Uteri

TT : Tetanus Toxoid

TTV : Tanda-tanda Vital

UK : Umur Kehamilan

USG : Ultrasonografi

UUK : Ubun-ubun Kecil

VT : Vaginal Toucher

WHO : World Health Organization

(22)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB) adalah hal yang sebagian dialami oleh setiap insan manusia terutama wanita, dalam setiap prosesnya jika kurang maksimal ditinjau dengan baik dapat tumbuh menjadi masalah yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil hingga nifas serta bayi baru lahir, Memerlukan program peningkatan kualitas asuhan yaitu dengan melakukan asuhan kebidanan secara kesinambungan sejak hamil hingga nifas (Dewi,2023).

Menurut laporan WHO tahun 2022, angka kematian ibu di dunia sebesar 223 per 100.000 kelahiran hidup, meskipun substantif angka ini merupakan sepertiga dari angka tahunan sebesar 6,4% yang dibutuhkan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yaitu 70 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Sedangkan angka kematian balita sebesar 38 per 1.000 kelahiran hidup.

Penyebabnya AKI & AKB ada beberapa faktor, yaitu perdarahan pasca persalinan, kondisi wanita subur yang mengalami anemia,kurang kalori, obesitas, preeklamsia, komplikasi pada masa masa nifas, kehamilan dibawah umur, (2023).

Penyebab kematian bayi dan balita diantaranya adalah usia ibu saat melahirkan, berat badan lahir lebih dari 4000 gr atau kurang dari 2.500 gr, jarak

(23)

kelahiran anak. Berat badan lahir anak berpengaruh terhadap kematian balita dibandingkan dengan faktor lainnya. Meskipun ada kemajuan besar, peningkatan kelangsungan hidup anak masih menjadi masalah yang mendesak.

(WHO, 2023).

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia tahun 2022 sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, masih diperlukan upaya dalam percepatan penurunan AKI untuk mencapai target SGDs yaitu sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.Tinggi angka kematian ibu di Indonesia penyebabnya ada beberapa faktor, mulai dari fase sebelum hamil,yaitu kondisi wanita subur yang mengalami anemia,kurang kalori, obesitas, dan mempunyai penyakit penyerta, (2023). Sedangkan angka kematian balita (AKB) sebesar 19,83 per 1.000 kelahiran hidup pada tahu 2022, meskipun sudah mengalami penurunan, masih memerlukan upaya percepatan dan upaya untuk mempertahankan target 19 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 (Profil Kesehatan Indonesia, 2023).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur tahun 2022 sebesar 93 per 100.000 kelahiran hidup. Pencapaian AKI Jawa Timur di tahun 2022 telah melampaui target Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022 sebesar 96,42 per 100.000 kelahiran hidup. Sekaligus juga melampawi target nasional yang di tetapkan tahun 2024 yaitu 183 per 100.000.

Target AKI Jawa Timur tahun 2023 sebesar 95,42 per 100.000. Keadaan rasio kematian bayi di Jawa Timur relatif menurun dari tahun 2020 sampai 2022.

Pada tahun 2020 sebesar 6,29 per 1.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2021 sebesar 6,2 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan pada tahun 2022 berhasil turun menjadi 5,9 per 1.000 kelahiran hidup.

(24)

Penyebab AKI & AKB di Jawa Timur disebabkan karena, hipertensi dalam kehamilan dan AKB yaitu diare, pneumonia, demam berdarah. (Profil Kesehatan Jatim, 2023). Di Kabupaten Jombang pada tahun 2022 angka kematian ibu sebesar 88,40 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu di jombang di sebabkan oleh faktor umur diatas 35 tahun. Sedangkan angka kematian bayi sebanyak 7,02 per 1.000 kelahiran hidup. (Profil Kesehatan Jombang, 2023). Data yang saya dapatkan dari PMB Ny “N” di desa Tugu sumberjo, jumlah Ibu hamil 98 orang, persalinan 92 0rang, nifas 92 orang, BBL 92 orang. Dan yang menggunakan kb IUD 32 orang, KB implan 22 orang, KB suntik 3 bulan 698 orang, kb pil 107 orang.

Faktor-faktor yang menyebabkan kematian ibu di Indonesia dapat terjadi karena ada beberapa penyebab yaitu, perdarahan pasca persalinan pada persalinan menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil paling sering terjadi. Perdarahan ini terjadi akibat komplikasi saat persalinan. Hal ini dapat terjadi dalam waktu 1 hari hingga 1 minggu pasca bersalin, obesitas pada ibu hamil terdapat peningkatan resiko kematin oleh kecacatan lahir dan sindrom kematian mendadak padda ibu dan obesitas pada ibu hamil juga meningkatkan resiko preeklamsia.

Faktor-faktor Penyebab kematian bayi diindonesia adalah usia ibu saat melahirkan, berat badan lahir, jenis kelamin anak, jarak kelahiran anak. Berat badan lahir anak berpengaruh terhadap kematian baalita dibandingkan dengan faktor lainnya. Anak yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram atau berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki resiko kematian yang lebih

(25)

tinggi dibandingkan dengan yang lahir dengan berat badan normal (lebih dari 2.500 gram).

Pemerintah dalam usahanya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia telah melakukan kebijakan kesehatan diantaranya safemotherhood, making pregnancy safer (MPS), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), Jamkesda, Jampersal, Millenneum Developments Goals (MDGs), serta program pembangunan global yang diresmikan mulai Januari 2016 atau dikenal dengan Substainable Development Goals (SDGs). Tetapi beberapa kebijakan tersebut belum bisa menjawab semua kebutuhan kesehatan ibu dan aanak. Oleh karena itu diharapkan seorang bidan melakukan praktek kebidanan dengan pendekatan fisiologis, menerapkan dan mengembangkan model praktek bidan berdasarkan Evidence Based Practice. Pelayanan kebidanan komplementer adalah pilihan untuk mengurangi intervensi medis baik saat kehamilan, persalinan, maupun nifas, terapi komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan medis yang konvensional. Prinsip dari terapi komplementer adalah terapi yang diberikan sebagai pelengkap dari standar asuhan pelayanan kebidanan yang berlaku.

Hal ini berdasarkan rekomendasi WHO bahwa asuhan kebidanan model COC meliputi kesinambungan perawatan, memantau kesejahteraan fisik, psikologis spiritual dan sosial wanita dan keluarga selama siklus melahirkan, memberikan wanita pendidikan, konseling dan ANC individual, kehadiran selama persalinan, kelahiran dan periode pascapartum langsung oleh

(26)

bidan yang dikenal, dukungan berkelanjutan selama periode pasca melahirkan, meminimalkan intervensi teknologi yang tidak perlu dan mengidentifikasi, merujuk dan mengkoordinasikan perawatan untuk wanita yang membutuhkan perhatian kebidanan atau spesialis lainnya.

Asuhan Continuity Of Care (COC) adalah upaya untuk memberikan asuhan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Asuhan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu serta bayi sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) (Yulita & Juwita, 2019).

Berdasarkan uraian di atas, maka pada kesempatan ini penulis tertarik untuk menyelesaikan masalah secara “Continuity Of Care” (COC) yaitu pendampingan pada ibu saat kehamilan, proses persalinan, kunjungan nifas, asuhan bayi baru lahir, dan KB serta mengambil judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Dengan Komplementer Pada Ny. “M” Di PMB Ny. “N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang”.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan komprehensif dengan komplementer pada Ny. “M” di PMB Ny. “N”

Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang?

(27)

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan umum

Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan pendokumentasian SOAP pada Ny. “M”

di PMB Ny. “N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

1.3.2 Tujuan khusus

1. Melakukan asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. “M” di PMB Ny.

“N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

2. Melakukan asuhan kebidanan persalinan pada Ny. “M” di PMB Ny.

“N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

3. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas pada Ny. “M” di PMB Ny.

“N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

4. Melakukan asuhan kebidanan BBL pada By. Ny. “M” di PMB Ny.

“N” Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

5. Melakukan asuhan kebidanan KB pada Ny. “M” di PMB Ny. “N”

Desa Tugusumberjo Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.

(28)

1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat teoritis

Dapat menjadi masukan untuk menambah ilmu dan wawasan tentang pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, persalinan, masa nifas, neonatus, dan bayi baru lahir sesuai standar asuhan kebidanan.

1.4.2 Manfaat praktis 1. Bagi institusi

Sebagai masukan dalam memgembangkan perkuliahan maupun praktik lapangan agar dapat memberikan dan menerapkan asuhan kebidanan secara berkesinambungan pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan Keluarga Berencana (KB) yang sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).

2. Bagi tempat penelitian

Sebagai masukan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal dan sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).

3. Bagi klien

Mendapatkan pelayanan kesehataan terutama asuhan kebidanan secara berkesinambungan dengan skrining deteksi dini untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi sesuai dengan Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).

(29)

4. Bagi penulis

Mahasiswa dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif serta dapat memberikan pelayanan secara langsung pada klien dengan optimal.

5. Bagi peneliti selanjutnya

Untuk menambah wawasan dan pemikiran atau pengetahuan tentang referensi untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif.

(30)

9 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kehamilan

2.1.1 Teori Tentang Kehamilan Trimester I 1. Pengertian

Kehamilan trimester pertama adalah keadaan mengandung embrio atau fetus di dalam tubuh 0-14 minggu (Wardani, 2022) 2. Gejala kehamilan trimester I

Mual dan muntah adalah gejala yang wajar dan sering terjadi pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya timbul pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat dan pada malam hari. Gejala ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 6 mingu hinngga 10 mingggu (Wardani, 2022). Keadaan mual dan muntah ini menyebabkan terjadinya peningkatan suasana asam dalam mulut. Adanya peningkatan plak karena malas memelihara kebersihan, hal ini mempercepat kerusakan gigi (Kemenkes RI, 2022).

3. Pencegahan

Menurut Astuti (2020) adapun cara pencegahan yaitu :

a. Pada saat mual, hindari menghisap atau mengulum permen terus menerus karena akan mendukung terjadinta kerusakan / karies gigi atau memperparah kerusakan gigi yang sudah ada

(31)

b. Apabila ibu hamil mengalami muntah – muntah, setelah itu berkumur dengan larutan soda kue (sodium bikarbonat) dan menyikat gigi setelah 1 jam

c. Hindari minuman obat anti muntah, obat dan jamu penghilang rasa sakit tanpa persetujuan dokter, karena ada beberapa obat dapat menyebabkan cacat bawaan.

2.1.2 Teori Tentang Kehamilan Trimester II 1. Pengertian

Menurut federasi Obstetri Ginekolongi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilitas atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilitasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan. Trimester II 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27) (Sarwono Prawiroharjo, 2019)

2. Perubahan Fisiologis Trimester II a. Uterus

Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri sama sekali di isi oleh ruang amnion yang terisi janin dan istmus menjadi bagian korpus uteri. Bentuk uterus menjadi bulat dan berangsur- angsur berbentuk lonjong seperti telur, ukurannya kira-kira sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa. Selain bertambah besar uterus juga mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi Dinding-dinding otot menjadi kuat dan elastis

(32)

b. Vulva dan Vagina

Karena hormon estrogen dan progesteron terus meningkat dan terjadi hipervaskularisasi mengakibatkan pembuluh darah, peningkatan sensitivasitas dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya selama trimester kedua kehamilan peningkatan kongesti ditambah relaksasi dinding pembuluh darah dan uterus yang berat dapat menyebabkan timbulnya odema dan varices vulva.

Edema dan varices biasanya membaik selama periode pacsa post partum.

c. Ovarium

Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai berbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum

d. Serviks Uteri

Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak

e. Payudara/ Mammae

Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Colostrum ini berasal dari asinus yang mulai bereaksi. Selama trimester kedua dan ketiga, pertumbuhan

(33)

kelenjar mammae membuat ukuran payudara meningkat secara progresif.

f. Sistem Pencernaan

Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam rongga perut mendesak organ-organ dalam perut khususnya saluran pencernaan, usus besar, ke arah atas dan lateral. Wasel (Hemorrhoid) cukup sering pada kehamilan sebagian besar akibat konstipasi dan naiknya tekanan vena di bawah uterus termasuk vena hemorrhoid asam gastrik ke dalam esophagust bagia bawah.

g. Sistem Respirasi

Karena adanya penurunan tekanan CO2 seorang wanita hamil sering mengeluhkan sesak nafas sehingga meningkatkan usaha bernafas.

h. Sistem Kardiofaskuler

Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kehamilannya terjadi proses hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demi sedikit naik kembali pada tekanan darah sebelum aterm. Perubaha auskultasi mengiringi perubahan ukuran dan posisi jantung. Peningkatan volume darah dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil auskultasi yang umum terjadi selama masa hamil.

(34)

i. Sistem Traktus Urinarius

Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang. Karena uterus sudah mulai keluar dari uterus.

Pada trimester kedua, kandung kemih tertarik ke atas dan keluar dari panggung sejati kearah abdomen. Uterus memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih bergeser ke arah atas.

Kongesti panggung pada masa hamil ditunjukkan oleh hyperemia kandung kemih dan uretra.

j. Sistem Muskulo Skeletal

Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang terutama pada daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi cairan pada jaringan konektif/

jaringan yang berhubungan di sekitarnya k. Sistem Integument

Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun meningkat

l. Sistem Endokrin

Adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron serta terhambatnya pembentukan FSH dan LH

m. Kenaikan Berat Badan

Kenaikan berat badan 0,4,5, kg perminggu selama sisa kehamilan (Ika Pantiawati, 2020)

(35)

3. Perubahan Psikologis Trimester II

Trimester II sering dikatakan periode pancaran kesehatan.

Hal ini disebabkan selama TM II wanita umumnya merasa baik dan terbatas dari ketidaknyamanan kehamilan. TM II dibagi menjadi dua fase prequickening dan postquickening. Quickening sebagai fakta kehidupan, bertambahnya daya dorong psikologis wanita yang mengalami TM II. Akhir dari TM II dan selama prequickening TM II dan selama prequickening TM II, wanita tersebut akan terus melengkapi dan mengevaluasi segala aspek yang menghubungkan dengan ibunya sendiri. Wanita hamil mungkin mengalami konflik yang bertentangan dengan ibunya untuk dapat terlihat sebagai ibu yang baik. Kejadian itu tidak terjadi sampai setelah bayi lahir, tapi wanita hamil menimati kedekatan dengan ibunya dan proses dikaitkan mengurangi tranfer identitasnya sendiri. Pada waktu yang bersama dia menjadi penerima. Menurut berada padanya sebagai pemberi perhatian. Kebayakan wanita merasa lebih erotis selama TM II hampir 80% wanita hamil mengalami peningkatan dalam hubungan seks. Pada TM II relatif lebih bebas dari ketidaknyamanan fisik, ukuran perut belum menjadi suatu hal yang bermasalah. (Ika Pantiawati, 2020)

2.1.3 Teori Tentang Kehamilan Trimester III 1. Pengertian

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan

(36)

persalinan. Kehamilan TM III adalah kehamilan yang terjadi pada minggu ke 20 sampai 40 minggu. (Ika Pantiawati, 2020)

2. Perubahan Fisiologis Kehamilan trimester III a. Uterus

Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempuyai kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempuyai berat 70 g dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan berubah menjadi suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta, dan cairan amnion rata-rata pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 51 bahkan mencapai 201 atau lebih dengan berat rata- rata 1100 g

b. Serviks

Pada saat kehamilan mendekati aterm, terjadi penurunan lebih lanjut dari konsentrasi kolgen. Konsentrasinya menurun secara nyata dari keadaan yang relatif dilusi dalam keadaan menyebar (dispersi) dan ter-remodel menjadi serat. Dispersi meningkat oleh peningkatan rasio dekorin terhadap kolgen.

Penurunan konsentarasi kolagen dengan melunaknya seviks.

Proses remodelling sangat kompleks dan melibatkan proses

(37)

kaskade biokimia, interaksi antara kompenan selular dan matriks ekstreseluluer, serta infiltrasi stroma serviks oleh sel-sel infamasi seperti netrofil dan makrofog

c. Ovarium

Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu karpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai pengahasil progesteron dalam jumlah yang relatif minimal

d. Vagina dan Perineum

Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot diperinium dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda chadwick. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos.

Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, dimana sekresi akan berwarna keputihan, menebal, dan ph anatara 3,5- 6 yang meruapakan hasil dari peningkatan produksi asam laktat glikogen yang di hasilkan oleh epitel sebagai aksi dari lactobacillus acidophilus.

(38)

e. Payudara

Pada TM III suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolostrum dapat keluar yang bersal dari kelenjar- kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Peningkatan prolaktin akan merangsang sintesis laktosa yang akan meningkatkan produksi air susu. Aerola akan lebih besar dan kehitaman dan cenderung menonjol keluar.

f. Perubahan Metabolik

Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada perempuan dengan gizi kurang atau lebih dianjurkan menambah berat badan per minggu masing- masing sebesar 0,5 kg dan 0,3 kg.

Hasil konsepsi, uterus, dan darah ibu secara relatif mempuyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein per hari pada ibu hamil 51 g. Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan BB dari mulai awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11-12 kg. kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg (Walyani, 2020). Metabolisme basal naik sebesar 15 sampai 20% dari semula terutama pada trimester ketiga. Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjasi 145 mEq per liter

(39)

disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin

g. Sistem Kardiovaskular

Sejak pertengan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena kava inferior dan aorta bawah ketika berada dalam posisi terlentang. Sehingga akan mengurangi darah balik vena ke jantung. Akibat, terjadinya penurunan preload dan cardiac output sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi arterial yang dikenal dengan sindrom hipotensi supine dan pada keadaan yang cukup berat akan mengakibatkan ibu kehilangan kesadaran. Penekanan pada aorta ini juga akan menguragi aliran darah uteroplasenta ke ginjal. Selama trimester terakhir posisi miring. Karena alasan inilah tidak dianjurkan ibu hamil dalam posisi terlentang pada akhir kehamilan. Volume darah meningkat secara progesif mulai minggu ke 6-8 kehamilan dan mencapai puncaknya pada minggu ke 32-34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45%. Hal ini dipengaruhi oleh aksi progesteron dan estrogen pada ginjal.

(Manuaba, 2019)

Pada usia kehamilan 6 minggu curah jantung (cardiac output) meningkat 30-50% dan mencapai puncak pada kehamilan 16-28 minggu. Oleh karena itu curah jantung yang meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga

(40)

meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena pembesaran rahim menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. (Ari Sulistiyawati, 2019)

h. Traktus Digestivus

Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung, dan usus akan tergeser. Demikian juga dengan yang lainnya seperti apendiks yang akan bergeser kearah atas dan lateral. Perubahan yang nyata akan terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus dan penurunan sekresi asam hidrokloid dan peptin di lambung sehingga akan menimbulkan gejala berupa pyrosis (hertburn) yang disebabkan oleh refluks asam lambung dan menurunnya tonus asam hidroklorid dan penurunan motilitas, serta kosntipasi sebagai akibat penurunan motilitas usus besar.

Gusi akan lebih menjadi hiperemesis dan lunak sehingga dengan trauma sedang saja bisa menyebabkan perdarahan. Epulis selama kehamilan akan muncul, tetapi setelah persalinan akan berkurang secara spontan. Hemorroid juga merupakan suatu hal yang sering terjadi akibat konstipasi dan peningkatan tekanan vena pada bagian bawah karena pembesaran uterus.

(41)

i. Traktus Urinarius

Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga menimbulkan sering berkemih. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus keluar dari rongga panggul.

Pada akhir kehamilan, jika kepala janin sudah mulai turun ke pintu atas panggul, keluhan itu akan timbul kembali.

j. Sistem Endokrin

Selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar ± 135% akan tetapi, kelenjar ini tidak begitu mempunyai arti penting dalam kehamilan. Pada perempuan yang mengalami hipofisektomi persalinan dapat berjalan dengan lancar. Hormon prolaktin akan meningkat 10x lipat saat kehamilan aterm. Sebaliknya, setelah persalinan konsentrasinya pada plasmas akan menurun. Hal ini juga di temukan pada ibu- ibu yang menyusui.

k. Sistem Muskuloskeletal

Lordosis yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke belakang kearah dua tungkai. Sendi sakroiliaka, sakrokokgisis dan pubis akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal. Mobilitas tersebut dapat mengakibatkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya

(42)

menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada akhir kehamilan. (Ika Pantiawati, 2020)

3. Perubahan psikologi pada kehamilan trimester III

Trimester ketiga sering disebut sebagai periode penantian.

Sekarang wanita menanti kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, wanita hamil tidak sabar untuk segera melihat bayinya. Ada perasaan tidak menyenangkan ketika bayinya tidak lahir tepat pada waktunya. Fakta yang menempatkan wanita tersebut gelisah hanya bisa melihat dan menunggu tanda-tanda dan gejala. Trimester ketiga adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kelahiran bayi. Seorang ibu dan merasa kehilangan kandungan dan menjadi kosong. Ibu merasa cenggung, jelek dan tidak rapi, dan memerlukan lebih besar dan frekunsi perhatian dan pasangannya.

(Ika Pantiawati, 2020)

4. Ketidaknyamanan masa hamil Trimester II dan III

Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang semuanya membutuhkan suatu adapatsi, baik fisik maupun psikologis. Dalam proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan yang meskipun hal itu adalah fisiologis, namun tetap perlu diberikan suatu pencengahan dan perawatan. Beberapa ketidaknyamanan dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut :

(43)

Tabel 2.1 Ketidaknyamanan masa hamil dan cara mengatasinya

No. Ketidaknyamanan Penyebab Cara Mengatasi 1. Sering buang air

kecil

Tekanan uterus pada kandung kemih. air dan sodium tertahan dibawah selama siang hari, karena statis vena, pada malam hari terdapat aliran balik vena yang meningkat dengan akibat peningkatan dalam jumlah output air seni

Kosongkan saat ada dorongan saat kencing.

Perbanyak minum pada siang hari.

Jangan kurangi minum untuk mencegah nokturia, kecuali jika nokturia sangat mengganggu tidur di malam hari.

Batasi minum kopi, teh, dan soda.

Jelaskan tentang bahaya infeksi saluran kemih dengan menjaga posisi tidur, yaitu dengan berbaring miring ke kiri dan kaki ditinggikan untuk mencegah diuresis.

2. Striae gravidarum Penyebab tidak jelas, bisa timbul akibat perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dan perengangan

Gunakan emolien

topikal atau

antipruritik jika ada indikasinya.

Gunakan baju longgar yang dapat menopang

payudara dan

abdomen.

3. Hemoroid Tekanan yang

meningkat dari uterus grvid terhadap vena hemoroid

Hindari Konstipasi.

Makan makanan yang berserat dan banyak minum.

Gunakan kompres es atau air hangat.

Dengan perlahan masukkan kembali anus setiap selesai BAB.

4. Keputihan Hiperplasia mukosa vagina, peningkatan produksi lendir dan kelenjar endocervikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen

Tingkatkan kebersihan dengan mandi tiap hari.

Memakai pakaian dalam dari bahan katun dan mudah menyerap.

Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan buah dan sayur.

5. Sembelit Karena tekanan dari uterus yang membesar pada usus dan penigkatan kadar progesteron yang menyebabkan

Tingkatkan diet asupan cairan.

Minum cairan dingin atau hangat, terutama saat perut kosong.

Istirahat cukup.

Senam hamil.

(44)

No. Ketidaknyamanan Penyebab Cara Mengatasi peristaltik usus jadi

lambat

Membiasakan buang air besar secara teratur.

Buang air besar segera setelah ada dorongan.

6. Kram pada kaki Karena pembuluh darah pada abdomen tertekan oleh uterus

yang semakin

membesar sehingga aliran darah ketubuh bagian bawah menjadi terhambat

Kurangi konsumsi susu(kandungan fosfornya tinggi).

Latihan dorsofleksi pada kaki dan meregangkan otot yang terkena.

Gunakan penghangat untuk otot.

7. Nafas sesak Karena uterus

membesar dan

menekan pada

diafragma

Dorong agar secara sengaja mengatur laju

dan dalamnya

pernapasan pada kecepatan normal yang terjadi.

Merentangkan tangan di atas kepala serta menarik nafas panjang.

8. Panas perut (heartburn)

Karena ibu

mengkosumsi

makanan yang pedas, bergas dan makanan yang meyebabkan perut menjadi begah

Makan sedikit- sedikit tetapi sering.

Hindari makan

berlemak dan

berbumbu tajam.

Hindari rokok, asap rokok, alkohol, dan coklat.

Hindari berbaring setelah makan.

Hindari minum air putih saat makan.

Kunyah permen karet.

Tidur dengan kaki ditinggikan.

9. Pusing/ sinkop Karena pengumpulan darah di dalam pembuluh tungkai yang mengurangi aliran balik vena dan menurunkan ouput cardiac serta tekanan

darah dengan

tengangan othostatis yang meningkat

Bangun secara perlahan dari posisi istirahat.

Hindari berdiri terlalu

lama dalam

lingkungan yang hangat dan sesak.

Hindari berbaring dalam posisi telentang.

10. Varises pada kaki Kerapuhan jaringan elastis yang di akibatkan oleh

estrogen dan

disebabkan oleh faktor usia dan lama berdiri

Tinggikan kaki sewaktu berbaring.

Jaga agar kaki tidak bersilangan.

Hindari berdiri atau duduk terlalu lama.

(45)

No. Ketidaknyamanan Penyebab Cara Mengatasi

Senam untuk

melancarkan peredaran darah.

Hindari pakaian atau korset yang ketat 11. Nyeri punggung

atas dan bawah

Karena penigkatan kadar hormon estrogen dan progesteron

Gunakan posisi tubuh yang baik.

Gunakan bra yang menopang dengan ukuran yang tepat.

Gunakan kasur yang keras.

Gunakan bantal ketika tidur untuk meluruskan punggung.

Sumber : Ari Sulistiyawati, 2019

5. Kebutuhan dasar ibu hamil Trimester II dan III a. Kebutuhan fisik

1) Diet makanan

Kebutuhan makanan ibu hamil mutlak harus dipenuhi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarhan pasca persalinan, sepsis puerpuralis, dan lain-lain. Sedangkan kelebihan makanan akan berakibat kegemukan, pre-eklamsia, janin terlalu besar, dan sebagainya. Hal penting yang harus diperhatikan sebenarnya adalah cara mengatur menu dan pengolahan menu tersebut dengan berpedoman pada Pedoman Umum Gizi Seimbang. Bidan sebagai pengawas kecukupan gizinya dapat melakukan pemantauan terhadap kenaikan berat badan selama kehamilan. Berat badan sebelum hamil, PBBH, dan indeks massa tubuh (IMT) masih merupakan indikator yang banyak dipakai untuk

(46)

menentukan status gizi ibu. Rendahnya PBBH yang diperburuk oleh rendahnya berat badan sebelum hamil dan otomatis rendahnya IMT ditengarai akan meningkatkan risiko kehamilan, seperti BBLR, kelahiran premature, dan komplikasi pada saat melahirkan. PBBH yang terlalu tinggi berisiko terhadap komplikasi kehamilan seperti hipertensi, diabetes, dan preeklamsi, komplikasi waktu melahirkan, serta makrosomia. Untuk menghindari risiko tersebut, ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi sebelum, ketika, dan setelah kehamilan, karena rerata PBBH yang dianjurkan di negara berkembang adalah 12,5 kilogram.

2) Kebutuhan Energi a) Protein

Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%. Widya karya pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk menambah asupan protein menjadi 12% per hari atau 75-100 gram.

b) Zat Besi

Kebutuhan zat besi selama hamil meningkat 300% (1.040 mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan ibu selama hamil melainkan perlu di tunjang dengan suplemen zat besi. Pemberian sumplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60

(47)

gram setiap hari selama kehamilan dan enak minggu setelah kelahiran untuk mencengah anemia post partum.

c) Asam folat

Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat menderita anemia megaloblastik dengan gejala diare, depresi, lelah berat, dan selalu mengantuk. Jika kondisi ini terus berlanjur dan tidak segera ditangani maka pada ibu hamil akan terjadi BBLR, ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida) d) Kalsium

Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%. Oleh karena itu asupan yang optimal perlu dipertimbangkan.

3) Obat-obatan

Sebenarnya jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benar- benar berindikasi untuk diberikan obat-obatan, sebaiknya pemberian obat dihindari.

Penatalaksanaan keluhan dan ketidaknyamanan yang dialami lebih dianjurkan kepada pencegahan dan perawatan saja. Dalam pemberian terapi, dokter biasanya akan sangat memperhatikan reaksi obat terhadap kehamilan, karena ada obat tertentu yang kadang bersifat kontra dengan kehamilan.

(48)

4) Senam Hamil

Senam hamil untuk melancarkan sirkulasi darah, nafsu makan bertambah, perencanaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak.

5) Pakaian

Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam ibu hamil:

a) Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ketat pada bagian perut

b) Bahan mudah menyerap keringat

c) Gunakan bra yang menyokong payudara d) Memakai sepatu hak rendah

e) Pakaian dalam selalu bersih 6) Istirahat dan Rekreasi

Dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil, salah satunya beban berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil. Pada trimester akhir kehamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Posisi tidur yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan

(49)

bantal, dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri. Meskipun dalam keadaan hamil, ibu masih membutuhkan rekreasi untuk menyegarkan pikiran dan perasaan, misalnya dengan mengunjungi objek wisata atau pergi ke luar kota.

7) Perawatan Payudara

a) Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan menggunakan busa

b) Gunakan bra yang menyangga

c) Hindari membersihkan putting dengan sabun mandi d) Jika ditemukan cairn yang berwarna kekuningan dari

payudara berarti produksi ASI sudah dimulai.

8) Eliminasi

Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kemih. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung dalam keadaan kosong. Meminum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak peristaltik

(50)

usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi. Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang fisiologis. Ini terjadi karena pada awal kehamilan terjadi pembesaran uterus yang mendesak kantong kemih sehingga kapasitasnya berkurang.

Sedangkan pada trimester III terjadi pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan pada kantong kemih. Tindakan mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan ini sangat tidak dianjurkan, karena akan menyebabkan dehidrasi.

9) Seksual

Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti berikut ini.

a) Sering abortus dan kelahiran prematur.

b) Perdarahan per vaginam.

c) Koitus harus dilakukan dengan hati- hati terutama pada minggu terakhir kehamilan.

d) Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin intrauteri.

10) Sikap Tubuh yang Baik

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan

(51)

ukuran janin. Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang punggung bertambah lordosis karena tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang dibandingkan sikap tubuh ketika tidak hamil. Keluhan yang sering muncul dari perubahan ini adalah rasa pegal dipunggung dan kram kaki ketika tidur malam hari. Untuk mencegah dan mengurangi keluhan ini perlu adanya sikap tubuh yang baik.

11) Imunisasi

Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin.

Tabel 2.2 Pemberian Suntik TT

Status Jenis suntikan TT

Interval Waktu

Lama Perlindungan

Persentase Perlindungan T0 Belum pernah

mendapat suntikan TT

T1 TT1 80

T2 TT2 4 minggu

dari TT1

3 tahun 95

T3 TT3 6 bulan dari

TT2

5 tahun 99

T4 TT4 Minimal 1

tahun dari TT3

10 tahun 99

T5 TT5 3 tahun dari

TT4

Seumur hidup Sumber : Ari Sulistiyawati, 2019

b. Kebutuhan Psikologis

1) Persiapan Saudara Kandung (Sibling)

Sibling rivalry adalah rasa persaingan diantara saudar kandung akibat kelahiran anak berikutnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2- 3 tahun. Sibling rivalry ini biasanya

(52)

ditunjukkan denagn penolakan terhadap kelahiran adiknya, menangis, menarik diri dari lingkungannya, menjauh dari ibunya, atau melakukan kekerasan terhadap adiknya (memukul, menindih, mencubit, dan lain-lain). Untuk mencegah sibling rivalry ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya sebagai berikut.

a) Jelaskan pada anak tentang posisinya (meskipun ada adiknya, ia tetap disayangi oleh ayah ibu).

b) Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya.

c) Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam kandungan.

d) Ajar anak untuk melihat benda-benda yang berhubungan dengan kelahiran bayi.

2) Dukungan Keluarga

Ibu sangat membutuhkan dukungan dan ungkapan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, terutama suami.

Kadang ibu dihadapkan pada suatu situasi yang ia sendiri mengalami ketakutan dan kesendirian, terutama pada trimester akhir. Kekhawatiran tidak disayang setelah bayi lahir kadang juag muncul, sehingga diharapkan bagi keluarga terdekat agar selalu memberikan dukungan dan kasih sayang. Bidan sangat berperan dalam memberikan pengertian ini pada suami dan keluarga.

(53)

3) Perasaan Aman dan Nyaman selama Kehamilan

Selama kehamilan ibu banyak mengalami ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Bidan bekerja sama dengan keluarga diharapkan berusaha dan secara antusia memberikan perhatian serta mengupayakan untuk mengatasi ketidaknyamanan dan ketidakamanan yang dialami oleh ibu. Kondisi psikologis yang dialami oleh ibu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi.

Tingkat kepercayaan ibu terhadap bidan dan keluarga juga sangat memengaruhi kelancaran proses persalinan.

4) Persiapan Menjadi Orangtua

Ini sangat penting dipersiapkan karena setelah bayi lahir akan banyak perubahan peran yang terjadi, mulai dari ibu, ayah, dan keluarga. Bagi pasangan yang baru pertama punya anak, persiapan dapat dilakukan dengan banyak berkonsultasi dengan orang yang mampu untuk membagi pengalamannya dan memberikan nasehat mengenai persiapan menjadi orang tua. Bagi pasangan yang sudah mempunyai lebih dari satu anak, dapat belajar dari pengalaman mengasuh anak sebelumnya. Selain persiapan mental, yang tak kalah pentingnya adalah persiapan ekonomi, karena bertambah anggota, bertambah pula kebutuhannya.

(54)

5) Dukungan dari Tenaga Medis

Bagi seorang ibu hamil, tenaga kesehatan khususnya bidan mempunyai tempat tersendiri dalam dirinya. Harapan pasien adalah bidan dapat dijadikan sebagai teman terdekat dimana ia dapat mencurahkan isi hati dan kesulitannya dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Posisi ini akan sangat efektif sekali jika bidan dapat mengembangkan kemampuannya dalam menjalin hubungan yang baik dengan pasien. Adanya hubungan saling percaya akan memudahkan bidan dalam memberikan penyuluhan kesehatan. (Ari Sulistiyawati, 2019)

6. Masalah-masalah yang terjadi pada Trimester II dan III a. Nyeri perut yang hebat

Pada kehamilan lanjut, jika ibu merasakan nyeri yang hebat, disertai dengan tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama makin memburuk, dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok, maka kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusi plasenta.

b. Sering kencing

Pada wanita hamil sering terjadi kencing, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar sering dengan usia kehamilan.

Gambar

Tabel 2.1 Ketidaknyamanan masa hamil dan cara mengatasinya
Tabel 2.2 Pemberian Suntik TT
Gambar 2.1 Prenatal Gentle Yoga  Sumber : Yesie Aprillia, 2019.
Gambar 2.2 Counterpressure
+7

Referensi

Dokumen terkait

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DARI KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN MASA ANTARA (KB) PADA NY..

Karya Tulis Ilmiah ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, DAN MASA ANTARA (KB) SUNTIK 3 BULAN PADA

Tujuan LTA memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, neonatus dan KB dengan menggunakan pendekatan manaj emen kebidanan

yang bisa terjadi pada masa kehamilan dan melakukan pendampingan pada mahasiswa tentang asuhan pada ibu hamil, persalinan, nifas, BBL, neonatus, dan KB, serta

Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan secara Continue Of Care pada Ny”I” dengan keluhan kram kaki yaitu meliputi Kehamilan, Persalinan, BBL, Nifas, dan KB diharapkan bidan

Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, neonatus dan KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan pada Ny “A”

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Kehamilan, Persalinan, Bayi Baru Lahir BBL, Nifas, dan Perencanaan Keluarga Berencana KB Suntik 3 Bulan Pada Ny M Umur 32 Tahun di Puskesmas II

ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DENGAN KOMPLEMENTER PADA NY “D” DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI NY “A” DESA NGUMPUL KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG Jauharotudz Dzakiriyah1,Fifi Ratna Aminati2,Siti Nur Farida3 Program studi Diploma Tiga Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang Email : [email protected] Kehamilan, Persalinan,Nifas,Bayi Baru lahir, dan KB adalah suatu keadaan fisiologis dimana siklus kehidupan Wanita terjadi. Namun pada prosesnya terdapat beberapa kemungkinan atau suatu keadaan dimana dapat mengancam jiwa ibu dan bayi baru lahir bahkan bisa menyebabkan terjadinya suatu kematian yang terjadi pada ibu dan bayi merupakan salah satu indicator perkembangan derajat Kesehatan dimana untuk menilai keberhasilan pelayanan Kesehatan dan program pembangunan Kesehatan dengan metode Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan komplementer pada ibu hamil,bersalin,nifas,neonatus dan kb. Jenis metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan cara mengkaji suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari satu unit tunggal. Subjek peneliti yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan trimester III. Dilakukan analisis secara mendalam menggunakan beberapa aspek menggunakan metode trianggulasi data dan catatan perkembangan SOAP. Hasil yang didapatkan dari asuhan kebidanan pada Ny “D” yaitu tidak ada kesenjangan antara asuhan yang dilapangan sesuai dengan apa yang ada di dalam teori. Penulis sudah melakukan Tindakan sesuai dengan prosedur. Kesimpulan dan saran pada penulis laporan tugas akhir ini yaitu diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan sesuai standar pelayanan kebidanan terbaru sesuai kompetensi bidan. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan Komprehensif Dengan