RISET SAHAM HARIAN
Samuel Equity Research Friday, 11 November 2016
: 5,450.3 : +36.0 (+0.7%) : 4,050 Mn shrs : 5,327 Bn rupiah Last Close +/- % TLKM 4,190 70 1.7 INCO 3,300 280 9.3 ADRO 1,650 80 5.1 BBRI 12,700 100 0.8 UNVR 43,700 -675 -1.5 HMSP 4,000 -40 -1.0 KLBF 1,670 -40 -2.3 BBCA 15,225 -75 -0.5
Foreign Net Buy / Sell
Net Buy (Rpbn) Net Sell (Rpbn)
ADRO 31 TLKM 439 UNTR 29 BBCA 96 EXCL 20 ASII 85 LPPF 19 INDF 41 ITMG 18 BBNI 28 Money Market Last Close +/- % USD/IDR 13,138 39.0 -0.3 JIBOR O/N 4.2 0.0 -Infl (MoM) 0.1 -
-Dual Listing Securities
Last Close +/- % TLKM 30.3 -0.9 -3.0 ISAT 38.3 2.6 7.3 EIDO 24.5 -1.2 -4.5 World Indices Last Close +/- % DJIA 18,808 218 1.2 S&P 500 2,167 4 0.2 Euro Stoxx 3,047 -10 -0.3 MSCI World 1,701 5 0.3 Nikkei 17,573 229 1.3 Hang Seng 22,839 424 1.9 Commodities Last Close +/- % Brent Oil 46 0.3 0.7 CPO Malay 2,881 44.0 1.6 Coal Newc 105 -1.6 -1.5 Nickel 11,511 -37.0 -0.3 Tin 21,586 246.0 1.2 Market Value Changes Leading Movers Market Activity Friday, 11 Nov 2016 Market Index Index Movement Market Volume Changes Changes Changes Changes Lagging Movers
Sentimen positif dari hasil pe milu US
Dow Jones ditutup menguat 1,2% ke 18,808 menyusul potensi munculnya regulasi yang melonggarkan pasar keuangan yang telah dijanjikan dalam kampanye Donald Trump. Penurunan tarif pajak dan pembiayaan pemerintah juga diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan US di masa yang akan datang. Data jobless claims tercatat dibaw ah konsensus namun tetap berada dalam trend menurun, mengindikasikan ekonomi US yang tetap stabil. Data ini mendukung the Fed untuk menaikkan suku bung anya dalam meeting-nya di bulan Desember nanti.
Harga minyak Brent ditutup melemah 1% ke US$ 45,8/barel setelah International Energy Agency (IEA) melapor kan produksi minyak OPEC tumbuh 230 ribu b/d menjadi sebesar 33,8 juta b/d di bulan Oktober. Hal ini didorong oleh pemulihan produks i di Niger ia dan Libya serta produksi Irak yang mencapai titik tertingginya. Pr oduksi Oktober ini lebih besar 1,3 juta b/d dibanding tahun lalu. Secara total, pasokan minyak EIA naik 800 ribu b/d, menjadi 97,8 juta b/d di bulan Oktober. Investor menunggu hasil rapat OPEC yang dijadw alkan digelar tanggal 30 November, yang diberitakan akan membahas rencana pemangkasan produksi hingga 2%. IEA juga memprediksi surplus minyak masih akan berlanjut di tahun 2017 apabila OPEC tidak jadi memangkas produksinya.
Dar i pasar Asia Pas ifik, sebagian besar indeks acuan di w ilayah tersebut dibuka menguat. Hari ini kami per kirakan IHSG masih berpotensi bergerak mixed didorong oleh penguatan bursa global dan regional, meski mendapat tekanan dari pergerakan harga minyak yang melemah . EIDO ditutup melemah 4,5% semalam.
Highlights
Prodia: Harga IPO pada Rp 6.250-8.000
BBT N: Ber minat akuisis i anak usaha PT Danareksa ITMG: Laba bersih menurun di 9M16
DOID: Raih kontrak penambangan Rp3.8t
Sektor unggas: Produsen pakan ternak gandeng pemerintah daerah Sektor unggas: Integrator w ajib menjual DOC ke peternak
Automotive: Penjualan 2W turun 5% di Okt16
Property: REI optimis pasar properti tumbuh 15% FY17E
www.samuel.co.id Page 2 of 8 Prodia: Harga IPO pada Rp 6.250-8.000
PT Prodia Widyahusada menawarkan harga saham IPO pada Rp 6.250 -8.000 ke investor lokal dan asing. Pihak underwriter menjelaskan EV/EBITDA 2017 saham ini sebesar 19,2-24,4 kali. Belum ada saham pembanding yang sepadan di IHSG.
Selain menerbitkan saham baru, pemegang saham pendiri akan mendivestasikan 5% dari modal disetor ke publik di pasar sekunder.
Dari dana IPO yang didapat, 67% akan dipakai untuk pengembangan jaringan, 19% untuk pembelian alat, dan 14% untuk modal kerja. (Bisnis Indonesia).
BBTN: Berminat akuisisi anak usaha PT Danareksa
BBTN berminat mengakuisisi anak usaha PT Danareksa yang bernama PT Danareksa Investment Management dan PT Danareksa Finance untuk melengkapi bisnis BBTN. Letter of intent telah diajukan ke Kementerian BUMN. Dana Rp 700 miliar disiapkan BBTN untuk keperluan akuisisi itu.
Perusahaan manajemen investasi dibutuhkan BBTN untuk mengakomodasi implementasi UU Tapera yang mengisyaratkan pengelolaan dana Tapera oleh perusahaan manajemen investasi. Perusahaan finance dibutuhkan untuk pemberian kredit perumahan untuk golongan masyarakat dengan pendapatan tidak tetap.
BBTN memberikan kredit Rp 325 miliar kepada PPRO untuk pengembangan Tower Caspian pada proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya. (Bisnis
Indonesia).
Comment:
Kami masih menyukai growth story BBTN ke depannya seiring keinginan pemerintah untuk membesarkan bank ini dan menjadikan pemain utama dalam program sejuta rumah.
Setelah penguatan modal antara lain berupa revaluasi aset dan konver si sub debt yang sudah dijalankan, kini implementasi UU Tapera tengah dinantikan.
Didukung oleh besarnya kebutuhan perumahan kelas menengah ke bawah dan program perumahan pemerintah, BBTN masih terus membukukan pertumbuhan kredit di atas industri. Sementara itu, NPL terlihat cenderung turun seiring pertumbuhan kredit yang tinggi dan langkah manajemen untuk lebih fokus ke kredit terkait perumahan. BBTN: Buy; 17E’ PE: 7.6x, PBV: 1.0x.
ITMG: Laba bersih menurun di 9M16
Laba bersih 9M16 tercatat turun 13,8% yoy menjadi US$ 67 juta. Laba bersih 9M16 tersebut merefleksikan 80%/83% dari estimasi kami/konsensus FY16 atau bisa dikatakan inline. Secara umum kinerja pada 3Q16 relatif baik secara qoq dan yoy. (Company). ITMG: Buy; 17E’ PE: 12.9x, PBV: 1.6x.
DOID: Raih kontrak penambangan Rp3.8t
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya,PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), meraih kontrak baru sebesar Rp 3,8 trliun dari PT Tadjahan Antang Mineral (TAM). Proyek jasa pertambangan batubara ini merupakan tambahan kontrak yang sudah didapatkan perseroan dari TAM.
Kontrak tersebut ditargetkan memproduksi sebanyak 147 juta bcm pengupasan lapisan tanah dan 28 juta ton batubara. Sedangkan lokasi penambangan batubara akan dilakukan di Kabupaten Gunung Mas District, Kalimantan Tengah.
Sedangkan kontrak sebelumnya yang didapatkan dari TAM senilai Rp 1 triliun telah ditantangani pada Agustus 2015. Kontrak tersebut terdiri atas produksi sebanyak 45 juta bcm pengupasan tanah dan 8 juta ton batubara berjangka waktu tiga tahun. (Investor Daily) DOID: Under Review.
Sektor unggas: Produsen pakan ternak gandeng pemerintah daerah
Produsen pakan ternak tengah menjajaki kerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyerap jagung dari para petani di daerah menyusul pengetatan impor oleh pemerintah. Para produsen pakan ternak dan Kementerian Pe rtanian menandatangani nota kesepahaman penyerapan jagung lokal pada pertengahan September 2016. Pemerintah akan menyediakan 724,000 hektar lahan jagung, yang seluruh hasilnya khusus diserahkan ke industri pakan ternak.
Adapun data dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik menunjukkan, produksi jagung pada periode Januari – Agustus mencapai 17,03 juta ton atau naik signifikan sebesar 18,11% dari produksi tahun lalu. (Bisnis Indonesia). Sektor Unggas: Overweight.
Sektor unggas: Integrator wajib menjual DOC ke peternak
Ketimpangan pertumbuhan bisnis perunggasan antara perusahaan besar dan pelaku usaha mandiri sudah lama terjadi. Perusahaan besar yang bisnisnya terintegrasi menguasai 80% pangsa pasar ayam ras pedaging, sebaliknya pelaku usaha mandiri hanya menguasai 20%. Karena itu, pemerintah akan mewajibkan perusahaan memasok produksi ke pasar. Ketentuan ini akan masuk ke dalam revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 26 tahun 2016 tentang Penyediaan, Pengedaran, dan Pengawasan Ayam Ras yang keluar sejak Mei 2016. (Kontan). Sektor Unggas: Overweight.
www.samuel.co.id Page 4 of 8 Automotive: Penjualan 2W turun 5% di Okt16
Penjualan sepeda motor tercatat turun 5.2%YoY menjadi 571.201unit di bulan Okt16 dan +2.7%MoM. Sementara untuk periode YTD 2W terjual sebanyak 4.922.598unit atau -9.25YoY. (Investor Daily).
Comment:
Penjualan 2W tersebut tercatat sebesar 13.1% diatas angka perkiraan penjualan 2W SSI di bulan yang sama (505.003unit), sedangkan untuk 10M16 penjualan sejalan dengan proyeksi kami (98.8%) sebanyak 4.992.598unit.
Hingga akhir tahun ini, AISI mentargetkan penjualan 2W akan mencapai 6juta unit, sementara proyeksi kami sebanyak 4.933.860unit.
Kenaikan penjualan MoM dapat dikatakan mengindikasikan potensi perbaikan permintaan pasar sepeda motor. Namun demikian, kami masih menanti angka penjualan di bulan Nov16 dan Des16 sebagai batas waktu judgement kami terhadap perubahan sudut pandang dari Neutral menjadi Overweight untuk pasar 2W. Automotive: Neutral.
Property: REI optimis pasar properti tumbuh 15% FY17E
Real Estate Indonesia (REI) optimis, pasar properti dapat bertumbuh 12% hingga 15% tahun depan didorong oleh sejumlah kebijakan terkait sektor properti.
(Investor Daily).
Comment:
Perkiraan pertumbuhan sektor properti oleh REI kami lihat terlalu optimis. Pengaruh beberapa kebijakan yang diterapkan hingga kinerja sektor di periode 9M16 kami lihat masih memberikan pengaruh yang signifikan.
Pertumbuhan sektor memang masih didorong oleh segmen low dan low to middle, namun untuk membukukan pertumbuhan double digit (diatas 10%), maka pendorong pertumbuhan harus datang atau dibantu oleg segmen menengah dan menengah atas.
Kondisi angka pre-sales beberapa emiten, baik segmen property landed, apartment, high rise office dan industrial juga kami lihat belum mencermin kan atau mengindikasikan adanya perbaikan permintaan.
Bahkan penurunan atau pencapaian marketing sales yang rendah di 9M16 belum memberikan sinyal terhadap potensi pertumbuhan sektor tahun depan yang dapat mencapai lebih dari 10%.
Dana tax amnesty dan latest policy seputar relaksasi LTV kami perkirakan baru memberikan dampak dan terlihat pada kinerja developer maupun emiten property secepatnya di paruh pertama tahun depan. Property: Neutral.
TLKM : Klaim tak langgar UU Persaingan Usaha terkait IndiHome
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membantah tuduhan KPPU bahwa produk IndiHome Triple Play melanggar aturan persaingan usaha. TLKM mengklaim tidak pernah memaksa calon pelanggan menggunakan IndiHome Triple play.
KPPU menyatakan telah menemukan cukup bukti untuk membawa kasus IndiHome Triple Play ke pemeriksaan pendahuluan. TLKM diduga melanggar UU No. 5/1999 dengan melakukan praktik tying in dan penyalahgunaan posisi dominan. TLKM diduga mewajibkan pelanggannya menggunakan paket IndiHome Triple Play dan menyalahgunakan posisi dominannya di pasar jasa fixed line (PSTN). (Investor Daily) TLKM: Buy, 17E’ PE: 15.8x, PBV: 4.1x.
www.samuel.co.id Page 6 of 8 Ticker Rec. JCI Wgt Last price 1D Chg 5D Chg 1M Chg YTD Chg TP Cons TP SSI Upside
(%) (Rp) (%) (%) (%) (%) (Rp) (Rp) (%) 16E 17E 16E 17E 16E 17E 16E 17E Banks
BMRI HOLD 4.5 11425 0.7 2.47 5.3 23.5 11307 10300 -9.8 14.4 11.7 1.7 1.5 12.0% 13.2% n/a n/a BBCA BUY 6.3 15225 (0.5) (1.30) (3.6) 14.5 16368 17100 12.3 19.2 16.2 3.4 2.9 17.6% 17.9% n/a n/a BBRI BUY 5.3 12700 0.8 3.04 6.3 11.2 13302 13700 7.9 12.1 10.2 2.2 1.9 17.9% 18.3% n/a n/a BBNI BUY 1.8 5575 0.0 1.83 7.2 11.7 6419 6300 13.0 9.8 7.7 1.2 1.1 12.2% 13.9% n/a n/a BBTN BUY 0.3 1885 0.3 1.34 (1.6) 45.6 2201 2300 22.0 8.5 7.6 1.1 1.0 12.4% 12.6% n/a n/a
Consumer (Staples) ICBP BUY 1.9 9425 (0.3) 7.10 (3.8) 39.9 10421 10300 9.3 29.5 26.5 6.2 5.5 21.0% 20.8% 22.2 18.9 INDF BUY 1.2 8300 1.2 1.22 (7.0) 60.4 9921 9900 19.3 18.5 15.6 2.4 2.2 13.2% 14.2% 9.8 8.8 KLBF HOLD 1.3 1670 (2.3) (3.19) (2.9) 26.5 1758 1700 1.8 35.5 29.8 6.7 5.8 18.7% 19.6% 24.0 20.1 ROTI BUY 0.1 1610 1.9 0.63 0.6 27.3 1729 2000 24.2 30.4 22.7 5.8 4.8 18.9% 21.1% 14.1 12.5 ULTJ BUY 0.2 4800 (1.2) - 2.1 21.7 5658 5300 10.4 22.0 17.9 5.0 4.1 22.5% 23.0% 13.9 12.0 UNVR HOLD 5.7 43700 (1.5) (1.08) (3.4) 18.1 44208 45200 3.4 52.2 46.7 62.1 54.4 118.9% 116.6% 36.4 33.3 SIDO BUY 0.1 550 0.0 (1.79) (4.3) 0.0 655 730 32.7 17.2 14.1 3.0 2.9 17.7% 20.4% 7.8 6.2 Cigarette HMSP HOLD 7.9 4000 (1.0) 2.56 (2.2) 6.4 4274 4390 9.7 39.3 35.1 13.1 11.9 33.3% 33.8% 28.1 25.5 GGRM BUY 2.2 67950 1.1 4.54 5.3 23.5 76944 77150 13.5 20.0 19.2 3.0 2.7 15.2% 14.1% 12.9 11.9 Healthcare MIKA BUY 0.7 2770 0.7 0.73 (1.1) 15.4 3175 2950 6.5 60.2 53.3 11.2 10.1 18.6% 19.0% 32.7 29.5 SILO BUY 0.2 10800 4.3 9.09 2.6 10.2 12205 12500 15.7 144.0 111.3 5.9 5.3 4.1% 4.8% 18.9 15.4 Retail MAPI HOLD 0.2 5600 1.4 0.90 25.8 47.6 5365 5500 -1.8 49.6 29.6 2.9 2.6 5.8% 8.9% 9.3 7.4 RALS BUY 0.2 1300 1.6 1.96 4.8 101.6 1449 1570 20.8 17.6 11.9 2.5 2.2 14.2% 18.4% 19.5 18.2 ACES BUY 0.2 855 (0.6) (2.84) 0.6 3.6 962 960 12.3 28.5 21.9 4.9 4.2 17.2% 19.1% 16.4 14.5 LPPF BUY 0.8 17100 2.4 6.21 (3.4) (2.8) 21336 23150 35.4 19.7 17.6 20.9 13.1 106.4% 74.5% 15.6 13.9 Telco
EXCL SELL 0.5 2580 3.2 13.66 (2.6) (28.3) 3238 Under Review n/a 17.0 16.6 1.4 1.3 8.4% 8.1% 5.5 4.8 ISAT HOLD 0.6 6450 0.8 (0.77) 1.2 17.3 7883 6600 2.3 29.2 19.6 2.6 2.3 8.9% 12.0% 4.2 3.7 TLKM BUY 7.2 4190 1.7 0.96 0.7 35.6 4672 5000 19.3 19.9 15.8 4.7 4.1 23.6% 25.7% 8.2 7.4 Auto and HE ASII BUY 5.7 8300 0.6 2.15 (0.3) 38.3 8704 9000 8.4 21.1 17.8 3.1 2.7 14.8% 15.2% 15.3 14.7 UNTR BUY 1.5 23275 2.4 6.52 19.7 37.3 23202 25050 7.6 20.1 16.9 2.2 2.0 10.7% 11.9% 5.6 5.0 Aviation GIAA HOLD 0.2 354 0.0 2.31 (12.4) 14.6 398 445 25.7 26.8 13.4 0.6 0.6 2.1% 4.7% 3.5 3.5 Property BSDE HOLD 0.7 2100 1.4 1.94 (3.7) 16.7 2479 2350 11.9 16.4 13.4 1.8 1.6 11.1% 11.8% 12.0 10.5 PWON BUY 0.6 740 5.0 2.78 11.3 49.2 761 710 -4.1 26.4 24.7 4.5 3.9 17.0% 15.8% 10.6 9.3
KPIG BUY 0.2 1440 (0.7) (0.69) 2.9 2.1 n/a 1810 25.7 33.5 28.2 1.2 1.1 3.5% 4.1% n/a n/a ASRI HOLD 0.1 422 1.4 2.43 (7.0) 23.0 461 390 -7.6 13.2 12.1 1.2 1.1 9.0% 9.1% 6.3 5.5 SMRA HOLD 0.4 1475 0.7 3.15 (17.4) (10.6) 1860 1750 18.6 23.8 22.7 2.7 2.4 11.2% 10.5% 9.9 9.0 Construction PTPP HOLD 0.3 4230 5.5 4.96 (0.5) 9.2 5404 4000 -5.4 21.8 17.2 4.1 3.5 18.9% 20.1% 10.9 9.6 ADHI HOLD 0.1 2230 3.2 4.21 (4.7) 4.2 3173 2700 21.1 13.4 9.7 1.4 1.3 10.5% 13.1% 6.3 5.6 WSKT BUY 0.6 2500 2.0 0.81 (5.3) 49.7 3288 2900 16.0 21.7 17.9 3.1 2.8 14.5% 15.4% 21.6 18.4 WIKA BUY 0.3 2850 7.5 16.80 3.6 8.0 3521 3300 15.8 22.4 17.2 3.5 3.1 15.7% 17.8% 10.4 8.9 Cement INTP HOLD 1.0 15950 (0.3) (0.31) (9.8) (28.6) 17591 18000 12.9 12.3 11.1 2.3 2.1 18.3% 18.6% 7.5 6.3 SMGR HOLD 0.9 9275 0.5 - (7.3) (18.6) 11092 10000 7.8 11.8 10.7 1.9 1.7 16.2% 16.3% 5.6 4.6 SMCB SELL 0.1 940 0.0 1.08 (5.1) (5.5) 934 920 -2.1 -117.5 78.3 0.9 0.9 -0.7% 1.1% 10.2 8.3 Precast
WSBP BUY 0.3 600 1.7 0.84 n/a n/a 706 690 15.0 30.0 24.0 2.5 2.3 8.4% 9.4% 23.7 18.5 WTON BUY 0.1 885 1.7 4.12 (2.7) 7.3 1099 1150 29.9 27.7 21.1 2.8 2.3 10.2% 10.8% 19.9 15.5
Utility
PGAS BUY 1.0 2510 1.2 4.58 (3.1) (8.6) 3038 3375 34.5 10.6 8.8 1.3 1.2 12.3% 13.5% 7.2 6.4 JSMR BUY 0.5 4700 3.5 4.44 0.6 (10.0) 6093 6500 38.3 16.7 17.7 2.7 2.5 16.2% 14.3% 10.7 10.3
Coal and Metal
ANTM BUY 0.4 895 0.6 0.56 7.8 185.0 770 840 -6.1 -42.6 85.2 1.2 1.2 -2.8% 1.4% 36.4 29.0 INCO HOLD 0.6 3300 9.3 27.41 21.3 101.8 2401 2800 -15.2 250.0 35.7 1.4 1.3 0.6% 3.7% 17.1 11.1 TINS HOLD 0.2 1250 4.2 31.58 55.3 147.5 885 850 -32.0 52.1 26.0 1.7 1.6 3.3% 6.3% 9.3 8.1 ITMG BUY 0.3 17000 6.8 14.86 21.9 196.9 14635 15000 -11.8 18.4 12.9 1.7 1.6 9.1% 12.2% 6.5 7.2 ADRO BUY 0.9 1650 5.1 0.61 17.9 220.4 1702 2100 27.3 14.7 12.3 1.1 1.1 7.6% 8.6% 9.9 8.6 PTBA BUY 0.5 13400 4.1 13.56 14.8 196.1 14216 12000 -10.4 19.2 13.3 3.1 2.7 16.1% 20.3% 16.9 10.5 Plantation AALI BUY 0.5 15425 2.0 5.47 2.0 2.1 17304 17000 10.2 17.8 16.9 1.9 1.8 10.7% 10.7% 13.5 12.2 LSIP BUY 0.2 1465 1.4 5.78 (2.7) 11.0 1708 1830 24.9 15.8 12.3 1.3 1.2 8.1% 9.7% 5.9 4.8 SIMP BUY 0.1 498 1.6 3.32 2.0 50.0 540 600 20.5 17.2 11.6 0.6 0.6 3.3% 4.8% 5.9 5.5 Poultry CPIN BUY 1.0 3570 (0.6) 1.13 (3.5) 37.3 3904 4800 34.5 16.8 14.7 2.2 1.9 13.0% 13.2% 13.7 12.5 JPFA BUY 0.4 1895 1.9 2.43 8.6 198.4 2303 2000 5.5 12.6 11.3 2.4 2.0 19.1% 17.7% 10.1 12.7 MAIN BUY 0.1 1585 1.0 (2.76) 2.3 3.9 2228 2280 43.8 9.3 8.4 1.5 1.3 16.3% 15.9% 12.1 10.0 Other Sectors AKRA HOLD 0.5 6925.0 -0.4 6.5 8.2 -3.5 7350.0 7000 1.1 22.6 19.5 3.9 3.4 0.2 0.2 16.1 13.0 Source: SSI Research, Bloomberg
Note: GIAA, PGAS, ITMG, ADRO, INCO report in USD.
EV/EBITDA (x)
Regional Indices 1D Change
Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
World 4.83 1,701 0.28 0.56 2.48 0.06 (1.99) 2.32 0.56 1,750 1,460 U.S. (S&P) 4.22 2,167 0.20 1.69 3.77 1.44 (0.84) 6.04 4.46 2,194 1,810 U.S. (DOW) 218.19 18,808 1.17 3.00 4.89 3.75 1.04 7.94 6.25 18,874 15,451 Europe (9.70) 3,047 (0.32) 1.24 2.46 0.86 (0.08) (6.76) (11.65) 3,524 2,673 Emerging Market (4.52) 876 (0.51) (2.14) (1.05) (3.31) (3.52) 10.26 5.07 930 687 FTSE 100 (83.86) 6,828 (1.21) 0.31 0.55 (3.44) (1.25) 9.38 n/a 7,130 5,500 CAC 40 (12.53) 4,531 (0.28) 1.56 2.70 1.32 0.60 (2.29) (8.51) 4,976 3,892 Dax (15.89) 10,630 (0.15) 1.66 2.95 0.50 (1.05) (1.05) (2.55) 11,431 8,699 Indonesia 35.99 5,450 0.66 1.19 2.27 1.27 0.58 18.67 22.44 5,492 4,331 Japan 230.26 17,575 1.33 2.35 3.96 3.23 5.02 (7.67) (10.75) 20,012 14,864 Australia 17.37 5,346 0.33 1.68 3.19 (2.44) (2.94) 0.95 4.36 5,611 4,707 Korea (18.35) 1,984 (0.92) (0.95) 0.11 (2.35) (3.15) 1.17 (0.65) 2,074 1,818 Singapore 44.21 2,834 1.58 1.18 1.14 (0.77) (1.25) (1.69) (4.95) 3,012 2,528 Malaysia 5.12 1,653 0.31 0.13 0.28 (0.96) (1.55) (2.35) (0.76) 1,729 1,601 Hong Kong 423.92 22,839 1.89 0.17 0.69 (3.02) 1.15 4.22 2.18 24,364 18,279 China 42.91 3,171 1.37 1.21 1.35 3.46 5.62 (10.40) (13.12) 3,685 2,638 Taiwan 208.98 9,152 2.34 (0.41) 0.94 (0.73) 0.22 9.76 8.76 9,400 7,628 Thailand 4.83 1,514 0.32 0.80 1.42 5.00 (2.47) 17.56 8.93 1,558 1,221 Philipines 62.83 7,182 0.88 (0.21) 0.29 (4.51) (10.02) 3.31 2.84 8,118 6,084
Monetary Indicators 1D Change
Points 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
JIBOR Overnight (%) 0.00 4.20 (0.16) (2.76) (2.50) (44.68) (29.65) 8.26 4.20
Foreign Reserve (US$bn) n/a 115.04 n/a (0.55) 3.26 8.60 14.22 115.67 100.24
Inflation Rate (%) n/a 0.14 n/a (36.36) (79.71) (85.42) 275.00 0.96 (0.45)
US Fed Rate (%) 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 0.00 100.00 0.50 0.25
Indo Govt Bond Yld (10yr) - % (0.02) 7.46 1.68 4.54 10.08 (14.73) (13.75) 9.11 6.77
Exchange Rate (per US$) 1D Change
Currency Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Indonesia 39.00 13138 (0.30) (0.38) (0.48) (1.22) 4.95 4.95 3.60 14,095 12,920
Japan (0.11) 106.72 0.10 (1.46) (3.37) (3.01) 12.65 12.65 15.12 123.76 99.02
UK (0.00) 1.25 (0.10) 1.32 0.20 3.46 (14.89) (14.89) (17.56) 1.53 1.18
Euro (0.00) 1.09 (0.04) (1.24) (2.26) (1.49) 0.25 0.25 1.36 1.16 1.05
China 0.01 6.81 (0.21) (0.43) (0.60) (1.45) (4.59) (4.59) (6.53) 6.81 6.36
Commodities Indicators 1D Change
Spot Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Oil (0.18) 44.48 (0.40) (1.11) 0.93 (12.42) 2.28 20.09 3.61 51.93 26.05 CPO 44.00 2,881.00 1.55 3.52 4.23 13.11 15.94 15.94 18.56 2,889.00 2,172.00 Rubber 8.00 764.50 1.06 3.80 5.45 13.43 15.57 41.71 21.64 764.50 506.50 Coal (1.65) 104.85 (1.55) (4.16) 1.80 28.10 58.38 107.21 100.48 112.25 51.75 Iron Ore 0.68 66.74 1.03 4.72 6.55 15.53 9.59 53.78 41.40 69.70 37.50 Tin 246.00 21,586.00 1.15 (1.73) 1.41 6.99 16.49 47.94 46.58 21,945.00 13,223.80 Nickel (35.00) 11,540.00 (0.30) 3.68 10.11 9.70 6.26 30.84 21.41 11,900.00 7,550.00 Copper 188.00 5,601.00 3.47 9.87 12.92 15.52 16.18 19.04 13.71 5,714.00 4,318.00 Gold (4.90) 1,261.50 (0.39) (1.02) (3.30) 0.45 (6.24) 18.99 16.28 1,377.50 1,045.40
Source: SSI Research, Bloomberg
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
Change (%) 1 Year
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
www.samuel.co.id Page 8 of 8 Research Team
Andy Ferdinand, CFA Head Of Equity Research,Strategy,
Banking, Consumer
[email protected] +6221 2854 8148
Rangga Cipta Economist [email protected] +6221 2854 8396
Muhamad Makky Dandytra, CFTe Technical Analyst [email protected] +6221 2854 8382
Akhmad Nurcahyadi, CSA Auto, Aviation, Cigarette, Construction
Healthcare, Heavy Equipment, Property
[email protected] +6221 2854 8144
Arandi Ariantara Cement, Telecommunication, Utility [email protected] +6221 2854 8392
Marlene Tanumihardja Poultry, Retail, Small Caps [email protected] +6221 2854 8387
Sharlita Lutfiah Malik Mining, Plantation [email protected] +6221 2854 8339
Adde Chandra Kurniawan Research Associate [email protected] +6221 2854 8338
Private Wealth Management
Evelyn Satyono Head of PWM /
Head of Institutional Marketing
[email protected] +6221 2854 8380
Muhamad Alfatih CSA, CTA, CFTe Senior Technical Portfolio Advisor [email protected] +6221 2854 8129
Ronny Ardianto Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8399
Clarice Wijana Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8395
Wahyudi Budiono Dealer [email protected] +6221 2854 8152
Equity Sales Team
Kelvin Siwah Long Head of Equities [email protected] +6221 2854 8150
Yulianah Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8146
Indra S. Affandi Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8334
Lucia Irawati Head of Retail Equity Sales [email protected] +6221 2854 8173
Ferry Khusaeri Equity Sales [email protected] +6221 2854 8304
Iwan Setiadi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8313
Lia Chaterina Equity Sales [email protected] +6221 2854 8315
Amelia Sintama Equity Sales [email protected] +6221 2854 8308
Salt World Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8163
Jovita Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8314
James Wihardja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8397
Joseph Soegandhi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8872
Dian Anggraeni Equity Sales [email protected] +6221 2854 8301
Sylviawati Equity Sales [email protected] +6221 2854 8112
Verawati Gunawan Equity Sales [email protected] +6221 2854 8312
Cenni Liawisusi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8303
Frans Ferdiansah Equity Sales [email protected] +6221 2854 8337
Muhamad Faisyal Dealer [email protected] +6221 2854 8155
Wulan Budi Setyowati Dealer [email protected] +6221 2854 8369
Bismar Ferryaman Dealer [email protected] +6221 2854 8368
Online Trading Sales Team
Nugroho Nuswantoro Head Of Marketing OLT [email protected] +6221 2854 8372
Wahyu Widodo Marketing [email protected] +6221 2854 8371
Rina Lestari Customer Service [email protected] +6221 2854 8180
Martha Lamtiurma Tampubolon Customer Service [email protected] +6221 2854 8182
Mohamad Andhika Prasetia Customer Service [email protected] +6221 2854 8183
DISCLAIMERS : Analyst Certification : The views expressed in this research accurately reflect the personal views of the analyst(s) about the subject securities or issuers and no part of the compensation of the analyst(s) was, is, or will be directly or indirectly related to the inclusion of specific recommendations or views in this research. The analyst(s) principally responsible for the preparation of this research has taken reasonable care to achieve and maintain independence and objectivity in making any recommendations. This document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Samuel Sekuritas Indonesia.