• Tidak ada hasil yang ditemukan

P.T. KEDAUNG INDAH CAN Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P.T. KEDAUNG INDAH CAN Tbk"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN TAHUN YANG BERAKHIR

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN LAPORAN KEUANGAN

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2013 DAN 2012

(2)
(3)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI 1

DAFTAR ISI 2

LAPORAN KEUANGAN – Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2013 dan 2012.

Laporan Posisi Keuangan 3 - 4

Laporan Laba Rugi Komprehensif 5

Laporan Perubahan Ekuitas 6

Laporan Arus Kas 7

(4)

30 Juni 2013 31 Desember 2012 Catatan (Tidak diaudit) (Diaudit)

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2d,2e,4,27 2.945.974.459 4.870.033.105

Saldo bank yang dibatasi penggunaannya 5, 27 1.770.775.860 1.861.133.165

Piutang usaha 2e,2f,6,24,27

Pihak berelasi - bersih setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 7.027.482.941

tahun 2013 dan 2012 2.247.162.179 4.791.070.703

Pihak ketiga - bersih setelah dikurangi penyisihan piutang

ragu-ragu sebesar Rp 402.664.003 tahun 2013 dan 2012 14.237.241.614 8.336.417.682

Piutang lain-lain 2e 394.138.301 175.135.181

Piutang kepada pihak berelasi 7, 24 -

-Uang muka 603.016.966 1.514.391.358

Persediaan 2e,2g,8,11 52.764.729.223 40.389.235.653

Biaya dibayar di muka 2h 146.527.547 3.034.292

Jaminan 51.920.000 51.920.000

Aset lancar lainnya 74.119.081 91.983.273

TOTAL ASET LANCAR 75.235.605.230 62.084.354.412

ASET TIDAK LANCAR

Aset pajak tangguhan 2m,21c 18.663.082.829 18.913.700.581

Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 2i,9 sebesar Rp 45.131.974.952 pada tahun 2013

dan Rp 44.591.353.602 pada tahun 2012 9.103.979.548 9.439.337.673

Properti investasi 2j,10 4.518.577.465 4.518.577.465

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 32.285.639.842 32.871.615.719

JUMLAH ASET 107.521.245.072 94.955.970.131

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

(5)

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Pinjaman jangka pendek 2e,11,27 14.767.306.544 8.442.613.373

Utang usaha - pihak ketiga 12, 27 2.911.290.111 2.238.782.361

Utang lain-lain - pihak ketiga - 426.352.417

Utang sewa guna usaha 2q,13 69.975.846 174.768.079

Uang muka penjualan 27 382.973.481 208.163.866

Utang pajak 21a 734.798.450 407.290.319

Biaya yang masih harus dibayar 2e,14,27 2.052.224.215 1.036.429.042

JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 20.918.568.647 12.934.399.457

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilitas imbalan pasca kerja 2l, 23 14.537.467.927 15.464.492.789

JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 14.537.467.927 15.464.492.789

JUMLAH LIABILITAS 35.456.036.574 28.398.892.246

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 500 per lembar saham Modal dasar - 200.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh - 138.000.000 saham 15 69.000.000.000 69.000.000.000

Tambahan modal disetor 16 3.300.000.000 3.300.000.000

Defisit (234.791.502) (5.742.922.115)

JUMLAH EKUITAS 72.065.208.498 66.557.077.885

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 107.521.245.072 94.955.970.131

-Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

(6)

30 Juni 2013 30 Juni 2012

Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit)

PENJUALAN BERSIH 2k,17,24 53.546.587.524 48.475.455.382

BEBAN POKOK PENJUALAN 2k,18,24 39.800.922.499 40.152.226.595

LABA KOTOR 13.745.665.025 8.323.228.787

Beban penjualan 2k,19 (963.822.661) (893.413.567)

Beban umum dan administrasi 2k,20 (5.449.333.971) (4.904.957.382)

Keuntungan (rugi) selisih kurs 2c (175.068.617) 201.871.733

Keuntungan penjualan aset tetap - 57.500.000

Pendapatan bunga bank 43.172.273 25.309.410

Beban bunga dan administrasi bank (355.001.827) (266.163.943)

Pendapatan lain-lain 38.226.643 1.610.602

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 6.883.836.865 2.544.985.640

BEBAN PAJAK 2m, 21b (1.375.706.252) (444.113.223)

LABA PERIODE BERJALAN 5.508.130.613 2.100.872.417

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN -

-JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 5.508.130.613 2.100.872.417

LABA PER SAHAM DASAR 2n, 22 40 15

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

(7)

Tambahan Modal

Modal Disetor Disetor Defisit Total Ekuitas

Saldo Per 1 Januari 2012 69.000.000.000 3.300.000.000 (8.002.397.609) 64.297.602.391

Jumlah laba komprehensif tahun 2012 - - 2.259.475.494 2.259.475.494 Saldo per 31 Desember 2012 (Diaudit) 69.000.000.000 3.300.000.000 (5.742.922.115) 66.557.077.885 Jumlah laba komprehensif periode berjalan - - 5.508.130.613 5.508.130.613 Saldo per 30 Juni 2013 (Tidak diaudit) 69.000.000.000 3.300.000.000 (234.791.502) 72.065.208.498

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

(8)

30 Juni 2013 30 Juni 2012 Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 50.442.007.571 44.046.000.993

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (57.276.247.845) (47.583.987.088)

Kas digunakan untuk aktivitas operasi (6.834.240.274) (3.537.986.095)

Pembayaran pajak (723.764.517) (229.545.783)

Pembayaran bunga dan beban keuangan (355.001.827) (266.163.943)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (7.913.006.618) (4.033.695.821) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan penghasilan bunga 43.172.273 25.309.410

Keuntungan penjualan aset tetap - 57.500.000

Perolehan aset tetap 9 (205.263.225) (425.282.648)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (162.090.952) (342.473.238) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan pinjaman jangka pendek 14.317.077.107 6.133.327.142

Pembayaran pinjaman jangka pendek (8.207.793.820) (3.441.912.013)

Pembayaran utang kepada pihak berelasi - (366.837.711)

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 6.109.283.287 2.324.577.418

PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS (1.965.814.283) (2.051.591.641)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 4 4.870.033.105 3.630.533.950

Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 41.755.637 135.097.153

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4 2.945.974.459 1.714.039.462

1.257.924.402

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

(9)

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Kedaung Indah Can Tbk ("Entitas") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo Undang-Undang No. 12 tahun 1970, berdasarkan akta notaris No. 37 tanggal 11 Januari 1974 dari Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat keputusan No. Y.A.5/239/18, tanggal 24 Juli 1975 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 27 tanggal 2 April 1976, Tambahan No. 237.

Anggaran dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 13, tanggal 10 Nopember 2008 dari Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H., notaris di Jakarta. Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat keputusan No. AHU-99739.AH.0102, tanggal 24 Desember 2008 yang isinya antara lain mengenai persetujuan untuk penyesuaian seluruh anggaran dasar Entitas dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Entitas berdomisili di Jalan Raya Rungkut No.15-17, Surabaya dengan pabrik berlokasi di tempat yang sama. Entitas tergabung dalam kelompok usaha Kedaung Group dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1975.

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Entitas, ruang lingkup kegiatan Entitas terutama meliputi industri peralatan dapur dari logam dan produk sejenis serta industri kaleng dan produk sejenis. Jumlah karyawan Entitas rata-rata 859 karyawan pada tahun 2013 dan 942 karyawan pada tahun 2012.

Pada tahun 2007, Entitas memiliki kepemilikan langsung atas Borneo Enamel Industrial Sdn. Bhd. (BEISB) dan entitas anaknya (Indo-Ghana Enamel Industrial Ltd.). Terhitung sejak tanggal 5 September 2007, CIMB Bank Berhad, Malaysia melakukan pengambilalihan aset BEISB dalam rangka penyelesaian utang bank BEISB. Atas pengambilalihan tersebut Entitas tidak memiliki kendali lagi atas BEISB dan entitas anaknya. Sehingga sejak tanggal tersebut laporan keuangan Entitas tidak dikonsolidasi.

Susunan pengurus Entitas pada tanggal 30 Juni 2013 adalah sebagai berikut: Komisaris Utama : Philip Lam Tin Sing

Komisaris : Djoni Sukohardjo Komisaris Independen : Eli Rosiana, SE Direktur Utama : Ir. Ratna Setyakusuma Direktur : Ir. I Made Indrawan Direktur : Hadi Muliyono, SE, Ak. b. Penawaran Umum Efek Entitas

Pada tanggal 7 Oktober 1993 Entitas memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1733/PM/1993 untuk melakukan penawaran umum atas 10.000.000 saham Entitas kepada masyarakat. Pada tanggal 28 Oktober 1993, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012, seluruh saham Entitas atau sejumlah 138.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

Manajemen Entitas bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang diselesaikan pada tanggal 23 Juli 2013.

a. Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan ini disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ("SAK"). Kebijakan akuntansi yang dipakai telah sesuai dengan kebijakan yang dipakai untuk menyusun laporan keuangan sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK"), yang mencakup pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK") dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK).

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu disajikan dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi akun-akun yang bersangkutan. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali arus kas.

Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung, sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012, dengan mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan Entitas diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama ("mata uang fungsional"). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian.

c. Transaksi dan Saldo Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Entitas diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.

Pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

d. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

e. Instrumen Keuangan

Efektif 1 Januari 2012, Entitas telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), "Instrumen Keuangan: Penyajian", PSAK No. 55 (Revisi 2011), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran", dan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.

Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut:

1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan, yaitu jika dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat atau terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.

(11)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba (rugi) yang belum direalisasi pada tanggal laporan posisi keuangan dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

Pada tahun 2013 dan 2012, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

2. Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo

Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Pada saat pengakuan awal, investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Pada tahun 2013 dan 2012, Entitas tidak mempunyai aset keuangan berupa investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.

3. Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya, ditambah dengan biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan dan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali untuk pinjaman yang diberikan dan piutang jangka pendek dimana perhitungan bunga tidak material.

Pada tahun 2013 dan 2012, pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka, beban dibayar dimuka dan jaminan.

4. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual

Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak memenuhi kriteria kelompok lainnya. Aset keuangan ini dicatat sebesar nilai wajar. Selisih antara nilai perolehan dan nilai wajar merupakan laba (rugi) yang belum direalisasikan pada tanggal laporan posisi keuangan yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas.

Pada tahun 2013 dan 2012, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut:

1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah liabilitas keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Pada tahun 2013 dan 2012, Entitas tidak mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dikategorikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pada tahun 2013 dan 2012, Entitas mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi utang usaha, utang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, pinjaman jangka pendek, utang pajak, uang muka penjualan dan utang sewa guna usaha.

Penurunan nilai aset keuangan, pinjaman yang diberikan dan piutang:

Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi:

- Kesulitan keuangan signifikan yang dialami pihak peminjam atau penerbit instrumen keuangan;

- Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

- Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;

- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

- Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.

Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan (neraca) ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.

f. Piutang Usaha

Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai realisasi neto. Cadangan penurunan nilai piutang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun.

g. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

(13)

h. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

i. Aset Tetap

Entitas telah menerapkan PSAK No. 16 "Aset Tetap" (Revisi 2011) sebagaimana ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Entitas telah menetapkan model biaya terhadap pengelolaan aset tetapnya.

Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), suatu entitas harus memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetap. Entitas memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Entitas.

Aset tetap dinyatakan menurut harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan aset tetap dihitung dengan metode garis lurus. Tanah tidak disusutkan. Masa manfaat aset tetap diestimasukan sebagai berikut:

Tahun

Bangunan dan prasarana 25

Mesin dan perlengkapan 15

Peralatan kantor 10

Kendaraan 8

Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut; sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tersebut dikeluarkan dari akun aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan ke laba rugi tahun berjalan.

Aset dalam pelaksanaan merupakan akumulasi dari biaya-biaya pembelian bahan dan peralatan serta biaya konstruksi lainnya hingga aset tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya ini dipindahkan ke akun aset tetap pada saat pekerjaan selesai dan aset tersebut siap untuk digunakan.

j. Properti Investasi

Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk:

a. Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif;

b. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai.

(14)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) k. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point). Beban diakui sesuai manfaatnya pada periode yang bersangkutan (accrual basis).

l. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan

Entitas telah menerapkan kebijakan akuntansi untuk mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010) mengenai "imbalan kerja". Pemberian imbalan kerja dilakukan oleh Entitas dengan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003.

Beban imbalan kerja karyawan yang dihitung berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama ditentukan dengan metode projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar antara 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan metode garis lurus sepanjang rata-rata sisa masa kerja karyawan.

m. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca). Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

n. Laba (Rugi) per Saham Dasar

Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi pendapatan komprehensif pada periode berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

o. Informasi Segmen

Efektif 1 Januari 2011, Entitas menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi". PSAK revisi ini memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan.

(15)

p. Penurunan nilai aset non-keuangan

Setiap tanggal pelaporan, Entitas menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset. Aset non-keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terjadi perubahan atau keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset yang melampaui nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset.

Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah (cash-generating units). Aset non-keuangan yang diturunkan nilainya ditelaah untuk kemungkinan adanya pembalikan terhadap nilai penurunan setiap tanggal pelaporan.

q. Sewa

Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), dalam sewa pembiayaan, Entitas mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan (neraca) pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Entitas akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Entitas mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

r. Perubahan kebijakan akuntansi

Berikut ini adalah perubahan standar akuntansi dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012:

a. PSAK No. 10 (Revisi 2010), "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing". b. PSAK No. 13 (Revisi 2011), "Properti Investasi".

c. PSAK No. 16 (Revisi 2011), "Aset Tetap". d. PSAK No. 24 (Revisi 2010), "Imbalan Kerja". e. PSAK No. 30 (Revisi 2011), "Sewa".

f. PSAK No. 46 (Revisi 2010), "Pajak Penghasilan".

g. PSAK No. 50 (Revisi 2010), "Instrumen Keuangan: Penyajian". h. PSAK No. 55 (Revisi 2011), "Pengakuan dan pengukuran". i. PSAK No. 56 (Revisi 2011), "Laba per Saham".

j. PSAK No. 60, "Instrumen keuangan : pengungkapan".

Dampak atas perubahan standar akuntansi di atas tidak signifikan terhadap laporan keuangan Entitas.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN

Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

(16)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Pertimbangan

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan pada catatan 2.e.

Pajak Penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Estimasi dan asumsi

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Entitas mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Entitas. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Imbalan pasca kerja

Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan imbalan kerja Entitas bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Entitas langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Entitas berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Entitas dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.

Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Entitas pada masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp14.537.467.927 dan Rp15.464.492.789. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 23.

Penyusutan aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 8 sampai dengan 25 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Entitas menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Entitas masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp9.103.979.548 dan Rp9.439.337.673. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 9.

(17)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Estimasi dan asumsi (lanjutan)

Cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha

Entitas mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Entitas mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan, untuk mencatat provisi yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Entitas. Cadangan yang spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Nilai tercatat piutang usaha Entitas sebelum cadangan kerugian penurunan nilai per tanggal 30 Juni 2013 adalah sebesar Rp23.914.550.737 dan per tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp20.557.635.329. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam catatan 6.

(18)

4. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Kas 341.932.003 1.693.493.931

Bank

Pihak ketiga Rupiah

PT Bank Chinatrust Indonesia 1.011.883.719 969.331.281

PT Bank Central Asia Tbk 478.968.666 308.415.465

PT Bank UOB Buana Tbk 1.368.789 40.076.309 Dollar Amerika Serikat

PT Bank Chinatrust Indonesia 1.037.619.198 781.234.272 PT Bank Central Asia Tbk 74.202.084 72.724.976 Deposito Berjangka

Pihak ketiga Rupiah

PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk. - 1.004.756.871

Jumlah 2.945.974.459 4.870.033.105

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun

Rupiah - 7,5%

Entitas tidak mempunyai saldo kas dan setara kas pada pihak berelasi.

5. SALDO BANK YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA

Saldo bank pada PT Bank Chinatrust Indonesia yang dibatasi penggunaannya terdiri dari :

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Rekening Giro

Dollar Amerika Serikat 313.013.349 977.972.742

Rupiah 834.981.990 271.127.294

Deposito Berjangka

Dollar Amerika Serikat 462.605.121 451.857.729

Rupiah 160.175.400 160.175.400

Jumlah 1.770.775.860 1.861.133.165

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun

Rupiah 5,00% 5,50%

Dollar Amerika Serikat 1,00% 1,00%

Saldo rekening giro yang dibatasi penggunaannya dijaminkan untuk penerbitan Letter of Credit (fasilitas kredit L/C) dari PT Bank Chinatrust Indonesia (lihat Catatan 11) dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.

Sedangkan saldo deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka yang ditempatkan di PT Bank Chinatrust Indonesia yang digunakan sebagai jaminan berlangganan gas kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Entitas tidak memiliki hubungan istimewa dengan bank dimana deposito berjangka tersebut ditempatkan.

(19)

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2013 31 Desember 2012 a. Berdasarkan pelanggan

Pihak yang berelasi

Borneo Enamel Industrial Sdn. Bhd. 7.027.482.941 7.027.482.941 Komodo International Corporation 936.878.976 1.804.266.700

PT Kedawung Subur 529.893.082 1.798.285.915

PT Kedaung Sentra Distribusi 359.777.660 453.514.116 PT Kedaung Medan Industrial 286.755.870 342.923.460 PT Kedawung Surya Industrial 102.033.797 60.478.824

PT Kedaung Industrial 31.822.794 37.424.544

PT Pratama Gelas - 294.177.144

Jumlah 9.274.645.120 11.818.553.644

Penyisihan piutang ragu-ragu (7.027.482.941) (7.027.482.941)

Jumlah 2.247.162.179 4.791.070.703

Pihak ketiga

Pelanggan dalam negeri 11.251.265.175 5.860.812.113 Pelanggan luar negeri 3.388.640.442 2.878.269.572

Jumlah 14.639.905.617 8.739.081.685

Penyisihan piutang ragu-ragu (402.664.003) (402.664.003)

Jumlah 14.237.241.614 8.336.417.682

Jumlah bersih 16.484.403.793 13.127.488.385 b. Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari)

Belum jatuh tempo 15.813.112.881 10.693.791.942

Lewat jatuh tempo

1 s/d 30 hari 256.520.220 1.651.737.780

Lebih dari 30 hari 7.844.917.636 8.212.105.607

Jumlah 23.914.550.737 20.557.635.329

Penyisihan piutang ragu-ragu (7.430.146.944) (7.430.146.944)

Jumlah Bersih 16.484.403.793 13.127.488.385 c. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang

Rupiah 19.589.031.319 15.875.099.057

Dollar Amerika Serikat 4.325.519.418 4.682.536.272

Jumlah 23.914.550.737 20.557.635.329

Penyisihan piutang ragu-ragu (7.430.146.944) (7.430.146.944)

Jumlah Bersih 16.484.403.793 13.127.488.385 adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut:

Entitas melakukan penyisihan terhadap piutang tak tertagih pada BEISB senilai Rp7.027.482.941 pada tahun 2007, dikarenakan oleh hilangnya pengendalian Entitas pada BEISB (lihat Catatan 1a). Dengan demikian, manajemen berkeyakinan bahwa piutang usaha Entitas pada BEISB kemungkinan kecil dapat tertagih.

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha di kemudian hari. Piutang usaha Entitas kepada pihak yang berelasi dan kepada pihak ketiga tidak ada yang digunakan sebagai jaminan pinjaman Entitas.

(20)

7. PIUTANG KEPADA PIHAK YANG BERELASI

30 Juni 2013 31 Desember 2012 Akun ini terdiri dari:

Borneo Enamel Industrial Sdn. Bhd. 47.628.631.978 47.628.631.978 Indo-Ghana Enamel Industrial Ltd. 10.072.475.180 10.072.475.180

Jumlah 57.701.107.158 57.701.107.158

Penyisihan piutang ragu-ragu (57.701.107.158) (57.701.107.158)

Jumlah bersih -

-Piutang kepada pihak yang berelasi, timbul dari transaksi arus dana, sewa tanah, pembebanan atas pemakaian fasilitas bersama dan pembayaran biaya Entitas yang dilakukan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berelasi dan/atau sebaliknya (lihat Catatan 24).

Entitas melakukan penyisihan terhadap piutang tak tertagih pada BEISB senilai Rp57.701.107.158 pada tahun 2007 dikarenakan oleh hilangnya pengendalian Entitas pada BEISB

(lihat Catatan 1a). Dengan demikian, manajemen berkeyakinan bahwa piutang usaha Entitas pada BEISB kemungkinan kecil dapat tertagih.

8. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2013 31 Desember 2012 Bahan baku 21.668.400.719 15.671.132.980 Barang dalam proses 18.440.319.625 14.319.792.431 Barang jadi 11.653.726.991 9.265.646.402 Bahan pembantu 1.002.281.888 1.132.663.840

Jumlah 52.764.729.223 40.389.235.653

Pada tahun 2013 dan 2012, manajemen tidak melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan karena manajemen berpendapat bahwa persediaan yang ada dalam kondisi baik dan tidak mengalami keusangan atau penurunan nilai.

Seluruh persediaan Entitas pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia terhadap resiko kebakaran, pencurian dan resiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar US$ 3.800.000 pada tahun 2013 dan sebesar US$3.500.000 pada tahun 2012. Manajemen berpendapat jumlah pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas resiko yang mungkin dialami Entitas.

Sejumlah persediaan senilai US$ 400.000 dan Rp 23.000.000.000 masing-masing pada tahun 2013 dan 2012, dijaminkan untuk pinjaman jangka pendek masing-masing kepada Combined Way Ltd. Hongkong dan PT Bank Chinatrust Indonesia (lihat Catatan 11).

(21)

1 Januari 2013 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2013 Biaya perolehan:

Kepemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 6.223.791.282 - - - 6.223.791.282 Mesin dan perlengkapan 38.139.211.594 54.625.000 - - 38.193.836.594 Peralatan kantor 7.435.259.314 150.638.225 - - 7.585.897.539

Kendaraan 1.988.482.525 - - - 1.988.482.525

Sewa guna usaha

Kendaraan 243.946.560 - - - 243.946.560

Jumlah 54.030.691.275 205.263.225 - - 54.235.954.500

Akumulasi penyusutan: Kepemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 2.477.016.076 114.193.982 - - 2.591.210.058 Mesin dan perlengkapan 34.059.205.741 288.637.091 - - 34.347.842.832 Peralatan kantor 6.818.735.832 53.039.923 - - 6.871.775.755

Kendaraan 1.223.870.733 69.503.694 - - 1.293.374.427

Sewa guna usaha

Kendaraan 12.525.220 15.246.660 - - 27.771.880

Jumlah 44.591.353.602 540.621.350 - - 45.131.974.952

Jumlah Tercatat 9.439.337.673 9.103.979.548

1 Januari 2012 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2012 Biaya perolehan:

Kepemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 6.170.536.646 - - 53.254.636 6.223.791.282 Mesin dan perlengkapan 36.591.319.271 1.701.119.604 153.227.281 - 38.139.211.594 Peralatan kantor 7.262.328.988 172.930.326 - - 7.435.259.314

Kendaraan 1.938.727.980 287.254.545 237.500.000 - 1.988.482.525

Bangunan dalam penyelesaian - 53.254.636 - (53.254.636) - Sewa guna usaha

Kendaraan - 243.946.560 - - 243.946.560

Jumlah 51.962.912.884 2.458.505.671 390.727.281 - 54.030.691.275

Akumulasi penyusutan: Kepemilikan langsung

Bangunan dan prasarana 2.247.074.649 229.941.427 - - 2.477.016.076 Mesin dan perlengkapan 33.670.535.068 541.897.953 153.227.280 - 34.059.205.741 Peralatan kantor 6.717.275.715 101.460.117 - - 6.818.735.832

Kendaraan 1.343.053.688 118.317.045 237.500.000 - 1.223.870.733

Sewa guna usaha

Kendaraan - 12.525.220 - - 12.525.220

Jumlah 43.977.939.120 1.004.141.762 390.727.280 - 44.591.353.602

Jumlah Tercatat 7.984.973.764 9.439.337.673

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

2013 2012

Pemilikan langsung:

Biaya pabrikasi 454.328.878 381.440.457

Beban administrasi (Catatan 20) 86.292.472 71.571.694

(22)

9. ASET TETAP (lanjutan)

Seluruh aset tetap Entitas telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia terhadap risiko

kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$7.650.000 dan Rp1.074.600.000 pada 30 Juni 2013 serta sebesar US$7.650.000 dan

Rp1.102.150.000 pada 31 Desember 2012. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Gedung dan bangunan pabrik milik Entitas didirikan di atas tanah yang disewa dari PT Kedawung Subur, pihak yang berelasi, dengan masa sewa sesuai dengan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2029 dan dapat diperpanjang (lihat Catatan 24 dan 26). Menurut pendapat pihak manajemen, nilai wajar per 30 Juni 2013 untuk bangunan dan prasarana adalah Rp3.632.581.224; mesin dan perlengkapan adalah Rp3.845.993.762; peralatan kantor adalah Rp714.121.784 dan kendaraan adalah Rp911.282.778.

10. PROPERTI INVESTASI

Akun ini terdiri dari tanah milik Entitas yang berlokasi di :

30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012

Porong, Sidoarjo 2.552.890.925

Sumberejo, Surabaya 1.965.686.540

Jumlah Tercatat 4.518.577.465

Pada tahun 2006 terjadi semburan lumpur dari Lapindo Brantas Incorporation (Lapindo) yang merusak tanah Porong. Pada tanggal 18 Januari 2007, Entitas mengajukan klaim atas rusaknya

lahan kepada Lapindo sesuai dengan Surat No.015/KIC-DIR/I/2007, sebesar Rp21.413.000.000. Per 31 Maret 2013 klaim tersebut masih dalam proses penyelesaian.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut.

Nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 4.518.577.465, yang berasal dari dasar penilaian manajemen yang dilakukan berdasarkan

metode biaya. Menurut pendapat pihak manajemen, nilai wajar atas properti investasi yang dimiliki saat ini adalah sebesar Rp 14.600.000.000 sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terakhir.

11. PINJAMAN JANGKA PENDEK

30 Juni 2013 31 Desember 2012 PT Bank Chinatrust Indonesia 13.282.306.544 6.992.113.373

Combined Way Ltd. 1.485.000.000 1.450.500.000

Jumlah 14.767.306.544 8.442.613.373

Pinjaman jangka pendek dari PT Bank Chinatrust Indonesia

Entitas memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank Chinatrust Indonesia yang efektif sejak tanggal 4 Juli 2008, di mana perjanjian fasilitas kredit ini telah beberapa kali diperpanjang, dan terakhir adalah dengan Perubahaan Atas Perjanjian Fasilitas Kredit No.BCI-282/VII-2012, sesuai dengan Akta Notaris No. 80 tertanggal 26 Desember 2012 dari Notaris Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn.

(23)

Pinjaman jangka pendek dari PT Bank Chinatrust Indonesia (lanjutan)

Adapun fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank Chinatrust Indonesia tersebut mencakup: 1. Fasilitas Surat Kredit Berdokumen (L/C) dalam bentuk sight termasuk juga L/C lokal dengan

limit yang semula sebesar USD1.000.000, kemudian ditingkatkan hingga mencapai limit USD2.250.000. Fasilitas Surat Kredit Berdokumen (L/C) tersebut hanya diterbitkan untuk impor bahan baku dan pembelian lokal dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk sebagai pemasok utama Entitas.

2. Entitas mendapat tambahan fasilitas kredit berupa Akad Trust, yaitu fasilitas untuk pembiayaan Fasilitas Surat Kredit Berdokumen yang sudah jatuh tempo. Fasilitas kredit Akad Trust ini dapat digunakan secara bersama-sama dengan Fasilitas Surat Kredit Berdokumen atas Unjuk (Sight L/C) sampai jumlah yang tidak melebihi limit sebesar USD2.250.000. Jangka waktu setiap penarikan fasilitas Akad Trust ini adalah maksimal selama 120 hari sejak tanggal pemakaian. 3. Fasilitas pinjaman jangka pendek, yaitu fasilitas kredit untuk tujuan pembiayaan operasional

pembayaran terhadap pemasok Perseroan. Dimana limit kredit yang semula sebesar USD500.000, kemudian telah ditingkatkan dan diberikan sampai dengan jumlah tidak melebihi USD1.250.000. Jangka waktu setiap penarikan fasilitas pinjaman jangka pendek ini adalah maksimal selama 180 hari sejak tanggal pemakaian.

4. Fasilitas pinjaman bank garansi, yaitu untuk garansi bank atas pemakaian fasilitas yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan. Dimana limit bank garansi yang semula sebesar USD500.000, kemudian telah ditingkatkan dan diberikan sampai jumlah tidak melebihi USD2.250.000.

Keseluruhan fasilitas kredit di atas berlaku sampai dengan tanggal 27 Juli 2013. Tingkat bunga yang dikenakan untuk penarikan pinjaman jangka pendek dalam mata uang Rupiah pada tahun 2013 dan 2012 masing-masing sebesar 10,00% dan 10,55%, sedangkan untuk utang pinjaman dalam mata uang Dollar Amerika Serikat masing-masing sebesar 5% pada tahun 2013 dan 5,50% pada tahun 2012.

Fasilitas kredit dari PT Bank Chinatrust Indonesia tersebut dijamin dengan:

- Rekening escrow pada PT Bank Chinatrust Indonesia dengan nilai minimal sebesar 20% dari setiap nilai Letter of Credit yang diterbitkan.

- Jaminan fidusia atas persediaan, dengan nilai jaminan sebesar Rp23.000.000.000 (lihat Catatan 8).

Saldo pinjaman pada PT Bank Chinatrust Indonesia per tanggal 30 Juni 2013 adalah sebesar Rp13.282.306.544 yang terdiri dari pinjaman dalam uang Dollar Amerika Serikat sebesar USD1.062.948,47 atau ekuivalen sebesar Rp10.523.189.853 dan pinjaman dalam mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp2.759.116.691. Sedangkan Saldo pinjaman pada PT Bank Chinatrust Indonesia per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp6.992.113.373 yang terdiri dari pinjaman dalam uang Dollar Amerika Serikat sebesar USD415.480,65 atau ekuivalen sebesar Rp4.017.697.886 dan pinjaman dalam mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp2.974.415.487.

Pinjaman jangka pendek dari Combined Way Ltd.

Pada tanggal 23 Mei 2008, Entitas menandatangani Perjanjian Kredit dengan Combined Way Ltd. Hongkong berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai USD300.000. Fasilitas kredit tersebut jatuh tempo dalam jangka waktu 2 tahun atau sampai dengan 23 Mei 2010. Berdasarkan Surat Perubahan Perjanjian Kredit No.20120515KIC tanggal 15 Mei 2012, Entitas telah memperoleh perpanjangan jatuh tempo kredit tersebut di atas sampai dengan tanggal 15 Mei 2014. Pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan senilai tidak kurang dari USD300.000 (lihat catatan 8). Tingkat suku bunga atas pinjaman ini adalah 1% per tahun pada tahun 2013 dan 2012. Per 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman tersebut senilai USD50.000 atau masing-masing setara dengan Rp495.000.000 dan Rp483.500.000.

(24)

11. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)

Pinjaman jangka pendek dari Combined Way Ltd. (lanjutan)

Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit No.CW20090402.KIC, tertanggal 2 April 2009, Entitas menandatangani Perjanjian Kredit dengan Combined Way Ltd. Hongkong berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan limit kredit sebesar USD200.000, dengan tingkat suku bunga sebesar 1%. Pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan yang dimiliki Entitas dengan nilai yang tidak kurang dari USD100.000 (lihat catatan 8). Pada tanggal 2 April 2011, Entitas menandatangani amandemen pertama No.CW20110402.KIC dari Perjanjian Kredit tersebut, yang akan jatuh tempo pada April 2013. Dan telah diperpanjang lagi selama dua tahun melalui amandemen kedua No.CW20130402.KIC tertanggal 2 April 2013, sehingga fasilitas kredit ini akan jatuh tempo pada tanggal 2 April 2015. Syarat, kondisi dan jaminan atas pinjaman tersebut sama dengan perjanjian awal. Per 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, saldo pinjaman tersebut senilai USD100.000 atau masing-masing setara dengan Rp990.000.000 dan Rp967.000.000. Manajemen memiliki rencana untuk melakukan pelunasan atas pinjaman tersebut di tahun 2014, sehingga saldo pinjaman diklasifikasikan sebagai pinjaman jangka pendek.

Pinjaman jangka pendek tersebut di atas tidak mempersyaratkan adanya ketentuan yang penting selain sejumlah jaminan yang telah disebutkan di atas. Per 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, Entitas tidak memiliki saldo pinjaman jangka pendek dari pihak yang berelasi.

12. UTANG USAHA Akun ini terdiri dari :

30 Juni 2013 31 Desember 2012 Berdasarkan pemasok

Pihak ketiga

Pemco BVBA 827.847.009

-PT Indodecor Primantara Industries 429.657.822 793.435.582

PT Inkote Indonesia 374.734.012 60.766.936

PT Central Sahabat Baru 363.267.300 143.328.900

PT Prospek Chemical 136.706.340 157.956.995

PT Terang Karya Abadi 128.094.884 75.652.379

PT Pelat Timah Nusantara Tbk 126.923.537

-PT Karunia Bahagia 114.829.269

-PT Sinar Enamelindo Utama - 201.390.767

Lain-lain 409.229.938 806.250.802

Jumlah 2.911.290.111 2.238.782.361

Berdasarkan umur (hari) :

Belum jatuh tempo 2.152.149.731 2.000.465.732

Lewat jatuh tempo

1 s/d 30 hari 556.019.798 209.273.508

Lebih dari 30 hari 203.120.582 29.043.121

Jumlah 2.911.290.111 2.238.782.361

Berdasarkan mata uang :

Rupiah 1.522.837.980 777.699.900

Dollar Amerika Serikat 1.388.452.131 1.461.082.461

Jumlah 2.911.290.111 2.238.782.361

Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 15 sampai 120 hari.

Entitas tidak memiliki utang usaha yang dilakukan kepada pihak yang berelasi dan tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas saldo utang usaha tersebut diatas.

(25)

13. UTANG SEWA GUNA USAHA

Saldo utang sewa guna usaha per tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :

30 Juni 2013 31 Desember 2012 PT Orix Indonesia Finance

Kendaraan 69.975.846 174.768.079

Jumlah 69.975.846 174.768.079

Per tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, pembayaran minimum sewa di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa guna usaha adalah sebagai berikut :

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Dalam satu tahun 70.149.000 179.523.004

Antara satu dan dua tahun -

-Sub jumlah utang sewa guna usaha 70.149.000 179.523.004

Dikurangi :

Bunga pembiayaan di masa mendatang 173.154 4.754.925

Jumlah 69.975.846 174.768.079

Periode sewa pembiayaan kendaraan ini adalah sejak 6 Agustus 2012 sampai dengan 5 Juli 2013. Suku bunga yang dikenakan sebesar 5,33% per tahun.

14. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Gaji dan tunjangan 990.000.000

-Gas 313.545.155 242.281.567

Koperasi karyawan - 303.672.759

Biaya lain-lain 748.679.060 490.474.716

Jumlah 2.052.224.215 1.036.429.042

15. MODAL SAHAM

Persentase Jumlah Modal Nama Pemegang Saham Lembar Saham Pemilikan Disetor

PT Kedawung Subur 60.195.140 43,62% 30.097.570.000

DK Lim & Sons Investment Pte. Ltd. 43.332.000 31,40% 21.666.000.000

UOB Kay Hian Pte Ltd 10.389.200 7,53% 5.194.600.000

Djoni Sukoharjo, Komisaris 312.700 0,23% 156.350.000 Phillp Lam Tin Sing, Komisaris Utama 380 0,00% 190.000 Masyarakat (masing-masing

dibawah 5%) 23.770.580 17,23% 11.885.290.000

Jumlah 138.000.000 100,00% 69.000.000.000 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012

(26)

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Akun ini merupakan agio saham atas emisi saham pada penawaran umum dan pembagian dividen saham dan saham bonus, dengan rincian sebagai berikut:

30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 Harga Penawaran/Pasar

Penawaran umum

10.000.000 saham x Rp 2.600 26.000.000.000 Pembagian dividen saham

3.000.000 saham x Rp 2.100 6.300.000.000

Jumlah 32.300.000.000

Nilai Nominal

Penawaran umum (10.000.000.000)

Pembagian dividen saham (3.000.000.000) Pembagian saham bonus (16.000.000.000)

Jumlah (29.000.000.000)

Tambahan Modal Disetor 3.300.000.000

17. PENJUALAN BERSIH

Penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

2013 2012

Lokal 40.237.089.386 34.040.124.990

Ekspor 13.316.448.688 14.436.756.592

Jumlah 53.553.538.074 48.476.881.582

Retur dan potongan penjualan (6.950.550) (1.426.200)

Jumlah 53.546.587.524 48.475.455.382

24,71% dan 26,53% dari penjualan masing-masing pada tahun 2013 dan 2012 dilakukan dengan pihak-pihak yang berelasi (Catatan 24).

Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih pada tahun 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

2013 % 2012 %

PT Nissin Biscuit Indonesia 13.566.054.450 25% 9.884.842.600 20% Komodo International Corporation 7.147.217.809 13% 7.853.083.106 16% PT Coronet Crown - 6.585.272.640 14% Jumlah 20.713.272.259 39% 24.323.198.346 50%

Penjualan ke PT Coronet Crown pada tahun 2013 adalah kurang dari 10% dari total jumlah penjualan bersih.

(27)

Beban Pokok Penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

2013 2012

Bahan baku yang digunakan 30.473.834.845 29.326.842.521

Tenaga kerja langsung 9.125.847.312 7.325.275.551

Biaya pabrikasi 6.709.848.125 6.353.461.234

Jumlah Biaya Produksi 46.309.530.282 43.005.579.306

Persediaan barang dalam proses

Awal periode 14.319.792.431 13.905.612.833

Akhir periode (18.440.319.625)- (14.942.957.831) -Jumlah Beban Pokok Produksi 42.189.003.088 41.968.234.308 Persediaan barang jadi

Awal periode 9.265.646.402 11.791.846.128 Akhir periode (11.653.726.991) (13.607.853.841)

Jumlah 39.800.922.499 40.152.226.595

4,66% dan 5,52% dari jumlah pembelian bahan baku masing-masing pada tahun 2013 dan 2012 dilakukan dengan pihak-pihak yang berelasi (Catatan 24).

Pada tahun 2013 dan 2012, beban sewa masing-masing sebesar Rp270.000.000 dicatat sebagai beban pabrikasi, yang merupakan sewa kepada pihak yang berelasi (lihat catatan 26).

Pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih pada tahun 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:

2013 % 2012 %

Jiangsu Guolian Plate Co. Ltd 6.469.806.661 18% - 0%

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 6.356.520.437 17% 4.349.361.562 14%

Pemco Brugge BVBA 3.940.249.677 11% - 0%

PT Central Sahabat Baru 3.775.039.000 10% 4.076.202.500 13%

PT Pelat Timah Nusantara Tbk - 0% 6.372.636.921 20%

Jumlah 20.541.615.775 57% 14.798.200.983 47%

Pembelian dari PT Pelat Timah Nusantara Tbk pada tahun 2013, serta pembelian dari Jiangsu Guolian Plate Co. Ltd dan Pemco Brugge BVBA pada tahun 2012, adalah dibawah 10% dari pembelian bersih pada periode yang bersangkutan.

19. BEBAN PENJUALAN

Beban penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 terdiri dari:

2013 2012

Ekspor dan pemasaran 435.328.272 457.316.540

Gaji 330.350.683 296.047.298

Pengangkutan 189.640.986 124.146.767

Lain-lain 8.502.720 15.902.962

(28)

20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Beban umum dan administrasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 dan 2012 terdiri dari:

2013 2012

Gaji dan kesejahteraan karyawan 3.426.931.138 2.944.692.685

Imbalan pasca kerja 1.269.000.000 1.269.000.000

Transportasi dan perjalanan 302.910.353 295.118.360

Sewa 96.000.000 96.000.000

Penyusutan (Catatan 9) 86.292.472 71.571.694

Registrasi dan pencatatan saham 74.274.400 60.719.400

Telekomunikasi 29.856.529 38.417.122

Lain-lain 164.069.079 129.438.121

Jumlah 5.449.333.971 4.904.957.382

21. PERPAJAKAN a. Utang Pajak

Utang pajak Entitas terdiri dari :

30 Juni 2013 31 Desember 2012 241.159.475 207.886.101 PPh pasal 21 54.169.445 62.347.903 1.360.000 62.680.000 PPh pasal 25 30.866.958 65.577.726 PPh pasal 26 - 2.880.000 407.242.572 5.918.589 Jumlah 734.798.450 407.290.319

PPh pasal 23 dan pasal 4 (2) Pajak Pertambahan Nilai

PPh pasal 29

b. Manfaat (Beban) Pajak

Rekonsiliasi antara total laba sebelum pajak sebagaimana ditunjukkan dalam laporan laba (rugi) komprehensif dan akumulasi laba fiskal Entitas adalah sebagai berikut:

(29)

21. PERPAJAKAN (lanjutan)

b. Manfaat (Beban) Pajak (lanjutan)

2013 2012

Jumlah laba sebelum pajak menurut laporan

laba (rugi) komprehensif 6.883.836.865 2.544.985.640

Perbedaan temporer:

Imbalan pasca kerja (927.024.862) 193.033.005

Angsuran aset sewa guna usaha (95.265.666)

Penyusutan aset sewa guna usaha 15.246.660

Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 4.572.855 94.778.100

Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal:

Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 44.590.646 22.538.793

Penghasilan bunga atas jasa giro (43.172.273) (25.309.410)

Lain-lain (1.382.430.235) (765.761.843)

Laba Fiskal Entitas 4.500.353.990 2.064.264.285

Beban pajak kini

25% x Rp 4.500.354.000 1.125.088.500

25% x Rp 2.064.264.000 - 516.066.000

Jumlah pajak kini 1.125.088.500 516.066.000

Pajak penghasilan dibayar dimuka

Pph Pasal 22 (428.511.876) (232.689.234)

Pph Pasal 25 (289.334.052) (12.238.370)

Taksiran utang pajak penghasilan 407.242.572 271.138.396

c. Pajak tangguhan

Pajak tangguhan dihitung berdasarkan efek perbedaan temporer antara jumlah aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan jumlah aset dan liabilitas menurut peraturan perpajakan.

Dikreditkan ke

1 Januari 2013 laporan laba rugi 30 Juni 2013 Aktiva pajak tangguhan:

Penyisihan piutang ragu-ragu 16.282.901.026 - 16.282.901.026 Imbalan pasca kerja 3.866.123.196 (231.756.214) 3.634.366.982 Beban penyusutan

aset sewa guna usaha 3.131.305 3.811.665 6.942.970 Liabilitas pajak tangguhan:

Angsuran sewa

aset sewa guna usaha (20.722.622) (23.816.417) (44.539.039) Penyusutan aset tetap (728.009.512) 1.143.214 (726.866.298)

Pendapatan bunga (489.722.812) - (489.722.812)

Aktiva Pajak Tangguhan

(30)

21. PERPAJAKAN (lanjutan) c. Pajak tangguhan (lanjutan)

Dikreditkan ke

1 Januari 2012 laporan laba rugi 31 Desember 2012 Aktiva pajak tangguhan:

Penyisihan piutang ragu-ragu 16.282.901.026 - 16.282.901.026 Imbalan pasca kerja 3.756.319.768 109.803.428 3.866.123.196 Beban penyusutan

aset sewa guna usaha - 3.131.305 3.131.305

Liabilitas pajak tangguhan:

Angsuran sewa

-aset sewa guna usaha - (20.722.622) (20.722.622) Penyusutan aset tetap (724.064.740) (3.944.772) (728.009.512)

Pendapatan bunga (489.722.812) - (489.722.812)

Aktiva Pajak Tangguhan

-Bersih 18.825.433.242 88.267.339 18.913.700.581

Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:

2013 2012

Jumlah laba sebelum pajak menurut

laporan laba (rugi) komprehensif 6.883.836.865 2.544.985.640 Tarif pajak yang berlaku :

25% x Rp6.883.836.865 1.720.959.216

25% x Rp2.544.985.640 - 636.246.410 Jumlah 1.720.959.216 636.246.410 Pengaruh atas penghasilan (beban) yang tidak

dapat diperhitungkan menurut fiskal:

Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 11.147.662 5.634.698 Pendapatan bunga yang dikenakan pajak final (10.793.068) (6.327.352) Penghasilan lain-lain, bersih (345.607.558) (191.440.533) Jumlah (345.252.964) (192.133.187) Beban Pajak - Bersih 1.375.706.252 444.113.223

22. LABA PER SAHAM DASAR

Perhitungan laba per saham dasar berdasarkan perhitungan sebagai berikut:

2013 2012

Jumlah laba komprehensif 5.508.130.613 2.100.872.417 Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 138.000.000 138.000.000 Laba per saham dasar 40 15

Pada tanggal laporan posisi keuangan, Entitas tidak memiliki transaksi yang berpotensi pada penurunan saham biasa.

(31)

Program Pensiun

Entitas mengikutsertakan karyawannya dalam program pensiun iuran pasti. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Asuransi Aviva Indonesia (sebelumnya PT Asuransi Winterthur Life Indonesia), yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-545/KM.10/2010 tanggal 16 September 2010.

Iuran Pensiun ditentukan dari jumlah tertentu yang ditanggung Entitas dan karyawan dengan proporsi 30% oleh karyawan dan 70% oleh Entitas. Iuran untuk dana pensiun yang dibayarkan pada tahun 2013 dan 2012 masing-masing sebesar Rp74.339.000 dan Rp88.660.000 dicatat dalam beban gaji dan kesejahteraan karyawan (lihat catatan 20).

Manfaat Karyawan Lainnya

Entitas juga menghitung dan mencatat estimasi manfaat karyawan yang berhak sesuai peraturan yang berlaku setelah memperhitungkan program pensiun. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan Entitas sehubungan dengan estimasi liabilitas tersebut. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 799 dan 942 karyawan pada 30 Juni 2013 dan 2012.

Perhitungan beban manfaat karyawan hanya dilakukan satu kali per tahun untuk posisi akhir tahun saja, yang dilakukan oleh aktuaris PT Sienco Aktuarindo Utama. Sedangkan perhitungan beban manfaat karyawan sebelum akhir tahun adalah berdasarkan estimasi manajemen Entitas.

Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan beban manfaat karyawan adalah sebagai berikut:

Umur pensiun normal

Tingkat bunga teknis (per tahun)

Kenaikan gaji (per tahun)

Tingkat kematian Tabel Mortalita Indonesia Tahun 2011 di tahun 2013; dan

Tingkat cacat dari tingkat kematian

55 tahun

8%

5,40% pada tahun 2013 dan

1%

6,7% pada tahun 2012 2013 dan 2012

The Commisioner 1980 Standard Ordinary Mortality Table di tahun 2012 Beban atas manfaat karyawan untuk tahun 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut :

2013 2012

Biaya jasa kini 541.016.980 430.002.135

Amortisasi biaya jasa lalu 78.232.756 39.116.378

Amortisasi kerugian aktuaria 28.014.960 64.149.398

Biaya bunga 621.735.304 735.732.089

Jumlah 1.269.000.000 1.269.000.000

Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan (neraca) yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut :

30 Juni 2013 31 Desember 2012 Nilai kini liabilitas yang tidak didanai 20.053.545.411 21.362.021.537 Kerugian aktuarial yang belum diakui (4.755.028.165) (5.058.246.673)

Biaya jasa lalu yang belum diakui (761.049.319) (839.282.075)

(32)

23. IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) Manfaat Karyawan Lainnya (lanjutan)

Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut :

30 Juni 2013 31 Desember 2012

Saldo Awal 15.464.492.789 15.025.279.075

Beban manfaat karyawan tahun berjalan 1.269.000.000 2.421.280.471

Pembayaran tahun berjalan (2.196.024.862) (1.982.066.757)

Saldo akhir 14.537.467.927 15.464.492.789

24. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI Sifat Relasi

a. Pemegang saham Entitas termasuk:  PT Kedawung Subur

 DK Lim & Sons Investment Pte. Ltd.  Philip Lam Tin Sing

 Djoni Sukohardjo

b. Pihak yang sebagian pemegang saham dan atau manajemennya sama dengan Entitas:  PT Kedaung Medan Industrial Ltd.

 Komodo International Corporation  Forincorp International Ltd.  PT Pratama Gelas

 PT Kedaung Sentra Distribusi  PT Kedawung Surya Industrial Ltd.  PT Kedaung Industrial Ltd.

Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi

Dalam kegiatan usahanya, Entitas juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang berelasi. Transaksi-transaksi tersebut meliputi, antara lain:

a. 24,71% dan 26,53% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada tahun 2013 dan 2012, merupakan penjualan kepada pihak yang berelasi, dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal laporan posisi keuangan, piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 2,09% dan 5,05% dari jumlah aset masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

(33)

Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) Rincian penjualan kepada pihak yang berelasi sebagai berikut:

2013 2012

Komodo International Corporation 7.147.217.809 7.583.083.106

PT Kedawung Subur 4.734.417.990 2.706.390.750

PT Kedaung Sentra Distribusi 1.086.431.140 1.268.833.110

PT Kedaung Medan Industrial Ltd. 208.701.700 316.114.900

PT Kedawung Surya Industrial 54.757.250 85.407.850

Forincorp International Ltd. - 487.137.552

PT Pratama Gelas - 191.697.100

PT Kedaung Industrial Ltd. - 220.289.350

Jumlah 13.231.525.889 12.858.953.718

b. 4,66% dan 5,52% dari jumlah pembelian masing-masing pada tahun 2013 dan 2012, merupakan pembelian dari pihak-pihak yang berelasi, dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.

Rincian pembelian dari pihak yang berelasi sebagai berikut:

2013 2012

PT Kedawung Subur 1.676.568.280 1.707.460.378 PT Kedawung Surya Industrial 17.261.820 31.110.000

Jumlah 1.693.830.100 1.738.570.378

c. Beban sewa tanah dan gedung yang yang dibayarkan kepada PT Kedawung Subur sebesar Rp300.000.000 pada periode 2013 dan 2012 (Catatan 9) yang dicatat sebagai bagian dari beban pabrikasi (lihat Catatan 18) dan beban administrasi (lihat Catatan 20).

d. Kompensasi manajemen kunci

Personil manajemen kunci Entitas adalah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang dirinci pada Catatan 1a. Jumlah imbalan kerja untuk personil manajemen kunci pada tahun 2013 dan 2012 masing-masing adalah sebesar Rp1.500.869.317 dan Rp1.289.482.379

e. Entitas mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak-pihak yang berelasi seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 7.

Transaksi dengan pihak yang berelasi tidak mempunyai unsur benturan kepentingan seperti yang diatur di Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.E.1.

25. INFORMASI SEGMEN Segmen usaha

Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini Entitas dibagi dalam 2 (dua) divisi operasi yaitu produk enamel dan kaleng. Divisi-divisi tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Entitas.

Gambar

Tabel berikut  menyajikan  aset  dan  liabilitas  keuangan  Entitas  pada  tanggal  30 Juni 2013  dan  31  Desember 2012 :

Referensi

Dokumen terkait

ASAM KARBOKSILAT DAN ANHIDRIDA, VII.CARBOXYLIC ACIDS AND THEIR ANHYDRIDES, HALIDA, PEROKSIDA DAN ASAM PEROKSINYA HALIDES, PEROXIDES AND PEROXYACIDS SERTA TURUN HALOGENASI,

Aspek CTL akan yang tampak antara lain Learning Community, Contruktivisme (membangun pengetahuan sedikit demi sedikit melalui keterlibatan secara aktif dalam

Upaya perjuangan HAM yang dilakukan oleh FIDH terhadap kasus penghilangan paksa Sombath Somphone dilakukan dalam kerangka jaringan advokasi transnasional, sehingga membutuhkan

dalam penerapan Manajemen Risiko di Bank dan Perusahaan Anak, pada tahun 2015 telah diselenggarakan forum diskusi setiap triwulanan yang mencakup pembahasan yang

Pendidikan doktoral di SB-IPB saya rasakan menambah pengetahuan lebih dalam lagi dalam bidang keuangan terutama ketika saya membuat disertasi dengan melakukan riset di 374

Selain itu Bank juga akan dapat mengantisipasi berbagai regulasi yang akan diterbitkan, baik oleh Bank Indonesia khususnya yang terkait dengan implementasi ketentuan

Dampak krisis keuangan global telah berimbas ke perekonomian Indonesia dan mengakibatkan jatuhnya pasar modal dan keuangan di Indonesia, hal ini tercermin dengan jatuhnya Indeks

Pada Departemen Sarana dan Umum PT Pupuk Sriwidjaja Palembang apabila hal yang tidak begitu penting dapat memakai surat saja karena dapat menghemat tenaga dan waktu