JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan ... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6660
PERENCANAAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRP DI CV. SANTA AGUNG GALVALUM
Norma Eka Sari Nastiti Program Studi Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Malang
Tujuan dari penelitian ini adalah dengan adanya permasalahan di atas, maka perlu dilakukan perencanaan dan penjadwalan distribusi dengan metode Distribution Requirement Planning (DRP). Metode ini diharapkan mampu membantu permasalahan perencanaan dan penjadwalan distribusi produk agar aktivitas distribusi perusahaan menjadi lebih optimal, perusahaan mampu memenuhi permintaan dengan tepat waktu dan tepat jumlah serta dapat juga menekan biaya distribusi seminimal mungkin.
Berdasarkan analisis implementasi DRP yang telah dibahas, maka diperoleh hasil bahwa perencanaan kebutuhan distribusi pada produk galvalum menghasilkan optimalisasi aktivitas distribusi CV. Santa Agung Galvalum aktivitas supplier berjalan dengan lancer dengan adanya ketersediaan produk yang memadai untuk memenuhi seluruh permintaan konsumen sehingga supplier tidak mengalami kehilangan pelanggan dan menjadi merugi karena penjualan kurang maksimal. Perencanaan aktivitas dsitribusi pada CV. Santa Agung Galvalum mencakup peramalan permintaan, pengendalian ketersediaan produk, dan penjadwalan distribusi bagi masing – masing produk galvalum.
Kata Kunci: Perencanaan, metode DRP , distributor
ABSTRACT
The purpose of this research is that given the above problems, it is necessary to plan and schedule distribution using the Distribution Requirements Planning (DRP) method. This method is expected to be able to help planning and scheduling problems for product distribution so that the company's distribution activities become more optimal, the company is able to meet demand on time and in the right amount and can also reduce distribution costs to a minimum.
Based on the DRP implementation analysis that has been discussed, the results show that the planning of distribution requirements for galvalume products results in optimization of CV distribution activities. Santa Agung Galvalum supplier activity is running smoothly with the availability of adequate products to meet all consumer demands so that suppliers do not experience loss of customers and become losers due to less than optimal sales. Distribution activity planning at CV. Santa Agung Galvalum includes forecasting demand, controlling product availability, and scheduling distribution for each galvalum product.
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6661
A. Latar Belakang
Konsumen akan merasa puas terhadap pelayanan distributor, jika produk tersebut tiba tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu. CV. Santa Agung Galvalum Kepanjen memiliki masalah kelebihan barang pada saat ada pesanan dan sistem distribusinya, seperti waktu pengiriman, jumlah dan jenis barang yang dikirimkan pada masing-masing perusahaan tujuan serta biaya distribusi barang. Sehingga mengakibatkan terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan pada perusahaan yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan penjadwalan aktivitas pendistribusian produk supaya terkoordinasi dengan baik yang terikat dengan biaya distribusi yang minimal dengan jumlah pengiriman yang optimal menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP).
DRP adalah suatu pendekatan perencanaan yang hampir sama dengan Material Requirement Planning (MRP) yang menggunakan perencanaan permintaan pada titik yang memiliki kebutuhan untuk menetapkan peramalan permintaan kepada pusat (Bozarth, Handfield 2008).
Jadi metode DRP untuk menangani pengadaan persediaan dalam suatu jaringan distribusi multi eselon. Pada metode ini menggunakan teknik penentuan lot size. penurunan biaya hingga memiliki tingkat persaingan yang ketat dalam era pasar bebas, meskipun dalam tingkat distributor. Distributor dituntut menyalurkan produk dengan baik untuk mencegah kekosongan stok. Konsumen akan merasa puas terhadap pelayanan distributor, jika produk tersebut tiba tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu. Hal ini mengakibatkan kebijakan untuk pengendalian persediaan produk pada suatu lokasi tertentu sangat penting dilakukan oleh manajemen dalam mengkoordinasikan penjadwalan dan perencanaan distribusi dari bagian pemasaran sehingga keuntungan perusahaan tetap stabil. Distributor dituntut menyalurkan produk dengan cepat dan tepat untuk
mencegah kekosongan stok yang ada di konsumen atau pelanggan. Konsumen akan merasa puas terhadap pelayanan distributor, jika produk tersebut tiba tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu. Hal ini mengakibatkan pengendalian persediaan produk sangatlah penting dilakukan oleh manajemen . Perancangan system distribusi yang dapat memuaskan pelanggan dan dapat meminimalkan biaya pengiriman perlu di lakukan.
Era sekarang ini, globalisasi semakin terasa dimana batas geografis menjadi semakin kabur, sehingga perusahaan mengalami persaingan yang sangat ketat dalam menghadapi para pesaing mereka. Persaingan yang ketat ini terjadi karena perubahan teknologi, siklus hidup produk yang semakin pendek dan juga karena konsumen semakin kritis terhadap produk dan jasa (Ellitan dan Anatan, 2007).
Hal ini tidaklah mudah sehingga memberikan tantangan bagi perusahaan dalam menghadapi era seperti ini. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan berusaha menemukan keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan mereka. Menurut Heizer dan Render (2006), perusahaan menghadapi sepuluh keputusan strategis bidang operasional yang tidak mudah antara lain: 1) desain produk dan jasa, 2) manajemen mutu, 3) desain proses dan kapasitas, 4) lokasi,desain tata letak, 6) sumber daya manusia dan sistem kerja, 7) manajemen rantai pasokan, 8) persediaan, perencanaan kebutuhan bahan, dan Just In Time(JIT), 9) penjadwalan jangka pendek dan menengah, dan 10) perawatan (maintenance). Sementara itu Assauri (2008) berpendapat bahwa dalam perusahaan manufaktur terdapat lima kunci pokok pengambilan keputusan perusahaan yang berhubungan dengan operasional yaitu proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja dan mutu. Pengambilan keputusan-keputusan ini harus disinergikan dengan strategi perusahaan.
Keinginan dan kebutuhan konsumen merupakan salah satu tujuan utama di balik pemasaran, karena konsumen adalah orang
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6662
yang penting bagi staf penjualan,sales, bahkan peruasahaan. Penting bagi perusahaan untuk mempelajari perilaku konsumen dan mengetahui konsumen sebagai individu atau kelompok yang memilih, membeli, atau memakai produk dan layanan. Hal ini membantu perusahaan memahami dan menyelidiki cara konsumen berprilaku, sehingga mereka dapat memposisikan produk ke sekelompok orang tertentu atau individu yang ditargetkan.
Perilaku konsumen suatu hal yang mengacu pada perilaku yang ditampilkan oleh individu ketika membeli, mengkonsumsi atau memakai produk/jasa. Selain itu kemudahan proses mencari produk atau layanan, kemudian evaluasi produk ketika hendak memakai atau mengkonsumsi produk/jasa apakah sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tiap individu. Setelah itu perilaku pembelian pasca produk dipelajari yang akan menunjukkan kepuasan atau ketidak puasan konsumen yang melibatkan pemakaian produk/jasa. Pemahaman perilaku konsumen juga membantu penjual untuk mengetahui apa,kapan, di mana, mengapa, bagaimana pemakaian atau konsumsi produk terjadi. Oleh karena itu penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan mempertimbangkan apa yang diingikan oleh konsumen serta perilaku konsumen terkait permintaan.
CV. Santa Agung Galvalum sebuah distributor yang terletak di jalan Raya Sukoraharjo, Kabupaten Malang. CV. Santa Agung Galvalum bergerak di bidang material bagunan, seperti hal nya hollow, baut, flora, genteng, nok, spandek, canal c, reng, dll. Variasi produk serta ditunjang kualitas bahan baku yang baik menjadikan banyak peminat dari konsumen lokal kabupaten malang maupun dari luar kota. Proses penjualan produk dilakukan dari pihak perusahaan sendiri, permintaan konsumen paling banyak di Kabupaten Malang yakni Kepanjen, Bululawang, dan Gondanglegi. Semakin banyak minat produk semakin meningkat pula permintaan dari konsumen, sehingga perusahaan harus
mampu memenuhi kebutuhan konsumen supaya mendapatkan profit atau keuntungan yang maksimal. Selain itu perusahaan mempunyai banyak pesaing dari perusahaan dengan produk yang sejenis, perusahaan harus menerapkan berbagai strategi perencanaan yang baik agar dapat bersaing dan dapat memaksimalkan produknya.
Tujuan dari penelitian ini adalah dengan adanya permasalahan di atas, maka perlu dilakukan perencanaan dan penjadwalan distribusi dengan metode Distribution Requirement Planning (DRP). Metode ini diharapkan mampu membantu permasalahan perencanaan dan penjadwalan distribusi produk agar aktivitas distribusi perusahaan menjadi lebih optimal, perusahaan mampu memenuhi permintaan dengan tepat waktu dan tepat jumlah serta dapat juga menekan biaya distribusi seminimal mungkin.
B. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Distribusi
Distribusi adalah bagian yang bertanggung jawab dalam pengintegrasian perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran material dari produsen ke konsumen dengan suatu keuntungan. Menurut Stock dan Lambert (2001) distribusi adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan supply chain yang meliputi raw material, barang setengah jadi, produk akhir dimana rangkaian kegiatan tersebut akan menjamin kelancaran aliran barang dan jasa dengan biaya yang paling efisien. Sebagian besar perusahaan mengelola dua fungsi independen yaitu produksi dan distribusi dengan sedikit atau tidak ada koordinasi anatara penjadwalan produksi dan perencanaan distribusi (Chandra dan Fisher,2005). Berikut ini disajikan gambar bagaimana rantai nilai dari pemasok sampai pelanggan bisa sampai dengan melalui beberapa pusat distribusi.
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6663
Gambar 2. Diagram Distribusi multi tingkat
Sumber: Indrajit, Djokopranoto, 2003
Keterangan:
MDC = Master Distribution Center RDC = Regional Distribution Center LDC = Lower Distribution Center
Master distribution center (pusat distribusi induk) adalah pusat distribusi yang langsung berhubungan dengan pemasok atau pabrik. Regional distribution center (pusat distribusi regional) adalah pusat distribusi yang berada satu tingkat di bawah pusat distribusi induk tetapi belum langsung berhubungan dengan pelanggan. Lower Distribution Center (pusat distribusi terendah) ada juga yang menyebutnya pusat distribusi lokal, pusat distribusi ini langsung berhubungan dengan pelanggan (Indrajit dan Djokopranoto, 2003). Rantai distribusi bisa juga hanya memiliki dua tingkatan saja, tergantung kebutuhan distribusi perusahaan. Jenis-jenis distribusi dibagi menjadi :
a. Sistem Distribusi Dorong dan Tarik. Dalam sistem distribusi dorong, pusat induk distribusi menentukan apa dan berapa yang perlu didistribusikan dan dikirim ke pusat distribusi regional atau lokal, sedangkan dalam sistem distribusi tarik, masing-masing pusat distribusi pada tingkat bawah menentukan apa yang diperlukan dan itu yang dipesan ke pusat induk distribusi untuk dikirim. b. Sistem Distribusi Dorong
Pengiriman dari pusat induk distribusi
ke pusat distribusi regional atau lokal dihitung dan ditentukan oleh pusat induk distribusi. Perhitungan ini didasarkan atas data yang ada di setiap pusat regional dan lokal, yang setiap waktu dimonitor oleh pusat induk.
2. Pengertian Distribution Requirement Planning
Istilah DRP memiliki dua pengertian yang berbeda, yaitu: Distribution Requirement Planning berfungsi menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk mengisi kembali inventori pada Distribution Center (DC). Sedangkan Distribution Resource Planning merupakan perluasan dari Distribution Requirement Planning yang mencakup lebih dari sekedar sistem perencanaan dan pengendalian pengisian kembali inventori, tetapi ditambah dengan perencanaan dan pengendalian dari sumber-sumber yang terkait dalam sistem distribusi seperti: warehouse space, tenaga kerja, uang, fasilitas transportasi dan warehousing. Termasuk di sini adalah keterkaitan dari replenishment system ke financial system dan penggunaan simulasi sebagai alat untuk meningkatkan performansi sistem (Gasperz, 2004).
3. Konsep Distribution Requirement Planning (DRP)
Distribution Requirement Planning adalah suatu metode untuk menangan pengadaan persediaan dalam suatu jaringan distribusi multi eselon. Pada metode ini, dilakukan peramalan untuk memenuhi struktur pengadaannya. Berapapun banyaknya level yang ada dalam jaringan distribusi, semuanya merupakan variable yang dependent kecuali level yang langsung memenuhi costumer. Distribution Requirement Planning lebih menekankan pada aktivitas pengendalian dari pada kegiatan pemesanan. DRP mengantisipasi kebutuhan mendatang dengan perencanaan pada setiap level pada
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6664
jaringan distribusi. Metode ini dapat memprediksi masalah-masalah sebelum masalah-masalah tersebut benar-benar terjadi dan memberikan titik pandang terhadap jaringan distribusi.
4. Fungsi Distribution Requirement Planning (DRP)
Distribution Requirement Planning (DRP) berperan baik untuk sistemdistribusi manufaktur yang terintegrasi maupun sistem distribusi manufaktur murni. Dengan kebutuhan persediaan time phasing pada tiap level dalam jaringan distribusi, DRP memiliki kemampuan untuk memprediksi suatu problem sebelum benar-benar terjadi. Sistem Distribution Requirement Planning bekerja berdasarkan penjadwalan yang telah dibuat untuk permintaan di masa yang akan datang sehingga mampu mengantisipasi perencanaan masa depan dengan perencanaan yang lebih dini pada setiap level distribusi (Indrajit dan Djokopranoto, 2003).
5. Pengendalian Biaya Distribusi
Biaya distribusi telah dipandang semakin penting pada akhir-akhir ini. Kini kenyataannya pada banyak perusahaan, biaya distribusi malah melebihi biaya produksi atau biaya perolehan/ pembelian. Secara umum dapat dikatakan, bahwa biaya produksi telah semakin menurun, sedangkan biaya distribusi semakin meningkat saat ini (Elfiraworotitjan, 2010).
C. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian dengan judul “perencanaan aktivitas distribusi dengan menggunakan metode DRP di CV. Santa Agung Gavalum” Jenis penelitian yang lakukan adalah penelitian deskriptif. Menurut (Sugiyono,2005 :21) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisi suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk
kesimpulan yang lebih luas. Sedangkan menurut (Punaji ,2010) penelitian deskriptif adalah penelitian yang tujuannya untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu peristiwa, keadaan, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang bisa dijelaskan baik menggunakan angka-angka maupun kata-kata. Dari beberapa pengertian tersebut peneliti dapat mengartikan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian untuk meneliti suatu objek, suatu sistem pemikiran, suatu kondisi yang dapat digunakan sebagai gambaran atau deskripsi yang terkait dengan variable-variabel yang sedang diselidiki. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena, dengan tujuan menggambarkan mekanisme sebuah proses dan menciptakan seperangkat kategori atau pola
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana penelitian ini akan dilakukan dan harus dipertimbangkan sehingga dapat diperoleh data yang dibutuhkan guna tercapainya tujuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang yaitu pada mahasiswa-mahasiswi pengguna CV. Santa Agung Gavalum yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen-kabupaten Malang, Jawa Timur.
D. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Setelah mengimplementasikan DRP, perusahaan dapat melakukan replenishment (pengisisan kembali) dengan melakukan pemesanan ke pabrik berdasarkan lead time atau sebelum status ketersediaan produk menunjukkan ketersediaan produk tidak memadai. Demikian dengan melakukan pengendalian persediaan supplier dapat menjamin ketersediaan produk untuk di distribusikan ke konsumen, sehingga dapat memenuhi kebutuhan permintaan konsumen dengan tepat. Dalam menjalankan aktivitas distibusinya CV. Santa Agung Galvalum sebelumnya tidak melakukan perencanaan aktivitas distribusi hal ini menyebabkan perencanaan aktivitas distribusi supplier menjadi terhambat atau terjadi kepanikan
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6665
karena tidak terkoordinasi dengan baik. Melalui implementasi DRP, supplier menerapkan system distribusi yang lebih ideal, dengan adanya perencanaan aktivitas distribusi melalui penerapan DRP ini, supplier dapat mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas distribusi. Dengan demikian perusahaan dapat mendistribusikan produknya secara cepat, tepat dan optimal.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis implementasi DRP yang telah dibahas, maka diperoleh hasil bahwa perencanaan kebutuhan distribusi pada produk galvalum menghasilkan optimalisasi aktivitas distribusi CV. Santa Agung Galvalum aktivitas supplier berjalan dengan lancer dengan adanya ketersediaan produk yang memadai untuk memenuhi seluruh permintaan konsumen sehingga supplier tidak mengalami kehilangan pelanggan dan menjadi merugi karena penjualan kurang maksimal. Perencanaan aktivitas dsitribusi pada CV. Santa Agung Galvalum mencakup peramalan permintaan, pengendalian ketersediaan produk, dan penjadwalan distribusi bagi masing – masing produk galvalum. Studi tentang implementasi Distribution Requirement Planning pada CV. Santa Agung Galvalum Malang ini tidak lepas dari keterbatasan dan kekurangan yang ada. Keterbatasan dan kekurangan pada penelitian ini dapat menjadi sumber untuk penelitian dimasa yang akan datang. Adapun keterbatasan dan kekuranagan pada penelitian ini adaah cakupan wilayah distribusi yang terfokus pada daerah sekitar outlet supplier, akan lebih tepat jika Distribution Requirement Planning dikembangkan lagi untuk wilayah distibusi yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Revisi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.
[2] Buchari, Alma. 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa Edisi Revisi, Bandung: CV. Alfabeta.
[3] Chandra, P. and Fisher, M. L. 2005.
Coordinating of Production and Distribution Planning. Philadelphia: Philadelphia Decision Sciences Department, The Wharton School, University of Pennsylvania.
[4] Elfiraworotitjan. 19 September 2010. Pengendalian Biaya Distribusi, (Online), (Elfiraworotitjan‟s blog, diakses 2 desember 2014).
[5] Ellitan, L. dan Anatan, L. 2007. Manajemen Operasi Dalam Era Baru Manufaktur. Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung.
[6] Gasperz, V. 2004. Production Planning And Inventory Control. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[7] Heizer, J. dan Render, B. 2006. Manajemen Operasi Edisi 7. Jakarta: Salemba Empat.
[8] Indrajit, R. E. dan Djokopranoto, R. 2003. Konsep Manajemen Supply Chain: Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Jakarta: Grasindo.
[9] Indrajit, R. E. dan Djokopranoto, R. Tanpa Tahun. Dari MRP menuju ERP, (online) (diakses 16 Maret 2013).
[10] Indrajit, R. E. dan Permono. 2005. Manajemen Manufaktur. Yogyakarta: Pustaka Yahima. Istianingrum.
[11] Kotler, Philip, 2000, Manajemen Pemasaran, Jakarta : PT. Prenhallindo. [12] Saladin, Djaslim, 2006, Manajemen
Pemasaran, Edisi Keempat, Bandung : Linda Karya.
[13] Indrajit, R.E dan Djokopranoto, R.D, 2005, Strategi Manajemen Pembelian dan Supply Chain, Jakarta : Grasindo. [14] Indrajit, R.E dan Djokopranoto, R.D,
2003. Manajemen Persediaan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. [15] A. Ptak, Carol and Eli Schragenheim,
2004, ERP: Tools, Techniques, and [16] Applications for Integrating the Supply
Chain, Second Edition. England : ST.Lucie Press.
[17] Bowersox, D.J., Closs, D.J., Cooper, M.B., and Bowersox, J.C., 2013, Supply Chain Logistics Management, Fourth
JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115
N.E Sari N, Perencanaan Aktivitas Distribusi Dengan Menggunakan... SINTEKS, Vol 9 (1), Juni 2020, 60-6666
Edition, Singapore : McGraw-Hill. [18] Bozarth, Cecil and Robert Handfield,
2008, Introduction to Operations and SupplyChain Management, Second Edition, New Jersey : Pearson Education Inc.
[19] Heizer, Jay dan Barry Render, 2009, Operations Management-Manajemen Operasi. Edisi Kesembilan, Jakarta : Salemba Empat.
[20] Handoko, T. Hani, 2003, Manajemen, Edisi Kedelapan Belas, Yogyakarta : BPFEYogyakarta.
[21] Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.6 No.2 (2017)